Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis Vol. 15 No. 1 Juni 2023 Available Online : https://journal. pAeISSN 2088-1312 eAeISSN 2962-004X PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Industri Barang KonsumsiYang Terdaftar di Bursa Efek Indonesi. Krisna Sudjana1. Agustini2. Syifa Fatimah3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI. Depok Kns. shaleh@gmail. Abstrak Tujuan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham dapat diwujudkan dengan memaksimalkan nilai perusahaan yang dapat dipengaruhi oleh GCG. CSR dan kinerja keuanagn terhadap nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Nilai perusahaan sangat penting karena dapat menggambarkan kinerja perusahaan yang nantinya akan mempengaruhi investor terhadap perusahaan sehingga dapat membantu pengambilan keputusan keuangan dalam menginvestasikan dananya pada perusahaan. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 42 perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tercatat di BEI. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 25 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi Data untuk penelitian ini diperoleh dari laporan tahunan perusahaan yang tersedian di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Good Corporate Governance (GCG). Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kinerja Keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Kata Kunci: Good Corporate Governance. Corporate Social Responsibilty. Kinerja Keuangan. Nilai Perusahaan. Abstract The company's goal to improve the welfare of shareholders can be realized by maximizing corporate value which can be influenced by GCG. CSR and financial performance to company value. Company value is an investor's perception of a company, which is often linked to the stock price. High stock prices make the company's value also high. Company value is very important because it can describe the company's performance which will later influence investors towards the company so that it can help make financial decisions in investing funds in the company. The population in this study is 42 manufacturing companies in the consumer goods industry sector listed on the IDX. The sampling technique used was purposive sampling and a sample of 25 companies was obtained. The analysis technique used is multiple regression analysis. Data for this study was obtained from the company's annual report available on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The results of this study show that Good Corporate Governance (GCG). Corporate Social Responsibility (CSR) and Financial Performance do not have a significant effect on Company Value. Keywords: Good corporate government Corporationate social response, financial performance. Company value. (*) Corresponding Author : Krisna Sudjana. Kns. shaleh@gmail. com, 08561885036 Krisna Sudjana1. Agustini2. Syifa Fatimah3 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. INTRODUCTION Perusahaan adalah salah satu bentuk korporasi yang menjalankan setiap jenis usahanya, bersifat tetap, terus menerus dan bekerja dalam wilayah Negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba yang tinggi dalam jangka panjang. Tujuan lain dalam pendirian suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan laba atau keuntungan maksimal itulah perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Namun dunia usaha ini sangat berkembang semakin pesat. Banyak perusahaan-perusahaan yang baru yang bermunculan sehingga membuat persaingan usaha yang begitu ketat dan kompetitif. Oleh karena itu, para pelaku perusahaan dituntut untuk bisa mengelola sumber daya yang mereka miliki lebih efektif dan efisien demi menunjang apa yang telah menjadi tujuan perusahaan sebelumnya. Investasi dalam program CSR seperti memberi sumbangan bagi pendidikan nasional, menyediakan pelatihan kejuruan, mendukung pembangunan infrastruktur, atau melakukan pengelolaan limbah air, atau lingkungan bisa saja tidak memberi manfaat langsung dan nyata bagi perusahaan. Namun, semua kegiatan tersebut akan membantu mengatasi resiko bisnis, meningkatkan nilai sebuh merek, membangun dukungan, memperbaiki efisiensi dan semangat karyawan serta yang terpenting adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi mikro sehingga menjamin terbentuknya lingkungan yang kondusif bagi perusahaan untuk beroperasi dan berkembang. Pada akhirnya dampak positif dari strategi CSR akan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Laporan keuangan yang baik adalah laporan keuangan yang menggambarkan rangkaian aktivitas ekonomi perusahaan yang diklasifikasikan, pada periode tertentu dan melalui ringkasan dari suatu proses transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama periode yang bersangkutan. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi dan kondisi keuangan, sangat membutuhkan informasi keuangan yang dapat diperoleh dari laporan keuangan. Informasi tersebut disusun dan disajikan oleh perusahaan dalam bentuk neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Informasi tersebut sangat diperlukan oleh pihak-pihak yang go public dalam persiapannya untuk melakukan penawaran umum karena salah satu syarat perusahaan yang go public adalah harus menyerahkan laporan keuangannya selama dua tahun terakhir yang sudah diperiksa oleh akuntan publik. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, penulis berharap dapat membantu mengembangkan pemahaman mengenai judul AuPengaruh Good Corporate Governance. Corporate Social Responsibility, dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan . tudy empiris pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2016-2018. METHODS Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif merupakan jenis penelitian yang didesain untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih serta mengetahui pengaruhnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui (Thoifah, 2016:. Dimana data yang diperoleh diwujudkan dalam bentuk angka, skor, dan analisisnya menggunakan data Statistika adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari sekumpulan konsep dan metode pengumpulan, penyajian, analisis dan interprestasi data, sampai pada pengambilan keputusan pada situasi dimana terdapat ketidakpastian (Thoifah, 2016:. RESULTS & DISCUSSION Results Analisis statistik deskriptif dipergunakan untuk memberikan deskriptif tentang data setiap variabel-variabel penelitian di dalam penelitian ini. Data yang dilihat adalah jumlah data, nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata . dan standar deviasi. Penelitian ini menggunakan 4 - 21 - Krisna Sudjana1. Agustini2. Syifa Fatimah3 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. variabel independen yang bertujuan untuk mengetahui hubungan Good Corporate Governance (GCG). Corporate Social Responsibility (CSR). Kinerja Keuangan (ROE) terhadap nilai perusahaan (PBV). Deskriptif variabel atas data yang dilakukan selama 3 tahun sehingga jumlah data secara keseluruhan yang diamati berjumlah 25 sampel untuk perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdapat di BEI. Deskriptif statistik dari variabel-variabel di dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Analisis Statistik Descriptif GCG CSR Kinerja Keuangan PBV Valid N . N Minimum ,57 ,51 Descriptive Statistics Maximum Mean 65,00 2,4427 ,89 ,7323 Std. Deviation 10,09679 ,09197 ,00 ,3036 ,53962 1,15 288744843,84 11500682,1756 46517270,85550 3,50 Good Corporate Governance ( GCG) Hasil dari tampilan SPSS menunjukkan variabel GCG jumlah sampel (N) ada 75 perusahaan, nilai rata-rata GCG menunjukkan nilai 2,4427. GCG terkecil . sebesar 0,57, sedangkan nilai tertinggi . sebesar 65,00 dan standart deviasi sebesar 10,09679. Corporate Social Responsibility (CSR) Hasil dari tampilan SPSS menunjukkan variabel CSR jumlah sampel (N) ada 75 perusahaan, nilai rata-rata CSR menunjukkan nilai 0,7323. CSR terkecil . sebesar 1,15, sedangkan nilai tertinggi . sebesar 0,89 dan standart deviasi sebesar 0, 09197. Kinerja Keuangan Hasil dari tampilan SPSS menunjukkan variabel Kinerja keuangan jumlah sampel (N) ada 75 perusahaan, nilai rata-rata kinerja keuangan menunjukkan nilai 0,3036, kinerja keuangan terkecil . sebesar 0,00, sedangkan nilai tertinggi . sebesar 3,50 dan standart deviasi sebesar 0,3036. Nilai Perusahaan (PBV) Hasil dari tampilan SPSS menunjukkan variabel GCG jumlah sampel (N) ada 75 perusahaan, nilai rata-rata nilai perusahaan menunjukkan nilai 11,1756, nilai perusahaan terkecil . sebesar 1,15, sedangkan nilai tertinggi . sebesar 28,84 dan standart deviasi sebesar 46,8555 Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabelpengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Metode untuk mengetahui normalitas salah satunya adalah dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov. Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk uji statistik apakah data terdistribusi normal ataukah tidak terdistribusi normal. Uji Kolmogorov-Smirnov memiliki ketentuan jika nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari nilai signifikansi yang telah ditetapkan maka data terdistribusi secara normal. Uji Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada Tabel sebagai berikut : - 22 - Krisna Sudjana1. Agustini2. Syifa Fatimah3 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Pada Analisis Regresi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation ,0000000 2,36850815 Most Extreme Differences Absolute ,106 Positive ,106 Negative -,085 Test Statistic ,106 Asymp. Sig. -taile. ,063c Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, pada tabel terlihat bahwa nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,063 yang berarti lebih besar dari 0,05. Selanjutnya uji normalitas dalam penelitian ini juga menggunakan pendekatan histogram, hasilnya seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1. Histogram Pada grafik histogram di atas terlihat bahwa variabel berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan oleh gambar histogram tidak miring ke kanan maupun ke kiri sehingga model regresi layak digunakan. Uji Heteroskedastisitas Gambar. Hasil Heteroskedasititas - 23 - Krisna Sudjana1. Agustini2. Syifa Fatimah3 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. Dari gambar diatas terlihat jelas bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol . pada sumbu Y, tidak berkumpul dan memenuhi satu tempat saja serta tidak menunjukkan pola atau bentuk tertentu, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi yang digunakan. Uji Autokorelasi Model Summaryb Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate ,324a ,105 ,062 2,42513 Predictors: (Constan. LG_X3. LG_X1. LG_X2 Dependent Variable: LG_Y DurbinWatson 1,142 Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar 1,142 dan R Square 0,062, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Durbin-Watson tidak terjadi autokorelasi, dikarenakan nilai Durbin-Watson lebih besar dari -2 dan kurang dari 2 sehingga model regresi layak digunakan. Setelah semua data dinyatakan layak untuk dilakukan, maka langkah terakhir yang dilakukan adalah melakukan uji hipotesis. Uji ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah sekaligus dugaan sementara atas jawaban rumusan masalah tersebut yang tertuang dalam hipotesis. Beberapa hal yang termasuk ke dalam uji hipotesis ini antara lain persamaan regresi, uji F . ji simulta. , koefisien determinasi (RA) dan uji t . ji parsia. Uji Multikolinieritas Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error 5,780 Standardized Coefficients Beta 1,079 LG_X1 3,015 5,749 LG_X2 3,892 6,584 LG_X3 1,579 ,716 Dependent Variable: LG_Y ,065 ,077 ,287 Collinearity Statistics Sig. 5,358 ,000 ,525 ,591 2,206 ,602 ,557 ,031 Tolerance ,941 ,842 ,852 VIF 1,062 1,188 1,173 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada tabel, hasil perhitungan menunjukkan bahwa semua variabel independen mempunyai nilai Tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas dan model regresi layak digunakan. Hasil Uji Hipotesis Analisis Regresi Berganda Tabel 5. Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 5,780 1,079 LG_X1 3,015 5,749 LG_X2 3,892 6,584 LG_X3 1,579 ,716 Dependent Variable: LG_Y - 24 - Standardized Coefficients Beta 5,358 ,065 ,525 ,077 ,591 ,287 2,206 Sig. ,000 ,602 ,557 ,031 Krisna Sudjana1. Agustini2. Syifa Fatimah3 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. Hasil pengujian analisis regresi berganda dapat dijelaskan melalui persamaan berikut: PBV = 5,780 3,015 GCG 3,892 CSR 1,579 X3 e Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Konstanta sebesar 5,780, artinya jika GCG. CSR dan kinerja keuangan nilainya 0. Maka nilai perusahaan akan bernilai sebesar 5,780 Koefisien regresi variabel GCG 3,015, artinya jika variabel lain nilainya tetap dan GCG mengalami kenaikan 1 satuan, maka nilai perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 3,015. Koefisien regresi variabel CSR 3,892,artinya jika variabel lain nilainya tetap dan CSR mengalami kenaikan 1 satuan, maka nilai perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 3,892. Koefisien regresi variabel Kinerja keuangan 1,579, artinya jika variabel lain nilainya tetap dan kinerja keuangan bernilai 1 satuan. Maka nilai perusahaan mengalami kenaikan sebesar 1,579. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kinerja keuangan dengan nilai perusahaan, semakin besar kinerja keuangan maka semakin meningkat nilai perusahaan tersebut. Hasil Uji F (Simulta. Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimaksudkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis ini menggunakan statistik F untuk menyimpulkan hasil uji penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 6. Uji F ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares 42,859 364,639 407,498 Mean Df Square 14,286 5,881 2,429 Sig. ,074b Dependent Variable: LG_Y Predictors: (Constan. LG_X3. LG_X1. LG_X2 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa tingkat signifikan sebesar 0,074 lebih besar dari taraf yang ditentukan sebesar 0,05 mengindikasikan bahwa GCG. CSR. Kinerja keuangan secara simultan atau bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Koefisien Determinan (R. Koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi dependen. Nilai koefisien determinasi yang kecil berarti kemampuan variabelvariabel independen dalam menjelaskan variabel dependen memberikan porsi informasi yang sedikit. Sebaliknya nilai R2 yang mendekati satu menandakan variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan oleh variabel dependen. Hasil pengujiannya adalah sebagai Tabel 7. Koefisien Determinan (R. Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Durbin-Watson ,324a ,105 ,062 2,42513 1,142 Predictors: (Constan. LG_X3. LG_X1. LG_X2 Dependent Variable: LG_Y Dari tabel di atas diketahui bahwa hasil uji Adjusted R Square pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,062 atau sebesar 6,2%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi oleh GCG. CSR, dan kinerja keuangan sebesar 6,2%, sedangkan sisanya 93,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. sebesar 19%, sedangkan sisanya 81% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian - 25 - Krisna Sudjana1. Agustini2. Syifa Fatimah3 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. DISCUSSION Pengaruh GCG terhadap Nilai Perusahaan H1 menyatakan GCG tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan GCG berpengaruh terhadap PBV, karena Beta dan T bernilai positif, yaitu nilai Beta . dan nilai T sebesar . , serta nilai signifikan . atau lebih besar dari 0,05. Pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan H2 menyatakan CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan CSR berpengaruh terhadap PBV, karena Beta dan T bernilai positif, yaitu nilai Beta . dan nilai T sebesar . , serta nilai signifikan . atau lebih besar dari 0,05. Pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan H3 menyatakan kinerja keuangan berpengaruh signifikan terhadap PBV. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan kinerja keuangan berpengaruh terhadap PBV, karena Beta dan T bernilai . dan nilai T sebesar . , serta nilai signifikan . atau lebih kecil dari 0,05. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, setelah melalui tahap pengumpulan data, pengelolaan data, analisis data dan interprestasi hasil analisis mengenai pengaruh GCG. CSR. Kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan data yang mendekati distribusi normal, tidak terdapat multikolinieritas, adanya autokorelasi dan tidak adanya heteroskedastisitas, maka dapat disimpulan bahwa: Secara parsial GCG terbukti tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Diketahui bahwa Good Corporate Governance (GCG) menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,602 dengan nilai T hitung 0,525. Secara parsial Corporate Social Responsibilty terbukti tidak berpengaruh terhadap nilai Diketahui bahwa CSR menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,557 dengan nilai T hitung 0,591. Dengan signifikan 0,557 > 0,05. Secara parsial kinerja keuangan terbukti berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Diketahui bahwa kinerja keuangan menunjukkan nilai signifikan 0,031 < 0,05 dengan nilai T hitung 2,206. Dapat disimpulkan bahwa Secara simultan Good Corporate Governance (GCG). Corporate Social Responsibility (CSR) dan kinerja keuangan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. REFERENCES