Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Penguatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat Tentang Pentingnya Kunjungan Antenatal Care (K. Nela Novita Sari1*. Yesi Maifita2. Rika Armalini3. Setia Nisa4 1,3,4 Universitas Negeri Padang. Fakultas Psikologi dan Kesehatan. Keperawatan. Sumatera Barat STIkes Piala Sakti Pariaman. Keperawatan. Sumatera Barat Email: nelanovitasari1093@gmail. com 1* Abstrak Kunjungan antenatal merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi, baik selama masa kehamilan maupun pasca persalinan. Berdasarkan temuan sebelumnya, masih ditemukan rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap ibu nifas terhadap pentingnya kunjungan Antenatal Care (K. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu nifas melalui edukasi kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Kuraitaji tahun 2024. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta pembagian media edukatif kepada ibu nifas yang menjadi peserta. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan sikap peserta terhadap pentingnya kunjungan K6. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan sikap positif ibu nifas setelah mendapatkan edukasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukatif secara langsung dapat mendorong peningkatan kunjungan ANC K6. Oleh karena itu, diperlukan kesinambungan program edukasi di fasilitas pelayanan kesehatan agar kesadaran ibu terhadap pentingnya pelayanan antenatal dapat terus ditingkatkan. Keywords: Antenatal care. Edukasi kesehatan. Ibu nifas. PENDAHULUAN Indonesia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2017, tercatat 000 kematian ibu terjadi secara global. Indonesia menempati urutan ke-4 tertinggi di kawasan Asia Pasifik dengan AKI sebesar 177 per 100. 000 kelahiran hidup. Berdasarkan data nasional, terjadi peningkatan jumlah kematian ibu dari tahun 2019 sebesar 4. 2% . 6% . 627 kasu. pada tahun 2020. Kondisi serupa juga tercermin di Provinsi Sumatera Barat, di mana angka kematian ibu meningkat dari 116 kasus pada tahun 2019 menjadi 125 kasus pada tahun 2020. Capaian ini masih cukup jauh dari target Sustainable Development Goals (SDG. , yaitu menurunkan AKI menjadi 70 per 100. kelahiran hidup. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 mencatat AKI Indonesia sebesar 305 per 100. 000 kelahiran hidup (BKKBN et al. , 2. , menandakan masih perlunya intervensi berkelanjutan. Di Provinsi Sumatera Barat, layanan kesehatan, khususnya kunjungan antenatal care (ANC), menunjukkan dinamika yang signifikan. Data Dinas Kesehatan Sumatera Barat tahun 2021 mencatat adanya peningkatan kesadaran masyarakat Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 terhadap pentingnya kunjungan ANC. Namun, tantangan seperti pandemi COVID-19 memengaruhi akses dan frekuensi kunjungan ke fasilitas kesehatan. Di Kota Padang, berdasarkan Profil Kesehatan tahun 2020, sekitar 20% ibu hamil mengalami komplikasi, tetapi hanya 61,3% kasus yang ditangani sesuai standar pelayanan. Padahal, komplikasi kehamilan menjadi penyebab utama sekitar 75% dari kematian ibu. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas dan cakupan layanan ANC. Menurut WHO . , layanan ANC yang berkualitas memiliki peran penting dalam menurunkan AKI serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi. Data UNICEF . menunjukkan bahwa meskipun pandemi berdampak negatif terhadap mobilitas ibu hamil, penggunaan layanan telehealth sebagai alternatif konsultasi ANC mulai meningkat di berbagai wilayah. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya konkret di tingkat komunitas untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan sikap ibu terhadap pentingnya kunjungan ANC, khususnya kunjungan lengkap minimal enam kali (K. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kuraitaji, dengan harapan dapat mendorong peningkatan partisipasi dalam layanan ANC, mengurangi risiko komplikasi, dan mendukung pencapaian target nasional dalam menurunkan AKI. METODE KEGIATAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui edukasi kesehatan dan pendampingan secara langsung kepada ibu nifas yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kuraitaji. Metode yang digunakan meliputi beberapa tahapan, yaitu: Identifikasi dan Pemilihan Sasaran Kegiatan Sasaran kegiatan ini adalah ibu nifas yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Kuraitaji tahun 2024. Pemilihan sasaran dilakukan melalui koordinasi dengan petugas kesehatan puskesmas dan bidan desa untuk menjangkau peserta yang relevan dan membutuhkan intervensi edukatif. Persiapan Materi dan Media Edukasi Tim pengabdian menyusun materi edukasi terkait pentingnya kunjungan Antenatal Care (ANC), khususnya kunjungan lengkap enam kali (K. , serta materi mengenai pengetahuan dan sikap ibu nifas pasca persalinan. Media yang digunakan mencakup leaflet, poster, dan presentasi interaktif. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pelaksanaan Edukasi dan Diskusi Interaktif Edukasi diberikan secara langsung melalui sesi penyuluhan kelompok kecil dan diskusi tanya jawab, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya ANC K6. Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan sikap ibu nifas sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi digunakan sebagai umpan balik untuk mengukur efektivitas kegiatan pengabdian. Tindak Lanjut dan Rekomendasi Setelah kegiatan selesai, dilakukan koordinasi lanjutan dengan petugas puskesmas untuk memastikan keberlanjutan edukasi kepada ibu nifas secara periodik, serta mendorong pembentukan kelompok ibu sadar ANC di lingkungan masing-masing. Tabel 1. Distribusi Kunjungan ANC K6 pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kuraitaji Tahun 2024 Kategori Kunjungan ANC K6 Lengkap (Ou6 kali kunjunga. Tidak Lengkap (<6 kali kunjunga. Jumlah Frekuensi Persentase (%) 38,9% 61,1% HASIL DAN PEMBAHASAN Antenatal care (ANC) atau pelayanan kesehatan ibu selama masa kehamilan merupakan salah satu strategi penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kunjungan antenatal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan adalah minimal enam kali selama masa kehamilan (K. , yang terdiri dari dua kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga. Namun, masih banyak ibu hamil maupun ibu nifas yang belum sepenuhnya memahami pentingnya melakukan kunjungan secara lengkap sesuai standar, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan seperti di beberapa daerah pedesaan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan edukasi dan diskusi interaktif bersama ibu nifas mengenai manfaat, tahapan, dan konsekuensi apabila tidak menjalani kunjungan K6 secara optimal. Berdasarkan hasil evaluasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kuraitaji tahun 2024, diketahui bahwa dari total 36 ibu nifas yang menjadi peserta, hanya 14 orang . ,9%) yang telah melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) secara lengkap sesuai standar, yaitu sebanyak enam kali (K. Sementara itu. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 mayoritas responden sebanyak 22 orang . ,1%) belum mencapai jumlah kunjungan ANC yang lengkap. Temuan ini menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan yang cukup signifikan dalam pelaksanaan kunjungan ANC yang optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman dan kesadaran ibu nifas terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala masih perlu ditingkatkan. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan yang terbatas, sikap yang kurang mendukung, minimnya dukungan keluarga, serta hambatan akses seperti jarak, waktu, dan kondisi sosial ekonomi. Kegiatan PKM ini berupaya menjawab permasalahan tersebut dengan memberikan edukasi kesehatan yang bersifat promotif dan preventif melalui penyuluhan dan diskusi Hasil dari evaluasi pre-test dan post-test yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya kunjungan ANC K6, baik dari segi manfaat deteksi dini komplikasi kehamilan, pemantauan kesehatan janin dan ibu, maupun persiapan persalinan yang aman. Pencapaian kunjungan ANC yang tidak lengkap dapat meningkatkan risiko keterlambatan penanganan komplikasi, yang pada akhirnya dapat berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dalam bentuk edukasi, pendampingan, serta kerja sama lintas sektor untuk mendorong partisipasi aktif ibu dalam memanfaatkan layanan kesehatan selama Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya menjadi media penyuluhan, tetapi juga sarana pemberdayaan ibu nifas agar lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan melalui kunjungan ANC secara lengkap dan teratur. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kuraitaji tahun 2024 menunjukkan bahwa tingkat kunjungan Antenatal Care (ANC) K6 di kalangan ibu nifas masih tergolong rendah. Dari 36 ibu nifas yang menjadi peserta kegiatan, hanya 38,9% yang melakukan kunjungan ANC secara lengkap, sementara 61,1% belum memenuhi standar minimal enam kali kunjungan. Hal ini menunjukkan masih kurangnya pengetahuan dan sikap positif ibu terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur. Edukasi kesehatan yang diberikan melalui kegiatan ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu nifas mengenai pentingnya kunjungan ANC. Dengan meningkatnya pengetahuan dan sikap positif, diharapkan partisipasi ibu dalam melakukan Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 pemeriksaan kehamilan akan meningkat, sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi dan kematian ibu serta bayi. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pimpinan dan seluruh staf Puskesmas Kuraitaji atas izin dan dukungan penuh yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Apresiasi yang setinggi-tingginya juga ditujukan kepada para ibu nifas yang telah berpartisipasi aktif dan antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukasi kesehatan. Tak lupa, penghargaan diberikan kepada tim pelaksana dan rekan sejawat yang telah bekerja sama dengan penuh dedikasi dalam menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. DAFTAR PUSTAKA