347 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 PENERAPAN PENGATURAN PENGUNJUNG DALAM MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN DI WISATA PUREKMAS SESAOT Baiq Dea Rosdiana Dewi1. I Wayan Nuada2 & Sri Wahyuningsih3 1,2,3Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: 1baiqdea283@gmail. com, 2iwynnuada@gmail. 3sriwahyuningsih@gmail. Article History: Received: 30-12-2024 Revised: 02-01-2025 Accepted: 04-01-2025 Keywords: Pengaturan Pengunjung. Lingkungan. Pengelolaan. Abstract: Wisata Purekmas memiliki daya tarik wisata yang beragam seperti hutan, sungai dan kolam pemandian. Dalam pengelolaannya wisata Purekmas mengalami perkembangan yang cukup baik dalam mengurangi kerusakan lingkungan akibat sampah yang dihasilkan oleh aktivitas Oleh karena itu, tujuan penelitian ini pengaturan pengunjung dalam mengatasi dampak lingkungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diolah melalui tahapan reduksi data, pengolahan data dan penarikan Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi lingkungan di wisata Purekmas berada pada kondisi yang cukup baik walaupun kunjungan wisatawan setiap bulanya bertambah. Adapun penerapan pengaturan pengunjung yang telah dilakukan ialah dengan empat pendekatan yaitu aspek regulasi dengan penjagaan disetiap zona seperti dipintu keluar masuk, parkiran, area rekreasi, musholah, toilet, dan one gate system, kedua aspek tata kelola dengan memberikan peraturan, himbauan, pemandu internal dan kampanye berkelanjutan dengan mengontrol langsung aktivitas wisatawan dan menyediakan papan tata tertib, ketiga yaitu aspek partisipasi yaitu memberikan edukasi mengenai peduli lingkungan dengan wisatawan, dalam praktiknya aspek ini dengan menyediakan informasi peduli lingkungan dan fasilitas atau prasarana yang lengkap dengan petunjuk penggunaanya. a https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 PENDAHULUAN Desa wisata Sesaot merupakan salah satu wisata hutan yang terletak sekitar 5km sebelah Utara Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat. Kondisi hutan yang masih sangat alami dengan sumber mata air yang berasal dari Gunung Rinjani ini membuat Hutan Lindung Sesaot kaya akan potensi wisata. Dari Sumber Profil Desa Sesaot. Kawasan Hutan Lindung Sesaot mempunyai luas sekitar 5. 999,2 hektar. Seluas 5. 935 hektar merupakan hutan lindung dan sisanya termasuk hutan kawasan wisata. Dari luas seluruhnya itu, 43 persen merupakan hutan buatan sedangkan sisanya adalah hutan alami. Penerapan pengaturan pengunjung adalah unsur pengelolaan yang penting untuk diterapkan di Desa Wisata Sesaot. Tujuannya adalah untuk menciptakan keteraturan, meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung serta terwujudnya wisata yang Pengaturan pengunjung juga berperan dalam menyediakan informasi kepada pengunjung tentang fasilitas, layanan dan infrastruktur yang tersedia. Juga diterapkan untuk membantu penyebaran pengunjung, untuk mengontrol atau mengatur perilaku pengunjung dalam rangka mengurangi dampak negatif dari aktivitas wisata. Melalui proses ini juga dapat memberi dampak positif terhadap pengalaman pengunjung melalui panduan dan interpretasi yang lengkap diberikan di dalam sebuah daya tarik Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian terkait dengan penerapan pengaturan pengunjung sangat penting untuk dilakukan di Desa Sesaot. Penelitian ini dipandang penting dalam rangka menemukan solusi terkait permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pengunjung, meningkatkan kualitas pengelolaan pengunjung, peningkatan layanan, dan yang terpenting adalah terwujudnya pariwisata yang Hal ini tentu sangat relevan dengan dampak yang ditimbulkan akibat semakin meningkatnya kunjungan para wisatawan terhadap kebersihan lingkungan atau lokasi wisata yang dikunjungi terlebih pengelolaan sampah oleh masyarakat dalam meminimalisir dampak lingkungan masih sangat terbatas. Hal ini yang menarik minat peneliti untuk membahas terkait bagaimanakah AuPenerapan Pengaturan Pengunjung Dalam Mengurangi Dampak Lingkungan Di Wisata Purekmas SesaotAy. LANDASAN TEORI Manajemen Pengunjung Manajemen pengunjung mulai muncul pada 1980 dan 1990-an seiring meningkatnya tekanan pengunjung di kota-kota bersejarah dan di kawasan lindung. Hal pembatasan pengunjung dengan strategi penyebaran saat mempermudah pemantauan Pengaturan pengunjung merupakan bagian dari manajemen destinasi pariwisata yang mengatur pengelolaan pengunjung sehingga destinasi pariwisata mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan daya tarik sehingga jumlah wisatawan terus meningkat dan hal itu kemudian memberikan dampak positif baik bagi wisatawan, komunitas lokal, pelaku usaha, pemerintah maupun lingkungan setempat. Yihalem dan Amare . menjelaskan bahwa manajemen pengunjung menjadi elemen inti dari manajemen destinasi yang berkelanjutan di tengah sektor pariwisata yang terus berkembang. Keterlibatan pemangku kepentingan pariwisata memiliki keterkaitan erat dalam mempertahankan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Dalam hal ini a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 dampak pengunjung perlu dikelola karena kegiatan pengunjung dapat berdampak negatif terhadap vegetasi, tanah, air dan sumber daya alam lain serta kualitas pengalaman pengunjung, menimbulkan kegaduhan dan konflik jika terlalu ramai, dapat mempengaruhi jenis dan tingkat keparahan dampak sumber daya pengunjung. Oleh karena itu efektivitas pengurangan dan pembatasan pengunjung dengan strategi penyebaran dalam mempermudah pemantauan pengunjung. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Definisi AMDAL secara yuridis tercantum dalam Pasal 1 ayat 11 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yaitu: Analisis mengenai dampak lingkungan hidup, yang selanjutnya disebut AMDAL, adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Definisi AMDAL secara yuridis juga tercantum dalam Pasal 1 ayat 5 Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yaitu AuAmdal adalah kajian mengenai dampak penting pada lingkungan hidup daro suatu Usaha dan/atau Kegiatan yang direncanakan, untuk digunakan sebagai prasyarat pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan serta termuat dalam Perizinan Berusaha, atau persetujuan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di daya tarik wisata Pusat Rekreasi Masyarakat (Purekma. Dusun Sesaot Timuk. Desa Sesaot. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam, observasi non-partisipan dan dokumentasi. Informan yang digunakan dalam penelitian diantaranya adalah 1 orang ketua BUMDes dan 1 orang Ketua Pokdarwis. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik penentuan informan purposive Purposive sampling merupakan cara pemilihan informan yang mengetahui betul kegiatan (Sugiyono, 2. Aktivitas analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (Sugiyono, 2022:. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian. Sedangkan triangulasi sumber merupakan salah satu jenis dari teknik triangulasi yang dilakukan dengan cara hanya memanfaatkan satu sumber saja (Sugiyono, 2022:7-. HASIL DAN PEMBAHASAN Wisata Pusat Rekreasi Masyarakat atau yg disingkat dengan Purekmas terletak di Dusun Timuk. Desa Wisata Sesaot Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. NTB. Sebagai desa wisata. Sesaot memiliki potensi alam yang kaya akan mata air karena letaknya yang berada di tepi hutan kawasan. Dari banyaknya mata air yang dimiliki oleh Desa Sesaot, diantaranya terdapat sumber mata air yang dijadikan sebagai Pusat Rekreasi Masyarakat a https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 yang biasa disingkat Purekmas. Dengan segala potensi alam yang dimiliki menjadikan Purekmas sebagai destinasi wisata yang kerap dikunjungi oleh wisatawan lokal pada khususnya dan wisatawan mancanegara. Beragam sajian wisata yang dapat anda nikmati di dalam Purekmas ini sendiri, diantaranya: Mata Air Langsung. Kolam Pemandian Untuk Dewasa & Anak-anak. Wisata Air Tangga. Wisata Kuliner. Rumah Pohon. Situs budaya dan banyak lainnya. Purekmas Desa Sesaot kini berstatus tersertifikasi di 4 bidang setelah lulus dalam asesmen desa wisata pada tahun 2020 lalu. Wisata Purekmas Desa Sesaot sudah memegang sertifikat CHSE karena sudah menerapkan protokol kesehatan. Berdasarkan hasil observasi yang sudah dilakukan oleh peneliti, wisata Purekmas merupakan salah satu lokasi untuk kegiatan rekreasi bagi pengunjung maupun wisatawan. Kawasan ini juga sangat cocok untuk aktivitas wisata keluarga karena atraksi yang tersedia merupakan jenis-jenis untuk kegiatan wisata keluarga. Pengunjung telah disediakan beberapa pilihan tempat untuk menikmati waktu luang bersama keluarga di wisata Purekmas Sesaot. Hanya saja beberapa kondisi yang saat ini masih kurang terutama dari aspek lingkungan dan fasilitas, contohnya seperti banyak nya sampah yang dihasilkan dari pengunjung yang ramai dan beberapa wisatawan yang belum memiliki kesadaran wisata agar tidak membuang dan meninggalkan sampah sembarangan di sekitar tempat wisata Purekmas Sesaot. Beberapa fasilitas yang masih sangat kurang juga merupakan salah satu permasalahan yang ada di Wisata Purekmas Sesaot, disana hanya terdapat dua toilet dan satu tempat ibadah mushola. Fasilitas-fasilitas tersebut tidak digunakan dan dipelihara dengan baik terutama toilet yang kondisinya masih kurang terawat dikarenakan kurangnya fasilitas seperti toilet dengan jumlah pengunjung yang semakin bertambah. Adapun sarana dan prasarana yang ada di wisata Purekmas Desa Sesaot yaitu terdiri dari 2 Toilet, 1 Musholla, 10 Tempat sampah dan 7 Papan himbauan. Hal ini menjadi salah satu kekurangan yang ada di Wisata Purekmas Sesaot karena kurangnya fasilitas dan prasarana yang ada. Gambar 1 Wisata PUREKMAS Penerapan Pengaturan Pengunjung di Wisata Purekmas Sesaot Berdasarkan data hasil observasi dan juga wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Adapun beberapa tindakan penerapan pengaturan pengunjung yang telah dilakukan oleh pengelola wisata Purekmas Sesaot dalam mengurangi dampak lingungan diantaranya adalah sebagai berikut: Aspek Regulasi Aspek regulasi adalah mengelola interaksi antara pengunjung dan sumber daya yang tersedia untuk meminimalkan dampak dan hambatan dalam penggunaan aspek a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 regulasi oleh pengunjung di daya tarik wisata Purekmas Sesaot. Pengaturan aspek regulasi dapat ditinjau pada beberapa zona yaitu area pintu masuk/keluar, parkiran, area rekreasi dan area fasilitas pendukung. Penerapan pengaturan pengunjung pada area pintu masuk dan keluar di kawasan wisata Purekmas Sesaot menggunakan one gate system atau sistem satu pintu masuk dan keluar yang dijaga oleh beberapa orang. Sejauh ini pengaturan area pintu masuk dan keluar masih berjalan kondusif, tetapi perlu diantisipasi pada saat puncak hari libur karena dilihat dari pengunjung yang datang kebanyakan keluarga yang membawa anak anak dibawah umur. Pada area parkir diperlukan petugas tambahan untuk mengatur ketertiban parkir kendaraan pengunjung. Selanjutnya adalah membagi zona wilayah dan fasilitasnya untuk mengatur penyebaran pengunjung agar tidak menyebabkan kerusakan lingkungan seperti masuk ke dalam kawasan hutang lindung dan merusak pohon-pohon yang dilindungi. Pembagian zona di wisata Purekmas Sesaot dapat dibagi dalam zona rekreasi yaitu di wisata mata air, dan kolam pemandian dengan batasan-batasan zona hutan yang dilindungi tentunya dengan pemantauan yang ketat oleh pengelola. Kemudian menjaga sistem pengelolaan sampah dengan tetap menghimbau pengunjung agar membuang sampah di tempat-tempat sampah yang telah disediakan di sekitar Lokasi wisata. Selain itu, pengelola sudah bisa bekerja sama dengan pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar fasilitas-fasilitas di lokasi wisata bisa terus ditingkatkan dan lebih dijaga agar pengunjung yang berkunjung merasa nyaman. Aspek Tata Kelola Aspek tata kelola terhadap pengunjung di wisata Purekmas Sesaot diperlukan untuk kontrol langsung terhadap aktivitas-aktivitas yang dilakukan wisatawan. Pengelolaan ini dilakukan dalam bentuk peraturan, himbauan, pemandu internal, kampanye keberlanjutan lingkungan dalam berbagai media yang dapat mengendalikan perilaku mereka selama berada di lokasi wisata. Peraturan tertulis dibuat dalam bentuk papan tata tertib yang ditempatkan pada lokasi strategis dan disosialisasikan kepada pihak yang terlibat terutama pedagang dan wisatawan. Tulisan atau papan himbauan yang mengajak pengunjung untuk peduli lingkungan sudah tersedia di sekitaran area rekreasi wisata Purekmas Sesaot. Di setiap titik sudah tersedia papan himbauan bagi pengunjung untuk senantiasa sadar dalam menjaga lingkungan. Pemandu lapangan ditugaskan untuk memantau, mengarahkan, dan mengontrol seluruh aktivitas pengunjung sehinggan tidak berperilaku sembarangan terutama pada lingkungan. Pengunjung yang melanggar aturan dapat diberikan teguran secara langsung, manajemen pengunjung dapat diterapkan dengan mengatur tindakan dan jumlah pengunjung, ukuran kelompok, dan lama tinggal menggunakan pencegahan dan penegakan aturan, membangun komunikasi dengan pengunjung dan memberikan edukasi kepada mereka. Selain itu, pengunjung juga dapat diedukasi dengan slogan dan kampanye melalui sosial media. Aspek Partisipasi Penerapan cara ini berusaha mengurangi perilaku yang tidak sesuai secara sukarela melalui edukasi. Cara ini diterapkan dalam bentuk penyediaan informasi, fasilitas dan prasarana yang lengkap kepada pengunjung dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya. Kegiatan yang dilakukan oleh pengelola wisata Purekmas Sesaot adalah dengan melibatkan lembaga pendidikan, pemerintah dan masyarakat. Selain mengajarkan perilakunya juga mengajak beraktivitas dan mengkampanyekan perilaku peduli lingkungan. Menyampaikan a https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 informasi secara berkala melalui berbagai media terkait tata tertib pengunjung dalam menjaga lingkungan selama berwisata di wisata Purekmas Sesaot. Meningkatkan pemahaman pengunjung dalam menjaga lingkungan adalah kunci penting dalam mengubah perilaku pengunjung selama berkunjung. Selain itu, bentuk edukasi tidak langsung yang dapat diberikan melalui simbol-simbol seperti papan petunjuk dan panduan wisata. Efektivitas mekanisme ini memang lebih lama, tetapi dapat menjadi upaya edukasi jangka panjang bagi masyarakat dan pengunjung. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya yang terkait dengan penerapan pengaturan pengunjung dalam mengurangi dampak lingkungan di wisata Purekmas Sesaot, maka dapat ditarik kesimpulan Kondisi lingkungan di wisata Purekmas Sesaot masih memiliki permasalahan seperti sampah yang ditimbulkan oleh pengunjung. Fasilitas yang masih kurang memadai dengan jumlah pengunjung yang semakin bertambah setiap bulannya, adanya pengunjung yang tidak taat aturan mengikuti sistem zonasi kawasan hutan yang tidak bisa didatangi oleh pengunjung sehingga menimbulkan kerusakan pada tumbuhantumbuhan yang masih dilindungi. Hal ini tentunya disebabkan karena lemahnya sistem tata kelola yang ada disana sehingga penerapan pengaturan pengunjung sangat dibutuhkan di wisata Purekmas Sesaot dalam mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pengunjung. Namun, pengelola wisata Purekmas Sesaot terus berbenah setiap tahunnya agar jumlah wisatawan yang terus bertambah ini tidak terlalu menimbulkan dampak lingkungan yang serius terlebih lagi Sesaot ini merupakan kawasan hutan alami yang harus senantiasa dilindungi dan dijaga keasriannya. Penerapan pengaturan pengunjung di wisata Purekmas Sesaot dilakukan dengan beberapa tindakan seperti: Aspek Regulasi, berupa penjagaan dari fasilitas seperti pintu keluar masuk, parkiran, area rekreasi, toilet, musholla dan menggunakan sistem satu pintu masuk dan keluar atau one gate system. Aspek Tata Kelola, pengelolaan ini dilakukan dalam bentuk peraturan, himbauan, pemandu internal, kampanye keberlanjutan lingkungan dalam berbagai media yang dapat mengendalikan perilaku mereka selama berada di lokasi wisata. Aspek Partisipasi, cara ini diterapkan dalam bentuk penyediaan informasi mengenai edukasi tentang peduli lingkungan kepada masyarakat, pemerintah dan wisatawan dengan fasilitas dan prasarana yang lengkap kepada pengunjung dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya. SARAN