Intek Akuakultur. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2017. E-ISSN 2579-6291. Halaman 125-132 Pengaruh Jarak Tingkatan Berbeda terhadap Laju Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alverezii dengan Metode Lepas Dasar Bertingkat Muhammad Yusuf 1. Henky Irawan1. Rika Wulandari1 Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji INFO NASKAH ABSTRAK Kata Kunci: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak tingkatan terbaik dalam budi daya rumput laut Kappaphycus alvarezii metode lepas dasar bertingkat. Penelitian ini dilakukan selama 52 hari, terhitung pada bulan mei sampai juni 2021, di Desa Berakit Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, di mana Perlakuan A (Jarak Tingkatan 25 c. Perlakuan B (Jarak Tingkatan 35 c. dan Perlakuan C (Jarak Tingkatan 45 c. Hasil Penelitian setelah di uji statistic sidik ragam ANOVA, pengaruh jarak tingkatan berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii metode lepas dasar bertingkat tidak memebrikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan rumput laut . > 0,. Di mana hasil yang didapatkan pada parameter Pertumbuhan Bobot Mutlak . Tingkatan 1 : A . ,56A13,. B . ,10A19,. C . ,77A24,. dan PBM . Tingkatan 2 : A . ,04A42,. B . ,77A41,. dan C . ,76A12,. Laju Pertumbuhan Spesifik . Tingkatan 1 : A . ,28A0,. B . ,58A0,. C . ,92A0,. dan LPS . Tingkatan 2 : A . ,82A1,. B . ,20A0,. dan C . ,38A0,. Tingkat Kelangsungan Hidup pada perlakuan A. B, dan C Tingkatan 1 dan 2 didapatkan hasil yang sama atau identic . A0. Jarak Tingkatan. Pertumbuhan. Lepas Dasar Bertingkat Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: muhammadyusuf22@yahoo. umrah@gmail. The Effect of Different Level Distances on The Growth Rate of Kappaphyucus alvarezii Seaweed Using The Stranded off The Tiered Base Method Muhammad Yusuf 1. Henky Irawan1. Rika Wulandari1 Department of Aquaculture. Faculty of Marine Science and Fisheries. Raja Ali Haji Maritime University ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords This study aims to determine the best stratification distance in the cultivation of Kappaphycus alvarezii seaweed with stratified off-bottom method. This research waswas conducted for 52 days, starting from May to June 2021, in Berakit Village. Riau Islands. The method used waswas Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 3 replications, where Treatment A (Level Distance 25 c. Treatment B (Level Distance 35 c. and Treatment C (Level Distance 45 c. The results of the study after the statistical test of variance ANOVA, the effect of different levels of distance ons the growth rate of seaweed Kappaphycus alvarezii stratified off-base method did not give a significant effect ons the growth rate of seaweed . > 0. Where the results obtained in the Absolute Weight Growth parameter . Level 1: A . 56A13. B . 10A19. C . 77A24. and PBM ( . Level 2: A . 04A42. B . 77A41. and C . 76A12. Specific Growth Rate . Tier 1: A . 28A0. B . 58A0. C . 92A0. and LPS . Tier 2: A . 82A1. B . 20A0. and C . 38A0. Survival rates in treatments A. B, and C Levels 1 and 2 obtained the same or identical results . A0. Level Distance. Growth. Leveled Off. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: muhammadyusuf22@yahoo. umrah@gmail. Intek Akuakultur. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2017. E-ISSN 2579-6291. Halaman 125-132 PENDAHULUAN Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan penting pada kegiatan budi daya perikanan yang prospektif. Tahun 2018, produksi rumput laut di Kepulauan Riau mencapai sekitar 3. 504ton dan pada tahun 2019 mencapai 4. 811 ton (DJPDSP KP. Dari data tersebut kenaikan yang dialami cukup signifikan, yaitu 1. 307 ton. Secara tidak langsung minat budi daya rumput laut di Kepulauan Riau masih cukup tinggi, dengan adanya data tersebut perlu dilakukan pengoptimalisasi lagi untuk produktivitas budi daya rumput laut di wilayah pesisir Provinsi Kepulauan Riau. wilayah Kepualaun Riau budi daya rumput laut paling besar terjadi di wilayah Pulau Jang Kabupaten Karimun, sisanya terdapat di daerah Belakang Padang Batam, beberapa kelompok pembudi daya rumput laut di daerah Rinai Natuna. Keberhasilan produksi rumput laut dapat dicapai dengan mengoptimalkan faktorfaktor pendukung salah satunya adalah, metode dalam penanaman rumput laut tersebut (Pongarrang et al. Fernando et al. , yang menjelaskan jarak tanam terbaik pada metode lepas dasar adalah 25 cm dengan laju pertumbuhan sekitar 6. 36 % per hari dengan bobot mutlak 267. 83 gr, dengan kenaikan 2. 5 kali dari bobot awal. Penggunaan jarak tanam dengan radius 25 cm bisa di gunakan dalam budi daya rumput laut. Semakin jauh jarak tiap titik penanaman rumput laut maka hasil pertumbuhan yang didapatkan akan semakin baik (Pongarrang et al. , 2. Adapun salah satu kendala yang dihadapi pada penelitian sebelumnya dalam pencapaian produksi ialah, penentuan jarak tingkatan yang berbeda dengan medote lepas dasar bertingkat, pemanfaatan lokasi atau lahan budi daya yang sempit sehingga produksi budi daya rumput laut menjadi lebih tinggi. Dengan demikian, perlu dilakukannya penelitian mengenai optimasi jarak tingkatan yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut K. alvarezii dengan metode lepas dasar bertingkat. Dimana penelitian dengan Penggunaan metode jarak tingkatan yang berbeda metode lepas dasar bertingkat pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serta jarak yang sesuai budi daya rumput laut dan memaksimalkan penggunaan lahan budi daya dengan cara memanfaatkan luas lokasi budi daya tanpa menggangu lalu lintas perairan, sehingga nantinya diharapkan dapat mendukung pembangunan berkelanjutan . ustainable developmen. khususnya di wilayah pesisir Kepulauan Riau. BAHAN DAN METODE Rumput laut yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut (Kappaphycus bibit diperoleh dari Pulau Jaga. Kabupaten Karimun sebanyak 16,2 kg. Penelitian ini menggunakan metode dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan menggunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian sebagai berikut : Perlakuan A : Tingkatan 25 cm Perlakuan B : Tingkatan 35 cm Perlakuan C : Tingkatan 45 cm Pemilihan Lokasi Pemilihan lokaksi budi daya rumput laut K. Alvarezii ini perlu mempertimbangkan lokasi pesisir pantai, bukan merupakan alur pelayaran kapal, tidak tercemar sampah industri, limbah rumah tangga dan limbah lainnya yang dapat meningkatkan kekeruhan Karena kondisi tersebut, dapat menyebabkan menurunnya kualitas air laut, dan pada akhirnya akan menerunkan daya dukung lingkungan terhadap perkembangan rumput laut tersebut (Utojo et al. , 2. Intek Akuakultur. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2017. E-ISSN 2579-6291. Halaman 125-132 Persiapan Wadah dan Tanaman Uji Wadah yang akan digunakan pada penelitian ini terbuat dari Tali PE 4mm dengan ukuran 70 cm yang diikat pada kayu ukuran 0,7m x 0,7m x 1,5m, dengan jarak ketinggian pada kayu, 25 cm, 35 cm, dan 45 cm. Pembuatan wadah dilakukan seminggu sebelum dilakukan pemasangan di dasar pantai. Pemasangan dilakukan dengan cara mengikat setiap sudut pada kayu serta diberi pelampung sebagai tanda jika terjadi pasang surut. Bibit rumput laut yang digunakan berbobot 100 g, bibit rumput laut didapat dari pulau Jaga. Kabupaten Karimun sebanyak 16,2 kg. Bibit diikat menggunakan tali rafia dan diletakan pada tali pe 4 mm yang sudah disiapkan menggunakan kabel ties, kemudian diletakan pada A 1meter dari dasar perairan dengan kedalaman perairan A 1- 3 meter. Persiapan Bibit Bibit rumput laut yang sudah disiapkan terlebih dahulu dibersihkan dari kotorankotoran atau organisme penempel. Bibit rumput laut didapat dari pulau Jaga. Kabupaten Karimun sebanyak 16,2 kg. Kondisi rumput laut Jenis K. Alvarezii yang dipilih adalah yang muda, segar, bersih serta bebas dari hama lainnya. Maka dari itu ditimbang dengan berat awal 100 g/ikat dengan masing-masing jarak tanam bertingkat 25 cm, 35 cm dan 45 cm. Penanaman dilakukan pada pagi hari saat cuaca teduh. Pada kondisi dasar perairan lokasi penelitian adalah pasir kasar. Pemeliharaan Pemeliharaan atau pengontrolan rumput laut setiap hari dengan membersihkan tali ris dan alat-alat lainnya dari lumut atau gulma yang melekat, serta melakukan kontrol kualitas air. Sampling dilakukan satu kali dalam seminggu sebanyak 7 kali mulai M0 sampai M6. Panen dilakukan pada hari ke-52 sesuai dengan percobaan untuk menentukan pertumbuhan rumput laut. Parameter Penelitian Data yang diperoleh dari hasil pengamatan kemudian ditabulasikan untuk diolah, data tersebut berupa data utama dan data pendukung. Data utama merupakan data yang diambil dari perkembangan rumput laut yaitu, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik/harian dan data kualitas air yang meliputi salinitas, suhu, pH, dan DO. Pertumbuhan bobot mutlak Pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii diamati dari awal hingga akhir penelitian, diukur dengan menggunakan rumus pertumbuhan mutlak : G = Wt Ae Wo Keterangan: : Pertumbuhan mutlak rata Ae rata . Wt : Bobot rata Ae rata bibit pada akhir penelitian. Wo : Bobot rataAerata bibit pada awal penelitian . Laju pertumbuhan harian/spesifik Laju pertumbuhan spesifik diukur setiap selang waktu tujuh hari sekali, selama 52 hari, terhitung enam kali penyamplingan hingga akhir penelitian. Untuk menghitung LPS digunakan rumus persamaan N. Zonneveld . LPS = [(Wt/W. l/t - . x 100% Intek Akuakultur. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2017. E-ISSN 2579-6291. Halaman 125-132 Keterangan : LPS : Laju pertumbuhan spesifik (%) : Bobot pada waktu t . : Bobot pada awal penelitian . : Jumlah hari pengamatan . Tingkat Kelangsungan Hidup Tingkat kelangsungan hidup adalah perhitungan berapa persen rumput laut yang hidup di akhir penelitian. Perhitungan tingkat kelangsungan hidup dilakukan dengan menghitung rumput laut yang hidup di awal penelitian (N. dan rumput laut yang hidup di akhir penelitian (N. Perhitungan ini dilakukan pada akhir penelitian dengan menggunakan SR= Nt/No x 100 % Keterangan: SR :Tingkat kelulushidupan (%) Nt : Jumlah rumput laut yang hidup selama pemeliharaan pada waktu akhir No : Jumlah rumput laut pada awal pemeliharaan Kualitas Air Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian meliputi salinitas, suhu, pH dan DO yamg diukur seminggu sekali dengan menggunakan alat ukur multitester dan Menurut SNI 7572. , pemeliharaan bibit rumput laut yang baik dilakukan pada parameter lingkungan salinitas 30 Ae 33 . , suhu . Ae 32 AC), pH 7,5 Ae 8,5. Analisis Data Data yang telah didapatkan diolah menggunakan Microsoft excel, dan kemudian data di uji normalitas dan homogenitas. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Deskriptif. T-Tites dan Uji sidik ragam (ANOVA) yang bertujuan untuk melihat apakah data berpengaruh secara signifikan atau tidak. Adapun cara perhitungan menggunakan aplikasi JASP dan Microsoft Excel kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey jika berpengaruh secara signifikan dengan taraf kepercayaan 95%, dan data hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel. Untuk data parameter kualitas air dianalisis secara deskriptif. HASIL Pertumbuhan Bobot Mutlak Hasil parameter pertumbuhan bobot mutlak tingkatan 1 pada bibit rumput laut Kappaphycus alvaezii dapat dilihat pada Gambar 1. Pertumbuhan Bobot Mutlak . Tingkatan 1 Intek Akuakultur. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2017. E-ISSN 2579-6291. Halaman 125-132 77 A 24,71 a 43 A 19,98 a 56 A 13,83 a 25 Cm 35 Cm 45 Cm Perlakuan Gambar 1. Pertumbuhan Bobot Mutlak rumput laut K. alvarezii Tingkatan 1 pada setiap . engan jarak tingkatan : A:25 cm. B: 35 cm. C: 45 c. Pertumbuhan Bobot Mutlak . Tingkatan 2 Hasil parameter pertumbuhan bobot mutlak tingkatan 2 pada bibit rumput laut Kappaphycus alvaezii dapat dilihat pada Gambar 2. 76 A 12,68 a 04 A 42,08 a 77 A 41,87 a 25 Cm 35 Cm 45 Cm Perlakuan Gambar 2. Pertumbuhan Bobot Mutlak rumput laut K. alvarezii Tingkatan 2 pada setiap . engan jarak tingkatan : A:25 cm. B: 35 cm. C: 45 c. Laju Pertumbuhan Spesifik Hasil parameter laju pertumbuhan spesifik pada rumput laut Kappaphycus alvaezii Tingkatan 1 dapat dilihat pada Gambar 3. Laju Pertumbuhan Harian/LPS . Tingkatan 1 Intek Akuakultur. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2017. E-ISSN 2579-6291. Halaman 125-132 92 A 0,59 a 28 A 0,33 a 58 A 0,48 a 25 Cm 35 Cm 45 Cm Perlakuan Gambar 3. Laju pertumbuhan spesifik rumput laut K. alvarezii Tingkatan 1 pada setiap . engan jarak tingkatan : A: 25 cm. B: 35 cm. C: 45 c. Laju Pertumbuhan Harian/LPS . Tingkatan 2 Hasil parameter laju pertumbuhan spesifik pada rumput laut Kappaphycus alvaezii Tingkatan 2 dapat dilihat pada Gambar 4. 82 A 1,00 a 38 A 0,30 a 20 A 0,94 a 25 Cm 35 Cm 45 Cm Perlakuan Gambar 4. Laju pertumbuhan spesifik rumput laut K. alvarezii Tingkatan 2 pada setiap . engan jarak tingkatan : A: 25 cm. B: 35 cm. C: 45 c. Kelangsungan Hidup (SR) Hasil parameter kelangsungan hidup (SR) pada rumput laut Kappaphycus alvaezii Tingkatan 1 dapat dilihat pada Gambar 5. Survival Rate (%) Tingkatan 1 Intek Akuakultur. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2017. E-ISSN 2579-6291. Halaman 125-132 00 A 0,00 a 00 A 0,00 a 00 A 0,00 a 25 Cm 35 Cm 45 Cm Perlakuan Gambar 5. Tingkat kelangsungan hidup (SR) rumput laut K. alvarezii Tingkatan 1 pada setiap perlakuan. engan jarak tingkatan : A: 25 cm. B: 35 cm. C: 45 c. Survival Rate (%) Tingkatan 2 Hasil parameter kelangsungan hidup (SR) pada rumput laut Kappaphycus alvaezii Tingkatan 2 dapat dilihat pada Gambar 6. 00 A 0,00 a 00 A 0,00 a 00 A 0,00 a 25 Cm 35 Cm 45 Cm Perlakuan Gambar 6. Tingkat kelangsungan hidup (SR) rumput laut K. alvarezii Tingkatan 2 pada setiap perlakuan. engan jarak tingkatan : A: 25 cm. B: 35 cm. C: 45 c. Kualitas Air Data rata-rata kualitas air pada penelitian selama 52 hari disajikan dalam bentuk tabel, dimana dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 1. Pengukuran kualitas air Intek Akuakultur. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2017. E-ISSN 2579-6291. Halaman 125-132 NNo parameter Nilai Standar Sumber Salinitas 29-31 ppt 28 Ae 34 ppt BSNI 7572. Suhu 28-29 0C 26 Ae 32 0C BSNI 7572. 0Ae 8. BSNI 7572. 4 Oksigen terlarut 6. 6 ppm Minimal 6 ppm BSNI 7572. Hasil pengukuran parameter kualitas air selama penelitian cukup mendukung untuk kehidupan rumput laut karena sesuai standar nasional indonesia SNI 7572. sehingga kualitas air media pemeliharaan berada dalam kisaran optimal untuk pemeliharaan rumput laut Kappaphycus alvarezii. PEMBAHASAN Pertumbuhan bobot mutlak adalah bobot biomassa akhir penelitian. Nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak tingkatan 1 tertinggi yang didapatkan pada perlakuan C . ,77A24,71 . diikuti perlakuan B . ,43A19,98 . dan perlakuan A . ,56A13,83 . Gambar 2, menjelaskan laju pertumbuhan bobot mutlak rumput laut K. alvarezii selama penelitian pada setiap perlakuan A. B dan C Tingkatan 2. Nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak tertinggi yang didapatkan pada perlakuan C . ,76A12,68 . diikuti perlakuan B . ,77A41,87 . dan perlakuan A . ,04A42,08 . Pada penelitian ini, hasil perbandingan antara tingkatan 1 dan 2 setiap perlakuan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata . > 0,. , dapat dilihat pada gambar 1 dan 2. Pendapat Septiawan . , kepadatan biomassa dalam populasi menyebabkan terhalangnya bagian tubuh yang lain . elf shadin. selain itu distribusi spektrum cahaya matahari pada bagian yang ternaungi lebih sedikit daripada bagian yang terpapar langsung sehingga cahaya yang dimanfaatkan untuk proses pertumbuhan dan fotosintesis sangat Pemeliharaan rumput laut E. Spinosum. jarak tanam sangat memengaruhi pertumbuhan rumput laut, semakin jarang jarak tanam maka akan semakin leluasa pula pergerakan air dalam membawa unsur hara sehingga mempercepat proses difusi di mana apabila proses difusi cepat maka laju metabolisme dan laju pertumbuhan akan meningkat (Abdan dan Ruslaini. Laju pertumbuhan spesifik (SGR) merupakan persentase pertumbuhan rumput laut perhari yang dihitung selama masa pemeliharaan 52 hari. Hasil perbandingan antar setiap tingkatan 1 dan 2 menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dapat dilihat pada gambar 3 Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Umam dan Arisandi. , tidak adanya pengaruh nyata pada pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii dengan jarak pantai yang Penelitian Novyandi et al. , pertumbuhan rumput laut Gracilaria sp. Dengan metode rak bertingkat sama atau tidak berebeda signifikan antara perlakuan 30 cm, 60 cm, 90 cm dan 120 cm. Menurut (Erpin et al. , 2. Menurut (Rama et al. , 2. , masa pemanenan rumput laut yang efektif selama 35 hari masa pemeliharaan. Tingkat kelulusan hidup merupakan persentase rumput laut yang berhasil bertahan hidup dari keseluruhan rumput laut yang dipelihara, tingkat kelangsungan hidup rumput laut dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu disebabkan oleh faktor genetik dan eksternal, yaitu faktor lingkungan. Hasil pada setiap perlakuan menunjukkan hasil yang identic dan dapat pastikan jarak tingkatan tidak memberikan pengaruh terhadap tingkat kelulusan hidup rumput laut K. Alvarezii. Parameter kualitas air yang didapat selama penelitian berlangsung yaitu salinitas 29 - 31 ppt, suhu 28-290C, pH 7. 7 ppm. DO 6. 4-7 ppm. Berdasarkan hasil pengukuran salinitas di lokasi penelitian memiliki kisaran salintas yakni sebesar 29-31 ppt. Adapun hasil salinitas yang diperoleh selama penelitian ini menujukkan bahwa nilai salinitas sudah sesuai dengan standart baku mutu dan memiliki kecocokan untuk pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii (BSNI 7572. Suhu pada media pemeliharaan yang didapatkan Intek Akuakultur. Volume 1. Nomor 2. Tahun 2017. E-ISSN 2579-6291. Halaman 125-132 berkisar 28-290C, hasil pengukuran tersebut masih terbilang bagus untuk pemeliharaan rumput laut dimana masih dalam kisaran yang dianjurkan 26-320C oleh standar nasional Indonesia (BSNI 7572. , persyaratan kualitas air dalam pemeliharaan rumput laut Eucheuma cottonii. Menurut Widyartini et al. , . , suhu yang baik untuk tumbuh Sargassum sp. berkisar antara 25-35oC. Nilai pH yang diperoleh yaitu 7. 7 yang tergolong sesuai untuk pemeliharaan rumput laut dimana masih dalam kisaran yang dianjurkan 7. 5 oleh standar nasional Indonesia (BSNI 7572. , persyaratan kualitas air dalam pemeliharaan rumput laut Eucheuma Menurut Boedi et al. , nilai pH air yang sesuai untuk rumput laut berkisar antara 6Ae9, pH dipengaruhi oleh kapasitas penyangga yang adanya garam-garam karbonat dan bikarbonat yang terkandung didalamnya. DO merupakan parameter kualitas air yang sangat berpengaruh terhadap proses metabolisme yang terjadi di dalam sel khususnya proses produksi energi seluler. Menurut Astriana et al. , apabila sel kekurangan oksigen, proses transpor aktif pada sel akan terputus sehingga energi tidak dapat dihasilkan. Nilai DO yang diperoleh yaitu 6. 4-7 ppm, yang tergolong sesuai untuk pemeliharaan rumput laut dimana masih dalam kisaran yang dianjurkan minimal 6ppm oleh standar nasional Indonesia (BSNI 7572. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini yang berjudul pengaruh jarak tingkatan berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan metode lepas dasar bertingkat adalah : Jarak tingkatan yang berbeda tidak memberikan perbedaan yang nyata . > 0,. , terhadap pertumbuhan rumput laut K. alvarezii dengan metode lepas dasar bertingkat. Pada perlakuan A jarak tingkatan 25 cm merupakan jarak optimal untuk pemeliharaan rumput laut K. alvarezii metode lepas dasar bertingkat. DAFTAR PUSTAKA