RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY EXPENDITURE DAN KINERJA PERUSAHAAN Celine Florencia Wedjaja. Rizky Eriandani Universitas Surabaya eriandani@staff. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywods: CSR expenditure Firm performance Kata Kunci: CSR expenditure Kinerja perusahaan September. Desember, 02 Januari. Abstract: This study aims to analyze the effect of Corporate Social Responsibility Expenditure on company performance and the effect of firm-specific economic variables on Corporate Social Responsibility Expenditure. The research population is all companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) except for the banking sector and other financial institutions from 2016 to 2019. Based on the purposive sampling method, 372 samples were obtained. The data is taken from the company's financial statements and tested using the multiple linear regression method. The results of this study indicate that CSR expenditure has a significant effect on ROA, but has no significant effect on CFO. Other findings show that CFO, size, and PM have a significant effect on CSR Meanwhile, cash. ATO, and leverage have no significant effect on CSR expenditure. Abstrak: Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility Expenditure terhadap kinerja perusahaan dan pengaruh variabel ekonomi spesifik perusahaan terhadap Corporate Social Responsibility Expenditure. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kecuali sektor bank dan lembaga keuangan lainnya periode 2016-2019. Berdasarkan metode purposive sampling diperoleh 372 sampel. Data diambil dari laporan keuangan perusahaan dan diuji mengunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CSR expenditure berpengaruh signifikan terhadap ROA, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap CFO. Temuan lainnya menunjukkan bahwa CFO, size, dan PM berpengaruh signifikan terhadap CSR expenditure. Sedangkan cash. ATO, dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap CSR expenditure. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. PENDAHULUAN Saat ini banyak perusahaan yang didirikan dengan tujuan tidak mengalami kebangkrutan atau hanya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, namun tujuan perusahaan yang hanya mementingkan sisi ekonomi sudah tidak relevan saat ini, dikarenakan perusahaan saat ini tidak sebatas mendapatkan keuntungan, melainkan mereka juga dituntut memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan Corporate Social Responsibility merupakan salah satu program yang dapat dilaksanakan perusahaan demi menciptakan kesejahteraan sosial serta melestarikan Saat ini hanya ada peraturan untuk BUMN, yaitu Peraturan Menteri Negara BUMN No. 4 tahun 2007. Perusahaan harus menyisihkan dua persen dari laba untuk PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkunga. Meski demikian sudah banyak perusahaan swasta yang menerapkan CSR karena mereka sadar akan pentingnya aktifitas tersebut. Disisi lain masih ada pula perusahaan yang belum menerapkan CSR dengan benar dan merusak lingkungan sekitarnya dengan membuang limbahnya pada tempat yang tidak seharusnya dan setelah membuang limbah sembarangan dan menyebabkan rusaknya lingkungan sekitar perusahaan memberikan sumbangan kepada masyarakat sekitar dan menyebut sumbangan tersebut sebagai kegiatan tanggung jawab sosial korporasi, dan ada pula perusahaan yang menggunakan CSR sebagai alat untuk membangun atau memperbaiki citra perusahaan (Mahendra, 2. Penelitian ini menguji dampak dari CSR Expenditure pada kinerja perusahaan. Dalam penelitian sebelumnya (El Ghoul et al. , 2017. Luo & Bhattacharya, 2009. Waddock & Graves, 1. mengemukakan hubungan positif antara CSR dan kinerja perusahaan, yang mengarah pada peningkatan profitabilitas. (Freeman, 1. mengemukakan bahwa dari perspektif pemangku kepentingan CSR memiliki efek positif pada kinerja keuangan perusahaan. Karena perusahaan memiliki hubungan dengan pemangku kepentingan yang berbeda, termasuk pemerintah, pesaing, konsumen, dan pendukung lingkungan, peningkatan sosial pengeluaran dapat meningkatkan hubungan pemangku kepentingan, yang pada gilirannya mengurangi biaya sosial perusahaan dan meningkatkan peluang pasar, mengarah ke kinerja keuangan bersih yang lebih tinggi. (Statman & Glushkov, 2. menemukan bahwa perusahaan dengan peringkat CSR tinggi umumnya menyediakan pengembalian yang lebih tinggi daripada mereka yang peringkat CSR-nya rendah. Sedangkan (Friedman, 1. melihat CSR sebagai masalah keagenan dan menunjukkan bahwa CSR memiliki efek negatif pada kinerja keuangan perusahaan karena CSR RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. perusahaan memerlukan biaya. CSR sukarela mengasumsikan bahwa rata-rata perusahaan menghabiskan tingkat optimal CSR mereka. Dengan demikian, mungkin tidak ada hubungan cross-sectional antara kinerja perusahaan masa depan dan pengeluaran CSR (Himmelberg et al. , 1. Selain itu, (Lys et al. , 2. menunjukkan bahwa CSR sukarela tidak menyebabkan laba di masa depan tetapi hanya dapat menandakan laba di masa depan. Tujuan dari peneltian ini adalah menganalisis dampak CSR expenditure pada kinerja perusahaan dan juga pengaruh variabel ekonomi spesifik perusahaan terhadap CSR expenditure. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi investor, yaitu memberi informasi tambahan yang bisa menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi. Teori agensi menyatakan bahwa perusahaan yang mempunyai good news, akan cenderung memiliki dorongan untuk mengungkapkan informasi tentang kondisi perusahaan, dengan harapan mampu meningkatkan nilai perusahaan. Informasi yang diungkapkan melalui laporan tahunan tersebut dianggap sebagai sinyal untuk investor (Scott, 2. Semakin detail pengungkapan informasi dalam laporan tahunan maka semakin mudah bagi investor untuk membuat keputusan investasi. Perusahaan yang mengeluarkan good news, kemungkinan besar risiko perusahaan dimasa mendatang akan berkurang karena dianggap memiliki prospek baik (Ghozali & Chariri, 2. Hubungan antara kegiatan CSR dan kinerja perusahaan didasarkan pada gagasan Aumaksimisasi nilai pemangku kepentinganAy. Pandangan tersebut mengemukakan beberapa alasan teoritis untuk mendukung klaim bahwa kinerja perusahaan dapat ditingkatkan melalui kegiatan CSR. Pertama, komitmen tinggi terhadap kegiatan CSR bisa diartikan sebagai fokus kepentingan perusahaan terhadap stakeholder yang meningkatkan keinginan stakeholder dalam mendukung tindakan yang dilakukan perusahaan yang akhirnya meningkatkan kinerja perusahaan (Kitzmueller & Shimshack. Kedua, kegiatan CSR mengarah pada peningkatan profitabilitas perusahaan karena berkurangnya biaya transaksi terkait transaksi dengan stakeholder. Selain itu, kegiatan CSR meningkatkan aksesibilitas perusahaan ke pasar produknya yang meningkatkan permintaan produk dan, dengan demikian, profitabilitas perusahaan (Narver, 1. Ketiga, bisnis sering diartikan sebagai jaringan perjanjian eksplisit dan implisit antara pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui kegiatan CSR yang dilakukan, perusahaan berharap dapat menciptakan serta mempertahankan posisi untuk kewajiban perusahaan yang berhubungan dengan kontrak implisit, yang RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. pada gilirannya memfasilitasi pengadaan sumber daya kritis mereka (Coase, 1937. Jensen & Meckling, 1. Akhirnya, kegiatan serta pengeluaran CSR bisa memajukan hubungan antara kelompok-kelompok pemangku kepentingan (Preston & OAoBannon. Waddock & Graves, 1. yang bisa membantu dalam penyelesaian konflik antara para pemangku kepentingan (Jo & Harjoto, 2. Secara keseluruhan, argumen teoretis yang kuat menambah hipotesis bahwa kegiatan dan pengeluaran CSR adalah investasi strategis yang dapat diterjemahkan ke dalam peningkatan kinerja perusahaan (Nollet et , 2. Eriandani . menunjukkan hal yang sama, investasi CSR akan meningkatkan kinerja dimasa mendatang. Hasil penelitian oleh (Bhattacharyya & Rahman, 2. menyatakan bahwa CSR expenditure berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. H1: CSR Expenditure berpengaruh terhadap Return On Assets H2: CSR Expenditure berpengaruh terhadap Cash Flow Operation Pendukung Aushareholder expense viewAy berpendapat bahwa CSR expenditure yang dilakukan organisasi yang menghasilkan laba tidak konsisten dengan tujuan Pandangan tersebut sebagian didukung oleh beberapa penelitian yang menemukan bahwa pengeluaran untuk kegiatan CSR merupakan pemborosan sumber daya perusahaan yang berharga. Sebagai contoh, (Campbell, 2. menyatakan bahwa perusahaan dengan sumber daya surplus harus menggunakan sebagian dari surplus sumber daya mereka untuk kegiatan CSR sebagai investasi sosial. Pendapat serupa, dimana perusahaan dengan surplus menggunakannya untuk kegiatan CSR juga dikemukakan oleh (Kubik et al. , 2. Kedua penelitian tersebut secara implisit mengasumsikan bahwa surplus sumber daya perusahaan dimanfaatkan untuk kegiatan CSR. Asumsi tersebut menyatakan bahwa CSR expenditure mirip dengan pengeluaran untuk filantropi bisnis. Hal tersebut memiliki arti bahwa CSR expenditure dilakukan tanpa harapan meningkatkan kinerja perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Bhattacharyya & Rahman, 2. menemukan bahwa menunjukkan bahwa CSR expenditure didorong oleh faktor ekonomi spesifik perusahaan. Faktor ekonomi spesifik menunjukkan kondisi ekonomi perusahaan seperti SIZE. LEVERAGE. ATO. CASH dan CFO) H3: Variabel ekonomi spesifik perusahaan berpengaruh terhadap CSR Expenditure RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam pengambilan samping yaitu purposive sampling, dan sampel yang diambil tentunya telah memenuhi kriteria sebagai objek dalam penelitian ini. Pertama, badan usaha yang go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kecuali Bank dan Lembaga Keuangan lainnya pada periode 2016 hingga Kedua, menerbitkan laporan tahunan. Ketiga, mengungkapkan biaya CSR. Berdasarkan kriteria sampel yang ditetapkan, didapatkan 372 emiten. Kinerja perusahaan diproksi dengan return on assets (ROA) dan operating cash flow (CFO). ROA diukur dengan membandingkan net income dengan total asset. CFO didapatkan dari nilai arus kas dari operasi dibagi dengan total asset. CSR expenditure (ACSR) merupakan kontribusi aktual CSR yang dihabiskan untuk kegiatan CSR sepanjang Angka dari ACSR disini didapat dari annual report yang diterbitkan oleh perusahaan. ACSR dihitung dengan natural log dari biaya CSRA. Variabel control dalam penelitian ini, yaitu ada ATO . ssets turnover rati. Leverage . ingkat utan. PM . rofit margi. , dan Size . kuran perusahaa. Tiga model penelitian ini menerapkan metode ordinary least square (OLS), yang mana menguji pengaruh CSR expenditure terhadap kinerja perusahaan. dan menguji pengaruh variabel ekonomi spesifik perusahaan terhadap CSR expenditure. Model Penelitian 1: ROAt 1 = yuCyau 1aACSRt i,aSIZEi,t i,aATOi,t i,aLEVERAGEi,t i,aPMi,t u Model Penelitian 2: CFOt 1 = yuCyau 2aACSRt i,bSIZEi,t i,bATOi,t i,bLEVERAGEi,t i,bPMi,t u Model Penelitian 3: ACSRt 1 = 0 yujCFOSj,t yujCASHSj,t yujSIZESj,t yujATOSj,t yujLEVERAGESj,t yujPMSj,t u Variabel dependen pertama dari penelitian pertama ini yaitu ROAt 1, yang mana diukur menggunakan angka ROA satu tahun ke depan. Lalu, variabel dependen kedua dari penelitian pertama adalah CFOt 1, yang mana diukur menggunakan angka CFO untuk satu tahun ke depan. Terakhir, variabel dependen ketiga yang dipakai pada penelitian kedua merupakan ACSRt 1, yang mana diukur menggunakan angka ACSR satu tahun kedepan yang diambil dari annual report yang diterbitkan perusahaan. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. HASIL PENELITIAN Tabel di bawah ini menampilkan hasil statistik deskriptif dari 372 sampel yang digunakan pada penelitian ini. Tabel 1 Statistik Deskriptif ROA Minimum Maximum Mean Std. Deviation CFO ACSR SIZE ATO LEVERAGE Valid N . Sumber : data diolah . Variabel ROA memiliki rata-rata 0. 061954 yang memiliki arti untuk setiap 1 rupiah aset mampu menghasilkan tingkat pengembalian aset perusahaan sebesar Variabel CFO memiliki rata-rata 0. lalu variabel ACSR memiliki nilai 6691, nilai maksimum 27. 8803, dan rata-rata 21. Variabel cash menunjukkan nilai minimum 0. 0008, nilai maksimum 2. 8793, nilai rata-rata 0. Variabel size memiliki nilai minimum 25. 2156, nilai maksimum 32. 9598, nilai rata-rata Variabel ATO memiliki nilai rata-rata 0. 806497, nilai minimum 0. 0018, nilai Variabel leverage memiliki nilai rata-rata 0. 537360, nilai minimum 0335, nilai maksimum 5,0733. Variabel PM memiliki nilai rata-rata -0. 049418, nilai 9768, nilai maksimum 17. Pada tabel 2 dapat dilihat hasil uji dari model 1, pengaruh CSR expenditure terhadap kinerja perusahaan menunjukkan bahwa nilai koefisien dari variabel ACSR adalah sebesar 0. 009, nilai positif memiliki arti jika variabel ACSR meningkat maka variabel ROA juga akan mengalami peningkatan sebesar 0. 009, dan dapat dilihat bahwa nilai signifikansi dari variabel ACSR adalah 0. 005 yang berarti bahwa ACSR sebagai variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependennya yaitu ROA. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. Tabel 2 Uji Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Sig. ACSR SIZE ATO LEVERAGE 706E-05 Sumber: Data diolah . Pada tabel 3 dapat dilihat hasil uji dari model 2, pengaruh CSR expenditure terhadap kinerja perusahaan menunjukkan bahwa nilai koefisien dari variabel ACSR adalah sebesar 0. 009, dan variabel ACSR menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0. maka dapat dikatakan bahwa ACSR sebagai variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependennya yaitu CFO. Tabel 3 Uji Regresi Linier Berganda Model 2 Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Sig. ACSR SIZE ATO LEVERAGE Sumber: Data diolah . Pada tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji dari model 3, pengaruh variabel ekonomi spesifik perusahaan terhadap CSR expenditure menunjukkan bahwa nilai koefisien dari variabel CFO adalah sebesar 4. 187 dengan nilai signifikansi sebesar 0. 000 yang memiliki arti yaitu CFO berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ACSR. Nilai koefisien dari variabel cash adalah 0. 530 dan nilai signifikansi sebesar 0. 276 yang berarti bahwa cash tidak berpengaruh terhadap ACSR. Nilai koefisiensi dari variabel size adalah sebesar 005 dengan nilai signifikansi 0. 000 maka dapat dikatakan jika size berpengaruh positif dan signifikan pada ACSR. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. Tabel 4 Uji Regresi Linier Berganda Model 3 Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Sig. CFO CASH SIZE ATO LEVERAGE Sumber: Data diolah . Nilai koefisiensi dari variabel size adalah sebesar 1. 005 dengan nilai signifikansi 000 maka dapat dikatakan jika size berpengaruh positif dan signifikan pada ACSR. Nilai koefisien dari variabel ATO adalah 0. 171 dan nilai signifikansi 0. 270 maka dapat dikatakan bahwa ATO tidak berpengaruh pada ACSR. Nilai koefisiensi dari variabel leverage adalah sebesar -0. 010, nilai negatif memiliki arti jika variabel leverage mengalami peningkatan maka variabel ACSR akan mengalami penurunan 0. 010, dan bisa dilihat bahwa nilai signifikansi dari leverage adalah 0. 953, yang memiliki arti bahwa leverage tidak berpengaruh pada ACSR. Nilai koefisien dari variabel PM adalah 0. 043 dan nilai signifikansi 0. 040 yang berarti bahwa PM berpengaruh positif dan signifikan pada ACSR. PEMBAHASAN Pertama dari penelitian ini ditemukan bahwa CSR expenditure berpengaruh signifikan pada ROA. Hasil ini menunjukkan bahwa CSR mampu meningkatkan kinerja perusahaan di masa mendatang. Perusahaan yang tidak hanya fokus hanya pada keuntungan saja, tetapi juga harus memperhatikan stakeholdernya, akan mendapatkan dukungan dari para stakeholder. Pada akhirnya, dukungan tersebut mampu mendorong nilai perusahaan menjadi lebih baik. Hal ini sejalan dengan penelitian dari Bhattacharyya & Rahman . dan Utomo et al. yang menjelaskan bahwa CSR expenditure berpengaruh signifikan pada ROA. Namun hasil penelitian ini menemukan bahwa CSR expenditure tidak berpengaruh signifikan terhadap CFO. Hal ini berarti bahwa pengeluaran CSR yang dikeluarkan badan RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. usaha indonesia ditujukan untuk filantropi Chapple & Moon, . Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian dari Widiastuty & Soewarno, . Hasil penelitian ini menemukan bahwa CFO. SIZE, dan PM berpengaruh terhadap CSR Hal ini mendukung keberadaan teori legitimasi. Stakeholder perusahaan, seperti karyawan, masyarakat, konsumen, dan pemerintah, akan memiliki tuntutan sesuai kepentingannya masing-masing. Perusahaan menggunakan program CSR sebagai bentuk legitimasi, agar tetap bertahan hidup Umar, . Program CSR yang dijalankan tersebut akan membutuhkan alokasi dana perusahaan. Hal ini juga mendukung keberadaan dari Slack Resource Theory, semakin besar badan usaha, semakin besar sumber daya tersedia yang dapat dikeluarkan atau digunakan untuk akivitas CSR perusahaan. Sejalan dengan penelitian dari Bhattacharyya & Rahman . dan Lys et al. yang menjelaskan bahwa CFO dan SIZE berpengaruh signifikan terhadap CSR expenditure. Hasil penelitian ini juga didukung dengan penelitian dari Chauhan & Amit . dimana penelitian tersebut menemukan bahwa ukuran perusahaan secara signifikan memengaruhi pengeluaran CSR. Hasil penelitian ini juga didukung penelitian dari Candrayati & Saputra . dan Rosyada & Astrina . yang menjelaskan semakin besar laba badan usaha, maka badan usaha dituntut untuk lebih peduli terhadap Namun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CASH. ATO, dan LEVERAGE tidak berpengaruh terhadap CSR expenditure. Hal ini didukung penelitian dari Lys et al. dimana penelitian tersebut menunjukkan bahwa CASH dan ATO tidak berpengaruh terhadap CSR expenditure. Hal tersebut dapat dikarenakan baik badan usaha yang mempunyai tingkat laba dan aset yang rendah maupun tinggi kini mulai sadar akan pentingnya tanggung jawab sosial. Hasil penelian ini juga didukung penelitian dari Chauhan & Amit, . dimana penelitian tersebut menunjukkan bahwa LEVERAGE tidak berpengaruh terhadap CSR expenditure perusahaan. Hal ini dapat dikarenakan jika perusahaan tidak dapat melunasi utangnya, maka kemungkinan perusahaan akan melanggar perjanjian kredit menjadi Oleh sebab itu badan usaha berupaya untuk mengurangi biaya-biaya, salah satunya dengan mengurangi biaya kegiatan CSR. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian pengaruh CSR Expenditure terhadap kinerja perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kecuali Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya periode 2016-2019, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Pertama. CSR expenditure berpengaruh signifikan positif terhadap ROA. Hal ini menunjukkan bahwa jika CSR expenditure mengalami peningkatan maka ROA badan usaha juga akan mengalami peningkatan. Kedua. CSR expenditure tidak berpengaruh signifikan terhadap arus kas dari aktivitas operasi. Artinya, tingkat CSR expenditure yang tinggi tidak menjamin tingkat arus kas dari aktivitas operasi badan usaha yang tinggi. Ketiga, arus kas dari aktivitas operasi, ukuran perusahaan, dan profit margin berpengaruh positif dan signifikan pada CSR expenditure. Dengan kata lain, arus kas dari aktivitas operasi, ukuran perusahaan, dan profit margin yang tinggi dapat meningkatkan pengalokasian dan untuk membiayai program-progam CSR badan usaha. Keempat. Kas dan setara kas, assets turnover ratio, dan utang perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap CSR expenditure. Hal in menunjukkan bahwa variabel kas dan setara kas, assets turnover ratio, dan utang perusahaan yang tinggi tidak menjamin badan usaha untuk mengalokasikan dan yang digunakan untuk membiayai program-program CSR. Penelitian ini juga tidak terhindar dari keterbatasan yang mana mungkin dapat mempengaruhi hasil penelitian, yaitu hanya menggunakan variabel ROA dan CFO sebagai proksi dari kinerja badan usaha sehingga belum dapat mencerminkan pengaruh CSR expenditure terhadap kinerja badan usaha secara keseluruhan. Dari adanya keterbatasan tersebut, diharapkan peneliti selanjutnya sebaiknya menambah atau menggunakan variabel lain sebagai proksi kinerja badan usaha. REFERENSI