JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 Meta Analisis: Pengaruh Model Pembelajaran Improve Terhadap Kemampuan Matematis Rahmita Noorbaiti1*. Taufiq Hidayanto2 . Rindi Antika3 1*,2 Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Lambung Mangkurat. Indonesia Pendidikan Matematika. FMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia Article Info Article history: Received Jun 11, 2025 Accepted Jul 24, 2025 Published Online Aug 14, 2025 Keywords: Meta Analisis Model IMPROVE Kemampuan Matematis ABSTRACT Rendahnya capaian literasi matematika siswa Indonesia pada PISA 2022 mengindikasikan perlunya model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan kognitif dan metakognitif. Model pembelajaran IMPROVE, yang menekankan langkah metacognitive questioning dan self-regulated learning, diyakini dapat meningkatkan berbagai aspek kemampuan matematis. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh model IMPROVE terhadap kemampuan matematis melalui meta-analisis, sekaligus mengidentifikasi efektivitasnya berdasarkan variabel moderator. Penelitian ini menggunakan pendekatan meta-analisis comparison of group contrast terhadap 30 publikasi periode 2015Ae2025 yang memenuhi kriteria inklusi berbasis skema PICO. Data dianalisis menggunakan SPSS v29 untuk menghitung effect size keseluruhan dan subkelompok, disertai uji heterogenitas (IA) serta uji bias publikasi melalui Funnel Plot dan Egger Regression Test. Hasil analisis menunjukkan effect size keseluruhan sebesar 1,106 . ategori sangat besa. , yang berarti model IMPROVE secara konsisten berdampak positif signifikan terhadap kemampuan Efektivitas tertinggi ditemukan pada kemampuan representasi matematis (ES=1,955, luar bias. dan pemecahan masalah (ES=1,224, sangat besa. , sementara berdasarkan jenjang pendidikan, pengaruh terbesar terjadi pada tingkat perguruan tinggi (ES=1,626, luar Tidak terdeteksi bias publikasi yang signifikan. Publikasi primer hanya diambil dari database Google Scholar, sehingga penelitian lanjutan disarankan memperluas sumber ke Scopus dan WoS. Model IMPROVE dapat diimplementasikan di berbagai jenjang pendidikan, dengan potensi tertinggi untuk meningkatkan representasi dan pemecahan masalah matematis, terutama di perguruan tinggi. Studi ini merupakan meta-analisis pertama yang secara khusus mengevaluasi model IMPROVE, memberikan bukti empiris kuat akan efektivitasnya lintas konteks dan jenjang pendidikan. This is an open access under the CC-BY-SA licence Corresponding Author: Rahmita Noorbaiti. Prodi Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Lambung Mangkurat Jl. Belitung Darat, 70116. Banjarmasin. Indonesia Email: rahmita. noorbaiti@ulm. How to cite: Noorbaiti. Hidayanto. , & Antika. Meta Analisis: Pengaruh Model Pembelajaran Improve Terhadap Kemampuan Matematis. Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran, 5. , 758Ae775. https://doi. org/10. 51574/jrip. Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 Meta Analisis: Pengaruh Model Pembelajaran Improve Terhadap Kemampuan Matematis Pendahuluan Pelaksanaan pendidikan bertujuan untuk memberikan bekal bagi peserta didik agar mampu menjadi anggota masyarakat yang kontributif. Untuk mencapai hal ini, tujuan pendidikan seyogyanya disesuaikan dengan tuntutan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan terkini dalam dunia profesional. Di antara keterampilan yang dianggap penting untuk dikuasai yakni keterampilan abad 21 yang terdiri dari keterampilan belajar, keterampilan literasi informasi dan digital, serta keterampilan hidup (Kennedy & Sundberg, 2020. van Laar et al. , 2. Salah satu indikator yang dapat dirujuk untuk mengetahui penguasaan peserta didik dalam keterampilan tersebut yakni Programme for International Student Assessment (PISA) yang menguji penguasaan literasi matematika, bahasa, dan sains peserta didik yang berusia 15 tahun. Asesmen ini dilaksanakan setiap 3 tahun sekali dan laporannya disusun secara komprehensif menguraikan capaian peserta didik dari tiap negara peserta asesmen. Berdasarkan rilis laporan hasil PISA terbaru yakni tahun 2022, skor literasi membaca, matematika, dan sains siswa di Indonesia mengalami penurunan meskipun peringkatnya naik menjadi 69 dari 81 negara peserta (OECD, 2. Peserta didik mengalami permasalahan dalam bidang matematika yakni kurangnya penguasaan kognitif baik tingkat rendah seperti kemampuan pemahaman matematis maupun tingkat tinggi seperti kemampuan penalaran (Bilad et al. , 2. Untuk mengatasai permasalahan ini, diperlukan model pembelajaran yang terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran IMPROVE yang dikenalkan oleh Mevarech & Kramarski . dan merupakan singkatan dari sintaks pembelajarannya. Deskripsi tiap langkah model pembelajaran IMPROVE dapat dilihat pada Tabel 1. Langkah Introducing new Metacognitive Practicing Reviewing Obtaining mastery Tabel 1. Sintaks pembelajaran IMPROVE Deskripsi Guru mengenalkan materi baru secara jelas Siswa diajak berpikir tentang cara mereka memahami dan menyelesaikan masalah Siswa berlatih dengan soal-soal terkait konsep Siswa bersama guru mereview materi baru Siswa menyelesaikan latihan tambahan untuk memastikan penguasaan konsep Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Langkah Verification Enrichment ISSN 2776-8872 Deskripsi Siswa memeriksa kembali jawabannya dan mengevaluasi proses Siswa diberi tugas tambahan . engayaan atau remedia. sesuai Model pembelajaran IMPROVE berfokus pada kemampuan metakognitif siswa yang ditandai dengan adanya langkah Metacognitive questioning. Metakognitif merupakan kemampuan untuk menyadari, memonitor, dan mengatur proses berpikir sendiri yang mencakup pengetahuan, regulasi, dan perasaan terkait kognisi, serta berkembang sepanjang hidup dan sangat penting untuk pembelajaran efektif dan pengembangan diri (AsyAoari et al. Kemampuan metakognitif berperan penting dalam kemampuan self-regulated learning (SRL) yang pada akhirnya mendukung kemandirian belajar peserta didik (Mevarech & Kramarski, 2. Hal ini juga didukung oleh langkah-langkah IMPROVE yang mencakup pemantauan mandiri, evaluasi mandiri, serta penetapan tujuan belajar (Gu & Lee, 2. Selain itu, langkah verification dan enrichment yang fokus pada umpan balik terhadap perkembangan belajar peserta didik dapat meningkatkan pemahaman serta penguatan konsep dasar Hal ini diperkuat oleh pendapat Laksono & Susanah . bahwa model pembelajaran IMPROVE melibatkan siswa secara aktif dan membantu mereka membangun pengetahuan mereka sendiri, sehingga menghasilkan respons siswa yang positif dalam kelas Eliezer & Marantika . menambahkan bahwa strategi pembelajaran yang melibatkan keterampilan metakognitif berkontribusi besar terhadap keberhasilan belajar siswa karena berfokus pada proses berpikir. Dibanding model pembelajaran lainnya, model IMPROVE secara eksplisit memuat langkah yang berkaitan dengan keterampilan metakognitif sehingga peningkatan keterampilan tersebut bukan hanya sebagai akibat tambahan tetapi sebagai akibat utama. Selain itu, dibanding penerapan model pembelajaran lain yang juga berfokus pada metakognitif, penerapan IMPROVE memiliki keluwesan karena dapat diterapkan baik pada siswa maupun mahasiswa. ataupun untuk keseluruhan pokok bahasan atau hanya fokus pada satu masalah matematika saja (Mevarech & Kramarski, 2. Dengan demikian kajian terkait pengaruh model IMPROVE terhadap kemampuan matematis siswa akan memberikan khasanah pengetahuan bagi pendidik akan pilihan model pembelajaran yang berpengaruh terhadap keberhasilan siswa. Beberapa penelitian terkait pengaruh model IMPROVE terhadap kemampuan matematis peserta didik telah dilakukan baik di Indonesia maupun di luar negeri. Berdasarkan penelusuran terhadap penelitian-penelitian yang relevan, model IMPROVE telah dikaji Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 pengaruhnya pada berbagai kemampuan matematis seperti berpikir kritis (Zaiyar, 2. , pemecahan masalah (Yuyuny & Rahmi, 2. , komunikasi matematis (Angellin et al. , 2. ataupun kemampuan secara umum seperti hasil belajar (Muhalizah, 2. Akan tetapi, setting penelitian yang bervariasi dari segi jenjang pendidikan, tempat, dan kemampuan yang diteliti belum bisa memberikan gambaran yang umum terkait efektivitas dari model pembelajaran ini. Selain itu beberapa hasil penelitian menunjukkan kontras yang ekstrim meskipun secara statistik disimpulkan model IMPROVE berpengaruh signifikan terhadap kemampuan matematis siswa. Misalnya terhadap kemampuan pemecahan masalah, penelitian Fitriana et al. menunjukkan effect size 2,298 namun penelitian Pasaribu . menunjukkan effect size 0,151. sedangkan penelitian Gustina . menunjukkan effect size 0,69. Variasi hasil ini menunjukkan perlunya kesimpulan umum maupun khusus terkait pengaruh model IMPROVE terhadap keberhasilan belajar siswa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, perlu dilakukan meta analisis agar diketahui effect size secara umum dari model IMPROVE terhadap kemampuan matematis siswa, serta effect size model tersebut ditinjau dari berbagai variabel moderator yang teridentifikasi. Effect size adalah ukuran kuantitatif dari besar kecilnya pengaruh suatu perlakuan atau hubungan dalam penelitian, yang tidak bergantung pada ukuran sampel (Gignac & Szodorai, 2. antara jenis perlakuan yang telah dikaji melalui penelitian meta analisis dalam pengaruhnya terhadap kemampuan matematis yakni Problem Based Learning (PBL) (Syajidah et al. , 2. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) (Rahmawati & Kurniawan, 2. , dan pembelajaran kooperatif (Amin et al. , 2. Namun belum ada penelitian meta analisis yang meneliti model IMPROVE sebagai perlakuan . yang diberikan pada kelas Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana pengaruh model IMPROVE terhadap kemampuan matematis melalui meta analisis. Kajian meta analisis pada model IMPROVE akan memberikan kontribusi baru karena model ini fokus pada aspek metakognitif yang berpengaruh pada kemampuan SRL siswa. Kajian ini juga akan memberi gambaran umum yang lebih akurat tentang efektivitas model IMPROVE serta rekomendasi praktis bagaimana pelaksanaan pembelajaran di kelas agar peningkatan kemampuan peserta didik optimal. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian meta analisis yang bertujuan untuk mengetahui gambaran umum terkait efektivitas suatu model pembelajaran terhadap peningkatan Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 kemampuan matematis peserta didik. Analisis dilakukan dengan comparison of group contrast atau perbandingan antargrup yang terdiri atas grup eksperimen dan grup kontrol (Retnawati et , 2. Untuk mengumpulkan studi yang akan dianalisis, terlebih dahulu ditetapkan kriteria inklusi dengan skema PICO yang dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Kriteria Inklusi Publikasi dengan Skema PICO Parameter Kriteria Inklusi Publication Berupa artikel, prosiding, skripsi/tesis/disertasi Intervention Model pembelajaran IMPROVE Comparator Pembelajaran konvensional atau model lainnya Outcome Kemampuan matematis Selain itu rentang tahun hasil penelitian dibatasi selama 10 tahun terakhir yakni 2015 Publikasi yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis kelayakannya menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) yang diuraikan prosesnya dalam Gambar 1. Gambar 1. Diagram Alir PRISMA Berdasarkan diagram pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa penelitian yang diekslusi berdasarkan judul sangat signifikan yakni sebanyak 120. Hal ini disebabkan oleh nama model pembelajaran IMPROVE seringkali memberikan hasil yang keliru dalam aplikasi pencarian dari sumber berbahasa Inggris yang mengandung unsur AomeningkatkanAo atau AopeningkatanAo. Data statistik dari publikasi yang masuk dalam kategori included kemudian akan dianalisis dengan software SPSS versi 29 untuk menghitung effect size secara umum maupun effect size berdasarkan variabel moderator yang teridentifikasi. Effect size berfungsi untuk Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 membandingkan hasil yang berasal dari pengukuran atau skala yang berbeda. Selain itu, dilakukan pula uji heterogenitas untuk menentukan apakah terdapat variabilitas hasil studi (Ilmawan, 2. Uji bias publikasi juga dilakukan untuk menentukan apakah hasil penelitian yang dipublikasikan cenderung hanya yang berdampak besar (Borenstein et al. , 2. Adapun klasifikasi kriteria effect size didasarkan Wijaya et al. dan dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Kriteria Effect Size Rentang Kriteria -0,15 O ES < 0,15 Sangat kecil 0,15 O ES < 0,40 Kecil 0,40 O ES < 0,75 Sedang 0,75 O ES < 1,10 Besar 1,10 O ES < 1,45 Sangat besar ES Ou 1,45 Luar biasa Hasil dan Pembahasan Hasil analisis effect size dari beberapa penelitian yang masuk kategori included dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Data Penelitian yang Lolos Kriteria Inklusi Serta Effect Size-nya Kemampuan Penulis Jenjang Effect size Kriteria Matematis 1 (Alzahrani, 2. Hasil belajar 2,194 Luar biasa 2 (Ananda, 2. Berpikir kritis SMA 1,185 Luar biasa Komunikasi 3 (Angellin et al. , 2. SMP 1,468 Luar biasa (Anggriani & Septian. Komunikasi SMP 0,86 Besar 5 (Apriyanti, 2. Berpikir kritis SMP 0,729 Sedang 6 (Arbi et al. , 2. Pemecahan masalah SMP 1,707 Luar biasa Prosedural 7 (Aziz, 2. SMA 0,514 Sedang Conceptual 8 (Aziz, 2. SMA 1,08 Besar 9 . Noban, 2. Hasil belajar SMA 0,41 Sedang (Febriyana & Suyitno. Literasi matematis SMP 1,021 Besar 11 (Fitriana et al. , 2. Pemecahan masalah SMP 2,298 Luar biasa 12 (Gu & Lee, 2. Hasil belajar SMA 0,745 Sedang Representasi 13 (Gumilar et al. , 2. SMP 1,906 Luar biasa 14 (Gustina, 2. Pemecahan masalah SMA 0,69 Sedang Sangat 15 (Jayanti et al. , 2. Pemecahan masalah SMP 1,16 16 (Muhalizah, 2. Hasil belajar SMP 0,915 Besar Komunikasi Sangat 17 (Mulyati, 2. SMP 1,041 Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 ISSN 2776-8872 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Penulis . nztyrk, 2. (Pasaribu, 2. Kemampuan Matematis Hasil belajar Pemecahan masalah (Razi et al. , 2. (Serin & Korkmaz, (Sujatmiko, 2. (Sukmadirja et al. (Suprihatin et al. Jenjang Effect size Kriteria SMP 0,961 0,151 Berpikir kritis SMA 1,106 Pemecahan masalah 1,244 Hasil belajar Berpikir reflektif SMP 1,027 SMP 1,104 Besar Kecil Sangat Sangat Besar Sangat Hasil belajar SMP 0,554 Sedang (Syafitri, 2. Pemahaman SMP 0,439 Sedang (Uyun, 2. Pemecahan masalah SMP 1,151 Sangat Representasi SMP 2,017 Luar biasa Pemecahan masalah SMP 1,552 Luar biasa Reflektif matematis Berpikir kritis Effect size SMA 0,305 1,068 Kecil Besar Sangat (Yanti & Cahyani, (Yuyuny & Rahmi, (Zafirah et al. , 2. (Zaiyar, 2. 1,106 Hasil yang dipaparkan pada Tabel 4 menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat pengaruh yang sangat besar dari penerapan model pembelajaran IMPROVE tehadap kemampuan matematis siswa. Hal ini ditunjukkan dengan effect size HedgeAos g sebesar 1,106. Interpretasi yang lebih konkrit dari nilai ini yaitu 96% siswa kelas kontrol memiliki kemampuan lebih rendah dibanding siswa pertengahan . dari kelas eksperimen (Coe, 2. Selanjutnya dilakukan uji heterogenitas dilakukan dengan menganalisis parameter Tausquared dan I-squared . a ! ) dan hasil uji homogenitas melalui SPSS. Hasil pengujian tersebut dapat dilihat dalam Tabel 5. Tabel 5. Uji heterogenitas studi Parameter Nilai I (%) 0,19 Pada Tabel 5 diperoleh nilai yua ! = 0,19 sehingga H0 ditolak yang artinya effect size dari setiap studi yang dianalisis adalah heterogen. Selain itu nilai ya ! = 70,5% menunjukkan bahwa effect size penelitian primer memiliki variabilitas atau keragaman yang tinggi. Hal ini diperkuat dengan p-value dari hasil uji homogenitas yang dapat dilihat pada Gambar 2, yakni sebesar Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 0,00 yang mendukung untuk menolak hipotesis homogenitas studi, artinya hasil penelitian tersebut heterogen. Hasil uji heterogenitas berimplikasi bahwa analisis dapat dilanjutkan dengan analisis sub-kelompok melalui variabel moderator yang diidentifikasi (Borenstein et al. Cooper et al, 2. Gambar 2. Forest plot analisis effect size hasil penelitian primer Berdasarkan hasil uji heterogenitas, selanjutnya dilakukan analisis sub-kelompok effect size berdasarkan variabel moderator yang diidentifikasi yakni kemampuan matematis yang diukur perubahannya dari setiap studi serta jenjang pendidikan subjek penelitian primer. Tabel 6. Analisis Effect Size Sub-Kelompok Berdasarkan Variabel Moderator Variabel Effect Kelompok Frekuensi Kriteria Moderator Hasil belajar 0,950 Besar Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 ISSN 2776-8872 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Variabel Moderator Kemampuan Jenjang Kelompok Berpikir kritis Komunikasi Pemecahan masalah Pemahaman Representasi Berpikir reflektif Literasi Procedural Conceptual Keseluruhan SMP SMA Keseluruhan Frekuensi Effect 1,014 Kriteria Besar 1,054 Besar 1,224 0,439 Sangat besar Sedang 1,955 Luar biasa 0,730 1,021 0,514 Sedang Besar Sedang 1,080 Besar 1,066 1,115 1,152 0,748 1,626 1,066 Besar Sangat besar Sangat besar Besar Luar biasa Besar Untuk memperkuat hasil dari meta analisis dalam penelitian ini, dilakukan uji bias publikasi dengan metode Funnel Plot dan Egger Regression Test. Uji ini bertujuan untuk memeriksa apakah eksplorasi sumber primer telah dilakukan dengan seimbang atau dengan kata lain eksplorasi tidak hanya melibatkan hasil yang menunjukkan pengaruh signifikan dan menyisihkan hasil penelitian yang tidak signifikan (Shi et al. , 2. Hasil pengujian berupa diagram Funnel Plot dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Funnel plot penelitian primer Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 Analisis melalui funnel plot dilakukan dengan melihat apakah sebaran penelitian berada dalam funnel . dan apakah simetris di kedua sisi garis tengah. Akan tetapi berdasarkan Gambar 3, masih sulit untuk disimpulkan simetris atau tidak karena sebagian hasil penelitian yang ada pada sisi kanan garis tengah, berada agak jauh dari batas garis funnel . Analisis ini kemudian diperkuat dengan melakukan Egger Regression Test yang hasilnya dapat dilihat dalam Tabel 7. Tabel 7. Hasil uji Egger Regression 95% Confidence Sig. Interval Parameter Lower Upper Intersep -0,612 0,546 -1,686 0,911 Berdasarkan hasil tes tersebut diperoleh nilai signifikansi 0,546 yang artinya funnel plot tersebut simetris atau dapat disimpulkan bahwa tidak teridentifikasi adanya bias publikasi. Uji Egger Regression akurat jika penelitian primer yang dianalisis berjumlah lebih dari sepuluh tetapi perlu diperkuat dengan uji statistik lain jika tidak memenuhi syarat minimal tersebut (Furuya-Kanamori et al. , 2. Diketahui bahwa jumlah data penelitian primer yang dianalisis adalah 30, sehingga hasil Egger Regression Test dianggap telah cukup untuk menentukan Dengan demikian hasil uji bias publikasi ini menunjukkan bahwa tidak ada kecenderungan hanya studi model IMPROVE dengan hasil signifikan yang dipublikasikan, sementara studi dengan hasil nonsignifikan atau negatif tidak dipublikasi. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model IMPROVE berpengaruh sangat besar terhadap peningkatan kemampuan matematis siswa. Model pembelajaran IMPROVE yang berfokus pada peningkatan keterampilan metakognitif mampu mendukung peningkatan kemampuan kognitif siswa. Sintaks pembelajaran yang terdiri dari Introducing new concept. Metacognitive questioning. Practice. Reviewing. Obtaining mastery. Verification, dan Enrichment, memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk menggunakannya baik pada siswa tingkat dasar, menengah, maupun perguruan tinggi (Mevarech & Kramarski. Sintaks tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan metakognitif siswa melalui latihan terstruktur, refleksi diri, dan evaluasi berkelanjutan. Elemen kunci dalam model IMPROVE adalah penggunaan empat tipe self-directed metacognitive questioning yakni Comprehension questions. Connection questions. Strategic question, dan Reflection questions. Langkah ini diterapkan secara rutin yakni sebelum, pada saat, dan di akhir proses pemecahan masalah, sehingga akan membentuk mental habit yang tidak hanya berguna Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 dalam pembelajaran tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari siswa (Mevarech & Kramarski. Dengan adanya peningkatan kemampuan kognitif, siswa memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan kemampuan matematisnya. Berdasarkan paparan dari Retnawati et al. , hasil penelitian yang heterogen termasuk dalam random effect model atau effect size yang berbeda diakibatkan oleh variabilitas Dengan demikian, studi ini kemudian dilanjutkan dengan analisis sub-kelompok berdasarkan karakteristik yang diidentifikasi dari penelitian primer yang termasuk kategori included yaitu kemampuan matematis siswa dan jenjang pendidikan. Selain itu, berdasarkan analisis subjek penelitian primer, ditemukan bahwa publikasi tersebut berasal dari beberapa negara yakni Indonesia . Turki . China . , dan Arab Saudi . Hal ini menunjukkan bahwa temuan dalam penelitian ini tidak hanya berlaku dalam konteks pembelajaran lokal tetapi juga internasional. Adanya heterogenitas antarstudi dalam meta-analisis ini tidak melemahkan kesimpulan, melainkan memperkuat validitas eksternal, karena menunjukkan bahwa efek yang dianalisis konsisten di berbagai konteks dan kondisi penelitian yang berbeda (Stogiannis et al. Selanjutnya melalui analisis variabel moderator ditemukan bahwa berdasarkan pengaruhnya terhadap kemampuan matematis, model IMPROVE paling efektif pada representasi matematis dan pemecahan masalah dengan effect size berturut-turut yaitu 1,955 . uar bias. dan 1,224 . angat besa. Hal ini sejalan dengan temuan Gumilar et al. yang menyatakan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dengan pembelajaran IMPROVE lebih baik daripada siswa dengan pembelajaran konvensional. Temuan lain menyatakan bahwa model pembelajaran IMPROVE lebih efektif daripada model PBL dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa, meskipun keduanya memiliki dampak positif terhadap kemampuan metakognitif (Yanti & Cahyani, 2. Menurut Mevarech & Kramarski . , model IMPROVE lebih fleksibel dibanding model PBL karena dapat digunakan pada tipe masalah rutin maupun non-rutin. Berkenaan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Rudolph et al. menyatakan bahwa keterampilan metakognitif yang merupakan fokus dalam model IMPROVE secara substantif terkait dengan keberhasilan pemecahan masalah yang kompleks. Selain itu peningkatan keterampilan metakognitif akan berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah baik pada anak-anak maupun orang dewasa (Blummer & Kenton, 2. Penelitian lain juga menemukan bahwa keterampilan metakognitif berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan diagnostik dalam pemecahan masalah serta kewaspadaan akan potensi kesalahan (Wang et al. , 2. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian ini bahwa Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 model IMPROVE sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Analisis variabel moderator lainnya yakni jenjang pendidikan menunjukkan bahwa subjek pada tingkat pendidikan tinggi (PT) mendapat pengaruh yang sangat besar dari model pembelajaran IMPROVE dalam peningkatan kemampuan matematisnya. Hal ini ditunjukkan dengan effect size 1,626 dan termasuk dalam kategori efek luar biasa. Secara umum mahasiswa memang memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dibanding siswa karena pengalaman mahasiswa membuat mereka mampu memproses informasi secara lebih mendalam (Coertjens et al. , 2. dan menguasai kemampuan berpikir kritis (Song & Vermunt, 2. Kemampuan tersebut akan sangat membantu pada langkah Obtaining mastery karena memerlukan kemampuan kognitif yang tinggi. Selain itu berdasarkan Tyysyz et al. , mahasiswa memiliki motivasi yang lebih tinggi dalam belajar sehingga dapat lebih gigih dalam langkah Practising maupun Reviewing. Hal ini terjadi karena motivasi menumbuhkan kegigihan seseorang dalam belajar (Chen, 2. Meski demikian ditemukan pula bahwa effect size pada jenjang SMA lebih rendah daripada jenjang SD dan SMP. Temuan ini memerlukan analisis lanjutan berkenaan dengan variabel moderator lain yang mungkin berpengaruh terhadap hasil Variabel moderator tersebut antara lain cakupan materi berdasarkan objek matematika, durasi intervensi, atau variabel lain seperti pengaruh kemampuan awal siswa yang dapat dianalisis melalui n-gain kelas eksperimen dan kontrol. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil meta-analisis yang telah dilakukan terhadap sejumlah studi terkait penerapan model pembelajaran IMPROVE, ditemukan bahwa model ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan kemampuan matematis peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai effect size keseluruhan sebesar 1,106, yang termasuk dalam kategori sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum, model IMPROVE efektif dalam meningkatkan kemampuan matematis. Analisis lebih lanjut terhadap variabel moderator mengungkapkan bahwa efektivitas model IMPROVE paling menonjol pada tingkat pendidikan tinggi. Ini mengindikasikan bahwa model ini sangat sesuai diterapkan pada mahasiswa, yang umumnya memiliki kapasitas kognitif dan metakognitif yang lebih berkembang. Selain itu, model IMPROVE terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis, yang merupakan aspek penting dalam memahami dan menyelesaikan masalah matematika secara konseptual maupun visual. Secara keseluruhan, hasil analisis ini memberikan bukti kuat bahwa model pembelajaran Vol. 5 No 2. Tahun 2025, hal. 758 Ae 775 JRIP: Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran ISSN 2776-8872 IMPROVE dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif bagi pendidik dalam meningkatkan kemampuan matematis peserta didik, terutama dalam konteks pembelajaran di perguruan tinggi dan untuk mengembangkan kemampuan representasi matematis. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar model pembelajaran IMPROVE diterapkan secara lebih luas, khususnya pada jenjang pendidikan tinggi, mengingat efektivitasnya yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis. Pendidik perlu diberikan pelatihan untuk memahami dan mengimplementasikan model ini secara Selain itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh model IMPROVE terhadap aspek kemampuan matematis serta pada jenjang pendidikan yang beragam, dengan tetap mempertimbangkan penyesuaian kontekstual agar implementasinya relevan dan efektif. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yakni penelusuran publikasi penelitian primer hanya berasal dari database Google Scholar. Meski demikian hasil penelusuran penelitian primer tidak hanya mencakup artikel, tetapi juga berupa tugas akhir yakni skripsi, tesis, dan disertasi. Oleh karena itu disarankan bagi peneliti berikutnya untuk menambah cakupan database lain misalnya dari Scopus dan Web of Science (WoS). Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan. DAFTAR PUSTAKA