JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Analisis Hubungan Infrastruktur Jalan. Listrik. Pendidikan dan Kesehatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jambi Tahun 2014 - 2023 (Perkembangan Variabel dan Uji Korelasi Pearso. Amrizal . Universitas Muhammadiyah Jambi . Amrizal. tp@gmail. Abd Halim . Universitas Muhammadiyah Jambi . Abdh0074@gmail. Raihan Ade Pratama . Universitas Muhammadiyah Jambi . rp372425@gmail. ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan berkelanjutan dalam kondisi ekonomi suatu negara. Sebagai kota yang berkembang pesat. Jambi membutuhkan infrastruktur perkotaan seperti jalan, air, listrik, fasilitas pendidiakan dan fasilitas Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan dan korelasi infrastruktur jalan, listrik, pendidikan, dan kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik tahun 2014-2024. Metode analisis data untuk menjawab tujuan penelitian menggunakan rumus perkembangan dan analisis korelasi menggunakan SPSS. Penelitian ini menemukan bahwa nilai rata-rata perkembangan dari variable venelitian selama 2014-2024 antara lain infrastruktur listrik -0,32 persen, infrastruktur jalan -7,00 persen, infrastruktur Pendidikan 1,09 persen, infrastruktur kesehatan1,77 persen. Untuk nilai korelasinya terhadaap pertumbuhan ekonomi antara lain infrastruktur listrik tidak memiliki hubungan dengan nilai sig 0,174, infrastruktur jalan memiliki hubungan dengan nilai sig 0,002, infrastruktur Pendidikan memiliki hubungan dengan nilai sig 0,001, infrastruktur kesehatan memiliki hubungan dengan nilai sig 0,000. masing-masing variable memiliki derajat hubungan yang berbeda terhadap PDRB Provinsi Jambi. Dari empat infrastruktur yang dievaluasi untuk Provinsi Jambi infrastruktur kesehatan memiliki derajat hubungan yang tertinggi dengan nilai pearson correlation sebesar 0,926, diikuti oleh pendidikan sebesar 0,867 dan jalan sebesar -0,855. Kata kunci : Pertumbuhan Ekonomi. PDRB. Infrastruktur PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi di Provinsi Jambi sangat bergantung pada pembangunan infrastruktur, yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi yang optimal akan memperkuat perekonomian daerah dan memajukan kesejahteraan rakyat. Hal ini penting untuk mengatasi ketidak seimbangan ekonomi antar daerah yang dapat menghambat UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 149 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan infrastruktur, seperti jaringan jalan dan fasilitas umum, membuka peluang bisnis dan meningkatkan kapasitas produksi. Akses yang lebih baik ke sumber daya produksi dapat mengurangi disparitas pendapatan antar Dalam sejarah ekonomi Jambi, pembangunan infrastruktur menjadi sektor utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah tertinggal di luar Kota Jambi. Infrastruktur memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menyediakan landasan untuk aktivitas ekonomi yang efisien. Pembangunan infrastruktur, seperti jalan, transportasi, listrik, dan telekomunikasi, membuka akses pasar, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas. Infrastruktur juga mendukung sektor lain, seperti pendidikan dan kesehatan, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan ekonomi. Pembangunan infrastruktur juga membantu pemerataan ekonomi antar wilayah, menghubungkan daerah terpencil dengan pusat ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja. Dengan infrastruktur yang memadai, daerah yang sebelumnya terisolasi dapat berkembang, menarik investasi, dan mempercepat distribusi barang dan jasa. Selain itu, infrastruktur yang baik meningkatkan daya saing ekonomi dan mendukung pengembangan sektor-sektor baru, seperti industri dan pariwisata. Menurut (Praja, 2. Infrastruktur fisik seperti jalan dibuat untuk menghubungkan daerah yang berbeda. Fokus utamanya adalah mempengaruhi biaya tetap dan variabel yang dikeluarkan oleh pelaku ekonomi. Misalnya, ketika ada infrastruktur jalan yang baik, produsen dapat mendistribusikan barang dengan lebih cepat, efisien, dan efektif, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan profitabilitas. Jika pengiriman barang terjadi di daerah yang tidak memiliki infrastruktur jalan yang memadai, pengiriman barang dapat tertunda, yang pada gilirannya meningkatkan biaya transportasi baik untuk bahan baku maupun barang jadi. Dapat disimpulkan bahwa pembangunan adalah proses yang kompleks, dimulai dari perbaikan infrastruktur hingga kemajuan ekonomi. Infrastruktur jalan yang baik dan terawat merupakan elemen penting dalam administrasi pembangunan karena memengaruhi aspek-aspek sosial dan ekonomi. Misalnya, kurangnya infrastruktur jalan yang memadai dapat meningkatkan biaya transportasi, sedangkan infrastruktur yang baik memungkinkan distribusi barang yang lebih cepat dan efisien. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur jalan yang baik dan terawat menjadi strategi penting dalam UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 150 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 memperbaiki efisiensi dan daya saing ekonomi suatu wilayah, yang pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan dan pembangunan secara keseluruhan. Listrik diperlukan untuk berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari dan mendukung berbagai aktivitas manusia, infrastruktur listrik sangat penting untuk pembangunan ekonomi, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Kelistrikan tidak hanya berfungsi sebagai alat produksi untuk mendukung bidang lain dalam ekonomi, seperti industri, pertanian, pertambangan, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas kerja. Ketersediaan listrik yang memadai memungkinkan peningkatan produktivitas dan efisiensi di berbagai bidang ekonomi, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Akibatnya, kelistrikan memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi. Infrastruktur listrik sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi karena meningkatkan produktivitas dan mendukung lebih banyak aktivitas ekonomi. (Prasetya, 2. Pendidikan dan kesehatan terkait erat dengan pembangunan ekonomi. Di satu sisi, peningkatan modal kesehatan dapat meningkatkan investasi dalam pendidikan karena kesehatan sangat penting untuk masuknya anak-anak ke sekolah dan pendidikan Di sisi lain, usia yang lebih panjang juga dapat meningkatkan investasi dalam pendidikan, dan kesehatan yang lebih baik selama masa kerja dapat mengurangi kebutuhan akan investasi dalam pendidikan. Sebaliknya, peningkatan modal pendidikan juga dapat meningkatkan hasil investasi dalam kesehatan karena banyak program kesehatan bergantung pada keterampilan dasar yang diajarkan di sekolah, seperti kebersihan dan kemampuan berhitung, dan pendidikan juga penting untuk pembentukan dan pelatihan. (Maya Putra, 2. Infrastruktur kesehatan sangat penting untuk pembangunan layanan kesehatan di Indonesia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan tidak hanya berarti bebas dari penyakit dan kelemahan fisik, tetapi juga mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Tingkat harapan hidup, salah satu komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM), adalah cara untuk mengukur tingkat kesehatan seseorang. Infrastruktur kesehatan dibagi menjadi fisik dan nonfisik. Infrastruktur fisik mencakup rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, jalan raya, rel kereta api, bandara, dan lainnya. Infrastruktur nonfisik mencakup ketersediaan tenaga medis di berbagai fasilitas kesehatan dan kemudahan akses. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 151 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Meskipun infrastruktur kesehatan sangat penting, aksesibilitas juga merupakan faktor yang memengaruhi pembangunan kesehatan. Banyak orang tinggal di pedesaan, di mana infrastruktur kesehatan seringkali berada di perkotaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat mengakses infrastruktur Ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai juga penting untuk pembangunan kesehatan. Dengan memenuhi kedua komponen ini, pembangunan kesehatan diharapkan dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. (Pohan & Halim, 2. Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari tahun 2014 hingga 2023 menggambarkan perjalanan ekonomi yang menarik. Pada tahun 2014. PDRB tercatat 444,70 milyar rupiah, menandakan awal yang stabil. Pada tahun berikutnya, angka ini meningkat menjadi 125. 398,00 milyar rupiah, menunjukkan pertumbuhan yang positif. Memasuki tahun 2016. PDRB kembali menunjukkan tren positif dengan mencapai 130. 132,10 milyar rupiah. Namun, pada tahun 2017, pertumbuhannya melambat, hanya sedikit meningkat menjadi 130. 706,10 milyar rupiah, mencerminkan adanya ketidakpastian dalam perekonomian. Tahun 2018 menjadi titik balik ketika PDRB melonjak menjadi 142. 995,80 milyar rupiah, mencerminkan pemulihan yang kuat. Tahun 2019 masih mempertahankan momentum dengan mencapai 149. 088,40 milyar rupiah. Namun, tahun 2020 menjadi tantangan ketika PDRB mengalami sedikit penurunan menjadi 148. 254,90 milyar Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk dampak dari pandemi global yang mempengaruhi berbagai sektor. Meskipun demikian, tahun 2021 menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan PDRB mencapai 153. 628,02 milyar Kenaikan ini berlanjut pada tahun 2022, di mana PDRB tumbuh menjadi 023,60 milyar rupiah. Tahun 2023 pun menunjukkan tren positif, dengan PDRB 774,30 milyar rupiah. Secara keseluruhan, dari tahun 2014 hingga 2023. PDRB mengalami pertumbuhan yang signifikan. Meskipun terdapat beberapa tahun dengan stagnasi dan penurunan, perjalanan ini mencerminkan potensi dan ketahanan ekonomi yang kuat. Data ini tidak hanya merepresentasikan angka-angka, tetapi juga menggambarkan dinamika ekonomi yang terus berkembang, dengan pelajaran berharga yang dapat diambil untuk perencanaan dan pengambilan keputusan di masa depan. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 152 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 METODOLOGI Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif yang berfokus pada data numerik dan metode ekonometrika untuk menganalisis hubungan antar variabel secara mendalam. Untuk mendukung hasil dari analisis ekonometrika, peneliti juga melakukan analisis deskriptif memberikan konteks tambahan dan informasi dasar tentang data yang Dengan cara ini, kedua jenis analisis saling melengkapi, sehingga memberikan pemahaman yang lebih lengkap dan akurat tentang data yang diteliti. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum tentang kondisi ekonomi Provinsi Jambi, terutama dalam hal pertumbuhan PDRB per kapita dan ketersediaan infrastruktur. Untuk menunjukkan pola dan tren saat ini, data yang dianalisis dalam analisis ini disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Analisis deskriptif sangat penting untuk mempersiapkan data untuk analisis lebih lanjut karena membantu mengidentifikasi variabel yang relevan dan memberikan pemahaman awal tentang bagaimana variabel-variabel tersebut berhubungan satu sama lain. Analisis Kuantitatif Setelah data diperoleh secara menyeluruh, tahapan penting dalam proses penelitian adalah analisis data. Hasil penelitian sangat dipengaruhi oleh keakuratan dan keberhasilan penggunaan alat analisis, karena kesalahan dalam penentuan alat analisis dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. Keandalan dan kebermanfaatan keseluruhan penelitian dapat terpengaruh oleh kesalahan seperti itu. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang berbagai teknik analisis sangat penting bagi seorang peneliti. Ini memastikan bahwa temuan penelitian dapat memenuhi standar keilmiahan dan memberikan kontribusi yang signifikan untuk memecahkan masalah yang diteliti. Peneliti dapat memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, meningkatkan validitas dan reliabilitas penelitian, dengan memiliki pemahaman yang baik tentang teknik analisis yang sesuai. (Sugiono, 2. Rumus Perkembangan Dalam konteks untuk menghitung persentase perkembangan dari variabel penelitian yaitu menggunakan rumus rasio perkembangan tahunan. Ini adalah alat yang sering digunakan untuk mengukur perubahan dalam nilai dari satu periode ke periode berikutnya, dan umumnya digunakan dalam konteks finansial. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 153 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 ekonomi, dan bisnis. Rumus rasio perkembangan tahunan biasanya digunakan untuk menghitung tingkat pertumbuhan suatu nilai dari tahun ke tahun dalam bentuk persentase. Rumus ini memberikan indikasi seberapa cepat nilai tersebut tumbuh atau menyusut setiap tahunnya. Berikut adalah rumus untuk menghitung rasio pertumbuhan tahunan: Gx = ( yaycu1Oeyaycu_1 yaycu_1 ) x 100% Keterangan : Gx1 Gx_1 : Perkembangan : Perkembangan Tahun Sekarang : Perkembangan Tahun Sebelumnya Uji Korelasi Pearson Selain itu, uji korelasi Pearson Product Moment digunakan sebagai alat analisis untuk mengevaluasi hubungan antara variabel. Menurut Yuliara . , uji korelasi menunjukkan besaran seberapa kuat hubungan suatu variabel dengan variabel lain tanpa mempertimbangkan apakah variabel tertentu bergantung pada variabel lain. Koefisien korelasi digunakan untuk menentukan derajat hubungan antara variabel-variabel, dan penelitian ini menggunakan Uji Korelasi Pearson Product Moment untuk menentukan tingkat keeratan hubungan antar variabel yang diwakili dengan koefisien korelasi . Hubungan yang ada antara variabel X dan variabel Y dapat positif atau negatif. Berikut ini adalah dasar pengambilan Jika nilai Signifikansi < 0,05 akan berkorelasi Jika nilai Signifikansi > 0,05 tidak berkorelasi. Nilai korelasi Pearson yang negatif menunjukkan bahwa ada hubungan terbalik antara dua variabel. Ini berarti bahwa ketika satu variabel meningkat, variabel lainnya cenderung menurun, dan sebaliknya. Semakin dekat nilai korelasi dengan -1 semakin kuat hubungan negatif. Derajat hubungan A Nilai pearson correlation 0,00 s/d 0,20 = tidak ada korelasi Nilai pearson correlation 0,21 s/d 0,40 = korelasi lemah Nilai pearson correlation 0,41 s/d 0,60 = korelasi sedang A Nilai pearson correlation 0,61 s/d 0,80 = korelasi kuat UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 154 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Nilai pearson correlation 0,81 s/d 1,00 = korelasi sempurna Jika nilai signifikansi tepat 0,05 maka kita dapat membandingkan Uji Korelasi Pearson dengan r table dengan ketentuan sebagai berikut: Jika Uji Korelasi Pearson > r tabel maka berhubungan Jika Uji Korelasi Pearson < r tabel maka tidak berhubungan. HASIL Perkembangan Berdasarkan dari data yang diolah dan dikumpulkan dapat dihasilkan sebagai berikut : 441,41 Kapasitas Terpasang PLN (MW) 51,54 Jumlah SMA Universitas Jumlah Rumah Sakit dan Puskesmas 037,40 447,41 60,37 501,13 447,83 50,57 501,71 447,83 50,57 902,00 350,79 43,13 111,09 032,88 52,77 354,25 032,88 46,44 850,60 032,84 50,26 730,00 032,88 51,01 268,80 032,84 46,48 Tahun PDRB (Milyar Rupia. Panjang Jalan (K. 991,44 Sumber : Data BPS yang diolah Selama periode 2014 hingga 2023. Provinsi Jambi mengalami perjalanan ekonomi yang positif meskipun menghadapi beberapa tantangan. PDRB Provinsi ini meningkat secara bertahap, dari Rp 119. 991,44 milyar pada 2014 menjadi Rp 169. 268,80 milyar pada 2023, dengan fluktuasi pertumbuhan yang menggambarkan ketahanan ekonomi. Meskipun terjadi penurunan kecil pada 2020 akibat dampak pandemi, ekonomi Jambi mulai pulih pada 2021 dan terus menunjukkan peningkatan yang stabil di tahun-tahun Panjang jalan di Jambi mengalami fluktuasi yang signifikan. Meskipun ada kenaikan kecil di beberapa tahun awal, terjadi penurunan dramatis pada 2018, yang mungkin mencerminkan perubahan besar dalam pencatatan atau pengelolaan infrastruktur jalan. Pada akhirnya, panjang jalan relatif stabil, namun masih mengalami penurunan hingga 2023, mencerminkan tantangan dalam pengelolaan infrastruktur. Kapasitas terpasang PLN di Provinsi Jambi juga mengalami fluktuasi, dengan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 155 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 peningkatan signifikan pada 2015, tetapi kemudian mengalami penurunan di beberapa tahun berikutnya, mencapai titik terendah pada 2023. Fluktuasi ini mencerminkan dinamika dalam sektor penyediaan listrik yang mungkin dipengaruhi oleh kebijakan dan perubahan kapasitas sistem. Sektor pendidikan di Jambi menunjukkan tren positif, dengan jumlah sekolah meningkat secara konsisten dari 3. 287 pada 2014 menjadi 3. 617 pada 2023. Ini mencerminkan upaya untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di provinsi tersebut. Dalam sektor kesehatan, jumlah rumah sakit dan puskesmas meningkat secara bertahap meskipun ada fluktuasi di beberapa tahun. Dari 214 fasilitas pada 2014, jumlahnya meningkat menjadi 250 pada 2023, menunjukkan adanya investasi berkelanjutan dalam layanan kesehatan meskipun ada beberapa penurunan terkait kebijakan atau efisiensi operasional. Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa meskipun Provinsi Jambi menghadapi tantangan dalam beberapa sektor, upaya pemulihan dan pembangunan terus berlanjut, dengan pertumbuhan yang cukup stabil dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, meskipun ada fluktuasi dalam infrastruktur jalan dan kapasitas listrik. Hasil Uji Korelasi Pearson Berdasarkan hasil uji korelasi pearson menggunakan aplikasi SPSS 25, dapat dihasilkan tabel sebagai berikut: Correlations Pertumbuhan Pearson Ekonomi (Y. Correlation Sig. Infrastruktur Pearson Jalan (X. Correlation Sig. Infrastruktur Pearson Listrik (X. Correlation Sig. Pertumbuhan Infrastruktur Infrastruktur Ekonomi Jalan Listrik (Y. (X. (X. Infrastruktur Kesehatan (X. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Infrastruktur Pendidikan (X. Halaman 156 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 Infrastruktur Pendidikan (X. Infrastruktur Kesehatan (X. Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Sumber : Hasil uji SPSS yang diolah Dari persamaan korelasi di atas, maka dapat diinterpretasikan dalam pembahasan dan hasil sebagai berikut: Analisis korelasi antara variabel Infrastruktur Jalan (X. dengan Pertumbuhan Ekonomi (Y) Berdasarkan tabel diatas, diketahui nilai signifikan pada variabel Infrastruktur Jalan dengan Pertumbuhan Ekonomi yaitu sebesar 0,002, artinya 0,002 < 0,05 dengan demikian variabel Infrastruktur Jalan dengan Pertumbuhan Ekonomi memiliki hubungan atau berkorelasi. Korelasi antara variabel Infrastruktur Jalan (X. dengan Pertumbuhan Ekonomi (Y) nilai pearson correlation adalah sebesar -0,855 yang berarti tingkat hubungan Infrastruktur Jalan dengan pertumbuhan ekonomi termasuk kategori hubungan yang sangat kuat dengan arah hubungan yang negatif antara kedua variabel. Nilai Pearson correlation -0,855 menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat antara infrastruktur jalan dan pertumbuhan Ini berarti bahwa ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, infrastruktur jalan cenderung menurun, atau sebaliknya. Hal ini mungkin dikarenakan terdapat banyak infrastruktur jalan, tetapi kualitasnya buruk. Jalan yang tidak memadai dapat menghambat aktivitas ekonomi, meskipun kuantitas infrastruktur terlihat memadai. Menurut (Praja, 2. Infrastruktur fisik seperti jalan dibuat untuk menghubungkan daerah yang berbeda. Fokus utamanya adalah mempengaruhi biaya tetap dan variabel yang dikeluarkan oleh pelaku ekonomi. Misalnya, ketika ada infrastruktur jalan yang baik, produsen dapat mendistribusikan barang dengan lebih cepat, efisien, dan efektif, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan profitabilitas. Jika pengiriman barang terjadi di daerah yang tidak memiliki infrastruktur jalan yang UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 157 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 memadai, pengiriman barang dapat tertunda, yang pada gilirannya meningkatkan biaya transportasi baik untuk bahan baku maupun barang jadi. Analisis korelasi antara variabel Infrastruktur Listrik (X. dengan Pertumbuhan Ekonomi (Y) Berdasarkan tabel diatas, diketahui nilai signifikan pada variabel Infrastruktur listrik dengan Pertumbuhan Ekonomi yaitu sebesar 0,174, artinya 0,174 > 0,05 dengan demikian variabel Infrastruktur Jalan dengan Pertumbuhan Ekonomi tidak memiliki hubungan atau tidak berkorelasi. Korelasi antara variabel Infrastruktur Listrik (X. dengan Pertumbuhan Ekonomi (Y) nilai pearson correlation adalah sebesar -0,467 yang berarti tingkat hubungan Infrastruktur Listrik dengan Pertumbuhan Ekonomi termasuk kategori hubungan yang sedang dengan arah hubungan yang negatif antara kedua variabel. Studi sebelumnya, "Analisis Ketersediaan Infrastruktur Jalan. Listrik, dan Air Terhadap Pertumbuhan PDRB di Jawa Timur" (Susana Dewiana Jemumu & Shanty Ratna Damayanti, 2. menemukan bahwa infrastruktur listrik memiliki dampak negatif dan tidak Ini disebabkan oleh fakta bahwa sumber daya listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga umum, industri, bahkan sektor bisnis di Provinsi Jawa Timur tidak mencukupi. Infrastruktur listrik di Provinsi Jawa Timur kadang-kadang dihentikan, tetapi listrik memiliki pengaruh yang besar karena sangat berkaitan dengan produktivitas. Analisis korelasi antara variabel Infrastruktur Pendidikan (X. dengan Pertumbuhan Ekonomi (Y) Berdasarkan tabel diatas, diketahui nilai signifikan pada variabel Infrastruktur Pendidikan dengan Pertumbuhan Ekonomi yaitu sebesar 0,001, artinya 0,001 < 0,05 dengan demikian variabel Infrastruktur Pendidikan dengan Pertumbuhan Ekonomi memiliki hubungan atau berkorelasi. Korelasi antara variabel Infrastruktur Pendidikan (X. dengan Pertumbuhan Ekonomi (Y) nilai pearson correlation adalah sebesar 0,867 yang berarti tingkat hubungan Infrastruktur Pendidikan dengan Pertumbuhan Ekonomi termasuk kategori hubungan yang sangat kuat dengan arah hubungan yang positif antara kedua variabel. Penelitian sebelumnya, "Analisis Pengaruh Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia" (Putri, 2. menemukan bahwa pendidikan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manusia, baik formal maupun non-formal, karena merupakan bagian UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 158 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 penting dari proses pembentukan pola pikir konstruktif dan kreatif sumber daya Sumber daya manusia yang lebih baik akan berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi negara. Analisis korelasi antara variabel Infrastruktur Kesehatan (X. dengan Pertumbuhan Ekonomi (Y) Berdasarkan tabel diatas, diketahui nilai signifikan pada variabel Infrastruktur Kesehatan dengan Pertumbuhan Ekonomi yaitu sebesar 0,000, artinya 0,000 < 0,05 dengan demikian variabel Infrastruktur Kesehatan dengan Pertumbuhan Ekonomi memiliki hubungan atau berkorelasi. Korelasi antara variabel Infrastruktur Kesehatan (X. dengan Pertumbuhan Ekonomi (Y) nilai pearson correlation adalah sebesar 0,926 yang berarti tingkat hubungan Infrastruktur Kesehatan dengan Pertumbuhan Ekonomi termasuk kategori hubungan yang sangat kuat dengan arah hubungan yang positif antara kedua variabel. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya (Putri, 2. menemukan dalam "Analisis Pengaruh Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia" bahwa kesehatan sangat penting bagi setiap orang dan bahwa masyarakat tidak dapat menghasilkan produktivitas bagi daerahnya tanpanya. KESIMPULAN Kesimpulan Hasil penelitian mengenai pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Jambi adalah sebagai berikut: Hasil estimasi dari model persamaan sebelumnya menunjukkan bahwa infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan memiliki output yang lebih baik. Penelitian ini berfokus pada PDRB perkapita, yang merupakan ukuran pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam suatu wilayah. Studi ini menemukan bahwa infrastruktur listrik memiliki dampak negatif terhadap PDRB Provinsi Jambi sebesar -0,467. Hal ini disebabkan karena sumber daya listrik yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga umum, industri, dan sektor bisnis di Provinsi Jambi. Meskipun infrastruktur listrik kadang-kadang dipadamkan, listrik memiliki dampak yang signifikan. Dari empat infrastruktur yang dievaluasi untuk Provinsi Jambi, infrastruktur pendidikan memiliki nilai hubungan yang tertinggi dengan 0,926, diikuti oleh pendidikan sebesar 0,867 dan jalan sebesar -0,855. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 159 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Saran Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi, beberapa hal berikut dapat disarankan: Infrastruktur yang mempunyai hubungan terhadapan pertumbuhan ekonomi, seperti jalan yang diperpanjang dan diperbaiki, kapasitas listrik yang ditingkatkan, dan penambahan dan peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan, memerlukan perhatian yang lebih besar dari pemerintah daerah Provinsi Jambi. Pemerataan pembangunan harus diperhatikan selain mengejar pertumbuhan. Hubungan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa penggabungan berbagai infrastruktur akan meningkatkan peluang pertumbuhan dalam jangka panjang. Konstruksi infrastruktur harus disesuaikan dengan kondisi demografis dan geografis serta dampak ekonominya karena pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi geografis, demografis, dan kontribusinya terhadap perekonomian sangat penting untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Infrastruktur yang dirancang dengan mempertimbangkan topografi dan kondisi alam, seperti jalan di daerah pegunungan atau sistem drainase di wilayah rawan banjir, memastikan keberlanjutan dan mengurangi risiko kerusakan. Selain itu, infrastruktur yang sesuai dengan karakteristik penduduk. Misalnya, sistem transportasi di daerah padat penduduk atau fasilitas kesehatan di daerah. DAFTAR PUSTAKA