425 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 ANALISIS PENGELOLAAN PRODUK EDU-WISATA KONSERVASI PENYU SEBAGAI DAYA TARIK DI PANTAI NIPAH. DESA MALAKA KABUPATEN LOMBOK UTARA Andika Saputra1. Ida Nyoman Tri Darma Putra2 & Ajuar Abdullah 3 1,2,3Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: 1andikasptra71@gmail. com, 2ida. putra@gmail. 3ajustpm69@gmail. Article History: RReceived: 10-01-2025 Revised: 12-01-2025 Accepted: 13-0-2025 Keywords: Management Analysis. Tourism Products. Edutourism Attraction. Abstract: This study aims to identify the management of turtle conservation edu-tourism products as an attraction at Nipah Beach. Malaka Village. North Lombok Regency. The types of data used are primary data and secondary data using data collection techniques such as interviews, observation and documentation. The results showed that turtle conservation edu-tourism at TCC Nipah is less attractive to tourists, despite offering various tourism products such as hatchling releases, educational tours, turtle observation tours, as well as volunteer and research programs. The main problem faced is sub-optimal management, especially in monotonous and unstructured promotional planning. The absence of a website as a platform for product information and donations also worsens the situation. The lack of support from the village government as well as poor public facilities and cleanliness in the conservation area are also hindering factors in increasing tourist To overcome these problems, better promotional planning, effective organization, optimal monitoring and evaluation are needed. With these steps, it is expected that tourist attraction can increase. PENDAHULUAN PENDAHULUAN Potensi wisata konservasi penyu ini sangat signifikan karena menawarkan pengalaman yang unik dan edukatif bagi wisatawan. Edukasi tentang pentingnya pelestarian penyu, serta kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan konservasi seperti pelepasan tukik (Baby Turtle Releas. , dapat menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan lokal maupuan Namun, meskipun memiliki potensi yang besar, daya tarik wisata konservasi penyu ini masih tergolong lemah dan belum mampu menjadi icon wisata di sana. Pada tahun 2018, masyarakat Desa Malaka mendirikan Turtle Conservation Community (TCC) dengan tujuan melestarikan penyu dan mengedukasi masyarakat serta wisatawan mengenai pentingnya a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 konservasi penyu (Dewi and dkk 2. TCC diresmikan melalui SK Bupati Lombok Utara Nomor 372/52/DLH-PKP/2019. Penelitian mengenai partisipasi masyarakat dalam pengembangan daya tarik wisata di Pantai Nipah menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat aktif dalam mengembangkan destinasi wisata, baik dari sarana dan prasarana hingga atraksi wisata. Kehadiran TCC memberikan wajah baru terhadap destinasi wisata di Pantai Nipah, mengingat tempat ini merupakan lokasi penyu bertelur yang mampu menjadi daya tarik wisata baru (Ismane et al. Berdasarkan hasil observasi awal, salah satu masalah utama yang dihadapi adalah pengelolaan dan manajemen yang kurang optimal. TCC, sebagai kelompok konservasi, belum mampu mengembangkan strategi yang efektif untuk menarik wisatawan secara signifikan. Faktor-faktor seperti minimnya edukator yang kompeten, kurangnya dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa, serta fasilitas yang kurang turut berkontribusi pada lemahnya daya tarik wisata konservasi penyu ini. Produk wisata konservasi penyu di Pantai Nipah seharusnya bisa menawarkan pengalaman yang unik dan edukatif bagi wisatawan. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, potensi ini tidak dapat dimaksimalkan. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai strategi pengelolaan wisata konservasi yang efektif sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Konservasi penyu tidak hanya penting untuk menjaga kelestarian spesies, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar jika dikelola dengan baik. LANDASAN TEORI Pengelolaan adalah proses yang membantu merumuskan suatu kebijakan dan tujuan organisasi atau proses yang memberikan pengawasan pada suatu yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Pengelolaan juga bisa diartikan penyelenggaraan suatu Pengelolaan bisa diartikan manajemen, yaitu suatu proses kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan-penggunaan sumber daya sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan (Handayaningrat 1. Konservasi ialah upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati untuk mencegahnya dari kehilangan atau kepunahan pada spesies tertentu dengan melakukan perencanaan, pengontrolan, dan upaya lainnya untuk menjaga kelestarian (Flamin et al. Edu-wisata sendiri pada dasarnya menjamin kelestarian lingkungan dengan maksud hampir sama dengan konservasi, yakni: menjaga tetap berlangsungnya proses ekologis yang tetap mendukung kehidupan, melindungi keanekaragaman hayati serta menjamin kelestarian dan pemanfaatan spesies dan ekosistemnya. Dalam hal pengembangan suatu wisata, ada beberapa faktor penunjang yang perlu Konsep kegiatan wisata dapat didefinisikan dengan tiga faktor, yaitu harus ada something to see, something to do, dan something to buy (Sutisno and Afendi 2. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Gambar 1. Kerangka pemikiran METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif ini juga disebut dengan feasibility study yang bermaksud untuk memperoleh data awal. Dalam penelitian ini, informan kunci . ey informa. adalah anggota TCC dan non informan kunci terdiri dari masyarakat yang dirasa mendapat pengaruh dari adanya pembangunan TCC di Pantai Nipah, yakni dalam hal ini adalah masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang dan nelayan di pantai Nipah. Jenis data yang digunakan pada penelitan ini adalah data kualitatif dan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan study kasus. Sumber Data antara lain sumber data primer: adalah sumber data utama yang di gunakan untuk menjaring berbagai data dan informasi yang terkait dangan fokus yang dikaji. Sedangkan data sekunder: sumber data pendukung yang diperlukan untuk melengkapi data primer yang dikumpulkan. Untuk mengalisis data proses yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong 2. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut. Perumuskan Masalah Sumber-sumber Kepustakaan Tujuan Penelitian kerangka teori Gambar 2. Diagram Langkah-langkah penelitian a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti menemukan bahwa terdapat beberapa produk wisata yang ditawarkan oleh Edu-wisata konservasi penyu ini, diantaranya: pelepasan tukik, wisata edukasi, tur pengamatan penyu, dan program relawan dan penelitian. Dalam hal aksebilitas lokasi eduwisata. TCC Nipah berjarak lebih kurang 35 menit dari Kota Mataram. Terdapat beberapa produk wisata yang mana pengunjung dapat merasakan pengalaman yang mendalam dan edukatif sekaligus. Salah satu hal yang dapat dilihat adalah sarang penyu yang dijaga dengan cermat, tempat di mana telur-telur penyu diletakkan dengan hati-hati untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ini. Selain itu, produk wisata di konservasi penyu mencakup kesempatan untuk membeli merchandise yang terkait dengan misi konservasi. Souvenir seperti kaos, topi, atau barang-barang lainnya tidak hanya menjadi kenang-kenangan, tetapi juga membantu mendukung upaya perlindungan penyu. Pendapatan dari penjualan ini sering digunakan untuk membiayai program-program pelestarian habitat dan pendidikan masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan Pengalaman yang dirasakan oleh pengunjung juga menjadi bagian tak terpisahkan dari produk wisata ini. Melalui kegiatan seperti penangkapan gambar dengan penyu yang dilepas kembali ke laut setelah dipantau dan diperiksa, pengunjung dapat merasakan langsung kehalusan kulit penyu dan mengapresiasi keindahan alam yang unik ini. Sensasi ini tidak hanya meningkatkan hubungan emosional dengan alam, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian spesies-spesies yang terancam. Selain itu, pengalaman belajar adalah tujuan utama dari produk wisata di konservasi Pengunjung dapat mendalami pengetahuan tentang siklus hidup penyu, tantangan yang mereka hadapi, dan bagaimana upaya konservasi dapat berperan dalam melindungi spesies ini. Melalui tur edukatif, presentasi multimedia, atau interaksi langsung dengan peneliti dan ahli penyu, pengunjung dapat memperluas pemahaman mereka tentang bagaimana individu dan komunitas dapat berkontribusi untuk melestarikan keanekaragaman hayati laut bagi generasi mendatang Namun dari produk wisata yang ditawarkan. Edu-wisata ini masih kurang diminati oleh Berdasarkan analisis peneliti, masalah utama yang dihadapi edu-wisata ini adalah pengelolaan yang kurang optimal. Edu-wisata konservasi penyu ini, belum mampu mengembangkan strategi yang efektif untuk menarik wisatawan secara signifikan. Belum memiliki perencanaan yang tepat dibidang promosi, sehingga kegiatan promosi yang masih sedang bersifat monoton dan tidak terstruktur. Edu-wisata ini tidak memiliki website tersendiri yang seharusnya digunakan sebagai wadah informasi produk dan donasi. Hal ini menunjukkan perencanaan promosi Edu-wisata ini perlu dirancang dan diterapkan secara Kurangnya daya tarik wisatawan pada edu-wisata ini disebabkan oleh minimnya edukator yang kompeten. Akibatnya, beberapa wisatawan yang berkunjung tidak mendapatkan penjelasan yang lengkap terkait sejarah konservasi ini dan kehidupan penyu. Ketidakmampuan ini berpengaruh negatif pada pengalaman wisatawan yang mencari informasi edukatif selama kunjungan mereka. Edu-wisata yang seharusnya memberikan pengalaman belajar yang menarik dan informatif justru gagal memenuhi harapan tersebut. Situasi ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas edukator yang mampu memberikan informasi secara komprehensif. Dengan demikian, peningkatan kompetensi edukator sangat a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 diperlukan agar edu-wisata ini mampu menarik lebih banyak peminat. Selain itu, minimnya dukungan pemerintah desa merupakan salah satu faktor penghambat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan disana. Hal ini dapat ditemukan pada kurang baiknya fasilitas umum yang disediakan oleh Edu-wisata ini. Kebersihan juga merupakan salah satu penyebab daya tarik wisatawan menurun. Kebersihan di area konservasi juga sering kali kurang terjaga, sehingga mengurangi minat wisatawan. KESIMPULAN Edu-wisata konservasi penyu di TCC Nipah menawarkan beragam produk wisata, termasuk pelepasan tukik, wisata edukasi, tur pengamatan penyu, serta program relawan dan penelitian, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pelestarian penyu. Namun, minat wisatawan terhadap edu-wisata ini masih rendah, disebabkan oleh pengelolaan yang kurang optimal, seperti promosi yang monoton, kurangnya edukator kompeten, dan fasilitas umum yang tidak memadai. Untuk meningkatkan daya tarik wisata, diperlukan perencanaan promosi yang lebih baik, peningkatan kompetensi edukator, serta dukungan dari pemerintah desa dalam perbaikan fasilitas dan kebersihan. Selain itu, penerapan monitoring dan evaluasi berkala terhadap seluruh program dan kegiatan wisata untuk memastikan pengelolaan berjalan dengan baik dan terus meningkatkan kualitas layanan serta pengalaman wisatawan. DAFTAR PUSTAKA