JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial. Pendidikan Dan Humaniora Vol. No. 3 Desember 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 255-268 DOI: https://doi. org/10. 56910/jispendiora. Menggali Akar Permasalahan: Konflik Antara Tukang Ojek Konvensional Dan Tukang Ojek Online Di Stasiun Jember Alvina Setiyawati Universitas Jember Email: 220910302051@mail. Ani Linta Sari Universitas Jember Email : 220910302039@mail. Ardhia Pramesty Regita Cahyani Universitas Jember Email : 220910302012@mail. Alamat: Jl. Kalimantan Tegalboto No. Krajan Timur. Sumbersari. Kec. Sumbersari. Kabupaten Jember. Jawa Timur Korespondensi penulis: 220910302051@mail. Abstract. Ojek is a transportation service that has long been the choice of people to travel. Along with the development of technology, currently ojek develops into two types, namely conventional motorcycle taxis and online motorcycle taxis. However, in recent times conventional motorcycle taxis have begun to face a decline in popularity along with the emergence of online motorcycle taxis. One of them is a conventional motorcycle taxi in front of Jember station. So this causes conflicts due to passengers preferring to use online motorcycle taxis compared to conventional motorcycle taxis. The reason they choose online motorcycle taxis is because what is offered is considered more economical and sometimes offers promos that make online motorcycle taxi fares cheaper than conventional motorcycle taxis. This certainly makes conventional motorcycle taxis experience a decrease in income. This study used qualitative research methods, where data were collected through field observations, interviews, and voice recordings, and refer to previous studies. This study uses Dahrendorf conflict theory to analyze conflicts that arise between conventional motorcycle taxis and online motorcycle taxis in the Jember station area, where differences in status and access rights set by local authorities are the main focus in this study. Keywords: Conventional Motorcycle Taxis. Online Motorcycle Taxis. Jember Station. Abstrak. Ojek merupakan suatu layanan transportasi yang telah lama menjadi pilihan masyarakat untuk seiring perkembangan teknologi, saat ini ojek berkembang menjadi dua jenis, yakni ojek konvensional dan ojek Online. Namun, dalam beberapa waktu terakhir ojek konvensional mulai menghadapi penurunan popularitasnya seiring dengan munculnya ojek online. Salah satunya adalah ojek konvensional yang ada di depan stasiun Jember. sehingga hal ini menimbulkan terjadinya konflik akibat penumpang lebih memilih menggunakan ojek online dibandingkan dengan ojek konvensional. Alasan mereka memilih ojek online karena yang ditawarkan dianggap lebih ekonomis dan terkadang menawarkan promo yang membuat tarif ojek online lebih murah dibandingkan dengan ojek konvensional. Hal tersebut tentunya membuat ojek konvensional mengalami penurunan pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan rekaman suara, serta merujuk pada studi-studi sebelumnya. Penelitian ini menggunakan teori konflik Dahrendorf untuk menganalisis konflik yang timbul antara ojek konvensional dan ojek online di wilayah stasiun Jember, dimana perbedaan status dan hak akses yang ditetapkan oleh otoritas lokal menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Kata kunci: Ojek Konvensional. Ojek Online. Stasiun Jember Received September 30, 2023. Revised Oktober 02, 2023. Accepted November 17, 2023 * Alvina Setiyawati, 220910302051@mail. Menggali Akar Permasalahan: Konflik Antara Tukang Ojek Konvensional Dan Tukang Ojek Online Di Stasiun Jember LATAR BELAKANG Jasa transportasi ojek sudah sejak lama digunakan oleh masyarakat sebagai sarana menunjang kemudahan dalam melakukan mobilitas sehari-hari. Dengan kepraktisan serta keberadaannya yang tersebar dimana-mana menjadikan ojek sebagai salah satu sarana transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat untuk bepergian. Biasanya pengemudi ojek didominasi oleh kaum laki-laki, namun saat ini tak jarang juga dijumpai pengemudi ojek Bagi beberapa orang menjadi tukang ojek, merupakan mata pencaharian utama Hal ini dapat terjadi karena menjadi tukang ojek dianggap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari serta tidak diperlukannya persyaratan yang mewajibkan untuk menempuh jenjang pendidikan tertentu. Pendapatan sebagai tukang ojek dipengaruhi oleh bagaimana kondisi lapangan di tempat-tempat yang biasa digunakan oleh tukang ojek untuk mangkal. Apabila tempat itu ramai maka akan memiliki kemungkinan untuk mendapatkan banyak penumpang. Namun hal ini juga tidak dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengukur seberapa banyak penghasilan yang dapat diraih. Terdapat banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan sebagai tukang ojek. Salah satunya adalah karena adanya faktor persaingan dalam mendapatkan penumpang. Persaingan ini biasa terjadi antara sesama tukang ojek karena jumlahnya yang tidak sedikit, dibandingkan dengan jumlah penumpang. Ditambah lagi dengan hadirnya ojek online yang kian diminati oleh kalangan anak muda. Ojek online merupakan suatu pembaharuan dalam aspek teknologi yang memberikan layanan yang mempermudah pengguna dalam memesan ojek hanya dengan menggunakan Layanan Ojek online dicetuskan oleh Nadiem Makarim dan pada awalnya layanan ini hanya melayani jasa ojek saja. Namun layanan ini juga terus mengalami peningkatan pada fiturnya sehingga dapat menyajikan berbagai manfaat bagi para penggunanya. Bukan hanya untuk memesan ojek saja namun lebih dari itu, pengguna dapat memanfaatkan layanan ini untuk memesan makanan hingga mengirimkan pesanan. Tidak sedikit juga dari ojek konvensional yang beralih ke ojek online karena melihat minat masyarakat akan ojek online. Driver ojek online tidak dibatasi oleh usia, asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan maka dapat bergabung dengan ojek online. Di Indonesia terdapat berbagai aplikasi layanan ojek online populer seperti Gojek. Grab, dan baru-baru ini yang muncul di sekitar wilayah kampus di Jember. Kehadiran ojek online ini ternyata telah berdampak pada pendapatan para pengemudi ojek konvensional, terutama di Stasiun Jember. Hal ini disebabkan oleh preferensi penumpang yang merasa lebih mudah menemukan dan mengakses layanan ojek online melalui aplikasi yang dapat diunduh JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN: 2829-3886. P-ISSN: 2829-3479. Hal 255-268 dan digunakan di smartphone. Hal ini menjadikan pengalaman mereka lebih nyaman dan praktis daripada harus mencari ojek konvensional di jalan. Harga yang cenderung lebih murah di layanan ojek online terutama dengan adanya berbagai diskon yang ditawarkan juga menjadi faktor penentu penumpang lebih memilih ojek online. Selain itu ojek online memudahkan penumpang yang tidak selalu membawa uang tunai. Di sisi lain, ojek konvensional seringkali menawarkan tarif yang tidak tetap, yang bergantung pada jarak tempuh dan hasil negosiasi antara penumpang dan pengemudi. Ketidakpastian tarif ini sering membuat beberapa orang beralih ke layanan ojek online sebagai alternatif yang lebih nyaman dan praktis. Perbedaan dalam tarif yang ditawarkan oleh ojek konvensional dan ojek online telah menciptakan potensi konflik di antara kedua kelompok ini. Dengan semakin banyak penumpang yang memilih ojek online untuk mengantarkan mereka ke tujuan, ketegangan antara pengemudi ojek konvensional dan ojek online pun semakin Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan yang dialami oleh pengemudi ojek konvensional, yang berdampak langsung pada kesulitan mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Konflik yang timbul di antara kedua kelompok ini seringkali dipicu oleh adanya regulasi yang tidak jelas dan efektif dalam industri ojek. Tanpa pedoman yang tegas, baik pengemudi ojek konvensional maupun ojek online merasa tidak memiliki arah yang pasti dalam menjalankan tugasnya. Dalam situasi seperti ini, diperlukan peran pihak penengah yang dapat menghasilkan solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Pemerintah dapat memegang peran kunci dalam memediasi konflik diatas dan mengembangkan regulasi yang seimbang untuk menjaga keberlanjutan kedua jenis layanan ini. Dengan langkah-langkah bijak dan kolaborasi yang tepat, konflik antara pengemudi ojek konvensional dan ojek online dapat diatasi, dan industri ojek dapat terus berkembang sambil memperhatikan kesejahteraan semua pihak yang terlibat. KAJIAN TEORITIS Dalam menyusun suatu karya ilmiah diperlukan adanya dukungan-dukungan dari penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penelitian tersebut. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh Kiki Setiyorini . dengan berjudul AuPersaingan Ojek Online Dengan Ojek Konvensional Di Stasiun Lempuyangan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini membahas tentang persaingan yang terjadi antara ojek konvensional dengan ojek online di Stasiun Lempuyangan. Daerah Istimewa Yogyakarta dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi persaingan yang ada. Persaingan yang terjadi antara ojek konvensional dengan ojek Menggali Akar Permasalahan: Konflik Antara Tukang Ojek Konvensional Dan Tukang Ojek Online Di Stasiun Jember online tersebut dipicu oleh adanya perbedaan tarif antara keduanya, dengan tarif ojek online yang lebih terjangkau dibandingkan dengan ojek konvensional. Hasil penelitian kedua yang dilakukan oleh Zahro, dkk . berjudul "Dampak Transformasi Ojek Online Terhadap Ojek Konvensional (Studi Kasus di Stasiun Jembe. " menggambarkan dampak signifikan dari transformasi dalam industri transportasi. Penelitian ini secara khusus mengeksplorasi pergeseran perilaku masyarakat, terutama kalangan anak muda, yang beralih menggunakan ojek online. Pergeseran ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek budaya, teknologi, ekonomi, dan kemudahan akses. Namun, kehadiran ojek online pada era ini ternyata memberikan dampak yang cukup besar terhadap pemangku ojek konvensional, terutama di Stasiun Jember. Dampak ini mencakup penurunan penghasilan yang signifikan, yang kemudian berimbas pada kesulitan pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga para pengemudi ojek konvensional. Sebagai akibat dari permasalahan ini, beberapa pengemudi ojek konvensional terpaksa mencari pekerjaan sampingan untuk mengatasi kesulitan finansial yang mereka hadapi. Dengan kata lain, penelitian tersebut menggambarkan dampak serius dari transformasi industri transportasi terhadap keberlangsungan pekerjaan dan kehidupan ekonomi para pengemudi ojek konvensional di Stasiun Jember. Berdasarkan rangkuman penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kiki Setiyorini . dan Zahro, dkk . dapat disimpulkan bahwa persaingan antara ojek konvensional dan ojek online terutama di stasiun-stasiun seperti Lempuyangan dan Jember memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan ekonomi para pengemudi ojek konvensional. Perbedaan tarif dan transformasi industri transportasi memicu pergeseran perilaku masyarakat dalam memilih jasa transportasi yang ingin mereka gunakan. Dampaknya tidak hanya terasa pada penurunan penghasilan para pengemudi ojek konvensional, tetapi juga mengakibatkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka. Adanya kebutuhan untuk mencari pekerjaan sampingan sebagai solusi terhadap kesulitan finansial menjadi salah satu implikasi serius dari perubahan ini. Sehingga dari kesimpulan diatas, penelitian ini bertujuan untuk lebih mendalam memahami dampak yang terjadi ketika ojek online muncul dalam era transportasi modern. Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi upaya kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah guna mengatasi potensi konflik antara ojek online dan ojek konvensional dengan menganalisis menggunakan teori konflik Dahrendorf untuk menganalisis konflik yang timbul antara ojek konvensional dan ojek online di wilayah stasiun Jember, dimana perbedaan status dan hak akses yang ditetapkan oleh otoritas lokal menjadi fokus utama dalam penelitian ini. JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN: 2829-3886. P-ISSN: 2829-3479. Hal 255-268 METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian kualitatif yang menghasilkan deskripsi yang mendalam terkait fenomena yang dijadikan sebagai objek penelitian. Dalam penelitian ini, digunakan studi kasus yang bertujuan untuk menganalisis suatu kasus yang terjadi pada lokasi penelitian. Penelitian ini memilih studi kasus karena di Stasiun Jember, terjadi sebuah penguasaan wilayah pangkalan ojek. Dimana wilayah sekitar stasiun diklaim sebagai wilayah milik ojek konvensional sehingga para penumpang yang lebih memilih ojek online sebagai sarana transportasi harus berjalan sekitar 200 meter dari kawasan stasiun. Selain itu peneliti memilih studi kasus karena tertarik untuk mengetahui lebih mendalam terkait latar belakang penguasaan wilayah di Stasiun Jember oleh ojek konvensional. Peneliti menggunakan beberapa cara dalam mengumpulkan data, yaitu dengan cara pengamatan di lokasi penelitian, wawancara secara langsung serta rekaman audio sebagai Pengamatan yang dilakukan dengan cara meninjau tempat pangkalan ojek di stasiun, dimana ojek konvensional beroperasi di kawasan stasiun sedangkan ojek online berada di kawasan luar stasiun. Pengamatan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan kebenaran terkait isu penguasaan wilayah yang dianggap sebagai strategi untuk mendapatkan penumpang yang dilakukan oleh ojek konvensional di era maraknya masyarakat yang lebih tertarik untuk menggunakan jasa ojek online dibandingkan ojek konvensional. Pengumpulan data dengan cara wawancara secara langsung berfokus pada pertanyaan masalah penguasaan wilayah serta penghasilan yang didapatkan dari penguasaan wilayah sebagai strategi yang dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak penumpang oleh ojek Peneliti melibatkan dua informan yang berasal dari pihak ojek konvensional dan satu informan yang berasal dari pihak ojek online. Sedangkan pengumpulan data melalui rekaman audio bertujuan untuk mendokumentasikan percakapan hasil wawancara yang dapat memberikan wawasan serta informasi penting terkait penelitian yang dilakukan. Metode ini dipilih peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai wilayah kekuasaan yang diakui sebagai milik ojek konvensional. Dimana hal tersebut dilakukan sebagai bentuk strategi yang dilakukan oleh ojek konvensional untuk mendapatkan Dengan menggunakan metode ini peneliti dapat mengidentifikasi latar belakang ojek konvensional dalam mengklaim wilayah stasiun sebagai pangkalannya. Selain itu, metode yang digunakan juga memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi hubungan yang lebih kompleks antara ojek konvensional dengan wilayah stasiun yang mereka klaim sebagai pangkalan mereka. Hasil dari penelitian ini memungkinkan untuk memberikan pandangan yang lebih menyeluruh mengenai hubungan antara ojek konvensional dengan wilayah yang Menggali Akar Permasalahan: Konflik Antara Tukang Ojek Konvensional Dan Tukang Ojek Online Di Stasiun Jember mereka klaim. Narasumber yang digunakan dalam dalam penelitian ini dikategorikan menjadi dua, yakni ojek konvensional dan ojek online dengan mengambil masing-masing satu sampel dengan ketentuan telah lama bekerja menjadi ojek konvensional maupun ojek online. Sehingga narasumber merupakan orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang terjadi antara ojek konvensional dan ojek online di kawasan Stasiun Jember. HASIL DAN PEMBAHASAN Transportasi adalah suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat dalam melakukan Salah satu dari sarana transportasi yang kerap digunakan oleh masyarakat adalah Ojek konvensional dan ojek online merupakan bentuk dari variasi dalam layanan Masing-masing diantaranya memiliki keunggulan dan kekurangan didalamnya. Perkembangan dalam dunia teknologi melahirkan berbagai macam gagasan dan inovasi terutama dalam aspek layanan transportasi. Sebut saja ojek online, merupakan wujud dari perkembangan layanan transportasi yang dipadupadankan dengan teknologi. Ojek online merupakan inovasi yang lahir dari ojek konvensional. Namun tak jarang juga masih banyak yang menjadi tukang ojek konvensional maupun menggunakan layanannya. Di Jember sendiri keduanya masih sama-sama ada dan memiliki sasaran pelanggan masing-masing. Disisi lain hal ini juga tidak memungkinkan untuk menimbulkan konflik akibat dari adanya persaingan yang terjadi di antara keduannya. Kemudahan dalam mengakses ojek online menjadikannya pilihan yang diminati, terutama dari kalangan anak muda. Kehadiran Ojek online mendapatkan respon positif dari masyarakat karena dengan adanya ojek online ini akan mempermudah masyarakat dalam melakukan mobilitas sehari-hari tanpa harus repot-repot menunggu dan mencari tempat pangkalan ojek. Banyaknya peminat ojek online mengakibatkan pergeseran pada ojek Sehingga banyak penumpang yang beralih ke ojek online. Hal ini tentunya menimbulkan kecemburuan dari para tukang ojek konvensional yang semakin berkurang Salah satu contohnya adalah seperti yang terjadi di Stasiun Jember. Stasiun menjadi tempat yang sangat strategis bagi tukang ojek untuk menjemput Setiap harinya pasti ada penumpang yang membutuhkan layanan transportasi Apalagi saat liburan semester ataupun saat liburan semester telah usai. Banyak mahasiswa, terutama mahasiswa perantau yang membutuhkan layanan transportasi untuk mengantarkannya menuju stasiun atau menuju kos. Ojek online menjadi pilihan yang banyak digunakan oleh mahasiswa. Ojek online banyak memberikan penawaran menarik serta diskon ketika terdapat event-event tertentu, seperti perayaan hari kemerdekaan dan lain sebagainya. JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN: 2829-3886. P-ISSN: 2829-3479. Hal 255-268 namun akan berbanding terbalik jika menggunakan layanan transportasi ojek konvensional yang mana harganya tidak akan berubah. Menggunakan ojek online pada akhirnya lebih banyak diminati para penumpang dibandingkan dengan menggunakan ojek konvensional. Semakin hari, peminat ojek online kian meningkat hingga tukang ojek pengkolan merasa bahwa keberadaan dari tukang ojek online ini mengancam ojek konvensional. Berdasarkan pengakuan salah seorang ojek konvensional di Stasiun Jember Bapak Habib yang mengaku sudah bekerja sebagai ojek kurang lebih 30 tahun, sebelum adanya layanan ojek online, ojek konvensional mampu mengantarkan 3-4 penumpang dalam sehari. Namun, dengan kehadiran ojek online, jumlah penumpang yang menggunakan jasa ojek konvensional mengalami penurunan drastis. Tarif pendapatan ojek konvensional juga mengalami penurunan signifikan, hanya sebesar 20 ribu rupiah, setara dengan harga 2 kilogram Bahkan, tidak setiap hari mereka mampu mendapatkan penumpang, dengan beberapa kali mengalami kesulitan mendapatkan penumpang selama 2-3 hari. Namun demikian, meskipun mengalami penurunan pendapatan mereka tetap memilih untuk menjadi ojek Hal ini disebabkan oleh tarif yang dihasilkan oleh ojek online hanya sekitar 5-6 ribu rupiah per hari. Menurut mereka, menjadi ojek konvensional lebih dianggap menguntungkan dibandingkan menjadi ojek online. Serta, ojek konvensional bukan hanya sekadar pekerjaan bagi mereka, tetapi juga menjadi sumber pendapatan utama yang mendukung kehidupan keluarga mereka. Opportunity means the availability of a chance for someone to achieve a better life for himself and his family. (Paramitha, dkk. , 2018:. Dalam kutipan diatas, signifikansi pekerjaan sebagai ojek konvensional bagi informan tidak hanya terbatas pada dimensi pencarian nafkah, melainkan juga melibatkan peluang untuk meningkatkan kualitas hidup dirinya dan keluarganya. Sebagai ojek konvensional, informan memiliki akses ke berbagai kesempatan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasarnya, tetapi juga memberikan dukungan finansial yang sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan Peran pekerjaan sebagai ojek konvensional bukan hanya sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sebagai landasan bagi kelangsungan kehidupan sehari-hari informan dan keluarganya. Dalam penelitian ini, peluang yang diperoleh melalui pekerjaan ini mencakup tidak hanya pendapatan finansial, tetapi juga stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Informan dapat menggunakan pekerjaan ini sebagai fondasi untuk mencapai tujuan keuangan baik jangka pendek maupun jangka panjang, seperti pendidikan anak-anak, perumahan yang layak, dan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. Menggali Akar Permasalahan: Konflik Antara Tukang Ojek Konvensional Dan Tukang Ojek Online Di Stasiun Jember Pentingnya pekerjaan sebagai ojek konvensional juga dapat diinterpretasikan sebagai kontribusi positif terhadap struktur keluarga. Sebagai tulang punggung keluarga, informan tidak hanya menyediakan dukungan finansial, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman dan terjamin bagi anggota keluarga lainnya. Oleh karena itu, pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas harian, melainkan suatu kesempatan yang membentuk dasar untuk meraih impian dan tujuan hidup yang lebih besar bagi informan dan keluarganya. Dengan adanya situasi yang terjadi antara ojek konvensional dengan ojek online, ojek konvensional di Stasiun Jember menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelangsungan usaha mereka. Perubahan pola preferensi masyarakat yang lebih cenderung menggunakan ojek online menuntut para pengemudi ojek konvensional untuk menyesuaikan strategi atau mencari inovasi agar tetap dapat bersaing di tengah persaingan yang semakin ketat. Menurut Rossa. , "The problem is that there are still groups of people who do not have access to the fulfillment of basic needs and rights to achieve a decent quality of life. Pergeseran dari ojek konvensional ke ojek online, seperti yang terungkap dalam hasil penelitian, menciptakan dinamika dalam layanan transportasi. Meskipun memberikan kemudahan akses kepada sebagian masyarakat yang menggunakan jasa ojek online, terutama kalangan anak muda, fenomena ini juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai ojek konvensional. Kehadiran ojek online yang menarik banyak peminat, terutama dengan penawaran dan diskon yang diberikan, dapat menyebabkan penurunan pelanggan untuk ojek konvensional. Tempat-tempat strategis seperti Stasiun Jember, yang menjadi titik penting bagi ojek konvensional, mengalami perubahan dinamika dengan beralihnya preferensi penumpang ke ojek online. Dalam konteks ini, dapat dikemukakan bahwa perubahan ini tidak hanya menciptakan persaingan antara dua jenis layanan transportasi tetapi juga menciptakan ketidaksetaraan akses ekonomi di antara kelompok ojek konvensional. Kelompok yang tidak dapat beralih ke model layanan baru mungkin mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka akibat dari adanya ojek online yang membuat pendapatan mereka menurun, menciptakan gambaran konkret terkait dengan pernyataan bahwa masih ada kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses penuh terhadap pemenuhan kebutuhan dasar mereka, sesuai dengan kutipan dari Rossa. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa informan sudah tiga tahun menjadi driver ojek online. Bagi informan, menjadi driver ojek online merupakan suatu pekerjaan yang menguntungkan dan dapat menambah penghasilan dari pekerjaan utamanya yang bekerja di bidang jasa pengiriman barang. Penghasilan dari ojek online JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN: 2829-3886. P-ISSN: 2829-3479. Hal 255-268 dihitung berdasarkan kesepakatan antara driver dan perusahaan, jadi dengan adanya diskon dan promo yang ditawarkan oleh aplikasi ojek online tidak mempengaruhi penghasilan dari driver ojek online itu sendiri. Menurut pengakuan informan ketika di ojek online terdapat diskon atau promo, maka penghasilan dari driver ojek online akan tetap dan biaya promo ditanggung oleh Dalam sehari ojek online dapat meraup keuntungan paling besar sampai RP. 000, tergantung dengan banyak atau sedikitnya orderan yang diberikan oleh aplikasi. Dengan hadirnya ojek online di tengah masyarakat Jember tidak menutup kemungkinan untuk menimbulkan adanya konflik-konflik yang dapat terjadi akibat persaingan mendapatkan Ojek Konvensional, becak serta angkutan umum yang mangkal di depan stasiun Mereka merasa bahwa kehadiran ojek online merupakan ancaman dalam mendapatkan penumpang di Stasiun Jember. Namun, menurut pendapat informan alasan ojek konvensional tidak mau bergabung dengan ojek online adalah karena persyaratan ketika akan bergabung dengan ojek online harus memiliki SIM (Surat Izin Mengemud. , kendaraan yang terbaru dan memenuhi standar, serta memiliki ponsel yang mendukung penggunaan aplikasi ojek online. Menurut informan Ojek konvensional biasanya merupakan orang tua-tua yang tidak paham akan teknologi serta tidak memiliki SIM jadi mereka tidak mau bergabung dengan ojek online. Maka dengan kehadiran ojek online ini membuat pengemudi ojek konvensional berusaha untuk menguasai Stasiun dengan mengatakan bahwa ojek online merebut penumpang dari ojek konvensional. Namun dari pihak driver ojek online sama sekali tidak merasa telah merebut penumpang ojek konvensional karena itu merupakan keputusan dari penumpang itu Dengan adanya peraturan penjemputan ojek online konflik yang terjadi antara tukang ojek konvensional dan online mulai mereda, namun untuk menghilangkan prasangka diantara keduanya memang sulit untuk dihindarkan. Ojek Konvensional terkadang masih meragukan apakah ojek online benar-benar mematuhi peraturan penjemputan yang telah disepakati ini. karena menurut kesaksian Informan dari ojek konvensional mengatakan bahwa ojek online terkadang menyalahi aturan dengan melakukan penjemputan di depan stasiun. Namun pernyataan itu dibantah oleh informan yang bekerja sebagai ojek online dengan menyatakan bahwa ojek online sebenarnya telah mematuhi peraturan itu, namun masih ada beberapa pengemudi ojek online baru yang belum mengetahui peraturan ini kerap kali melanggar dengan melakukan penjemputan di depan stasiun Jember. Dengan adanya kejadian ini menambah kecurigaan ojek konvensional bahwa ojek online belum sepenuhnya memenuhi peraturan penjemputan yang seharusnya disepakati dan dijalankan oleh pengemudi ojek online. Sehingga pemerintah memberikan upaya untuk mencapai perjanjian mengenai wilayah operasi masing- Menggali Akar Permasalahan: Konflik Antara Tukang Ojek Konvensional Dan Tukang Ojek Online Di Stasiun Jember Perjanjian ini melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah dan aparat terkait, termasuk Dinas Perhubungan. Kepolisian Resor (Kapolre. , dan Dinas Sosial. Isi dari perjanjian ini berkaitan dengan penentuan lokasi pangkalan ojek, baik konvensional maupun online. Berdasarkan perjanjian tersebut, daerah di depan stasiun kereta api ditetapkan sebagai wilayah pangkalan ojek konvensional, sementara lokasi pangkalan ojek online disepakati untuk berjarak sekitar 200 meter dari wilayah stasiun. Menurut pengakuan dari salah satu ojek konvensional di Stasiun Jember, pembagian wilayah dimulai dari titik selatan pendopo, titik timur Jalan raya di sisi utara Salero. Dengan demikian, para pengemudi ojek konvensional dan ojek online telah bekerja sama dengan otoritas terkait seperti Kapolres. Dinas Perhubungan dan juga Dinas Sosial untuk mengatur dan membagi wilayah operasi mereka untuk menciptakan keharmonisan serta mencegah terjadinya konflik yang mungkin terjadi antara ojek konvensional dengan ojek online. Adanya sebuah strategi akan mempercepat sebuah tujuan, sasaran, kebijakan atau rencana agar apa yang akan dilakukan dapat mencapai hasil yang (Mulyono, dkk. , 2023:. Dalam situasi konflik wilayah antara ojek online dan ojek konvensional yang terjadi di Stasiun Jember, penggunaan strategi menjadi penting guna untuk mengatasi ketegangan dan mempercepat pencapaian tujuan yang diinginkan. Perbedaan model bisnis transportasi antara kedua pihak, dimana ojek online mengadopsi platform digital dan ojek konvensional tetap pada model konvensionalnya menandai kompleksitas konflik tersebut. Menerapkan strategi yang tepat dapat membantu mencapai tujuan bersama, termasuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan. Strategi sangat diperlukan dalam menghadapi perubahan cepat dalam industri transportasi, terutama dengan kemunculan inovasi digital seperti ojek online. Dengan demikian, strategi yang adaptif dapat membantu ojek konvensional dengan perubahan tersebut mampu menciptakan peluang baru dan mengurangi dampak negatifnya. Implementasi regulasi yang bijak juga dapat menjadi bagian integral dari strategi, menciptakan kerangka kerja yang adil untuk kedua belah pihak, sehingga konflik wilayah dapat dihindari atau diselesaikan dengan bijak dan damai. Dalam hal kita bisa melihat bagaimana dinamika antara ojek konvensional dan ojek online serta pemerintah berperan dalam menghadapi perubahan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi. Dari perjanjian yang dilakukan juga mencerminkan pentingnya regulasi dalam mengelola persaingan yang sehat dan menjaga keharmonisan dalam bidang transportasi. Kesepakatan ini menciptakan landasan kerja sama yang dapat memberikan manfaat baik bagi JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN: 2829-3886. P-ISSN: 2829-3479. Hal 255-268 pengemudi ojek konvensional maupun ojek online, dimana mereka dapat tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang semakin hari semakin beragam. Dalam teori konflik. Dahrendorf menyoroti konflik sosial yang muncul sebagai hasil dari ketidaksetaraan dalam distribusi kekuasaan, sumber daya, atau akses terhadap peluang di dalam masyarakat. Dalam kasus yang terjadi, kemunculan ojek online telah menciptakan ketidaksetaraan terhadap ojek konvensional dalam industri transportasi. Pengemudi ojek konvensional merasa mulai tersingkirkan oleh keberadaan serta perkembangan teknologi dan perubahan dalam minat konsumen atau penumpang yang mengarah pada peningkatan popularitas ojek online. Hal ini menciptakan perasaan ketidaksetaraan dalam akses terhadap peluang di antara ojek online dan ojek konvensional. Pengemudi ojek konvensional menghadapi resiko kehilangan pekerjaan dan pendapatan mereka, sementara ojek online mendapatkan manfaat dari keunggulan teknologi dalam menarik penumpang. Karena desakan situasi ojek konvensional melakukan strategi dengan bantuan pemerintah yang berperan sebagai otoritas untuk mengatasi ketidaksetaraan yang terjadi antara kedua belah pihak. Peran pemerintah sebagai otoritas membantu menuntaskan ketidaksetaraan yang terjadi antara ojek konvensional dengan ojek online. Ojek konvensional mendapatkan kesempatan untuk mempertahankan pekerjaan yang sebelumnya merupakan pekerjaan tetap mereka. Sedangkan ojek online tidak akan disalahkan sebagai penyebab adanya konflik yang muncul dengan adanya kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sebagai bentuk kesetaraan serta strategi agar ojek konvensional tidak kehilangan pekerjaannya. "Mereka yang menduduki posisi otoritas diharapkan mengendalikan bawahan. artinya, mereka berkuasa karena harapan dari orang yang berada di sekitar mereka, bukan karena ciri-ciri psikologis mereka sendiri. Seperti otoritas, harapan ini pun melekat pada posisi, bukan pada orangnya. otoritas bukanlah fenomena sosial yang umum. mereka yang tunduk pada kontrol dan mereka yang dibebaskan dari kontrol, ditentukan dalam masyarakat. Terakhir, karena otoritas adalah absah, sanksi dapat dijatuhkan pada pihak yang menentang" (Ritzer. , & Goodman. , 2010:. Kutipan tersebut menguraikan konsep otoritas dengan menggarisbawahi bahwa individu yang menduduki posisi otoritas diharapkan bisa mengendalikan bawahan. Hal yang paling penting dalam konteks ini adalah bahwa kekuasaan mereka tidak semata-mata berasal dari karakteristik psikologis pribadi mereka, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh harapan dari orang-orang di sekitar mereka. Dalam konteks otoritas, harapan ini terkait erat dengan Menggali Akar Permasalahan: Konflik Antara Tukang Ojek Konvensional Dan Tukang Ojek Online Di Stasiun Jember posisi yang diemban, dan bukan hanya dengan individu itu sendiri. Kutipan ini juga menyoroti bahwa otoritas bukanlah fenomena sosial yang umum, melainkan sebuah dinamika yang ditentukan oleh hubungan antara yang memberikan otoritas dan yang menerima otoritas dalam Dalam konteks konflik antara ojek konvensional dengan ojek online, diuraikan bagaimana pengemudi ojek konvensional dan ojek online bekerja sama dengan otoritas pemerintah, seperti Kapolres. Dinas Perhubungan, dan Dinas Sosial, untuk mengatasi konflik dan ketidaksetaraan dalam industri transportasi. Analoginya dapat dilihat bahwa peran pemerintah sebagai otoritas, dalam menetapkan perjanjian dan regulasi terkait wilayah operasi atau pangkalan ojek, mencerminkan dinamika otoritas yang dijelaskan dalam kutipan. Pemerintah, sebagai figur otoritatif, diharapkan dapat mengendalikan dan mengarahkan kebijakan yang menciptakan keseimbangan antara kepentingan pengemudi ojek konvensional dan ojek online, serupa dengan harapan yang melekat pada posisi otoritas yang dibahas dalam Selanjutnya, dalam konteks tersebut, sanksi atau regulasi yang dapat dijatuhkan oleh pemerintah pada pelanggaran perjanjian mencerminkan keabsahan otoritas, sesuai dengan pernyataan bahwa otoritas adalah fenomena yang sah dan dapat menghasilkan sanksi terhadap yang menentang. Dalam pandangan Dahrendorf, konflik dalam masyarakat dapat memicu perubahan Maka, ketika kelompok-kelompok mengalami konflik, tindakan yang mereka ambil bisa menyebabkan perubahan dalam cara masyarakat diorganisir. Jika konflik itu sangat serius, perubahan yang terjadi bisa jadi sangat mendalam. Dan jika konflik itu disertai dengan tindakan kekerasan, perubahan dalam struktur sosial bisa terjadi secara tiba-tiba. Perselisihan yang terjadi antara ojek konvensional dan ojek online dalam dunia transportasi. Kemunculan ojek online menciptakan konflik antara kedua kelompok ini, yang kemudian merespon dengan berbagai tindakan seperti membuat perjanjian wilayah dan berkoordinasi dengan pemerintah. Upaya ini merupakan bentuk respons terhadap ketidaksetaraan yang muncul dan usaha untuk menjaga pekerjaan mereka. Perubahan dalam struktur sosial, yang mungkin bersifat mendalam tergantung pada intensitas konflik, tercermin dalam upaya para pengemudi ojek konvensional untuk menyesuaikan cara mereka bekerja melalui kesepakatan wilayah dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Meskipun perubahan ini mungkin tidak selalu terjadi secara instan, respons terhadap konflik mencerminkan usaha untuk mencapai keseimbangan baru dan menjaga keadaan saat ini yang menguntungkan kedua kelompok. JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN: 2829-3886. P-ISSN: 2829-3479. Hal 255-268 KESIMPULAN Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa munculnya ojek online di wilayah stasiun Jember telah memberikan dampak signifikan terhadap pengemudi ojek Pergeseran preferensi masyarakat yang lebih cenderung menggunakan ojek online menyebabkan penurunan jumlah penumpang bagi ojek konvensional. Hal ini berdampak langsung pada pendapatan yang menurun drastis bagi pengemudi ojek konvensional, yang kemudian mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan seharihari dan mendukung keluarga mereka. Konflik antara ojek konvensional dan ojek online di wilayah stasiun Jember muncul karena adanya persaingan yang ketat dalam mendapatkan penumpang. Faktor ekonomis, terutama perbedaan tarif dan promo yang ditawarkan, menjadi pemicu utama penumpang beralih ke ojek online. Selain itu, ketidakpastian tarif ojek konvensional yang bergantung pada negosiasi antara pengemudi dan penumpang juga menjadi alasan penumpang lebih memilih ojek online yang menawarkan tarif yang lebih terjangkau dan transparan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendalam ke dalam fenomena konflik antara ojek konvensional dan ojek online di wilayah stasiun Jember. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan rekaman suara, serta merujuk pada studi-studi sebelumnya. Teori konflik Dahrendorf digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami dinamika konflik yang muncul, dengan fokus pada perbedaan status dan hak akses yang ditetapkan oleh otoritas lokal. Pemahaman lebih lanjut mengenai dampak sosial dan ekonomi dari pergeseran preferensi masyarakat serta strategi yang diterapkan oleh pengemudi ojek konvensional dalam menghadapi perubahan ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan yang lebih baik. Peran pemerintah sebagai otoritas dalam mengatasi konflik, serta menciptakan regulasi yang seimbang untuk mendukung kedua jenis layanan ojek, menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan masyarakat yang berprofesi sebagai ojek konvensional di wilayah stasiun Jember. Menggali Akar Permasalahan: Konflik Antara Tukang Ojek Konvensional Dan Tukang Ojek Online Di Stasiun Jember DAFTAR REFERENSI Ritzer. , & Goodman. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Alung. Sari. Mulyono. Paramitha. , . Strategies for Fulfilling the Basic Needs of Circular Migrant Farmers in Wonokupang. Sidoarjo. Jurnal Sosial Soedirman 6. , 91. Paramitha. Supriyadi, & Zuber. The Importance Of Educational Level For FarmerAos Upward Social Mobility In Wringinpitu Village. International Journal of Pedagog Teacher Education (IJPTE), https://doi. org/10. 20961/ijpte. v%vi%i. Rosa. EditorAos Introduction: Leave No One Behind. Journal of Contemporary Sociological Issues, 3. https://doi. org/10. 19184/csi. Setiyorini. Hendrastomo. Studi. Sosiologi. , & Yogyakarta. PERSAINGAN OJEK ONLINE DENGAN OJEK KONVENSIONAL DI STASIUN LEMPUYANGAN. DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Vol. Issue . Zahro. Devi. Fitria. , & Palupi. DAMPAK TRANSFORMASI OJEK ONLINE TERHADAP OJEK KONVENSIONAL (STUDI KASUS DI STASIUN JEMBER). In Bisnis. Manajemen dan Akuntansi (Vol. Issue . JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023