Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Tingkat Kesejahteraan Nelayan Skala Kecil Desa Pesisir Aron Tunggai Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan Level Of Welfare Of Small-Scale Fisherman In Pesisir Aron Tunggai Village. Meukek Sub-District. Aceh Selatan District Ratno Sri Yugiat1. Teuku Amarullah1*. Rahmawati1 1 Program Studi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar *Korespondensi: amarullah@utu. Riwayat artikel Diterima: Maret 2022 Dipublikasi: Juni 2022 Keywords: Kesejahteraan Nelayan Nilai tukar Pendapatan Tangkapan Abstrak Tingkat kesejahteraan dapat diukur melalui hasil tangkapan nelayan yang diperoleh dari aktifitas melaut. Tinggi rendahnya hasil tangkapan yang didapat dipengaruhi berbagai hal seperti alat tangkap, ukuran kapal yang berbeda dan lainnya. Penelitian ini bertujuan adalah mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan kecil yang berada pada Desa Aron Tunggai Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan dengan model pendekatan analisis nilai tukar Responden dalam penelitian ini sebanyak 80 kepala rumah tangga nelayan kecil. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis data nilai tukar nelayan melalui ukuran pendapatan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata melaut nelayan yaitu sebesar Rp 3. 078 per bulan dan pendapatan dari luar kegiatan melaut sebesar Rp 878. 750,00 per bulan. Sementara total pengeluaran rumah tangga nelayan skala kecil Desa Aroen Tunggai per bulan untuk kebutuhan pangan dan non pangan sebesar Rp 1,254,000. Secara keseluruhan dari pendapatan dan pengeluaran dapat disimpulkan bahwa Nilai Tukar Nelayan (NTN) Desa Aron Tunggai > 1,85 yang bermakna bahwa keluarga nelayan skala kecil telah mampu memenuhi kebutuhan dasar dan berpotensi untuk memenuhi sekunder keluarga nelayan. Abstract The level of welfare can be measured through fishermenAos catches from fishing activities. The level of catches obtained is influenced by various things such as fishing gear, different ship sizes, and others. This study aims to determine the welfare level of small fishermen in Aron Tunggai Village. Meukek District. South Aceh Regency with a fishing exchange rate analysis approach model. Respondents in this study were 80 heads of small fishing households. This research is a quantitative descriptive study with the method of analyzing fishermen's exchange rate data by measuring fishermen's income. The results showed that the average income of fishermen going to sea was IDR 3,239,078 per month and income from outside fishing activities was IDR 878,750. 00 per month. Meanwhile, the total monthly expenditure of small-scale fishing households in Aroen Tunggai Village for food and non-food needs is IDR 1,254,000. Overall, from income and expenditure, it can be concluded that the Fishermen's Exchange Rate (NTN) in Aron Tunggai Village is > 1. 85, which means that small-scale fishing families have been able to meet their basic needs and have the potential to meet the secondary needs of fishermen's families. Cara sitasi : Yugiat. Amarullah. , & Rahmawati. Tingkat kesejahteraan nelayan skala kecil Desa Pesisir Aron Tunggai Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Perikanan Terpadu, 4. , 8-13. PENDAHULUAN Nelayan merupakan masyarakat yang umumnya bermukim dekat dengan kawasan pesisir dengan kondisi sosial ekonomi rata rata rendah sehingga identik dengan kemiskinan (Kobi & Hendra, 2. Potensi sumberdaya manusia serta faktor lingkungan merupakan penyebab utama masyarakat nelayan Menurut Sudarmo et al. beberapa permasalahan kompleks yang dihadapi nelayan skala kecil yaitu penurunan hasil tangkapan, perubahan kawasan pesisir, masalah kelangkaan bahan bakar, urbanisasi, semuanya memberi tekanan terhadap kawasan pesisir. Kehidupan masyarakat nelayan mendominasi pesisir yang sangat menggantungkan kehidupannya pada sumberdaya laut menjadikan laut sebagai sumber pencaharian utama dimana sebagian besar nelayan tergolong masih nelayan skala kecil, hal ini juga yang menjadikan nelayan masuk dalam kelas Kesejahteraan merupakan isu penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Nelayan kecil sangat rentan terhadap kemiskinan, salah Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X satunya merupakan dampak dari tingkat pendapatan yang sangat bergantung pada tingkat tangkapan . yang bersifat musiman. Sumber mata pencaharian utama sebagai nelayan skala kecil sering kali berbenturan dengan jenis tangkapan, tingkat harga, kualitas dan kuantitasnya. Ciri dari keluarga nelayan lokal yang menonjol di antaranya kerentanan terhadap kemiskinan, status sosial, ketiadaan sumber pendapatan lainnya menambah beban ekonomi, kepercayaan lembaga pemodalan yang rendah, moderenisasi yang lambat, dan pengetahuan pasar dan pemasaran yang rendah sehingga berdampak langsung rendahnya fungsi sistem sosial dan ekonomi setempat, nelayan lokal yang identik stigma dengan tingkat kesehatan dan pendidikan yang rendah serta kemunduran sumberdaya utama mata pencaharian . awasan pesisir dan pulau-pulau kecil sekita. sebagai pilar utama pembangunan nasional secara agresif menambah masalah kesejahteraan nelayan (Kusnadi, 2. Kesejahteraan sangat bersifat kompleks dan terus berkembang indikator-indikator penilaiannya namun indikator pendapatan merupakan salah satu faktor ekonomi yang mudah diamati untuk menilai tingkat kesejahteraan suatu keluarga dari kelompok masyarakat tertentu. Supartono et al . dalam Kusuma et al. berpendapat bahwa secara ekonomi tingkat kesejahteraan dapat diamati melalui variasi ekonomi dalam masyarakat yang tercermin dari tingkat pendapatan kelompok masyarakat tersebut. Sejauh ini Nilai Tukar Nelayan (NTN) merupakan salah satu metode sederhana dalam menakar kemampuan ekonomi keluarga nelayan dari aktifitas melautnya, nilai tukar nelayan yang diartikan sebagai rasio pembanding antara harga yang dibayar dan nilai yang diterima oleh nelayan keluarga nelayan. Profesi nelayan merupakan mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat Desa Aron Tunggai, hal ini terjadi didasari beberapa alasan yang kuat antara lain meliputi kondisi geografis yang berbatas langsung dengan laut, generelisasi profesi keahlian sebagai nelayan tidak menuntut keahlian . arisan secara temuru. , rendahnya peluang kerja yang baru, sehingga kelompok masyarakat nelayan kecil Desa Aron Tunggai didominasi kelompok sosial nelayan yang telah terkulturasi dengan stigma nelayan serta gambaran Desa Aron Tunggai sebagai pedesaan pesisir yang terbelakang akses penyerapan teknologi, terisolasi dari peluang non perikanan, terkekang dalam kelemahan ekonomi dan kemampuan individu berdampak pada ketergantungan sumberdaya laut sebagai nafkah utama anggota keluarga nelayan. Hal ini menjadi ukuran tingkat kesejahteraan nelayan Desa Aron Tunggai, sederhananya dalam waktu tertentu dapat digunakan sebagai alat analisis penilaian aktifitas ekonomi berhubungan dengan tingkat nilai tukar nelayan yang mencerminkan kesanggupan ekonomi nelayan. Dalam penerapan konsep nilai tukar berasumsi bahwa semua hasil yang diperoleh dari satu kegiatan produktif tertentu misalnya melaut mengalami transaksi keluar sektor tersebut, dengan maksud untuk memperoleh barang-barang usaha produktif ataupun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga yang meliputi pangan dan non pangan (Ustriyana, 2. Nilai tukar yang dimaksud adalah nilai tukar nelayan (NTN), yang secara sedarhana nilai tukar nelayan merupakan alat menakar tingkat kesejahteraan keluarga nelayan, yang sekaligus menjadi gambaran kemampuan pemenuhan dasar keluarga nelayan (Mumu et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan Desa Aron Tunggai Kecamatan Meukek, mengetahui faktor yang menghambat tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan skala kecil Desa Aron Tunggai. METODOLOGI Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif Deskripsi kuatitatifa dilakukan untuk menganalisis pendapatan dan tingkat kesejahteraan nelayan Skala kecil Desa Aron Tunggai berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Bersifat studi kasus karena penelitian ini spesifik untuk nelayan Skala kecil yang ada di Desa Aron Tunggai Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian yang dilakukan selama satu bulan (Oktober 2. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pertimbangan Desa Aron Tunggai merupakan wilayah ketergantungan infrastuktur perikanan terhadap wilayah sekitarnya. Populasi penelitian ini adalah semua nelayan skala kecil Desa Aron Tunggai sebanyak 100 kepala keluarga, teknik penarikan sampel menggunakan simple random sampling, pendekatan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan secara survei lapangan, yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi pendapatan nelayan dari kegiatan melaut, pendapatan diluar kegiatan melaut, biaya variabel nelayan dan tingkan kebutuhan pangan serta non pangan. Pengambilan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara terukur. Karena penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang pemecahan Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X masalah terkini melalui pengumpulan, penyusunan, menganalisis, menginterprestasikan data serta menarik kesimpulan dalam bentuk tertulis yang sistematis atas objek yang diteliti (Nasir, 1. Sementara analisis data terdiri dari analisis pendapatan melaut, pendapatan rumah tangga dari kegiatan non melaut, total pendapatan rumah tanga nelayan, pengeluaran rumah tangga nelayan, dan nilai tukar nelayan. Keterangan: EFt (R. = total pengeluaran nelayan kegiatan produksi Pendapatan Nelayan Usaha Perikanan (TKF) EKt = total konsumsi keluarga nelayan (R. = periode tertentu TKF=RMP-TBOMPa. Yft = total pendapatan nelayan dari usaha perikanan (R. YNft = total pendapatan keluarga nelayan kegiatan lainnya (R. Keterangan: TKF = pendapatan total usaha melaut (Rp/bula. RMP = penerimaan hasil usaha melaut (Rp/bula. NTN > 1 kemampuan ekonomi nelayan kecil telah cukup memehuhi kebutuhan dasar keluarga berpeluang untuk memenuhi kebutuhan sekunder keluarga. TBOMP = biaya produksi melaut (Rp/bula. Pendapatan rumah tangga nelayan non perikanan (RRTL) RRTL=RABK RNFa. Keterangan: RABK = pendapatan sebagai buruh, bertani, dll (R. = pendapatan non perikanan (R. Total Pendapatan Rumah Tangga Nelayan (IRT) IRT=TKF RRTLa Keterangan: IRT = total pendapatan nelayan (R. TKF = pendapatan hasil melaut (R. RRTL = pendapatan rumah tangga no perikanan (R. Pengeluaran Rumah Tangga (PRT) PRT=PPGN PNPGNa PRT NTN < 1 tingkat kesejahteraan kecil sangat rendah atau tidak mampuh memenuhi kebutuhan pokok. Definisi Operasional Variabel RRTL = pendapatan rumah tangga non perikanan (R. RNF NTN = 1 hanya mampuh memenuhi biaya produksi nelayan dan kebutuhan perimer. = total pengeluaran rumah tangga (Rp/bula. PPGN = pengeluaran pokok pangan (Rp/bula. PNPGN = pengeluaran pokok non pangan (Rp/bula. Nilai Tukar Nelayan (NTN) Basuki dkk . dalam Ethan Yapanani et al . , suatu nilai tukar nelayan pada waktu tertentu dapat diketahui dengan pendekatan matematis sebagaimana persamaan berikut: AnNTNA_t=Y_t/E_t a = YFt YNFt = EFt EKt Nelayan kecil merupakan penduduk desa Aron Tunggai yang matapecaharian utamanya melakukan penangkapan ikan di laut, baik yang memiliki aset perahu dan motor penggerak < 10 PK, maupun nelayan Keluarga nelayan adalah keluarga anggota keluarga utama nelayan dan sedikitnya kepala keluarga merupakan nelayan tangkap skala kecil. Pendapatan hasil melaut adalah pendapatan yang diterima oleh keluarga nelayan dari hasil melaut dengan menggunakan aset rumah tangga yang dimilikinya. Pendapatan nelayan non perikanan adalah pendapatan yang diterima oleh keluarga nelayan selain dari kegiatan melaut . uruh, bertani, dan berdagan. Pengeluaran pokok pangan merupakan pengeluaran yang dilakukan oleh keluarga nelayan untuk memenuhi kebutuhan pangan anggota keluarga nelayan. Pengeluaran non pokok bangan merupakan pengeluaran pokok untuk kebutuhan dasar non pagan yang meliputi kesehatan, pendidikan anak, transportasi dan lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Persoalan sosial ekonomi daerah pesisir, terutama derajat sosial ekonomi masyarakat nelayan masih memerlukan upaya yang tepat dan optimal. Tingkat kesejahteraan nelayan skala kecil di kawasan pesisir diharapkan dapat memberikan kontribusi yang Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X kontruktif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi wilayah berkelanjutan khusunya dalam bidang Nelayan kecil Desa Aron Tunggai merupakan kelompok masyarakat nelayan skala kecil yang dilihat berdasarkan kapal yang < 5 GT, dengan peralatan tangkap konvensional dominan pada alat tangkap pancing. Secara keseluruhan penduduk Desa Aron Tunggai sebanyak 200 kepala rumah tangga. Sementara yang memiliki profesi sebagai nelayan adalah sebanyak 100 kepala rumah tangga. Analisis Pendapatan Rumah Tangga Nelayan Desa Aron Tunggai Berikut adalah total pendapatan nelayan yang diukur melalui hasil tangkapan dan harga jual. Namun terlebih dahulu menghitung biaya melaut atau biaya variabel. Biaya variabel nelayan skala kecil Desa Aron Tugai terdiri dari perbekalan dan bahan bakar dengan total biaya sebesar Rp 52. 187 per trip, dengan rincian perbekalan sebanyak Rp 29. 125 per trip dan bahan bakar Rp 23. 062 per trip dengan jumlah sebanyak 5 trip per minggu. Hasil tangkapan rata rata sebanyak 144,26 kg perbulan dengan harga 29. 300 per kg, dengan biaya produksi per bulan Rp 1. dengan nilai total produksi yang didapat nelayan Desa Aron Tungai rata rata sebesar Rp 4. 016 per bulan, dengan atau tingkat pendapatan nelayan di desa Aron Tunggai Kecamatan Meukek dari hasil melaut sebesar Rp Hasil ini didapat dari pengurangan nilai produksi dengan biaya produksi per bulan. Pendapatan total rumah tangga nelayan skala kecil Desa Aron Tunggai berasal dari pendapatan usaha penangkapan atau tingkat pendapatan nelayan Desa Aron Tunggai Kecamatan Meukek dari hasil melaut sebesar Rp Pendapatan nelayan ini tidak selalu sama karena bergantung dari jumlah tangkapan yang diperoleh di setiap trip penangkapan dan juga musim. Sumber penerimaan lainnya keluarga nelayan . i luar kegiatan melau. terdiri dari kegiatan bertani, berdagang, dan sebagai tukang . uruh kasar kontruks. , dari total 80 responden 61 orang memiliki penghasilan tambahan dari kegiatan bertani, 12 sebagai pedagang kecil-kecilan, dan tukang sebanyak 7 orang. Dengan rata-rata pendapatan per bulan dari kegiatan bertani sebesar Rp 896. Nelayan dengan kegiatan sebagai tukang rata-rata pendapatannya sebesar Rp 821. Sementara jenis kegiatan berdagang hanya mampu memberikan pendapatan tambahan sebesar Rp 800. per bulan. Tambahan pemasukan keluarga nelayan skala kecil diluar kegiatan melaut sebagian besar berasal dari istri nelayan. Istri nelayan utamanya memiliki pekerjaan dagang dan bertani . uruh tan. Nelayan umumnya hanya bergantung pada aktivitas melaut sehingga istri nelayan memiliki peranan penting dalam berkontribusi dalam tambahan pendapatan rumah tangga nelayan. Selain dari tambahan pendapatan istri sebagian nelayan skala kecil juga memiliki pekerkjan sampingan sebagai buruh lepas . uruh banguna. ketika kondisi alam atau laut sedang tidak baik. Nelayan biasanya akan akan keluar untuk mencari pekerjaan sebagai buruh kasar Sumber pendapatan diluar kegiatan melaut ini bagi keluarga nelayan kecil merupakan upaya produktif untuk menciptakan sumber peluang trambahan pendapatan ekonomi bagi keluarganya yang bertujuan untuk memperbaiki tingkat pendapatan keluarga secara umum. Pendapatan nelayan kecil dibagai kedalam dua kategori yaitu pendapatan dari hasil melaut dan pendapatan lainnya . endapatan no perikana. , sebagaiman berikut: Tingkat pendapatan nelayan di daerah penelitian sebesar Rp 4. 828 perbulan yang terdiri dari pendapatan melaut sebesar Rp 3. dari pekerjaan lainnya sebesar Rp 878. Pola pendapatan keluarga nelayan kecil yang 79 persen merupakan hasil melaut ini menandai bahwa matapencaharian nelayan telah menjadi profesi utama untuk menunjang kebutuhan kelaurga nelayan, sementara sumber pemasukan tambahan penapatan keluarga diluar kegitan melaut menempati porsi 21 persen dari total pendapatan keluarga berpotensi sebagai sumber mata pencaharian baru bagi nelayan kecil dan keluargnya. Total Pengeluaran Rumah Tangga Nelayan Skala Kecil Desa Aron Tunggai Pengeluaran rumah tangga nelayan untuk konsumsi terdiri dari pengeluaran non pangan dan pengeluaran Pengeluaran konsumsi tersebut berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga nelayan. Pengeluaran pangan terdiri dari beras, gula, kopi, teh, dan lainnya sementara pengeluaran non pangan terdiri dari rekreasi, pendidikan, kesehatan dan lainnya bersifat tersier. Pengeluaran rumah tangga nelayan Desa Aron Tunggai untuk kebutuhan pangan rata rata sebesar Rp 000 per rumah/bulan yang terdiri dari 15 kebutuhan atau sebesar 21,52 persen dengan proporsi 6,80 persen untuk beras, 1,46 persen untuk kebutuhan daging ayam yang sebanding dengan kebutuhan komoditas sayuran. Kebutuhan pokok telur, ikan, tahu/tempeh, buah-buahan, kopi, teh, susu, dan bahan bakar memasak berkisar hanya berkisar antara 0,12-0,87 persen dari total pendapatan keluarga. Pengeluaran bahan pangan untuk gula sebesar 1,09 persen, dan Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X kebutuhan bumbu dapur sebesar 1,82 persen dari Pengeluaran lainya yang menjadi beban konsumsi keluarga nelayan dengan tingkat persentase tertinggi selain beras adalah pengeluaran untuk rokok, dimana pengeluaran ini mencapai 5,10 persen dari total pendapatan keluarga nelayan. Sementara pengeluaran non pangan rumah tangga nelayan Desa Aron Tunggai adalah sebesar Rp 000/ bulan dengan rincian pengeluaran untuk pendidikan 1,82 persen dari total pendapatan, diikuti oleh kesehatan sebesar 1,58 persen dan 1,46 persen untuk rekreasi atau hiburan diposisi keempat pengeluaran terbesar pengeluaran non pangan adalah pakaian sebesar 1,21 persen. Pengeluaran terkecil untuk kebutuhan non pangan adalah komoditas air bersih 0,80 persen dan kebutuhan akan listrik sebesar 0,97 persen. Total pengeluaran keluarga nelayan untuk kebutuhan non pangan sebesar sebesar 8,9 persen dari total pendapatan keluarga. Total pengeluaran keluarga nelayan atau rumah tangga nelayan rata rata adalah Rp 000 perbulan. Nilai Tukar Nelayan (NTN) Desa Aron Tunggai Hasil perhitungan indeks nilai tukar nelayan berdasarkan jumlah pendapatan nelayan, jumlah pendapatan sampingan, pengeluaran melaut dan pengeluaran konsumsi rumah tangga didapatkan bahwa Nilai Tukar Nelayan (NTN) Desa Aron Tunggai > 1,85. Ethan Yapanani et al. ,( 2. menjelaskan bahwa nilai tukar nelayan > 1 mencerminkan bahwa nelayan dapat memenuhi kebutuhan primernya serta berpeluang untuk mencukupi kebutuhan skunder keluarnganya. Berdasarkan hasil analisis data pada tabel di atas disimpulkan bahwa keluarga nelayan kecil di desa Aron Tunggai telah mampuh memenuhi kebutuhan dasar dan berpotensi untuk memenuhi sekundernya. Kondisi realita dilapangan menggambar tingkat kesejahteraan keluarga nelayan yang sangat relatif, terutama akibat ketiadaan akses yang memadai terhadap pemodalan, kualitas sumber daya manusia . enyerapan teknologi yang rendah dan lambat pada peralatan produks. , budaya hidup yang konsumtif, sehingga dalam kegiatan produksi nelayan kecil sangat bergantung pada kondisi alam, sehingga semakin tinggi produksi yang diperoleh secara individu oleh seorang nelayan maka kemungkinan besar tingkat kesejahteraan keluarganya semakin baik. Proporsi pengeluaran non pangan keluarga nelayan sebesar 29 persen dari total pengeluaran nelayan kecil dan pengeluaran pangan mengambil porsi 71 persen dari total pengeluaran pangan dan non pangan. Dibanding dengan biaya produksi . iaya variabel melau. yang mencapai 80 persen dari pengeluaran pangan dan non pangan keluarga nelayan kecil, hal ini membuktikan bahwa biaya perbekalan dan bahan bakar dalam kegiatan melaut merupakan salah satu beban pengeluaran terbesar dalam rumah tangga nelayan kecil Desa Aron Tunggai. Kondisi tersebut sesuai dengan penelitian Sari et al. dimana tingkat kesejahteraan keluarga nelayan dari faktor internal masih didominasi keterbatasan sumberdaya dalam upaya optimalisasi produktivitas, . endidikan, umur dan modal berusaha atau modal operasiona. , sementara dari ekternalnya tingkat kesejahteraan nelayan skala kecil terhambat oleh kurangnya perhatian khusus pemerintah daerah terhadap kesinambungan produksi tangkapan nelayan, baik upaya pembentukan aset fisik nelayan skala kecil atau pun kepercayaan terhadap pemodalan maupun bantuan ynag bersifat non materil yang menunjang hasil tangkapan dari nelayan. Beberapa permasalahan yang dihadapi nelayan Desa Aron Tunggai diantaranya sukarnya akses pemodalan untuk menujang tingkat produktivitasnya, kurangnya akses pekerjan lainnya, serta infrastuktur perikanan yang kurang berpihak pada nelayan kecil dalam hal peningkatan skala produksi. Selain itu akses posisi tawar ekonomi dan politik nelayan sangat rendah sebagai akibat dari rendahnya tinggkat sumber daya yang dimilikinya. Kondisi ini berdampak pada kerelatifan yang curam terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan skala kecil Desa Aron Tunggai. KESIMPULAN Tingkat pendapatan per bulan nelayan kecil Desa Aron Tunggai sebesar dari hasil melaut sebesar Rp 078 per bulan. Rata-rata produksi per bulan hasil tangkapan nelayan sebesar Rp 4. 016, dengan biaya produksi per bulan sebesar Rp 1. 938 pada tingkat harga Rp 29. Rata-rata tingkat pendapatan nelayan dari kegiatannya diluar kegiatan melaut sebesar Rp 750 per bulan. Pengeluaran pangan rumah tangga nelayan per bulan sebesar Rp 886. 000 atau 21,52 persen dari total pendapatan nelayan perbulan. Pengeluaran non pangan untuk kebutuhan pokok sebesar Rp 368. 000 perbulan atau sebesar 8,9 persen dari pendapatan keluarga nelayan perbulan. Nilai tukar nelayan skala kecil Desa Aron Tunggai diketahui sebesar 1,85, yang bermakna bahwa nelayan telah mampu mencukupi kebutuhan perimer dan skundernya dan berpotensi mencukupi kebutuhan Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Dalam rangka meningkatkan taraf hidup nelayan kecil diharapkan adanya pelaksanaan program pemerintah yang dapat memberikan dorongan secara materil maupun non materil bagi rumah tangga Program tersebut seperti akses terhadap pemodalan yang dapat membantu kegiatan melaut nelayan skala kecil. Selain itu juga adanya bentuk kelembagaan yang berorentasi keberagaman produk turunan dari hasil tangkapan nelayan skala kecil Desa Aron Tunggai Kecamatan Meukek sehingga nelayan akan lebih variatif dalam memanfaatkan produksi Nelayan membutuhkan suatu kelembagaan yang berorentasi pada keberlangsungan sumberdaya perikanan untuk memperbaiki tingkat pendapatan dan pengeluaran yang berdampak pada peningkatan tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan Sari. Ridwan. , & Yusnida. Jurnal Ekonomi Dan Perencanaan Pembangunan (Jep. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Bengkulu Ketua Penyunting. Juurrnnaall Ekonomi Danperencanaan Pembangunan (Jep. , 6. , 15Ae32. Http://Repository. Unib. Ac. Id/11569/1/Jepp. Pdf Sudarmo. Baskoro. Wiryawan. Wiyono, , & Monintja. Social Economics Characteristics Of Coastal Small-Scale Fisheries In Tegal City Indonesia. International Journal of Scientific & Technology Research, 4. , 85Ae88. Ustriyana. Model Dan Pengukuran Nilai Tukar Nelayan (Kasus Kabupaten Karangase. Soca: Socioeconomics Of Agriculture And Agribusiness, 7. DAFTAR PUSTAKA