JUKMAS Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. No. 2 Oktober 2019 Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Uptd Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat Tahun 2019 Merris Hartati Sormin. Farahdibha Tenrilemba Universitas Respati Indonesia merryssiregar@gmail. ABSTRAK Data dari UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada tahun 2018, prevalensi penyakit diabetes mellitus sebesar 17,72%. Kualitas hidup yang rendah dapat memperburuk komplikasi dan dapat berakhir kecacatan atau kematian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada bulan Maret sampai Juli 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan diabetes mellitus tipe 2 dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu total sampling. Data diolah menggunakan SPSS dengan analisis univariat dan bivariat, menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian terbukti ada hubungan antara pendidikan . value 0,000< 0,. , status sosial ekonomi . value 0,000< 0,. , lama menderita DM . value 0,000< 0,. , komplikasi DM . value 0,01< 0,. Pengetahuan . value 0,001< 0,. dan Pengelolaan DM . value 0,000< 0,. dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Sedangkan untuk variabel umur . value 1,000 > 0,. dan jenis kelamin . value 0,718 > 0,. tidak ada hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan agar lebih aktif dalam memberikan penyuluhan yang berkelanjutan sehingga menambah pengetahuan masyarakat penderita DM untuk meningkatkan kualitas hidupnya. dan diharapkan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kualitas hidupnya dengan lebih sering control ke tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan penelitian selanjutnya mengenai kualitas hidup dengan desain penelitian kualitatif, untuk mengidentifikasi lebih dalam lagi tentang faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup. Kata kunci : Kualitas Hidup. DM tipe 2. UPTD Puskesmas Tunggakjati ABSTRACT Data from UPTD Puskesmas Tunggakjati. West Karawang District in 2018, the prevalence of diabetes mellitus is 17. Low quality of life can worsen complications and can lead to disability or This research is a quantitative research with cross sectional design. This research was conducted in the working area of UPTD Puskesmas Tunggakjati. West Karawang District in March to July 2019. The population in this study was outpatient type 2 diabetes mellitus with a sample of 101 The sampling technique used in this study is total sampling. Data were processed using SPSS with univariate and bivariate analysis, using the Chi Square Test. The results of the study proved to be a relationship between education . value 0,000 < 0. , socioeconomic status . value 0,000 < 0. , duration of DM . value 0,000 < 0. , complications of DM . 01 < 0. http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Knowledge . 001 < 0. and DM Management . value 0,000 < 0. with the quality of life of patients with type 2 diabetes. Whereas for the age variable . value 1,000> 0. and gender . 718> 0. there is no significant relationship with the quality of life of patients with type 2 DM. Suggestion: It is hoped that health workers will be more active in providing ongoing counseling so as to increase the knowledge of people with DM to improve their quality of life. accordance with the conditions. For future researchers, this research can be used as a basis for the development of further research on quality of life with qualitative research designs, to identify more deeply about factors related to quality of life. Keywords : Quality of Life. DM type 2. UPTD Puskesmas Tunggakjati PENDAHULUAN tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup Berdasarkan Pembangunan Deputi Bidang Manusia. Masyarakat atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif Dan Kebudayaan. Bappenas mengatakan telah glukosa dalam darah yang dikenal sebagai penyakit menular (PM) ke penyakit tidak Keadaan hiperglikemia ini jika menular (PTM). Peristiwa ini disebabkan oleh berlangsung terusAemenerus mengakibatkan transisi demografi dan epidemiologi yang kerusakan dan kegagalan berbagai organ terjadi di Indonesia. Merujuk data yang terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan dikeluarkan oleh Balitbangkes. Kementerian pembuluh darah (ADA, 2. Kesehatan tahun 1990 PTM mencapai 39,81%. Hal Penyakit diabetes mellitus diklasifikasikan tahun 2007 naik menjadi 59,24% dan tahun 2017 naik kembali menjadi 69,91%. Pada era etiologinya, yaitu diabetes tipe 1, diabetes 1990 kasus infeksi saluran pernafasan akut tipe 2, diabetes gestasional dan diabetes tipe (ISPA), tuberculosis dan diare menempati lainnya (Anik, 2. Diabetes yang paling urutan 3 besar. Namun pada era 2010 dan banyak dijumpai dalam masyarakat adalah 2015 bergeser menjadi stroke, kecelakaan lalu diabetes mellitus tipe 2 atau yang sering lintas dan penyakit jantung disusul kanker dan disebut dengan diabetes tidak tergantung diabetes (Tirto. id, 2. Diabetes tipe ini paling banyak muncul Diabetes Melitus (DM) merupakan salah pada usia dewasa dan disebabkan karena satu penyakit non communicable disease . enyakit tidak menula. yang paling sering efektifnya penggunaan insulin oleh tubuh. terjadi di dunia. DM tipe 2 merupakan Sekitar 90% sampai dengan 95% dari kejadian penyakit kronik yang terjadi akibat pankreas diabetes diseluruh dunia adalah DM tipe 2. http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Diabetes melitus tipe 2 telah menjadi akhirnya mengakibatkan DM (WHO,2. salah satu masalah kesehatan utama pada Penyakit diabetes melitus perlu mendapat masyarakat diseluruh dunia khususnya di negara berkembang seperti di Indonesia karena, penyakit diabetes mellitus tipe 2 ini penyakit kronis lainnya. Pengelolaan dan perawatan secara tepat agar kualitas hidup komplikasinya bersifat jangka pendek dan penderita DM tipe 2 terpelihara dengan baik jangka panjang. Pada penyakit diabetes sehingga penderita dapat mempertahankan melitus gula menumpuk dalam darah sehingga rasa nyaman dan sehat. Kualitas hidup yang gagal masuk ke dalam sel. Kegagalan tersebut rendah dapat memperburuk komplikasi dan terjadi akibat hormon insulin jumlahnya dapat berakhir pada kecacatan atau kematian. kurang atau cacat fungsi. Hormon insulin Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008 terdapat masuknya gula darah (WHO, 2. Penyakit 246 juta penduduk dunia menderita penyakit kronis seperti DM sangat rentan terhadap diabetes mellitus dan menurut perkiraan IDF gangguan fungsi yang bisa menyebabkan tahun 2015 pada tahun 2025 akan meningkat kegagalan pada organ mata, ginjal, saraf, menjadi 380 juta penduduk dunia yang jantung dan pembuluh darah. Gangguan menderita diabetes. Jumlah tersebut setara fungsi yang terjadi karena adanya gangguan dengan 7,1% dari total penduduk dewasa sekresi insulin dan gangguan kerja insulin Jumlah kasus diabetes mellitus terus maupun keduanya (Tandra,2. meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2015. Diabetes melitus merupakan golongan Indonesia penyakit tidak menular dengan prevalensi penderita diabetes terbanyak di dunia (IDF, tertinggi nomor 2. Hal ini disebabkan karena berbagai faktor seperti faktor lingkungan dan Faktor World Organization (WHO) memproyeksikan diabetes akan menjadi salah disebabkan karena adanya urbanisasi sehingga Health kematian,karena mulanya mengonsumsimakanan yang sehat Indonesia menduduki negara peringkat ke-4 dan bergizi dari alam menjadi mengonsumsi makanan yang cepat saji. Makanan cepat saji diabetes sebesar 152% atau dari 8. berisiko menimbulkan obesitas yang pada http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat orang pada tahun 2000 menjadi 21. gagal masuk ke dalam sel. Kegagalan tersebut orang pada tahun 2030 (WHO, 2. terjadi akibat hormon insulin jumlahnya Menurut riset kesehatan dasar (RISKESDAS) kurang atau cacat fungsi. Hormon insulin jumlah penderita DM di Indonesia yaitu RISKESDAS masuknya gula darah (WHO, 2. Penyakit menunjukan peningkatan prevalensi diabetes kronis seperti DM sangat rentan terhadap dari 5,7% . menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 gangguan fungsi yang bisa menyebabkan juta (RISKESDAS, 2. kegagalan pada organ mata, ginjal, saraf. Data Penyakit diabetes mellitus diklasifikasikan jantung dan pembuluh darah. Gangguan fungsi yang terjadi karena adanya gangguan etiologinya, yaitu diabetes tipe 1, diabetes sekresi insulin dan gangguan kerja insulin tipe 2, diabetes gestasional dan diabetes tipe maupun keduanya (Tandra,2. lainnya (Anik, 2. Diabetes yang paling Berbagai penelitian yang dikemukakan banyak dijumpai dalam masyarakat adalah diatas menyebutkan bahwa kualitas hidup diabetes mellitus tipe 2 atau yang sering pasien DM tipe 2 sangat dipengaruhi oleh disebut dengan diabetes tidak tergantung beberapa faktor diantaranya karakteristik Diabetes tipe ini paling banyak muncul pasien Diabetes Mellitus, lama menderita, pada usia dewasa dan disebabkan karena komplikasi, kepatuhan . engelolaan diabete. dan pengetahuan diabetes mellitus tipe 2. efektifnya penggunaan insulin oleh tubuh. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui Sekitar 90% sampai dengan 95% dari kejadian faktor yang berhubungan dengan kualitas diabetes diseluruh dunia adalah DM tipe 2. hidup pasien DM tipe 2 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tunggakjati. Kecamatan Karawang Diabetes melitus tipe 2 telah menjadi salah Barat. Dengan melakukan penelitian mengenai faktor yang berhubungan dengan kualitas masyarakat diseluruh dunia khususnya di hidup pasien diabetes mellitus tipe 2 agar negara berkembang seperti di Indonesia dapat dilakukan intervensi yang tepat. karena, penyakit diabetes mellitus tipe 2 ini komplikasinya bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Pada penyakit diabetes melitus gula menumpuk dalam darah sehingga Bahan dan Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional, dimana variable independen sebagai factor http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Analisa penyakit diambil dalam waktu bersamaan. untuk mendeskripsikan dari masing-masing Penelitian ini dilakukan di UPTD Puskesmas variabel yang diteliti untuk data numeric Tunggakjati. Kecamatan Karawang Barat. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan Maret simpangan baku (SD), nilai minimal dan Ae juli Tahun 2019. Pengujian masing-masing variabel Populasi Tunggakjati Kecamatan Puskesmas Karawang Berjumlah 101pasien diabetes melitus (Data Analisa Bivariat dalam analisis bivariat ini studi pendahuluan pada pasien prolanis menggunakan rumus Chi Square dengan diabetes melitus pada bulan (NovemberAe bantuan program komputer aplikasi statistik Desember dengan nilai diPuskesmas Tunggakjati 0,05 (Tingkat kepercayaan Kecamatan Karawang barat tahun 2. Cara 95%). Untuk melihat kekuatan hubungan pengambilan sampel Total Sampling, yaitu dianalisis melalui perhitungan nilai Odds Ratio peneliti mengambil seluruh responden yang (OR) pada Confidence Interval (CI) 95%. sudah tersedia di puskesmas tersebut. Hasil Analisis Univariat Variabel Kualitas Hidup Rendah Tinggi Umur Ou40 Tahun <40 Tahun Jenis Kelamin Perempuan Laki Ae laki Pendidikan terakhir Rendah Tinggi Status sosial ekonomi < UMR Ou UMR Lama menderita Ou 5 Tahun http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat <5 Tahun Komplikasi DM Ada komplikasi Tidak ada komplikasi Pengetahuan Kurang Baik Pengelolaan Tidak patuh Patuh Kualitas hidup dikategorikan rendah apabila total skor lebih kecil dari pada nilai sebanyak 82 orang . ,2%) dibandingkan Nilai median kualitas hidup dalam responden yang berjenis kelamin laki Ae laki penelitian ini adalah 90. Kualitas hidup rendah sebanyak 19 orang . ,8%). 0 Ae 89. Berdasarkan tabel diatas dapat Pendidikan diketahui bahwa 60,4% responden memiliki status kualitas hidup yang rendah. Umur responden diketahui berdasarkan kuisioner pendidikan responden. Distribusi pendidikan yang di isi oleh responden guna mengetahui responden terbanyak adalah berada kelompok kelompok umur yang paling banyak menderita pendidikan rendah . idak sekolah. SD, dan diabetes mellitus tipe 2. Distribusi responden SMP) sebanyak 71 orang . ,3%) sedangkan berdasarkan karakteristik umur menunjukan distribusi pendidikan tinggi (SMA dan PT) bahwa, sebagian besar responden yang sebanyak 30 orang . ,7%). menderita diabetes tipe 2 berada pada Sosial ekonomi responden diketahui kelompok umur Ou 40 tahun sebanyak 85 orang berdasarkan kuisioner yang di isi oleh . ,2%), sedangkan pada kelompok umur <40 Tahun orang sebanyak 16 orang . ,8%). Jenis kelamin responden diketahui responden 52 orang . ,5%) memiliki sosial berdasarkan kuisioner yang di isi oleh ekonomi yang rendah atau berada dibawah jumlah UMR sedangkan yang berpenghasilan responden yang mengalami diabetes mellitus Ou UMR sebanyak 49 orang . ,5%). Distribusi Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat responden berdasarkan karakteristik jenis bahwa, distribusi responden berdasarkan kelamin menunjukan bahwa, sebagian besar http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat mellitus tipe 2, menunjukan jumlah responden diabetes mellitus tipe 2. Berdasarkan tabel paling banyak menderita diabetes mellitus diatas menunjukan bahwa responden yang memiliki pengetahuan kurang terdapat 44 responden yang mengalami diabetes mellitus . ,6%) responden, responden yang memiliki tipe 2 kurang dari 5 tahun sebanyak 41 orang pengetahuan baik sebanyak . ,6%). ,4%), Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat Kepatuhan . ,4%) bahwa, distribusi responden berdasarkan berdasarkan kusioner pengelolaan diabetes komplikasi yang dialami menunjukan bahwa terdapat 71 . ,3%) responden menderita mengetahui tingkat pengetahuan responden komplikasi penyakit sedangkan yang tidak dalam mengelola diabetes yang responden menderita komplikasi terdapat 30 . Tabel diatas menunjukan bahwa lebih banyak responden diabetes mellitus yang Pengetahuan tidak patuh yaitu sebanyak 77 . ,2%), berdasarkan kuisioner yang telah disi oleh sedangkan responden yang patuh sebanyak 24 ,8%) responden pengetahuan responden yang mengalami Analisis Bivariat Hubungan Antara Umur dengan kualitas hidup Kualitas Hidup Total Umur Rendah Ou40Tahun 51 60,0 34 40,0 <40Tahun 10 62,5 Total Tinggi Value . % CI) 1,000 0,900 . ,299-2,. 61 60,4 40 39,6 101 100 tabel menunjukan pasien diabetes mellitus memiliki kualitas hidup rendah lebih banyak tipe 2 yang memiliki umur Ou40 Tahun dan yaitu 51 responden . ,0%) dibandingkan http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat responden yang memiliki umur <40 Tahun dan dengan demikian HO diterima, sehingga dapat memiliki kualitas hidup rendah yaitu 10 responden . ,5%). Berdasarkan uji statistic antara umur dengan kualitas hidup pasien chi square, diperoleh nilai p= 1,000 > . diabetes mellitus tipe 2. bahwa tidak ada hubungan Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Kualitas Hidup Jenis Kualitas Hidup Rendah Tinggi Perempuan 43 62,3 26 37,7 Laki- laki 18 56,3 14 43,8 Total Berdasarkan Total Value . % CI) 0,718 1,286 . ,549-3,. 61 60,4 40 39,6 101 100 Berdasarkan uji statistic chi square, diperoleh diabetes mellitus tipe 2 yang berjenis kelamin nilai p= 0,718> . dengan demikian HO perempuan dan memiliki kualitas hidup diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa rendah lebih banyak yaitu 43 responden tidak ada hubungan antara jenis kelamin . ,3%) dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus berjenis kelamin laki laki dan memiliki kualitas hidup rendah yaitu 18 responden . ,3%). Hubungan Antara Pendidikan Dengan Kualitas Hidup Kualitas Hidup Total Pendidikan Rendah Tinggi Rendah 56 78,9 15 21,1 Tinggi Total 61 60,4 40 39,6 101 100 16,7 25 83,3 Value . % CI) 0,000 18,667 . ,112-57,. http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Berdasarkan Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan diabetes mellitus tipe 2 yang memiliki antara pendidikan dengan kualitas hidup pendidikan rendah dan kualitas hidup rendah pasien diabetes mellitus tipe 2. ,9%) Dari hasil analisis didapatkan nilai OR = dibandingkan responden yang memiliki tingkat 18,667, artinya responden yang berpendidikan pendidikan tinggi dan kualitas hidup rendah 5 rendah mempunyai peluang 18,667 kali lebih responden . ,7%). Berdasarkan uji statistic tinggi untuk memiliki kualitas hidup yang chi square, diperoleh nilai p= 0,000< . , dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. berpendidikan tinggi. Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Dengan Kualitas Hidup Status Sosial Kualitas Hidup Rendah Total Tinggi nilai 0,05 hal ini menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan Hubungan Antara Umur Dengan Kualitas yang signifikan antara variabel umur dengan Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di kualitas hidup. Walaupun dari hasil penelitan UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan responden yang berusia Ou40 Tahun lebih besar Karawang Barat Tahun 2019 yaitu 85 responden . ,2%) tetapi hasil ini http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat tidak didukung oleh pvalue yang lebih dari di Puskesmas Pademawu, menyatakan bahwa 0,05. tidak ada hubungan antara umur dengan Peneliti beranggapan hal ini dapat disebabkan oleh sedikitnya jumlah responden kualitas hidup pasien DM tipe 2. berumur <40 tahun yang didapat selama Berbeda dengan penelitian yang dilakukan penelitian, serta responden yang berumur Ou40 oleh Wexler et al . , menyatakan bahwa Tahun pada umumnya menerima kondisinya sebagai penderita DM dan lebih memiliki penurunan kualitas hidup Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Boye et al penambahan umur merupakan salah satu Menurut penelitian yang dilakukan oleh predictor yang signifikan terhadap rendahnya Wagner et al . , menemukan adanya kualitas hidup pasien DM tipe 2. <40 HQORL kesehatan terutama kadar gula darahnya perbedaan yang terkait dengan usia dalam aspek-aspek kehidupan yang penting bagi Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe mengekspresikan kesejahteraan yang lebih 2 Di UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat Tahun 2019 Individu Responden yang berusia tua menemukan Berdasarkan gambaran umum bahwa dari 101 responden jumlah pasien DM tipe 2 perempuan lebih disebabkan oleh karena individu masa usia tua besar yaitu 69 sudah melewati masa untuk perubahan dalam dengan laki - laki 32 responden. Hal ini sejalan responden dibandingkan mengevaluasi hidupnya dengan lebih positif menunjukan bahwa sebagian besar pasien DM dibandingkan saat masa mudanya (Nofitri, tipe 2 berjenis kelamin perempuan. Hasil NFM. penelitian Chaveeponjkarmjorn et al . Penelitian ini sesuai dengan penelitian mengenai kualitas hidup dan kepatuhan dwi . yang menyatakan bahwa usia tidak pasien DM tipe 2, mayoritasnya . ,7%) berhubungan dengan kualitas hidup, hal ini adalah perempuan, dan begitu juga dengan sejalan dengan penelitan wulan dan chatarina penelitian oleh Gautam et al . tentang hubungan dukungan keluarga cross sectional study kualitas hidup pasien DM dengan kualitas hidup diabetes melitus tipe 2 http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat tipe 2 di India, sebagian besar . %) memiliki jenis kelamin perempuan. memiliki hubungan yang signifikan dengan Menurut IDF, 2015 Pada tahun 2015. Indonesia kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2, dilakukan oleh Issa & Baiyewu . dalam Berbagai hasil penelitian menunjukan bahwa penelitiannya tentang kualitas hidup pasien angka kejadian DM pada perempuan lebih DM tipe 2, bahwa jenis kelamin tidak laki-laki (Stipanovic,2002. Wu, 2. Beberapa faktor hidup pasien. Dan berdasarkan penelitian Reid dan walker . juga menyatakan bahwa aktivitas/latihan fisik, usia dan riwayat DM salah satu faktor yang tidak berkontribusi saat hamil, menyebabkan tingginya kejadian terhadap kualitas hidup adalah jenis kelamin. DM pada perempuan (Radi, 2. Selanjutnya . Dari hasil analisis didapatkan responden menyatakan bahwa usia, jenis kelamin, dan yang memiliki kualitas hidup rendah dan status sosial ekonomi tidak memiliki hubungan berjenis kelamin perempuan 43 . ,3%) yang signifikan dengan kualitas hidup responden dan responden yang kualitas Penelitian ini berbeda dengan penelitian hidupnya rendah dan responden berjenis Gautam et all . , mengatakan bahwa jenis kelamin laki- laki adalah kelamin berhubungan dengan kualitas hidup ,3%) pasien DM tipe 2. Mayoritas kualitas hidup Berdasarkan analisis bivariat didapatkan yang rendah terdapat pada jenis kelamin pvalue = 0,718 > . hal ini menunjukan Demikian juga dengan penelitian bahwa variabel jenis kelamin dengan kualitas Wexler et al . , menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin Walaupun dari hasil penelitian dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 ( P didapatkan responden yang memiliki kualitas value < 0. selanjutnya adalah penelitian Rubin . yang juga menyatakan bahwa perempuan lebih besar yaitu 69 . ,3%), laki - laki pada umumnya memiliki kualitas tetapi hasil ini tidak didukung oleh pvalue hidup yang lebih baik dibandingkan dengan yang lebih dari 0,05. Hal ini sesuai dengan penelitian yang Mandagi . http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat indikator bahwa seseorang telah menempuh pendidikan formal dibidang tertentu, namun bukan indikator bahwa seseorang telah Hubungan Antara Pendidikan Dengan menguasai beberapa bidang ilmu. Seseorang Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe dengan pendidikan yang lebih baik, lebih 2 Di UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan matang terhadap proses perubahan dirinya. Karawang Barat Tahun 2019. sehingga lebih mudah menerima pengaruh Berdasarkan hasil analisis diperoleh luar yang lebih positif, obyektif dan terbuka gambaran umum bahwa dari 101 responden informasi kesehatan. berpendidikan rendah lebih besar yaitu 71 Berdasarkan analisis bivariat hubungan responden dibandingkan dengan yang ber antara tingkat pendidikan dengan kualitas pendidikan tinggi ada 30 responden. Hal ini hidup pasien DM tipe 2 menunjukan adanya sejalan dengan beberapa hasil penelitian yang hubungan yang signifikan P value 0,000 < menunjukan bahwa sebagian besar pasien DM . Nilai OR sebesar 18,667 artinya tipe 2 berpendidikan rendah. Hasil penelitian seseorang yang memiliki pendidikan rendah Mier et al . dalam cross sectional study memiliki peluang 18,667 kali lebih tinggi untuk pada pasien DM tipe 2, menemukan sebagian memiliki kualitas hidup rendah. besar responden memiliki pendidikan rendah Penelitian ini sejalan dengan penelitian . %), dan juga dengan penelitian Wen et al Gautam et al . , yang menyampaikan . dimana responden DM tipe 2 yang kualitas hidup yang rendah berhubungan memiliki pendidikan rendah lebih banyak dengan rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh pasien DM tipe 2, disampaikan pula oleh pendidikan tinggi Mier Dalam tinjauan teori tidak dijelaskan . , berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (P value= 0,000< 0,. , ditambahkan lagi penyakit DM tipe 2 tapi peneliti beranggapan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi perilaku seseorang dalam mencari perawatan demografi berhubungan dengan rendahnya dan pengobatan penyakit yang ia derita. kualitas hidup pasien DM tipe 2, salah satunya Sejalan dengan pendapat dari Notoatmodjo faktor pendidikan . Chyun http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi pendapatan OuUMR ada sebanyak 17 . ,7%) Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Hasil hubungan antara status Mellitus Tipe Tunggakjati UPTD Kecamatan Puskesmas Karawang Barat Tahun 2019 menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi dengan kualitas Status sosial ekonomi dalam penelitian hidup pasien DM tipe 2 pvalue 0,000< 0,05. ini dilihat dari penjumlahan penghasilan Nilai or = 10,353 artinya seseorang yang responden dengan pasangan hidupnya, atau memiliki pendapatan rendah memiliki peluang responden itu sendiri jika pasangannya tidak 10,353 kali lebih tinggi untuk memiliki kualitas hidup rendah. Berdasarkan hasil analisis diperoleh gambaran Penelitian ini sejalan dengan penelitian umum bahwa dari 101 responden jumlah Rubin . , menyatakan bahwa sosial pasien DM tipe 2 responden yang status ekonomi yang rendah merupakan predictor ekonominya dibawah