PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Memberdayakan Remaja Gereja dalam Pelayanan Sekolah Minggu Resti Sekolah Tinggi Teologi Berea Pontianak jreresti@gmail. Abstract: Empowering local church youth as sunday school teachers is one manifestation of the church carrying out the duties and calls to teach in preparing the congregation to carry out special services, with the concept of providing teachings about the biblical Christian faith through various stages and involving important components. , namely the involvement of church leaders . astors and majlis/church elder. , the application of appropriate strategies, methods, and media, as well as recruiting the right people according to their potential and talents so that they are ready to become a generation that has an impact on God and his church. This study aims to contribute to increasing understanding and experience for researchers personally and is also expected to be useful as a reference for readers in adding insight. Therefore, in writing this study, the researcher used a descriptive method by including many book sources and sharing the researcher's direct experiences when implementing the empowerment of church youth to become Sunday school teachers. Keywords: Empowering. youth church. Sunday school teacher Abstrak: Memberdayakan remaja Gereja lokal sebagai guru Sekolah Minggu merupakan salah satu wujud dari gereja yang melaksanakan tugas dan panggilan untuk mengajar dalam mempersiapkan jemaat melaksanakan pelayanan-pelayanan khusus, dengan konsep memberikan pengajaranpengajaran tentang iman kristiani yang alkitabiah melalui berbagai tahapan dan melibatkan komponenkomponen penting, yakni keterlibatan pemimpin gereja . embala dan majelis/penatua gerej. , penerapan strategi, metode, dan media yang tepat, serta merekrut orang yang tepat sesuai dengan potensi dan talentanya hingga mereka siap menjadi generasi yang berdampak bagi Tuhan dan Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap bertambahnya pengertian dan pengalaman bagi peneliti secara pribadi dan diharapkan bermanfaat pula sebagai referensi bagi pembaca dalam menambah wawasan. Sebab itu dalam penulisan penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan mencantumkan banyak sumber buku maupun jurnal ilmiah yang relevan dan berbagi pengalaman langsung peneliti ketika melaksanakan pemberdayaan remaja gereja menjadi guru sekolah minggu. Kata kunci: Memberdayakan. guru Sekolah Minggu Pendahuluan Dalam bukunya yang berjudul Kerajaan Allah. Gereja, & Pelayanan. Stephen tong mengutip pernyataan bapak Reformator. John Calvin yang memperkenalkan dua macam gereja yaitu: Gereja yang kelihatan . isible Churc. dan Gereja yang tidak kelihatan . nvisible Churc. Gereja yang kelihatan adalah gereja yang kita lihat secara organisasi dimana gereja itu punya anggota, punya gedung, punya pengurus, dan lain-lain. Tetapi gereja yang tidak kelihatan lebih besar dari pada gereja yang kelihatan, karena mencakup semua umat Allah, di segala tempat . ari segala bangs. , dan di segala waktu-termasuk yang sudah meninggal pada masa lampau dan orang-orang percaya di masa yang akan datang, yang saat ini belum (Tong 2. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Nova Ritonga mengemukakan bahwa Gereja adalah sebuah persekutuan yang di dalamnya orang Kristen untuk mendapat pengajaran tentang iman kristiani. Gereja memiliki tugas dan panggilan untuk mengajar. Pengajaran yang dilakukan di gereja dapat disebut dengan pendidikan agama Kristen. (Ritonga 2. Gereja adalah persekutuan orang kudus. Gereja memiliki tugas dan panggilan untuk melakukan pengajaran yang benar kepada orang percaya yang sesuai dengan ajaran Alkitab. (Ritonga 2. Mark Dever, dalam bukunya Sembilan Tanda Gereja yang Sehat, bahwa tanda kedelapan dari Gereja yang sehat adalah gereja yang perhatian terhadap pemuridan dan pertumbuhan. Mark Dever menuliskan bahwa dalam Perjanjian Baru kita menemukan gagasan tentang sebuah pertumbuhan yang melibatkan tidak hanya lebih banyak orang tetapi orang-orang yang bertumbuh, dewasa, dan diperdalam dalam iman(Dever 2. (Efesus 4:15-. Selain anggota jemaat dewasa, remaja gereja dan anak-anak juga merupakan bagian dari orang-orang yang harus bertumbuh, dewasa, dan diperdalam dalam iman, sebab mereka generasi emas bagi gereja, mereka adalah gereja yang disebut oleh Stephen Tong sebagai gereja yang tidak kelihatan. Menurut Stephen Tong Gereja yang tak kelihatan, yang tersimpan di dalam gereja-gereja yang kelihatan adalah gereja yang sesungguhnya. Gereja yang kelihatan menggabungkan semua orang yang mengaku diri sebagai orang Kristen. Gereja yang tak kelihatan adalah gereja yang merupakan totalitas dari seluruh orang percaya yang sungguh-sungguh menjadi milik Kristus. (Tong 2. Sebab itu, remaja gereja dan anak-anak perlu dilayani dengan maksimal agar ketika remaja bahkan dewasa kelak mereka pun terlibat dalam melaksanakan tugas Amanat Agung. Dalam hal pelayanan pengajaran di Sekolah Minggu, remaja gereja dapat diarahkan dan dibimbing atau dibina agar dirinya siap dan terlibat dalam pelayanan Sekolah Minggu. Namun fenomena yang terjadi bahwa banyak jemaat yang tidak mau melayani di komisi anak dengan berbagai alasan. (Kristiono and Perdana 2. Keterlibatan remaja gereja dalam pelayanan pengajaran, dalam hal ini sekolah minggu menjadi hal yang secara terus menerus dikerjakan oleh gereja, sehingga tidak hanya dirinya yang dibangun, merekapun dapat menjadi berkat bagi anak-anak yang nantinya mereka layani. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan fungsi pemberdayaan remaja oleh gereja dalam rangka keterlibatan dalam pelayanan sebagai guru Sekolah Minggu. II. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, yang mendeskripsikan tentang upaya memberdayakan remaja Gereja dalam pelayanan Sekolah Minggu. Untuk memperoleh data yang relevan peneliti menggunakan berbagai sumber buku dan beberapa sumber literatur, baik dari buku maupun jurnal ilmiah yang relevan dengan topik yang ditelusuri. Hasil dan Pembahasan Pentingnya Keterlibatan Remaja dalam Pelayanan Sekolah Minggu Masa Remaja merupakan satu masa yang akan ditempuh dan dilewati sesuai dengan waktunya dari tiap tahap-tahap kehidupan manusia, sebab itu pembentukan spiritual bagi anak PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 remaja menjadi sangat penting, sehingga peran orang tua terhadap pembinaan spiritual yang dimulai dari rumah dan kemudian di gereja sangat diperlukan dalam menolong mereka menemukan jati diri. Masa remaja merupakan masa dimana manusia remaja itu perlu dihargai, diterima, dimengerti dan diperhatikan, sebab ada banyak hal yang dapat menjadi pengaruh dalam menggagalkan pertumbuhan spiritual mereka. Namun demikian, remaja Kristen tidak cukup hanya dibimbing dalam pertumbuhan rohani, melainkan juga perlu diperlengkapi untuk menjadi pemimpin. Mulai dari memimpin diri mereka sendiri, hingga memimpin kelompok yang ada di sekitar mereka. Oleh sebab itu, gereja bertanggung jawab dalam menolong remaja Ausupaya remaja betul-betul memahami isi dari kebenaran Firman Tuhan yang disampaikan dan memberikan peluang-peluang kepada remaja masa kiniAy(Robin and Marcia 1. untuk memimpin generasi berikutnya. Masa remaja merupakan masa-masa emas yang diisi dengan berbagai kegiatan untuk menyongsong masa depan. Jika gereja tidak memenangkan mereka pada masa-masa emas ini, gereja akan kehilangan kesempatan untuk membina remaja menjadi pemimpin gereja masa Meskipun memang tidak semua remaja akan menjadi pemimpin, tetapi jika mereka dibina dengan baik, maka mereka akan menjadi remaja-remaja berpotensi yang dapat memberi pengaruh kepada gereja, terutama menjadi teladan bagi remaja-remaja lain dan yang lebih muda. Remaja perlu dibina dan dibentuk menjadi anggota gereja yang baik dan berperan di masyarakat sebagai saksi-saksi Kristus, sebab itulah regenerasi kepemimpinan gereja perlu berjalan dengan baik. Elfiance Sholla menuliskan. Remaja yang dibina dengan baik dapat diutus untuk menjadi saksi Kristus dimana pun ia ditempatkan, baik di dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Gereja perlu membina mereka untuk menjadi remaja-remaja Kristen yang takut akan Tuhan sehingga dapat menyatakan injil kepada semua orang, terutama kepada teman-teman di dalam komunitasnya. (Sholla 2. Inilah yang menjadi alasan mengapa gereja perlu memberdayakan remaja menjadi guru sekolah minggu meskipun secara fisik usia mereka belum dewasa namum mereka juga memiliki potensi dan keunikan tersendiri sebagai gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26-. , potensi dan keunikan tersendiri ini menjadikan manusia remaja berbeda satu dengan yang lainnya, dan disini gereja perlu memperhatikan remaja yang memiliki potensi untuk bisa ditempatkan sebagai guru sekolah Berbicara tentang keistimewaan manusia sebagai ciptaan Allah. Betsy memaparkan beberapa fakta bahwa manusia diciptakan dengan sangat istimewa antara lain. dapat bersekutu dengan Allah dan dengan sesama manusia, mempunyai akal budi, emosi, kesadaran moral, hati nurani, kehendak bebas, mempunyai kemampuan untuk berpikir, berbicara, bekerja dan (Christie 2. Keistimewaan manusia di atas menjadi dasar bagi gereja untuk memberdayakan remaja menjadi guru sekolah minggu, sebab mereja merupakan manusia yang diciptakan dengan keunikan dan potensi yang akan menentukan kualitas dari manusia dan memberi petunjuk bahwa siapa saja termasuk remaja memiliki potensi untuk menjadi pemimpin dan bisa diandalkan dalam melayani, asalkan mereka diperlengkapi. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Selain karena merupakan ciptaan yang memiliki potensi dan keunikan, alasan lain mengapa remaja gereja perlu dilibatkan dalam pelayanan sebagai guru sekolah minggu adalah: pertama, remaja Kristen yang sudah diselamatkan patut mengasihi manusia berdosa sebagaimana Allah mengasihi dirinya (Yoh. Dan ketika kita sudah memiliki hidup kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus maka sudah sepatutnya kita juga membagikannya kepada orang lain yang belum menerimanya. Hal inilah yang penting dilakukan oleh guru sekolah minggu terhadap anak-anak sekolah minggu yang dilayaninya. Kedua, karena Allah sudah lebih dahulu mengasihi kita maka kita patut mengasihi-Nya. Bukti bahwa seseorang mengasihi Tuhan ialah mengasihi firman Tuhan dan suka melakukan firman itu dalam Firman Tuhan harus mengendalikan seluruh aspek kehidupan kita, baik pikiran, perkataan dan perbuatan (Yoh. 14:15. 15:10. 1Yoh. 2:3-5. Dalam kitab Mazmur beberapa ayat juga menyatakan hal serupa, seperti AuBiarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainyaAy (Mzm. AuItulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih daripada emas, bahkan dari pada emas tuaAy (Mzm. AuAku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu dan aku amat mencintainyaAy (Mzm. Jika hidup kita mesti mencintai dan melakukan firman Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, maka tidak ada alasan bagi gereja untuk tidak mempersiapkan para remaja gereja sesuai potensinya untuk terlibat dalam pelayanan sekolah minggu, sebab manusia memang diciptakan untuk melayani Allah sesuai talenta atau potensi masing-masing. Ketiga, visi Kristen adalah Aubekerja secara proaktif dan tegas mengangkat para pemimpin yang lebih muda guna mengisi tempat kita, dan melakukan pekerjaan kita dengan lebih baik dari pada yang kita lakukan. Inilah yang menjadi esensi Amanat Agung untuk memuridkan (Matius (Anon 2. Kata AukitaAy dalam konteks ini adalah pemimpin lebih tua, yang memiliki tanggung jawab untuk memperlengkapi dan mengangkat pemimpin muda sebagai regenerasi Keempat, 1 Timotius 4:16. Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Merupakan ayat yang menegaskan bahwa usia muda bukanlah patokan untuk menentukan seseorang bisa atau tidak menjadi pemimpin, yang penting adalah keteladanan dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan dalam kesucian sebagai pemimpin bagi anak-anak sekolah minggu yang dilayani. Strategi Memberdayakan Remaja Gereja menjadi Guru Sekolah Minggu Untuk memberdayakan remaja Gereja dalam pelayanan Sekolah Minggu, beberapa hal penting untuk dipahami dan dilaksanakan yakni: Pertama. Gereja melaksanakan peran dan fungsinya Bagi gereja. PAK adalah tugas utama dan harus mendapat tempat penting dari seluruh Gereja yang terlalu menekankan pada pelayanan ibadah dan khotbah namun mengabaikan pengajaran akan menjadi gereja yang timpang. Gereja yang menekankan pengajaran mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan gereja yang mengutamakan ibadah dan khotbah. Pengajaranlah yang akan mengantarkan warga jemaat ke PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 dalam pertumbuhan iman dan perubahan hidup. Seluruh pelayanan gereja haruslah berbasiskan pengajaran firman Allah. (Nainggolan 2. Dalam melaksanakan perannya sebagai tempat utama pelaksanaan PAK bagi jemaat, maka salah satu bentuk pelaksanaan PAK tersebut adalah dengan menjadi gereja yang Gidion mengutip tulisan dari Christian Schwartz berdasarkan hasil penelitiannya pada sekitar 8000 Gereja mengatakan, bahwa pemimpin-pemimpin dari Gereja yang bertumbuh berkonsentrasi pada pemberdayaan jemaat untuk menjadi jemaat-jemaat yang dapat melayani. Jemaat merupakan tim yang kuat untuk mengerjakan proyek-proyek Kerajaan Allah yang besar. (Gidion 2. Dari banyaknya paparan tentang hakikat gereja serta bagaimana peran dan fungsinya, maka salah satu wujud dari gereja yang melakukan peran dan fungsinya adalah mengupayakan pemberdayaan jemaat gereja lokal sesuai dengan potensi mereka dan melaksanakannya bersama hamba Tuhan setempat, atau menghadirkan pembimbing . dari luar jika memang tidak ada tenaga yang potensial dari dalam gereja lokal. Dalam hal ini, beberapa hal yang penting dilaksanakan oleh gereja antara lain: pertama. Gereja terbuka untuk bertanggung jawab menyediakan pendidikan sebagai upaya menanamkan pengertian tentang pentingnya keterlibatan jemaat gereja lokal dalam pelayanan, khususnya pelayanan anak. Kedua. Gereja mewujudkan keterbukaan dengan memberi dukungan nyata terhadap kegiatan pemberdayaan remaja Gereja menjadi guru Sekolah Minggu. Salah satu dukungan nyata adalah Gereja berperan sebagai pengutus, yang mengutus Auorang-orang bersediaAy memberi diri menjadi pelayan Tuhan, sebab AuAbagaimana mereka dapat memberitakannya jikalau mereka tidak diutusAy Roma 10:15. Neal Pirolo dalam tulisannya tentang dukungan terhadap pelayanan penginjilan misi menuliskan beberapa bentuk nyata dukungan seorang pengutus terhadap yang diutus, yakni: dukungan moral, dukungan logistik, dukungan finansial, dukungan doa, dukungan komunikasi, dan dukungan tatkala kembali. (Pirolo 1. Keenam dukungan tersebut tidak hanya diperlukan dalam dunia pelayanan penginjilan Misi, pelayanan dalam sebuah Gereja lokal juga perlu dukungan moral . etidaknya kehadiran ketika diperlukan, atau sekedar untuk hadir menyaksika. , dukungan logistik . edia dan sarana yang diperlukan dalam pembinaan maupun pelayanan Sekolah Mingg. , dukungan finansial . ana yang dibutuhkan mesti diusahaka. , dukungan doa . ang pastinya selalu diperluka. , dukungan komunikasi, dan dukungan tatkala kembali . alam konteks pelayanan Gereja lokal berupa dukungan takkala sebuah pelayanan selesai di Selain itu perlu pula keterbukaan gereja untuk bersedia bekerja sama dengan program pelayanan anak dari luar gereja yang dianggap mampu mendukung potensi guru sekolah minggu dan kebutuhan pelayanan anak Kedua. Hamba Tuhan melaksanakan perannya sebagai pelaksana bimbingan . Di dalam Gereja, salah satu tanggung jawab penting seorang hamba Tuhan adalah mengupayakan optimalnya potensi jemaat sebagai sumber daya manusia yang kuat, sebab pemimpin gereja bukanlah pemimpin yang AuPower SyndromAy atau bekerja sendiri tanpa ingin melibatkan orang lain, pemimpin gereja perlu mempersiapkan regenerasi dalam PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 pelayanannya, perlu memperlengkapi orang lain untuk menjadi pemimpin bagi orang lain, dan sumber daya manusia yang optimal haruslah merupakan orang-orang dari jemaat lokal yang memiliki potensi dan ditempatkan pada tempat yang sesuai dengan potensinya. Sebagaimana peribahasa cina berkata AuDi balik setiap orang yang cakap selalu ada orang-orang lain yang handalAy. Mengenai keberhasilan seorang hamba Tuhan sebagai pemimpin yang meregenerasi. Gidion menuliskan Aujika seorang pemimpin dapat melahirkan pemimpin yang sama dengannya atau bahkan lebih besar darinya, maka pemimpin tersebut memiliki posisi yang tidak dapat tergantikan, karena pemimpin tersebut telah membantu orang lain mencapai Dan kunci penting dalam memberdayakan orang lain adalah keyakinan yang besar terhadap orang lain tersebutAy. (Gidion 2. Dengan demikian, peran hamba Tuhan dalam memberdayakan jemaat merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab penting di hadapan Tuhan, sebab jemaat adalah bagian dari gereja yang tidak kelihatan, yang harus hidup bukan untuk diri sendiri melainkan menjadi berkat dan berdampak bagi orang lain (Matius 5:13-. , bukan hanya sebagai penerima berkat tetapi juga alat Tuhan untuk memberkati orang lain ( 1 Petrus 3:9. Amsal 22:. Jika potensi jemaat tidak diberdayakan, mereka akan menjadi gereja yang tidak difungsikan sesuai dengan tujuan Tuhan menciptakan mereka, yakni untuk melayani Tuhan sesuai dengan potensi, talenta, dan karunia yang dianugerahkan oleh Allah untuk mereka (Efesus 4:7. 1 Petrus 4:10. Matius 25:14-. Ketiga. Strategi, metode dan media yang digunakan dalam pemberdayaan remaja Gereja Dalam dunia pendidikan, strategi adalah ilmu untuk membawakan pengajaran di kelas sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan Untuk melaksanakan suatu strategi tertentu diperlukan seperangkat metode pengajaran yang diselenggarakan oleh guru dalam satu kali pertemuan atau tatap muka yang biasanya dilaksanakan dengan berbagai metode seperti: ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, simulasi, dll. Keseluruhan metode itu termasuk media pendidikan yang digunakan untuk menggambarkan strategi belajar mengajar. Disamping strategi dan metode, media juga merupakan faktor penting yang tidak dapat Menurut Sidjabat, media itu sering diartikan sebagai alat penolong dalam kegiatan belajar dan biasanya meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi guna memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar-pengetahuan, spiritualitas, moralitas, sikap, dan keterampilan. (Sidjabat 2. Beberapa media sederhana namun sangat menolong tersampaikannya pesan kepada peserta dalam konteks pelaksanaan pembelajaran atau bimbingan dalam memberdayakan remaja Gereja menjadi Guru Sekolah Minggu yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan tiap pertemuannya bisa digunakan misalnya media visual . erupa gambar, lukisan, buku sebagai bahan ajar, foto, dan sejenisnya yang diperluka. , media audio visual . ilm atau video tutoria. , didukung pula oleh media proyeksi berupa in-focus, komputer/laptop, pengeras suara, atau mungkin media grafis seperti papan planel dan tulis yang lengkap dengan spidol dan lainnya. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Ada beberapa tahapan yang dilakukan sebagai penerapan strategi, metode dan media yang digunakan dalam memberdayakan remaja Gereja menjadi guru Sekolah minggu, antara lain: pertama, injili dan memastikan mereka memperoleh kepastian keselamatan. Mark Dever menuliskan, injil adalah sebuah pesan tentang Kabar Baik yang indah bagi orang-orang yang mengenal dan menyadari keputusasaan mereka di hadapan Allah. (Dever 2. Pernyataan ini merupakan salah satu alasan mengapa kita perlu menyampaikan injil secara utuh kepada mereka, dimana injil disampaikan dengan tujuan meneguhkan iman dan kepercayaan mereka kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribai mereka. Setelah di injili dan memastikan mereka menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, maka tugas berikutnya adalah bimbingan untuk menolong rohani mereka bertumbuh. AuPastikan mereka bertumbuh, sebab salah satu tanda gereja yang sehat ditandai oleh suatu perhatian yang serius bagi pertumbuhan rohani di pihak para anggotanyaAy. (Dever 2. Stephen Tong menuliskan. Banyak orang Kristen yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi Kristen dan belum pernah berbuah bagi Tuhan. Bolehkan kita menjadi orang Kristen yang terus menerima anugerah Tuhan tetapi tidak menyalurkannya dalam hidup orang lain? Bolehkan kita menjadi orang Kristen yang terus menerima berkat, tetapi tidak berbuah untuk Tuhan? Bolehkan kita menjadi orang Kristen yang egios? Tidak. Egoisme adalah musuh hidup kekristenan yang Hidup Kristen adalah hidup yang tidak berpusat pada diri sendiri, melainkan hidup untuk memuliakan Tuhan dan berfaedah bagi orang lain. Kalau prinsip ini terus menerus mendasari akan etika dan tingkah laku kita, maka kita akan menjadi orang Kristen yang rohaninya beres. (Tong 1. Untuk menjadi remaja Kristen yang berbuah seperti apa yang dipaparkan oleh Stephen Tong di atas diperlukan pendampingan dalam memahami firman Tuhan, agar para remaja Kristen tersebut menjadi orang-orang yang hidup dengan berpegang teguh kepada kebenaran kemudan menghasilkan buah sesuai dengan potensi mereka. Efesus 4:15-16. Salah satu buah dari pertumbuhan yang diharapkan adalah keterlibatan mereka dalam pelayanan sebagai generasi gereja yang bedampak bagi sesama, dan berkontribusi dalam melanjutkan pelayanan hingga memajukan gereja. Oleh sebab itu, pemberitaan Injil memang sangat efektif jika dilakukan ketika mereka sedang dilayani sebagai anak sekolah minggu, sehingga ketika mereka sudah remaja, dan diberi kesempatan untuk terlibat dalam pelayanan, maka kita hanya tinggal melanjutkan dengan pembekalan di bidang pelayanan apa yang menjadi pilihan mereka dan sesuai potensi mereka. Kedua. Bekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Membekali para calon guru Sekolah Minggu untuk menjadi seorang guru yang potensial dan menjadi berkat tentulah menjadi bagian yang penting, sebab bagaimana mereka bisa melakukannya jika mereka tidak pernah memperoleh ilmunya, bagaimana mereka akan melangkah jika mereka belum pernah diberi bekal yang mantap. Stimulus yang baik dan tepat diperlukan untuk motivasi semangat mereka dalam melayani Tuhan melalui pelayanan anak di Sekolah Minggu, yakni semangat yang ditularkan oleh guru atau pengajarnya. Guru atau pengajar dalam konteks pembahasan ini pastinya adalah hamba Tuhan yang membekali mereka. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Dalam memberikan pembekalan yang maksimal seorang hamba Tuhan berperan sebagai seorang pengajar yang Auhendaknya berusaha tampil sebagai seorang ahli yang kompeten, berwibawa, dan menguasai seluk beluk materi pengajarannyaAy,(Sidjabat 2. sebab mengajar merupakan upaya mentransfer pengetahuan, pandangan, keyakinan, dogma dan doktrin atau teologi yang dimilikinya kepada peserta didik. (Sidjabat 2. Dalam melaksanakan pengajaran, semangat guru juga berperan penting, sebab guru yang bersemangat senantiasa dicari oleh pendengar yang benar-benar mengusahakan pengetahuan dan pengertian. Dalam pembekalan, teori dan praktik pastinya merupakan kegiatan tahapan yang di perlukan dalam usaha memberdayakan remaja Gereja menjadi guru Sekolah Minggu. Sebagai pelaksana pemberdayaan Remaja Gereja menjadi Guru Sekolah minggu, menyiapkan bahan pengajaran berupa materi sangatlah diperlukan dan tidak bisa diabaikan. Bicara mengenai bahan pengajaran. Sidjabat menegaskan, bahan pengajaran haruslah merangsang orang untuk berpikir dan mampu membawa mereka pada kesadaran . , bukan hanya asal mendengar dan menerima. (Sidjabat 2. Jadi memang bahan pengajaran berupa materi untuk membekali para remaja Gereja yang akan diberdayakan haruslah dipersiapkan dengan matang, materi dimaksud tentunya merupakan materi yang memuat ilmu tentang teknik pelayanan anak yang alkitabiah, apa dan bagaimana Sekolah Minggu, mengapa pelayanan anak . ekolah Mingg. itu penting (Markus 10:13-. , apa tujuan melayani anak-anak sebenarnya (Membawa mereka mengenal Yesus Kristus dan memperoleh keselamatan. Kis. 4:12. Ef. 2:8-. , bagaimana melaksanakannya secara maksimal (Ulangan 6:1-. , apa saja persiapan yang harus dilakukan sebelum melayani, serta pentingnya evaluasi dan doa Urutan materi tersebut juga hendaknya disajikan dengan jelas, sistemais, praktis, dan Oleh sebab itu, selain mempersiapkan bahan pengajaran, metode dan langkah-langkah kegiatan yang tepat juga merupakan hal penting yang tidak dapat dipisahkan. Hal penting berikutnya adalah, dalam mempersiapkan bahan dan metode, penyerahan diri sepenuhnya kepada Roh Kudus adalah sebuah keharusan, sebab dengan iman kita percaya bahwa Roh itulah yang akan menjadi sumber pengajaran dan metode yang kita gunakan. Roh Kudus itu juga akan memimpin kita dalam berkreasi, menciptakan ide, dan bertindak sesuai kehendak Allah melalui Roh-Nya di dalam roh kita . Korintus 2:9-. Selain itu, sebaik apapun sebuah teori, akan tidak maksimal jika tidak dilengkapi dengan praktik, apa lagi dalam konteks usaha memberdayakan Remaja Gereja untuk diperlengkapi menjadi Guru Sekolah Minggu. Teori yang mereka terima tidak akan bermanfaat memberi dampak bagi pelayanan jika tidak ada ruang untuk mereka Oleh sebab itu, salah satu metode yang tidak boleh tidak ada adalah demonstrasi, kemudian dipraktikan langsung oleh para calon guru Sekolah Minggu. Sebelum praktik, hamba Tuhan pembimbing bersama para peserta yang dibimbing menjadi guru Sekolah Minggu perlu duduk bersama untuk menyusun jadwal pelayanan, supaya ada persiapan pribadi jauh-jauh hari. Duduk bersama ini merupakan bagian penting, karena kita tidak sedang hanya melatih mereka untuk tampil dalam pelayanan saja, tetapi juga mempersiapkan mereka agar terampil pula dalam urusan administrasi pelayanan Sekolah PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Minggu. Jadwal pelayanan juga penting, karena pelayanan Sekolah Minggu merupakan pelayanan yang harus dipersiapkan dengan matang agar para pelayan tidak melayani tanpa persiapan, dan lebih penting adalah agar semua sisi pelayanan dapat berjalan dengan baik karena sudah ditangani sesuai jadwal masing-masing. Dalam praktiknya, para peserta bimbingan juga harus secara bergantian terlibat dalam bagian-bagian pelayanan yang menjadi tanggung jawab guru Sekolah Minggu, yakni memimpin pujian, menyampaikan cerita (Firman Tuha. , memimpin permainan, menyampaikan pengumuman, dan menyambut kedatangan anak-anak. Kemudian guru Sekolah Minggu yang sedang tidak bertugas di depan tetap bertugas sebagai pendamping anak-anak dan menyebar duduk disekitar anak-anak untuk membantu pemimpin memberi contoh kepada anak dan menenangkan anak-anak jika anak-anak sudah mulai kurang tetib. Ini penting, sehingga ada keterlibatan aktif semua guru sekolah minggu di setiap minggunya. Beberapa tahapan dalam praktik pelayanan sekolah minggu, antara lain: pertama. Belajar melalui pengamatan, dimana para guru Sekolah Minggu yang sedang dibekali memperhatikan langsung bagaimana guru mengajar di kelas Sekolah Minggu. Di sini mereka perlu dilibatkan sebagai pendamping anak-anak, duduk di sekitar anak-anak dan membantu memberikan contoh untuk mengikuti apa yang diminta oleh pemimpin (MC atau pembawa cerita Firman Tuha. Percayakan mereka berada di tugas ini selama beberapa minggu sambil memberi waktu untuk mereka belajar melalui pengamatan sehingga membantu mereka untuk mendapat gambaran utuh tentang materi yang telah mereka terima sebelumnya dan membantu mereka dalam persiapan ketika tiba waktunya mereka memimpin langsung ibadah Sekolah Minggu berikutnya. Kedua. Setelah dua atau tiga minggu mereka belajar melalui pengamatan, minggu berikutnya para remaja Gereja yang sedang dipersiapkan menjadi guru Sekolah Minggu tersebut mulai diberi kesempatan untuk memimpin langsung. Tahap pertama mereka diberi tanggung jawab sebagai pemimpin pujian dan pemimpin permainan secara berkelompok . -4 oran. Tahap kedua, mulailah untuk membuat jadwal baru dengan menempatkan mereka di masing-masing tugas secara perorangan, ada yang memimpin pujian, memimpin permainan, memimpin doa, menyampaikan pengumuman dan tugas-tugas lain sesuai dengan kegiatan Sekolah Minggu disetiap minggunya, sementara hamba Tuhan yang membimbing mereka tetap di tugas sebagai pembawa cerita. Tahap ketiga, setelah para guru Sekolah Minggu tersebut sudah dinilai baik meski terus belajar, sudah percaya diri melakukan tugas pelayanan secara perorangan dalam memimpin pujian, doa, permainan, dan lainnya, saatnya untuk mempersiapkan mereka dalam tugas sebagai pembawa cerita firman Tuhan. Tugas ini perlu pendamingan lebih mulai dari mempelajari bahan cerita, sistematika penyampaiannya, hingga bagaimana mereka mengatur kalimat agar mudah dimengerti oleh anak-anak. Dalam pengalaman saya, tahap ini merupakan tahap paling banyak latihan karena durasi berbicara lebih lama dan bahan yang dikuasai lebih banyak. Hal penting lainnya dalam tiap tahapan di atas adalah melakukan evaluasi setiap kali ibadah selesai guna memberikan semangat untuk meningkatkan apa yang sudah baik dan memperbaiki yang masih peru diperbaik. Motivasi dalam evaluasi ini banyak dibutuhkan oleh para guru Sekolah Minggu yang sedang melatih diri dalam pelayanan sekolah minggu. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Evaluasi sebenarnya merupakan upaya untuk mengetahui sejauh mana nilai-nilai yang kita anut dan tegakkan, kemudian diwujudkan dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran itu telah dipahami atau direspons oleh peserta didik. (Sidjabat 2. Selain tugas memimpin saat pelaksanaan ibadah, ada tugas lain yang juga merupakan tugas penting guru Sekolah Minggu dalam pelayanan sekolah minggu yakni tugas dalam bidang administrasi. Sidjabat menuliskan, adapun peran lain guru adalah sebagai (Sidjabat 2. Administrasi dalam pelayanan Sekolah Minggu juga Mungkin administrasi di Sekolah Minggu tidak selengkap administrasi gereja dalam pelayanan jemaat secara umum, namun tentu saja ada beberapa elemen penting yang perlu diterapkan. Para remaja Gereja yang sedang diberdayakan sebagai guru Sekolah Minggu mestilah juga mengemban tugas administrasi sesuai kapasitas masing-masing, seperti koordinator guru Sekolah Minggu, sekretaris komisi Sekolah Minggu, bendahara keuangan komisi Sekolah Minggu, koordinator doa bersama, penanggung jawab penyimpanan alat peraga, koordinaor multimedia, dan penanggung jawab lainnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan gereja. IV. Kesimpulan Membekali dan melaksanakan pembinaan terhadap remaja Gereja sebelum terlibat sebagai guru Sekolah Minggu amatlah penting untuk dapat menolong mereka bersedia berkomitmen melakukan pelayanannya dengan motivasi yang benar, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:. Oleh sebab itu, penerapan PAK oleh gereja melalui hamba Tuhan sebagai pelaksana pemberdayaan menjadi bagian yang penting, dibantu dengan strategi, metode, dan media yang diperlukan. Hal ini diharapkan agar tercapainya tujuan dari pemberdayaan yakni menyiapkan para remaja sesuai dengan potensinya menjadi guru sekolah minggu yang memberkati dan menjadi teladan serta menjadi pemimpin masa depan gereja. Referensi