AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 7. No 1 . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA REMAJA (Studi Desa Cot Tufah. Kecamatan Gandapura. Kabupaten Bireue. Anna Fadhla1. Zainuddin Hasibuan2 1,2Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe Email : annafadhla4@gmail. com, zainuddinhasib@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak usia remaja di Desa Cot Tufah. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran orang tua dalam pembinaan karakter remaja dan Menjelaskan implikasi peran orang tua terhadap pembinaan karakter remaja. Penelitian bersifat kualitatif yang melibatkan 10 orang tua sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti kesadaran agama, tanggung jawab, dan disiplin. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran orang tua adalah kesadaran agama, pendidikan, dan lingkungan keluarga. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak remaja dan mengembangkan strategi efektif untuk meningkatkan kesadaran agama dan karakter anak. Kata Kunci : Peran Orang Tua. Pendidikan Karakter. Abstract: This research aims to identify the role of parents in instilling Islamic religious values in adolescents in the village of Cot Tufah, analyze the factors influencing the role of parents in character development, and explain the implications of parental roles in adolescent character development. The research is qualitative and involves 10 parents as respondents. The results show that parents play an important role in instilling character values such as religious awareness, responsibility, and discipline. The factors influencing the role of parents are religious awareness, education, and family environment. This study recommends the importance of the role of parents in shaping adolescent character and developing effective strategies to enhance religious awareness and character development in children. Kata Kunci: The Role of Parents. Character Education. Pendahuluan Pendidikan pada dasarnya sudah diperoleh manusia sejak manusia itu berada dalam kandungan, akan tetapi tidak semua manusia menyadarinya beranggapan bahwa pendidikan itu diperoleh sejak pendidikan sekolah, dan pendidikan sekolah lah yang menentukan baik buruknya manusia itu. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Anna Fadhla. Zainuddin Hasibuan Peran orang tua sangat besar pengaruhnya untuk pendidikan agama Islam bagi anaknya. Kalau pendidikan agama islam tidak di dapat oleh anak sejak kecil maka anak tersebut akan sukar ketika dia dewasa, karena dalam kepribadiannya yang terbentuk sejak kecil tidak mendapatkan pendidikan tentang keagamaan. Mendidik seorang anak tidak hanya sebatas mengenalkan mereka pada cinta terhadap Rasul, keluarganya, serta membaca al-Quran, tetapi yang lebih penting adalah mendidik dengan cara Pendidikan karakter yang sejati dapat dicapai dengan memberikan contoh dari perilaku para nabi, sahabat, dan orangorang baik lainnya. Secara perlahan, anak-anak akan meniru tokoh-tokoh yang sering diceritakan kepada mereka. Kesabaran sangat penting dalam proses pendidikan, tidak hanya bagi guru di sekolah, tetapi juga bagi orang tua di Setiap anak memiliki cara pemahaman yang berbeda. ada anak yang cepat memahami setelah diajarkan satu atau dua kali, sementara ada pula beberapa kali agar bisa memahami dengan baik. Oleh karena itu, orang tua perlu menyadari perbedaan ini dan tidak membandingkan cara mendidik satu anak dengan anak lainnya. Terlebih lagi, dalam hal pendidikan karakter, sikap dan perilaku orang tua mempengaruhi perkembangan karakter anak, karena anak cenderung meniru apa yang mereka lihat, baik dari orang tua maupun lingkungan sekitar mereka. Jika seorang anak menghadapi masalah dalam perkembangan karakter, yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah sikap mereka sendiri. Orang tua perlu mengevaluasi bagaimana perilaku bagaimana cara mereka mengajarkan anak, apakah dengan pendekatan yang penuh kasih sayang atau justru dengan kekerasan seperti membentak. Setelah itu, jika orang tua merasa tidak ada masalah dalam pendidikan karakter yang diterapkan pada anak, langkah selanjutnya adalah memeriksa lingkungan sekitar. Terkadang, anak bisa terpengaruh oleh teman-temannya yang memiliki karakter kurang baik. Memberikan lingkungan yang positif bagi anak merupakan tanggung jawab orang Setelah mengevaluasi lingkungan, jika semuanya baik-baik saja, orang tua kemudian perlu memeriksa kondisi sekolah tempat anak menuntut ilmu. Remaja merupakan sumber daya penting bagi masa depan bangsa, namun saat ini banyak permasalahan yang dihadapi oleh remaja itu sendiri. Kasus kenakalan remaja semakin meningkat, peredaran narkoba, penggunaan obat terlarang, minuman keras, bahkan ada remaja yang hamil di luar nikah. Masalah-masalah ini semakin sering muncul dan kenakalan remaja mencakup berbagai perilaku yang menyimpang dari norma hukum pidana yang seharusnya mendapatkan perhatian serius. Saat ini, kemajuan teknologi yang begitu pesat dan meluas memiliki dampak besar pada generasi muda. Perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran, karena banyak remaja yang mulai menimbulkan keresahan di Adristinindya Citra Nur Utami and Santoso Tri Raharjo. AuPola Asuh Orang Tua Dan Kenakalan Remaja,Ay Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial . https://doi. org/10. 24198/focus. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Peran Orang Tua dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Pada anak Usia remaja . tudi Desa Cot Tufah Kecamatan gandapura. Kabupaten Bireue. masyarakat akibat dampak negatif yang ditimbulkan pada lingkungan sekitar. Pada dasarnya, pergaulan bebas sering muncul secara alami di kalangan remaja, namun masalah ini dapat timbul karena adanya beberapa faktor yang Beberapa faktor yang berperan antara lain ketidakharmonisan orang tua dengan anak remaja, sikap otoriter orang tua, kondisi ekonomi keluarga, suasana dalam rumah tangga, dan kurangnya keharmonisan dalam keluarga yang dapat mendorong kenakalan remaja. Dalam hal ini, orang tua menjadi komponen yang sangat penting dalam membimbing remaja agar terarah pada kegiatan yang positif. Jika peran orang tua dalam berkurang, hal ini dapat menimbulkan akibat kesibukan orang tua yang bekerja. Kondisi ini bisa membuat anak terjerumus ke dalam perilaku negatif, serta mengabaikan pendidikan anak. Faktor lain yang berpengaruh adalah keluarga yang tidak utuh . roken hom. , di mana orang tua yang kurang memengaruhi perkembangan pendidikan Selain itu, kondisi ekonomi yang kurang mampu juga menjadi hambatan dalam memberikan dukungan dan 2 Harsono and Sri Hastuti. AuBagaimana Pendidikan Karakter Diselenggarakan Sekolah,Ay Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 27, no. : 1Ae10. 3 Dengan Pergaulan Bebas. AuPeran Orang Tua Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Usia 13-18 Tahun Dan Hubungannya,Ay 2015. fasilitas pendidikan yang memadai bagi Dari pembahasan di atas dapat di tarik Kesimpulannya, peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai karakter, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam, sangatlah Jika anak dididik dengan baik sejak usia dini hingga remaja, hal ini akan kenakalan remaja yang semakin banyak terjadi di masyarakat saat ini. Oleh sebab itu keteladanan yang di tunjukkan orang tua kepada anak itu sangat penting untuk memperoleh Berdasarkan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam terkait peran orang tua dalam pembinaan karakter remaja di tinjau dari pendidikan kembangkan dengan judul : AuPeran Orang Tua Dalam Menanamkan pendidikan Karakter Pada Anak Usia RemajaAy Kajian Teori Orang Tua Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, serangkaian tanggung jawab yang diharapkan dari seseorang yang memiliki kedudukan dalam masyarakat. Secara perilaku yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisi yang diberikan, baik itu secara formal maupun informal. Peranan ini didasarkan pada ketentuan dan harapan yang menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh individu dalam situasi tertentu untuk memenuhi harapan AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Anna Fadhla. Zainuddin Hasibuan diri sendiri maupun harapan orang lain terkait peran tersebut. Teori peran merupakan konsep yang diterapkan dalam bidang sosiologi, perspektif, dan disiplin ilmu. Teori ini mengacu pada istilah "peran" yang berasal dari dunia teater, di mana seorang aktor harus memerankan karakter tertentu dan diharapkan untuk bertindak sesuai dengan karakter tersebut. Posisi aktor dalam teater dapat dianalogikan masyarakat, di mana keduanya memiliki kesamaan dalam hal peran yang harus Pendidikan karakter Pendidikan karakter merupakan membentuk nilai-nilai, sikap, dan perilaku positif pada individu, agar mereka menjadi warga negara yang bertanggung jawab, bermoral, dan memberikan kontribusi yang baik bagi Pendidikan ini meliputi berbagai aspek, seperti kesadaran diri, empati, kerjasama, tanggung jawab, kejujuran, dan disiplin. Tujuan Pendidikan Karakter yaitu : Mengembangkan nilai-nilai moral dan etika. Meningkatkan kesadaran diri dan empati, mengembangkan kemampuan sosial dan komunikatif, meningkatkan Soerjono Soekanto. AuPenelitian Hukum Dan Pendidikan Hukum,Ay Jurnal Hukum & Pembangunan . https://doi. org/10. 21143/jhp. 5 Friska Fitriani Sholekah. AuPendidikan Karakter Dalam Kurikulum 2013,Ay Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. : 1Ae6, https://doi. org/10. 53515/cji. mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Komponen Pendidikan Karakter . , pengembangan sosial . ocial awarenes. , engembangan emosional . motional intelligenc. , pengembangan . piritual Metode Pendidikan Karakter, . ctive learnin. , diskusi dan debat . iscussion and debat. , proyek dan kegiatan . roject-based learnin. , pengalaman lapangan . ield experienc. , bimbingan dan konseling . uidance and counselin. Manfaat Pendidikan Karakter yaitu: meningkatkan kesadaran moral dan etika, meningkatkan kemampuan sosial dan komunikatif, mengurangi perilaku negatif . ullying, vandalism. , eningkatkan prestasi akademik dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Anak Usia Remaja Masa remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Pada tahap ini, individu mengalami psikologis, dan sosial. Umumnya, periode ini dimulai sekitar usia 12 tahun dan berakhir antara usia 18 hingga 21 tahun. Fase remaja ini menggambarkan cara berpikir yang masih bersifat konkret, karena pada masa ini terjadi proses pendewasaan dalam diri remaja. Periode Thomas Lickona. AuWhat Is Effective Character Education?,Ay Paper Presented at The Stony Brook School Symoposium on Character, no. : 1Ae12, https://wicharacter. org/wpcontent/uploads/What-is-Effective-Character-EdStonybrook-debate-by-Thomas-Lickona. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Peran Orang Tua dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Pada anak Usia remaja . tudi Desa Cot Tufah Kecamatan gandapura. Kabupaten Bireue. ini terbagi dalam rentang usia 12 hingga 21 tahun, dengan pembagian sebagai . Masa remaja awal (Early adolescen. umur 12-15 tahun. Masa remaja pertengahan . iddle adolescen. umur 15-18 tahun . Remaja terakhir umur . ate adolescen. umur 18-21 tahun. Pada masa remaja, terutama antara usia 16 hingga 21 tahun, seorang individu mengalami berbagai perubahan fisik, karakteristik, emosional, seksualitas, serta perkembangan intelektual dan minat Di usia ini, remaja biasanya mulai membentuk sistem nilai atau standar moral mereka sendiri, yang mungkin berbeda dari nilai-nilai yang dianut oleh generasi yang lebih tua. Remaja sering merasa tidak nyaman jika lingkungan sosialnya tidak sesuai dengan ideal yang mereka inginkan. Selain itu, pada periode ini, pengaruh dari kelompok sebaya atau individu tertentu menjadi sangat kuat. Peran OrangTua dalam Menanamkan Pendidikan Karakter pada Anak Usia Remaja Pendidikan karakter merupakan suatu proses yang mengajarkan anakanak tentang nilai-nilai, perilaku, dan kualitas yang diperlukan untuk menjadi individu yang bertanggung jawab dan beretika dalam masyarakat. Pendidikan ini sangat penting selama masa remaja, yaitu fase kehidupan ketika seseorang emosional, dan kognitif yang signifikan. Orang tua, sebagai pengasuh utama dan M Ihsan Dacholfany. AuREFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI: Sebuah Tantangan Dan Harapan,Ay n. pendidik pertama, memiliki peran yang membentuk karakter anak-anak mereka, terutama pada tahap perkembangan yang sangat menentukan ini. Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan identitas dan penemuan diri, di mana remaja mulai mengembangkan kompas moral Menurut perkembangan, meskipun anak-anak semakin dewasa dan terpapar pengaruh teman sebaya serta lingkungan sosial lainnya, peran orang tua tetap memiliki pengaruh yang besar. Orang tua memberikan ajaran pertama yang mendalam tentang nilai-nilai seperti etika, tanggung jawab, rasa hormat, dan empatiAiyang Berbagai menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua secara positif berperan dalam mengembangkan kualitas karakter yang penting, seperti kejujuran, integritas, dan disiplin diri, yang membantu remaja menghadapi tantangan masa remaja dan Orang tua dapat menanamkan menggunakan pendekatan baik langsung maupun tidak langsung. Salah satu pendekatan langsung adalah dengan memberikan pengajaran secara terbuka, di mana orang tua aktif berdiskusi dengan anak-anak mengenai pentingnya nilai-nilai seperti kebaikan, kejujuran, dan tanggung jawab. Diskusi ini bisa berlangsung dalam kegiatan sehari-hari, seperti saat makan bersama keluarga, atau dalam waktu yang lebih terstruktur seperti "pertemuan keluarga" khusus. Melalui percakapan tersebut, orang tua dapat menjelaskan dampak dari berbagai perilaku, baik yang positif maupun AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Anna Fadhla. Zainuddin Hasibuan negatif, dan memberikan petunjuk tentang cara membuat keputusan yang berlandaskan moral. Secara tidak langsung, orang tua dapat menanamkan nilai-nilai karakter dengan menjadi teladan. Remaja sering kali belajar dengan mengamati perilaku orang tua, terutama dalam cara orang tua mengatasi stres, konflik, dan hubungan Contohnya, ketika orang tua menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, menyelesaikan perbedaan mempertahankan integritas dalam situasi sulit, remaja akan mempelajari perilaku ini melalui pengamatan dan peniruan. Dampak dari pemodelan ini sangat penting, karena remaja cenderung meniru perilaku yang sering mereka saksikan dalam lingkungan rumah mereka. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan orang tua dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak remaja mereka. Salah satu faktor utama adalah tingkat keyakinan agama atau kepercayaan spiritual yang dianut oleh keluarga, karena hal ini dapat memengaruhi nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan karakter. Dalam keluarga yang menjadikan agama sebagai bagian penting dalam kehidupan seharihari, mengandalkan ajaran agama untuk menanamkan nilai-nilai yang baik seperti kasih sayang, kerendahan hati, dan Ajaran agama ini menjadi dasar dalam membentuk karakter anak, karena orang tua percaya bahwa nilainilai tersebut sangat penting untuk 8 Farzana Bibi Farzana Bibi. AuContribution of Parenting Style in Life Domain of Children,Ay IOSR Journal of Humanities and Social Science 12, no. : 91Ae95, https://doi. org/10. 9790/08371229195. membimbing anak dalam kehidupan Faktor status sosial-ekonomi dan latar belakang pendidikan orang tua juga memiliki pengaruh signifikan terhadap proses pembentukan karakter anak. Orang tua yang memiliki akses lebih besar terhadap sumber daya pendidikan dan dukungan dari komunitas biasanya lebih aktif dalam berpartisipasi dalam pengembangan karakter anak mereka. Selain itu, suasana di lingkungan membentuk karakter anak. Sebuah rumah yang penuh dengan perhatian dan dukungan, di mana terdapat komunikasi yang terbuka dan rasa saling percaya, menciptakan fondasi yang kuat untuk perkembangan sifat-sifat karakter pada Keberadaan lingkungan yang positif ini memberikan pengaruh yang besar dalam membentuk karakter remaja secara keseluruhan. Dampak dari peran orang tua dalam pendidikan karakter sangatlah Remaja yang mendapatkan pendidikan karakter yang kuat dari orang tua mereka akan lebih siap menghadapi tantangan hidup di masa dewasa, seperti membuat keputusan yang etis, membina hubungan yang sehat, dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat. Nilai-nilai dasar yang diajarkan di rumah akan menjadi pedoman bagi perilaku mereka sepanjang hidup. Selain itu, seiring berjalannya waktu, pelajaran yang diberikan oleh orang tua terus mempengaruhi tindakan dan proses pengambilan keputusan remaja. Hal ini sangat penting, terutama di dunia yang kini semakin memberikan tekanan pada remaja melalui pengaruh teman sebaya, media, dan masyarakat. Orang tua yang berhasil menanamkan nilai-nilai seperti AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Peran Orang Tua dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Pada anak Usia remaja . tudi Desa Cot Tufah Kecamatan gandapura. Kabupaten Bireue. tanggung jawab, rasa hormat, dan empati memberi anak-anak mereka alat untuk membuat pilihan yang baik, meskipun mereka terpapar tekanan dari luar. Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang berfokus pada pemahaman mendalam mengenai fenomena dalam konteks sosial atau budaya tertentu dengan menggali makna, individu atau kelompok yang diteliti. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan rinci, berbeda dengan data kuantitatif yang berbentuk angka atau statistik. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif observasi, studi dokumen, serta diskusi (FGD) memperoleh informasi yang lebih luas pengalaman para subjek. Tujuan utama dari penelitian kualitatif adalah untuk memahami bagaimana individu atau kelompok memaknai dan merespon dunia di sekitar Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang lebih menekankan pada analisis statistik, penelitian kualitatif lebih berfokus pada eksplorasi konteks sosial, budaya, atau psikologis secara lebih dalam. Metode ini sering digunakan untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan "bagaimana" dan "mengapa" suatu fenomena terjadi, bukan hanya "berapa banyak" atau "seberapa besar" fenomena Beberapa karakteristik utama dari penelitian kualitatif adalah fleksibilitas dalam metode pengumpulan data, keterlibatan aktif peneliti dalam proses penelitian, dan kemampuan untuk menyesuaikan metode penelitian sesuai dengan situasi yang berkembang di Peneliti kualitatif biasanya tidak bekerja dengan hipotesis yang kaku, melainkan lebih terbuka terhadap temuan yang dapat muncul selama berlangsungnya proses penelitian. Pendekatan merupakan salah satu metode penelitian menyelidiki secara mendalam sebuah kasus atau fenomena dalam konteks yang Metode ini sering dipilih untuk mengeksplorasi informasi yang kaya dan mendetail mengenai satu atau beberapa kelompok, organisasi, atau kejadian yang relevan dengan topik penelitian. Tujuan utama dari studi kasus adalah untuk faktor-faktor mempengaruhi fenomena tersebut serta bagaimana elemen-elemen ini saling berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hari. Studi kasus dapat melibatkan berbagai jenis data, termasuk wawancara, observasi, dokumen, serta artefak yang berhubungan dengan kasus yang sedang Peneliti mengumpulkan data selama periode waktu tertentu untuk menganalisis dan menyimpulkan polapola atau temuan-temuan yang muncul dari kasus tersebut. Dalam pendekatan studi kasus, peneliti tidak hanya melihat kejadian yang terjadi, namun juga berusaha memahami proses, dinamika, dan konteks yang lebih luas yang memengaruhi fenomena tersebut. John W. Creswell et al. AuQualitative Research Designs: Selection and Implementation,Ay The Counseling Psychologist 35, no. : 236Ae64, https://doi. org/10. 1177/0011000006287390. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Anna Fadhla. Zainuddin Hasibuan Pendekatan ini sangat efektif mempelajari fenomena yang kompleks, yang tidak bisa dipahami hanya dengan generalisasi atau analisis statistik. Sebagai contoh, dalam penelitian pendidikan, studi kasus dapat digunakan untuk mempelajari bagaimana suatu kebijakan pendidikan diterapkan di sekolah tertentu, atau bagaimana faktor-faktor keluarga tertentu dapat memengaruhi proses pendidikan anak. Pendekatan ini dipilih karena dapat memberikan gambaran mendalam tentang peran orang tua dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak remaja di Desa Cot Tufah. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang lebih rinci dan mendalam melalui interaksi langsung dengan responden. Tokoh masyarakat dan ulama setempat, yang dapat memberikan informasi tentang konteks sosial dan keagamaan di Desa Cot Tufah. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Cot Tufah. Kecamatan Gandapura. Kabupaten Bireuen. Lokasi ini dipilih karena merupakan daerah yang memiliki karakteristik unik dalam hal pendidikan karakter dan memiliki potensi untuk memberikan kontribusi pada penelitian Teknik Analisis Data Teknik digunakan adalah: Analisis isi . ontent analysi. untuk mengidentifikasi tema dan pola dalam data yang dikumpulkan. Analisis mengidentifikasi tema-tema yang muncul dalam data. Analisis membandingkan data dari berbagai sumber dan mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini Orang tua yang memiliki anak remaja, yang dapat memberikan informasi nilai-nilai agama Islam. Anak remaja usia 13-18 tahun, yang dapat memberikan perspektif tentang pengalaman mereka dalam menerima pendidikan agama Islam dari orang tua. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Wawancara mendalam dengan orang mengumpulkan data yang lebih rinci dan Observasi partisipatif dalam kegiatan keseharian untuk mengamati langsung bagaimana orang tua menanamkan pendidikan karakter pada anak usia Analisis dokumen dan literatur terkait untuk memperoleh informasi tambahan tentang pendidikan karakter dan peran orang tua. Hasil Penelitian dan pembahasan Orang tua memainkan peran penting dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak usia remaja. Orangtua membimbing anak-anaknya dengan baik, dikarenakan peran mereka berdua sangat AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Peran Orang Tua dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Pada anak Usia remaja . tudi Desa Cot Tufah Kecamatan gandapura. Kabupaten Bireue. kehidupan anak ke tahap selanjutnya, maka dibutuhkan kerjasama antara ayah dan ibu dalam mendidik anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang memiliki kesadaran agama dan pendidikan yang tinggi cenderung lebih efektif dalam menanamkan pendidikan karakter bagi anak, karena keilmuwan itu sangat berpengaruh terhadap pola didikan di rumah, apabila orang tuanya memiliki pendidikan setara maka dia akan menerapkan sistem pendidikan dirumah sebagaimana sistem pendidikan yang telah diajarkan Rasulullah Saw. Oleh karena peran orang tua sangat penting terhdap pembinaan karakter anak, maka jika dilihat sekilas, anak yang broken home akan sedikit mentalnya dan kesiapan dia menghadapi dunia, karena dari pendidikan dasarnya yaitu dari rumahnya dia tidak lagi mendapatkan kehidupan yang harmonis antara kedua orangtuanya seperti kawan kawannya yang lain, maka cenderung akan menimbulkan sifat iri pada anak tersebut dan akan berpengaruh ke karkternya, maka membina hubungan yang baik anatara atah dan ibu di depan anak itu sangat penting untuk menjaga kesehatan mental anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran orang tua dalam pembinaan karakter remaja adalah: Kesadaran agama: Orang tua yang memiliki kesadaran agama yang tinggi menanamkan pendidikan karakter pada anak, karena dia akan mengajarkan sikap yang telah di ajarkan Rasulullah Saw dan sikap sikap orang terdahulu kepada anaknya yang tulis dalam al-Quran kepada anaknya, seperti kisah Luqmanul hakim, kisah Nabi Nuh dan kisah kisah teladan lain yang telah diabadikan Allah Swt dalam al-Quran, kisah kisah orang terdahudu yang di abadikan Allah swt dalam al quran merupakan pondasi dasar bagi orang tua dalam mendidik anaknya, apabila orang tua tidak memiliki ilmu agama yang tinggi bagaimana dia akan menerapkan kepada anaknya. Pendidikan orang tua: Pendidikan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak, dengan orang tua belajar maka dia akan dilatih bagaimana harus menghadapi anak yang emosional, temperamntal terlebih lagi pada anak usia remaja. usia remaja adalah masa dimana anak mulai mencari jati diri, masa dimana anak ingin melakukan hal-hal baru, jangan sampai kita sebagai orang tua karena terlalu protektif terhadap anak kita jadi memahtahkan rasa keingin tahuan mereka terhadap dunia, dengan adanya pendidikan yang tinggi bagi orang tua, dia akan tau menempatkan dirinya terhadap anaknya, bukan dengan mematahkan keinginan anak tapi dengan mempertimbangkan baik dan buruknya suatu kegiatan untuk masa depan anaknya, kalau anak saya berbuat kedepannya, kalau dia tidak berbuat bagaimana juga dampak kedepannya. Orang pendidikan tinggi cenderung akan memilih lingkungan yang baik bagi anak anak mereka tertama anak remaja dengan tidak merendahkan anak lain, tapi lebih AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Anna Fadhla. Zainuddin Hasibuan ke memberikan motivasi bagi anak dikarenakan masa sekarang orang tua yang meiliki jadwal pekerjaan yang padat cenderung tidak punya waktu untuk mengobrol dan berdiskusi dengan anak, bahkan mereka cenderung menyalahkan anak apabila ada suatu kejadian yang tidak diinginnkan, dan cenderung bahagia apabila anak berprestasi padahal orang tua tersebut tidak pernah bergantung pada guru dan lingkungan pendidikan yang tinggi berpengetahuan luas memiliki kesabaran bahwa mereka perlu waktu untuk mengobrol dan berdiskusi dengan anak mereka, sehingga baik buruknya kegiatan anak sehari hari dia dapat mengontrolnya langsung, dan juga akan menciptakan hubungan yang harmonis di dalam keluarga, dan keadaan itu akan bertahan sampai anak itu dewasa dan dia akan menerapkan keadan tersebut kepada anaknya kelak, karena dia merasa bangga pada pola asuh orang tuanya. Lingkungan keluarga: Lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung dapat mempengaruhi efektifitas peran orang tua. Karena dengan orangtua menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis akan berpengaruh terhadap mental anak, anak cenderung mengikuti apa yang orang tuanya perbuat dan apa yang orang tuanya katakan di rumah, bagaimana seorang obunga bersikap kedada ayahnya, bagaimana ibunya bersikap kepada orang yang lebih tua darinya, begitu pula ayah, bagaimana seorang ayah tersebut memperlakukan istrinya, apakah dengan kasih sayang atau dengan kasar, maka perilaku orang tua dirumah akan melekat dalam diri anak, menciptakan lingkungan yang harmonis dirumah adalah kewajiban bagi orang tua, apalagi dirumah ersebut ada anak remaja, mereka sudah mengerti terhadap apa yang orang tuanya bicarakan dan apayag orang tua nya perbuat maka menunjukkan kasih sayang pada anak itu penting jangan enjadikan anak musuh, dengarkan apa yang mereka inginkan, apabila tidak sesuai dengan norma, kasih tau mereka dengan lemah lembut seperti yang di ajarkan dalam syariat islam. Kondisi ekonomi: Kondisi ekonomi menyediakan sumber daya pendidikan. Karena orang tua yang memiliki ekonomi yang stabil cenderung menitipkan anakan nya di lembaga pendidikan yang lebih relevan terhadap perkembangan dan karakter anaknya, sehingga sejalan antara pendidikan karakter dirumah dan lingkungannya di sekolah. Hasil penelitian ini implikasi yang signifikan bagi: Orang tua: Meningkatkan kesadaran menanamkan pendidikan karakter pada anak tekhusus anak usia remaja, karena anak usia remaja cenderung sedang mencari jadi diri, suka mengikuti tren, suka memperbuat sesuatu yang bar, dan cenderung mengikuti karakter tokoh yang disukainya, maka orang tua berperan penting dalam pembinaan pendidikan karakter anakya. Terhadap motivasi anak jangan langsung memarahi anak apabila sikapnya tidak sesuai dengan keinginan orang tua, akan tetapi ajak anak berdiskusi nasehati anak AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Peran Orang Tua dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Pada anak Usia remaja . tudi Desa Cot Tufah Kecamatan gandapura. Kabupaten Bireue. dengan perkataan yang baik, jangan memaki anak, karena apabila kita menasehatinya dengan kata-kata yang kasar, mereka bukan malah menjadi baik akan tetapi makin tidak terkendali anak akan menyembunyikannya dari orang tua, sehinga menyebabkan kejujuran anak berkurang, sebagai orang tua menasehati anak dengan baik merupakan suatu keharusan kalau bisa jadikan anak sebagai teman agar mereka nyaman ketika bercerita dengan orang tuanya. Pendidikan: Mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam yang efektif dan integratif sangat penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Namun, untuk mencapai hal tersebut, peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada remaja sangat Orang tua bertanggung jawab dalam memberikan fondasi yang kuat untuk perkembangan moral dan spiritual anak-anak mereka sejak usia dini. Meskipun kurikulum pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah pendidikan karakter yang diterima anak juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, di mana orang tua memiliki peran langsung dalam membentuk sikap dan perilaku anak. Dalam menanamkan pendidikan karakter, orang tua memiliki dua peran utama: memberikan ajaran langsung dan menjadi teladan melalui perilaku seharihari. Dalam konteks pendidikan agama Islam, orang tua dapat mengajarkan nilainilai agama secara langsung, seperti kewajiban shalat, membaca Al-QurAoan, serta pentingnya berbuat baik kepada orang lain. Hal ini bisa didorong dengan komunikasi yang aktif, seperti mengajak anak berdiskusi mengenai ajaran agama Islam, menjelaskan pentingnya akhlak mulia, dan menunjukkan bagaimana ajaran agama berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, orang tua membantu anak-anak tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga bagaimana mereka kehidupan mereka. Selain itu, orang tua juga berperan sebagai contoh nyata yang ditiru oleh anak-anak mereka. Karakter dan sikap orang tua dalam kehidupan sehari-hari, dalam menghadapi masalah, berinteraksi dengan orang lain, dan mengelola perasaan, sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak. Misalnya, ketika orang tua menunjukkan rasa hormat, kejujuran, kesabaran dalam kesulitan, atau empati terhadap orang lain, anak-anak mereka cenderung meniru perilaku ini. Karena itu, orang tua perlu menyadari bahwa mereka adalah contoh utama bagi anak-anak mereka. Dalam hal ini, pendidikan karakter yang diterima anak-anak di sekolah akan lebih efektif jika didukung dengan contohcontoh positif yang diberikan orang tua di rumah. Kurikulum pendidikan agama Islam yang efektif dan integratif harus mampu memperkuat peran orang tua ini. Pendidikan agama yang diberikan di sekolah seharusnya bukan hanya tentang pelajaran teoritis, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menghubungkan ajaran agama dengan perilaku sehari-hari yang mereka pelajari di rumah. Oleh karena itu, kurikulum harus dirancang dengan cara yang anak-anak memahami dan mengaplikasikan nilainilai agama dalam kehidupan mereka. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Desember 2025 Anna Fadhla. Zainuddin Hasibuan serta mampu menyambungkan apa yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan yang mereka jalani di rumah. Hubungan antara pendidikan agama di sekolah dengan peran orang tua dalam mendidik anak sangat penting, terutama dalam membentuk karakter Kurikulum yang terintegrasi dapat membantu anak-anak memahami agama dan nilai-nilai karakter secara lebih mendalam, sementara orang tua memberikan dasar yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dengan demikian, kolaborasi antara kurikulum yang diajarkan di sekolah dan peran orang tua akan menciptakan sinergi yang positif dalam membentuk karakter remaja, menjadikan mereka individu yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan hidup dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Masyarakat: Meningkatkan kesadaran agama dan mendukung peran orang tua dalam pembinaan karakter remaja, masyarakat berperan penting dalam pendidikan karakter anak, jika anak hidup di lingkungan masyarakat yang baik, taat agama, maka anak akan masyaakat di daeran dia tinggal, begitupun sebaliknya Tabel 1: Hasil Penelitian No. Kategori Pengajaran (Pemberian Pengetahuan Agam. Teladan (Kesadaran Agama Orang Tu. Bimbingan (Pengawasan dan Pembimbinga. Pembimbingan Spiritual (Mengembangkan Kesadaran Spiritua. Pengawasan Juml (Pengawasan Aktivitas Remaj. Keterangan Jumlah responden: 10 orang tua. Lokasi penelitian: Desa Cot Tufah. Kecamatan Gandapura. Kabupaten Bireuen. Metode Wawancara mendalam dan observasi Kesimpulan Peran orang tua sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak remaja. Orang tua harus menjadi teladan dan membimbing anakanaknya dengan baik untuk membentuk karakter yang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran orang tua adalah: kesadaran agama, pendidikan orang tua, lingkungan keluarga, dan kondisi ekonomi, orang tua meningkatkan efektifitas pembinaan karakter remaja. Implikasi peran orang tua terhadap pembinaan karakter remaja adalah: mengurangi kenakalan remaja, dan membentuk karakter yang baik. Daftar Pustaka