ISSN 2746-2218 ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAERAH SUKARAME. BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE NDVI BERDASARKAN CITRA LANDSAT TAHUN 2000 DAN 2020 Anisa Miftakhul Jannah. Ali Rahmat. Winih Sekaringtyas Ramadhani. Novia Fitri Istiawati. Jurusan Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung Pusat Riset Limnologi. Badan Riset dan Inovasi Nasional. Indonesia. Jurusan Geografi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lampung Email: anisa. miftakhuljannah@gmail. Abstrak Perubahan alih fungsi lahan terjadi secara terus menerus terutama di daerah perkotaan, salah satunya perubahan dari areal pertanian menjadi non pertanian seperti perumahan, perkantoran, dan industri. Disisi lain ruang terbuka hijau di suatu daerah perkotaan sangat penting keberadaannya untuk mendukung fungsi ekologis di daerah tersebut. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mepertahakan ruang terbuka hijau di suatu wilayah dan mengendalikan alih fungsi lahan. Informasi dasar tentang perubahan tutupan lahan perlu dikaji sebagai dasar kebijakan, salah satu metode yang paling cepat dan murah adalah pemanfaatan teknologi pengindraan jauh. Dengan teknologi pengindraan jauh sebaran vegetasi disuatu wilayah dapat Gambaran intensitas tanaman atau tingkat kehijauan pada suatu wilayah dapat diketahui menggunakan indeks vegetasi pada penginderaan jauh. Indeks vegetasi yang banyak digunakan adalah Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan dengan pendekatan NDVI di Kecamatan Sukarame. Kota Bandar Lampung. Hasil menunjukan, bahwa terjadi perubahan tutupan lahan dari tahun 2000 ke tahun 2020. Dari hasil analisis NDVI, dapat diketahui bahwa luas lahan bervegetasi sedang mengalami penurunan dari tahun 2000 hingga 2020 sebanyak 18,49% atau setara dengan 360,7 ha. Sedangkan pada lahan terbuka atau non vegetasi terjadi peningkatan sebesar 12,85% atau setara dengan 250,59 ha. Dengan berkurangnya lahan bervegetasi sedang dapat berdampak meningkatnya suhu udara lokal, berkurangnya udara yang berkualitas, dan hilangnya tempat Kata Kunci : Sukarame. NDVI, kerapatan vegetasi Abstract Land use change occurs continuously, especially in urban areas. One of them is the change from agricultural areas to non-agricultural areas . ousing, offices, and industr. On the other hand, green open space in an urban area is very important to support the ecological function of the Therefore, the government needs to maintain green open space and control land use Basic information about land use change in the area needs to measure for planning the one of the fastest and cheapest methods is remote sensing technology. With remote sensing technology, the distribution of vegetation in an area can be detected. The descriptions of the intensity of plants or the level of greenness in an area can be identifying using the vegetation index on remote sensing. The vegetation index that is widely used is the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). This study aims to determine changes in land cover with the NDVI approach in Sukarame District. Bandar Lampung City. The results show that there is a change in land cover from 2000 to 2020. From the NDVI analysis, it can be seen that the area of medium vegetated land is decreasing from 2000 to 2020 by 18. 49% or equivalent to 360. 7 ha. Meanwhile, in open land, it increased by 12. 85% or equivalent to 250. 59 ha. With decreasing, the medium vegetated land promote a negative impact such as increasing local air temperatures, decreasing air quality, and decreasing recreational areas. Keywords: Sukarame. NDVI, vegetation density. Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 PENDAHULUAN Seiring penduduk di Indonesia mengakibatkan penggunaan lahan. Banyaknya penduduk mendasari terjadinya alih fungsi lahan untuk dijadikam pemukiman sehingga dapat menurunkan kualitas lahan (Winarti dan Rahman, 2. Populasi terhadap sumber daya lokal dan lingkungan serta dapat meningkatkan perubahan penggunaan lahan (Peng et al. Sukarame adalah kecamatan di Kota Bandar Lampung dengan kepadatan penduduk yang tergolong tinggi. Secara administrasi pada tahun 2020, di wilayah Kecamatan Sukarame lingkungan/RW. Berdasarkan data BPS . menunjukkan bahwa Sukarame merupakan kecamatan di Bandar Lampung yang memiliki penduduk Pada tahun 2019 Kecamatan Sukarame memiliki jumlah penduduk 089 jiwa, dan mengalami peningkatan pada tahun 2020 yaitu 124 jiwa. Ramadhani et al. menyatakan bahwa terjadinya peningkatan penduduk dapat berakibat pada pemenuhan kebutuhan pangan dan terjadinya perkembangan pembangunan. Indarto dan Rahayu . juga menyatakan bahwa jumlah lahan hijau semakin berkurang akibat perubahan penggunaan lahan maka dari itu perlu dilakukan pengelolaan kawasan yang tepat agar tidak menimbulkan bencana. Sunanto dan Rauf . menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah penduduk akan membuat kebutuhan pangan juga semakin meningkat. Taniawati . , menyatakan bahwa vegetasi memiliki keseimbangan antara tanah, air dan juga Penurunan jumlah vegetasi akan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan sehingga dapat Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 Lapatandau et al . menjelaskan, bahwa alih fungsi lahan dapat mengakibatkan penurunan produksi tanaman pangan serta menyebabkan rendahnya kualitas lingkungan yang dapat berakibat pada keseimbangan Oleh karena itu perlu dilakukannya pengelolaan lahan yang tepat agar lestari khususnya di Kecamatan Sukarame. Lebih lanjut, dibutuhkan analisis mengenai kerapatan vegetasi di Kecamatan Sukarame dengan bantuan teknik penginderaan jauh untuk mengetahui kondisi tutupan vegetasi dan kerapatan vegetasi. Menururt Ramadhani et al. teknologi penginderaan jauh . emote sensin. dapat menjadi salah satu teknologi yang digunakan untuk melihat perubahan penggunaan lahan. Lebih lanjut penggunaan teknologi pengindraan jauh sudah banyak di manfaatkan untuk perencanaan Tata Ruang dan Tata Wilayah (Agung et al. , 2. Selain itu pemanfaatan pengindraan jauh diterapkan di Kota Ambon dalam memdukung perencanaan wilayah sebagai Water Front City (Berhitu, 2. Hal ini pengindraan jauh diberbagai aspek, terutama dapat mendukung dalam pengembangan suatu wilayah. Semakin canggihnya teknologi saat ini membuat teknologi penginderaan jauh dapat mendeteksi sebaran vegetasi pada suatu wilayah, pola sebaran vegetasi, kerapatan vegetasi serta luas vegetasi (Putra, 2. Gambaran intensitas tanaman pada suatu wilayah dapat diketahui menggunakan indeks vegetasi pada penginderaan jauh. Kombinasi antara band merah dengan band NIR (Near-Infrared Radiatio. atau yang biasa disebut dengan indeks vegetasi ini sudah banyak digunakan sebagai indikator dakondisi vegetasi (Dasuka et al. , 2. Indeks digunakan adalah metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Inde. yang merupakan transformasi ISSN 2746-2218 lokasi yang didekati melalui nilai NDVI. Semakin NDVI mengindikasikan suatu wilayah memiliki tingkat vegetasi atau kehijauan yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Dalam penelitian ini menggunakan alat berupa software Arc. GIS 10. 3 sebagai aplikasi untuk melakukan proses analisis NDVI dan membuat layout peta, software Avenza Maps sebagai aplikasi untuk melakukan groundchek dan mengambil titi GPS. menganalisa hal-hal yang berkaitan dengan vegetasi. Dasar dari pengamatan indeks vegetasi ini yaitu permukaan yang berbeda-beda akan merefleksikan jenis gelombang cahaya yang berbeda juga. Vegetasi yang hidup dapat menyerap gelombang merah dari sinar matahari yang kemudian akan mencerminkan gelombang inframerah dekat lebih tinggi. Hal ini dikarenakan vegetasi yang hidup akan aktif melakukan proses fotosintesis yang dalam aktifitasnya membutuhkan sinar matahari. Namun, untuk vegetasi yang telah mati atau kurang sehat akan merefleksikan lebih banyak gelombang merah dan tidak banyak merefleksikan gelombang inframerah dekat dengan baik, sehingga hanya sedikit gelombang inframerah yang akan direfleksikan. Hal ini dikarenakan aktivitas fotosintesis pada vegetasi tersebut terganggu (Andini et al. , 2. Baik pigmen daun, material organik, air dan struktur daun dapat mempengaruhi karakteristik pantulan pada vegetasi (Taniawati, 2. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukannya pengolahan data landsat pada Kecamatan Sukarame untuk melihat perubahan penggunaan lahan pada tahun 2000 hingga tahun 2020. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunanaan lahan yang digunakan sebagai pemukiman maupun pengelolaan kawasan yang lestari serta berkelanjutan. Metode Metode NDVI menggunakan nilai dari band red dan band near infrared karena keduanya memiliki karakteristik yang dapat membedakan antara obyek vegetasi maupun obyek non vegetasi sehingga dapat mengetahui luas lahan yang digunakan untuk pemukiman Rumus aritmatik untuk menentukan Indeks vegetasi adalah sebagai berikut: NDVI = (NIR-RED)/(NIR RED) Keterangan: NIR : (Near Infra Re. Nilai band spektral infra merah dekat RED : Nilai band spektral merah Pada landsat 8, band NIR adalah band 5 dan band Red adalah band 4. Pada landsat 7, band NIR adalah band 4 dan band Red adalah band 3. Pada dasarnya NDVI digunakan untuk menghitung seberapa besar penyerapan radiasi matahari oleh tanaman. Biomasa dan dedaunan hijau dapat menjadi parameter pada nilai NDVI. Nilai NDVI merupakan perbedaan refleksi dari band NIR dan band red (Cahyono et al. Pada umumnya nilai NDVI berkisar antara -1,0 sampai 1,0, namun untuk nilai yang kurang dari nol tidak akan memiliki makna yang ekologis (Dasuka et al. , 2. Pada tahap terakhir setelah peta telah diolah, selanjutnya dilakukan groundchek pada persebaran titik sebanyak 30 titik yang dipilih secara sengaja berdasarkan tingkat tutupan lahan di Kecamatan Sukarame dengan masing-masing tingkat tutupan lahan terdapat 10 titik pengamatan. Groundcek menggunakan software Avenza Maps saat di lapangan. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Lab. Evaluasi Lahan dan Lingkungan. Jurusan Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2020 hingga 5 Januari Penelitian ini berupa penelitian eksloratif menggunakan data satelit dan dibandingkan dengan data di lapang melalui survey. Wilayah kajian yaitu di Kecamatan Sukarame. Kota Bandar Lampung. Provinsi Lampung. Bahan dan alat Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data citra dari satelit landsat 7 untuk data tahun 2000 dan landsat 8 untuk data tahun 2020. Variable yang diamati adalah tingkat kehijauan suatu Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 Hasil analisis NDVI pada tahun 2000 menunjukkan bahwa lahan terbuka meiliki luasan yang sangat tinggi yaitu 53,78% . 9,32 H. Kelas ini tersebar ke semua desa. Kelas vegetasi rendah memiliki luasan 180,68 ha atau 9,26% Pola persebarannya merata ke seluruh Kelas vegetasi sedang memiliki luasan 686,21 ha atau 35,17% dari luas total wilayah yang tersebar di beberapa Selanjutnya pada pengolahan data NDVI pada tahun 2020. Hasil NDVI pada tahun 2020 menggunakan citra landsat 8 pada tanggal 3 Agustus 2020. Gambar masing kelas. Hasil luas dari masingmasing kelas dapat dilihat pada Tabel 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada proses analisis NDVI, didapat daerah penelitian menjadi 4 . kelas yaitu: awan, lahan terbuka/ non vegetasi, vegetasi rendah dan vegetasi Hasil NDVI pada tahun 2000 menggunakan citra landsat 7 pada tanggal 14 April 2000, dapat dilihat pada Gambar 1. Setelah didapatkan nilai rentang NDVI, dilakukan perhitungan luas dari masing-masing kelas. Luas masing-masing pengolahan NDVI tahun 2000 dapat dilihat pada Tabel 1. Setelah didapatkan nilai rentang NDVI, dilakukan perhitungan luas dari masing- Gambar 1. Hasil NDVI Tahun 2000 Tabel 1. Rentang NDVI dan Luasan Land Cover Tahun 2000 Rentang NDVI Kelas 0,362007- -0,26 Awan 35,05 1,80 -0,26- -0,05 Lahan Terbuka 1049,32 53,78 -0,05-0,00 Vegetasi Rendah 180,68 9,26 0,00-0,369048 Vegetasi Sedang 686,21 35,17 Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 Luas (H. Persentase (%) ISSN 2746-2218 Rentang NDVI Kelas Luas (H. Total Persentase (%) 1951,26 100,00 Gambar 2. Hasil NDVI Tahun 2020 Tabel 2. Rentang NDVI dan Luasan Land Cover Tahun 2020 Rentang NDVI 0,0113271-0,07 Kelas Luas (H. Persentase (%) Awan 48,82 2,50 0,07-0,19 Lahan Terbuka 1299,91 66,63 0,19-0,26 Vegetasi Rendah 276,79 14,19 0,26-0,506624 Vegetasi Sedang 325,51 1951,26 16,68 Total Sumber: Analisis, 2020 Tabel 3. Hasil Groundchek NDVI Tahun 2020 Titik Koordinat Keterangan Lokasi Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 Keterangan (Akurat/Tidak Akura. Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat ISSN 2746-2218 Titik Koordinat Keterangan Lokasi Vegetasi Sedang Lahan Terbuka Vegetasi Rendah Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Lahan Terbuka Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Sedang Vegetasi Rendah Vegetasi Sedang Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Sedang Vegetasi Rendah Vegetasi Sedang Vegetasi Rendah Vegetasi Sedang Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Rendah Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Vegetasi Sedang Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 Keterangan (Akurat/Tidak Akura. Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Tidak Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat Akurat ISSN 2746-2218 Keterangan Lokasi Titik Koordinat Keterangan (Akurat/Tidak Akura. Sumber: Analisis, 2020 Lahan Terbuka/No vegetasi Koordinat : -5. 380535, 105. Kondisi Lapang : Perumahan Vegetasi Rendah Koordinat : -5410476, 105. Kondisi Lapang : Pasar dan jalan raya Koordinat : -5. 408263, 105. Kondisi Lapang : Tanaman singkong Vegetasi Sedang Koordinat : -5. 380131, 105. Kondisi Lapang : Rumput Lapangan Koordinat : -5380420, 105. Kondisi Lapang : Tumbuhan dominan Pisang Koordinat : -5. 388125, 105. Kondisi Lapang : Dominan Pepohonan Sumber: Analisis, 2020 Gambar 3. Kondisi lapang hasil groundcheck berdasarkan kerapatan vegetasi. Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 ISSN 2746-2218 lahan yang dijumpai adalah lahan kosong yang telah terbengkalai sehingga ditumbuhi oleh tumbuhan liar. Kelas lahan terbuka mempunyai luasan 1299,91 ha atau 66,63% dari luas total wilayah. Kelas ini tersebar ke semua desa. Kelas lahan terbuka memiliki luasan terluas dibandingkan luasan penggunaan lahan lainnya. Hal ini terlihat bahwa lahan terbuka mengalami Selain itu, jika dibandingkan dengan penggunaan lahan vegetasi sedang, pada tahun 2000 dan tahun 2020 penggunaan lahan vegetasi sedang. Sehingga pada tahun 2020 terjadi perubahan penggunaan lahan dari vegetasi sedang menjadi vegetasi rendah dan lahan terbuka. Pada tahun 2000 luasan kelas lahan terbuka sebesar 1049,32 ha. Sehingga perbedaan luas antara tahun 2000 dan 2020 yaitu 250,59 ha. Pada kelas vegetasi rendah perbandingan luasan lahan antara tahun 2000 dan 2020 mengalami perbedaan sebesar 96,11 ha. Kelas vegetasi rendah terdiri dari lahan rerumputan, lapangan serta taman sehingga luasan pada setiap tahunnya dapat berbeda. Pada kelas vegetasi sedang, perbandingan luasan lahan antara tahun 2000 dan 2020 mengalami perbedaan sebesar 360,7 ha. Hal ini dikarenakan banyaknya pembangunan yang dilakukan didaerah Sukarame pada tahun 2020 seperti pemukiman akibat dari bertambahnya jumlah penduduk. Berikut adalah perbandingan lokasi pada tahun 2000 dengan hasil groundcek tahun 2020 (Tabel . Hasil groundcek terlihat bahwa tingkat keakuratan suatu data sebesar 93,3% atau hanya 1 titik yang tidak akurat hal tesebut dikarenakan citra yang digunakan dan periode waktu pengamatan lapang tidaklah sama. Hal ini menunjukkan secara umum bahwa rentang nilai NDVI sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pada gambar 3 berdasarkan hasil groundcheck, untuk kelas lahan terbuka terdiri dari perumahan, pasar dan juga jalan raya. Pada kelas vegetasi rendah, lahan tersebut terdiri dari tumbuhan seperti singkong, dan juga rerumputan. Sedangkan pada kelas vegetasi sedang, lahan tersebut terdiri dari tumbuhan seperti semak belukar, pepohonan dan Untuk kelas vegetasi sedang ini. Jurnal Plano Buana. Vol 2 No 1. Oktober 2021 KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis NDVI dari dua citra landsat pada tahun 2000 dan 2020 didapatkan kesimpulan bahwa daerah yang memiliki tingkat kehijauan sedang yang ada di daerah Sukarame telah berubah. Semakin bertambahnya pemukiman penduduk, pertokoan serta jalan semakin banyak dan membuat luasan vegetasi yang ada semakin Pada tahun 2000 lahan yang memiliki vegetasi masih cukup banyak, namun pada tahun 2020 akibat menyebabkan berkurangnya jumlah Untuk hasil yang didapat dari groundchek, terdapat beberapa lokasi yang kurang akurat sehingga tingkat keakuratan lokasi pada peta tutupan lahan tahun 2020 sebesar 93,3% . lokasi tidak akura. Dari hasil analisis NDVI tersebut dapat diketahui bahwa luas lahan vegetasi sedang mengalami penurunan dari tahun 2000 hingga 2020 sebanyak 18,49% atau setara dengan 360,7 ha. Sedangkan pada lahan terbuka terjadi peningkatan sebesar 12,85% atau setara dengan 250,59 ha. DAFTAR PUSTAKA