Al Marhalah Volume. No. 2 November 2025 P-ISSN 0126-043X E-ISSN 27162-400 PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI MELALUI PEMBIASAAN JUMAT TAKWA SISWA DI SDN 5 KOMET BANJARBARU Nurhidayani1. Aunia Ulfah2. Tri Yonisa3. Fitriani Aspahani4 Universitas Sapta Mandiri Paringin Email: nurhidayani@univsm. Universitas Sapta Mandiri Paringin Email: auniaulfah@univsm. Universitas Sapta Mandiri Paringin Email: triyonisa91@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam Al Jami Banjarmasin Email: fitrihani1506@gmail. ABSTRACT This study explores the role of religious upbringing in shaping Islamic character among students in schools. By examining the integration of religious practices into daily routines , the study aims to understand how consistent exposure to religious teachings influences the development of Islamic values and behaviour . Through a comparative analysis of educational approaches in Indonesia, this research investigates the methods employed to instill religious values within the school Findings suggest that a combination of curriculum content,extracurricular activities, and teacher-student interactions significantly contribute to the cultivation of Islamic character. The study underscores the importance of incorporating religious teachings into educational frameworks to foster a strong foundation of Islamic ethics and morality among students. Keyword: Islamic. Character. Upbringing ABSTRAK Studi ini mengeksplorasi peran pembiasaan keagamaan dalam membentuk karakter islami dikalangan siswa di sekolah. Dengan mengkaji integrasi praktik kegamaan kedalam rutinitas harian, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana paparan yang konsisten terhadap ajaran agama memengaruhi perkembangan nilai Ae nilai dan perilaku islami. Melalui analisis perbandingan pendekatan Pendidikan di Indonesia, penelitian ini menyelidiki metode yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai agama dalam lingkungan sekolah. Temuan menunjukan bahwa kombinasi konten kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler,dan interaksi guru-siswa secara signifikan berkontribusi terhadap Studi mengintegritasikan ajaran agama kedalam kerangka Pendidikan untuk membentuk pondasi yang kuat terhadap etika dan moral islami dikalangan siswa. Kata Kunci: Islami. Karakter. Pembiasaan 204 | Al Marhalah Pembentukan Karakter Islami Melalui Pembiasaan Jumat A PENDAHULUAN Pendidikan karakter saat ini belum bisa memenuhi harapan masyarakat, terlihat dari kondisi moral generasi muda yang tidak begitu baik. Selain itu, sering kali sekolah menghadapi berbagai masalah, seperti siswa melanggar peraturan sekolah, tidak mengerjakan tugas, terlambat datang, dan tidak menghormati guru. Semua hal itu terjadi karena hilangnya sikap dan karakter baik siswa (Nur Ainiyah, 2013:. Menurut Thomas Lickonaa, karakter dapat dibagi menjadi tiga bagian yang saling terkait, yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Seorang manusia yang baik adalah orang yang tahu apa yang benar, ingin melakukan apa yang benar, dan benar-benar melakukan apa yang benar. Kebiasaan berpikir, kebiasaan dalam hati, serta kebiasaan dalam berbuat (Nur Ainiyah, 2013:. Pendidikan karakter manusia tentunya selalu menjadi isu yang menarik untuk dibahas dimulai dari cara diberlakukannya pendidikan baik bersifat nasional pada semua jenjang yang diawali pendidikan tingkat sekolah dasar. Menurut E. Mulyasa bahwa pendidikan karanter menjadi sangat penting karena didalamnya ada cara membentuk generasi yang berkualitas. Pendidikan karakter menjadi sesuatu yang sangat penting untuk membentuk generasi yang Sesua karena bahwasanya tujuan pendidikan karakter untuk meningkatkan kualitas dalam proses dan hasil pendidikan yang mengarah kepada pembentukan karakter serta akhlak mulia peserta didik yang bersifat secara utuh, terpadu dan seimbang, sebagaimana takaran standar kompetensi lulusan pada setiap tingkat satuan pendidikan. Kepribadian anak yang cerdas, baik dalam perilaku atau moral, serta pandai dan selalu mengingat Allah SWT dimanapun dan kapanpun tentunya terbentuk dengan cara yang tidak lah mudah. Menngingat perkembangan zaman sekarang ini yang semuanya dapat terpenuhi dengan mudah juga dapat memberikan pengaruh kepada anak-anak yang tergolong masih berumur labil untuk meninggalkan kewajiban atas dirinya. Sehingga sekolahsekolah banyak prihatin dan memikirkan solusi untuk masalah ini yaitu dengan membuat program-program religius di sekolah. Makna pendidikan karakter yaitu upaya pendidikan yang memiliki tujuan dapat membentuk sifat dan perilaku seorang manusia menjadi lebih baik. Pada bidang pendidikan, pembentukan karakter pada generasi muda merupakan tanggung jawab yang tidak bisa diremehkan. Sebagaimana dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 terkait sistem Pendidikan Nasional. Bahwa tujuan pendidikan nasional sudah tertulis secara jelas yang dituliskan dalam pembelajaran-pembelajaran pembentukan karakter peserta didik. Adapun pendidikan karakter itu sendiri merupakan proses dalam membentuk nilai-nilai karakter setiap individu di sekolah yang meliputi pengetahuan, kesadaran dan tindakan yang di dalamnya juga terdapat prinsip keTuhanan yang Maha Esa, pada diri sendiri ataupuin orang lain serta lingkungan maupun kebangsaan. Walaupun sebenarnya hal ini bukanlah hal baru, namun pada dasarnya sangat memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia. Hal ini dapat menjadi pedoman dalam berpikir, berperilaku peserta didik untuk pondasi negara pada masa Adapun yang terjadi jika pembinaan karakter terhadap peserta didik dirasa kurang, maka tentunya akan menimbulkan kerusakan untuk diri sendiri, lingkungan sekitar serta negara. Adapun keberhasilan dinilai oleh suatu bangsa yang dilihat melalui karakter anak-anaknya yang sangat berperan penting dalam 205 | Almarhalah | Nurhidayani. Aunia Ulfah. Tri Yonisa. Fitriani Aspahani menciptakan kesejahteraan bangsa (Dewi Fitriah Khusnul Khotimah dan Nurul Latifatul Inayat, 2023:. Adapun jumat takwa berisi tentang kegiatan keagamaan seperti pembacaan surah Yasin. Sholawat Busro, sholawat Tibbil Qulub dan surah-surah pendek. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan peserta didik mampu menjadi generasi yang berakhlakul karimah. Karena kegiatan jumat takwa yang sudah dilaksanakan di SDN 5 KOMET dari 5 tahun kebelakang ini dipercaya dapat memberikan dampak positif kepada peserta didik. Hal ini menjadi kegiatan berkelanjutan karena mengingat akhir-akhir ini banyaknya fenomena yang menunjukkan krisis akhlak untuk para pelajar. Sehingga perlunya kegiatan ini tetap dilaksanakan agar dapat menekankan kepada siswa dalam pengaplikasian pembiasaan terhadap ibadah dan memiliki kepribadian yang positif. Di SDN 5 Komet Banjarbaru, peneliti menemukan adanya beberapa siswa yang masih suka berbohong. tidak bisa sholat, tidak bisa membaca Alquran, tidak hafal surah-surah pendek dan tidak sopan. Berdasarkan permasalahan tersebut, adapun upaya guru dalam membiasakan keagamaan dalam membentuk karakter islami siswa seperti pengajian rutin serta maulid yang dilakukan pada setiap pagi hari jumat, pembacaan doa, penerapan 5S (Senyum, salam, sapa, sopan, santu. , murojaah hafalan al QurAoan setiap memulai belajar, dan mengakhiri pelajaran dengan mengucap salam serta berjabat tangan ketika bertemu guru. Penelitian ini bertujuan untuk lebih memahami bagaimana pembiasaan keagamaan dapat membentuk karakter islami pada siswa di SDN 5 Komet Banjarbaru. Dalam penelitian ini, kami akan melihat bagaimana program pembiasaan keagamaan di SDN 5 Komet Banjarbaru berpengaruh dalam membentuk karakter Islami para siswanya, bagaimana dampak dari program tersebut terhadap perkembangan moral dan etika siswa, serta bagaimana siswa merespons metode pembelajaran yang digunakan. Dengan memahami lebih dalam tentang pembiasaan keagamaan dalam membentuk karakter islami di SDN 5 KOMET Banjarbaru, diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi positif dalam upaya memperkuat pendidikan karakter yang berkelanjutan dalam konteks pendidikan Islam. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat membantu membentuk generasi yang lebih berkualitas dan memiliki etika yang baik melalui pemahaman yang lebih dalam tentang cara pelaksanaan pembiasaan keagamaan dalam membentuk karakter islami siswa (Moh Nawawi and Muhammad Hufron, 2023: . METODE Penelitian yang dilakukan pada studi ini adalah metode kualitatif. Merupakan metode dengan cara penelitian yang menghasilkan data dalam bentuk deskripsi tertulis atau lisan dari orang-orang atau tindakan yang dapat diamati (Lexy J. Moeleong, 2006: . Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan dengan tujuan dapat menggambarkan semua data terkait kondisi subjek dan objek yang diteliti. Setelah itu, data selanjutnya akan dianalisis dan dibandingkan dengan situasi yang terjadi saat ini. Adapun tujuannya untuk mencari solusi dan informasi yang terjadi, sehingga juga dapat bermanfaat utk pengembangan ilmu pengetahuan dan dapat diterapkan dalam berbagai masalah. Penelitian deskripsif secara umum merupakan kegiatan yang bertujuan menggambarkan suatu peristiwa gejala secara sistematis, faktual dan penyusunan yang akurat. 206 | Al Marhalah Pembentukan Karakter Islami Melalui Pembiasaan Jumat A HASIL PEMBAHASAN 1 Karakter Islami Karakter dalam bahasa Yunani AucharacterAy dengan asal kata AucharasseinAy yang artinya mengukit corak yang tidak dapat terhapuskan dan bersifat tetap. Karakter atau yang dikenal watak merupakan sekumpulan segala tabiat manusia yang bersifat tetap dan menjadi tanda kenal khusus yang membedakan orang satu dengan yang lain. Suyanto berpendapat karakter merupakan cara berpikir dan berperilaku yang menjadikan individu memiliki ciri khas saling bekerja sama dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan Ciri karakter baik pada individu menunjukkan individu yang dapat membuat keputusan dan mampu bertanggung jawab pada akibat tersebut (Daryanto dan Suryatri Darmiatun, 2013:. Adapun karakter dalam Islam yang dikenal dengan istilak Akhlak terbagi menjadi karakter mulia . khlakul karima. dan karakter tercela . khlakul Sedangkan dalam ruang lingkupnya dibagi pada dua bagian, yaitu karakter terhadap Allah dan makhluk. Karakter terhadap makhluk dijelaskan menjadi beberapa macam, karakter terhadap sesama manusia, terhadap tumbuhan dan hewan serta karakter dengan alam. Hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan beberapa guru serta tempat yang di observasi dalam pembentukan karakter islami melalui pembiasaan jumAoat takwa siswa di SDN 5 Komet Banjarbaru adalah karakter islam siswa terhadap Allah dan Rasul-Nya, karakter islam terhadap diri sendiri, karakter islami kepada sesama manusia . eluarga, tetangga maupun masyaraka. , serta karakter islami pada lingkungan meliputi . ewan, tumbuhan, alam sekita. Adapun kegiatan karakter islami melalui pembiasaan jumat takwa yang dibentuk, sebagai berikut: Karakter Islami terhadap Allah dan Rasul-Nya Karakter islam kepada Allah dibentuk dengan melalui pembiasaan membaca Al-quran yang dimulai dengan surah-surah pendek serta pembacaan sholawat-sholawat kepada Nabi Muhammad saw yang di dalamnya terisi memujimuji dan dibaca secara berulang-ulang yang lama kelamaan siswa menjadi terbiasa dengan bacaan-bacaan tersebut dan hafal. Hal ini sebagaimana teori bahwa islam menjadikan akidah sebagai fondasi syariah dan akhlak. Oleh sebab itu, karakter yang awal-awal dibangun oleh seorang muslim adalah karakter terhadap kepada Allah. Hal ini dapat dilakukan dengan bertauhidu, menaati perintah Allah dengan bertaqwa, ikhlas dalam semua amal sebagaimana terdapat pada QS. AdDzariat ayat 56. Ali-Imran ayat 32. AlBayyinah ayat 5. Berikut firman Allah dalam QS. Ad-Dzariat ayat 56. Melalui ayat diatas menjelaskan bahwa manusia dan jin merupakan hamba yang diciptakan Allah, sehingga sdh seyagyanya manusia dan jin memiliki perilaku sama dengan posisinya yang selalu taat dan mengabdi kepada penciptanya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karakter Islami kepada Diri Sendiri Karakter islami yang dibentuk melalui kegiatan pembiasaan jumat takwa juga terdapat karakter terhadap diri sendiri. Adapun pembiasaan jumat takwa diantaranya dengan penerapan 5S (Senyum. Sopan . Santun . Sapa . Sala. siswa menjadi pribadi yang dari pakaian dan perkataan sopan, terbiasa menyapa dan 207 | Almarhalah | Nurhidayani. Aunia Ulfah. Tri Yonisa. Fitriani Aspahani mengucapkan salam yang di dalamnya terdapat doa saling mendoakan antara diri sendiri dengan orang yang ditemui. Hal ini salah satu cara membentuk kepribadian siswa agar memiliki akhlak yang karimah. Hal ini sebagaimana teori bahwa karakter pada diri sendiri dapat dilakukan dengan memelihara kesucian lahir batin, memelihara kerapihan, menambah pengetahuan, dan lainya. Karakter tersebut sebagaimana dapat dilihat dalam QS. Al-AAoraf : 31. Melalui ayat di atas dijelaskan bahwa cara seseorang memperlakukan dirinya sendiri. Dengan menggunakan pakaian yang indah tiap sekali akan memasuki mesjid untuk menjalankan ibadah. Dan dianjurkan untuk makan dan minum tidak berlebihan dan secukupnya saja. Keduanya dengan jelas juga disebutkan dalam al-quran bahwa itu merupakan karakter terhadap diri sendiri. Namun demikian, karakter terhadap diri sendiri selalu berpegangan terhadap karakter kepada Allah dan Rasul-nya. Karakter Islami kepada Sesama Manusia (Keluarga. Tetangga Ataupun Masyaraka. Karakter islami terhadap sesama manusia yang dibentuk melalui penyampaian ceramah agama yang materi dalam ceramah tersebut dikaitkan dengan cara menjalin hubungan baik dan menjaga adab dengan sesama makhluk hidup seperti dengan orang yang lebih tua dan sesama teman serta selalu bertutur kata lemah lembuh terkhusus pada orang tua dan guru. Hal ini sebagaimana teori bahwa berbakti kepada orang tua, hormat dengan orang yang lebih tua, bertutur kata lemah lembuh, bergaul dengan menjalin hubungan baik, memberi nafkah dengan sebaik-baiknya dan mematuhi pimpinan merupakan karakter islami terhadap sesama manusia dalam lingkup keluarga, tetangga, dan masyarakat. Hal ini salah satunya dapat dilihat dalam QS Al-Isra ayat 23. Ayat di atas jelas menerangkan bagaimana seharusnya akhlak seorang anak terhadap orang tuanya. Seorang anak seharusnya menjalin hubungan yang baik dengan orang tuanya, berkata yang baik dan sopan, serta tidak membentak orang tua walau hanya sekedar mengucap kata AuahAy. Karakter Islami kepada Lingkungan (Hewan. Tumbuhan. Alam Sekita. Karakter islami terhadap lingkungan yang meliputi hewan, tumbuhan dan alam sekitar dibentuk melalui kegiatan jumat bersih yang dilakukan secara terjadwal untuk siswa kelas 1-6 dengan kegiatannya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan cara menyapu, membersihkan sampah dan merapikan tanaman-tanaman yang ada dilingkungan sekolah. Hal ini dilakukan agar karakter islami siswa terhadap lingkungan terbentuk dengan terbiasa menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya dan membuat keindahan alam sekitar. Hasil penelitian diatas sejalan dengan teori bahwa karakter islami terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan cara menjaga dan tidak melakukan kerusakan pada lingkungan, selain mengatur terkait menjaga hubungan dengan Allah dan Rosul-Nya, diri sendiri dan juga dengan orang, islam juga mengatur karakter seorang muslim dengan lingkungan. Jelas islam secara tegas melarang seorang mukmin membuat kerusakan di bumi. Sehingga sudah seharusnya ia menjaga dan melestarikan bumi ciptaan Allah tempat berpijak. Seperti yang tertera di dalam S Al-AAoraf ayat 56 (Made Saihu, 2012: . Berdasarkan ayat diatas dapat dipahami bahwa manusia dituntut untuk memiliki karakter islami yang tidak hanya kepada Allah, diri sendiri dan orang 208 | Al Marhalah Pembentukan Karakter Islami Melalui Pembiasaan Jumat A lain saja. namun juga kepada lingkungan sekitar dengan selalu menjaga kebersihan dari sampah-sampah berserakan dan tidak melakukan kerusakankerusakan. 2 Pembiasaan Jumat Takwa Pembiasaan adalah kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi sebuah kebiasaan yang baik. Pembiasaan ini meliputi aspek perkembangan moral, nilai agama, akhlak, pengembangan sosio dan emosional serta kemandirian individu. Pembiasaan yang tekah diterapkan sejak dini dapat menjadi pengaruh positif pula pada masa depannya (Muhammad Noer Cholifudin Zuhr,2013: . Pendapat Novan Ardi Wiyana berpendapat bahwa pembiasaan sangat efektif jika diterapkan sejak anak berusia dini. Hal ini disebabkan anak usia dini memiliki jeja rekam ingatan yang sanagat kuat dan kepribadian yang belum begitu matang, sehingga dengan mudah diatur sebagai kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari (Novan Ardy Wiyani,2014:. Pembiasaan juga akan membawa kegemaran dan kebiasaan jika diterapkan sejak dini, bahkan bisa menjadi adat kebiasaan yang sulit untuk dipisahkan dari kepribadiannya (Nurul Ihsani, 2018:5. Adapun bentuk-bentuk pembiasaan sebagai berikut: Kegiatan rutin, kegiatan yang dilakukan setiap hari oleh sekolah, setiap hari seperti berbaris, berdoa, tadarus dan lain sebagainya. Kegiatan spontan, kegiatan yang dilakukan secara spontan, tanpa ada jadwal, kebijakan maupuj suruhan misalnya bertutur kata dengan sopan, meminta tolong dengan baik, menawarkan bantuan dengan baik, menjenguk teman yang sedang sakit. Pemberian teladan, kegiatan yang dilakukan dengan menjadi contoh dan memberikan contoh yang baik kepada peserta didik, seperti budaya hidup bersih, disiplin, berkata sopan santun dan berperilaku baik. Kegiatan terprogram, merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tahapan dan jadwal yang sudah diatur. Kegiatan terprogram ini meliputi kegiatan pembelajaran, seperti sholat dhuha berjamaah, sholat dzhur dan tadarus Al-qurAoan. Kegiatan ini meliputi kegiatan yang terprogram dalam kegiatan pembelajaran, misalnya sholat dhuha berjamaah, sholat dhuhur berjamaah, dan tadarus alQurAoan. Melalui hasil wawancara yang penulis lakukan dengan beberapa guru serta tempat yang dianalisa penulis melalui pembiasaan takwa dalam membentuk karakter islami di SDN 5 Komet Banjarbaru adalah bahwasanya pembiasaan jumat takwa yang sudah diterapkan dapat secara rutin dilakukan. Seperti setiap jumat pagi sebelum pembelajaran kelas dimulai melakukan sesuatu yang mendukung kemajuan karakter dan adab setiap siswa serta membiasakan siswa agar dapat selalu melakukan kebiasaan yang baik dalam agama islam. Adapun pembiasaan Jumat takwa di SDN 5 Komet Banjarbaru sebagai Pembacaan Surah-surah Pendek dan Yasin Dilaksanakan dengan pembacaan surah yasin dan sebelum pembacaan surah yasin guru yang memimpin memulai dengan membaca surah-surah pendek dari surah Ad-Dhuha hingga surah Al-Ikhlas yang diikuti oleh seluruh siswa secara berjamaah dan dilakukan dilapangan atau halaman 209 | Almarhalah | Nurhidayani. Aunia Ulfah. Tri Yonisa. Fitriani Aspahani Ceramah agama Ceramah agama yang berisikan nasihat nasihat agama serta ilmu agama yang akan diterapakan siswa dalam keseharian mereka. Adapun yang menyampaikan bukan semua guru namun hanya 1 guru dari laki laki yang telah dijadwalkan dan ditetapkan. JumAoat bersih Selain hanya ditanamkan nilai islami serta kebiasaan keagamaan pada diri siswa, para guru juga menanamkan nilai kebersihan dengan tujuan mereka terbiasa hidup bersih dan dengan tujuan melaksanakan anjuran nabi yang akan mendapatkan pahala dari melaksanakanya . JumAoat sehat. Pada JumAoat sehat para guru dan seluruh siswa wajib mengikuti senam dilapangan sekolah Bersama sama dengan dipimpin oleh guru-guru yang sudah terlatih. Penerapan 5S (Senyum. Sopan. Santun. Sapa. Sala. Penerapan 5S (Senyum. Sopan. Santun. Sapa. Sala. disekolah dengan ditanamkan pada setiap anak , dengan diterapkan 5S tersebut guru guru mengharapkan tumbuh didalam diri anak akhlak dan sifat yang baik, yang nantinya akan membawa mereka kepada masa depan yang gemilang. sudah dibuktikan ketika mereka bertemu guru mereka mengucapakan salam dan bersalaman dengan mencium tangan, hal tersebut diterapkan nya melalui para guru yang sudah menerapkan 5S tersebut. Membaca Sholawat Busro. Sholawat Tibbil Qulub dan doa sebelum Setiap pagi dihari Jumat dapat di ketahui bahwasanya mereka bukan hanya membaca surah-surah pendek namun juga membaca sholawa-sholawat yang berisikan memuji-muji Nabi Muhammad saw dengan di ulang sebanyak 3x dan terakhir membaca doa sebelum belajar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembiasaan jumat takwa diisi dengan berbagai kegiatan islami yang diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan dan siswa dilingkungan SDN 5 Komet. Hal ini tentunya merupakan kegiatan yang menjadi cara pembentukan karakter islami siswa dengan dilakukannya kegiatan ini secara terus menerus sehingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari anak. Hal ini juga tentunya di dukung dengan teori yang menyatakan bahwa pembiasaan itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Terprogram dengan jadwal yang sudah di atur pihak sekolah, sehingga seluruh warga sekolah dituntut untuk mengikutinya. Terbukti ketika siswa yang secara rutin mengikuti kegiatan ini menjadi hafal surah-surah pendek dan bacaan-bacaan sholawat lainnya melalui keaktifan mengikuti kegiatan pembiasaan tersebut. KESIMPULAN Secara umum karakter dalam persepektif Islam dibagi menjadi karakter mulia . khlakul karima. dan karakter tercela . khlakul madzmuma. Sedangkan dilihat dari ruang lingkupnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu karakter terhadap Allah dan karakter terhadap makhluk. Karakter terhadap makhluk dapat dirinci menjadi beberapa macam, seperti karakter terhadap sesama manusia, karakter terhadap tumbuhan dan hewan, serta karakter terhadap alam. 210 | Al Marhalah Pembentukan Karakter Islami Melalui Pembiasaan Jumat A Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan beberapa guru serta tempat yang dianalisa melalui pembentukan karakter islami melalui pembiasaan jumAoat takwa siswa di SDN 5 Komet Banjarbaru adalah karakter islam siswa kepada Allah dan Rasul-Nya, karakter islami kepada diri sendiri, karakter islami kepada sesama manusia . eluarga, tetangga ataupun masyaraka. , karakter islami kepada lingkungan . ewan, tumbuhan, alam sekita. Sekolah Dasar Negeri 5 Komet Banjarbaru mereka melakukan pembiasaan jumat takwa dalam pembentukan karakter islami siswa . Dalam penerapan pembiasaan jumat takwa tersbut siswa senang dalam melakukan hal tersebut karena pembiasaan tersebut diterapkan dengan sangat bagus dan siswa sangat disiplin dalam menerapkannya . Dari pembiasaan tersebut siswa siswa rajin melakukan pembiasaan-pembiasaan islami seperti hafal surah-surah pendek, sholawat-sholawat dan menjaga kebersihan baik itu dirumah maupun di sekolah. Pembiassan tersebut diterapkan pada waktu sekolah di setiap hari jumat secara rutin dimulai pada jam 07:35 pagi sampai jam 09:00 pagi dari pembiasaan tersebut akhlak siswa menjadi lebih baik dan mereka terbiasa melakukan pembiasaan-pembiasaan sebagai umat islam. DAFTAR PUSTAKA