Jurnal Bindo Sastra 1 . : 87Ae94 ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA WANITA DALAM CERPEN MENDIANG KARYA S. RATMANA Milawasri Universitas Tridinanti Palembang mila_plg@yahoo. Abstrak Penelitian ini membahas tentang analisis karakter tokoh utama wanita dalam cerpen Mendiang karya Ratmana. Masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah karakter tokoh utama wanita dalam Cerpen Mendiang Karya S. Ratmana. Tujuan penelitan ini adalah mendeskripsikan karakter tokoh utama wanita yang ada dalam cerpen Mendiang Karya S. Ratmana baik secara langsung maupun tidak langsung digambarkan oleh pengarang dari kehidupan tokoh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat terlihat karakter tokoh pada cerpen Mendiang karya S. Ratmana. Pelukisan karakter tokoh utama wanita yang bernama Wati dapat di analisis dengan cara analitik dan cara dramatik. Dengan cara analitik. Wati dilukiskan pengarang sebagai sosok seorang wanita yang mempunyai fisik seperti laki-laki. Sedangkan dengan cara dramatik, pelukisan karakter tokoh Wati dilakukan dengan empat cara yaitu: . dengan cara melukiskan reaksi tokoh lain terhadap tokoh utama. Wati bertabiat kurang terpuji. Wati kurang bisa menempatkan diri. dengan cara melukiskan keadaan sekitar tempat tokoh itu tinggal. Sebagai anak bungsu, tabiat Wati bisa dibayangkan, apalagi keluargannya cukup mampu. Hal seperti ini kadang memang tak dapat dipungkiri membuat seseorang menjadi manja. dengan cara melukiskan jalan pikiran dan perasaan tokoh-tokoh dalam Tokoh Wati merintis perombakan cara-cara bercinta. Tokoh Wati muncul dengan gagasan baru, jika kita membutuhkan sesuatu katakanlah bahwa kita memang butuh. dengan cara melukiskan perbuatan tokoh. Wati mempunyai akhlak yang kurang baik. Tingkah lakunya yang lincah membuat ia kurang disenangi gurunya. Kata kunci: karakter, cerpen, analisis, analitik dan dramatik. Abstract This study discusses the character analysis of main characters in the short stories of revered works of Ratmana. Research issues include how the characters are main characters in the short stories of revered works of S. Ratmana. The purpose of this study is to describe the main character woman character who exists in the works of the late short story S. Ratmana either directly or indirectly represented by the author of the life of the character. The methods used in this research is qualitative, descriptive methods. Based on the results of the research, it can be seen on figure characters of the short stories of revered works of S. Ratmana. Delineation of character the main protagonist named women Religious can be analysis by means of analytic and how dramatically. Analytic way. Wati depicted the author as the figure of a woman who had such physical man. Whereas by means of dramatic representations of Religious figures, performed with the four ways: . by way of a reaction against other figures depicting the main character. Religious temper less commendable. Wati less could put myself. by way of depicting the circumstances surrounding that character's place of residence. As the youngest. Religious habits imaginable, let alone keluargannya quite capable. Things like this sometimes is not able to make a person be denied spoiled. by way of depicting the path of thoughts and feelings of the characters in the story. Religious figures pioneering the reshuffle means to fuck. Religious figures came up with a new idea, if we need something to say that we do need. by way of depicting the deeds of the Wati has morals. A fiercely energetic demeanor make it less acceptable to his teacher. Keywords:: characters, short stories, analysis, analytic and dramatic. APendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Palembang pAeISSN : 2549-5305 eAeISSN: 2579-7379 Pendahuluan Karya sastra merupakan cerminan. Melalui karya sastra pengarang berusaha mengungkapkan suka duka kehidupan masyarakat yang mereka rasakan atau mereka alami. Selain itu, karya sastra menyuguhkan potret kehidupan yang menyangkut persoalan sosial dalam Setelah pengendapan secara imajinasi pengarang, maka lahirlah pengalaman kehidupan sosial tersebut dalam bentuk karya sastra. Menurut Kosasih . AuSastra atau kesusastraan adalah tulisan atau karangan yang mengandung nilai-nilai kebaikan yang ditulis dalam bahasa yang indahAy. Karya sastra dalam perkembangannya terbagi atas beberapa jenis, di antaranya adalah cerpen. Cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang merupakan tempat penuangan renungan pengarang terhadap hakikat hidup dan kehidupan (Pradopo, 2012:. Cerita pendek adalah cerita yang ditulis pendek, sebagai patokan atau pedoman umum cerpen terdiri atas 2. 000 kata sampai 000 kata (Pranoto, 2015:. Cerita pendek adalah jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita tentang manusia dan seluk beluknya lewat tulisan pendek (Kosasih, 2012:. Jadi, dapat disimpulkan cerita pendek, jenis karya sastra yang memaparkan kisah ataupun cerita tentang manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek. Pada sebuah cerpen dibangun oleh dua unsur yaitu unsur ekstrinsik dan unsur Unsur ekstrinsik adalah unsurunsur yang berada di luar karya sastra itu, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau struktur karya sastra. Atau secara lebih khusus dapat dikatakan sebagai unsur penunjang sebuah cerita karya sastra, namun tidak ikut menjadi bagian di Adapun unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri (Nurgiyantoro, 2012: . Unsurunsur ini yang secara faktual akan dijumpai jika orang menbaca karya sastra. Unsurunsur intrinsik yang terdapat dalam sebuah novel antara lain tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, amanat, gaya bahasa. Milawasri. Analisis Karakter Tokoh Istilah tokoh merujuk pada orangnya dan pelaku cerita. Watak, perwatakan, dan karakter menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh seperti yang ditafsirkan oleh Penokohan lebih merujuk pada kualitas pribadi seorang tokoh. Abrams Nurgiyantoro mengungkapkan bahwa tokoh cerita . adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama yang ditafsirkan oleh pembaca memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang diakukan dalam tindakan. Kehadiran tokoh-tokoh berperan dalam menghidupkan jalannya cerita. Sulit dibayangkan sesuatu peristiwa akan terjadi tanpa kehadiran tokoh-tokoh. Sumardjo dan Saini K. mengatakan mutu sebuah cerpen banyak ditentukan oleh kepandaian si penulis menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Kalau karakter tokoh lemah, maka lemahlah seluruh cerita. Pada penelitian ini penulis akan meneliti karakter tokoh utama antagonis yang terdapat dalam cerpen Mendiang Karya S. Ratmana . Alasan penulis Mendiang Karya Ratmana mengisahkan tentang tokoh antagonis yang bernama Wati sebagai tokoh wanita yang membuat hidup suasana cerita. Pengarang mampu melukiskan tokoh dengan karakter yang unik dan menarik dari berbagai teknik Masalah bagaimanakah karakter tokoh utama wanita Cerpen Mendiang Karya Ratmana? Tujuan penelitan ini adalah mendeskripsikan karakter tokoh utama wanita yang ada dalam cerpen Mendiang Karya S. Ratmana baik secara langsung maupun tidak langsung digambarkan oleh pengarang dari kehidupan tokoh. Pengertian Cerpen Cerpen adalah cerita yang ditulis pendek yang mengandung elemen, plot, sudut pandang, tokoh/pelaku, dialog. Setting dan suasana hati . ood/atmospher. (Pranoto, 2015:4-. Kosasih . mengemukakan cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk Jurnal Bindo Sastra 1 . : 87Ae94 prosa, dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian peristiwa yang mengharukan dan menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah Dikemukan Joe . alam Nurgiyantoro, 2010:. Cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam. Berdasarkan tiga pendapat di atas dapat disimpulkan cerpen adalah cerita yang ditulis pendek, dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian menyenangkan, yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Pengertian Tokoh Dalam sebuah cerita fiksi biasanya terdapat tokoh atau pelaku cerita. Tokoh dapat terdiri dari satu orang atau lebih. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia . 4:1. , tokoh adalah pemegang peran . eran utam. dalam roman atau drama, sedangkan menurut Aminuddin . , tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi . sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita yang utuh. Selanjutnya. Aminuddin bahwa tokoh-tokoh dalam sebuah karya sastra biasanya merupakan rekaan, tetapi tokoh-tokoh tersebut adalah unsur penting dalam sebuah cerita. Peran pentingnya terdapat pada fungsi tokoh yang memainkan suatu peran tersebut dapat dipahami oleh pembaca. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau lakuan dalam suatu cerita (Sembodo, 2009:. Menurut Zaidan . , tokoh adalah orang yang memainkan peran dalam Nurgiyantoro . , istilah AutokohAy menunjuk pada orangnya, pelaku cerita pertanyaan: Ausiapakah tokoh utama novel itu?Ay. Kehadiran seorang tokoh dalam sebuah cerita merupakan hal yang sangat penting karena tanpa tokoh atau pemeran maka akan hilang daya geraknya. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan tokoh adalah pelaku atau aktor yang mengalami peristiwa dan persoalan- persoalan dalam cerita atau rekaan sehingga peristiwa itu dapat menjadi suatu cerita yang menarik. Jenis-jenis Tokoh Menurut Nurgiantoro . , tokoh dalam sebuah karya fiksi dapat dibedakan menjadi lima jenis yaitu dilhat dari segi peranan atau tingkat pentingnya tokoh yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan, berdasarkan fungsi penampilan tokoh yaitu tokoh protagonis dan tokoh antagonis, berdasarkan perwatakan yaitu tokoh sederhana dan tokoh bulat, berdasarkan kriteria berkembang dan tidaknya karakter tokoh yaitu tokoh statis dan tokoh berkembang, dan berdasarkan pencerminan tokoh yaitu tokoh tipikal dan tokoh netral. Menurut Aminuddin . AuPara tokoh yang terdapat dalam suatu cerita memiliki peran yang berbeda-beda. Seorang yang memiliki peran penting dalam sebuah cerita disebut dengan tokoh Sedangkan tokoh yang tidak berperan penting, karena kehadirannya hanya melengkapi, melayani, mendukung pelaku utama disebut tokoh pembantuAy, sedangkan menurut Zaidan . , tokoh terbagi menjadi delapann jenis, yaitu tokoh utama, tokoh bawahan, tokoh bulat, tokoh datar, tokoh kompleks, tokoh lawan, tokoh statis, dan tokoh tematik. Pengertian Karakter Tokoh Karakter tokoh dalam karya fiksi juga sering disebut dengan penokohan atau Menurut Kosasih . , karakter tokoh adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan tokoh-tokoh Sedangkan menurut Zaidan . , kerakter tokoh adalah proses penampilan tokoh dengan pemberian watak, sifat, atau kebiasaan tokoh pemeran suatu cerita. Perwatakan atau karakter tokoh adalah pemberian sifat baik lahir maupun batin pada seorang pelaku atau tokoh yang terdapat pada cerita (Sugiarti, 2007: . Karakter tokoh adalah pelukisan gambar yang jelas tentang seseorang yang di tampilkan dalam sebuah cerita (Nurgiantoro, 2012:. Berdasarkan Milawasri. Analisis Karakter Tokoh Kamus Besar Bahasa Indonesia 4:1. penokohan adalah penciptaan citra tokoh dalam karya sastra, sedangkan menurut Minderop . karakterisasi adalah pelukisan watak tokoh yang terdapat dalam suatu karya fiksi. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa karakter tokoh adalah pelukisan karakter diri seorang tokoh yang digambarkan oleh pengarang dalam sebuah karya sastra. sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian . ovel, drama, cerita pendek, puis. pada saat sekarang berdasarkan faktafakta yang tampak atau sebagaimana (Nawawi Siswanto, 2014:. Teknik Pelukisan Karakter Tokoh Peti mati terbelo berada di tengah Meja pemujaan dengan segala alat dan sesajian ada di dekat peti itu. Akulah satu-satunya bersembahyang di depan meja pemujaan. Aku termenung dalam suasana asing dan berharap bertemu dengan orang yang Dari ruang belakang muncul seorang lelaki dalam pakaian sungkawa. Itulah suami almarhumah. Kuulurkan tangan dengan ucapan ikut berbela Dia menerima tanganku dengan Aku merasa asing. Aku segera minta Tidak kuduga Wati akan menemui kematian dalam usia belia. Sepuluh tahun lalu dia masih muridku di kelas dua SMA. Tabiatnya ganjil, anaknya tidak bisa digolongkan Suatu sore Wati datang ke Berbagai cara ditempuhnya untuk mendapatkan cintaku. Singkat cerita akhirnya kutulis pada secarik kertas Ausore ini aku perlu istirahat. Pulanglah!Ay Sejak itu Wati benar-benar tidak pernah datang lagi ke pondokanku. Rupanya usaha Wati belum berakhir, hampir setiap minggu ia berkirim surat. Isinya semacam pengakuan tentang cintanya juga kisah cintanya pada masa Suatu sore aku pergi ke dokter, tanpa kuduga aku bertemu Wati bersama suaminya Oey HOO Lam. Suaminya begitu Sekarang aku sudah kawin. Kuketahui Wati adalah istri pemilik tokoh sepatu, tapi pada hari ini tiba-tiba aku melihat di depan tokonya banyak orang. Kuperhatikan tampak sehelai kain putih terjurai di pintu, tanda seseorang telah meninggal. Aku Menurut Kosasih . , ada dua cara yang dapat dilakukan pengarang dalam melukiskan watak tokohnya, yaitu dengan teknik analitik dan teknik dramatik. Nurgiantoro . berpendapat bahwa teknik pelukisan tokoh terbagi atas dua bagian yaitu teknik Sedangkan, menurut Zaidan . , teknik pelukisan karakter tokoh atau penokohan terbagi menjadi dua jenis, yaitu teknik kisahan dan teknik ragaan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa teknik pelukisan tokoh dapat dilakukan dengan dua teknik analitik atau ekspositori dan teknik dramatik. Teknik analitik atau sering disebut dengan teknik ekspositori adalah pelukisan tokoh cerita dilakukan dengan memberikan deskripsi, uraian, atau penjelasan secara langsung. Teknik dramatik adalah pelukisan karakter tokoh secara tidak langsung tetapi melalui gambaran ucapan, perbuatan dan komentar atau penilaian pelaku atau tokoh dalam sebuah cerita. Teknik penggambaran fisik dan perilaku tokoh, penggambaran lingkungan kehidupan tokoh, penggambaran tata kebahasaan tokoh, pengungkapan jalan penggambaran oleh tokoh lain, dan teknik arus kesadaran. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Metode deskriptif dapat diartikan Hasil dan Pembahasan Sinopsis Cerpen Mendiang Karya Ratmana Jurnal Bindo Sastra 1 . : 87Ae94 kemudian melangkah masuk. Dihadapanku terbaring jenazah muridku di dalam peti mati terbelo. Analisis Karakter Tokoh Utama Wanita Pada Cerpen Mendiang Karya S. Ratmana Analisis Karakter dengan Cara Analitik Cerpen Mendiang menonjolkan tokoh utama wanita bernama Wati. Karakter tokoh Wati dilukiskan pengarang secara langsung . Dapat dilihat pada kutipan di bawah ini: AuDia mempunyai tabiat yang ganjil sehingga sering kawan-kawan Termasuk aku Anaknya tidak bisa Perawakannya yang gemuk tegap menyebabkan dia nampak seperti laki-laki. Ay (Rahmia, 2013: . Dalam kutipan cerpen di melukiskan karakter tokoh secara Wati pengarang sebagai sosok seorang wanita yang mempunyai fisik seperti laki-laki. Analisis Karakter dengan Cara Dramatik Pelukisan karakter tokoh cerita melalui cara dramatik akan dideskripsikan sebagai berikut: Dengan Cara Melukiskan Reaksi Tokoh Lain Terhadap Tokoh Utama Sebagai mahluk sosial seseorang tak mungkin terlepas berkomunikasi dengan orang lain. Melalui komunikasi itulah terkadang karakter seseorang dapat kita ketahui. Karakter tokoh Wati dapat kita lihat pada kutipan berikut ini: AuAku banyak kerja malam ini. Aku mau mengoreksi ulangan. Ay AuAh nanti dulu dong. Pak. Saya ingin mengobrol dengan Bapak. Ay AuTidak ada waktu buat ngobrol. Ay AuJangan begitu ah, kan belum terlalu malam. Saya tidak berteman. Ay AuWatiAy bentakku. Audi rumah siapa kau sekarang berada?Ay AuDi rumah Bapak Rat-ma-na. Ay AuBukan! Ini rumah ibu Sutanto. Patutkah kau berbuat demikian? Ayo minggir!Ay AuTidak, saya tidak mau di tinggal Ayo temani dong. Pak. Ay (Rahmia, 2013: . Dalam kutipan cerpen di atas, kita dapat melukiskan karakter tokoh Wati dari reaksi tokoh yang satu terhadap tokoh yang Wati bertabiat kurang terpuji. Wati kurang bisa menempatkan diri. Dengan Cara Melukiskan Keadaan Sekitar Tempat Tokoh Itu Tinggal Lingkungan sekitar berpengaruh terhadap diri seseorang dan sebaliknya lingkungan tempat tinggal seseorang itu sebenarnya merupakan manifestasi dari watak orang tersebut. Karakter tokoh Wati tergambar melalui kutipan berikut ini. AuYang jelas keluarganya cukup mampu. Orang tuannya pensiunan wedana dan kakak-kakaknya banyak yang berpangkat. Dia anak bungsu (Rahmia, 2013: . Ay Lingkungan keluarga juga dapat menyiratkan bagaimana karakter seseorang yang berada di dalamnya. Sebagai anak bungsu, tabiat Wati bisa dibayangkan, apalagi keluargannya cukup mampu. Hal seperti ini kadang memang tak dapat dipungkiri membuat seseorang menjadi Dengan Cara Melukiskan Jalan Pikiran dan Perasaan Tokohtokoh dalam Cerita Pelukisan karakter melalui jalan pikiran dan perasaan terhadap tokoh Wati dapat diamati melalui kutipan cerpen berikut ini: Milawasri. Analisis Karakter Tokoh AuSaya tidak tahu mengapa laki-laki acuh tak acuh terhadap saya. Karena saya tidak cantik? Mungkin. Tetapi mengapa banyak gadis lain yang lebih jelek daripada saya toh dapat dicintai oleh lakilaki? Sudah tujuh pria saya cintai, tak seorang pun membalasnya dengan wajar. Semuanya meremehkan dan bahkan melukai perasaanku. Apakah saya harus menunggu laki-laki yang kedelapan? Tidak. Saya tidak sudi menunggu dan berharap. Dalam bercinta saya tidak mau bersikap pasif seperti gadis-gadis lain. Aku merintis cara-cara Kalau saya jatuh cinta pada seorang pria langsung saja dia saya datangi, saya ajak ngobrol, saya ajak nonton bioskop. Malah kalau perlu saya belikan rokok, sepatu, dan lain-lain. Toh sayalah yang membutuhkannya, mengapa mesti bersikap pasif lain halnya kalau saya dicintai seorang laki-lakiAy. (Rahmia, 2013: . Dalam kutipan cerpen di atas, pelukisan karakter tokoh melalui pikiran dan perasaannya, tokoh Wati merintis perombakan cara-cara bercinta. Tokoh Wati muncul dengan gagasan baru, jika kita membutuhkan sesuatu katakanlah bahwa kita memang butuh, terhadap tokoh aku. Dapat dilihat pada kutipan cerpen di AuAku senang melihat cara Begitu Mungkin tentang Wati jadi pelacur yang pernah tersiar dahulu menyebabkan aku terlalu berperasangka terhadap bekas muridku itu. Dan untuk kesekian kalinya aku ingat kembali pada suratnya yang terakhir kepadaku. Mungkin Oey Hoo Lam itulah laki-laki kedelapan dalam cintanya, pikirku. Aku ikut bersyukurAy. (Rahmia, 2013: . Penggambaran karakter tokoh Wati melalui jalan pikiran dan perasaannya membantu pembaca mengetahui alasanalasan tindakan tokoh cerita. Dengan Cara Perbuatan Tokoh Melukiskan Perbuatan seseorang sesungguhnya merupakan manifestasi dari sikap hidup dan Dalam sebuah cerita, seorang pengarang sering menggunakan cara ini untuk melukiskan keadaan tokoh ceritanya. Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut. AuSetiap berangkat sekolah dia selalu singgah dulu ke rumah pondokan guru itu. Pulang Hampir tiap sore Wati datang ke rumah Bahkan malam hari pun kadang-kadang datang juga ke sana. Marman Dengan segala dengan Wati. Sebaliknya segala cara ditempuh oleh itu untuk dapat berdampingan dengan Pak Guru yang ganteng itu. Sampai-sampai pernah datang ke rumah pondokan Marman siang-siang pada saat guru itu sedang tidur. Murid yang sedang dimabuk asmara itu masuk ke rumah tanpa permisi dan langsung berdiri Marman. Ay (Rahmia, 2013: . Dalam kutipan di atas, dapat dikatakan bahwa Wati mempunyai akhlak yang kurang baik. Tingkah lakunya yang lincah membuat ia kurang disenangi Watak seseorang memang sering tercermin dengan jelas melalui sikap dan Jurnal Bindo Sastra 1 . : 87Ae94 perbuatan atau tindakannya terutama dalam situasi kritis karena ia akan bertindak sepontan menurut karakternya. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat terlihat karakter tokoh pada cerpen Mendiang karya S. Ratmana. Pelukisan karakter tokoh utama wanita yang bernama Wati dapat di analisis dengan cara analitik dan cara dramatik. Dengan cara analitik. Wati dilukiskan pengarang sebagai sosok seorang wanita yang laki-laki. Sedangkan dengan cara dramatik, pelukisan karakter tokoh Wati dilakukan dengan empat cara yaitu: . dengan cara melukiskan reaksi tokoh lain terhadap tokoh utama. Wati bertabiat kurang terpuji. Wati kurang bisa menempatkan diri. dengan cara melukiskan keadaan sekitar tempat tokoh itu tinggal. Sebagai anak bungsu, tabiat Wati bisa dibayangkan, apalagi keluargannya cukup mampu. Hal seperti ini kadang memang tak dapat dipungkiri membuat seseorang menjadi . dengan cara melukiskan jalan pikiran dan perasaan tokoh-tokoh dalam Tokoh Wati merintis perombakan cara-cara bercinta. Tokoh Wati muncul membutuhkan sesuatu katakanlah bahwa kita memang butuh. dengan cara Wati mempunyai akhlak yang kurang baik. Tingkah lakunya yang lincah membuat ia kurang disenangi gurunya. Simpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan analisis karakter tokoh utama wanita dalam cerpen Mendiang karya S. Ratmana. Menampilkan tokoh antagonis yang bernama Wati. Pelukisan tokoh dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara analitik dan secara dramatik. Dengan cara analitik. Wati dilukiskan pengarang sebagai sosok seorang wanita yang mempunyai fisik seperti laki-laki. Sedangkan dengan cara dramatik, pelukisan karakter tokoh Wati dilakukan dengan empat cara yaitu: dengan cara melukiskan reaksi tokoh lain terhadap tokoh utama. Wati bertabiat kurang terpuji. Wati kurang bisa menempatkan diri. dengan cara melukiskan keadaan sekitar tempat tokoh itu tinggal. Sebagai anak bungsu, tabiat Wati keluargannya cukup mampu. Hal seperti ini kadang memang tak dapat dipungkiri membuat seseorang menjadi manja. dengan cara melukiskan jalan pikiran dan perasaan tokoh-tokoh dalam cerita. Tokoh Wati merintis perombakan cara-cara Tokoh Wati muncul dengan gagasan baru, jika kita membutuhkan sesuatu katakanlah bahwa kita memang . denga cara melukiskan perbuatan Wati mempunyai akhlak yang kurang baik. Tingkah lakunya yang lincah membuat ia kurang disenangi gurunya. Daftar Pustaka