https://doi. org/10. 61578/honai. Jurnal Pendidikan. Administrasi. Sains. Ekonomi, dan Pemerintahan IDENTIFIKASI KEBERHASILAN KEWIRAUSAHAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN MENARA SALIB WAMENA PAPUA Syarifah1. Rianik Thomas2. Moh Mizan Asrori3 Program Studi Manajemen Retail1,2. Administrasi Bisnis3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Jalan Hom-Hom Wamena Kab. Jayawijaya Papua 99511 Email Korespondensi: syarifah@unaim-wamena. Abstrak Tujuan daripada penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi keberhasilan kewirausahaan pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib Wamena Papua dengan indicator Modal. Kemampuan usaha, dan Lokasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan informan sebanyak 25 orang pedagang kaki lima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pedagang kaki lima di kawasan menara salib dengan modal yang paling besar yaitu pedagang cilok dan minuman dengan modal 1. 000 rupiah perhari. Sedang kan modal terkecil yaitu pedagang buah pinang dengan modal 80. 000 ribu perhari. Kemudian pendapatan yang diperoleh yaitu pedagang cilok yaitu 3. Hal tersebut menunjukkan bahwa modal yang dikeluarkan oleh pedagang kaki lima sebanding dengan pendapatannya. Kemampuan usaha. Pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib kota wamena memiliki kemampuan dalam menjalankan usahanya masingmasing. pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib dapat melayani dengan baik pelanggannya, mereka mengutamakan kepuasan pelanggan, termasuk sikap pelanggan yang kurang bagus terkadang masih tetap dilayani. pedagang kaki lima dapat mengelola keuangan dengan baik. Lokasi Menara salib merupakan lokasi yang sangat strategis untuk berjualan, dilihat dari banyaknya pelanggan anak-anak sekolah atau orang-orang yang singgah hanya untuk membeli dagangan, bahkan sudah mendapatkan pelanggan tetap. Mereka lebih senang berdagang di Menara salib daripada harus keliling. Kata Kunci: Pedagang. Keberhasilan. Lokasi. Kualitatif. Wawancara. Papua IDENTIFICATION OF ENTREPRENEURIAL SUCCESS OF STREET VENDORS IN THE TOWER OF THE CROSS AREA WAMENA PAPUA Abstract The aim of this research is to identify the entrepreneurial success of street vendors in the Wamena Cross Tower area. Papua using indicators of Capital. Business Capability and Location. The research method used was qualitative with 25 street vendors as informants. The results of this research show that the street vendors in the Cross Tower area with the largest capital are cilok and drink traders with capital of 1,000,000 rupiah per day. Meanwhile, the smallest capital is a betel nut trader with capital of 80,000 thousand per day. Then the income obtained by the cilok traders is Copyright A 2022 Syarifah. Rianik Thomas. Moh Mizan Asrori 37 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 13/05/2022. Accepted: 3/06/2022. Published: 30/06/2022 Identifikasi Keberhasilan Kewirausahaan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Menara Salib Wamena Papua 3,200,000. This shows that the capital spent by street vendors is proportional to their income. Business capabilities. Street vendors in the Cross Tower area of Wamena City have the ability to run their respective businesses. Street vendors in the Tower of Cross area can serve their customers well, they prioritize customer satisfaction, including the attitude of customers who are not good enough to sometimes still be served. Street vendors can manage their finances well. The location of the Tower of the Cross is a very strategic location for selling, seen from the large number of customers who are school children or people who stop by just to buy merchandise, and they even have regular customers. They preferred to trade at the Tower of the Cross rather than traveling Keywords: Traders. Success. Location. Qualitative. Interview. Papua Pendahuluan Keberhasilan suatu usaha merupakan keinginan suatu individu maupun suatu kelompok atau bisa di sebut dengan wirausaha. Seorang wirausaha dalam membuka usahanya tentu memiliki visi dan misi dlm menjalankan usahaanya, bagai mana usaha tersebut kedepannya berasil. Setiap wirausaha pasti menginginkan agar mendapat penghasilan yang tetap dalam pekerjaanya. Namun tidak semua pekerjaan yang dijalan kan setiap wirausaha atau kelompok dapat menjanjikan penghasilan yang tetap. Secara social, seseorang wirausaha yang bekerja tetap mendapatkan status sosial yang lebih terhormat dimata masyarakat daripada tidak bekerja. Seseorang wirausaha yang bekerja secara kemampuannya sediri atau kemampuan yang dia miliki sendiri maka harga diri dan kompetensi dirinya akan meningkat. Dalam penelitiannya Afif . mengemukakan bahwah pelaku usaha dalam perjalananya pasti akan dihadapkanya dengan berbagai macam ujian dan Karna bagaimanapun suatu pasti mengalami fluktuasi dalm penghasilan, kadang untung banyak, bahkan kadang mengalami kerugian yang besar. Maka dari itulah sifat usahawan harus mencakup berani menanggung resiko, berdikasi, mempunyai ciri kepemimpinan, murah hati, optimis, cakap, perihatin, percaya diri dan masih banyak yang lain. Menurut Kartini Sjahrir . terdapat enam katagori sektor informal yaitu sektor perdagangan, sektor jasa, sektor industry pengolahan, sektor pangkutan, sektor bangunan dan sektor perbangkan. Namun dalam penelitian ini difokuskan pada sektor perdagangan yaitu pada pedagang kaki lima. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . Pedagang kaki lima diartikan sebagai pedagang yang berjualan diserambi . tokoh atau di tepi jalan . Pedagang kaki lima merupakan salah satu jenis pedagang dalam sektor informal yang merupakan suatu unit produksi dengan modal yang relatif kecil dengan jiwa wira usaha yang tinggi dan memiliki kegiatan pedagangan yang bersifat komplek. Sebagian dari sektor informal, pedagang kaki lima memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian di masyarakat maupun daerah. Menurut penelitian Muhamad Ammar, dkk . , factor yg mempengaruhi secara siknifikan pendapatan pedagang kakilima yaitu modal, jam kerja, jenis dagangan, pendidikan, jumlah tenaga kerja dan Berdasarkan penelitian Artama . , factor yang mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima yaitu lama usaha, jam kerja dan lokasi usaha. Berdasar faktor-faktor tersebut, penelitian ini peneliti hanya membatasi faktor lokasi, modal, pendapatan danjenis dagangan dikawas Menara Salip Wamena Kabupaten Jaya Wijaya. Berdasarkan faktor tersebut, dalam penelitian ini faktor pertama yang menjadi variable penelitian ini yaitu lokasi dagangan kaki lima. Menara Salip Jaya Wijaya merupakan tempat museum yang dimana tiap hari banyak pengunjung. Hampirtiap tiap hari dikawasan menara salip rame dan padat pengunjung dari kalangan muda mudi sampai bapak dan ibu-ibu. Pedagang kaki lima di menara salip lebih nyaman dikarenakan tempat sangat setrategis. Tingkat kenyamana dan keamana sangat menguntungkan. Faktor kedua yang jadi variabel penelitian ini yaitu jenis dagangan pedagang kaki lima. Jenis dagangan yang di jual pedagang kaki lima dikawasan molai makanan siap saji, buah dan minuman. Begitu pula penelitian Retno di Pasar Sukun Semarang . , jenis dagangan yang di jual pedagang kaki lima yaitu makanan, minuman, pakean, aksesori. Copyright A 2022 Syarifah. Rianik Thomas. Moh Mizan Asrori 38 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 13/05/2022. Accepted: 3/06/2022. Published: 30/06/2022 Identifikasi Keberhasilan Kewirausahaan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Menara Salib Wamena Papua kelontong, buku bacaan,majalah, rokok dan buah-buahan. Jenis pedagang kaki lima yang setai di kawasan menara salip mulai jam Sembilan pagi sampai jam setengah Sembilan malam sekitar 25 Modal penyediaan suatu dana atau biaya yang di keluarkan dalam memulai usaha awal. Selain modal sebagai dana awal untuk membeli bahan dagangan atau membuat bahan dagangan. Modal juga salah satu hal yang penting memulai suatu usaha. Menurut ardin nugroho . , modal usaha adalah uang yang dipakai sebagai pokok untuk berdagang, melepas uang dan sebagainya. Menurut Safilia . , penambahan modal untuk pengadaan barang dagangan dapat meningkat volume penjualan. Seiring dalam perjalananya UMKM terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu serta menjadi salah satu kegiatan yang digalakkan oleh pemerintah saat ini. Perkembangan UMKM saat ini juga didukungan oleh kemajuan teknologi dan industry dan harus didukung juga oleh sikap kewirausahaan bagi pelaku UMKM. Dimana sikap atau jiwa enterprenurship akan cepat mendukung suatu keberhasilan dari tujuan UMKm yang sebenarnya. yang sangat pesat saat ini. Kadeni. Menyatakan keberadaan usaha mikro, kecil dan menengah perannya sangat penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Wamena salah satu kota di Kabupaten Jayawijaya yang saat ini telah menjadi kota yang berada pada induk sebuah Propinsi Papua Pegunungan. Melihat kondisi saat ini usaha kecil menengah telah bermunculan yang produknya beragam sehiingga membuat UMKM di kota wamena lebih berwarna terutama pada Kawasan Wisata Menara Salib yang setiap harimya kita akan diperlihatkan dengan bermacam-macam aneka produk makanan yang sangat diminati salah satunya produk makanan cilok. Beberapa produk juga dijual di area Menara salib. Namun berdasarkan hasil survey penjual di Kawasan Menara salib tidak ada perubahan, hanya beberapa penjual yang stay berjualan di tempat tersebut. Mereka tidak ingin mangkal atau berpindah tempat selain di Kawasan Menara salib. Hal tersebut menunjukkan bahwa Menara salib merupakan salah satu lokasi strategis bagi para pedagang kaki lima, dengan tujuan daripada penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberhasilan kewirausahaan pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib wamena papua. Penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan kajian ilmiah tentang apa saja yang menjadi ukuran keberhasilan kewirausahaan pedagang kaki lima di Kawasan pusat keramaian setiap daerah. Selain itu penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan kepamahan, memberikan informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kawasan Menara Salib Kota Wamena yang terletak di Jalan Yos Sudarso kabupaten Jayawijaya dengan waktu selama kurang lebih dua bulan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berangkat dari sebuah teori menuju data, yang berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan. Menurut Nasir . , penelitian kualitatif adalah sebuah metode yang digunakan dalam meneliti suatu kelompok, subjek, kondisi, ataupun pemikiran dan peristiwa di masa sekarang. Tujuan penelitian kualitatif yakni untuk membuat deskripsi secara sistematis sebuah hubungan antar fenomena yang akan diteliti. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, display data, triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Teknik sampling yang digunakan yaitu secara aksidental dengan mengambil informan yang kebetulan ada di suatu tempat yang sesuai dengan konteks penelitian, dimana informan tersebut menjadi data primer, yakni 25 orang Pedagang kaki lima di Kawasan Menara Salib Wamena Papua. Sedangkan data sekunder akan digunakan dari beberapa dokumen seperti buku dan jurnal. Copyright A 2022 Syarifah. Rianik Thomas. Moh Mizan Asrori 39 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 13/05/2022. Accepted: 3/06/2022. Published: 30/06/2022 Identifikasi Keberhasilan Kewirausahaan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Menara Salib Wamena Papua Hasil Dan Pembahasan Keadaan Informan Tabel 1. Keadaan Informan PEDAGANG JUMLAH Pinang 9 orang Jagung Bakar Dan Kacang 4 orang Aneka Cilok (Sosis. Telor. Cireng, 7 orang Batago. Minuman 5 orang Total 25 Orang Sumber: Olahan data primer, 2022 Tabel 2. Keadaan Informan Menurut Usia Usia Jumlah Total Sumber: Olahan data primer, 2022 Tabel 3. Produk Yang Dijual Produk yang dijual Cilok Sosis Cireng Buah Pinang Jagung Bakar Kacang Minuman Telur Gulung Jumlah Jumlah Modal Modal usaha merupakan biaya atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan suatu pekerjaan, modal merupakan hal yang sangat vital dalam sebuah bisnis atau usaha, berikut adalah modal yang dikeluarkan pedagang kaki lima sebelum dan sesudah Tabel 4. Modal Usaha Harian dan Pendapatan Pedagang Kaki Lima Produk yang dijual Cilok Sosis Cireng Buah Pinang Jagung Bakar Kacang Minuman Telur Gulung Jumlah Modal Rp 3. Pendapatan Rp 9. Copyright A 2022 Syarifah. Rianik Thomas. Moh Mizan Asrori 40 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 13/05/2022. Accepted: 3/06/2022. Published: 30/06/2022 Identifikasi Keberhasilan Kewirausahaan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Menara Salib Wamena Papua Kemampuan Usaha Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh data sebagai berikut: Kemampuan menjalankan usaha Informan 1 menjawab sebagai berikut AuYa saya harus mampu menjalankan usaha karena kalau tidak ya tidak dapat penghasilanAy. Demikian juga jawaban informan 2 yang menyatakan hal serupa AuSaya mencari rejeki lewat usaha ini mas, ya tetap saya jalankan untuk cari makan di sini. Ay Informan 3 menjawab AuSaya sudah lama berdagang, kemampuan saya dengan usaha atau berdagang. Kalau dagangan habis itu saya senangAy. Berdasarkan jawaban informan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib kota wamena memiliki kemampuan dalam menjalankan usahanya masing-masing. Kemampuan melayani pelanggan dengan baik Informan I menjawab AuIya saya layani sebaik mungkin mas, uang kan datang dari pelanggan. Jadi ya harus baik-baik dengan mereka yang beliAy. Senada dengan informan II yang menjawab bahwa Auinsyaallah mas, jangan sampai mereka marah-marah atau lari itu yang kita jaga. Jadi layani baik-baik maunya mereka waktu beliAy. Informan ke i menjawab AuBenar mas, pelayanan itu utama. Walaupun kadang ya aneh-aneh. Ada yang tidak mau bayarpun kadang-kadang saya kasihAy. Berdasarkan hasil Analisa dapat ditarik kesimpulan bahwa pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib dapat melayani dengan baik pelanggannya, mereka mengutamakan kepuasan pelanggan, termasuk sikap pelanggan yang kurang bagus terkadang masih tetap dilayani. Kemampuan Mengelola Keuangan Informan I AuIya. Namanya bisnis kalau gak bisa nanti rugi mas. Saya kelola biasanya sudah dipilahpilah pendapatannya sekaligus untuk modal esok hari. Ay Informan kedua menjawab hal serupa Ayiya mas, untuk menabung kelola uangnya harus bagus biar bisa jualan terus. Ay Berdasarkan hasil analisis dapat disimpullkan bahwa pedagang kaki lima dapat mengelola keuangan dengan baik. Lokasi Usaha Informan I menjawab Ausaya senang di sini rame tempatnya mas, jadi banyak anak-anak jajan. Kadang orang berhenti hanya untuk jajan jugaAy senada dengan informan kedua yang menjawab Auiya senang sekali. Kalau keliling capek mas, belum tentu habis. Kalau di sini kan sudah ada pelanggan tetap. Anak-anak sekolah juga banyak yang singgah. Ay Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulan bahwa lokasi Menara salib merupakan lokasi yang sangat strategis untuk berjualan, dilihat dari banyaknya pelanggan anak-anak sekolah atau orang-orang yang singgah hanya untuk membeli dagangan, bahkan sudah mendapatkan pelanggan tetap. Mereka lebih senang berdagang di Menara salib daripada harus keliling. Kesimpulan Modal. Pedagang kaki lima di kawasan menara salib dengan modal yang paling besar yaitu pedagang cilok dan minuman dengan modal 1. 000 rupiah perhari. Sedang kan modal terkecil yaitu pedagang buah pinang dengan modal 80. 000 ribu perhari. Kemudian pendapatan yang diperoleh yaitu pedagang cilok yaitu 3. Hal tersebut menunjukkan bahwa modal yang dikeluarkan oleh pedagang kaki lima sebanding dengan pendapatannya. Kemampuan usaha. Pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib kota wamena memiliki kemampuan dalam menjalankan usahanya masing-masing. pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib dapat melayani dengan baik pelanggannya, mereka mengutamakan kepuasan pelanggan, termasuk sikap pelanggan yang kurang bagus terkadang masih tetap dilayani. pedagang kaki lima dapat mengelola keuangan dengan baik. Lokasi. lokasi Menara salib merupakan lokasi yang sangat strategis untuk berjualan, dilihat dari banyaknya pelanggan anak-anak sekolah atau orang-orang yang singgah hanya untuk membeli Copyright A 2022 Syarifah. Rianik Thomas. Moh Mizan Asrori 41 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 13/05/2022. Accepted: 3/06/2022. Published: 30/06/2022 Identifikasi Keberhasilan Kewirausahaan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Menara Salib Wamena Papua dagangan, bahkan sudah mendapatkan pelanggan tetap. Mereka lebih senang berdagang di Menara salib daripada harus keliling. Referensi