IMPLEMENTASI PROGRAM JOB FAIR (Studi di Dinas Tenaga Kerja Kota Tomoho. DWI S. ERING FEMMY M. TULUSAN SALMIN DENGO Email : eringdwi@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi Program Job Fair di Kota tomohon. Penelitian ini menggunakan teori dari Charles O. Jones dengan mengemukakan tiga indikator utama yaitu pengorganisasian, interpretasi dan aplikasi atau penerapan. Implementasi merupakan penyediaan sarana untuk melaksanakan sesuatu yang menimbulkan dampak atau akibat terhadap sesuatu. Program merupakan suatu unsur yang harus ada dalam pencapaian suatu kegiatan dan program juga merupakan suatu pemikiran yang didasari pada model teoritis yang jelas dan terarah. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data lewat observasi, wawancara dan penelaan dokumen. Dalam masalah ini di dapati hasil penelitian dari tiga aktivitas utama yakni pengorganisasian diketahui bahwa keterlibatan dari struktur pelaksana baik dari pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon maupun dari pihak perusahaan dalam Program Job Fair sangat dibutuhkan, sebagai mitra kerja maka kedua pihak tersebut harus mampu bekerja sama dengan baik dan harus terus melakukan monitoring serta evaluasi program, selanjutnya interpretasi bahwa tanggungjawab dari pihak penyelenggara masih kurang kemudian pelaksanaan program kerja belum sepenuhnya sesuai dengan juklak dan juknis dan aplikasi diketahui untuk prosedur pelaksanaanya belum sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan dari Dinas Tenaga Kerja ini menyebabkan proses sosialisasi di masyarakat tidak berjalan dengan baik. Kata Kunci : Implementasi. Program. Job Fair Abstract The purpose of this study was to determine the implementation of the Job Fair Program in the City of Tomohon. This study uses the theory of Charles O. Jones by proposing three main indicators, namely organizing, interpreting and applying. Implementation is the provision of means to carry out something that has an impact or effect on something. The program is an element that must exist in the achievement of an activity and the program is also a thought that is based on a clear and directed theoretical model. this study using qualitative research methods. This study uses data collection techniques through observation, interviews and document analysis. In this issue, the results of research from three main activities, namely organizing, are known that the involvement of the implementing structure both from the Tomohon City Manpower Office and the company in the Job Fair Program is needed, as partners, both parties must be able to work together with good and must continue to monitor and evaluate the program, furthermore the interpretation that the responsibilities of the organizers are still lacking then the implementation of the work program is not yet fully in accordance with the operational and technical guidelines and the application is known for the implementation procedures are not in accordance with the initial plan established by the Manpower Office causing the process of socialization in the community did not go well. Keyword : Implementation. Program. Job Fair PENDAHULUAN Pertumbuhan penduduk yang terjadi masyarakat, salah satunya tuntutan pekerja yang sesuai dengan kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan. Kelangkaan lapangan pekerjaan terjadi karena ketidakseimbangan menyediakan lapangan pekerjaan dengan penduduk usia kerja yang semakin bertambah dari waktu ke waktu. Kebijakan yang di ambil oleh pemerintah hendaknya harus berdampak bagi masyarakat. Pemerataan kesempatan kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi fondasi yang paling penting diperhatikan demi terwujudnya keadilan seluruh rakyat dalam menikmati kualitas melalui kerja dalam pencapaian peluang hidup sejahtera dalam kepenuhan hidup bernegara. Artinya kesempatan kerja dapat dijadikan kekuatan negara dalam membangun kemampuan demokrasi yang berkeadilan sungguhpun harus didukung dengan tingkat kualitas tenaga kerja, keahlian dan kesanggupan bekerja yang tinggi secara akuntabilitas yang sangat dipengaruhi oleh sistem kepemimpinan dan rekrutmen tenaga kerja yang berkualitas. memberikan sinergitas yang tinggi terhadap kemajuan dan pencapaian kesejahtraan serta peluang peningkatan dan pengembangan pendapatan daerah yang lebih baik karena etos kerja yang baik dan berkualitas dan Program Job Fair ini sangat membantu para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan, namun masih terdapat berbagai kecenderungan fenomena atau gejala yang sangat mengganjal seperti adanya ketidaksesuaian antara kriteria kerja dengan kualifikasi yang diinginkan dari lembaga pencari pekerjaan. Sistem senantiasa harus sesuai dengan kebutuhan yang ada baik di tingkat lokal maupun Namun bahwasanya lapangan pekerjaan yang tersedia masih belum memadai, karena jumlah angkatan kerja terus meningkat melebihi jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Bukan hanya itu saja, akan tetapi juga terjadinya kesenjangan antara kompetensi dari pencari kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar Job Fair merupakan salah satu wadah yang di terpakan oleh pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mencari pekerjaan. Tujuan Job Fair tentu saja untuk menyerap tenaga kerja dan Implementasi Program Job Fair ini telah dilakukan atau diselenggarakan hampir di seluruh kota yang ada di Indonesa. Job Fair juga merupakan salah satu wadah pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran yang ada di Indonesia, seperti yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo dalam pembukaan rapat perdana bersama menteri baru, bahwa pembangunan SDM di seluruh Indonesia serta pemerataan lapangan pekerjaan, dan membuka lapangan pekerjaan yang layak bagi masyarakat untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. METODE PENELITIAN Sistem rekruitmen lewat Job Fair Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dimana penelitian ini bersifat deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan sistematik, faktual, dan akurat tentang kondisi atau objek yang diteliti (Sugiono Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian . isalnya perilaku, presepsi, tindakan dan lainny. , secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong 2007. Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Sumber data berasal dari data primer dan data sekunder Lofland ( Moleong 2. yaitu data primer . ata poko. yakni data yang diperoleh langsung dari orang yang ditetapkan sebagai informan yang akan di wawancarai, berupa pendapat, presepsi dan anggapan tentang berbagai faktor yang ada kaitannya langsung dengan penelitian ini yaitu data-data mengenai Program Job Fair. Kedua, data sekunder ( data pendukun. data yang diperoleh secara tidak langsung dengan cara mengutip data dari buku, jurnal, dokumen yang berupa arsip-arsip, laporan hasil yang berkaitan dan relevan dengan judul penelitian Kemudian menggunakan teori implementasi program dari Charles O Jones . dan terdapat 3 indikator yang digunakan peneliti, yaitu Organisasi. Interpretasi, dan Aplikasi. Informan dalam penelitian ini yaitu 6 orang dari Unsur pelaksana program dan yang berwenang yaitu Kepala Bidang Pelatihan. Perluasan KK, dan Penempatan TK Kepala Seksi Pelatihan Produktivitas Tenaga Kerja . Perusahaan yang mengikuti Job Fair . Perusahaa. kemudian Masyarakat yang mengikuti Job Fair . Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian melakukan teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verivikasi. Fokus penelitian yang diambil yaitu mengenai implementasi program job fair dengan menekankan 3 dimensi dari Charles O Jones, yaitu : Organisasi, struktur organisasi yang jelas diperlukan dalam mengoperasikan program sehingga tenaga pelaksana dapat terbentuk dari sumber daya manusia yang kompoten dan berkualitas Interpretasi, para pelaksana harus mampu menjalankan program dengan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku Aplikasi, peraturan/kebijakan berupa petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis telah berjalan sesuai dengan ketentuan, dan harus dilengkapi dengan adanya prosedur kerja yang jelas, program kerja serta jadwal kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Program Job Fair di Kota Tomohon berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara, observasi dan studi menunjukkan bahwa program sudah berjalan dengan baik namun masih ada aspek yang belum maksimal. Program Job Fair merupakan salah satu program yang diterapkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon untuk membantu mengurangi angka pengangguran yang ada di Kota Tomohon. Dalam penelitian ini dilihat dari 3 aspek, yaitu Organisasi. Interpretasi dan Aplikasi. Organisasi Max Weber . menjelaskan bahwasanya organisasi dapat di artikan suatu kerangka hubungan yang sudah terstruktur yang mana di organisasi tersebut memiliki tangung jawab serta kewenangan dan pembagian kerja bertujuan dalam mengeksekusi fungsi Ini meliputi kewajiban untuk merancang satuan-satuan organisasi dan pekerjaan, memutuskan fungsi-fungsi mereka dan merinci interaksi yang harus ada di antara satuan-satuan dan orangorang. Suatu struktur yang jelas dalam organisasi sangat diperlukan dalam sehingga tenaga para pelaksana dapat terbentuk dari sumber daya yang Penelitian terdahulu oleh oleh Devina Wida Arum Sari . bahwa untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkompeten tentunya memerlukan benar-benar menguasai program yang ditetapkan dalam suatu organisasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa keterlibatan dari struktur pelaksana baik dari pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon maupun dari pihak perusahaan dalam Program Job Fair sangat dibutuhkan, sebagai mitra kerja maka kedua pihak tersebut harus mampu bekerja sama dengan baik dan harus terus melakukan monitoring serta evaluasi program, kemudian diketahui bahwa Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon sendirilah bertanggunjawab penuh selama Program Job Fair berlangsung, kemudian dari pihak perusahaan juga bertanggungjawab dalam pelaporan kembali kepada dinas terkait dan bertanggungjawab dalam perekrutan tenaga kerja baru. Demi berlangsungnya Program Job Fair tersebut maka peralatan yang dibutuhkan juga sangat diperlukan sebagai syarat selamat program ini berlangsung, namun didapati bahwa adanya kendala berupa sarana dan prasaran yang belum memadahi seperti gedung, kursi. Dari data mempunyai harapan untuk kiranya Program Job Fair ini benar-benar bisa mengurangi angka pengangguran yang Interpretasi Menurut Mudji . pengertian interpretasi dalam data penelitian kualitatif yaitu suatu deskripsi atau ungkapan yang mencoba untuk mengambil pengetahuan mengenai sebuah data atau peristiwa melalui pemikiran yang lebih lanjut atau Menurut Kaelan . interpretasi adalah suatu karya seni yang dapat menggambarkan komunikasi secara komunikasi tersebut bisa dengan mudah Dari sini diperlukannya prosedur atau petunjuk teknis dari program untuk Serta tanggungjawab dari orang-orang terkait pada pelaksanaanya harus benar-benar mampu mempertanggung jawabkan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Berdasarkan hasil penelitian Angelina Ambarita . bahwa kurangnya indikator yang seharusnya ada yaitu prosedur bahkan pertanggung jawaban dari dinas terkait untuk Program Job Fair itu sendiri sehingga integrasi dari efektivitas pameran job expo ini kurang Hal ini sejalan dengan penelitian Kinerja yang kurang memuaskan dari pihak penyelenggara dalam membantu para job seeker untuk mendapatkan standstand pekerjaan yang sesuai dengan bidang para pencari kerja membuat para pencari kerja menilai bahwa kinerja yang seharusnya ditunjukkan malah tidak sesuai pada saat pelaksanaan berlangsung. Aplikasi/Penerapan. Menurut Wahab dalam Van Meter dan Van Horn Aupenerapan tindakan-tindakan dilakukan baik oleh individu-individu atau kelompok-kelompok yang diarahkan pada tercapainya tujuan yang telah digariskan dalam keputusanAy. Dari aspek penerapan atau aplikasi ini, diketahui untuk prosedur pelaksanaanya belum sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan dari pihak pelaksana, selanjutnya diperlukan penambahan di dalam prosedur prosedur pelaksanaan program tersebut, yakni penambahan tingkat perhatian dari Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon serta Program Job Fair. Penelitian oleh Devina Wida Arum Sari . yang mengatakan bahwa Program Job Fair dapat memudahkan pencarian tenaga kerja lewat sosialisasi yang ada dan meningkatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan, kemudian dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada dengan sasaran para masyarakat yang belum memiliki pekerjaan apapun. Sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon belum berjalan sepenuhnya Program Job Fair menyentuh masyarakat, sehingga masih ada masyarakat yang belum mengetahui adanya program Selain itu, sosialisasi yang dilaksanakan hanya sekedar pamflet dan tidak adanya petunjuk teknis yang terperinci mengenai Program Job Fair tersebut. Selain itu, sosialisasi yang dilaksanakan hanya sekedar pamflet dan tidak adanya petunjuk teknis yang terperinci mengenai Program Job Fair tersebut. Untuk Program Job Fair dilakukan secara terjadwal, dan berlangsung selama tiga hari dan secara rutin dilaksanakan selama satu tahun sekali. SARAN PENUTUP Pada tahap pengorganisasian Dinas Tenaga Kerja harus saling berkoordinasi agar saling memperhatikan dalam proses implementasi Program Job Fair sehingga dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan program. Pada tahap interpretasi, kiranya Dinas Tenaga Kerja dapat meningkatkan keamanan dalam pengawasan selama Program Job Fair berlangsung agar keamanan lebih terjaga dan selanjutnya Dinas Tenaga Kerja melaksanakan program kerja yang sepenuhnya sesuai dengan juklak dan juknis serta aturan yang berlaku. Pada tahap aplikasi. Dinas Tenaga Kerja meningkatkan sosialisasi Program Job Fair di Kota Tomohon agar masyarakat lebih mengetahui jelas maksut dan tujuan program tersebut. Berdasarkan kesimpulan di atas maka peneliti mengajukan beberapa saran kepada Pemerintah terkait program job fair di Kota Tomohon adalah sebagai berikut : KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, serta temuan dilapangan mengenai Implementasi Program Job Fair di Kota Tomohon, maka sesuai dengan fokus penelitian dapat disimpulkan sebagai : Aspek pengorganisasian, kejelasan struktur organisasi sebagai wadah dalam pelaksanaan program job fair akan mempermudah pencarian kualifikasi tenaga pekerja lewat struktur yang Namun pengorganisasian yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja belum berjalan dengan baik, karena masih didapati halhal yang perlu diubah dan perlu dalam pengadaan untuk memenuhi kebutuhan Program Job Fair Aspek interpretasi, belum berjalan dengan baik dilihat dari tanggungjawab dinas terkait dan juga perusahaan yang hendak mencari tenaga keja, buktinya dalam pelaksanaan program belum adaya kepekaan dari dinas terkait dalam keamanan selama Program Job Fair Kemudian pelaksanaan program kerja belum sepenuhnya sesuai dengan juklak dan juknis. Aspek aplikasi/Penerapan, penerapan Program Job Fair belum berjalan dengan baik dilihat dari implementasi program yang belum sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang berlaku, dan kesesuaian pelaksanaan program kerja dengan rencana dan jadwal kegiatan, ini menyebabkan proses sosialisasi di masyarakat tidak berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA