Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Vol. 9 No. https://jurnal. politeknik-kebumen. id/index. php/E-Bis p-ISSN : 2580-2062 e-ISSN : 2622-3368 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Berbahan Kayu di Kabupaten Jepara Keuntungan UMKM Handicraft Ines Fitriana Aminah1. Minar Ferichani2. Erlyna Wida Riptanti3* Agribisnis. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia *Email: erlynawida@staff. Doi: https://doi. org/10. 37339/e-bis. Diterbitkan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Info Artikel Diterima : 2025-03-23 Diperbaiki : 2025-05-19 Disetujui : 2025-06-01 ABSTRAK UMKM di Indonesia terus meningkat dan menjadi penunjang perekonomian, termasuk di Kabupaten Jepara. UMKM handicraft berbahan kayu mulai berkembang di tengah lesunya industri mebel akibat persaingan ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara. Menggunakan metode deskriptif pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling terhadap 30 responden. Observasi, wawancara, dan dokumentasi menjadi teknik pengumpulan data. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik dan uji Hasil penelitian menunjukkan harga jual, volume penjualan, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, lama usaha, dan pemasaran online secara simultan berpengaruh terhadap keuntungan. Secara idnividu, masing-masing variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan. Pelaku UMKM disarankan menerapkan strategi value-based pricing, mengoptimalkan pemasaran offline dan online guna meningkatkan volume penjualan, memanfaatkan limbah kayu, meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui pelatihan, serta mengefektifkan promosi guna menarik lebih banyak konsumen. Kata kunci: Faktor-Faktor Memengaruhi. Handicraft Berbahan Kayu. Keuntungan. Regresi Linear Berganda. UMKM ABSTRACT MSMEs in Indonesia continue to grow and support the economy, including in Jepara Regency. MSMEs making wooden handicrafts have begun to develop amidst the sluggish furniture industry due to tight competition. This study aims to analyze the factors that influence the profits of MSMEs making wooden handicrafts in Jepara Regency. Using a descriptive quantitative approach method with purposive and snowball sampling techniques for 30 respondents. Observation, interviews, and documentation are data collection techniques. Data analysis uses multiple linear regression with classical assumption tests and hypothesis tests. The results show that selling price, sales volume, raw material costs, labor costs, length of business, and online marketing simultaneously affect profits. Individually, each independent variable has a positive and significant effect on profits. MSME actors are advised to implement a value-based pricing, optimize offline and online marketing, utilize wood waste, increase workforce productivity through training, and make promotions more effective to attract consumers. Keywords: Influencing Factors. Wooden Handicrafts. Profit. Multiple Linear Regression. Msmes Alamat Korespondensi Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Jl. Letnan Jenderal Suprapto No. 73 Kebumen. Jawa Tengah. Indonesia 54311 AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkontribusi 61% terhadap PDRB 2023 dan berperan pada pertumbuhan ekonomi serta peningkatan lapangan kerja. Menurut Wibawa et al. , . , selain mengurangi pengangguran dan kemiskinan. UMKM membantu pemerataan pendapatan. Pemerintah berperan sebagai pembina guna mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas produk UMKM agar tetap bersaing di pasar Jumlah UMKM di Indonesia terus meningkat, termasuk di sektor agribisnis yang mencakup pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Setiap subsektor berkontribusi pada perekonomian dengan menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Salah satu subsektor yang berkembang pesat adalah kehutanan, khususnya industri kayu yang semakin eksis di pasar internasional (Rozani & Huda, 2. Kabupaten Jepara menjadi salah satu pusat utama industri olahan kayu di Indonesia. Hal ini selaras penelitian Kustanti . Kabupaten Jepara didominasi oleh industri ekonomi kreatif sebagai unit usaha manufaktur yang mampu mengombinasikan ide dan inovasi terhadap suatu produknya mulai dari industri furniture kayu, genteng, makanan, konveksi, kerajinan kayu, monel, bordir, dan gerabah. Kabupaten Jepara memiliki daya saing tinggi dalam industri pengolahan kayu hingga menjadi sektor utama perekonomian daerah. Menurut Azzat & Mujiraharjo . , sebagian besar perekonomian di Jepara ditopang oleh industri kayu seperti mebel dan olahan kayu Industri mebel terus berkembang, namun ketatnya persaingan menyebabkan penurunan omzet bagi para pengusaha kecil. Penurunan tersebut menarik pelaku usaha untuk beralih memproduksi handicraft berbahan kayu yang semakin diminati. Menurut data dari OSS (Online Single Submissio. UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara dikategorikan sebagai industri peralatan kayu. Produk yang dihasilkan beragam, meliputi peralatan makan, peralatan memasak, hiasan rumah, dan aksesori. Beberapa pelaku UMKM fokus pada satu jenis produk, sementara lainnya menawarkan variasi dengan kualitas yang berbeda. Kualitas dan keunikan adalah faktor penting dalam menghasilkan produk handicraft (Putra & Slamet, 2. Masing-masing UMKM menonjolkan keunggulannya, seperti pemberian pelapis khusus dan ukiran menggunakan mesin grafir atau UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara berpotensi memperoleh keuntungan tinggi, namun menghadapi beberapa kendala terutama pada harga jual produk yang relatif tinggi dibandingkan daerah lain hingga akhirnya berdampak pada volume penjualan. Sama halnya dengan penelitian Astuti & Triyanto . , harga jual berpengaruh pada pengambilan keputusan pembelian konsumen sehingga berpengaruh pada laba usaha. Penelitian lain menunjukkan hasil yang berbeda dimana harga jual tidak berpengaruh pada keuntungan (Miten et al. , 2. Volume penjualan turut memengaruhi keuntungan dimana semakin banyak volume penjualan makan keuntungan semakin meningkat (Hidayat et al. Pernyataan berlawanan dikemukakan oleh penelitian Nur et al. , volume penjualan tidak memengaruhi keuntungan. Kondisi lapang juga menunjukkan banyaknya pengrajin yang belum mengoptimalkan pemanfaatan limbah kayu sehingga efisiensi bahan baku belum maksimal (Fajrie et al. , 2. Faktanya limbah mampu memengaruhi peningkatan keuntungan apabila dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan seperti permainan Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * edukatif, handicraft, dan berbagai produk mebel (Arifin et al. , 2. Jumlah tenaga kerja yang sedikit dan rendahnya regenerasi pengrajin turut menjadi hambatan. Tenaga kerja berpengaruh pada produktivitas, semakin banyak dan tinggi upah yang diberikan maka efisiensi produktivitas semakin tercapai sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan berimplikasi pada keuntungan yang diperoleh UMKM (Wulandari, 2. Namun demikian, pada penelitian Nginang . , banyaknya tenaga kerja tidak memengaruhi tingkat keuntungan pengusaha. Sebagian besar pengrajin telah lama menjalankan usaha, tetapi banyak yang belum berkembang akibat kurangnya strategi pemasaran yang variatif serta minimnya promosi. Lama seseorang menjalankan usahanya memunculkan pengalaman yang dapat berpengaru pada strategi penjualan sehingga pendapatan meningkatkan dan keuntungan pun bertambah (Salim & Rahmadhani, 2. Penelitian lain menyebutkan bahwa lama usaha tidak memengaruhi tingkat keuntungan atau tidak memiliki dampak yang cukup besar terhadap keuntungan (Fajariyah et al. , 2. Era digital saat ini, masih terdapat pengrajin yang belum memanfaatkan pemasaran online secara optimal, sehingga potensi keuntungan belum sepenuhnya terealisasi. Pemasaran online terbukti berpengaruh terhadap peningkatan keuntungan karena dapat mengefisienkan biaya pemasaran, meningkatkan retensi pelanggan, serta menjangkau pasar yang lebih luas (Tarigan et al. , 2. Penelitian lain menjelaskan bahwa penerapan pemasaran online yang tidak optimal karena minimya pengetahuan dan keterampilan tidak akan memengaruhi keuntungan usaha karena tidak berpengaruh pada kinerja pemsaran (Ningsih et al. , 2. Permasalahan tersebut menjadi dasar penelitian ini. Penelitian ini secara khusus meneliti UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara, dimana spesifikasi pada subsektor ini menjadi nilai kebaruan dan fokus lebih tajam pada konteks lokal. Penelitian ini tidak hanya mengonfirmasi temuan sebelumnya yang mendukung, tetapi juga mengintegrasikan prespektif kontra pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini juga berfokus pada faktor internal UMKM sehingga hasil penelitian diharapkan menghasilkan rekomendasi bagi UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara terkait faktor penting yang memengaruhi keuntungan sehingga dapat dioptimalkan. Penelitian lanjutan diperlukan karen masih terdapat ketidakkonsistenan hasil penelitian sebelumnya terkait pengaruh harga jual, volume penjualan, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, lama usaha, dan pemasaran online terhadap keuntungan. Selain itu, karakteristik unik UMKM handicraft berbahan kayu menyebabkan temuan dari penelitian umum belum tentu sepenuhnya Studi ini penting untuk memperkuat pemahaman dan merumuskan strategi yang sesuai dengan kondisi UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara. KAJIAN PUSTAKA Keuntungan Keuntungan adalah penerimaan yang diperoleh pelaku usaha dari penjualan produk atau jasa untuk mengembangkan bisnisnya. Pelaku usaha harus memperhitungkan biaya produksi seara keseluruhan untuk dapat sebelum menentukan besaran keuntungan yang diinginkan. Faktor lain seperti tingkat kesulitan, lama produksi, dan harga jual di pasar juga mempengaruh besarnya keuntungan (Wala et al. , 2. Keuntungan suatu usaha menjadi tolak ukur efisiensi, efektivitas, serta kesuksesan pelaku usaha dalam mencapai tujuan bisnis (Panelewen et al. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * Hal ini mencerminkan bahwa keuntungan menunjukkan kualitas manajemen dan operasi usaha. Harga Jual Harga jual merupakan biaya produksi ditambah dengan persentase laba yang ditetapkan Penentuan harga yang tepat penting untuk menarik konsumen dan mencapai Harga jual harus dihitung secara akurat agar kompetitif di pasar, karena perubahan harga dapat memengaruhi volume penjualan. Harga yang terlalu tinggi atau rendah berisiko kehilangan pelanggan (Dian et al. , 2. Faktor penting dalam menentukan harga yaitu mak up yang didasarkan pada skala usaha, jenis produk, persaingan, dan daya beli pelanggan (Firmansyah et al. , 2. Harga tidak boleh terlalu tinggi agar tetap kompetitif dan tidak terlalu rendah agar tidak rugi. Volume Penjualan Volume penjualan adalah jumlah total barang atau jasa yang terjual dalam periode tertentu, baik secara tunai maupun kredit. Faktor yang memengaruhi volume penjualan meliputi strategi pelayanan, iklan, kampanye produk, penataan produk di toko, riset pasar, penargetan konsumen, pameran, serta pemberian diskon (Savitri et al. , 2. Upaya efektif dalam menarik konsumen dapat meningkatkan volume penjualan. Biaya Bahan Baku Biaya bahan baku adalah pengeluaran untuk memperoleh bahan baku dalam proses produksi, termasuk harga beli dan biaya angkut. Biaya ini memengaruhi jumlah produk yang Perhitungan biaya bahan baku didasarkan pada jumlah bahan baku yang digunakan dikali dengan harga pembelian (Amelya et al. , 2. Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja adalah pengeluaran untuk membayar pekerja dalam proses produksi. Besarnya biaya bergantung pada tingkat kesulitan pekerjaan. Proses produksi melibatkan tenaga kerja langsung yang berkontribusi pada produk, serta tenaga kerja tidak langsung yang tidak dapat diidentifikasi dengan produk tertentu (Harahap & Prima, 2. Kualitas tenaga kerja yang baik secara langsung meningkatkan produktivitas (Rushadiyati, 2. Hal ini karena tenaga kerja yang terampil mampu bekerja cepat dan efisien. Lama Usaha Lama usaha merupakan rentang waktu pelaku usaha menjalankan bisnisnya. Strategi yang tepat membantu suatu usaha bertahan lama. Pengalaman yang lebih lama mampu meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, memperluas jaringan kerja sama, dan memperdalam pemahaman terhadap perilaku konsumen sehingga memperbanyak relasi dan pelanggan (Salim & Rahmadhani, 2. Usaha yang berumur panjang cenderung mengalami peningkatan omzet (Arumsari & Ismunawan, 2. Konsisten dan komitmen menjadi kunci penting agar usaha bertahan lama. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * Pemasaran Online Pemasaran online memanfaatkan tekonologi untuk menjangkau pasar lebih luas melalui website, email, media sosial, dan saluran digital lainnya. Metode ini mencakup periklanan, komunikasi dengan pelanggan, serta penyebaran informasi produk. Pemasaran online atau digital marketing mempermudah konsumen menemukan produk yang diinginkan (Baihaqki et , 2. Media sosial juga memberi kemudahan untuk memantau penjualan melalui fitur analisis data untuk menilai efektivitas pemasaran (Ravi & Rajasekaran, 2. METODE Analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menjadi metode penelitian ini untuk menyajikan data tanpa menggeneralisasi serta menggunakan uji hipotesis untuk membuktikan kebenaran melalui pengujian statistik. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive di Kabupaten Jepara karena mayoritas penduduk bekerja di industri pengolahan kayu (Arifin & Widiastuti, 2. Sampel berjumlah 30 pelaku UMKM didapatkan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling karena tidak diketahui jumlah populasi yang pasti serta pencarian melalui google maps dirasa kurang akurat. Penelitian menggunakan data primer yang berasal dari sumber pertama (Syahroni, 2. dan data sekunder bersumber pada studi literatur (Fina & Yuliawati, 2. Observasi, wawancara, serta dokumentasi menjadi teknik pengumpulan data. Regresi linear berganda terdiri dari pengujian asumsi klasik dan hipotesis diterapkan pada metode analisis. Uji asumsi klasik mencakup uji normalitas, multikoleniaritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Normalitas penting untuk memastikan sampel representatif sehingga hasil analisis akurat (Sari et al. , 2. Gejala multikolinearitas terdeteksi melalui nilai VIF dan tolerance, dengan kriteria bebas jika VIF < 10 dan tolerance > 0,1. Titik menyebar pada scatterplot menjadi tanda tidak terkena heteroskedastisitas. Autokorelasi diuji menggunakan nilai Durbin Watson dan run test yang merupakan salah satu metode non parametrik (Aditiya et al. , 2. Pengujian hipotesis meliputi koefisien determinan, uji F, dan uji t. Koefisien determinasi yakni kemampuan variabel dependen dijelaskan oleh variabel independen (Purba et al. , 2. Tujuan uji F yakni menilai secara simultan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, sementara uji t pengaruhnya secara parsial. Penelitian ini menggunakan model regresi berikut. ycU = yu yu1ycU1 yu2ycU2 yu3ycU3 yu4X4 yu5X5 yu6D6 yce Keterangan: : Keuntungan UMKM Handicraft . yu : Konstanta X1 : Harga jual . X2 : Volume penjualan . X3 : Biaya bahan baku . X4 : Biaya tenaga kerja . X5 : Lama usaha . D6 : Pemasaran online (Jika AuIya bernilai 1 dan Jika AuTidakAy bernilai . : Koefisien regresi : Pengganggu . Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Biaya. Penerimaan. Keuntungan Biaya Total Produksi Biaya total produksi mencakup seluruh pengeluaran pengrajin dalam memproduksi handicraft berbahan kayu, termasuk biaya ekplisit dan implisit (Naparin et al. , 2. ditunjukkan Tabel 1. Biaya bahan baku, tenaga kerja luar, dan lain-lain tergolong biaya eksplisit yang nyata dikeluarkan. Biaya tenaga kerja dalam, penyusutan alat, sewa tempat sendiri, biaya bunga modal sendiri merupakan biaya implisit yang tidak melibatkan pengeluaran kas. Tabel 1. Rata-Rata Biaya Total Produksi UMKM Handicraft Berbahan Kayu di Kabupaten Jepara Uraian Biaya (Rupia. Persentase (%) Biaya eksplisit Biaya bahan baku Biaya TKLK 000,00 333,34 41,46 52,16 Biaya Lain-lain 480,60 2,96 Total 813,94 96,58 Biaya implisit Biaya sewa tempat sendiri Biaya penyusutan alat 416,66 928,41 1,46 0,55 Biaya TKDK 333,33 0,44 Biaya bunga modal sendiri Total 568,14 246,54 0,97 3,42 060,48 Biaya Total Sumber: Analisis Data Primer, 2024 Biaya total untuk keseluruhan produksi berjumlah Rp12. 060,48 yang terdiri dari biaya eksplisit Rp11. 813,94 dan biaya implisit Rp423. 246,54. Biaya tenaga kerja luar keluarga menjadi pengeluaran terbesar karena peran penting kreativitas dalam produksi handicraft berbahan kayu yang berdampak pada besaran upah pekerja. Menurut Septiandika et al. , kreativitas berpengaruh pada perkembangan UMKM. Biaya eksplisit terendah adalah biaya lain-lain yang terdiri dari biaya listrik, pengemasan, transportasi, serta pajak bumi dan bangunan. Biaya implisit terbesar adalah biaya sewa tempat sendiri karena pengrajin membutuhkan yang ruang luas untuk produksi dan peletakan mesin. Pemilihan lokasi produksi berpengaruh pada biaya operasional, harga, dan daya saing usaha (Sadarudin et al. , 2. Biaya implisit terendah adalah biaya tenaga kerja dalam keluarga karena keterlibatan dalam produksi relatif rendah, umumnya hanya pada tahap finishing. Penerimaan Penerimaan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara bergantung pada besar kecilnya volume penjualan, harga produk, dan jenis produk yang dijual. Fluktuasi Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * penerimaan setiap bulannya dipengaruhi oleh ketidakpastian jumlah pesanan (Qomariyah & Khusnia, 2. Hasil penelitian menunjukkan setiap UMKM memiliki produk unggulan dengan desain dan kualitas yang bervariasi. Produk UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara mencakup spatula, mangkuk, sumpit, cetakan sabun, nampan, talenan, cangkir, tatakan gelas, case korek api dan tumbler dengan harga bervariasi tergantung ukuran, bahan baku, dan desain. Rata-rata penerimaan dari 30 responden mencapai Rp17. Keuntungan Keuntungan dihitung dari pengurangan antara penerimaan dan total biaya produksi, termasuk biaya implisit maupun eksplisit, dilihat Tabel 2. Besarnya keuntungan dipengaruhi oleh tingkat keuntungan dan efisiensi biaya. Menurut (Ina & Huntar, 2. , keuntungan terjadi ketika biaya lebih kecil dari pendapatan. Tabel 2. Rata-Rata Keuntungan UMKM Handicraft Berbahan Kayu di Kabupaten Jepara Uraian Jumlah (Rupia. Penerimaan 000,00 Biaya Eksplisit 813,94 Biaya Implisit 246,54 Keuntungan 939,52 Sumber: Analisis Data Primer, 2024 Rata-rata keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara mencapai Rp4. 939,52 per bulan, menunjukkan usaha yang menguntungkan. Keuntungan diperoleh karena penerimaan lebih besar daripada biaya produksi. Keuntungan merupakan indikator kelayakan usaha dan dapat ditingkatkan dengan pengelolaan biaya yang efisien (Najib, 2. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Metode yang diterapkan dalam uji ini meliputi grafik probability plot (P-Plo. dan uji statistik Kolmogorov-Smirnov. Data dianggap berdistribusi normal jika residual mengikuti garis diagonal pada P-Plot dan nilai signifikansi > 0,05 pada uji Kolmogorov-Smirnov. Uji ini memastikan data berdistribusi normal dan mencegah kesalahan interpretasi (Zulkifli et al. Hasil uji normalitas yang ditampilkan Grafik 1 dan Tabel 3. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * Gambar 1. Grafik Uji Normalitas dengan P-Plot Grafik P-Plot memperlihatkan kumpulan titik sampel tersebar mengikuti garis diagonal, mengindikasikan terdistribusinya data terjadi secara normal. Pemenuhan asumsi normalitas pada model regresi ditandai sebaran error di sekitar garis lurus (Marina et al. , 2. Memastikan pengujian valid, digunakan juga metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Tabel 3. Hasil One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. 0,107 Sumber: Analisis Data Primer, 2024 Hasil menunjukkan nilai Asymp Sig 2-tailed sebesar 0,107 lebih tinggi dari batas signifikansi 0,05. Nilai tersebut menunjukkan data memenuhi asumsi normalitas atau berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Pengujian multikolinearitas bertujuan mendeteksi hubungan tinggi antar variabel independen (Pendi, 2. Data dianggap bebas multikolinearitas dengan indikator nilai tolerance lebih dari 0,1 serta VIF kurang dari 10, sehingga estimasi akurat. Berdasarkan pengolahan data didapatkan hasil pada Tabel 4. Variabel Harga Jual Volume Penjualan Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Lama Usaha Pemasaran Online Sumber: Analisis Data Primer, 2024 Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Tolerance 0,606 0,609 0,292 0,293 0,657 0,559 VIF 1,650 1,641 3,420 3,416 1,522 1,790 Hasil pengujian memperlihatkan semua variabel independen menghasilkan nilai tolerance dan VIF memenuhi kriteria, sehingga terbebas multikoleniaritas (Pane et al. , 2. Uji Heteroskedastisitas Pengujian dilakukan melalui analisis pola pada scatterplot Gambar 2. Data bebas dari heteroskedastisitas jika kumpulan titik tersebar acak dan tidak terbentuk pola tertentu, menunjukkan varian residual stabil antar pengamatan (Nugraha, 2. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * Gambar 2. Grafik Uji Heteroskedastisitas dengan Scatterplot Hasil analisis menunjukkan titik pada scatterplot tersebar secara acak tanpa pola. Penyebaran menandakan data bebas dari heteroskedastisitas. Hal ini sesuai dengan penelitian (Chamidah et al. , 2. , penyebaran titik sekitar 0 pada sumbu horizontal menunjukkan tidak terjadi Uji Autokorelasi Pengujian dilakukan guna mendeteksi hubungan kesalahan pengganggu pada satu periode dan periode sebelumnya dalam regresi linear (Pakpahan, 2. Model regresi yang ideal tidak seharusnya mengalami autokorelasi. Penelitian ini mengidentifikasi autokorelasi melalui nilai Durbin-Watson. Tabel 5. Hasil Pengujian Autokorelasi 4-dU 1,570 0,9982 1,9313 2,0687 Sumber: Analisis Data Primer, 2024 Keterangan Tidak Dapat Disimpulkan Hasil analisis pada Tabel 5, menunjukkan angka Durbin-Watson sebesar 1,570 yang terletak di tengah nilai dL . ,9. dan dU . ,9. sehingga penggunaan metode ini tidak dapat menyimpulkan adanya autokorelasi. Langkah yang diambil yaitu melakukan pengujian lanjutan menggunakan metode run test, dilihat Tabel 6. Hal ini sesuai dengan penelitian (Wulansari et al. , 2. , apabila nilai Sig > 0,05 maka regresi tidak mengalami autokorelasi. Tabel 6. Hasil Pengujian Run Test Asymp Sig . Kriteria Keterangan 0,853 >0,05 Tidak Terjadi Autokorelasi Sumber: Analisis Data Primer, 2024 Hasil uji memperlihatkan nilai sebesar 0,853 melebihi 0,05. Dapat disimpulkan data residual bersifat acak dan bebas dari autokorelasi. Data yang telah melewati uji asumsi klasik dan dinyatakan lolos dapat dianalisis lebih lanjut. Uji Hipotesis Uji Koefisien Determinasi (R. Pengujian mengukur besaran variabel dependen menjelaskan variabel independen dalam model regresi (Permatasari & Huda, 2. Pengujian ini menentukan besarnya keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara dipengaruhi oleh variasi variabel harga jual, volume penjualan, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, lama usaha, dan pemasaran Nilai pengujian ini berkisar antara 0 sampai 1, jika mendekati 1 maka model dikatakan Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R. R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * 0,993 0,986 Sumber: Analisis Data Primer, 2024 0,982 437114,4972 Pengujian memperlihatkan nilai sebesar 0,982, berarti 98,2% keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara dipengaruhi oleh variasi variabel harga jual, volume penjualan, biaya bahan baku dan tenaga kerja, lama usaha, dan pemasaran online. Sisanya 1,8% dipengaruhi faktor luar model regresi, seperti pembiayaan dan skala usaha (Perdana et al. , 2. Nilai mendekati 1 ini, menunjukkan hubungan yang kuat antar variabel independen dan dependen serta validasi model regresi (Irianto, 2. Uji Simultan (Uji F) Pengujian dilaksanakan guna menganalisis pengaruh keseluruhan variabel independen . arga jual, volume penjualan, biaya bahan baku dan tenaga kerja, lama usaha, serta pemasaran onlin. terhadap keuntungan, dilihat Tabel 8. Hipotesis diterima jika nilai signifikansi F > 0,05, artinya variabel independen secara serentak atau bersamaan memengaruhi variabel dependen. Tabel 8. Hasil Uji F Model Sum of Square Regression 3,062E 14 Residual 4,395E 12 Total 3,106E 14 Sumber: Analisis Data Primer, 2024 Mean Square 5,103E 13 1,911E 11 267,059 Sig. 0,000 Hasil analisis memperlihatkan signifikansi 0,000 > 0,05. Mengindikasikan variabel independen secara serentak atau bersamaan memengaruhi variabel dependen, sehingga hipotesis diterima (Rosmayanti, 2. Uji Parsial (Uji . Tujuan uji t yaitu menganalisis pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Penilaian didasarkan nilai signifikansi < 0,05, disimpulkan hipotesis Hal ini mengonfirmasi bahwa variabel independen memengaruhi variabel dependen (Arniyasa & Karmini, 2. Variabel (Constan. Tabel 9. Hasil Uji t Unstandardized Coefficients Std. Eror 299602,404 340503,386 14,367 2,558 1412,413 79,227 Harga Jual Volume Penjualan Biaya Bahan 0,149 Baku Biaya Tenaga 0,232 Kerja Lama usaha 104689,738 Pemasaran 712202,313 Online Sumber: Analisis Data Primer, 2024 Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Standardized Coefficients Beta Sig 0,267 0,179 0,566 0,000 0,000 0,035 0,196 0,000 0,023 0,456 0,000 36429,050 226492,832 0,088 0,104 0,009 0,005 AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * Hasil uji parsial . mengidentifikasi nilai signifikansi dan koefisien setiap variabel yang dapat digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel independen dan merumuskan persamaan regresi. Berikut merupakan rumusan model persamaan regresi. Y = -340503,386 14,367 (X. 1412,413 (X. 0,149 (X. 0,232 (X. 104689,738 (X. 71220,313 (D. e Berdasarkan hasil pengujian, seluruh variabel independen secara individu berpengaruh terhadap keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara. Nilai signifikansi memperlihatkan angkat < 0,05, sehingga hipotesis diterima. Hubungan setiap variabel adalah dapat dijabarkan lebih luas. Pengaruh Variabel Harga Jual (X. Harga jual berpengaruh terhadap keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara secara positif dan signifikan. Setiap kenaikan harga jual Rp1 meningkatkan keuntungan sebesar Rp14,367 dengan asumsi variabel lain tetap. Penentuan harga jual UMK handicraft berbahan kayu di Jepara mempertimbangkan beberapa faktor sesuai teori (Amstrong & Kotler, 2. , yaitu keterjangkauan, kualitas, daya saing, dan manfaat. Salah satu faktor utama adalah jenis bahan baku, di mana kayu berkualitas tinggi seperti kayu perhutani cenderung meningkatkan harga jual. Tingkat kerumitan desain juga berpengaruh, semakin rumit desain maka semakin tinggi harga jualnya. Selain faktor internal, tren harga pasar juga menjadi pertimbangan utama untuk tetap Faktor yang memengaruhi penentuan harga meliputi kondisi ekonomi, penawaran dan permintaan, persaingan, biaya, tujuan usaha, regulasi pemerintah, serta citra produk (Sitorus, 2. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa produk serupa di e-commerce lebih murah, namun kualitas berbeda. Produk tersebut umumnya berasal dari Bojonegoro. Bali, dan Yogyakarta. Sebagian pengrajin menyiasati kondisi persaingan dengan memanfaatkan limbah kayu guna menekan harga jual. Perkembangan teknologi turut meningkatkan daya saing produk. Banyak pengrajin mulai menggunakan mesin gravir untuk menambah label pada produk sehingga harga jual meningkat. Pemasaran online sudah banyak diterapkan para pengrajin. Wawancara menunjukkan terjadi perbedaan harga produk online dan offline akibat potongan biaya admin. Pemilik toko harus cermat menentukan margin keuntungan akibat tingginya biaya admin (Robbani & Kurniawan. Semakin banyak fitur yang digunakan maka semakin besar potongannya. Sebagian besar pengrajin di Jepara memilih menggunakan Shopee. Hasil pengujian sejalan dengan Istiqomah . , yang mengonfirmasi bahwa harga jual terhadap keuntungan memberikan pengaruh yang positif. Hasil penelitian ini memiliki perbedaan dengan Dewi et al. , . yang menyatakan bahwa harga jual berpengaruh negatif terhadap keuntungan apabila produk yang diperjualbelikan adalah produk yang memiliki sifat elastis sehingga dapat menurunkan minat pembelian dan berdampak pada berkurangnya volume penjualan dan tingkat keuntungan. Pengaruh Variabel Volume Penjualan (X. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * Volume penjualan terhadap keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara memberikan pengaruh positif dan signifikan. Semakin bertambah volume penjualan, semakin banyak keuntungan yang didapat. Setiap peningkatan satu satuan volume penjualan, akan meningkatkan keuntungan sebesar Rp1. 412,413 dengan asumsi variabel lain tetap. Pengrajin dengan volume penjualan tertinggi umumnya bekerja sama dengan eksportir, yang memberikan stabilitas permintaan dan peluang pasar lebih luas. Pengrajin yang aktif memanfaatkan media sosial mengalami peningkatan penjualan yang signifikan. Media sosial membantu menjangkau konsumen lebih luas melalui portofolio produk dan pemasaran interaktif (Fatonah et al. , 2. Pengrajin yang hanya mengandalkan e-commerce tanpa strategi tambahan cenderung memiliki penjualan rendah akibat persaingan ketat dan perbedaan Oleh karena itu, inovasi pemasaran diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk. Volume penjualan UMKM handicraft kayu di Jepara meningkat menjelang lebaran, natal, tahun baru, dan perayaan lainnya. Pengrajin memanfaatkan momen ini dengan meningkatkan produksi, variasi produk, dan strategi pemasaran. Daya saing UMKM dapat diperkuat melalui kerja sama dengan eksportir, pemasaran online, dan pemanfaatan media Adaptasi terhadap tren digital serta inovasi produk dan desain menjadi kunci keberhasilan dalam persaingan pasar (Sasikirana et al. , 2. Hasil pengujian sama dengan Pujihati et al. , volume penjualan berpengaruh dominan terhadap keuntungan usaha. Hasil penelitian tidak sejalan dengan Purwanto . , volume penjualan tidak mempengaruhi Pengaruh Variabel Biaya Bahan Baku (X. Biaya bahan baku memengaruhi keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Jepara secara positif dan signifikan. Setiap kenaikan Rp1 pada biaya bahan baku akan meningkatkan keuntungan sebesar Rp0,149 dengan asumsi variabel lain tetap. Kenaikan bahan baku ini akan menaikkan harga jual juga. Bahan baku handicraft terdiri dari kayu, pelapis, dan bahan Jenis kayu yang sering digunakan adalah jati perhutani. Secara teori kenaikan biaya bahan baku menurunkan keuntungan (Surtikanti & Lestari, 2. , namun pada UMKM handicraft berbahan kayu di Jepara justru mencerminkan peningkatan produksi dan penjualan sehingga berdampak positif terhadap keuntungan. Pengrajin memiliki keahlian dalam memperhitungkan kebutuhan bahan baku untuk Sebagian kayu yang tidak dapat digunakan karena standar pemesanan diolah menjadi produk yang bernilai jual dan dipasarkan melalui e-commerce. Strategi ini mengurangi pemborosan sekaligus meningkatkan keuntungan, sesuai dengan penelitian (Heryadi, 2. Penelitian lain yang tidak sejalan menyebutkan bahwa biaya bahan baku tidak berpengaruh pada omset penjualan sehingga tidak mempengaruhi keuntungan (Hermin & Patimah, 2. Pengaruh Variabel Biaya Tenaga Kerja (X. Biaya tenaga kerja memengaruhi keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara secara positif dan signifikan. Setiap kenaikan biaya tenaga kerja Rp1 akan menambah keuntungan sebesar Rp0,232 dengan asumsi variabel lain tetap. Secara teori peningkatan biaya bahan baku dapat mengurangi keuntungan, namun di industri handicraft kayu Jepara justru mencerminkan peningkatan produksi dan penjualan. Tenaga kerja yang Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * lebih banyak dan terampil meningkatkan efisiensi produksi, sehingga keuntungan terus bertambah (Shabrian & Hamdani, 2. Tenaga terampil dalam pembuatan handicraft kayu di Jepara masih terbatas karena butuh ketelitian lebih tinggi daripada pembuatan mebel. Beberapa pemilik UMKM memilih menggaji lembur tenaga kerja daripada menambah pekerja, sementara yang lain memberikan pelatihan sebelum merekrut tenaga kerja baru. Strategi ini berkontribusi pada peningkatan keuntungan UMKM, sejalan dengan penelitian (Setiawan & Kurniasih, 2. Hasil penelitian tidak sejalan dengan Wahyuni et al. , biaya tenaga kerja tidak memengaruhi keuntungan suatu usaha. Pengaruh Variabel Lama Usaha (X. Lama usaha terhadap keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Jepara berpengaruh positif dan signifikan. Setiap tambahan satu satuan lama usaha meningkatkan keuntungan sebesar Rp104. 689,738 dengan asumsi variabel lain tetap. Semakin lama usaha berjalan, semakin luas pengalaman dalam mengelola bisnis, lebih memahami tren pasar, serta m enyesuaikan produksi dengan permintaan (Parluhutan & Setiawan, 2. Pengrajin berpengalaman cenderung bekerja sama dengan eksportir, memperluas relasi, dan meningkatkan akses pasar. Hal ini berkontribusi pada peningkatan volume penjualan dan Hasil penelitian sejalan dengan Nurasik et al. , lama usaha berpengaruh terhadap laba mikro karena pengalaman meningkatkan keterampilan, pemahaman pasar, serta relasi dan jumlah pelanggan. Namun, hasil penelitian berbanding dengan Rahmatia et al. , lama usaha tidak memengaruhi keuntungan apabila sebuah usaha tidak melakukan inovasi dan berkreasi terhadap produk yang ditawarkan. Pengaruh Variabel Pemasaran Online (D. Pemasaran online terhadap keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan peningkatan keuntungan sebesar Rp71. 220,313 saat diterapkan. Pemasaran online melalui media sosial dan e-commerce efektif dalam memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan UMKM handicraft di Jepara. Promosi digital membantu membangun brand awareness dan memudahkan interaksi dengan konsumen. Branding Jepara sebagai produsen kayu berkualitas tinggi turut mendorong permintaan dari berbagai daerah. Temuan ini konsisten dengan penelitian Setyowati . , yang menegaskan bahwa pemasaran online berdampak positif terhadap peningkatan laba. Penelitian tidak sejalan dengan Novia et al. , pemasaran online tidak mempengaruhi peningkatan penjualan sehingga tidak berpengaruh pada keuntungan usaha yang memanfaatkan google bisnis. SIMPULAN Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa secara simultan atau serentak variabel independen meliputi harga jual, volume penjualan, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, lama usaha, dan pemasaran online mempengaruhi keuntungan UMKM handicraft berbahan kayu di Kabupaten Jepara pada tingkat kepercayaan 95%. Pada tingkat kepercayaan yang sama, secara parsial atau individu setiap variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan. Implikasi manajerial dari hasil penelitian adalah pelaku UMKM perlu menyusun strategi yang lebih terukur dan terintegrasi dalam mengelola aspek internal usaha. Strategi value-based pricing Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AInes Fitriana Aminah . Minar Ferichani . Erlyna Wida Riptanti * dapat diterapkan untuk menyesuaikan harga dengan persepsi nilai konsumen. Optimalisasi pemasaran baik secara offline maupun online penting dilakukan untuk meningkatkan volume Pemanfaatan bahan baku secara efisien, termasuk limbah kayu serta peningkatan produktivitas melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan juga dapat memberikan dampak positif terhadap keuntungan. Selain itu, promosi yang efektif secara online dapat memperluas jangkauan pasar. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup wilayah yang hanya mencakup Kabupaten Jepara dan berfokus pada variabel internal. Selain itu, data bersifat cross-section sehingga belum dapat menunjukkan dinamika pengaruh variabel dalam jangka panjang. Riset selanjutnya disarankan untuk mengeksploitasi pengaruh faktor eksternal seperti kondisi pasar, regulasi pemerintah, akses permodalan, dan tren konsumen terhadap keuntungan UMKM. Penelitian longitudinal juga penting untuk melihat perubahan dan kestabilan pengaruh variabel dari waktu ke waktu. REFERENSI