Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Pengaruh antara Penerimaan Diri terhadap Penyesuaian Diri pada Istri yang Tinggal dengan Mertua di Desa X Kabupaten Gresik Andissa Layyanah Putri1. Awang Setiawan Wicaksono2 1,2Universitas Muhammadiyah Gresik E-mail: dissaandissa2@gmail. psi@umg. Abstract Marital relationships do not always run smoothly and harmoniously, some problems can occur when married, one of which is about differences of opinion with in-laws. This study was conducted with the aim of determining the effect of self-acceptance on self-adjustment in wives who live with in-laws in village X. Gresik Regency. The sampling technique used purposive sampling technique, with the research sample being 46 wives who live with the husband's parents' family with a marriage age of less than ten years. The measuring instruments used were the Self-Adjustment Scale and the USAQ Self-Acceptance Scale (Unconditional Self-Acceptance Questionnair. The data analysis used was simple regression analysis. The results of the data analysis showed the effect of the self-acceptance variable on the self-adjustment variable of 33. This study showed that the subject had self-acceptance with self-adjustment in the moderate category, meaning that the lower the self-acceptance, the lower the self-adjustment in the daughter-in-law. Likewise, the higher the self-acceptance, the higher the self-adjustment in the daughter-in-law. Keywords: Self-acceptance. Adjusment. Daughter In-law. Abstrak Hubungan pernikahan tidak selalu berjalan selaras dan serasi, beberapa masalah dapat terjadi ketika menikah, salah satunya mengenai perbedaan pendapat dengan mertua. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh antara penerimaan diri terhadap penyesuaian diri pada istri yang tinggal dengan mertua di desa X Kabupaten Gresik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel penelitian adalah 46 istri yang serumah dengan keluarga orang tua suami dengan usia pernikahan dibawah sepuluh Alat ukur yang dipakai pada yakni. Skala Penyesuaian Diri dan Skala Penerimaan Diri USAQ (Unconditional Self-Acceptance Quistionar. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan pengaruh variabel penerimaan diri terhadap variabel penyesuaian diri sebesar 33,4%. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki penerimaan diri dengan penyesuaian diri pada kategori sedang artinya, semakin rendah penerimaan dirinya maka penyesuaian diri pada menantu perempuan semakin rendah. Begitupula sebaliknya, semakin tinggi penerimaan diri maka semakin tinggi penyesuaian diri pada menantu perempuan. Kata-kata Kunci: Penerimaan Diri. Penyesuaian Diri. Menantu Perempuan. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 41 Andissa Layyanah Putri. Awang Setiawan Wicaksono: Pengaruh antara Penerimaan Diri terhadap Penyesuaian Diri pada Istri yang Tinggal dengan Mertua di Desa X Kabupaten Gresik PENDAHULUAN Menikah dan membangun keluarga merupakan tahap penting dalam pertumbuhan dan perkembangan individu. Proses pernikahan diperlukan untuk menciptakan sebuah keluarga yang akan meneruskan garis keturunan. 1 Setelah memasuki tahapan pernikahan, individu akan memasuki lingkungan baru yang meliptui keluarga, tradisi, budaya dan kebiasaan yang berbeda. Setelah menikah, pasangan suami dan istri harus siap menghadapi berbagai perbedaan dalam kehidupan bersama. 2 Hubungan pernikahan, tidak selalu berjalan dengan mulus dan harmonis, karena setelah menikah kemungkinan dapat terjadi banyak hal kompleks terutama terkait dengan perbedaan pendapat. Ketika perbedaan pendapat ini terjadi, ketidaknyamanan pada situasi tersebut dapat berkembang menjadi konflik. Ketika pasangan memutuskan untuk menikah, salah satu hal yang perlu dibicarakan ialah tempat tinggal setelah menikah untuk hidup dan membangun kehidupan dan keluarga. Pasangan yang baru menikah, memiliki kebebasan untuk memilih maupun menentukan dimana mereka akan tinggal. Dalam beberapa situasi kasus, pasangan yang sudah menikah seringkali didapati masih tinggal bersama orangtua mereka. Beberapa alasan mengapa mereka memilih tinggal dengan mertua pada awal pernikahan, seperti ingin menemani dan merawat orangtua yang tidak dapat tinggal sendiri, belum memiliki tempat tinggal sendiri, atau karena faktor ekonomi. 4 Tinggal bersama orangtua atau mertua setelah menikah, sering kali dapat menimbulkan dinamika konflik tersendiri. Berdasarkan penelitian studi di Utah State University yang dilakukan oleh Fitroh, menemukan bahwa sejumlah 60% keluarga baru menghadapi pertikaian dalam ikatan sebagai menantu perempuan dan mertua mereka. 6 Pada waktu melalui kehidupan berumah tangga, keluarga baru harus belajar menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kewajiban yang Elizabeth B. Hurlock. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi ke 5. (Jakarta: Erlangga, 2. Nova Anissa dan Agustin Handayani. AuHubungan antara Konsep Diri dan Kematangan Emosi dengan Penyesuaian Diri Istri yang Tinggal Bersama Keluarga Suami,Ay Pitutur: Jurnal Psikologi 1, no. : 53Ae64, https://jurnal. id/index. php/PSI/article/view/36. Novi Fajriyanti dan Rizky Lazuardi NuzAoamidhan. AuHubungan antara Konsep Diri dan Kematangan Emosi dengan Penyesuaian Diri Istri yang Tinggal Bersama Keluarga Suami,Ay Fokus: Kajian Bimbingan dan Konseling Pendidikan . 183Ae191, https://journal. id/index. php/fokus/article/view/2833. Nanda Rossalia dan Mohammad Adi Ganjar Priadi. AuConflict Management Style pada Pasangan Suami Istri yang Tinggal Bersama Mertua,Ay Manasa: Jurnal Ilmiah Psikologi 7, no. : 35Ae50, https://ejournal. id/index. php/Manasa/article/view/147. Ibid. Siti Fadjryana Fitroh. AuHubungan antara Kematangan Emosi dan Hardiness dengan Penyesuaian Diri Menantu Perempuan yang Tinggal di Rumah Ibu Mertua,Ay Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam 8, no. : 83Ae98, https://ejournal. uin-malang. id/index. php/psiko/article/view/1547. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 42 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 datang dengan menjadi peran ganda. 7 Hal ini karena dengan usianya yang lebih muda dari mertuanya, sebagai menantu ia akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk bisa beradaptasi dengan keluarga suaminya, karena yang secara usia lebih muda akan lebih leluasa untuk beradaptasi dengan situasi yang sedang dijalani dibandingkan orang yang lebih Dan besar kemungkinan besar, orang tua suami memiliki adat istiadat maupun kebiasaan yang telah ditanamkan selama hidupnya sehingga akan merasa kesulitan untuk merubahnya. Sikap dan perilaku menantu biasanya seringkali memicu teguran maupun kritik dari Sehingga hal ini membuat menantu perempuan merasa tidak nyaman terutama ketika kritik tersebut tidak disertai penjelasan yang jelas. Jika menantu perempuan tidak dapat memahami kritik tersebut dengan baik, ia akan merasa tersinggung dan marah yang berpotensi menyebabkan ketegangan, dan timbul konflik antara mertua dan dirinya. Schneiders mendefinisikan penyesuaian diri sebagai usaha individu untuk mengatasi tekanan yang muncul akibat kebutuhan dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan dalam mengatur hubungan individu dengan realitas yang sedang Hal lain yang dapat melatarbelakangi kemampuan menyesuaikan diri pada menantu perempuan diantaranya adalah kondisi psikologis, kondisi fisik, perkembangan dan kematangan seseorang, penerimaan atas dirinya, budaya, agama serta lingkungan. Pada saat seorang istri yang tinggal bersama mertua dapat menerima dirinya dengan cara yang lebih baik, maka ia akan lebih mampu untuk berinteraksi terhadap nilai yang ada, adanya dorongan untuk berusaha mengerti dirinya sendiri serta ikatannya dengan situasi yang sedang dialami. METODE PENELITIAN Teknik yang digunakan merupakan jenis penelitian kuantitatif. Teknik kuantitatif merupakan teknik penelitian yang dilandaskan filsafat dengan jumlah populasi tertentu. Tipe penelitian yang digunakan yakni penelitian survei. Penelitian survei merupakan jenis penelitian kuantitatif dimana peneliti melakukan pernyataan sistematis dan terstruktur Nellafrisca Noviasari dan Agoes Dariyo. AuHubungan Psychological Well-Being dengan Penyesuaian Diri pada Istri yang Tinggal di Rumah Mertua,Ay Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi 15, no. : 134Ae 151, https://journal. id/index. php/psi/article/view/596. Ibid. Gerungan. Psikologi Sosial (Bandung: Eresco, 1. Alexander Aloysius Schneiders. Personal Adjustment and Mental Health (New York: Holt Rinchart and Winston, 2. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 43 Andissa Layyanah Putri. Awang Setiawan Wicaksono: Pengaruh antara Penerimaan Diri terhadap Penyesuaian Diri pada Istri yang Tinggal dengan Mertua di Desa X Kabupaten Gresik kepada partisipan dengan tujuan untuk mengolah, mencatat serta menganalisis tanggapan. Populasi menantu perempuan yang tinggal bersama orang tua suami di desa X Kabupaten Gresik, dengan jumlah sampel yaitu 46 partisipan. Menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih partisipan menggunakan beberapa pertimbangan. Kriteria responden dalam penelitian ini yaitu: Berdomisili di desa X Menantu perempuan yang tinggal bersama mertua Rentang usia pernikahan dibawah sepuluh tahun Bersedia menjadi responden untuk mengisi kuisioner. Dalam penelitian ini data dikumpulkan menggunakan dua instrumen, yakni skala penyesuaian diri dan skala penerimaan diri USAQ (Unconditional Self-Acceptance Quistionar. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linear sederhana. Skala penyesuaian diri diadaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Wigunawati dkk, yang terdiri dari 30 aitem, berdasarkan aspek yang disusun Runyon dan Haber meliputi kesadaran akan realitas, kemampuan menyesuaaikan diri terhadap tekanan, citra diri positif, cara menggunakan emosi yang bijak, dan menjaga hubungan interpersonal dengan baik. Sedangkan skala penerimaan diri menggunakan skala USAQ (Unconditionally SelfAcceptance Quistionar. yang diambil dari Dewi berdasarkan aspek penerimaan diri Chamberlain dan Haaga yang mencakup, seseorang dapat menerima dirinya sendiri tanpa syarat, seseorang sadar bahwa manusia mempunyai kelemahan, seseorang menyadari akan hal-hal yang negatif serta positif, seseorang mengakui dirinya sebagai manusia yang Skala ini berisi 21 aitem. Kedua skala tersebut dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut hasil penelitian yang telah dilakukan melalui analisis data. Penelitian ini memperoleh 46 subjek istri yang tinggal serumah bersama orangtua suami di desa X kabupaten Gresik, dengan karakteristik responden sebagai berikut: Karakteristik Responden Usia Pernikahan 0-1 th Jumlah Prosentase 8,7% Bambang Prasetyo dan Miftahul Lina Jannah. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi (Jakarta: Rajawali Pers, 2. Eustalia Wigunawati et al. AuPenyusunan Skala Penyesuaian Diri Perempuan Pekerja (SPDPP),Ay Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal. Terdepan, dan Terluar 5, no. : 1Ae 15, http://repository. id/13932/1/PenyusunanSkala. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 44 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 1-5 th 5-10 th Jumlah anak Pekerjaan IRT Swasta Pengusaha Mahasiswa Guru PNS Wiraswasta Staf 56,5% 34,8% 32,6% 34,8% 21,7% 10,9% 26,1% 6,5% 4,3% 10,9% 6,5% 4,3% 4,3% Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan guna mengetahui variabel X dan variabel Y berdistribusi normal atau tidak. Tabel 1 Hasil Uji Normalitas Variabel Sig. Keterangan Penyesuaian diri 0,225 Berdistribusi normal Penerimaan diri 0,147 Berdistribusi normal Sumber: Hasil Pengolahan data SPSS Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa signifikasi uji variabel penyesuaian diri sebesar 0,225 dan penerimaan diri sebesar 0,147. Angka tersebut menunjukkan bahwa variabel penyesuaian diri dan penerimaan diri ini berdistribusi normal. Uji Linearitas Uji linearitas penelitian ini digunakan untuk menentukan ada tidaknya hubungan linear dalam antar variabel penelitian ini. Kriteria penilaian uji linearitas ini, jika taraf signifikasi > 0,05 artinya yakni terdapat hubungan yang linear, jika < 0,05 artinya yakni tidak terdapat hubungan yang linear. Tabel 2 Hasil Uji Linearitas Variabel Sig. Keterangan Penyesuaian diri 0,188 Linier *Penerimaan diri Sumber: Hasil Data Pengolahan SPSS Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 45 Andissa Layyanah Putri. Awang Setiawan Wicaksono: Pengaruh antara Penerimaan Diri terhadap Penyesuaian Diri pada Istri yang Tinggal dengan Mertua di Desa X Kabupaten Gresik Berdasarkan tabel di atas, hasil uji linearitas tersebut didapatkan signifikasi sebesar 0,188 . >0. yang artinya variabel Y dan variabel X memiliki hubungan yang linear. Uji Hipotesis Guna melihat adanya pengaruh pada kedua variabel, menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Berikut merupakan hasilnya: Tabel 3 ANOVA Variabel Sig. Keterangan Penyesuaian diri 22,074 0,000 Signifikan *Penerimaan diri Sumber: Hasil Data Pengolahan SPSS Berdasarkan hasil uji anova, hasil menunjukkan nilai F hitung = 22,074 pada tingkat signifikansi sejumlah 0,000 < 0,05. Maka dapat diartikan adanya pengaruh antar variabel. Tabel 4 Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Std. Error of Squre the Estimate 0,578 0,334 0,319 8,412 Sumber: Hasil Data Pengolahan SPSS Melihat tabel koefisien determinasi menunjukkan bahwa R sejumlah 0,578. Koefisien determinasi (R Squar. diperoleh hasil 0,334 artinya pengaruh variabel independent . enerimaan dir. terhadap variabel dependen . enyesuaian dir. sejumlah 33,4%, sedangkan 66,6% lainnya dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa bahwa menantu perempuan di desa X Kabupaten Gresik yang tinggal bersama mertua memiliki mayoritas tingkat penyesuaian diri dan penerimaan diri kategori sedang. Ini karena mereka cenderung mengalami masalah akibat dari ketegangan dan merasa rendah diri karena ketegangan dengan mertua mereka. Semakin besar hasil penerimaan diri menantu perempuan hal ini menunjukkan bahwa istri yang tinggal bersama keluarga dari suami, dapat menerima dirinya dengan baik yang bisa mempengaruhi penyesuaian dirinya, maka kehidupan yang akan dijalani akan menjadi lebih Penerimaan diri adalah suatu aset pribadi yang sangat penting dalam kehidupan, sebab juga mempunyau pengaruh penting pada seseorang dalam penyesuaian dirinya, yang kemudian sifat dalam dirinya akan menjadi setara pada beberapa situasi maupun kondisi yang tidak sesuai dengan lingkungan tempat tinggal sebelumnya. 14 Kondisi keluarga dan James F. Calhoun dan Joan Ross Acocella. Psikologi tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan, ed. Ny. Satmoko (Semarang: IKIP Semarang Press, 1. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 46 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 hubungan antar anggota keluarga dapat berpangaruh pada kemampuan individu untuk menyesuaikan diri di lingkungan sekitar. Menjadi istri yang tinggal bersama mertua, menghadirkan tantangan tersendiri bagi individu tersebut. Jika individu tidak berupaya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada, mereka akan cenderung mengalami rendahnya tingkat penerimaan diri. Seperti yang dikemukakan Hurlock, penerimaan diri yang disertai rasa aman dapat membantu pengembangan diri, memungkinkan individu untuk menilai diri mereka secara realistis dan memanfaatkan potensi mereka secara efektif. Istri yang bertempat tinggal bersama mertua menunjukkan bahwa kondisi dan situasi yang dijalani telah berubah dan tidak dapat beradaptasi secara maksimal. Mereka cenderung tidak menerika situasi yang dianggap berbahaya bagi mereka mereka, pada akhirnya menolak orang disekitar mereka. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa di desa X Kabupaten Gresik, rata-rata menantu perempuan berasal dari luar kota, yang artinya individu lebih butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dikarenakan alasan lain seperti, latar belakang budaya, latar belakang sosial yang dapat memicu. Seperti yang dikatakan oleh Fatimah beberapa faktor yang berpengaruh pada penyesuaian diri meliputi kondisi fisik dan mental, penerimaan atas dirinya, lingkungan, serta budaya dan agama seseorang. Hasil uji validitas aitem penyesuaian diri yang paling sedikit dipilih, menunjukkan pada aspek memiliki hubungan interpersonal yang kurang baik ini berati subjek sulit membangun kedekatan dengan lingkungan sosialnya dan merasa tidak nyaman dalam mencapai tingkat keakraban . Situasi ini sering kali disebabkan oleh latar belakang subjek yang berasal dari luar kota sebelum menikah. Perbedaan budaya dan kebiasaan turut mempengaruhi interaksi subjek di lingkungan baru. Demikian pula pada hasil aitem alat ukur penerimaan diri yang paling sedikit dipilih, ditemukan pada aspek individu menyadari adanya hal positif dan negatif dalam dirinya. Menantu perempuan yang tinggal dengan mertua sering kali rentan terhadap konflik. Ketegangan ini membuat mereka melihat hal-hal positif sebagai masalah. Ibu mertua yang mungkin sering memperlakukan menantu secara semena-mena tanpa penjelasan yang jelas. Thomas G. OAoConnor et al. AuFamily Settings and ChildrenAos Adjustment: Differential Adjustment Within and Across Families,Ay The British Journal of Psychiatry 179, no. : 110Ae115, https://w. org/core/journals/the-british-journal-of-psychiatry/article/family-settings-andchildrens-adjustment-differential-adjustment-within-and-acrossfamilies/5D1E11EACC58D6B648A9D969A485936C. B Hurlock. Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupa. Edisi Kelima. Alih Bahasa (Jakarta: Erlangga, 2. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 47 Andissa Layyanah Putri. Awang Setiawan Wicaksono: Pengaruh antara Penerimaan Diri terhadap Penyesuaian Diri pada Istri yang Tinggal dengan Mertua di Desa X Kabupaten Gresik sehingga subjek merasa selalu melakukan kesalahan dan tidak menyadari bahwa setiap orang memiliki sisi positif dan negatif dalam dirinya. Didapatkan hasil lain yang menunjukkan bahwa tingkat penyesuaian diri yang tinggi lebih umum ditemukan pada pasangan yang telah menikah antara 5 hingga 10 tahun dibandingkan dengan mereka yang baru menikah dibawah usia pernikahan 5 tahun. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan seperti usia, sikap, tradisi, gaya hidup dan latar belakang yang muncul saat istri memutuskan untuk tinggal bersama mertua di awal pernikahan. Konflik akan semakin meningkat jika istri tidak belajar untuk menyesuaikan diri dengan perbedaan-perbedaan yang muncul tersebut. Dalam penelitian Anjani dan Suryanto ada beberapa masalah yang sering dihadapi oleh pasangan yang usia pernikahannya kurang dari sepuluh tahun periode awal dapat menghambat proses penyesuaian diri mereka. Dalam konteks pekerjaan yang berkaitan dengan menantu perempuan, ditemukan bahwa karyawan swasta cenderung memiliki tingkat penyesuaian diri yang lebih tinggi. Ini karena kebutuhan untuk kemampuan penyesuaian diri di tempat kerja, yang memungkinkan karyawannya untuk lebih cepat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan pekerjaan maupun situasi sosial di sekitar mereka sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal. Oleh karena itu, setelah istri telah terbiasa dengan tuntutan tersebut, ia akan cenderung lebih mudah beradaptasi melalui kondisi yang telah dialami dalam hidupnya. KESIMPULAN Hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh antara penerimaan diri dengan penyesuaian diri, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antar variabel dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi diperoleh sejumlah 0,334 yang artinya pengaruh antara variabel penerimaan diri terhadap penyesuaian diri yaitu sejumlah 33,4% sementara itu 66,6% sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Temuan penelitian ini menunjukkan sebagian besar subjek memiliki tingkat penyesuaian diri yang cenderung sedang sebesar 67%. Selain itu juga, sebagian besar menantu perempuan menunjukkan tingkat penerimaan diri yang juga berada pada taraf sedang, dengan presentase sebesar 65%. Uji reliabilitas pada skala penyesuaian diri didapatkan hasil 0,863. Sedangkan Fajar Tri Utami. AuPenyesuaian Diri Remaja Putri yang Menikah Muda,Ay Psikis: Jurnal Psikologi Islam 1, no. : 11Ae21, https://openrecruitment. id/index. php/psikis/article/view/553. Cinde Anjani dan Suryanto. AuPola Penyesuaian Perkawinan pada Periode Awal,Ay Insan: Jurnal Psikologi Kesehatan Mental . 198Ae210, https://w. net/publication/325079048_Pola_Penyesuaian_Perkawinan_pada_Periode_Awal. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 48 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 pada hasil uji reliabilitas skala penerimaan diri USAQ didapatkan sejumlah 0,751. Dengan demikian hasil uji reliabilitas pada kedua alat ukur yang digunakan artinya mempunyai reliabilitas yang tinggi dan konsisten. Penelitian ini menemukan bahwa usia pernikahan 0-5 tahun lebih menghambat proses penyesuaian diri istri yang tinggal bersama dengan keluarga suami dibandingkan pada usia pernikahan 5-10 tahun. Kemudian, penelitian ini menunjukkan subjek dengan jenis pekerjaan karyawan swasta memiliki penyesuaian diri tinggi, dibandingkan dengan pekerjaan lain seperti ibu rumah tangga, mahasiswa, staff dan sebagainya, sebab mereka lebih dituntut untuk beradaptasi dengan tugas pada pekerjaannya sehingga mereka akan lebih terbiasa dengan tuntutan pekerjaan yang dihadapi. Lebih banyak istri yang tinggal bersama dengan keluarga suami di desa X memperlihatkan berasal dari luar kota, sehingga mereka akan membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri. REKOMENDASI PENELITIAN LANJUTAN Disarankan peneliti berikutnya, lebih sempurnakan hasil pada penelitian ini dengan menggunakan sudut pandang yang fokus yaitu ibu atau bapak mertua dan suami sebagai partisipan dalam penelitian, serta lebih melibatkan faktor-faktor lain seperti konsep diri, pola asuh dan sebagainya. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan serta kelancaran untuk terselesainya penelitian ini, tak lupa kepada para dosen yang telah membantu membimbing dan partisipan yang bersedia untuk andil dalam penelitian ini. REFERENSI