E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 PENERAPAN METODE MENGHAFAL AL-QUR`AN (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi IAIN Syekh Nurjati Cirebon deviimron490@gmail. Abstract This study aims to determine . The effectiveness of these three methods in three different institutions, . The significance of applying the method of memorizing the Koran, . Problems and efforts to overcome them. The method in this study uses a qualitative descriptive method. Data obtained by the method of observation, interviews and documentation. The research results obtained: application of the method of memorizing the Koran . SaHal and yadai. in three major institutions with different segments of The significance of the suitability of theory and reality in the field in the application of these methods. The problems of the memorization method: . The feeling of laziness that occurs in the students, . The age factor/different level of intelligence . The spirit and desire is weak . Electronic media/technology. As for the countermeasures: . Fight laziness with high intentions and enthusiasm. Manage time as well and efficiently as possible. Optimistic and raise husnudzon to Allah SWT. Make electronic media/technology a da'wah field. The effectiveness and significance of the three memorization methods in maintaining and achieving the target of memorizing the Qur'an at SMAIT. STIQ Al-Multazam and the Kuningan National Tahfidz Quarantine Foundation. West Java, is with time consistency in repeated deposits . so that they can give birth to hafidz/ah and making electronic devices in the form of mobile phones as a means of da'wah. Keywords : Al-Qur`an Memorization Method. Significance. Problematics. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Efektifitas tiga metode tersebut di tiga lembaga berbeda, . Signifikansi penerapan metode menghafal al-qur`an, . Problematika dan upaya penanggulangannya. Metode dalam penelitian ini menggunakan Metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian memperoleh : penerapan metode menghafal al-qur`an . Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 SaHal dan yadai. di tiga lembaga besar dengan segmen berbeda Signifikansi kesesuaian teori dan realita dilapangan dalam penerapan metode-metode tersebut. Problematika metode menghafal tersebut: . Rasa malas yang terjadi pada para santri, . Faktor usia/tingkat kecerdasan yang berbeda-beda . Semangat dan keinginannya lemah . Media elektronik/teknologi. Adapun upaya penanggulangannya :. Lawan rasa malas dengan niat dan semangat yang tinggi. Atur waktu sebaik dan se efisen mungkin. Optimis dan besarkan husnudzon kepada Allah Swt. Jadikan Media elektronik/teknologi sebagai ladang dakwah. Efektifitas dan signifikansinya tiga metode menghafal dalam menjaga dan mencapai targetan hafalan Al-QurAoan di SMAIT,STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Kuningan Jawa barat ini yaitu dengan konsistensi waktu dalam setoran mengulang . sehingga dapat melahirkan para hafidz/ah dan menjadikan alat elektronik berupa hand phone sebagai sarana Kata Kunci : Metode Menghafal Al-Qur`an. Signifikansi. Problematika. Pendahuluan Pokok pertama materi Pendidikan Agama Islam pada dasarnya adalah Al-Qur`an. Al-Qur`an sebagai sumber hukum yang paling utama bagi kaum muslim berisi petunjuk kepada jalan yang sebaik-baiknya. (M. Quraish Shihab, 1992:. Dan sebagai pokok agama. Al-Qur`an memegang peranan yang sangat signifikan dalam pembentukkan tingkah laku manusia atau pembentukkan akhlaq yang mulia. Menjaga keaslian al-qur`an bentuk usaha mengagungkannya serta menjaga kemurniannya akan tetapi tidak hanya sebatas itu, perlu untuk mentadabburi, membaca serta Dia (Al-QurAoa. adalah sumber dari segala sumber ilmu yang menimbulkan kebaikan serta kesejahteraan bagi seluruh umat manusia di dunia. Hashim menyatakan bahwa AuAlQurAoan is the source of strength of Muslim ummah which has been revealed by AllahAy yang berarti bahwa AlQurAoan adalah sumber kekuatan Islam yang disebutkan secara sah oleh Allah (Hashim. Di samping itu Al-QurAoan merupakan sarana yang paling utama untuk bermunajat kepada Allah baik membaca, mempelajari, mengajarkan, serta mendengarkannya. Kesemuanya itu merupakan ibadah bagi setiap orang yang mengamalkannya. Keaslian dan terjaganya al-qurAoan langsung dijaga oleh Allah Swt, sebagaimana termaktub dalam QS al-hijr ayat 9 : AuSesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benarbenar memeliharanyaAy. Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsirnya Auat-tafsir al muniir fi aqidah wa al-syariah wa almanhajAy, dalam menafsirkan ayat diatas menyampaikan bahwa turunnya Al-QurAoan merupakan tanggapan atau balasan atas keingkaran dan olok-olokan mereka . rang-orang yang ingka. dan penjagaannya tidak akan ada yang bisa merubah serta mengganti bahkan menambah atau mengurangi satu titik pun karena sesungguhnya Allah Swt telah menjadikan mukjizat yang jelas untuk ucapan manusia yang sekiranya tidak akan bisa di rubah atau di sembunyikan meskipun oleh Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 bangsa arab itu sendiri yang sejatinya Al-QurAoan berbahasa arab. (Az-Zuhaili, 2. Balajar Al-QurAoan dibagi dalam beberapa tingkatan yaitu belajar membacanya sampai lancar baik menurut kaidah-kaidah yang berlaku dalam qiroAoat dan ilmu tajwid, belajar arti dan belajar menghafalnya diluar kepala, sebagaimana yang dipraktekkan oleh para Sahabat dimasa Rasulullah, demikian pula TabiAoin dan masa sekarang diseluruh dunia (Asatidz, 2. Di era sekarang para penghafal Al-QurAoan sangatlah banyak diminati oleh anak-anak di usia yang sedang memasuki jenjang dewasa. Semua orang pasti bisa menghafal Al-QurAoan utuh 30 Juz asalkan ada kemauan dari hati untuk bisa menghafalkan kalam Allah SWT dan restu dari kedua orang tua. Setelah ada kemauan untuk menghafal, lakukan dengan Istiqomah . Al-Quran senantiasa mudah dipelajari, tidak susah dan berat dengan syarat ada kemauan dan kesungguhan dalam Di samping itu Al-QurAoan merupakan sarana yang paling utama untuk bermunajat kepada Allah baik membaca, mempelajari, mengajarkan, serta mendengarkannya. Kesemuanya itu merupakan ibadah bagi setiap orang yang mengamalkannya. (Srijatun, 2. Metode Ummi adalah salah satu metode membaca al-QurAoan dengan bacaan tartil. Metode Ummi menggunakan alat bantu sebuah buku yang disusun oleh Masruri dan Yusuf. Metode Ummi memiliki suatu yang beda dengan yang lainnya yaitu terletak pada sistem yang digunakan. Metode Ummi yang lahir sejak 2011 yang berarti termasuk metode yang baru di tengah-tengah masyarakat akan tetapi sampai saat ini telah digunakan oleh lebih dari 1000 lembaga di 24 propinsi di Indonesia Metode SaHal merupakan metode menghafal Al-QurAoan yang mudah dipahami dan SaHal merupakan singkatan dari Satu Halaman. Metode SaHal sangat bermanfaat bagi para penghafal Al-QurAoan karena memberikan kata kunci ayat di setiap halaman yang menjadi karakteristik pembeda dengan halaman lainnya, sehingga akan memperkuat daya ingat dan memudahkan hafalan. Adapun penerapannya ialah dengan cara menyetorkan hafalan yang sudah dihafalkan sebelumnya dan menambahkan setoran 1 hafalan baru dengan maksud banyak mengulang hafalan agar bisa menjadi mutqin . dalam proses penjagaan al-qurAoan. Metode SaHal ini dilaksanakan setiap pagi sampai waktu dzuhur dan malam setelah isya. Metode yadain merupakan metode yang dirancang untuk mengoptimalkan seluruh potensi panca indra manusia, sehingga menghafal bukan hanya mengedepankan panca indra secara eksternal saja, namun juga internal Metode dalam menghafal al-qurAoan dewasa ini sangat beragam dan banyak digunakan oleh lembaga-lembaga yang fokus didalamnya menghafal al-qurAoan, berikut penulis paparkan sebagai bahan untuk perbandingan dengan metode SaHal yang dimiliki dan digunakan oleh STIQ AlMultazam Kuningan Jawa Barat. Adapun judul yang dianggap mempunyai keterkaitan yang akan diteliti oleh peneliti, sebagai berikut: Pertama, penelitian yang dilakukan oleh (Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana, 2. berjudul AuImplementasi Metode ODOA (One Day One Aya. Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-QurAoanAy. Al-Quran senantiasa mudah dipelajari, tidak susah dan berat dengan syarat ada kemauan dan kesungguhan dalam mempelajarinya. SD NU Awar-awar merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan kegiatan pengembangan diri yaitu tahidz al- Quran. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh PERBUP nomor 15 tahun 2015 sebagaimana disebutkan diatas, dan lalu berkembang menjadi kegiatan menghafal al-Quran 30 juz. Sekolah ini bukan hanya sebatas berlabel Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 NU, namun benar-benar menerapkan amalan Nahdlatul Ulama. Salah satunya yaitu program unggulan menghafal al-Quran, sesuai dengan visinya yaitu membimbing siswa menjadi generasi berjiwa Qurani. Di SD NU Awar-awar program hafaan yang dilakukan dengan menerapkan Metode ODOA (One Day One Aya. , dan hasil belajarnya anak-anak memiliki kemampuan menghafal alQurAoan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan pelaksanaan program menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ODOA di SD NU Awar-awar. Persamaan penelitian ini dengan penelitian peneliti terletak pada metode menghafal al-qurAoan baru untuk membantu siswanya selain lancar bacaannya juga menemukan cara mudah menghafalkan 30 juz. Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan peniliti terletak pada objek atau koresponden yang dikaji. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh (Frida, 2. berjudul Au Aplikasi Metode Stifin Dan Ilham Terhadap Hasil Hafalan Al-Qur`an (Eksperimen terhadap Mahasantri Institut Ilmu Al-Qur`an Jakart. Ay. Metode tahfizh modern tentu memiliki berbagai perbedaan dengan metode klasik yang diterapkan di pesantren-pesantren, termasuk di Pesantren Takhasus Institut Ilmu Al- Qur`an (IIQ) Jakarta, yakni pesantren khusus mahasiswi yang kuliah di IIQ Jakarta yang menggunakan Metode Talaqqi Musyafahah. IIQ Jakarta merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menggabungkan sistem pendidikan pesantren dan perguruan tinggi dengan orientasi mencetak ulama wanita yang hafal Al-Qur`an, intelek, berwawasan luas dan ahli di bidang Ulumul Qur`an. Dengan kata lain. IIQ Jakarta bukan hanya pesantren tahfizh yang hanya fokus di bidang menghafal Al-Qur`an, tetapi dibarengi dengan kegiatan perkuliahan. Metode yang digunakan dalam tahfizh Al-Qur`an di IIQ Jakarta adalah metode talaqqi, yaitu mahasiswi menyetorkan materi hafalannya dihadapan instruktur dan instruktur menyimak lalu mengoreksi bacaan mahasiswi. Dalam proses menghafal, mahasiswi dibebaskan untuk menghafal sesuai dengan metode masing-masing. Hal tersebut karena IIQ Jakarta merupakan sebuah kampus yang mahasiswinya tidak hanya disibukkan dengan proses menghafal saja. Meski begitu. Lembaga Tahfizh dan Qiraat Al- Qur`an (LTQQ) membuat targettarget hafalan tiap semester sebagai syarat mengukuti Ujian Akhir Semester (UAS), baik target tahfizh maupun tikrar . engulangan hafala. Persamaan penelitian ini dengan penelitian peneliti adalah terletak pada penelitian metode baru tentang pengembangan menghafal al-qurAoan dengan stifin dan Ilham juga teknis dan penelitian ditujukan kepada tingkat mahasiswa dalam prosesnya. Adapun perbedaannya terletak kepada selain tempat yang dilakukan peneliti juga mahasiswanya diperbolehkan untuk bebas memilih metode menghafal mereka. Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh (SaAodulloh. ,&Muslih, 2. berjudul AuEfektivitas Metode Mudarosah Dalam Menjaga Hafalan Al-QurAoan Di Pondok Pesantren Madrasatul QurAoan TebuirengAy. Pondok Pesantren Madrasatul Qur an Tebuireng merupakan salah satu lembaga pesantren yang keseharianya sibuk dengan Al-QurAoan. Unit Tahfidh ialah salah satu unit yang ada di Pondok Pesantren Madrasatul QurAoan Tebuireng yang menaungi para santri untuk membantu untuk menghafalkan Al- QurAoan, terdiri dari Program Binnadhar dan Program Tahfidh. Unit Tahfidh Pondok Pesantren Madrasatul Qur an telah menerapkan Metode Mudarosah sejak pertama kali pondok ini didirikan. Dalam penerapannya ialah dengan cara berpasang-pasangan antara dua sampai tiga orang santri dan saling memperdengarkan bacaan mereka, metode ini diterapkan agar santri yang memiliki hafalan bisa selalu terjaga hafalannya dan teruji kualitasnya. Metode Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Mudarosah dilaksanakan setiap baAoda maghrib sampai isya. Sedangkan pada Efektifitas Metode Mudarosah Dalam Menjaga Hafalan Al-QurAoan Di Pondok Pesantren Madrasatul Qur an untuk meningkatkan kualitas hafalan yang sudah dihafalkan. Karena Metode Mudarosah ini merupakan salah satu syarat untuk melanjutkan ke program TasmiAo. Jika sudah berhasil diprogram TasmiAo maka santri tersebut akan di wisuda hafidh 30 juz secara baik dan benar sesuai dengan standar khas bacaan versi Pondok Pesantren Madrasatul Qur an. Dijumpai oleh ustadz yang mengabsen dan memantau kegiatan Mudarosah ialah kurang maksimalnya proses berjalannya kegiatan ini. Jika dikatakan efektif mungkin bisa dijumpahi jika santri itu benar-benar melakukan Mudarosah sesuai dengan apa yang diprogramkan dari Unit Tahfidh. Metode Mudarosah ini sangatlah menunjang para santri untuk selalu menjaga hafalannya. Metode Mudarosah ini sangatlah berguna bagi para santri yang sedang berproses atau menjaga hafalan Al- QurAoan. Disisi lain juga ada para santri yang berpura-pura saling simak-menyimak karena takut disangsi oleh salah satu ustadz yang mengabsen kegiatan mudarosah ini. Persamaan penelitian dengan peneliti yaitu efeketifitas sebuah metode untuk menjaga hafalan al-qurAoan. Adapun perbedaanya terletak pada tempat, korespondennya setingkat santri juga ditemukan santri yang berpura-pura menyimak karena takut kena sanksi. Tujuan penelitian ini yaitu : . Menjelaskan sejarah berdirinya metode SaHal, . Menjelaskan kelebihan dan kekurangan metode SaHal dalam pembelajaran al-qurAoan dibandingkan dengan metode lainnya, . Menjelaskan efektifitas metode SaHal dalam menjaga hafalan AlQurAoan. Adapun manfaat penelitian ini, yaitu : . Untuk menjelaskan sejarah berdirinya metode SaHal bagi kalangan internal maupun untuk khalayak umum, . Untuk menjelaskan terkait kelebihan dan kekurangan metode SaHal dibandingkan dengan metode lainnya, . Untuk menjelaskan efektifitas metode SaHal dalam menjaga hafalan Al-QurAoan. Metode Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis yang digunakan pada poenelitian ini berupa pendekatan diskriptif analisis. Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri yang berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informasi sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan menyimpulkan atas temuannya. (Setiawan, 2. Penelitian kualitatif merupakan proses mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, serta berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka terhadap dunia (Setiawan, 2. Lokasi penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti adalah di Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan (STIQ) Al-Multazam Kuningan Jawa Barat yang ditujukan kepada mahasiswa/mahasiswi angkatan 1-4, dilaksanakan pada jam istirahat disela-sela menyetorkan hafalan wawancara dan pengamatan langsung. Khusus Angkatan 1 dan 2 menggunakan google form karena mereka sudah diperbolehkan membawa alat komunikasi dengan status ikatan kerja . dalam istilah lainnya. Sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data dapat diperoleh. Menurut sumbernya data dibagi menjadi dua yaitu data intern dan data ekstern. Data intern adalah data yang bersumber dari dalam instansi. Data ekstern adalah data yang bersumber dari luar instansi, data Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 ekstern dibagi menjadi dua jenis yaitu Data Primer dan Data Sekunder. (Tanzih, 2. Sampel merupakan bagian obyek atau subyek dari populasi. Apabila populasi relatif kecil . urang dari . maka teknik sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Istilah lain untuk penentuan teknik pengambilan sampel ini adalah sensus. (Sugiyono, 2. Proses analisis data penelitian kualitatif dilakukan sejak peneliti belum memasuki lapangan, selama penelitian di lapangan dan setelah penelitian. Aktivitas dalam analisis data meliputi: Reduksi Data (Data Reductio. Penyajian Data dan Kesimpulan Data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara, melakukan observasi dan Selanjutnya, teknik analisis data memiliki tiga tahap, yaitu tahap reduksi data yang dilakukan untuk pemilihan relevan atau tidaknya data dengan tujuan akhir. tahap display data atau penyajian data. dan kesimpulan atau verifikasi data. (Rukajat, 2. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil penelitian berkaitan dengan adanya metode SaHal di STIQ Al-Multazam diperoleh melalui wawancara langsung dengan mahasiswa/i, santri sekitar, beberapa asatidz dan beberapa SDM. Selain itu diperkuat juga dengan observasi dan dokumentasi yang peneliti dapatkan selama melakukan penelitian. Observasi awal, banyak ditemukan belum memahami terkait apa itu metode SaHal? Bagaimana sejarahnya metode SaHal? Serta seperti karakteristik metode SaHal tersebut. Oleh karena itu, penulis akan memaparkan terkait sejarah terkait metode terebut. Problematika Metode Ummi Menurut Irfan Fanani . Pada dasarnya kendala atau problematika secara umum dalam menghafal al-Qur`an terbagi menjadi dua bagian, sebagai berikut: Problematika menghafal yang muncul dari dalam diri penghafal, adapun problematika internal dan eksternal dalam menghafal al-Qur`an dengan menggunakan metode ummi di Pondok Pesantren Terpadu AlMultazam adalah: Problematika internal Rasa malas yang terjadi pada para santri. Setiap hari harus bergelut dengan rutinitas yang sama, dan tidak aneh jika suatu ketika seseorang dilanda kebosanan, walaupun al-qur`an adalah kalam yang tidak menimbulkan kebosanan dalam membaca dan mendengarkanya, tetapi bagi sebagian orang yang belum merasakan nikmatnya membaca atau menghafal al-Qur`an, hal ini sering terjadi. Rasa bosan akan menimbulkan kemalasan dalam diri untuk menghafal al-Qur`an. Banyaknya hafalan yang dimiliki para santri. Apabila para penghafal al-qur`ansudah memiliki banyak hafalan maka akan mengalami kebingungan yang mana yang harus didahulukan hafalannya. Jika tidak pandai mengatur waktu maka mereka akan kesusahan untuk membagi hafalannya. Faktor usia/tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Menjadi hal yang lumrah bagi kita bahwa klasifikasi tingkat kecerdasan setiap orang dipengaruhi oleh usia. Semakin tinggi usia seseorang maka akan semakin menurun daya Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 kemampuannya dalam mengingat hafalan al-Qur`an. Pada waktu masih bayi belum mengetahui sesuatu pun dari apa yang ada di sekelilingnya. Tetapi Allah memberi kemampuan yang menakjubkan kepada setiap bayi untuk mengetahui tentang apa pun yang Di usia seperti inilah yang sering disebut sebagai usia emas . olden ag. Kemampuan ini akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Mudah putus asa . Islam melihat putus asa termasuk perbuatan tercela, dilarang dan mengukiminya haram. Sedikitnya larangan tersebut terdapat dalam 11 ayat. Kata putus asa sendiri dalam A1qur`an diungkapkan dalam tertulis dalam 16 surat dalam 20 ayat, yang diungkapkan melalui tiga term, yaitu ya`isa, qanatha dan balasa. Selain melarang seseorang untuk berputus asa. AlqurAoan juga memberikan solusi agar terhindar dari sikap putus asa tersebut. Solusi yang ditawarkan Alqur`an agar dapat terhindar dari putus asa antara lain dengan memperbanyak membaca AlqurAoan, dzikir, bersikap sabar, banyak berdoa, meningkatkan rasa syukur. Semangat dan keinginannya lemah . Selain niat yang kuat faktor semangat pun mempengaruhi terkait proses menghafal dan pencapaian targetan al-qur`an. Jika semangatnya berkurang tentunya menjadi masalah terbesar dalam proses ini. Begitu juga dirasakan oleh kebanyakan santri terkait penggunaan metode Ummi ini, banyak ditemukan mereka yang memiliki semangat dan keinginannya yang kurang sehingga menghambat terhadap pencapaian dan program yang telah Menghafal al-qur`an karena paksaan dari orang lain . Sesuatu yang dipaksa akan memberikan dampak yang kurang baik dalam proses menghafal, meskipun terkadang awalnya dipaksa sehingga menjadi terbiasa. Akan tetapi jika terus menerus karena paksaan misalnya takut kena iqab, takut tidak bisa pulang atau takut karena orang tua dan lainnya akan mengurangi semangat dan niat dalam melaksanakan proses Hal-hal tersebut telah banyak penulis temukan dan mewawancarai mereka baik di tingkat maupun menengah maupun perguruan tinggi, karena sebagian mereka belum memahami terkait pentingnya memiliki hafalan al-qur`an yang pahalanya tidak hanya kemuliaan di dunia saja terlebih untuk kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Akan tetapi sangat wajar juga karena kecenderungan masa remaja lebih dominan kepada mencoba hal-hal baru juga lebih mementingkan kenikmatan Problematika eksternal Adapun problematika dari eksternal sebagai berikut : Tersitanya waktu Banyaknya kegiatan bisa menjadi problematika para santri dalam menghafal al-Qur`an, karena banyaknya kegiatan dan waktu yang singkat para santri mulai dari baAoda subuh sampai tidur, yakni seperti adanya kegiatan bahasa, pembinaan dan sekolah yang sangat menyita waktu dan tenaga dari para santri di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam. Mau tidak mau para santri harus menjalaninya dan dituntut untuk lebih pandai mengatur waktu dalam menggunakanya, baik untuk urusan dunia dan terlebih jika kaitanya dengan menghafal al-Qur`an, waktu yang telah ditentukan Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 tersebut harus dioptimalkan. Media elektronik/teknologi Pada dasarnya media elektonik seperti hand phone ada dampak positif dan negatifnya, ini tergantung dari individunya, tetapi selayaknya para pengguna media elektronik seperti hand phone harus memanfaatkan sebaik-baiknya, karena dengan demikian media elektronik akan membantu dalam kegiatan menghafal al-qur`an bukan malah mengganggu aktifitas menghaf al-Qur`an. Media elektronik adalah sarana yang bisa membantu dalam mengerjakan segala sesuatu dengan teknologi seperti hand phone, seorang penghafal al-qur`an akan mudah melakukan menghafal al-qur`an karena di dalamnya bisa di isi dengan berbagai prangkat seperti mp3 AlQur`an. Al-Qur`an android, tafsir Al-Qur`an dan banyak lainnya yang mudah diakses oleh Tetapi teknologi juga menjadi problematika yang bisa menghambat dalam menghafal Al-Qur`an seperti disibukkan dengan berbagai permainan, facebook-an dan medsos lainnya yang akan menyita waktu dan bisa melupakan untuk menghafal dan melancarkan Sahabat yang kurang baik. Teman yang buruk juga menjadi penyebab utama yang menentukan bangunan pendidikan yang sebelumnya telah dirintis, oleh sebab itu kita haruslah memilih teman yang punya perangai yang baik, rajin dan gemar menghafal al-qur`an sehingga teman yang baik adalah teman yang bisa mendorong kearah yang positif. Disebutkan dalam kitab taklim mutaalim karya Syekh al-jarnuzi selain harus mencari guru yang baik juga sahabat yang baik dalam belajar terlebih dalam menghafal al-qurAoan. Ciri-ciri yang disebutkan dalam kitab tersebut ialah berakhlak baik, menguatkan semangat dalam beribadah dan belajar serta mampu untuk bisa mandiri. Kurangnya program mandiri Kurangnya program dari pengurus seperti takror bersama, sima'an bersama dan kegiatankegiatan lainnya akan menyebabkan terbengkalinya kegiatan hafalan, karena kegiatan yang terprogram bersama akan lebih baik hasilnya. Program pengurus menjadi salah satu pendorong santri untuk terus melakukan kegitan menghafal al-Qur`an. walaupun sudah ada program dari prngurus tetapi hendaknya seorang penghafal al-qur`an mempunyai program tersendiri di luar kegiatan pondok minimal bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya. Lingkungan Lingkungan yang ramai yang tidak mendukung suasana untuk menghafal juga menjadi penyebab utama tidak lancarnya dalam melakukan kegiatan menghafal al-Qur`an. Lingkungan yang bising yang ramai akan memecah belah konsentrasi dalam kegiatan menghafal al-Qur`an. Karena untuk dapat cepat hafal sangat dibutuhkan konsentrasi penuh pada hafalannya. Guru yang belum tersertifikasi Salah satu faktor problematika dalam metode ummi selanjutnya ialah faktor guru. Sebagaimana disampaikan oleh salah satu founder metode ummi yaitu ustadz Samidi ketika wawancara pada tanggal 2 desember 2022 di kantor pusat ummi Surabaya, menyampaikan bahwa problem yang mendasar dalam proses KBM al-qur`an di sekolah adalah guru yang belum Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 tersertifikasi dan kurangnya dukungan dari manajemen pihak sekolah itu sendiri dalam melakukan pengembangan terhadap program tersebut. Hal-hal tersebut telah banyak penulis temukan dan mewawancarai mereka baik di tingkat maupun menengah maupun perguruan tinggi, karena sebagian mereka belum memahami terkait pentingnya memiliki hafalan al-qur`an yang pahalanya tidak hanya kemuliaan di dunia saja terlebih untuk kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Akan tetapi sangat wajar juga karena kecenderungan masa remaja lebih dominan kepada mencoba hal-hal baru juga lebih mementingkan kenikmatan sesaat terlebih jika santri pasca liburan karena asyiknya di rumah sudah barang tentu harus di kuatkan kembali. Problematika metode Ummi dalam implementasi di Pondok Pesantren Berikut problematika dalam implementasi metode ummi di Pondok Pesantren Terpadu AlMultazam : Kompetensi bacaan guru belum sesuai standar guru Ummi yang tahqiq. Hal ini yang memberatkan Ust Nana Suhana dalam pemetaan guru-guru untuk penerapan dan pelaksanaan proses metode ummi di lapangan. Anggaran biaya pelatihan masih terbatas. Kebutuhan pembinaan guru berupa tahsin tilawah yang intensif masih terganjal dengan ketersediaan biaya sehingga proses sertifikasi guru masih sedikit terkendala. Kurangnya perhatian orang tua dalam pembinaan anaknya ketika di rumah. Problematika berikutnya yang menjadi titik tekan adalah perhatian orang tua yang kurang maksimla ketika di rumah sehingga ketika setelah kembali ke Pondok santri terkadang banyak yang lupa dan perlu adaptasi kembali. Terkadang waktu pembelajaran tidak pas sesuai jadwal. Hal ini dirasakan oleh tenaga pengajar al-qur`an, seperti pelaksaan tahsin dan tahfidz di waktu siang sehingga konsentrasi santri kadang terganggu dengan lelah dan ngantuk. Karakteristik Metode SaHal Sebagai salah satu metode dalam pengembangan pembelajaran dalam al-qurAoan, tentunya memiliki karakteristik tersendiri untuk digunakan dan dikembangkan dalam berbagai pembelajaran, terutama dalam memudahkan menghafal dan menjaga al-qurAoan. Adapun karakteristik dari metode SaHal itu sendiri sebagai berikut : Sesuai dengan program STIQ Al Multazam. Metode SaHal telah disesuaikan dengan program STIQ Al Multazam yang memiliki quality assurance hafal Al-QurAoan 30 juz dalam waktu 2 tahun. Program ini merupakan bagian dari program kerja Lembaga tahfidz STIQ Al-Multazam, yang awalnya hanya diperuntuk khusus untuk kalangan internal akan tetapi belakangan ini karena banyak yang study banding sehingga di tuntut untuk benar-benar bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Begitu juga dari kuisioner yang telah diberikan 71,4% metode SaHal sangat cocok digunakan oleh mahasiswa. Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 MurojaAoah lebih banyak. Salah satu faktor yang mendukung lancarnya hafalan adalah murojaAoah. Oleh karena itu di dalam metode SaHal, murojaAoah merupakan elemen penting yang tidak dapat dipisahkan. Hafalan yang telah disimpan ke dalam gudang memori membutuhkan pengulangan kembali. Dengan menggunakan skema 212, maka proses murojaahnya secara otomatis lebih banyak. Proses retrieval . engungkapan Kembal. pada dasarnya adalah upaya atau peristiwa mental dalam mengungkapkan dan memproduksi kembali apa-apa yang tersimpan dalam memori. Inti dari seorang penghafal al-qurAoan adalah bagaimana kuat serta konsisten dalam murajaAoah. Siap uji publik. MurojaAoah yang intensif membuat hafalan Al Quran semakin kuat, sehingga menambah kepercayaan diri ketika tasmi atau uji publik. Salah satu goal dari metode SaHal ini adalah siap uji publik karena proses murajaah yang intens dan konsisten sehingga memberikan kemudahan untuk terus mengingat letak ayat dan surat tiap juz nya. Adapun proses uji publik ini dilaksanakan secara internal atau dalam acara gebyar seperti wisuda, khatmil qurAoan dll. Salah satu contohnya ialah mahasiswi Alin Damayanti berasal dari Tasikmalaya telah merasakan meningkatnya kualitas hafalannya dengan mentasmiAokan hafalan 1 kali duduk pada hari Sabtu tanggal 26 November 2022 bertempat di Mushola TKIT Al-Multazam, merupakan sejarah buatnya dan membuat kebanggaan baginya. Lembaga, keluarga serta orang-orang yang ada disekitarnya. Dapat digunakan oleh semua kalangan. Metode SaHal dapat digunakan oleh siapa saja baik pemula maupun yang sudah terbiasa menghafal Al-QurAoan. Dengan karakteristik sifatnya yang fleksibel, metode SaHal cocok untuk berbagai jenjang pendidikan dan usia. Pengertian tersebut memberi petunjuk bahwa keberhasilan belajar dapat diukur dengan adanya perubahan, baik pada aspek kognitif, apektif maupun psikomotorik. Perubahan dalam membaca dan menghafal al-qurAoan dapat dirasakan baik pelafalannya, makhorijul huruf, tajwid bahkan nada dan penjiwaanya. Dengan dipaparkannya terkait sejarah dan karakteristik metode SaHal tersebut dapat dipahami oleh semua kalangan baik di internal Yayasan maupun eksternal. Sehingga kebermanfaatan dan nilai-nilai jariyahnya tidak akan terputus sampai kapanpun dan dimanapun. Baik terhadap metode dalam pembelajaran Al-QurAoan maupun alumni yang akan menyebarkan ke seantero dunia ini. Kelebihan dan kekurangan metode SaHal dengan metode lainnya Sebagai metode dalam pembelajaran, tentunya Metode SaHal ini memliki kelebihan dan Bahkan setiap metode pun sudah barang tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Karakteristik penghafal Al-QurAoan pun bermacam-macam seperti bagi penghafal pemula yang memiliki daya hafalan yang rendah, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama, atau bagi Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 penghafal yang hanya memiliki sedikit waktu untuk menghafal al-Quran. Setiap metode tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut akan penulis paparkan kelebihan dan kekurangan dari metode SaHal berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 18 november 2022 : Kelebihan/keunggulan metode SaHal Metode SaHal mudah untuk dipraktikan. Metode SaHal sesuai dengan namanya mudah bermaksud untuk memberikan mindset bahwa menghafal al-qurAoan itu sangat mudah sesuai dengan janji Allah Swt dalam surat al-qomar sampai disebutkan 4 kali. Begitu juga dalam praktek penerapannya, banyak dikalangan mahasiswa yang merasa puas dengan kemudahan metode ini. Metode SaHal ini lebih banyak mengulang hafalan dan memantapkan hafalan yang sudah dihafalkan sebelum melanjutkan ke hafalan baru. Dengan skema 212 yang artinya setiap perolehan hafalan 2 halaman maka sebelum menambahkan 1 halaman setoran baru dengan otomatis 2 halaman yang sudah halaman dihafal sebelumnya disetorkan Kembali. Hal ini yang membuat mahasiswa tidak tergesa-gesa dalam pencapaian 30 juz setoran akan tetapi lebih mengutamakan kualitas hafalan dibanding kuantitas hafalan itu Hal tersebut di ungkapkan oleh salah satu koresponden berasal dari Kalimantan : Aubaru kali ini menemukan metode menghafal al-qurAoan yang pas untuk menambah dan menjaga hafalan yang sudah di hafalkan, metode SaHal ini sangat cocok dengan gaya menghafal ana. Ay . utipan wawancara dengan YP, mahasiswi Kalimantan Barat pada tanggal 18 november 2. Metode SaHal meningkatkan kemampuan menghafal Al-QurAoan. Dengan sistem skema 212 tadi memberikan rangasangan untuk mahasiswa mengatur waktu sebaik-baiknya dalam menjaga kualitas bacaan dan hafalannya sehingga kualitas hafalan terjaga dengan targetan bisa 1 kali duduk mentasmiAokan hafalan tersebut. Dengan banyaknya murojaah . hafalan secara otomatis akan menambahkan kuat kualitas hafalan yang telah dihafalkan karena sejatinya dalam menghafal al-qurAoan selain istiqomah juga menyediakan waktu untuk murojaah itu sendiri. Alin Damayanti salah satu koresponden berasal dari Tasikmalaya telah merasakan meningkatnya kualitas hafalannya dengan mentasmiAokan hafalan 1 kali duduk pada hari Sabtu tanggal 26 November 2022 bertempat di Mushola TKIT Al-Multazam, merupakan sejarah buatnya dan membuat kebanggaan baginya, lembaga, keluarga serta orang-orang yang ada disekitarnya. Metode SaHal memiliki kurikulum yang baku. Kurikulum baku yang telah kami sebutkan diatas skema 212 dan rancangan program bulanan, semesteran bahkan tahunan, sehingga targetan 2 tahun bisa dicapai. Hal serupa telah disampaikan oleh pendiri metode SaHal sekaligus ketua Lembaga Tahfidz Al-QurAoan di STIQ Al-Multazam Ust Misbahudin. H alhafidz. Kurikulum baku tersebut sedang proses menuju ISBN karena memang ditemukan olehnya dan juga sedang proses penguatan aplikasinya sehingga melahirkan output yang berkualitas dan bisa disebarkan ke seantero dunia dimanapun alumninya berkhidmat. Hal serupa disampaikan koresponden asal Jawa tengah :Aymetode SaHal merupakan metode baku dan sistematis yang pernah ana pelajari. Ay (. utipan wawancara dengan MK, mahasiswi asal Jawa Tengah pada tanggal 18 november 2. Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Metode SaHal disusun secara sistematis. Untuk memudahkan dalam menghafal dalam penyusunan metode SaHal berusaha untuk memberikan yang sistematis dan terukur. Maksud sistematis sudah terperinci pencapaian tiap pekan, bulan, semester dan tahunnya. Sehigga setiap mahasiswa memiliki acuan dan tahapan yang jelas dalam mewujudkan pencapaiannya Sistematis tidak hanya dipahami oleh mahasiswanya juga para muwajjih dan muwajjihahnya ikut terlibat dalam sistem tersebut. Dengan demikian proses keberhasilan dan pencapaiannya tidak hanya sistem atau parogramnya saja akan tetapi didukung oleh SDM pengelolanya yang sudah bersertifikat hafidz dan hafidzah. Hal serupa disampaikan koresponden asal Jawa tengah :Aymetode SaHal merupakan metode baku dan sistematis yang pernah ana pelajari. Ay . utipan wawancara pada tanggal 18 november 2. Metode SaHal memudahkan dalam menghafal. Dalam penerapan metode SaHal ini berusaha untuk memudahkan para penggunanya diantaranya dengan menemukan kata kunci tiap halaman al-qurAoan. Setelah membaca halaman yang akan dihafal sebanyak lima kali, mulailah dengan menghafal ayat yang menjadi kunci pada halaman tersebut. Untuk lebih kuatnya, bacalah terjemahan agar memahami kandungan dari ayat tersebut dan lebih mudah untuk dibayangkan. Membaca halaman yang akan dihafal sebanyak lima kali. Bacalah halaman yang akan dihafal sebanyak lima kali, hal ini dimaksudkan untuk mengenal halaman yang akan dihafal, agar saat menghafal, ayat-ayat yang ada pada halaman tersebut sudah biasa dibaca sehingga tidak terjadi kesalahan bacaan saat menghafalnya. Berdasarkan koresponden asal Kuningan menyampaikan : Aumetode SaHal sesuai Namanya mudah, maka mudah pula dalam praktik dan penerapannya. Au. utipan wawancara dengan PP, mahasiswi asal Kuningan pada tanggal 18 november 2. Metode SaHal sangat cocok untuk mahasiswa. Metode SaHal ini sangat cocok digunakan dikalangan mahasiswa karena selain faktor kedewasaan, kemandirian juga keuletan dalam mengatur waktu dan pola sistem dari metode SaHal itu sendiri. Langkah berikutnya setelah mengulang sebanyak lima kali dan ayat kuncinya, maka Langkah selanjutnya yaitu Setelah menghafal ayat kunci pada halaman yang akan dihafal, lanjutkan dengan menghafal bagian setengah halaman pertama. Jika ayat itu panjang, potong menjadi tiga bagian, dan ulangi sebanyak mungkin tiap-tiap potongan ayat sampai hafal, kemudian satukan menjadi satu ayat utuh. Ulangi proses yang sama pada ayat setelahnya. Jika sudah hafal, baca ulang dari ayat sebelumnya untuk menyatukan hafalan, begitu seterusnya sampai setengah halaman. Kemudian ulangi proses tersebut pada halaman ke dua. Hampir seluruh koresponden via google form menyatakan sangat setuju bahwa metode SaHal ini sangat cocok digunakan oleh kalangan mahasiswa. ata dari penelusuran kuisiner melalui google form pada tanggal 19 oktober 2. Kekurangan metode SaHal Cepat bosan karena pembelajaran yang monoton. Salah satu problematika dalam menghafal al-qurAoan yaitu sering ditemukannya faktor kejenuhan dan membosankan bahkan sampai kepada titik malal . enuh yang aku. Hal tersebut karena pembelajaran yang monoton dan fokus dengan menghafal serta murojaahnya, begitu juga terjadi kepada metode SaHal ini. Betapa tidak mahasiswa setiap harinya bergelut dengan targetan dan pencapaian yang Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 bahkan sering ditemukan sampai larut malam, sebagian lagi sampai menginap di masjid karena ketiduran atau tak kuat menahan kantuk. Salah satu koresponden menyampaikan : Auselain pelajaran perkuliahan ana pun harus berjibaku dengan menyiapkan setoran hafalan dan murojaahnya, kadang bisa sampai tertidur di masjid tau-taunya pas bangun jam 3. Sejujurnya bosan tapi teringat dengan semangat ingin membahagiakan orang tua dunia akhirat sehingga semangat itu bangkit lagi. Ay . utipan wawancara dengan YY, mahasiswi asal Papua pada tanggal 18 november 2. Solusi dalam menyikapi masalah bosan tersebut hanya satu yaitu : semangat. Jika kata tersebut tertancap dalam hati sanubari rasa Lelah, bosan dan malas pun akan bisa terkalahkan. Belum familiar di masyarakat. Benar sekali metode SaHal ini baru digunakan dikalangan internal STIQ Al-Multazam Kuningan Jawa Barat, karena selain foundernya alumni STQ juga masih dalam tahap proses penerapan dan penajaman serta pembahasan yang suatu saat kelak akan dijadikan metode baku dan harapannya bisa meluaskan manfaatnya baik di internal maupun eksternal. Terlebih saat ini mahasiswa terdiri dari Sabang sampai Merauke tentunya selain hanya mengejar bangku kuliah juga menjadi modal untuk penyebaran metode SaHal itu sendiri. Salah satu koresponden berasal dari Papua menyampaikan : Auana terus terang saja pertama kali mendengar metode SaHal karena dirasa belum familiar sebagaimana metode ummi, al-barqi, tilawati dll. Metode ini punya kekhususan setelah tahu dan faham cara dalam prakteknya, so sangat bagus dan cocok untuk ana juga yang lainnya insya Allah. Ay . utipan wawancara dengan YY, mahasiswi asal Papua pada tanggal 18 november 2. ) Bagi anak yang tidak aktif akan semakin tertinggal. Metode SaHal sangat membutuhkan semangat agar bisa aktif dalam mengatur waktu dan mencapai target hafalan karena bagi mereka yang kurang aktif dalam mengatur waktu akan tertinggal dan semakin sulit untuk mencapai target yang berkualitas. Salah satu solusinya, mahasiswa tidak diperbolehkan aktif dalam organisasi untuk 2 tahun awal sehingga mereka terfokuskan hanya Al-QurAoan dan perkuliahan disamping adaptasi terhadap lingkungan dan aturan yang ada. Ustadz Ahmad Nuril. Pd, al-hafidz sering menyampaiakan dalam tausiyah motivasinya :Ayantum dan antunna semua adalah kader dakwah yang akan kembali ke daerahnya masing-masing, maka pergunakanlah waktu sebaik-baiknya dengan fokus kepada hafalan dan murojaahnya insya Allah kalau itu sudah rutin semua kemudahan-kemudahan akan mudah diraihnya. Ay Belum berstandar ISBN. Metode SaHal merupakan metode baru dalam proses menghafal alqurAoan agar tidak hanya menjaga kuantitas juz akan tetap lebih diutamakan dalam kualitas sehingga bisa sampai mutqin dan tasmiAo 1 kali duduk sudah barang tentu buku dan metodenya belum berstandar ISBN. Sebagai penulis dan penemu metode ini. Ust Misbahudin. I al-hafidz menyampaikan : proses buku revisi sedang dalam tahap editing, insya Allah segala upaya akan kita tempuh demi mengsyiarkan Al-QurAoan khususnya dan Lembaga pada umumnya sehingga legalitas ISBN dapat kita raih dan kebermanfaatannya semakin luas. Terus terang saja banyak kampus lain yang sudah study banding, akan tetapi saat ini belum kami berikan bukunya karena masih menempuh legalitas dan hak paten pencipta, insya Allah dalam waktu dekat. Ay Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Upaya Penanggulangan Problematika Metode Yadain Upaya penanggulangan untuk metode yadain menurut penulis tidak sebanyak metode sebelumnya, hanya dicatatkan kepada santri atau pengguna metode yadain ini, berikut diantaranya : Disiplin dalam melaksanakan Standar Operasional Prosedur Disiplin adalah syarat mutlak untuk mencapai kehidupan yang diimpikan. Disiplin adalah kunci kesukesan karena tiada prestasi tanpa disiplin, begitu juga dalam melaksanakan dan menjalankan metode yadain ini. Tanpa disiplin menjalankan SOP maka tidak akan berhasil meraih impian yaitu mampu menghafalkan/menguatkan hafalan dengan baik dan benar sesuai standar dan targetan yang telah ditentukan. Standarisasi Tahsin Tilawah Al-Quran. Setiap metode tentunya memiliki standarisasi tahsin dan targetan sesuai ke khasannya masing-masing, maka oleh karena itu sebagai santri yang mengikuti program ini selain dibekali dengan al-qur`an khusus juga standarisasi tahsin tilawah yang harus di ikuti agar niatan yang suci serta semangat yang membara menjadi hafidz/hafidzah dapat terwujud. Penanganan kesehatan fisik, mindset, dan ruhiyah. Kondisi kesehatan santri yang terkadang menurun karena faktor imun tubuh yang lemah, sakit seperti batuk pilek bahkan lebih dari itu akan mempengaruhi ke proses pencapaian target maupun proses pembelajaran dengan metode yadain ini. Sehingga upaya yang perlu dilakukan adalah dengan terjaganya kesehatan mengkonsumsi yang sehat, halal lagi baik, olah teratur serta istirahat yang maksimal. Juga tidak hanya tersebut ketenangan hati dan pikiran pun perlu untuk menunjang agar kesehatan tetap terjaga. Kelebihan dan Kekurangan Metode SaHal Dalam setiap metode tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dalam tatanan pengajaran, sarana prasarana, manajemen maupun yang lainnya. Seperti halnya yang terjadi dalam penerapan metode talaqqi yaitu : . Tidak efisien karena hanya menghadapi beberapa murid . idak lebih dari 5 oran. , sehingga kalau menghadapi murid yang banyak, metode ini kurang tepat. Membuat murid cepat bosan karena metode ini menuntut kesabaran, kerajinan, ketaatan dan disiplin pribadi. Murid kadang hanya menangkap verbalisme semata terutama mereka yang tidak mengerti terjemahan dari bahasa tertentu. Metode tradisional memang sangat berat dan kurang digemari oleh banyak orang di masa sekarang. Persis sama halnya yang terdapat dalam metode SaHal yaitu memliliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan metode lainnya. Segala kekurangan tentunya menjadi motivasi tersendiri untuk terus meningkatkan dan memantaskan juga menuntaskan kekurangankekurangannya sedangkan kelebihan dapat digunakan untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat kepada yang membutuhkan terkait dengan metode SaHal ini (Misbahudin, 2. Sebagai pengingat dan penguat agar kecintaan kita kepada al-qurAoan, ungkapan indah dari DR. Yusuf Al-Qardhawi : AuAl-Quran selain menjadi petunjuk bagi umat Islam juga sebagai obat hati yang bisa mengusir beragam kegalauan manusia. Sementara penyembuhan dan pengobatan Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 berbagai penyakit organ tubuh dengan al-Quran tidak dikenal pada masa Nabawi dan sahabat, yang dilakukan para sahabat ialah hanya sekedar mengikuti tuntunan Nabi mereka yang disebut ruqyah dengan al-qurAoanAy. Penutup Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan diatas mengenai temuan penelitian dan pembahasan metode menghafal al-qur`an . etode ummi. SaHal dan Yadai. studi komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional maka dapat disimpulkan Efektifitas metode menghafal al-qur`an tersebut sangat efektif digunakan di tiga lembaga tersebut, tentunya dengan kultur, capaian targetan dan ke khasan yang dimiliki oleh masingmasing lembaga tersebut. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan bertambahnya jumlah hafidz/hafidzah setiap tahunnya dan kepercayaan masyarakat luas untuk memasukan anaknya ke lembaga tersebut. Meskipun sudah menjadi sebuah keniscayaan setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya. Signifikansi implementasai metode menghafal di tiga lembaga tersebut signifikan, dengan Metode Ummi : sangat membantu dalam proses belajar dan capaian target hafalan santri akan tetapi masih banyak santri yang tidak menerapkan kaidah-kaidah, irama atau standar nada ketika menyetorkan hafalannya. Sangat cocok bagi pemula maupun yang telah memiliki hafalan sebelumnya. Metode SaHal : membantu dalam proses belajar akan tetapi metode ini sangat cocok bagi santri yang telah memiliki hafalan sebelumnya karena akan membantu mengulang hafalan mereka lebih lancar . dan bagi pemula harus memiliki semangat dan niat yang kuat, fokus terhadap targetan yang telah ditentukan serta penggunaan waktu yang maksimal. Metode Yadain : cocok dan membantu dalam proses menghafal karena di dukung dengan mushaf khusus yadain yang telah disetting dan diberi kode tangan disetiap halamannya. Bagi pemula cocok untuk menambah semangat dalam menghafal al-qur`an dan bagi yang telah memiliki hafalan sebelumnya cocok karena fokus mengulang dengan sistem karantina. Problematika implementasi metode menghafal tersebut : Rasa malas yang terjadi pada para santri, banyaknya hafalan yang dimiliki para santri, faktor usia/tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Mudah putus asa, media elektronik/teknologi. Sahabat yang kurang baik, kompetensi bacaan guru belum sesuai standar guru Ummi yang tahqiq, dilematika dalam target ziyadah dan murojaah dan Penanganan kesehatan fisik, mindset, dan ruhiyah. Adapun untuk upaya penanggulangan terhadap problematika implementasi metode menghafal dengan cara : Lawan rasa malas dengan niat dan semangat yang tinggi, mengatur waktu sebaik dan se efisen mungkin, pantang mengeluh dengan alasan faktor usia, optimis dan besarkan husnudzon kepada Allah Swt, memiliki semangat dan skala prioritas, menghafal al-qur`an ikhlas karena Allah Swt semata, jadikan Media elektronik/teknologi sebagai ladang dakwah, carilah sahabat yang mendukung akan kebaikan dan guru yang tersertifikasi. Penerapan Metode Menghafal Al-Qur`An (Studi Komparatif di SMAIT. STIQ Al-Multazam dan Yayasan Karantina Tahfidz Nasional Jawa Bara. Devi Imron Rosadi Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Daftar Pustaka