DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial p-ISSN: 2809-3585, e-ISSN: 2809-3593 Volume 7, nomor 1, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/diksi. Studi Etnopedagogi tentang Nilai Pendidikan Jasmani dalam Permainan Tradisional Ntumbu Tuta di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Anwar*. Nasrullah. Ahmad STKIP Taman Siswa Bima. Kabupaten Bima. Indonesia *Coresponding Author: anwaralfatih143@gmail. Article history Dikirim: 10-03-2026 Direvisi: 18-03-2026 Diterima: 21-03-2026 Key words: Etnopedagogi. Pendidikan Jasmani. Permainan Tradisional. Ntumbu Tuta. Nilai Budaya. Abstrak: Permainan Ntumbu Tuta merupakan salah satu tradisi masyarakat Bima yang sarat dengan nilai-nilai keolahragaan, yaitu nilai-nilai sportivitas, disiplin, keberanian, dan solidaritas Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan jasmani yang terkandung dalam permainan tradisional Ntumbu Tuta di Bima melalui pendekatan etnopedagogi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, masyarakat, dan guru pendidikan jasmani. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman . eduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ntumbu Tuta memiliki nilai-nilai pendidikan jasmani yang mencakup aspek fisik, sosial, dan moral. Permainan ini mengandung nilai sportivitas, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat pantang menyerah yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah. Dalam perspektif etnopedagogi. Ntumbu Tuta tidak hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang memperkuat identitas budaya dan karakter bangsa. PENDAHULUAN Pendidikan jasmani merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan yang berperan membentuk manusia Indonesia yang sehat, tangguh, dan Melalui aktivitas fisik, peserta didik tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik dan kebugaran jasmani, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai kehidupan seperti sportivitas, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan penghargaan terhadap aturan. Namun, dalam praktik pendidikan jasmani saat ini, orientasi pada hasil fisik sering kali lebih dominan dibandingkan aspek sosial dan budaya yang Proses pembelajaran menjadi kering makna karena terlepas dari akar budaya masyarakat. Padahal, di berbagai daerah di Indonesia, nilai-nilai pendidikan jasmani sejatinya telah lama hidup dalam bentuk permainan tradisional yang kaya makna sosial dan budaya. Permainan tradisional, sebagai bagian dari warisan budaya takbenda, memiliki nilai-nilai luhur yang terbentuk melalui interaksi sosial masyarakat. Ia menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan, alami, dan sarat makna. Dalam konteks pendidikan jasmani, permainan tradisional berfungsi ganda: mengasah keterampilan fisik sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter dan sosial. Sebagaimana dijelaskan @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anwar dkk. Studi Etnopedagogi tentang Nilai Pendidikan Jasmani dalam PermainanA oleh Sarbaini. , et al . , etnopedagogi merupakan pendekatan pendidikan yang berakar pada kearifan lokal, memiliki potensi besar untuk menghadirkan kembali nilai-nilai budaya dalam proses pembelajaran. Etnopedagogi tidak hanya melihat budaya sebagai bahan ajar, melainkan sebagai sistem pengetahuan, nilai, dan perilaku yang dapat membentuk karakter peserta didik. Pendekatan ini menjadikan budaya lokal sebagai konteks belajar yang autentik, memungkinkan peserta didik memahami pembelajaran melalui pengalaman yang relevan dengan kehidupan Dalam kerangka tersebut, permainan tradisional dapat dipandang sebagai bentuk praksis etnopedagogi dalam pendidikan jasmani. Penelitian-penelitian sebelumnya telah menunjukkan relevansi ini. Iwandana et al. , . menemukan bahwa permainan tradisional anak di Banjarnegara mengandung nilai sportivitas, kejujuran, kerja sama, dan kepercayaan diri yang dapat membentuk karakter siswa. Hasil serupa ditunjukkan oleh Hasmarita et al. , . bahwa penerapan permainan tradisional dalam Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berpengaruh positif terhadap tanggung jawab dan kerja sama siswa sekolah dasar. Ningsih et al. menegaskan bahwa permainan tradisional berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan gerak dasar anak, terutama koordinasi dan keseimbangan Dengan demikian, permainan tradisional terbukti memiliki nilai pedagogis yang komprehensif, yaitu menggabungkan dimensi fisik, sosial, dan moral. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada wilayah Jawa dan Sumatra, sedangkan wilayah timur Indonesia, khususnya Bima, masih jarang dikaji. Padahal, masyarakat Bima memiliki tradisi permainan yang kaya nilai budaya dan fisik, salah satunya adalah Ntumbu Tuta. Permainan ini telah lama menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat Bima, biasanya dimainkan di lapangan tanah oleh dua kelompok yang saling berhadapan. Setiap pemain berusaha menumbuk tumpukan tanah milik lawan menggunakan kaki sambil mempertahankan miliknya sendiri. Aktivitas ini menuntut kekuatan otot, kecepatan reaksi, keseimbangan, dan strategi kerja sama tim. Lebih jauh, permainan Ntumbu Tuta mengandung nilai keberanian, ketangkasan, solidaritas, dan penghormatan terhadap aturan permainan --nilai-nilai yang identik dengan tujuan pendidikan jasmani. Kajian terbaru oleh Amar et al. , . menegaskan bahwa Ntumbu Tuta merupakan representasi budaya masyarakat Bima yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai keberanian dan semangat kompetitif yang positif. Penelitian mereka yang berfokus pada pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional dalam konteks wisata budaya di Desa Kananta menunjukkan bahwa permainan ini menjadi media efektif untuk memperkuat identitas kultural dan solidaritas sosial Melalui festival budaya. Ntumbu Tuta berhasil menarik partisipasi generasi muda sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap warisan lokal. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Amar et al di atas lebih menekankan pada aspek pelestarian dan pariwisata budaya, belum menggali secara mendalam nilai-nilai pedagogis dan pendidikan jasmani yang terkandung di dalam permainan tersebut. Inilah ruang kosong yang ingin diisi oleh penelitian ini, yaitu membaca Ntumbu Tuta bukan sekadar sebagai tradisi, melainkan sebagai wahana pendidikan jasmani berbasis etnopedagogi. Dukungan empiris terhadap pendekatan ini juga datang dari penelitian Irfan, et , . yang meneliti tentang penerapan permainan tradisional Ular Naga dalam @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anwar dkk. Studi Etnopedagogi tentang Nilai Pendidikan Jasmani dalam PermainanA pembelajaran pendidikan jasmani di TK Yaa Karim Kota Bima. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa permainan tradisional mampu meningkatkan kreativitas siswa, partisipasi aktif, serta interaksi sosial selama pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan tradisional dapat menjadi media yang efektif untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara Relevansi dengan konteks Ntumbu Tuta terletak pada kesamaan fungsi permainan tradisional sebagai wahana pendidikan jasmani yang kontekstual dan berbasis budaya lokal. Namun. Ntumbu Tuta memiliki karakteristik berbeda, yaitu intensitas fisik yang lebih tinggi, tuntutan koordinasi gerak, dan nilai kerja sama tim yang kuat. Semua itu menjadikannya objek ideal untuk dianalisis dari perspektif nilai-nilai pendidikan jasmani. Dengan memperhatikan dua penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa konteks budaya Bima menyimpan potensi besar untuk mengembangkan model pendidikan jasmani berbasis kearifan lokal. Amar et al. , . memberikan landasan bahwa Ntumbu Tuta layak dilestarikan sebagai ekspresi budaya dan olahraga tradisional, sementara Irfan et al. , . membuktikan efektivitas permainan tradisional dalam pembelajaran jasmani formal. Kombinasi dari kedua temuan itu menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat berfungsi sebagai jembatan antara pelestarian budaya dan inovasi pedagogis. Namun, penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan jasmani dalam permainan Ntumbu Tuta masih belum ada. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis nilai-nilai pendidikan jasmani yang terkandung dalam permainan Ntumbu Tuta melalui pendekatan etnopedagogi. Urgensi dari penelitian ini menjadi semakin kuat jika dilihat dari kondisi sosial Modernisasi, globalisasi, dan kemajuan teknologi digital telah mengubah pola bermain anak-anak dan remaja. Permainan digital, yang pasif dan individualistik, semakin mendominasi, sementara permainan tradisional yang aktif dan kolaboratif mulai ditinggalkan. Akibatnya, anak-anak kehilangan ruang alami untuk belajar gerak, berinteraksi sosial, dan menanamkan nilai-nilai karakter. Wibowo et al. , . mengingatkan bahwa hilangnya permainan tradisional menyebabkan generasi muda kehilangan arena pembelajaran nilai sosial dan motorik dasar yang penting bagi perkembangan kepribadian. Dalam konteks ini, permainan tradisional seperti Ntumbu Tuta dapat menjadi media pendidikan alternatif yang bukan hanya mengembangkan kebugaran jasmani, tetapi juga membentuk kepribadian berbasis nilai-nilai budaya lokal. Selain itu, pendidikan jasmani di sekolah saat ini cenderung mengikuti pola baku nasional yang seragam, tanpa memperhatikan kekhasan budaya daerah. Guru pendidikan jasmani sering kali tidak memiliki sumber referensi atau pengalaman untuk mengintegrasikan permainan lokal ke dalam pembelajaran. Penelitian Fauzi & Gustiawati, . Fauzi. , . menemukan bahwa rendahnya literasi budaya guru PJOK menyebabkan pembelajaran kehilangan konteks sosialnya dan tidak mampu membangun identitas peserta didik. Padahal, pembelajaran yang berbasis pada pengalaman budaya setempat terbukti dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Dalam konteks Bima, mengangkat kembali Ntumbu Tuta ke ruang pendidikan dapat memperkaya pembelajaran jasmani sekaligus memperkuat karakter siswa melalui nilai-nilai keberanian, disiplin, solidaritas, dan sportivitas. @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anwar dkk. Studi Etnopedagogi tentang Nilai Pendidikan Jasmani dalam PermainanA Secara teoretis, permainan tradisional memiliki relevansi kuat dengan teori konstruktivisme dan pembelajaran kontekstual. Menurut Piaget, pengalaman langsung merupakan inti dari proses belajar, karena pengetahuan dibangun melalui interaksi antara individu dan lingkungannya. Dalam permainan Ntumbu Tuta, peserta secara aktif mengalami, menyesuaikan strategi, dan belajar dari hasil permainan. Aktivitas fisik seperti ini juga menumbuhkan kesadaran tubuh . ody awarenes. dan kemampuan sosial yang menjadi bagian integral dari tujuan pendidikan jasmani. Selain itu, nilai-nilai seperti kejujuran, kerja sama, dan penghormatan terhadap lawan yang melekat dalam permainan merupakan bentuk pendidikan karakter yang sesuai dengan paradigma pendidikan nasional abad ke-21 yakni membentuk manusia yang berpengetahuan, terampil, dan berbudaya. Urgensi penelitian ini juga bersifat akademik. Kajian tentang hubungan antara etnopedagogi dan pendidikan jasmani masih relatif sedikit dalam literatur ilmiah Indonesia. Penelitian-penelitian terdahulu lebih banyak menyoroti permainan tradisional sebagai warisan budaya atau alat pengembangan karakter secara umum, tanpa menguraikan secara spesifik nilai-nilai pendidikan jasmani di dalamnya. Dengan menggunakan pendekatan etnopedagogi, penelitian ini berupaya memetakan nilai-nilai pendidikan jasmani yang terkandung dalam permainan Ntumbu Tuta berdasarkan pengalaman, simbol, dan praktik sosial masyarakat Bima. Pendekatan ini bukan hanya mendeskripsikan bentuk permainan, tetapi juga menafsirkan makna dan nilai-nilai pendidikan yang terinternalisasi di dalamnya. Dari sisi praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung bagi pengembangan pembelajaran PJOK di sekolah-sekolah. Nilai-nilai yang ditemukan dapat dijadikan dasar untuk merancang model pembelajaran jasmani berbasis budaya lokal yang lebih kontekstual dan bermakna. Guru dapat menggunakan permainan Ntumbu Tuta sebagai media pembelajaran untuk melatih kekuatan, keseimbangan, serta kerja sama tim siswa, sekaligus memperkenalkan mereka pada warisan budaya daerah. Dengan demikian, pendidikan jasmani tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya dan pembentukan karakter bangsa. Lebih jauh, penelitian ini memiliki dimensi sosial yang penting. Di tengah arus globalisasi yang cenderung menghomogenkan budaya, menggali kembali permainan tradisional seperti Ntumbu Tuta berarti memperkuat identitas kultural dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Melalui kegiatan jasmani yang berakar pada budaya lokal, peserta didik dapat belajar mencintai tradisi, menghargai perbedaan, dan menginternalisasi nilai-nilai sosial yang luhur. Dalam konteks pembangunan pendidikan nasional, hal ini sejalan dengan arah kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pada pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan berbasis pada potensi daerah. Berdasarkan uraian tersebut, jelas bahwa penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan jasmani dalam permainan tradisional Ntumbu Tuta di Bima memiliki signifikansi ilmiah, pedagogis, dan kultural yang tinggi. Secara ilmiah, penelitian ini mengisi kesenjangan kajian tentang integrasi etnopedagogi dalam pendidikan Secara pedagogis, penelitian ini menawarkan alternatif media pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Secara kultural, penelitian ini berperan dalam pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari identitas masyarakat Bima. Dengan mengkaji secara mendalam nilai-nilai yang terkandung dalam Ntumbu Tuta, @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anwar dkk. Studi Etnopedagogi tentang Nilai Pendidikan Jasmani dalam PermainanA penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan jasmani yang holistik, yang tidak hanya membina tubuh, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa budaya bangsa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnopedagogi untuk menelaah nilai-nilai pendidikan jasmani yang terkandung dalam permainan tradisional Ntumbu Tuta di Kecamatan Wawo. Kabupaten Bima. Pendekatan ini dipilih karena fokus penelitian bukan sekadar mendeskripsikan aktivitas fisik permainan, tetapi menggali makna, nilai, dan fungsi pedagogis yang terinternalisasi dalam praktik budaya masyarakat. Etnopedagogi memungkinkan peneliti memahami permainan tradisional sebagai ruang reproduksi pengetahuan, norma, dan keterampilan jasmani yang diwariskan lintas generasi. Lokasi penelitian dipilih secara purposif dengan mempertimbangkan keberlanjutan praktik permainan dan keterlibatan komunitas yang masih aktif memainkan Ntumbu Tuta. Partisipan terdiri dari pemain dari berbagai usia, tokoh adat, pelatih permainan tradisional, dan pendidik jasmani. Pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling dan snowball sampling untuk memperoleh informasi yang kaya terkait pengalaman fisik, sosial, dan nilai-nilai budaya dalam Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan Dalam observasi partisipatif, peneliti terlibat langsung untuk mengamati pola gerak, interaksi antarpemain, aturan permainan, serta dinamika sosial yang menyertainya. Wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman mengenai makna permainan dan nilai pendidikan jasmani yang diyakini tercermin dalam praktiknya. Dokumentasi berupa foto, video, dan catatan lapangan digunakan sebagai data pendukung yang memperkaya pemahaman konteks budaya. Analisis data dilakukan secara tematik melalui proses reduksi, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi. Transkripsi hasil wawancara dan observasi dianalisis secara simultan sejak awal pengumpulan data. Peneliti mengidentifikasi unit-unit makna yang berkaitan dengan nilai motorik, sosial, dan karakter, kemudian mengelompokkannya ke dalam tema utama. Interpretasi dilakukan dengan mengaitkan temuan pada kerangka teoretis etnopedagogi dan pendidikan jasmani untuk menghasilkan pemahaman yang kontekstual terhadap nilai-nilai yang muncul dalam permainan. Keabsahan data dilakukan dengan cara membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai partisipan dan metode pengumpulan data. Peneliti membandingkan hasil wawancara pemain Ntumbu Tuta, tokoh adat, dan pendidik jasmani untuk melihat kesesuaian informasi mengenai aturan permainan, bentuk aktivitas fisik, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Selain itu, data hasil wawancara juga dibandingkan dengan temuan observasi selama permainan berlangsung serta dokumentasi berupa foto dan catatan lapangan. Peneliti juga melakukan konfirmasi ulang terhadap beberapa partisipan kunci dengan menyampaikan kembali ringkasan hasil wawancara dan temuan awal penelitian untuk memastikan bahwa interpretasi yang dibuat peneliti sesuai dengan pengalaman dan pemahaman mereka tentang permainan Ntumbu Tuta. Selama @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anwar dkk. Studi Etnopedagogi tentang Nilai Pendidikan Jasmani dalam PermainanA proses penelitian, peneliti secara aktif mencatat pengamatan, refleksi, dan kemungkinan bias dalam catatan lapangan agar proses analisis tetap berangkat dari data empiris yang ditemukan di lapangan. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional Ntumbu Tuta merupakan praktik budaya masyarakat Bima yang mengandung nilai-nilai pendidikan jasmani yang terintegrasi melalui aktivitas fisik, interaksi sosial, serta internalisasi nilai karakter. Berdasarkan hasil observasi partisipatif dan wawancara dengan pemain, tokoh adat, serta masyarakat di Kecamatan Wawo, permainan ini tidak hanya dipahami sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga sebagai kegiatan yang memiliki fungsi pembelajaran bagi para pemainnya. Dari aspek aktivitas fisik, permainan Ntumbu Tuta melibatkan berbagai bentuk gerak tubuh yang menuntut kemampuan fisik tertentu. Hasil observasi menunjukkan bahwa pemain melakukan gerakan berlari cepat, melompat, menghindar, menjaga keseimbangan tubuh, serta melakukan koordinasi gerak yang kompleks dalam situasi Aktivitas ini berlangsung secara dinamis selama permainan berlangsung sehingga menuntut kekuatan otot, kelincahan, kecepatan reaksi, dan ketahanan fisik para pemain. Selain aktivitas motorik, penelitian ini juga menemukan adanya interaksi sosial yang kuat dalam permainan Ntumbu Tuta. Para pemain menunjukkan kerja sama tim yang erat, komunikasi yang intens, serta kepatuhan terhadap aturan permainan yang telah disepakati bersama. Setiap pemain tidak hanya bertanggung jawab terhadap performa fisiknya sendiri, tetapi juga terhadap keberhasilan tim secara keseluruhan. Dalam proses permainan, muncul nilai-nilai seperti sportivitas, saling menghargai, serta penerimaan terhadap kemenangan maupun kekalahan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa permainan Ntumbu Tuta memiliki peran penting dalam pembentukan karakter pemain. Berdasarkan wawancara dengan tokoh adat dan pemain senior, permainan ini dipandang sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai seperti keberanian, disiplin, tanggung jawab, dan ketangguhan. Nilai-nilai tersebut diwariskan melalui praktik permainan yang dilakukan secara berulang serta melalui keteladanan dari pemain yang lebih berpengalaman. Pemain yang melanggar aturan atau menunjukkan perilaku tidak sportif biasanya akan mendapatkan teguran dari pemain lain maupun masyarakat yang menyaksikan permainan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa proses pembelajaran dalam permainan Ntumbu Tuta berlangsung secara alami dan lintas generasi. Anak-anak dan remaja belajar permainan ini melalui interaksi langsung dengan pemain yang lebih tua. Melalui proses tersebut, mereka tidak hanya mempelajari teknik permainan, tetapi juga nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya. PEMBAHASAN Dari Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa, permainan tradisional Ntumbu Tuta merupakan praktik budaya yang mengandung nilai-nilai pendidikan jasmani yang terintegrasi secara holistik melalui aktivitas fisik, interaksi sosial, dan internalisasi nilai karakter berbasis budaya lokal masyarakat Bima khususnya di Kecamatan Wawo. Permainan ini tidak hanya berfungsi sebagai @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anwar dkk. Studi Etnopedagogi tentang Nilai Pendidikan Jasmani dalam PermainanA sarana rekreasi atau hiburan komunitas, tetapi juga sebagai wahana pembelajaran jasmani yang hidup dan bermakna, di mana tubuh menjadi medium utama transfer pengetahuan dan nilai. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pendidikan jasmani tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial budaya tempat aktivitas jasmani tersebut berlangsung (Ary Artanty. , 2025. Addas, 2. Secara empiris, berdasarkan hasil observasi partisipatif yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa. Ntumbu Tuta menuntut keterlibatan fisik yang intens dan berkelanjutan. Pola gerak yang muncul dalam permainan ini meliputi aktivitas melompat, berlari cepat, menghindar, menjaga keseimbangan, serta koordinasi gerak yang kompleks dalam situasi kompetitif. Aktivitas tersebut secara tidak langsung melatih kebugaran jasmani, kekuatan otot tungkai, kelincahan, kecepatan reaksi, serta koordinasi neuromuskular para pemain. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa permainan tradisional memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar dan kebugaran jasmani peserta didik, khususnya ketika dilakukan dalam konteks permainan yang bermakna dan menantang (Ilmia Qurrota Nisa. , 2025. Hasan & Husein, 2. Dalam perspektif internasional, aktivitas fisik berbasis permainan tradisional juga dipahami sebagai bagian dari pengembangan physical literacy, yaitu kemampuan, motivasi, dan kepercayaan diri individu untuk terlibat dalam aktivitas fisik sepanjang hayat (Suryadi. Ivanov. , & Zulnadila, 2. Lebih dari sekedar pengembangan aspek fisik. Ntumbu Tuta juga memperlihatkan dimensi sosial yang kuat. Interaksi antarpemain berlangsung secara intens melalui kerja sama tim, komunikasi strategis, dan kepatuhan terhadap aturan permainan yang telah disepakati secara kolektif. Setiap pemain tidak hanya bertanggung jawab atas performa fisiknya sendiri, tetapi juga atas keberhasilan dan keharmonisan tim secara keseluruhan. Nilai-nilai seperti kerja sama, sportivitas, saling menghargai, dan penerimaan terhadap kemenangan maupun kekalahan muncul secara konsisten dalam praktik permainan. Hasil ini sejalan dengan temuan penelitian nasional yang menyatakan bahwa permainan tradisional efektif dalam mengembangkan keterampilan sosial, termasuk kemampuan bekerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial peserta didik (Hutomo. , & Kurniawan, 2025. Nuryanti, , et al. , 2. Dalam konteks pendidikan jasmani, temuan ini menguatkan pendekatan pedagogis yang menempatkan aktivitas fisik sebagai sarana pembelajaran nilai sosial dan moral, sebagaimana dikemukakan dalam model Teaching Personal and Social Responsibility yang dikembangkan Hellison. , . Permainan Ntumbu Tuta menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut tidak perlu diajarkan secara verbal atau normatif, tetapi dapat diinternalisasi secara efektif melalui pengalaman bermain yang autentik dan berbasis komunitas. Pemain belajar memahami batasan, menghormati lawan, serta mengendalikan emosi melalui situasi nyata yang mereka hadapi selama permainan berlangsung. Selain aspek fisik dan sosial, hasil penelitian juga mengungkap bahwa Ntumbu Tuta berperan penting dalam pembentukan karakter. Wawancara dengan tokoh adat dan pemain senior menunjukkan bahwa permainan ini dipahami sebagai sarana pembelajaran keberanian, disiplin, ketangguhan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut tidak diajarkan secara eksplisit, melainkan diwariskan melalui keteladanan, pembiasaan, dan koreksi sosial yang terjadi secara alami dalam komunitas. Pemain @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anwar dkk. Studi Etnopedagogi tentang Nilai Pendidikan Jasmani dalam PermainanA yang melanggar aturan atau menunjukkan sikap tidak sportif akan mendapatkan teguran, tidak hanya sebagai sanksi permainan tetapi sebagai bentuk pendidikan Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa permainan tradisional berkontribusi terhadap pembentukan karakter peserta didik, termasuk disiplin, kejujuran, dan rasa tanggung jawab (Hasmarita et al. , 2023. Nevitaningrum, , 2. Dalam perspektif etnopedagogi, praktik Ntumbu Tuta mencerminkan proses transfer nilai lintas generasi yang berkelanjutan. Anak-anak dan remaja belajar tidak hanya dari aturan permainan, tetapi juga dari interaksi dengan pemain yang lebih tua yang berperan sebagai figur panutan. Proses ini menunjukkan bahwa pendidikan dalam masyarakat Bima tidak hanya berlangsung melalui institusi formal, tetapi juga melalui praktik budaya yang mengintegrasikan aspek jasmani, sosial, dan moral secara utuh. Hal ini sejalan dengan pandangan etnopedagogi yang menempatkan budaya lokal sebagai sumber pengetahuan dan praktik pendidikan yang sah dan bermakna (Muzakkir, 2. Jika dikaitkan dengan konteks pendidikan jasmani formal di sekolah, temuan penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara praktik pembelajaran yang cenderung berorientasi pada olahraga modern dan standar teknis, dengan potensi pembelajaran yang dimiliki permainan tradisional. Pendidikan jasmani yang terlalu menekankan pada penguasaan teknik dan penilaian kuantitatif berisiko mengabaikan dimensi nilai dan makna aktivitas jasmani. Ntumbu Tuta menawarkan alternatif pedagogis yang lebih kontekstual, humanistik, dan relevan dengan identitas budaya peserta didik. Temuan ini mendukung rekomendasi UNESCO yang menekankan pentingnya integrasi budaya lokal dalam pendidikan jasmani untuk mendukung pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan (Lerch & Buckner, 20218. Subekti. Hasil penelitian ini juga memperluas kajian sebelumnya tentang Ntumbu Tuta yang lebih banyak menyoroti aspek pelestarian budaya dan pariwisata (Amar et al. , dengan menunjukkan bahwa permainan tersebut memiliki potensi pedagogis yang kuat dalam pendidikan jasmani. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irfan. , et al. , temuan ini menegaskan bahwa permainan tradisional di Bima dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan, kreativitas, dan pembentukan karakter peserta didik. Dalam konteks internasional, hasil ini konsisten dengan studi yang menunjukkan bahwa permainan tradisional berkontribusi terhadap kesejahteraan fisik, sosial, dan emosional anak serta memperkuat identitas budaya mereka (Suryadi et al. , 2025. Lavega-burguys et al. Secara keseluruhan, hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa Ntumbu Tuta merupakan praktik budaya yang memiliki nilai pendidikan jasmani yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Permainan ini mengintegrasikan pengembangan kompetensi motorik, nilai sosial, dan karakter dalam satu pengalaman belajar yang utuh dan bermakna. Dengan demikian. Ntumbu Tuta layak diposisikan tidak hanya sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi juga sebagai sumber belajar strategis dalam pengembangan pendidikan jasmani berbasis etnopedagogi. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap penguatan kajian etnopedagogi dan pendidikan jasmani, serta @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anwar dkk. Studi Etnopedagogi tentang Nilai Pendidikan Jasmani dalam PermainanA kontribusi praktis bagi pengembangan pembelajaran PJOK yang kontekstual, berakar pada kearifan lokal, dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional Ntumbu Tuta memiliki nilai etnopedagogis yang kuat sebagai media pendidikan jasmani berbasis budaya lokal masyarakat Bima. Temuan penelitian menegaskan bahwa praktik permainan ini tidak hanya melibatkan aktivitas fisik yang melatih kekuatan, kelincahan, koordinasi, dan ketahanan tubuh, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sosial dan karakter bagi para pemain. Melalui interaksi dalam permainan, pemain belajar nilai-nilai sportivitas, kerja sama, keberanian, serta pengendalian diri yang terinternalisasi secara alami melalui pengalaman bermain dan interaksi komunitas. Lebih jauh, penelitian ini menegaskan bahwa Ntumbu Tuta memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berbasis kearifan lokal. tengah berkurangnya praktik permainan tradisional akibat modernisasi dan dominasi budaya digital, integrasi permainan ini dalam pendidikan dapat menjadi upaya pelestarian budaya sekaligus inovasi pedagogis yang relevan dengan pengembangan kompetensi fisik, karakter, dan identitas budaya peserta didik. Dengan demikian. Ntumbu Tuta layak diposisikan sebagai praktik budaya yang tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam kerangka pendidikan berbasis etnopedagogi. DAFTAR PUSTAKA