ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Balita di Desa Mumbulsari Yuni Handayani STIKES dr. Soebandi Jember, yunih579@gmail. ABSTRAK Imunisasi telah terbukti sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat penting. Melalui imunisasi dapat menunjukkan keberhasilan yang besar karena merupakan usaha dalam mencegah penyakit menular dengan biaya yang tidak mahal. imunisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya tingkat pengetahuan, usia ibu, jenjang pendidikan, pekerjaan, jumlah anak dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Balita di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Ae Jember. Pada tahun 2015. Jawa Timur menyumbang kasus difteri terbesar . %) dan belum memenuhi target SPM (Standart Pelayanan Minima. Menurut profil kesehatan Kabupaten Jember 2014 dari 49 Puskesmas, terdapat 4 Puskesmas yang belum mencapai target UCI diantaranya adalah puskesmas Kalisat . %). Pakusari . %). Bangsalsari . %) dan Mumbulsari . %). Desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi 90 ibu yang memiliki anak bawah usia dua tahun. Setelah memakai rumus slovin didapatkan 73 responden sebagai sampel dengan menggunakan tekhnik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan Imunisasi dasar lengkap 53 . %) dan Imunisasi dasar tidak lengkap 20 . %), dukungan keluarga baik 58 . ,5%), dukungan keluarga kurang 15 . ,5%). Uji analisa data menggunakan Spearman Rank dengan p-value 0,000< 0,05 yang berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar Balita. Disarankan agar selanjutnya masyarakat yang mempunyai anak bawah dua tahun memberikan dukungan yang baik kepada ibu untuk pemberian imunisasi dasar lengkap. Kata kunci: dukungan keluarga, kelengkapan imunisasi dasar ABSTRACT Immunization has proven to be one of the most important public health efforts. Immunization programs shown remarkable success funds are a very cost-effective effort in preventing infectious diseases. Immunization is influenced by several factors, including knowledge level, motherAos age, education level, occupation, number of children and family support. This aims to analyze the Relationship of Family Support with the completeness of Basic Immunization Balita in Village Mumbulsari of Sub-districts Mumbulsari - Jember. In 2015. East Java accounted for the largest diphtheria cases . %) and has not met the target of SPM (Minimum Service Standard. According to the health profile of jember district 2014 Of 49 health centers, there are 4 other health centers that have not reached the target of UCI are Kalisat health center . %). Pakusari . %). Bangsalsari . %) and Mumbulsari . %). This research design use correctional with Cross Sectional approach. Population 90 mothers who have children under the age of two years. After slovin formula obtained 73 respondents as sample by using simple random sampling The result showed Basic Immunization of complete 53 . %) and Basic Immunization of incomplete 20. %), good family support 58. ,5%), less family support 15 . ,5%). Data analysis test using Spearman Rank with p-value 0,000 < 0,05 which means there is a Family Support Relationship with Basic Immunization Equipment Balita. It is recommended that the next community who have a child under two years give family good support to basic immunization for granting mothers complete. Keywords: family support,basic immunization completeness * Korespondensi Author : Yuni Handayani. SST. MM. STIKES dr. Soebandi, yunih579@gmail. com, 085331044052 PENDAHULUAN Imunisasi telah terbukti sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat Program imunisasi dapat menentukan tingkat keberhasilan dan merupakan usaha dalam mencegah penyakit menular dengan biaya yang murah. A Seorang bayi atau Balita dikatakan menyelesaikan 5 imunisasi dasar yaitu BCG. DPT. Hepatitis B. Polio dan Campak dengan jumlah pemberian yang sesuai dosis dan Namun belum terpenuhinya cakupan imunisasi di beberapa daerah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor predisposisi yang ditunjukkan dari pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan serta nilaiAenilai. PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Selain itu faktor pendukung yang ditunjukkan dalam lingkungan fisik seperti ketersediaan fasilitas, jarak menuju sarana pelayanan kesehatan, dan faktor pendorong yang yaitu sikap dan perilaku, petugas kesehatan atau petugas lain serta dukungan keluarga dan tokoh Data WHO menunjukkan Cakupan imunisasi di India mencapai 83%. India telah mengeliminasi polio dan baru-baru ini tetanus pada bayi baru lahir dan ibu hamil. India bekerja keras dalam mencapai target wilayah dalam hal eliminasi campak tahun 2020. 85% bayi di dunia menerima vaksinasi lengkap. Afrika selangkah lebih dekat untuk sertifikasi bebas polio dengan penghapusan Nigeria dari negara endemis polio sejak tahun 2014. Secara keseluruhan cakupan vaksinasi di Afrika mendekati 80% . % pada tahun 2. Cakupan imunisasi dasar di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 86,54%. Cakupan angka ini belum memenuhi capaian target Renstra pada tahun 2015 yaitu sebesar Sedangkan menurut provinsi, terdapat sepuluh provinsi . %) yang mencapai target Renstra tahun 2015. Kasus difteri di Provinsi Jawa Timur sebesar 74% hal ini menjadi kontributor terbesar dari seluruh kasus pada Sedangkan pada tahun 2015 Jawa timur juga masih terdapat kasus difteri terbesar . %). Cakupan desa/kelurahan UCI di Jawa Timur tahun 2014 sebesar 87,50 %. Pencapaian UCI tingkat desa/kelurahan tahun 2010-2014 cenderung meningkat dari 50,81% menjadi 83,9% pada tahun 2014. Cakupan UCI pada tahun 2014 ini belum memenuhi target SPM (Standart pelayanan minima. dan sasaran pembangunan kesehatan Kabupaten Jember. Menurut situasi imunisasi di Kabupaten Jember dalam profil kesehatan Kabupaten Jember 2014 Dari 49 Puskesmas yang dipantau, terdapat 45 Puskesmas yang telah mencapai target UCI (Universal Child Immunitatio. tahun 2014 sebesar 95%. 4 Puskesmas lainnya yang belum mencapai target UCI adalah puskesmas Kalisat . %). Pakusari . %). Bangsalsari . %) dan Mumbulsari . %). Berdasarkan Hasil Studi pendahuluan didapatkan 8 balita di Desa Mumbulsari yang berusia 12-24 bulan mendapatkan Imunisasi dasar lengkap dan mendapat dukungan Kurang dari keluarga berupa keluarga melarang anaknya untuk diimunisasi takut anaknya sakit, keluarga mengingatkan jadwal ibu datang keposyandu, keluarga tidak ada yang mengantarkan ibu keposyandu. %) Balita tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan mendapat dukungan yang baik dari keluarga berupa keluarga selalu mengingatkan ibu mengenai jadwal posyandu, keluarga mendukung dari adanya program imunisasi. Pemberian imunisasi lengkap pada anak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adanya dukungan keluarga. Adanya dukungan dari keluarga akan memberikan motivasi kepada ibu untuk membawa anak mendapatkan imunisasi sesuai dengan jadwal pemberian. Tetapi dengan tidak adanya dukungan keluarga akan mempengaruhi sikap ibu dalam melaksanakan imunisasi kepada anak. Dukungan keluarga akan membantu orang tua Anggota keluarga dapat memberi emosional,penghargaan Imunisasi salah satu pencegahan primer yang sangat efektif untuk menghindari terjangkitnya penyakit infeksi, dengan demikian angka kejadian penyakit infeksi akan menurun, kecacatan serta kematian yang ditimbulkannya pun akan berkurang jika anak sudah mendapatkan imunisasi dasar legkap. A Jika imunisasi dasar lengkap sudah tercapai target dan cakupannya, maka akan mengurangi tingginya angka kematian dan kesakitan pada anak balita dan juga akan mengurangi terjadinya KLB (Kejadian Luar Bias. pada penyakit poliomyelitis dan hepatitis B, demikian juga sebaliknya jika pemberian imunisasi dasar lengkap tidak efektif akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian yang justru akan memperburuk kondisi anak balita dan dapat menurunkan kekebalan tubuh pada anak. PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember II. METODOLOGI Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan sorrelational study. Tempat pelaksanaan penelitian ini di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari-Jember. Adapun Populasi ibu yang mempunyai anak dibawah 2 tahun sebanyak 90 Balita dan menggunakan rumus solvin untuk menentukan sample dalam penelitian ini sehingga didapakan hasil sebanyak 73 responden, menggunakan tekhnik pengambilan sampling simple random Dengan kriteria kriteria Inklusi : Ibu yang memiliki balita usia 12-24 bulan. Bersedia untuk dijadikan responden. ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. Ibu yang masih mempunyai Buku KIA. Berdomisili di Desa Mumbulsari. Kriteria Eksklusi : Ibu yang saat penelitian dilakukan, pindah tempat tinggal di luar Desa Mumbulsari. Alat ukur berupa kuesioner dan ceklist dengan menggunakan Untuk menganalisa data pada penelitian ini menggunakan Analisa Bivariate karena terdapat dua variabel yang diduga berhubungan atau Analisis data pada penelitian ini Uji Koefisien Korelasi SpearmanAos Rank. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Ae Jember tahun 2020. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Tabel 4. Distribusi frekuensi Dukungan Keluarga di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Ae Jember tahun 2020 Dukungan Keluarga Baik Kurang Total Jumlah Persen Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari-Jember tahun 2020. Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu Yang Mempunyai Anak Bawah Usia Dua Tahun di Desa Mumbulsari tahun Pekerjaan Tani Wiraswasta Tidak Bekerja Total Jumlah Persen Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari-Jember tahun 2020 Tabel 3. Karateristik Responden Berdasarkan pendidikan di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari-Jember tahun 2020 Pekerjaan SMP SMA Total Jumlah Persen PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember Jumlah Persen Identifikasi Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Bawah Dua Tahun di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Ae Jember. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Ibu Yang Mempunyai Anak Bawah Dua Tahun di Desa Mumbulsari tahun 2020 Usia < 20 tahun 20 Ae 35 tahun > 35 tahun Total Identifikasi Dukungan Keluarga di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Jember. Tabel 5. Distribusi frekuensi Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Bawah Dua Tahun di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Jember tahun 2020 Kelengkapan Imunisasi Dasar Lengkap Tidak Lengkap Total Jumlah Persen Hubungan Dukungan Keluarga dengan kelengkapan Imunisasi Dasar di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Ae Jember. Tabel 6. Tabulasi Silang antara Dukungan Keluarga dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Bawah Dua Tahun di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Ae Jember tahun 2020 Dukungan Keluarga Kelengkapan Imunisasi Dasar Lengkap Tdk Lengkap Total P-Value Baik Kurang 50. ,5%) 10. ,6%) 0. %) 13. ,8% ) 60. ,1%) 0,000 13. ,8%) Total ,6%) ,4%) Identifikasi Dukungan Keluarga di Desa Mumbulsari Kecamatan MumbulsariAe Jember tahun 2020 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Mumbulsari Dukungan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. Keluarga baik sebesar 58 . ,5%) dan dukungan keluarga kurang sebesar 15 . ,5%). Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya. Pandangan anggota keluarga seseorang hanya bersifat mendukung dan selalu siap dalam memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan. Berdasarkan kajian teori, dukungan keluarga dapat diartikan sebagai bentuk informasi verbal dan non verbal, saran, bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan orang-orang dekat dan memberikan keuntungan emosional serta berpengaruh pada tingkah laku Sehingga seseorang tersebut merasa memperoleh dukungan merasa lega karena diperhatikan, mendapat saran atau kesan yang menyenangkan pada dirinya. 2 Pada hakekatnya keluarga diharapkan mampu untuk mewujudkan timbal balik rasa cinta dan kasih sayang antara anggota keluarga dan antar generasi yang merupakan dasar keluarga yang Berdasarkan alasan tersering ibu tidak mengimunisasi anaknya adalah ibu lupa jika ada jadwal posyandu. Jika dukungan keluarga baik, hal ini bisa diminimalisir. Anggota keluarga lain yang mengasuh Balita bisa bertanggungjawab untuk membawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi sesuai dengan jadwal. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Campak. Imunisasi dasar lengkap diberikan pada anak bawah dua tahun dan anak jika mendapat imunisasi dasar yang lengkap anak tidak akan mudah terserang penyakit dan tidak mudah tertular orang yang sakit. Sebaliknya jika anak tidak mendapat imunisasi dasar lengkap anak akan mudah terserang penyakit dan mudah tertular orang yang sakit. Alasan tersering yang dikemukakan ibu untuk tidak melengkapi imunisasi anaknya adalah ibu lupa jika ada jadwal posyandu atau pada saat jadwal imunisasi anak dalam keadaan Perilaku yang diteliti dalam penelitian ini adalah, perilaku ibu yang mengimunisasikan anaknya ke pelayanan kesehatan yang berada di Desa Mumbulsari. Peneliti hanya melihat kelengkapan imunisasi dasar anak melalui buku KIA (Kartu Ibu dan Ana. yang dimiliki Sebagian penelitian ini melakukan imunisasi anaknya secara lengkap dengan baik. Dikarenakan adanya dukungan keluarga yang baik sehingga adanya kemauan untuk imunisasi lengkap. Kelengkapan imunisasi dalam pembentukannya merupakan suatu perilaku yang mempunyai nilai sangat penting karena dukungan keluarga yang baik tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan pelaksanaan yang baik. Identifikasi Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Bawah Usia Dua Tahun di Desa Mumbulsari Kecamatan MumbulsariAe Jember tahun 2020 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa MMumbulsari sebanyak 53 . %) orang tua yang memiliki anak bawah dua tahun dan mendapat imunisasi dasar Lengkap, dan sebanyak 20 . %) pada kategori Tidak Lengkap. Tingkat pendidikan SMP 30 . ,1%). Imunisasi adalah suatu bentuk intervensi menurunkan angka kematian bayi dan Balita. Dengan imunisasi dapat mencegah berbagai penyakit diantaranya TBC, difteri, pertusis, tetanus. Hepatitis B, poliomielitis, dan campak. Pentingnya pemberian imunisasi dapat dilihat dari banyaknya balita yang meninggal akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Hal ini sesuai dengan teori. Dikatakan anak bawah dua tahun mendapatkan imunisasi dasar lengkap jika anak mendapatkan 5 imunisasi dasar yaitu BCG. HB. Polio. DPT dan Hubungan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar Balita di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Ae Jember tahun 2020 Berdasarkan hasil penelitian yang mendapat dukungan keluarga baik yang diberi imunisasi dasar lengkap 50. ,5%), dukungan keluarga baik yang diberi imunisasi dasar tidak lengkap 10. ,6%). dukungan keluarga kurang yang diberi imunisasi dasar lengkap 0. %), dan dukungan keluarga kurang yang diberi imunisasi dasar tidak lengkap 13. ,8%). Berdasarkan Hasil uji spearman rank diperoleh p-value 0,000 < 0,05 maka HU ditolak dan Ha diterima sehingga ada hubungan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar Balita di Desa Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Ae Jember tahun 2020. Dukungan keluarga adalah domain yang sangat penting dalam kelengkapan imunisasi Berdasarkan dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa dukungan keluarga yang baik akan mempengaruhi tingkat kelengkapan imunisasi dasar pada anak bawah usia dua tahun. PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. Hal ini sesuai dengan teori bahwa dukungan keluarga diartikan sebagai suatu informasi baik berupa verbal dan non verbal, saran, bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan orang-orang akrab yang memberikan keuntungan emosional dan berpengaruh pada tingkah laku penerimanya. Selain itu, kelengkapan imunisasi dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan anggota Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan seseorang untuk menyerap informasi dan mengimplementasikannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari-hari khususnya dalam masalah kesehatan. Sebagian besar Ibu atau sebanyak 30 . ,1%) ibu berlatarbelakang dengan pendidikan sampai SMP. Pekerjaan juga dapat mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar. Karena ibu yang mempunyai anak bawah dua tahun yang mendapat imunisasi dasar lengkap hampir seluruhnya atau sebanyak 68 . ,1%) tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga. Dan biasanya ibu yang terlalu sibuk dengan pekerjaan akan lupa akan pemberian imunisasi Beberapa mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar yaitu usia ibu karena diketahui bahwa usia yang paling aman seorang ibu untuk melahirkan anak adalah 20 sampai 30 tahun. Jenjang pendidikan karena ibu yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan memberikan imunisasi lebih lengkap kepada anaknya dibandingkan ibu dengan pendidikan rendah. Pekerjaan karena pekerjaan dapat memberikan kesempatan suatu individu untuk sering kontak dengan individu lainnya, bertukar informasi dan berbagi pengalaman dan dapat saling bertukar informasi tentang program-program kesehatan khususnya p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Menjadikan meningkatkan cakupan sasaran imunisasi supaya masyarakat memahami pentingnya kelengkapan imunisasi pada balita supaya meningkatkan mutu pelayanan dalam memberikan imunisasi pada balita. Penelitian memberikan dukungan baik terhadap ibu yang memiliki anak bawah dua tahun untuk pemberian imunisasi dasar lengkap . Adanya penelitian berikutnya tentang menggunakan variabel yang berbeda dan lebih mempersiapkan diri guna melakukan penelitian selanjutnya yang lebih sempurna sehingga kegunaannya dapat dirasakan oleh berbagai pihak, serta sebagai Sumber dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan serta dalam kegiatan penelitian ini yaitu responden dan utamanya STIKES dr. Soebandi Jember dan Puskesmas Mumbulsari penelitian ini. REFERENSI