ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 PENGARUH TINGKAT PROFITABILITAS. UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI Andi Chandra Pramana Universitas Kediri. Indonesia Email: andychandra@un ik-kediri. Dian Nur Aswita Stain Bengkalis. Indonesia E-mail: diannuraswita@gmail. ABSTRACT. Permasalahan pada penelitian ini dilatarbelakangi dengan ada nya beberapa kasus manajemen laba pernah menimpa beberapa perusahaan besar di Indonesia seperti PT. Bukit Uluwatu Villa. Tbk. PT. Jaya Bersama Indo. Tbk dan PT. Saraswati Griya Lestari. Tbk. Terjadinya asimetri informasi antara manajemen dengan pihak eksternal yang tidak memiliki kuasa memadai untuk memonitor tindakan manajer, juga mendorong terjadi perilaku manipulasi ini. Berdasarkan hal tersebut, manajemen akan memanipulasi laporan kinerja perusahaan untuk kepentingannya sendiri dan tidak mementingkan kepentingan perusahaan secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Tingkat Profitabilitas. Ukuran Perusahaan dan Leverage terhadap Manajemen Laba pada perusahaan Hotel. Restoran dan Pariwisata yang terdaftar di BEI. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan sektor Hotel. Restoran dan Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Sampel ditentukan berdasarkan metode purposive sampling dengan jumlah Sampel penelitian yang didapat sebanyak 17 emiten selama periode 2018-2022. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji asumsi klasik dan uji regresi linier Manajemen Laba (Y) sebagai variabel bebas dan variabel terikat yaitu Profitabilitas (X). Ukuran Perusahaan (X) dan leverage (X). Berdasarkan hasil pengolahan data dalam penelitian ini Profitabilitas dengan hasil nilai T hitung = 2,974 < T tabel = -1,98969 dengan nilai signifikansi sebesar Sig. tabel = 0,004 < () = 0,05. Ukuran Perusahaan Thitung = -0,524 > Ttabel = -1,98969 dengan nilai signifikansi sebesar Sig. tabel = 0,601 > () = 0. 05, dan Leverage Thitung = 0,044 < Ttabel = 1,98969 dengan nilai signifikansi sebesar Sig. = 0,965 > () = 0,05. Keywords: Profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Leverage. Manajemen Laba Pendahuluan Semakin banyak perusahaan yang memperjual belikan sahamnya di Bursa Efek Indonesia menjadikan beberapa masyarakat tertarik untuk mengelola sumber daya modal yang mereka miliki dengan cara menginvestasikan atau menanamkan modalnya pada perusahaan yang sahamnya beredar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang bergerak pada sektor Hotel. Restoran dan Pariwisata merupakan sektor usaha yang sedang sangat diperhatikan oleh pemerintah. Sektor Perhotelan. Restoran Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 dan Pariwisata menjadi amunisi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Banyak perusahaan dari sektor Hotel. Restoran dan Pariwisata ini sudah listing di Bursa Efek Indonesia. Adanya kepemilikan hutang yang banyak oleh perusahaan dinilai bahwa perusahaan tersebut masih mendapatkan banyak kepercayaan dari publik khususnya pihak pembiayaan karena mampu memperoleh hutang yang banyak selain itu dengan adanya hutang yang tinggi perusahaan juga memiliki aset yang banyak sehingga mampu menjalankan usahanya. Hal ini mendorong perusahaan untuk menyampaikan laporan keuangannya dengan tepat waktu, karena ingin segera memberitahukan kepada publik bahwa kepercayaan pihak pembiayaan kepada perusahaan masih tinggi dan perusahaan memiliki aset yang besar untuk menjalankan usahanya, sesuai dengan kewajiban yang ada bahwa perusahaan sebagai agen harus tepat waktu dalam menyampaikan informasi yang dimilikinya kepada publik selaku principal supaya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Setiap perusahaan yang beroperasi memiliki orientasi terhadap laba. Laba menjadi indikator yang nyata untuk memperlihatkan keberhasilan pencapaian kinerja suatu Laba perusahaan digunakan sebagai dasar ukur dalam memperkirakan keuntungan perusahaan di masa mendatang. Laporan keuangan memiliki informasi terkait laba yang dapat digunakan dalam menilai kualitas suatu perusahaan dari pencapaian laba selama periode tertentu. Informasi laporan keuangan dapat berdampak pada keputusan investor dan pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan praktik manajemen laba. Pihak yang dirugikan dengan Manajemen Laba Dikaitkan dengan SFAC No 1 tentang tujuan pelaporan keuangan perusahaan, tujuan umum pelaporan keuangan adalah untuk memberi informasi yang bermanfaat untuk pengambil keputusan bisnis dan ekonomi. Dalam SFAC No 2 ditegaskan tentang karakteristik kualitas informasi keuangan meliputi relevansi . redictive value, feedback value, dan timelines. , realibilitas . erifiability dan representational faith-fullnes. yang harus dipenuhi dalam penyusunan laporan keuangan Kalau dilihat dari SFAC 1 dan SFAC 2, manajemen laba memang merugikan karena informasi yang disajikan menjadi tidak bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan tidak menggambarkan realitas kondisi perusahaan yang sebenarnya. Dalam pelaksanaannya, beberapa kasus manajemen laba pernah menimpa beberapa perusahaan besar di Indonesia seperti PT. Bukit Uluwatu Villa. Tbk. PT. Jaya Bersama Indo. Tbk dan PT. Saraswati Griya Lestari. Tbk. Terjadinya asimetri informasi antara manajemen dengan pihak eksternal yang tidak memiliki kuasa memadai untuk memonitor tindakan manajer, juga mendorong terjadi perilaku manipulasi ini. Berdasarkan hal tersebut, manajemen akan memanipulasi laporan kinerja perusahaan untuk kepentingannya sendiri dan tidak mementingkan kepentingan perusahaan secara umum. Penelitian oleh Tala dan Karamoy3 menjelaskan bahwa profitabilitas dapat berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Selain itu, penelitian oleh Purnama4 menghasilkan hal yang sama dimana profitabilitas berpengaruh positif terhadap manajemen Perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi maka menyebabkan perusahaan Dewayani. Al Amin. Moh. , dan Dewi. Analisis faktor-faktor yang memengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. The 6 th University Research Colloquium. Wolk. Michael G Tearney dan James L. Dood. Accounting Theory A Conceptual and Institutional Approach, 5th ed. Cicinnati,Ohio: South Western College publishing. Tala. Olivia dan Herman Karamoy. AuAnalisis Profitabilitas Dan Leverage terhadap Manajemen Laba pada perusahaan Manufaktur Accountabilityi BEI. "Jurnal . Vol. No. Purnama. Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Ukuran Perusahaan. Kepemilikan Institusional dan kepemilikan manajerial terhadap Manajemen Laba. Jurnal riset keuangan dan Akuntansi. Vol. 3 No. 1,p. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 meningkatkan manajemen labanya. Namun penelitian oleh Gunawan5 dan Fandriani6 dan Tunjung menjelaskan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Penelitian oleh Purnama7 menjelaskan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Penelitian oleh Priharta, dkk8 mendapatkan hasil yang sama bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Sedangkan penelitian oleh Gunawan dkk,9 Wardani dkk,10 ddan Fandriani dan Tunjung11 mendapatkan hasil bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Telaah Pustaka Teori Keagenan (Agency Theor. Teori keagenan (Agency theor. awalnya diperkenalkan oleh Michael C. Jensen dan William H. Meckling pada tahun 1976. Jensen dan Meckling menyebutkan bahwa teori keagenan adalah sebuah hubungan agensi dengan principal, dimana terdapat perjanjian antara principal . atu orang atau lebi. dan agen untuk memberikan jasa demi kepentingan pihakpihak yang mendelegasikan tugas . untuk mengambil keputusan. Terdapat tiga macam hubungan keagenan, yaitu hubungan keagenan antara manajer dengan pemilik, hubungan keagenan antara manajer dengan kreditur, dan hubungan keagenan antara manajer dengan pemerintah. Pada dasarnya teori ini berupaya untuk mengatasi adanya perbedaan kepentingan yang terjadi di antara keduanya, salah satunya dengan menyediakan informasi akuntansi yang relevan sehingga dapat memaksimalkan keuntungan dengan mempertimbangkan kerugian yang mungkin timbul dan berdampak pada pihak lain. Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori sinyal pertama kali dikemukakan oleh Spence yang menyatakan bahwa sinyal dapat diartikan sebagai cara berbagai jenis perusahaan untuk membedakan diri dengan perusahaan lainnya dan biasanya dilakukan oleh manajer dengan kedudukan tinggi. Teori sinyal menekankan pada pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak diluar perusahaan. Pada saat informasi diumumkan dan semua stakeholders sudah menerima informasi tersebut, stakeholders terlebih dahulu menginterpretasikan dan menganalisis informasi tersebut apakah sebagai sinyal baik . atau sinyal buruk . Gunawan. Ketut. Nyoman Ari Surya Darmawan dan I Gusti Ayu Purnamawati. "Profitabilitas. Ukuran Perusahaan dan Leverage terhadap Manajemen Laba pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI". Ejournal S1 Ak. Vol. No. Fandriani. , & Tunjung. Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Ukuran Perusahaan dan Kualitas Audit terhadap Manajemen Laba. Jurnal Multiparadigma Akuntansi Vol. 1 505-514. Ibid Priharta. Rahayu. , & Sutrisno. Pengaruh Kualitas Audit. Ukuran Perusahaan dan Leverage terhadap Manajemen Laba. Journal of Applied Business and Economies. Vol. Ibid Wardani. Herlina. Shandi. , & Brillian. Manajemen Laba Profitabilitas. Leverage dan Ukuran Perusahaan sektor Pertambangan. Jurnal ilmiah MEA Vol. No. 3 1853-1869. Ibid Jensen. , & H. Meckling. AuTheory Of The Firm :Managerial Behavior. Agency Costs And Ownership StructureAy. JournalOf Financial Economics. Vol 3. Pp 305-360. Lestari. Hanny Sri dan Anis Chariri. Au Analisis faktor faktor mempengaruhi pelaporan keuangan melalui internet ( Internet Financial Reporting ) Melalui website perusahaan ". Jurnal Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang . Spence. Job. Market Signalling. The Quartely Journal of Economics. ( 1973 ) hal 355-37 Husnan. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisa Sekuritas. ( Yogyakarta : UPP AMP YKPN, 2001 ). Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 Dalam kerangka teori sinyal disebutkan bahwa dorongan perusahaan untuk memberikan informasi adalah karena terdapat asimetri informasi antara manajer perusahaan dan pihak luar karena manajer perusahaan mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan prospek yang akan datang daripada pihak luar. Perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengurangi informasi asimetri. Salah satu cara untuk mengurangi informasi asimetri adalah dengan memberikan sinyal pada pihak luar, salah satunya berupa informasi keuangan yang positif dan dapat dipercaya yang akan mengurangi ketidakpastian mengenai prospek perusahaan yang akan datang sehingga dapat meningkatkan kredibilitasnya dan kesuksesan perusahaan. Profitabilitas Profitabilitas merupakan variabel untuk menilai kemampuan perusahan dalam mencari dan melihat keuntungan dalam satu periode tertentu. 17 Profitabilitas mengukur bagaimana kemampuan perusahaan 1dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan bisnis yang dilakukan. Hal ini juga merupakan hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang dilakukan perusahaan. Profitabilitas diukur dengan analisis ROA, yaitu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan menggunakan total aset . yang dimiliki perusahaan setelah disesuaikan dengan biaya-biaya untuk mendanai aset . Hal ini disebabkan ROA memiliki tingkat yang lebih independen dalam pengukuran Profitabilitas dibandingkan ROE. Alasan menggunakan ROA sebagai alat ukur karena ROA menggambarkan seberapa besar pengelolaan atau penggunaan aset sebuah perusahaan untuk menghasilkan laba, dengan melihat seberapa besar laba bersih setelah pajak yang dihasilkan maka pihak manajemen dapat memilih apakah laba tersebut akan dibagikan sebagai dividen atau tidak. Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi dapat dikatakan bahwa laporan keuangan perusahaan tersebut mengandung berita baik dan perusahaan yang mengalami berita baik akan cenderung menyerahkan laporan keuangannya tepat waktu. Hal ini juga berlaku jika profitabilitas perusahaan rendah dimana hal ini mengandung berita buruk, sehingga perusahan cenderung tidak tepat waktu menyerahkan laporan keuangannya. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan adalah gambaran besar atau kecilnya suatu perusahaan yang dapat diukur dari besarnya nilai aset, penjualan, atau dari nilai pasar ekuitas perusahaan. Semakin besar nilai dari total aset, penjualan dan keuntungan yang diperoleh perusahaan maka semakin besar pula ukuran perusahaan tersebut. Perusahaan besar cenderung memiliki informasi manajemen lebih banyak sehingga memiliki pengungkapan informasi yang lebih baik dibanding perusahaan kecil. Marston dan polei menyatakan bahwa perusahaan yang lebih besar memiliki kompleksitas yang lebih tinggi sehingga investor membutuhkan informasi keuangan lebih banyak untuk membuat keputusan investasi yang lebih efektif. Dapat dikatakan perusahaan Wolk. Tearney and J. Dodd. Accounting Theory: A Conceptual and Institutional Approach. South Western College Publishing. ( 2000 ) Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. ( Jakarta: Rajawali. 2013 ) hal 196 Lestari. Hanny S. Dan Chariri. Anis. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reportin. dalam Website Perusahaan. Jurnal Universitas Diponegoro Semarang Vol 27 . : Pp 135-156 ( 2008 ) hal 9 Luqiana. Cahyaningsih, & Zultilisna. Analisis Faktor-Faktor yang Meningkatkan Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan. Akrab Juara, 3, 220Ae232. ( 2018 ). Luciana Spica Almilia dan Sasongko Budisusetyo. The impact of internet financial and sustainability reporting on profability stock price and return in Indonesia stock exchange. International jurnal of Busines and Economics. Vol 1 no 2. PP. ( 2009 ) Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 besar lebih disorot dalam pasar modal yang mana ini memberikan tekanan pada perusahaan untuk mengungkapkan informasi secara lebih lengkap. Adapun dalam penelitian ini ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural dari total aset perusahaan (Proxy Log of Total Asse. Perusahaan yang besar memiliki stakeholder dalam jumlah banyak dan tersebar luas sehingga dapat meningkatkan agency cost. besarnya ukuran perusahaan dinyatakan dalam total aktiva. Penjualan dan kapitalisasi pasar, semakin besar total aktiva penjualan dan kapitalisasi pasar maka semakin besar pula ukuran perusahaan. Ketiga variabel tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukuran perusahaan. Semakin besar aktiva maka semakin banyak modal yang ditanamkan maka semakin besar total aktiva yang dimiliki perusahaan, semakin tinggi nilai penjualan maka semakin besar nilai perputaran uang di dalam perusahaan. Semakin besar nilai kapitalisasi pasar maka semakin dikenal produk yang dihasilkan perusahaan. Leverage Leverage merupakan rasio antara total kewajiban dengan total aset. Semakin besar rasio leverage, berarti semakin tinggi nilai utang perusahaan. 23 Kebijakan hutang merupakan salah satu alternatif pendanaan perusahaan selain menjual saham di pasar modal. Hutang yang dipergunakan secara efektif dan efisien akan meningkatkan nilai perusahaan. Leverage diartikan sebagai penggunaan sumber dana keuangan seperti utang dan dana pinjaman oleh perusahaan guna meningkatkan keuntungan pemegang saham. Untuk menjalankan operasinya setiap perusahaan memiliki berbagai kebutuhan, terutama berkaitan dengan dana agar perusahaan dapat berjalan sesuai dengan mestinya, dana selalu dibutuhkan untuk menutupi seluruh atau sebagian dari biaya yang diperlukan, baik dana jangka pendek maupun jangka panjang yang diperlukan untuk ekspansi atau perluasan bisnis. Dalam hal ini manajer bertugas untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, berbagai cara dapat dilakukan baik seperti penerbitan saham, obligasi, maupun melakukan hutang kepada kreditur. Leverage diukur dengan DAR karena sejalan dengan pengukuran ROA dimana mengkur tingkat pengembalian aset terhadap laba maka dengan melihat rasio hutang terhadap aset ini pihak manajemen dapat mempunyai bayangan jika DAR bernilai kecil berarti semakin kecil kewajiban yang akan dibayar perusahaan terhadap pihak luar . , maka pihak manajemen dapat mengambil keputusan apakah akan menjual assetnya atau tidak. Hutang yang lebih besar dari aset mengindikasikan adanya potensi ketidakmampuan perusahaan dalam menyelesaikan hutangnya pada masa sekarang dan masa-masa yang akan datang. Menurut Rodoni dan Ali ada beberapa jenis mengenai leverage, yaitu leverage operasi . perating leverag. , leverage keuangan . inancial leverag. , dan gabungan dari leverage operasi dan leverage keuangan yang disebut combined leverage. Manajemen Laba Laba merupakan salah satu sumber informasi dalam laporan keuangan. Menurut PSAK No. 1 tujuan pelaporan keuangan adalah memberikan suatu informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi pengguna laporan Marston. Claire. Financial reporting on the internet by leading Japanese companiesAy. Corporste Comunication. Vol. : Pp. ( 2004 ). Oyelere. Laswad and R. Fisher. Determinants of Internet Financial Reporting by New Zealand Companies. Journal of International Financial Management and Accounting 14, . , hal. Sulistyanto. Sri. Manajemen Laba. Teori dan Model Empiris. ( Jakarta: Grasindo. Tarjo. Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan Institusional dan Leverage terhadap Manajemen Laba. Nilai Pemegang Saham serta Cost of Equity Capital. ( SNA 11 Pontianak: Universitas Trunojoyo Bangkalan Madura. 2008 ). Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. ( Jakarta: Rajawali. 2013 ). Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Satu. Cetakan Ketujuh. (Raja Grafindo Persada. Rodoni dan Ali. Manajemen Keuangan. ( Jakarta: Mitra Wacana Media. 2010 ). Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 Laba merupakan salah satu informasi potensial yang terkandung dalam laporan keuangan dan merupakan suatu informasi yang sangat penting bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan. Menurut Yahaya et al. Manajemen laba adalah upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk mempengaruhi atau memanupulasi laba yang dilaporkan dengan menggunakan metode akuntansi tertentu atau mempercepat transaksi pengeluaran atau pendapatan, atau menggunakan metode lain yang dirancang untuk mempengaruhi laba jangka Nilai total Accrual (TACi. di estimasi dengan persamaan regresi berganda sebagai TAit / Ait-1 = a1 . /Ait-. a2 ((REVit / AIt / Ait-. a3 (PPEit / Ait-. ) e Kemudian untuk menghitung nondiscretionary accrual di hitung dengan menggunakan rumus berikut: NDAit = a1 . /Ait-. a2 ((REVit - RECIt / Ait-. a3 (PPEit / Ai. ) Selanjutnya Discretionary accrual (DA) dapat dihitung sebagai berikut : DAit = (TACit / Ait-. - NDAit. Hipotesis Berdasarkan uraian yang telah disampaikan diatas, maka rumusan hipotesis yang dapat digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 : Tingkat Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap Manajemen Laba yang terdaftar di BEI. H2 : Ukuran Perusahan berpengaruh signifikan terhadap Manajemen Laba yang terdaftar di BEI. H3 : Leverage berpengaruh signifikan terhadap Manajemen Laba yang terdaftar di BEI. H4 : Pengaruh tingkat Profitabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Leverage berpengaruh signifikan terhadap Manajemen Laba yang terdaftar di BEI. Metode Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan menggunakan metode kuantitatif dengan menuliskan dan menjelaskan dalam bentuk angka melalui perhitungan tingkat Profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Dan Leverage sebagai variabel X yang diperoleh dari laporan keuangan untuk melihat pengaruhnya terhadap Manajemen Laba sebagai variabel Y. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. 28 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor Hotel. Restoran dan Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Adapun Penelitian ini mengambil sampel dengan metode Purposive Sampling. Purposive Sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan pertimbangan peneliti sendiri. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik analisis data regresi linier berganda karena variabel bebas dalam penelitian ini lebih dari satu. Adapun persamaan regresi linier berganda dapat dirumuskan yaitu: Y = a b1X1 b1X2 b3X3 e. Husein Umar. Metodologi Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. (Jakarta: Rajawali Pers, 2. h, 77. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Uji T . Uji t dimaksudkan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh yang signifikan dari variabel independent (X) terhadap variabel dependent (Y) dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel. Jumlah nilai taraf signifikan sebesar 0,05 atau 5%, nilai ttabel didapat dengan menentukan nilai dk = n-k . -4= . , jumlah sampel . dan jumlah variabel bebas dan terikat . sehingga nilai ttabel = 1,98969. Adapun hasil uji t Tabel 4. Hasil Uji t (Parsia. Coefficients Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients Std. Error (Constan. Beta Sig. Dependent Variable: Y Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 25 Pengujian Hipotesis Pertama (H. Berdasarkan hasil tabel 4. 14 uji t diatas, pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Thitung = -2,974 < Ttabel = -1,98969 Maka H0 Ditolak (H1 diterim. Sig. tabel = 0,004 < () = 0,05 Dapat disimpulkan bahwa Profitabilitas sebagai variabel independent berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba. Sebagai variabel dependen. Pengujian Hipotesis Kedua (H. Berdasarkan hasil tabel 4. 14 uji t diatas, pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Thitung = -0,524 > Ttabel = -1,98969 Maka diterima H0 . itolak H. Sig. tabel = 0,601 > () = 0. Dapat disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan (X. tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Manajemen Laba (Y). Pengujian Hipotesis Ketiga (H. Berdasarkan hasil tabel 4. 14 uji t diatas, pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Thitung = 0. 044 < Ttabel = 1,98969 Maka diterima H0 . itolak H. Sig. tabel = 0,965 > () = 0,05 Dapat disimpulkan bahwa Leverage (X. tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Manajemen Laba (Y). Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 Uji F (Serenta. Uji F . ji serenta. adalah untuk melihat apakah variabel independent secara bersamasama . berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel dependent. Tabel 4. Hasil Uji F Serentak ANOVAa Sum of Model Squares Df Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: LN_RES Predictors: (Constan. X3. X1. X2 Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 25 Berdasarkan hasil tabel 4. 13 dapat diketahui bahwa: Fhitung = 2,807 < Ftabel = 3,11 Maka diterima H0 . itolak H. Sig. tabel = 0,045 < () = 0,05 Hal ini berarti bahwa variabel Profitabilitas. Ukuran Perusahaan dan Leverage simultan tidak memiliki pengaruh dan signifikan terhadap Manajemen Laba. Pembahasan Pengaruh Profitabilitas terhadap Manajemen Laba Berdasarkan hasil dari uji t yang telah di lakukan diketahui bahwa variabel profitabilitas memiliki nilai t hitung lebih kecil dari t tabel dan nilai signifikansi nya lebih kecil dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Profitabilitas dengan dasar teori agensi (Agency Theor. adalah hal yang sering dilihat oleh para investor sebelum menanamkan modalnya dalam perusahaan karena mencerminkan laba yang dihasilkan dari aset perusahaan. Hal itu untuk menarik minat para investor sekaligus membuat kinerja perusahaan terlihat baik, maka para manajer akan terdorong untuk menggunakan return on asset (ROA) dengan melakukan manajemen laba. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Gunawan29 dan Fandriani dan Tunjung30 menjelaskan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian oleh Tala dan Karamay31 menjelaskan bahwa profitabilitas dapat berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Selain itu, penelitian oleh Purnama32 menghasilkan hal yang sama dimana profitabilitas berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Manajemen Laba. Berdasarkan hasil dari uji t yang telah di lakukan diketahui bahwa variabel Ukuran Perusahaan memiliki nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansi nya lebih besar dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H2 ditolak. Artinya besar atau kecilnya ukuran perusahaan mempengaruhi manajemen laba. Op cit. Gunawan. Op cit. Fandriani dan Tunjung. Op cit. Tala dan Karamay. Op cit. Purnama. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 Ukuran perusahaan dengan dasar teori sinyal (Signaling Theor. yakni manajemen perusahaan memberikan informasi sinyal positif maupun negatif mengenai bagaimana cara pandang manajemen terhadap manajemen laba perusahaan tersebut menguntungkan atau tidak Dengan demikian jika ukuran perusahaan memberikan hasil sinyal yang positif maka dapat memberikan sinyal yang menguntungkan bagi investor. Hal ini penting bagi investor untuk pengambilan keputusan investasi, karena semakin besar total aset yang dimiliki perusahaan akan cenderung lebih menguntungkan investor dalam besarnya pertumbuhan laba yang dialami oleh perusahaan. merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi manajemen laba. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Purnama menjelaskan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Penelitian oleh Priharta, dkk mendapatkan hasil yang sama bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Sedangkan penelitian oleh Gunawan Wardani, dkk dan Fandriani dan Tunjung mendapatkan hasil bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap manajemen Pengaruh Leverage terhadap Manajemen Laba. Berdasarkan hasil dari uji t yang telah di lakukan diketahui bahwa variabel Leverage memiliki nilai t hitung lebih kecil dari t tabel dan nilai signifikansi nya lebih besar dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H3 ditolak. Artinya besar atau kecilnya leverage tidak mampu mempengaruhi manajemen laba. Leverage dengan dasar teori agensi (Agency Theor. merupakan hutang yang digunakan oleh perusahaan untuk membiayai asetnya dalam rangka menjalankan aktivitas Semakin besar hutang perusahaan maka semakin besar pula resiko yang dihadapi pemilik sehingga pemilik akan meminta tingkat keuntungan yang semakin tinggi agar perusahaan tersebut tidak terancam di likuidasi. Jika suatu perusahaan terancam di likuidasi maka tindakan yang mungkin dapat dilakukan manajemen dengan segera adalah manajemen laba. Dengan melakukan manajemen laba, kinerja perusahaan tersebut akan tampak baik di mata pemegang saham dan publik walaupun perusahaannya dalam keadaan terancam di likuidasi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tala dan Karamoy. Agustia dan Suryani, dan Wardani dkk mendapatkan hasil bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Agustia dan Suryani. Priharta, dkk dan Fandriani dan Tunjung mendapatkan hasil penelitian yang sama yaitu leverage berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Kesimpulan Berdasarkan hasil penemuan dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpulan atas penelitian ini, yaitu: Profitabilitas sebagai variabel independent berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba. Sebagai variabel dependen. Ukuran Perusahaan (X. tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Manajemen Laba (Y). Leverage (X. tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Manajemen Laba (Y). Saran Pada penelitian ini penulis mengharapkan dari penelitian manajemen laba selanjutnya dimasa yang akan datang diharapkan mampu menghasilkan hasil yang lebih baik dan nyata yang benar- benar mencerminkan keadaan yang sebenarnya, dengan mempertimbangkan beberapa saran sebagai berikut: Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Andi Chandra Pramana 1 Dian Nur Aswita 2 Untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan proksi yang berbeda dengan penelitian ini diharapkan dengan proksi yang berbeda dapat memiliki hasil penelitian sesuai kebutuhan peneliti. Untuk peneliti selanjutnya dapat menambah jumlah variabel-variabel independent lainnya yang mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan objek yang berbeda untuk memperluas sampel penelitian, seperti pada perusahaan sumber daya alam dan sektor jasa. Daftar Pustaka