Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL UNTUK GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI KABUPATEN BENGKAYANG TRAINING ON QUESTION PREPARATION FOR CATHOLIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN BENGKAYANG REGENCY Apri Kurniawan1*). Herkulanus Pongkot. Serapina. Florentina Dwi Astuti. Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Teologi. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak *Email korespondensi: aprikurniawan@stakatnpontianak. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah kegiatan yang bertujuan untuk membentuk pemahaman dan pengetahuan guru Pendidikan Agama Katolik untuk menyusun instrumen soal tes sesuai dengan ajaran Agama Katolik. Hal ini karena guru Pendidikan Agama Katolik mengalami kendala dalam penyusunan soal. Setelah kegiatan pengabdian diharapkan guru Pendidikan Agama Katolik dapat Menyusun soal sesuai dengan indikator pencapaian. Kegiatan pelatihan penyusunan soal untuk guru Pendidikan agama Katolik dilakukan di Kabupaten Bengkayang yaitu kabupaten yang terletak di sebelah utara Provinsi Kalimantan Barat. Adapun metode strategi pengabdian yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR), yaitu metode yang melibatkan partisipasi aktif dari semua yang terlibat. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap penggunaan metode sebagai berikut: . Action Planning/Merencanakan Tindakan. Action Taking/ Melakukan Tindakan. Evaluating/ Evaluasi. Specifyng Learning/ Mengkaji Pembelajaran. Selanjutnya, evaluasi kegiatan menggunakan hasil kinerja peserta pelatihan yaitu soal tes yang telah disusun oleh guru Pendidikan Agama Katolik. Selain itu, dilakukan juga evaluasi menggunakan angket sebagai penilaian pelaksanaan kegiatan PKM oleh guru-guru Pendidikan Agama Katolik. Kata kunci: Soal. Guru. PAK. Participatory Action Research Abstract The community service conducted is an activity aimed at shaping the understanding and knowledge of Catholic Religious Education teachers in developing test instruments in accordance with Catholic This is because Catholic Religious Education teachers face challenges in question After the service activity, it is expected that Catholic Religious Education teachers will be able to formulate questions based on achievement indicators. The training activity on question preparation for Catholic Religious Education teachers was conducted in Bengkayang Regency, a regency situated in the northern part of West Kalimantan Province. The strategic method used for this service is the Participatory Action Research (PAR) method, which involves active participation from all parties involved. The steps taken in the application of this method are as follows: . Action Planning. Action Taking. Evaluating. Specifying Learning. Furthermore, the activity evaluation is based on the performance outcomes of the training participants, namely the test questions prepared by the Catholic Religious Education teachers. Additionally, an evaluation was conducted using questionnaires as an assessment of the implementation of the community service activity by the Catholic Religious Education teachers. Diajukan: 06/03/2025 Diterima: 24/04/2025 Diterbitkan: 23/06/2025 Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . Keywords: Questions. Teachers. Catholic Religious Education. Participatory Action Research PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan krusial dalam menentukan kemajuan suatu daerah atau negara (Fau dkk. , 2. Lebih dari sekadar proses pembelajaran, pendidikan berperan sebagai dasar utama dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM yang berkualitas adalah aset tak ternilai yang mampu mendorong inovasi, produktivitas, dan daya saing suatu bangsa. Tanpa pendidikan yang memadai, potensi SDM tidak akan berkembang optimal, menghambat kemajuan di berbagai sektor. Pendidikan yang berkualitas tidak cuma fokus pada sisi akademis saja, tetapi pada peningkatan keterampilan dan pola pikir yang adaptif. Di era globalisasi ini. SDM dituntut untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Pendidikan yang baik akan membekali individu dengan keterampilan tersebut, sehingga mereka mampu memaksimalkan peluang yang ada serta mampu mengikuti perkembangan zaman. Sebaliknya, kurangnya akses terhadap pendidikan yang berkualitas akan menciptakan kesenjangan kompetensi, menghambat inovasi, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Kualitas pendidikan sangat bergantung pada kompetensi guru dalam menyusun dan menerapkan evaluasi pembelajaran yang efektif (Sofia dkk. , 2. Salah satu elemen kunci dalam pelaksanaan ini adalah kompetensi guru untuk menyusun soal-soal berkualitas tinggi yang selaras dengan tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian. Soal yang disusun dengan baik bukan sekedar mengukur pemahaman siswa tetapi juga membantu guru mengidentifikasi kesenjangan pembelajaran dan meningkatkan strategi pengajaran. Oleh karena itu, keahlian menyusun soal adalah kompetensi fundamental yang harus dikuasai oleh setiap guru. Dalam konteks Pendidikan Agama Katolik (PAK), penyusunan soal menjadi semakin krusial. Guru PAK tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan akademis tetapi juga menanamkan nilainilai moral dan spiritual berdasarkan ajaran Katolik (Linda & Pius, 2. Namun, banyak guru PAK mengalami kendala dalam penyusunan soal yang secara akurat mencerminkan kedalaman ajaran agama serta mengukur pemahaman spiritual dan moral siswa. Masalah ini sering kali disebabkan oleh kurangnya pelatihan dan sumber daya dalam penyusunan soal, sehingga evaluasi yang dilakukan mungkin tidak sepenuhnya mencapai hasil pembelajaran yang diharapkan. Pentingnya penyusunan soal semakin ditekankan oleh kebutuhan agar penilaian selaras dengan standar kurikulum dan tujuan pendidikan (Siregar dkk. , 2. Soal yang disusun dengan kurang baik dapat mengakibatkan pengukuran pencapaian siswa yang tidak akurat, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, memberikan pelatihan dan dukungan bagi guru, khususnya guru PAK, dalam menyusun soal yang efektif dan bermakna merupakan hal yang sangat penting. Pada tahap awal, melalui wawancara dengan para pengajar Pendidikan Agama Katolik di SMP Negeri 03 Banyuke Hulu, diperoleh temuan bahwa pelajaran Pendidikan Agama Katolik dianggap sebagai salah satu materi yang signifikan dalam membentuk pemahaman dan pengetahuan tentang ajaran Agama Katolik. Salah satu kendala yang dihadapi oleh guru adalah penyusunan soal. Dalam penyusunan soal biasanya guru hanya mengambil soal dari buku tanpa mengetahui prosedur yang Untuk itu dalam program pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan pelatihan dalam penyusunan soal untuk guru pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Kegiatan-kegiatan pelatihan terdahulu terkait penyusunan soal untuk guru-guru terbukti memberikan dampak yang positif dan dapat diterima dengan baik oleh guru-guru (Napitupulu dkk. Utomo, 2. Berdasarkan hal tersebut diharapkan pelatihan ini juga dapat berdampak yang positif bagi para peserta pelatihan penyusunan soal. Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . METODE PELAKSANAAN Tim PKM memilih metode Participatory Action Research (PAR) untuk melaksanakan kegiatan Metode PAR melibatkan partisipasi aktif dari semua pihak yang terlibat, termasuk peneliti, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya (Afandi dkk. , 2. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan PKM menggunakan metode PAR: Diagnosing/ Identifikasi Permasalahan Langkah pertama yaitu diagnosing/ identifikasi permasalahan yang ada. Berdasarkan wawancara dengan salah satu Guru Pendidikan Agama Katolik di SMP Negeri 3 Banyuke Hulu diketahui bahwa salah satu kendala yang dihadapi oleh guru-guru adalah penyusunan soal. Hal ini juga ditambah dengan minimnya pelatihan-pelatihan terkait penyusunan soal yang ditujukan ke guru-guru khususnya guru Pendidikan Agama Katolik. Hal ini berimbas ke guru-guru yang kesulitan dalam menyusun soal secara mandiri, sehingga lebih sering mengandalkan soal yang sudah jadi dari buku paket maupun dari internet. Action Planning/ Merencanakan Tindakan Langkah kedua yaitu merencanakan tindakan untuk menanggulangi permasalahan yang ada. Tim PKM merencanakan untuk membuat sebuah kegiatan pelatihan penyusunan soal yang ditujukan ke Guru-guru khususnya Guru Pendidikan Agama Katolik di Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya. Adapun rencana yang dibuat meliputi lokasi kegiatan, peserta kegiatan, materi pelatihan, konsumsi, serta evaluasi yang digunakan. Peserta pelatihan berjumlah 30 orang guru setingkat SMA/K. Action Taking/ Melakukan Tindakan Langkah ketiga yaitu melakukan tindakan apa yang sudah direncanakan. Pelaksanaan kegiatan yaitu kegiatan pelatihan penyusunan soal bagi Guru-guru Pendidikan Agama Katolik di Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya. Kegiatan dilakukan bersamaan dengan jadwal Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik tingkat SMA/K Kab. Bengkayang. Hal ini dikarenakan supaya guru-guru dapat hadir semua, karena memang kegiatan MGMP sudah direncanakan setiap semester. Evaluating/ Evaluasi Tahap keempat yaitu evaluasi kegiatan. Setelah kegiatan dilaksanakan akan dilakukan evaluasi untuk melihat pemahaman guru-guru dalam mengikuti pelatihan serta tanggapan terhadap pelatihan yang sudah dilakukan. Guru-guru diminta untuk mengisi angket yang akan dibagikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat untuk selanjutnya dianalisis. Specifyng Learning/ Mengkaji Pembelajaran Tahap kelima yaitu mengkaji pembelajaran atau pelatihan yang sudah dilakukan. Dalam tahap ini dilakukan kajian untuk menentukan apakah pelatihan yang dilakukan dirasa sudah berhasil atau belum berdasarkan evaluasi yang dilakukan. Dilihat juga apa saja kekurangan-kekurangan dan kelebihan dalam pelatihan sehingga ke depannya bisa dilakukan perbaikan. Peserta kegiatan diberi target untuk menyusun soal yang akan dijadikan soal Penilaian Akhir Sekolah (PAS) di sekolah masing-masing. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Mei 2024, yang dilaksanakan di Wisma Jovans. Jalan Raya Sanggau Ledo. Kab. Bengkayang. Kalimantan Barat. Adapun peserta pelatihan adalah guru Pendidikan Agama Katolik yang tergabung dalam MGMP Pendidikan Agama Katolik Kab. Bengkayang khususnya tingkat SMA/K yang berjumlah 30 orang. Kegiatan PKM yang dilakukan adalah dengan cara memberikan pelatihan ke guru-guru Agama Katolik dalam menyusun instrumen soal yang baik dan benar. Adapun soal yang dijadikan untuk pelatihan dikhususkan pada bentuk pilihan ganda. Hal ini dikarenakan waktu yang terbatas serta Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . berdasarkan penelitian terdahulu diketahui bahwa guru lebih tertarik dengan bentuk soal pilihan ganda (Agustin dkk. , 2. Adapun tahapan-tahapan dalam kegiatan PKM pelatihan pembuatan instrumen soal adalah sebagai berikut: Registrasi Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan registrasi. Para peserta yang datang mengisi daftar hadir serta dilakukan pembagian seminar kit oleh panitia. Berikut adalah foto peserta yang sedang mengisi registrasi. Gambar 1 Peserta Melakukan Registrasi Acara Pembukaan Acara pembukaan kegiatan PKM diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan, kegiatan pembukaan PKM pelatihan penyusunan soal untuk Guru Pendidikan Agama Katolik di Kabupaten Bengkayang dilanjutkan dengan sambutan dari ketua PKM, ketua MGMP, dan Seksi Bimas Katolik Kab. Bengkayang. Berikut adalah foto kegiatan pembukaan PKM. Gambar 2 Kata Sambutan Ketua MGMP Materi Gambar 3 Pemberian Materi Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . Kegiatan PKM pelatihan penyusunan soal untuk Guru Pendidikan Agama Katolik di Kabupaten Bengkayang diawali dengan pemberian materi terkait penyusunan soal yang benar. Materi dibawakan oleh Herkulanus Pongkot. Hum. Materi yang diberikan difokuskan pada soal pilihan ganda saja, karena soal ini merupakan soal yang paling banyak digunakan di sekolah-sekolah. Selain itu, soal pilihan ganda juga lebih mudah untuk dikoreksi sehingga dapat digunakan untuk digunakan ke banyak siswa (Murti dkk. , 2018. Putri dkk. , 2. Pada saat pemberian materi, ada beberapa guru yang baru mengetahui tentang adanya peraturan khusus dalam membuat soal pilihan ganda yang baik. Di mana salah satu peraturannya adalah, pilihan jawaban harus memiliki kesamaan yang relatif dilihat dari jumlah kata. Soal pilihan ganda juga tidak boleh memiliki pernyataan seperti Ausemua jawaban di atas salahAy atau Ausemua jawaban di atas benarAy karena soal pilihan ganda yang baik hanya memiliki satu jawaban yang benar. Pemberian materi terkait aturan-aturan dalam penyusunan soal bentuk pilihan ganda diharapkan dapat menambah wawasan peserta pelatihan yaitu guru-guru Pendidikan Agama Katolik tingkat SMA/K di Kab. Bengkayang. Penyusunan soal bentuk pilihan ganda yang baik memang tidak bisa sembarangan, perlu ada kaidah-kaidah dalam penyusunannya. Setelah para peserta pelatihan mendapat materi, kegiatan pengabdian dilanjutkan dengan kerja Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat soal. Di akhir soal-soal yang sudah dibuat oleh masing-masing kelompok akan digabungkan menjadi satu soal yang utuh dan dapat digunakan untuk menjadi soal Penilaian Akhir Sekolah (PAS) di sekolah masing-masing. Berikut adalah foto ketika peserta sedang bekerja secara berkelompok dalam menyusun soal. Gambar 4 Kerja Kelompok Evaluasi dan Finishing Setelah melalui proses penyusunan soal yang intensif, para peserta melanjutkan kegiatan dengan sesi presentasi. Setiap peserta secara bergantian memaparkan soal-soal yang telah mereka rancang di hadapan forum diskusi. Presentasi ini bukan sekadar ajang untuk menunjukkan hasil kerja, tetapi juga menjadi momen penting untuk saling belajar dan bertukar pikiran. Para peserta menjelaskan latar belakang pembuatan soal, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, serta strategi penyelesaian yang Sesi diskusi yang menyusul presentasi menjadi wadah yang sangat berharga untuk mengevaluasi kualitas soal-soal yang telah disusun. Para peserta secara aktif memberikan umpan balik, mengajukan pertanyaan, dan memberikan saran perbaikan. Diskusi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis penyusunan soal, tetapi juga pada relevansi soal dengan materi pembelajaran, tingkat kesulitan, serta potensi soal dalam mengukur pemahaman peserta didik. Melalui diskusi ini, setiap peserta mendapatkan wawasan baru dan memperkaya pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip penyusunan soal yang efektif. Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . Setelah peserta mempresentasikan soal yang sudah dibuat, maka para peserta diminta untuk mengisi angket evaluasi kegiatan PKM. Angket ini digunakan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan PKM serta untuk melihat bagaimana respon peserta terhadap kegiatan pelatihan yang Gambar 5 Peserta Mempresentasikan Soal Penutupan Setelah serangkaian kegiatan pelatihan yang padat dan produktif, tibalah saatnya untuk menutup rangkaian acara. Tim PKM mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh peserta pelatihan. Partisipasi aktif dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta sejak awal hingga akhir acara sangatlah kami hargai. Kerja sama dan semangat belajar yang tinggi dari para peserta telah menciptakan suasana pelatihan yang kondusif dan menyenangkan. Kami berharap, ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para peserta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka. Sebagai bagian dari evaluasi diri, tim panitia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesarbesarnya jika selama penyelenggaraan pelatihan terdapat kekurangan atau kesalahan yang dirasakan oleh para peserta. Tim menyadari bahwa dalam setiap kegiatan, selalu ada ruang untuk perbaikan. Oleh karena itu, segala masukan dan kritik yang konstruktif dari para peserta sangat kami harapkan untuk meningkatkan kualitas pelatihan di masa mendatang. Tim PKM berkomitmen untuk terus belajar dan berinovasi agar dapat memberikan pengalaman pelatihan yang lebih baik lagi di kesempatan berikutnya. Sesi penutupan diakhiri dengan foto bersama. Berikut adalah foto bersama yang dilakukan oleh tim PKM beserta peserta pelatihan penyusunan soal. Gambar 6. Foto TIM PKM Bersama Peserta Pelatihan Amare e-ISSN: 2830-7674 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . Berikut adalah hasil angket evaluasi kegiatan PKM pelatihan penyusunan instrumen soal untuk Guru Pendidikan Agama Katolik Kab. Bengkayang. Tabel 1 Hasil Angket Evaluasi Kegiatan PKM Pertanyaan Materi Pelatihan Pelaksanaan Kegiatan PKM Penyajian Materi Penguasaan Materi Manfaat Materi Kepuasan terhadap Pelatihan Jawaban Cukup Baik Sangat Baik Sangat Kurang Kurang Sumber: Hasil Angket Evaluasi PKM Berdasarkan hasil angket evaluasi kegiatan PKM dari 6 poin evaluasi yaitu mulai dari materi pelatihan, pelaksanaan kegiatan pelatihan, penyajian materi, penguasaan materi, manfaat materi, dan kepuasan terhadap pelatihan mayoritas peserta pelatihan menilai baik dan sangat baik. Hal ini berarti kegiatan pelatihan penyusunan soal yang sudah diadakan dapat diterima dengan baik oleh para peserta Berdasarkan beberapa feedback yang didapatkan dari peserta diketahui bahwa penting sekali diadakan pelatihan seperti ini secara berkala untuk menambah ilmu dari guru-guru. Perubahan kurikulum dan tuntutan yang terus meningkat dari waktu ke waktu menjadikan guru-guru harus selalu meningkatkan kemampuan diri secara terus menerus. Penyusunan soal adalah bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran (Phafiandita dkk. Putra dkk. , 2. Soal yang baik dapat memberikan gambaran yang akurat tentang pencapaian kompetensi peserta didik, sekaligus membantu pengajar memperbaiki strategi pembelajaran. Kegiatan PKM pelatihan penyusunan soal untuk Guru Pendidikan Agama Katolik di Kabupaten Bengkayang mempunyai sasaran yaitu Guru Pendidikan Agama Katolik tingkat SMA/K di Kabupaten Bengkayang yang tergabung dalam MGMP Pendidikan Agama Katolik. Jumlah peserta pelatihan berjumlah 30 Kegiatan ini dilakukan karena hasil wawancara terhadap salah satu Guru Agama Katolik yang menyatakan bahwa masih sedikit pelatihan terkait penyusunan soal dan mayoritas guru dalam menyusun soal masih mengambi dari buku ataupun internet. Setelah kegiatan pelatihan ini selesai diharapkan guru-guru khususnya para peserta pelatihan sudah dapat menyusun soal sendiri tanpa harus mengambil dari buku maupun internet. Selama kegiatan peserta cukup antusias untuk mengikuti pelatihan. Diskusi juga terjadi baik antara tim PKM dengan peserta maupun para peserta yang saling berdiskusi terkait penyusunan soal. Setelah kegiatan diharapkan para peserta mampu menyusun soal yang baik dan benar khususnya dalam bentuk pilihan ganda. KESIMPULAN Kegiatan PKM yang telah dilakukan yaitu pelatihan pembuatan instrumen soal tes yang ditujukan ke Guru-guru Agama Katolik di Kab. Bengkayang berlangsung dengan baik. Guru-guru terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan. Soal yang dibuat oleh guru-guru harapannya dapat digunakan baik dalam ulangan harian, ujian tengah semester, maupun ujian akhir semester. Guru-guru juga diharapkan sudah dapat membuat soal yang baik dan benar dengan mandiri, tidak hanya mengambil dari buku atau internet. Amare Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat e-ISSN: 2830-7674 Volume 4 No. 1 Januari-Juni 2025 . Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan PKM diketahui bahwa mayoritas peserta merasa puas terhadap kegiatan pelatihan dan berharap diadakan kegiatan sejenis secara berkala. Para peserta juga terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Kegiatan ini juga tidak lepas dari beberapa kendala yang dihadapi seperti waktu yang terbatas, sehingga hanya mampu memfokuskan pada satu bentuk evaluasi pembelajaran saja yaitu bentuk pilihan ganda. Masih banyak bentuk evaluasi pembelajaran yang dapat dibahas ke depan untuk dijadikan pelatihan seperti soal uraian maupun soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang sekarang ini juga menjadi tuntutan kurikulum. DAFTAR PUSTAKA