Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DI STKIP MUHAMMADIYAH MANOKWARI Zaki Mubarok1. Elvi Rahmi2. Dian Indryani3 STKIP Muhammadiyah Manokwari. Indonesia ARTICLE INFORMATION A B S T R A C T Received: 10 April 2025 Revised: 22 Mei 2025 Available online: 17 Juni 2025 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara mahasiswa dengan menggunakan metode pembelajaran kolaboratif. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan berbicara mahasiswa tergolong baik. Aspek intonasi menempati posisi tertinggi dalam kategori sangat baik, mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengekspresikan gagasan secara ekspresif dan menarik. Selanjutnya, aspek konten dan kejelasan juga menunjukkan hasil positif, mengindikasikan bahwa mahasiswa mampu menyampaikan ide secara relevan dan mudah Namun demikian, pada aspek kefasihan dan ketepatan, sebagian mahasiswa masih berada dalam kategori cukup, menandakan perlunya peningkatan dalam hal kelancaran berbicara serta penggunaan struktur bahasa yang tepat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan program pelatihan berbicara yang menekankan praktik intensif serta pemberian umpan balik yang Dengan pendekatan tersebut, diharapkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pesan secara jelas, runtut, dan sesuai kaidah bahasa akan semakin meningkat. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran keterampilan berbicara di lingkungan pendidikan tinggi. KEYWORDS Metode Kolaboratif. Keterampilan Berbicara. Mahasiswa CORRESPONDENCE E-mail: zmubarok528@gmail. INTRODUCTION Kemampuan berbicara merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Indonesia, karena menjadi sarana utama dalam menyampaikan ide, gagasan, dan pendapat secara lisan. Dalam konteks pendidikan tinggi, keterampilan ini menjadi indikator penting Namun, kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan gagasan secara runtut, logis, dan percaya diri. Hal ini menuntut adanya strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa, salah satunya melalui pendekatan kolaboratif yang menekankan interaksi, kerja sama, dan partisipasi aktif antar mahasiswa dalam Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau proses belajar. Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh mahasiswa, khususnya dalam bidang Pendidikan Bahasa Indonesia. Dalam konteks akademik dan profesional, kemampuan ini tidak hanya menjadi indikator penguasaan bahasa, tetapi juga mencerminkan daya pikir kritis, kepercayaan diri, dan kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif. Oleh karena itu, pembelajaran di perguruan tinggi perlu diarahkan untuk tidak hanya menanamkan pengetahuan teoretis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi lisan yang mumpuni (Philip, 2. Kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan Hasanah & Saugi . mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kecemasan saat harus berbicara di depan umum, yang berdampak pada kepercayaan diri dan kualitas penyampaian mereka. Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut adalah metode pembelajaran yang diterapkan di kelas. Menurut Azkiy . , pendekatan pembelajaran konvensional cenderung membuat mahasiswa pasif dan kurang terlibat dalam aktivitas berbicara, sehingga potensi mereka tidak berkembang secara optimal. Seiring dengan berkembangnya pendekatan pedagogis, berbagai metode pembelajaran telah dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi aktif dan interaksi antar mahasiswa. Salah satu metode yang mendapat perhatian adalah metode pembelajaran kolaboratif. Metode ini menekankan kerja sama antar mahasiswa dalam menyelesaikan tugas atau menyelesaikan permasalahan secara kelompok, yang pada akhirnya menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk lebih banyak berlatih berbicara, bertukar ide, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara kolektif (Mariyono. Metode pembelajaran yang digunakan dosen memiliki peran sentral dalam membentuk iklim pembelajaran yang partisipatif dan kondusif bagi pengembangan keterampilan berbicara. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah metode pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif menekankan pada kerja sama antar mahasiswa dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas bersama, bertukar ide, dan memecahkan masalah secara kolektif Akbar, et al . Dalam konteks keterampilan berbicara, metode ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk lebih aktif berbicara, berargumentasi, dan merespons pendapat orang lain dalam suasana yang tidak mengintimidasi. Hal Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bata . menunjukkan bahwa metode kolaboratif dapat meningkatkan partisipasi verbal mahasiswa, memperkuat rasa percaya diri, serta memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi interpersonal. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih lanjut bagaimana metode pembelajaran kolaboratif dapat memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan berbicara mahasiswa, khususnya di program studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemilihan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era komunikasi yang semakin terbuka dan dinamis. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Palyanti . , menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan menyusun argumen, serta memperluas kosa kata mahasiswa dalam berbicara. Pendekatan ini juga relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada pengembangan keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih lanjut sejauh mana metode pembelajaran kolaboratif berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan berbicara mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan bahasa di perguruan tinggi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah penerapan metode pembelajaran kolaboratif yang menekankan kerja sama antar mahasiswa melalui diskusi kelompok, presentasi bersama, dan pemecahan masalah secara kolektif. Strategi ini diyakini dapat meningkatkan keaktifan berbicara, kemampuan menyampaikan pendapat, serta keterampilan mendengarkan dan merespons secara konstruktif. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga terlibat sebagai pembelajar aktif yang saling menginspirasi dan membangun keterampilan berbicara melalui interaksi yang bermakna. RESEARCH METHOD Penelitian ini adalah sebuah penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran kolaboratif pada partisipan penelitian. Sugiyono . menyatakan bahwa penelitian deskriptif kuantitatif menganalisis secara statistik data yang diperoleh dari sampel penelitian, kemudian mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi selama pembelajaran dilakukan. Data tersebut dianalisis secara Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau statistik dan kemudian hasil akhirnya di deskripsikan. Prosedur penelitian dilakukan dalam 4 tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi dilakukan mencakup semua kegiatan selama proses dilaksanakan penelitian. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku dan sikap mahasiswa dalam proses pembelajaran bahasa indonesia dengan penerapan metode pembelajaran kolaboratif. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan rubrik penskoran untuk mengukur tingkat penguasaan mahasiswa selama penerapan metode pembelajaran kolaboratif ini dalam proses pembelajaran. Metode deskriptif persentase adalah metode yang digunakan dalam penganalisisan data. Penghitungan dengan metode ini dilakukan dengan cara frekuensi dibagi jumlah responden dikali 100%, selengkapnya rumus untuk menghitung data adalah sebagai berikut: Keterangan P = Persentase Jawaban F = Frekuensi nilai yang diperoleh dari seluruh item N = Jumlah Responden RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbicara mahasiswa dengan mengkaji enam aspek penting dalam keterampilan berbicara, yaitu fluency . , accuracy . , clarity . , intonation . , volume suara, dan content . si/konte. Hasil analisis terhadap masing-masing aspek memberikan gambaran tentang kekuatan dan area yang masih perlu ditingkatkan dalam penguasaan keterampilan berbicara mahasiswa. Kemampuan berbicara dari segi fluency . menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori baik . %), diikuti oleh kategori sangat baik . %), dan cukup . %). Ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu berbicara dengan lancar meskipun masih terdapat sebagian kecil yang menunjukkan kefasihan yang belum optimal. Kemampuan ini mencerminkan penguasaan struktur kalimat dan kelancaran dalam menyampaikan ide secara lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara mahasiswa dalam aspek fluency . didominasi oleh kategori baik dengan persentase sebesar 60%, diikuti oleh kategori sangat baik . %), dan cukup . %). Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau telah memiliki tingkat kelancaran yang cukup memadai dalam berbicara, baik dalam hal menyampaikan ide, menggunakan struktur kalimat yang benar, maupun dalam menjaga alur komunikasi lisan yang efektif. Persentase terbesar berada pada kategori ini, yang menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu berbicara dengan lancar meskipun masih terdapat sedikit jeda atau gangguan kecil dalam penyampaian. Mahasiswa pada kategori ini umumnya mampu: . Menyusun kalimat secara logis dan koheren. Mengungkapkan gagasan secara berurutan dan . Menunjukkan penguasaan cukup terhadap kosakata dan struktur tata bahasa. Menyampaikan argumen atau informasi tanpa terlalu banyak berhenti untuk berpikir atau mengoreksi diri. Kondisi ini mencerminkan adanya kemampuan dasar berbicara yang telah terbentuk dengan baik, meskipun masih terdapat ruang untuk pengembangan dalam hal keluwesan, variasi ekspresi, dan pengurangan penggunaan filler seperti "emm", "apa ya", atau jeda panjang saat Aspek ketepatan (Accurac. menunjukkan bahwa kemampuan berbicara mahasiswa dalam aspek accuracy didistribusikan sebagai berikut: 30% kategori sangat baik, 50% kategori baik, dan 20% kategori cukup. Data ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, mayoritas mahasiswa . %) telah menunjukkan kemampuan yang baik hingga sangat baik dalam menggunakan struktur tata bahasa dan diksi yang tepat ketika berbicara. Namun, masih terdapat sekitar satu dari lima mahasiswa . %) yang menunjukkan kemampuan yang kurang optimal dalam aspek ketepatan Mahasiswa dalam kategori ini menunjukkan tingkat penguasaan bahasa yang tinggi, ditandai dengan: . Penggunaan struktur kalimat yang benar dan bervariasi. Pemilihan kata . yang tepat sesuai konteks. Minimnya kesalahan tata bahasa, baik dalam tenses, preposisi, subject-verb agreement, maupun bentuk kata kerja. Konsistensi dalam penggunaan bahasa baku dan formal sesuai kebutuhan komunikasi akademik. Mahasiswa dengan tingkat accuracy sangat baik cenderung memiliki latar belakang penguasaan grammar yang kuat dan pengalaman berbahasa lisan yang lebih sering, baik melalui diskusi akademik, presentasi, maupun latihan terstruktur. Kemampuan berbicara mahasiswa dari segi kejelasan . menunjukkan distribusi sebagai berikut: 33% sangat baik, 40% baik, dan 27% cukup. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa . %) telah menunjukkan kemampuan yang memadai hingga sangat baik dalam menyampaikan ide secara jelas dan mudah dipahami oleh pendengar. Namun, masih terdapat lebih Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau dari seperempat mahasiswa . %) yang mengalami kendala dalam mengartikulasikan gagasan secara efektif, baik karena faktor penyusunan ide yang kurang terstruktur maupun artikulasi yang kurang jelas. Mahasiswa dalam kategori ini mampu menyampaikan informasi secara jelas, terstruktur, dan mudah dipahami, dengan ciri-ciri sebagai berikut: . Menggunakan kalimat yang singkat, padat, dan logis. Menyusun ide secara runtut dan sistematis, sehingga pendengar dapat mengikuti alur pemikiran dengan baik. Memiliki artikulasi yang baik, intonasi yang sesuai, dan kecepatan bicara yang tepat. Mampu menyesuaikan gaya bahasa dengan konteks dan audiens. Pada aspek ini mahasiswa menunjukkan keterampilan komunikasi lisan yang matang, yang tidak hanya bergantung pada penguasaan bahasa, tetapi juga kemampuan menyusun dan menyampaikan pesan secara efektif. Penilaian terhadap aspek intonasi menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan 50% mahasiswa berada dalam kategori sangat baik, 43% dalam kategori baik, dan hanya 7% dalam kategori cukup. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa . %) telah mampu menggunakan intonasi secara efektif dalam berbicara, yang menjadikan pembicaraan mereka terdengar lebih hidup, komunikatif, dan ekspresif. Setengah dari jumlah mahasiswa menunjukkan kemampuan intonasi yang sangat baik. Kelompok ini memiliki karakteristik sebagai berikut: . Mampu mengatur nada suara, tekanan kata, dan irama berbicara dengan baik sesuai makna dan konteks. Intonasi yang digunakan mencerminkan perasaan, penekanan penting, dan perubahan topik, sehingga pendengar lebih mudah menangkap maksud yang disampaikan. Suara terdengar alami, tidak monoton, dan menunjukkan keterlibatan emosional dalam pembicaraan. Mampu menyesuaikan intonasi dengan tujuan komunikasi, seperti memberikan informasi, mengajukan pertanyaan, atau mengekspresikan pendapat. Kemampuan ini mencerminkan penguasaan komunikasi lisan tingkat lanjut yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memperhatikan unsur pragmatik dalam berbicara. Berdasarkan hasil penilaian, distribusi kemampuan mahasiswa dalam aspek volume suara menunjukkan bahwa sebanyak 30% berada pada kategori sangat baik, 57% pada kategori baik, dan 13% pada kategori cukup. Data ini mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa . %) telah memiliki penguasaan volume suara yang cukup hingga sangat baik, terutama dalam konteks formal seperti presentasi, diskusi akademik, dan komunikasi publik. Namun demikian, masih terdapat 13% Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau mahasiswa yang belum menunjukkan volume suara yang optimal, yang dapat memengaruhi efektivitas komunikasi mereka. Mahasiswa dalam kategori ini memiliki kemampuan untuk mengatur volume suara secara tepat dan efektif. Karakteristik mereka meliputi: . Suara terdengar jelas dan mantap, baik dalam ruangan besar maupun kecil. Mampu menyesuaikan volume dengan situasi, seperti menurunkan volume saat menyampaikan informasi sensitif atau menaikkannya saat menekankan poin penting. Memiliki teknik pernapasan dan pengaturan vokal yang baik, sehingga suara tidak cepat lelah meski berbicara dalam durasi lama. Memberikan kesan percaya diri, energik, dan komunikatif kepada pendengar. Kemampuan ini menjadi kekuatan penting dalam kegiatan seperti presentasi akademik, debat, maupun wawancara. Pada aspek isi atau konten pembicaraan, diperoleh hasil 37% sangat baik, 47% baik, dan 16% Data ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa . %) telah memiliki kemampuan yang cukup hingga sangat baik dalam menyampaikan isi pembicaraan. Namun, terdapat 16% mahasiswa yang masih mengalami kendala dalam menyusun dan menyampaikan konten secara efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mampu menyampaikan isi pembicaraan yang relevan, terstruktur, dan informatif. Namun demikian mahasiswa masih memiliki kesulitan dalam menyusun ide atau informasi secara logis dan menarik, sehingga memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam perencanaan dan pengembangan isi pembicaraan. CONCLUSION Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara mahasiswa tergolong baik pada semua aspek yang dinilai. Aspek intonasi merupakan yang paling menonjol dengan nilai tertinggi dalam kategori sangat baik, diikuti oleh content dan clarity. Sementara itu, aspek fluency dan accuracy meskipun mayoritas masih berada pada kategori baik, namun menunjukkan bahwa masih ada mahasiswa yang membutuhkan penguatan dalam struktur dan kelancaran berbicara. Dengan demikian, program pelatihan atau pembelajaran berbicara yang berfokus pada praktik intensif dan umpan balik konstruktif sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, terutama dalam hal kejelasan penyampaian pesan dan penggunaan bahasa yang tepat. Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau REFERENCES