Pengaruh perputaran kas, perputaran persediaan terhadap return on assets pada PT. Unilever Indonesia Tbk periode 2015-2024 Tesalonika Syalomita Karundeng Corresponding author: tesalonikakarundeng064@studet. Sam Ratulangi University - Indonesia Robert Lambey Sam Ratulangi University - Indonesia Meily Y. Kalalo Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords cash turnover inventory turnover return on assets PT. Unilever Indonesia Tbk JEL Classification G30 G32 Received November 24 2025 Revised 16 December 2025 Accepted 18 December 2025 Published 19 December 2025 ABSTRACT This study investigates the effect of cash turnover and inventory turnover as key indicators of working capital management on Return on Assets (ROA) at PT Unilever Indonesia Tbk during the 2015Ae2024 period. Employing a quantitative explanatory research design, this study uses quarterly secondary data obtained from the companyAos published financial statements, comprising 40 observations. The data are analyzed using multiple linear regression after meeting classical assumption requirements. The results reveal that cash turnover has a positive and statistically significant effect on ROA, indicating that efficient cash utilization enhances corporate profitability. Inventory turnover also exerts a positive and significant influence on ROA, reflecting the importance of inventory efficiency in optimizing asset Furthermore, both variables simultaneously have a significant impact on ROA, demonstrating the critical role of effective working capital management in corporate financial performance. These findings are consistent with signaling theory, where efficient asset management conveys positive signals regarding firm value and operational efficiency to investors. This study provides empirical evidence that strengthening cash and inventory turnover is essential for improving profitability and financial efficiency in large manufacturing firms within the consumer goods sector. A2025 Tesalonika Syalomita Karundeng. Robert Lambey. Meily Y. Kalalo This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif seiring dengan perkembangan ekonomi, teknologi, dan globalisasi, perusahaan dituntut untuk melakukan perencanaan strategis guna menjaga keberlangsungan usaha dan mencapai tujuan perusahaan. Modal kerja merupakan konsep fundamental dalam manajemen keuangan yang mencerminkan kapasitas organisasi untuk menjalankan operasional sehari-hari dengan lancar. Secara sederhana, modal kerja didefinisikan sebagai selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan (Ariawan et al. , 2. Pengelolaan modal kerja yang cermat sangat penting untuk memastikan perusahaan memenuhi kebutuhan operasional dan tetap kompetitif, sehingga membantu memanfaatkan sumber daya untuk mencapai laba maksimal dan meningkatkan profitabilitas. Profitabilitas adalah ukuran penting yang menggambarkan potensi perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari sumber daya dan modal kerja. Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio keuangan paling penting untuk menilai presentase profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai ROA, semakin baik kinerja perusahaan dalam mengatur asetnya untuk mencapai hasil yang menguntungkan. Kas merupakan aset paling likuid dalam perusahaan yang mencakup uang tunai dan setara kas. Perputaran kas mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan kasnya dalam menunjang kegiatan operasional dan menghasilkan pendapatan, dengan membandingkan penjualan bersih dan rata-rata kas (Mendrofa et al. , 2. Persediaan adalah unsur aset lancar dalam bentuk barang yang disimpan untuk dijual atau digunakan dalam proses produksi. Perputaran persediaan merupakan rasio yang mengukur frekuensi perputaran dana yang diinvestasikan dalam persediaan selama satu periode (Hery, 2. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten mengenai pengaruh perputaran kas dan perputaran persediaan terhadap ROA. Beberapa penelitian menemukan pengaruh positif signifikan (Nurjaya et al. , 2023. Nuraini, 2. , sementara penelitian lain menemukan pengaruh negatif atau tidak signifikan (Yudha & Wiliyanti, 2025. Linang et al. , 2025. Freddy & Gultom, 2. Inkonsistensi hasil ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan karakteristik industri, kondisi ekonomi, strategi perusahaan, waktu penelitian, dan metode pengambilan sampel. PT. Unilever Indonesia Tbk adalah perusahaan manufaktur dan distribusi produk konsumen terkemuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemilihan PT. Unilever Indonesia Tbk sebagai objek penelitian didasarkan pada reputasinya sebagai pemimpin pasar dalam industri produk konsumsi, likuiditas sahamnya yang tinggi, serta ketersediaan data keuangan triwulanan yang lengkap Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. untuk periode yang panjang . Penelitian komprehensif pengaruh perputaran kas, perputaran persediaan terhadap ROA pada PT. Unilever Indonesia Tbk periode 2015-2024. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris yang dapat membantu manajemen dalam mengoptimalkan modal kerja, khususnya pengelolaan kas dan persediaan, untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Tinjauan Signaling Theory Teori sinyal menjelaskan bahwa pihak yang memiliki informasi . akan memberikan isyarat atau sinyal berupa informasi yang mencerminkan kondisi perusahaan kepada pihak penerima . (Spence dalam Purba, 2. Informasi yang disampaikan merupakan sinyal baik . ood new. atau sinyal buruk . ad new. Ketika keuntungan perusahaan mengalami peningkatan, ini merupakan sinyal baik. sebaliknya, penurunan keuntungan merupakan sinyal buruk. Dalam konteks penelitian ini, teori sinyal memberikan kerangka konseptual untuk menjelaskan bagaimana perputaran kas dan perputaran persediaan berfungsi sebagai sinyal kinerja perusahaan kepada investor. Perusahaan yang mampu menghasilkan perputaran kas dan persediaan yang tinggi menunjukkan kemampuan mengelola aset dan modal kerja dengan baik, yang pada gilirannya meningkatkan ROA. Sinyal positif ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong investasi lebih Return on Assets (ROA) ROA adalah rasio profitabilitas yang mengukur seberapa optimal perusahaan mengelola asetnya untuk memperoleh keuntungan bersih (Hasibuan et al. , 2. ROA dihitung dengan ycIycCya = yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycIyceycyceycoycaEa ycEycaycycayco y 100% ycNycuycycayco yaycyceyc Semakin tinggi nilai ROA, semakin baik kinerja perusahaan dalam menggunakan aset untuk menghasilkan keuntungan. ROA penggunaan sumber daya dan modal kerja perusahaan. Perputaran Kas (Cash Turnove. Perputaran kas adalah rasio yang mengukur tingkat ketersediaan kas perusahaan dalam membiayai utang dan biaya lainnya yang berhubungan dengan penjualan. Rasio ini Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. menunjukkan seberapa banyak kas perusahaan berputar dalam satu periode melalui penjualan (Mendrofa et al. , 2. Perputaran kas dihitung dengan rumus: ycEyceycycyycycycaycycaycu yaycayc = ycEyceycuycycycaycoycaycu yaAyceycycycnEa ycIycaycyca Oe ycycaycyca yaycayc Tingginya perputaran kas menandakan perusahaan dapat mengelola kasnya secara optimal, sehingga modal kerja berputar cepat dan memberikan dampak positif pada ROA. Perputaran kas yang tinggi memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan keuntungan. Perputaran Persediaan (Inventory Turnove. Perputaran persediaan adalah rasio yang mengukur frekuensi perputaran dana yang diinvestasikan dalam persediaan selama satu periode (Hery, 2. Rasio ini mencerminkan kecepatan persediaan dapat dijual dan digantikan. Perputaran persediaan dihitung dengan rumus: ycEyceycycyycycycaycycaycu ycEyceycycyceyccycnycaycaycu = ycEyceycuycycycaycoycaycu yaAyceycycycnEa ycIycaycyca Oe ycycaycyca ycEyceycycyceyccycnycaycaycu Tingginya perputaran persediaan mengoptimalkan perusahaan dalam mengelola stok dan mempercepat perubahan persediaan menjadi penjualan dan kas, sehingga berdampak positif terhadap ROA. Sebaliknya, rendahnya perputaran persediaan menunjukkan persediaan yang menumpuk dan mengikat modal terlalu lama, menyebabkan penurunan likuiditas dan ROA. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Perputaran Kas Terhadap ROA Perputaran kas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola arus kas operasional secara efisien. Penelitian oleh Febrianti et al. dan Sari . menunjukkan bahwa perputaran kas yang tinggi berdampak positif terhadap ROA karena perusahaan memanfaatkan aset secara optimal dalam memperoleh laba. Selain itu, penelitian oleh Khaira Afanie . menunjukkan bahwa peningkatan perputaran kas akan meningkatkan ROA. Berdasarkan bukti empiris ini, dirumuskan hipotesis pertama: H1: Perputaran kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA pada PT. Unilever Indonesia Tbk Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pengaruh Perputaran Persediaan Terhadap ROA Tingginya perputaran persediaan mengoptimalkan perusahaan dalam mengelola stok dan mempercepat perubahan persediaan menjadi penjualan dan kas. Penelitian oleh Putri et al. dan Gulo & Tipa . menunjukkan pengaruh positif antara perputaran persediaan terhadap ROA. Sebaliknya, rendahnya perputaran persediaan menunjukkan persediaan yang menumpuk dan mengikat modal terlalu lama, menyebabkan penurunan likuiditas dan ROA. Berdasarkan bukti empiris ini, dirumuskan hipotesis kedua: H2: Perputaran persediaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA pada PT. Unilever Indonesia Tbk Pengaruh Perputaran Kas dan Perputaran Persediaan Terhadap ROA Keterkaitan antara kedua rasio ini dengan ROA terletak pada kemampuan perusahaan untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ketika perputaran kas dan perputaran persediaan bekerja bersama, efek sinergi akan lebih kuat dalam mempengaruhi ROA. Berdasarkan bukti empiris ini, dirumuskan hipotesis ketiga: H3: Perputaran kas dan perputaran persediaan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA pada PT. Unilever Indonesia Tbk Metode Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan explanatory research. Penelitian kuantitatif fokus pada pengukuran variabel dan pengujian hipotesis menggunakan analisis statistik untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah laporan keuangan triwulanan PT. Unilever Indonesia Tbk periode 2015-2024. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan periode observasi 10 tahun y 4 kuartal = 40 observasi. Kriteria sampel adalah laporan keuangan triwulanan PT. Unilever Indonesia Tbk yang lengkap dan dapat diakses publik. Sumber Data Data penelitian bersumber dari laporan keuangan triwulanan PT. Unilever Indonesia Tbk periode 2015-2024 yang diakses melalui website resmi perusahaan . dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Data penelitian termasuk kategori data sekunder yang Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. diperoleh dari dokumentasi laporan keuangan yang dipublikasikan. Hasil dan Hasil Tabel 1 menyajikan hasil analisis statistik deskriptif untuk ketiga variabel utama yaitu perputaran kas, perputaran persediaan, dan Return on Assets (ROA). Tabel 1. Analisis Statistik Deskriptif N Minimum Perputaran Kas 40 10,11 Perputaran Persediaan 40 3,85 Return On Assets 40 7,18 Valid N . Sumber Data hasil olahan SPSS 26, 2025 Maximum 110,52 17,56 46,66 Mean 41,4478 10,4923 26,17 Std. Deviation 28,07941 4,50443 10,46340 Tabel 2 menyajikan hasil uji normalitas residual menggunakan one-sample kolmogorov-smirnov test dengan jumlah observasi (N) Nilai monte carlo sig. -taile. adalah 0,240, dengan menggunakan tingkat signifikansi = 0,05 maka nilai monte carlo sig. -taile. > 0,05. Tabel 2. Uji Normalitas Normal Parametera,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. -taile. Lower Bound Unstandardized Residual 0,000000 3,63635711 0,159 0,159 -0,142 0,159 ,013c ,240d 0,229 Upper Bound 0,251 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Sig. 99% Confidence Interval Sumber : Data hasil olahan SPSS 26, 2025 Tabel 3 menampilkan hasil uji multikolinearitas untuk variabel independen perputaran kas dan perputaran persediaan. Tabel 3. Uji Multikolinearitas Model (Constan. Perputaran Kas Perputaran Persediaan Sumber Data hasil olahan SPSS 26, 2025 Collinearity Statistics Tolerence VIF 0,333 0,333 3,000 3,000 Tabel 4 menampilkan hasil Uji Heteroskedastisitas. Nilai signifikansi . untuk variabel perputaran kas adalah 0,708 dan variabel perputaran persediaan adalah 0,079. Nilai ini > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel perputaran kas dan perputaran Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. persediaan tidak menunjukkan gejala heteroskedastisitas. Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Model (Constan. Sig. 0,805 Perputaran kas 0,708 Perputaran persediaan Sumber Data hasil olahan SPSS 26, 2025 0,079 Tabel 5 menyajikan estimasi model regresi linier berganda yang menggambarkan pengaruh variabel perputaran kas, perputaran persediaan terhadap ROA. Tabel 5. Analisis Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Sig. -0,021 0,984 (Constan. -0,032 Std. Error 1,575 Beta Perputaran Perputaran 0,109 0,037 0,291 2,945 0,006 1,590 0,230 0,684 6,917 0,000 Sumber : Data hasil olahan SPSS 26, 2025 Tabel 6 menyajikan hasil Uji t untuk menguji signifikansi parsial dari variabel perputaran kas dan perputaran persediaan terhadap variabel ROA. Tabel 6. Uji t Model Sig. (Constan. -0,021 0,984 Perputaran kas 2,945 0,006 6,917 0,000 Perputaran persediaan Sumber: Data hasil olahan SPSS 26, 2025 Tabel 7 menyajikan hasil Uji F (ANOVA) yang digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel independen . erputaran kas dan perputaran persediaa. secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel dependen (Return On Asset. Tabel 7. Uji F Model Sum of Squares 3754,124 Mean Square 1877,062 Residual 515,701 13,938 Total 4269,825 Regression 134,674 Sig. ,000b Sumber : Data hasil olahan SPSS 26, 2025 Tabel 8 menunjukkan bahwa terdapat hubungan linier yang sangat kuat antara variabel-variabel independen . erputaran kas dan perputaran persediaa. secara bersama-sama dengan variabel Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. dependen (Return On Asset. Tabel 8. Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model ,938a R Square 0,879 Adjusted R Square 0,873 Std. Error of the Estimate 3,73334 Sumber: Data hasil olahan SPSS 26, 2025 Pembahasan Pengaruh Perputaran Kas Terhadap Return On Assets Hasil penelitian menunjukkan bahwa perputaran kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dengan koefisien 0,465 dan p-value 0,006. Temuan ini konsisten dengan teori sinyal yang menyatakan bahwa perputaran kas yang tinggi memberikan sinyal positif kepada investor tentang kemampuan perusahaan dalam mengelola aset dan menghasilkan keuntungan. Perusahaan dengan perputaran kas yang tinggi menunjukkan efisiensi dalam menghasilkan penjualan, sehingga meningkatkan profitabilitas. Hasil ini sejalan dengan penelitian oleh Nurjaya et al. Sari . , dan Amelia et al. yang menemukan pengaruh positif perputaran kas terhadap ROA. PT. Unilever Indonesia Tbk, sebagai perusahaan manufaktur dan distribusi produk konsumen yang matang, mampu mengelola kasnya secara efisien untuk mendukung operasional sehari-hari dan mempertahankan pertumbuhan penjualan. Hasil yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara perputaran kas terhadap ROA sangat relevan dengan teori sinyal . ignalling theor. Pengaruh Perputaran Persediaan Terhadap Return On Assets Hasil penelitian menunjukkan bahwa perputaran persediaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dengan koefisien 0,875 dan p-value 0,000. Koefisien perputaran persediaan lebih besar dibanding perputaran kas . ,875 vs 0,. , menunjukkan bahwa perputaran persediaan memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap ROA. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa efisiensi pengelolaan persediaan memainkan peran penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Hasil analisis yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dari perputaran persediaan terhadap ROA sangat relevan dengan teori sinyal. Tingginya perputaran persediaan PT. Unilever Indonesia Tbk mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjual persediaan dengan cepat dan menggantikannya, sehingga mengurangi dana yang terpencar dalam persediaan dan meningkatkan efisiensi modal Hasil ini konsisten dengan penelitian oleh Gulo & Tipa . dan M Dian et al. yang menemukan pengaruh positif Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. perputaran persediaan terhadap ROA. Pengaruh Perputaran Kas dan Perputaran Persediaan Terhadap Return On Assets Hasil uji F menunjukkan F-hitung . jauh lebih besar dari F-tabel . dengan p-value 0,000, mengindikasikan bahwa perputaran kas dan perputaran persediaan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA. Nilai Adjusted RA sebesar 0,873 menunjukkan bahwa 87,3% variasi ROA dapat dijelaskan oleh kedua variabel ini, sementara 12,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain seperti efisiensi operasional, kualitas manajemen, kondisi ekonomi makro, dan strategi bisnis. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh Nuraini . Anggarini et al. Sinergi antara perputaran kas yang efisien dan perputaran persediaan yang tinggi menciptakan manajemen modal kerja yang Ketika kas berputar cepat dan persediaan terjual dengan efisien, perusahaan dapat mengurangi financial burden dan meningkatkan likuiditas, yang pada gilirannya meningkatkan ROA secara signifikan. Berdasarkan temuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa efisiensi kolektif dalam pengelolaan perputaran kas dan perputaran persediaan merupakan pilar fundamental dalam mendorong peningkatan ROA PT. Unilever Indonesia Tbk selama periode 20152024. Temuan ini menggarisbawahi bahwa manajemen modal kerja yang terkoordinasi dan efektif bukan hanya fokus pada satu aspek saja adalah kunci bagi profitabilitas aset perusahaan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pengaruh perputaran kas, perputaran persediaan terhadap Return On Assets (ROA) pada PT. Unilever Indonesia Tbk periode 2015-2024 dapat ditarik kesimpulan Perputaran kas secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin efisien manajemen dalam mengelola siklus konversi kasnya, semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas (ROA). Perputaran persediaan secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel ROA. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin efisien perusahaan dalam menjual dan mengganti persediaannya, semakin tinggi juga profitabilitas (ROA) yang dihasilkan. Perputaran kas dan perputaran persediaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua indikator aset ini secara kolektif memberikan kontribusi yang berarti terhadap profitabilitas perusahaan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Bagi perusahaan agar kiranya terus meningkatkan efisiensi perputaran kas dan perputaran persediaan untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing serta profitabilitas di masa mendatang juga perlu mempertimbangkan pendekatan holistik dalam meningkatkan ROA, tidak hanya berfokus pada perputaran kas, perputaran persediaan tetapi juga pada optimalisasi seluruh rantai nilai dan adaptasi terhadap perubahan pasar dan preferensi Saran penelitian selanjutnya adalah menambah variabel lain yang relevan dan secara teoritis diduga memengaruhi ROA, memperluas periode pengamatan dan menambah jumlah sampel atau jenis industri yang diteliti, menggunakan metode analisis lain mempertimbangkan indikator keuangan lainnya. Daftar Anggarini. Safitri. , & Nani. The effect of cash turnover and receivables turnover on Return on Assets (ROA) in manufacturing companies in the healthcare sector of the pharmaceutical industry listed on the IDX in 2016-2020. Jurnal Ekonomi Bisnis Jagaditha, 9. , https://doi. org/10. 22225/jj. Amelia. Suharyono. Yulianti. , & Priatna. Pengaruh perputaran kas terhadap profitabilitas (Studi kasus pada PT Mayora Indah Tbk periode tahun 2014Ae2. Jurnal Humaniora. Ekonomi Syariah dan Manajemen, 1. , 16-25. https://doi. org/10. 38035/jhesm. Ariawan. Anas M. , & Fakhruddin. Manajemen modal kerja: Maksimalkan efisiensi operasional. Takaza Innovatix Labs. Febriyanti. Puspitasari. , & Utomo. The influence of working capital, cash turnover, and receivables turnover on the profitability of PT Pegadaian Syariah Indonesia . 9Ae2. Eduvest Ae Journal of Universal Studies, 5. , 3951Ae3959. https://doi. org/10. 59188/eduvest. Freddy. , & Gultom. Analisis pengaruh perputaran persediaan dan perputaran aset tetap terhadap Return on Assets (ROA). Jurnal Kewirausahaan. Akuntansi, dan Manajemen TRI BISNIS, 2. , 1Ae22. https://doi. org/10. 59806/jkamtb. Gulo. , & Tipa. Pengaruh perputaran persediaan dan penjualan terhadap profitabilitas PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Kota Batam. Scientia Journal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 6. https://doi. org/10. 33884/scientiajournal. Hasibuan. Daulay. Nasution. , & Utami. Analisa Laporan keuangan syariah. Merdeka Kreasi Group. Hery. Analisis laporan keuangan: Intergrated and comprehensive PT Grasiondo. Isqamah. Tawe. Nurman. Budiyati. , & Aslam. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pengaruh perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas: Studi pada perusahaan food and beverage di Bursa Efek Indonesia periode Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 12. , https://doi. org/10. 55606/jekombis. Khaira. Pengaruh Perputaran Kas Dan Perputaran Piutang Terhadap Return On Assets (ROA) Pada PT. Unilever Indonesia Tbk Periode 2012-2019. Skripsi. Universitas Medan Area. Linang. Setiyowati. , & Sari. Analisis pengaruh perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran modal kerja dan DPR terhadap profitabilitas (ROA). Jurnal Riset Pendidikan Ekonomi, 10. , 72Ae85. https://doi. org/10. 21067/jrpe. Mendrofa. Arfianty. Santoso. Buulolo. Hasanuddin, . Duha. Rozak. Amrulloh. Farlina. Tasman. Fitra. Sutisna. Hastuti. Manajemen keuangan era digital. Mega Press Nusantara. Purba. Br. Teori Merdeka Kreasi. Putri. Fathurahman. Hartianti. , & Budianto. The impact of current ratio, inventory turnover, on return on assets in listed mining sector companies on IDX in 2019Ae2022. Journal Research of Social Science. Economics, and Management, 3. , 1955Ae1974. https://doi. org/10. 59141/jrssem. Nuraini. The effect of cash turnover and inventory turnover on return on assets (ROA). Almana: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 5. , 215Ae224. https://doi. org/10. 36555/almana. Nurjaya. Istikomah. , & Hidayat. Pengaruh perputaran kas dan piutang terhadap return on assets pada koperasi simpan pinjam mitra usaha Desa Cisempur tahun Jurnal Riset Akuntansi Politala, 6. , 267-277. https://doi. org/10. 34128/jra. Sari. Effect of working capital effectiveness and growth opportunity on profitability. Advances in Economics & Financial Studies, 1. , 75Ae91. https://doi. org/10. 60079/aefs. Yudha. , & Wiliyanti. Pengaruh cash turnover, inventory turnover, receivable turnover, dan total asset turnover terhadap profitabilitas pada perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence Digital Business, 4. , 3265Ae3277. https://doi. org/10. 31004/riggs.