Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Penerapan Model Pembelajaran Kooperative Tipe Time Token Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 064983 Medan Yetti Pangaribuan1*. Taruli Marito Silalahi2. Maria Friska Nainggolan3 1,2,3Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Sari Mutiara Indonesia *Penulis Korespondensi : yettyrosmawaty@gmail. Abstrak. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk Menerapkan Model Pembelajaran Kooperative tipe Time Token untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V di SD Negeri 04983 Medan. Sumber data yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah sumber data primer yang langsung diperoleh dari siswa. Tim pelaksana PkM ini terdiri dari tiga orang dosen PGSD dibantu oleh tiga orang mahasiswa program studi PGSD. Berdasarkan hasil analisis ditemukan penerapan model pembelajaran kooperative tipe time token dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V di SD Negeri 04983 Medan. Dapat dilihat dari analisis data bahwa model pembelajaran Time Token memberikan peningkatan yang signifikan pada motivasi belajar siswa. Historis Artikel: Diterima : 26 Juli 2023 Direvisi : 02 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperative tipe Time Token. Motivasi Belajar Abstract. The aim of this Community Service is to implement the Time Token type Cooperative Learning Model to increase the learning motivation of class V students at SD Negeri 04983 Medan. The data sources used in Community Service are primary data sources that are directly obtained from students. The PkM implementation team consists of three PGSD lecturers assisted by three PGSD study program students. Based on the results of the analysis, it was found that the application of the time token type cooperative learning model could increase the learning motivation of class V students at SD Negeri 04983 Medan. It can be seen from the data analysis that the Time Token learning model provides a significant increase in student learning motivation. PENDAHULUAN Dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama, daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan juga bermacam-macam, ada yang cepat. ada yang sedang dan ada yang lambat. Sehingg guru di tuntut untuk bisa menciptakan situasi dan kondisi belajar yang efektif yang dapat merangsang dan mendorong siswa untuk bisa aktif dalam kegiatan proses belajar Pembelajaran dengan metode mengajar yang sesuai dengan materi yang diajarkan akan lebih meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa. Motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri individu yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjalin kelangsungan kegiatan belajar, dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki akan tercapai. (Husamah, dkk, 2017: . Motivasi dapat menentukan belajar, maksudnya dengan memberikan motivasi melalui pemberian pujian siswa akan merasa dihargai dalam Jurnal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. belajarnya dan mengakibatkan siswa akan mempunyai ketagihan dalam belajar untuk mendapatkan pujian yang lebih baik lagi, dengan itu ketekunan siswa dalam belajar akan Berdasarkan hasil obeservasi yang dilakukan oleh Tim Pelaksana PkM di SD Negeri 04983 Medan Guru menyampaikan materi di kelas dengan cara menjelaskan atau memaparkan secara konvensional, kemudian guru menuliskan hal-hal penting dari materi pembelajaran di papan tulis selanjutnya siswa mencatat atau memindahkan materi tersebut ke buku tulis dan guru akan memberi penugasan kepada siswa. Guru juga sering mengulang-ngulang materi walaupun sudah lama berlalu, namun ketika guru bertanya masih banyak siswa yang hanya diam saja karena tidak tahu untuk menjawabnya. Hal ini terjadi karena model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih model penbelajaran yang konvesional sehingga siswa masih kurang paham materi yang di ajarkan oleh guru disaat proses pembelajaran berlangsung dan juga siswa tidak aktif dan kurang kondusif dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan permasalahan di atas, maka diperlukan suatu solusi agar pembelajaran dapat melibatkan siswa secara aktif, sehingga dapat menimbulkan motivasi . siswa dalam mengikuti pembelajaran. Agar motivasi belajar siswa meningkat, maka perlu menggunakan model pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan situasi dan kondisinya, serta mendukung proses pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan pengalaman belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa adalah model pembelajaran Time Token. Model ini menekankan siswa untuk melatih dan mengembangkan keterampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali disaat proses pembelajaran berlangsung. Sehingga model ini diharapkan akan membangkitkan dan meningkatkan keaktifandan keterlibatan siswa dalam mengikuti pebelajaran sehingga sendirinya dapat meningkatkan motivasi belajar Menurut Kusumawati . 7: . AuPembelajaran koopertif berasal dari kata kooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai suatukelompok atau satu timAy. Menurut Eliyana (Shoimin, 2019: AuTime Token adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif. Siswa dibentuk ke dalam kelompok belajar, yang dalam pembelajaran ini mengajarkan keterampilan sosial untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau menghindarkan siswa diam sama sekali saat berdiskusiAy Model pembelajaran ini mengajak siswa aktif sehingga tepat digunakan dalam pembelajaranberbicara di mana pembelajaran ini benar-benar mengajak siswa untuk aktif dan belajar berbicara di depan umum, mengungkapkan pendapatnya tanpa harus takut dan malu. Menurut Sanjaya (Son, 2019: . AuSalah satu prinsip dasar pembelajaran kooperatif tipe Time Token adalah tanggung jawab perseorangan. Prinsip ini merupakan konsekuensi dari ketergantungan positif. Oleh karena itu rasa ingin tahu siswa tinggi dan bertindak aktifAy. Menurut Santrock (Kompri, 2018: . , ada dua jenis motivasi belajar yaitu sebagai berikut: Motivasi ekstrinsik, yaitu melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain . ara untuk mencapai tujua. Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insensif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Misalnya, murid belajar keras dalam menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang baik. Terdapat dua kegunaan dari hadiah, yaitu sebagai intensif agar mau mengerjakan tugas, dimana tujuannya adalah mengontrol perilaku siswa, dan Jurnal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. mengandung informasi tentang penguasaan keahlian sedangkan motivasi intrinsik, yaitu motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri . ujuan itu sendir. Misalnya, murid belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu. Murid termotivasi untuk belajar saat mereka diberi pilihan, senang menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan mendapat imbalan yang mengandung nilai informasional tetapi bukan dipakai untuk kontrol, misalnya guru memberikan pujian kepada siswa. Berdasarkan latar belakang di atas maka Tim Pelaksana PkM tertarik untuk melakukan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Kooperative Tipe Time Token Terhadap Motivasi Siswa Sekolah Dasar METODE PELAKSANAAN PKM Tim pelaksana PkM ini terdiri dari tiga orang dosen PGSD dibantu oleh tiga orang dosen PGSD. Jenis Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Pengabdian Kepada Masyarakat yang menerapkan model pembelajaran di kelas. Sumber data pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah sumber data primer yang diperoleh dari siswa secara langsung dan di support dengan teori-teori baik dari buku, pustaka dan lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik dokumentasi yang digunakan untuk menjawab permasalahan permasalahan yang dirumuskan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian Kepada Masyarakat ini dianalisis dengan menggunakan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan analisis data yaitu Reduksi Data. Display Data dan Menarik Kesimpulan. Setelah Tim Pelaksana PkMmelakukanreduksi data, makadilanjutkandengan display data dengantujuanmemberikan data yang jelas pada Tim Pelaksana PkM ini, sebagaiberikut: Pada Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjudul Penerapan Model Pembelajaran Time Token Terhadap Motivasi Belajar Siswa SD Negeri 04983 Medan pada Pembelajaran IPS, diketahui bahwa Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Time Token terhadap motivasi belajar siswa pada tema lingkungan sahabat kita di kelas SD Negeri 04983 Medan Pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode deskriptif analitik. Populasi Pengabdian Kepada Masyarakat ini seluruh siswa SD Negeri 04983 Medan yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 42 siswa. pengambilan sampel dengan menggunakan simple randomsampling dan diperoleh sampel sebanyak 22 siswa. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini menunjukkan bahwa hasil pengujian korelasi dapat dilihat pada nilai koefesien korelasi sebesar 0,841 artinya rhitung . E rtabel . maka Ha diterima. Maka terdapat pengaruh yang sangat kuat antara model pembejaran Time Token terhadap motivasi belajar siswa pada tema lingkungan sahabat kita di kelas V SD Negeri 106144 Sei Mencirim. Dapat juga dilihat dari hasil pengujian uji-t dimana thitung Ou ttabel yaitu 6,758 E 1,724 sehingga menyatakan bahwa Ha diterima. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan dari penggunaan model pembelajaran Time Token terhadap motivasi belajar siswa pada tema lingkungan sahabat kita di kelas V SD Negeri 04983 Medan. Jurnal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pengabdian Kepada Masyarakat Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token dipadu Teams Asisted Individuazitation untuk Melihat Motivasi Belajar Siswa SD Negeri 04983 Medan. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 04983 Medan. Model yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah eksperimental dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan menggunakan Post-test Control Group Design. Motivasi belajar di kelas kontrol setelah dilaksanakan pembelajaranmenggunakan model konvensional berada pada kategori cukup baik, dengan skor ratarata 3,46. Sedangkan motivasi belajar siswa di kelas eksperimen setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan model Time Token Arends dipadu Team Assisted Individualization mencapai skor rata-rata 4,2 dengan kategori motivasi baik. Selanjutnya dilakukan uji statistik untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji normalitas terhadap motivasi belajar siswa dilakukan dengan uji Kolmogorov pada excel. Hasil uji normalitas nilai pretest dan posttest siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen disajikan pada Tabel berikut ini. Tabel Uji Normalitas. Homogenitas dan Uji t Skor Total Motivasi Peserta Didik pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Madrasah Aliyah dalam Aceh Besar. Tabel 5 menunjukkan bahwa normalitas skor total motivasi belajarpeserta didik di kelas eksperimen dan kelas kontrolmemiliki nilai X2 hitttab yaitu 22,44> 1,65 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikanantara skor total motivasi belajar peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji t skor total motivasi belajarpeserta didik kelas kontrol dan kelas eksperimen dibuktikan bahwa hipotesis yang berbunyi AuTerdapat perbedaan motivasi belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token Arends dipadu Team Assisted Individualization pada materi sistem pencernaan manusia di Madrasah Aliyah kabupaten Aceh BesarAy diterima. Setelah melakukan analisis pada ke delapan jurnal, maka Pengabdian Kepada Masyarakat dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran Time Token dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 04983 Medan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang dilakukan Tim Pelaksana PkM yang menjadi sumber data maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperative Tipe Time Token secara Signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Motivasi belajar siswa Sekolah Dasar meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran Kooperative Tipe Time Token. Saran Bagi sekolah, sekolah menyediakan model pembelajaran yang dibutuhkan siswa sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Jurnal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Bagi guru, sebaiknya guru menggunakan model pembelajaran yang Variatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Bagi siswa, siswa diharapkan lebih aktif dalam proses pembelajaran agar diperoleh motivasi belajar yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA