Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI Volume 10. No. Juli 2024 P-ISSN 2442-2436. E-ISSN: 2550-0120 Akreditasi Ristekdikti. No: 36/E/KPT/2019 (Sinta . DOI: 10. 31294/jtk. Hal. Analisis Manajemen Proyek Sistem Informasi Pengolahan Persediaan Data Obat di Klinik Cirendeu Medika Tangerang Normah1. Siti Nurajizah2. Rizqitha Maula3. Divika Namastute4 . Alifia Ramadhanti5 Informatika1. Sistem Informasi Akuntansi Kampus Kabupaten Karawang2. Sistem Informasi345. Universitas Nusa Mandiri. Univesitas Bina Sarana Informatika. Indonesia nor@nusamandiri. id1, siti. snz@bsi. id2, 11220883@nusamandiri. 11220898@nusamandiri. id4, 11220882@nusamandiri. Diterima 22-07-2024 Direvisi 07-08-2024 Disetujui 13-08-2024 Abstrak - Transformasi digital di bidang kesehatan mulai gencar dilaksanakan. Penyediaan sistem informasi Kesehatan yang terintegrasi coba dicanangkan untuk perbaikan tata kelola kesehatan. Namun, di Klinik Cirendeu Medika Tangerang, belum terdapat perbaikan yang maksimal akan hal tersebut, salah satu contohnya adalah pencatatan obat yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama dan rentan akan Dalam mendukung tranformasi digital tersebut maka Klinik Cirendeu Medika Tangerang mulai menerapkan digitalisasi dalam menjalankan proses bisnis nya. Pencatatan untuk persediaan obat, penerimaan obat, hingga pengeluaran obat akan dilakukan dengan mengakses website sehingga dapat terdokumentasi dengan baik. Penyusunan untuk kebutuhan tersebut dapat terlaksana apabila tertuang dalam perencanaan yang baik. Perencanaan tersebut dapat diakomodir melalui penyusunan Proyek Sistem Informasi yang terencana, terpadu, sehingga dapat menghasilkan keluaran yang efisien dan tepat sasaran. Kata Kunci: Transformasi Digital. Tata Kelola. Proyek Sistem Informasi Abstract - Digital transformation in the health sector is starting to be intensively implemented. The provision of an integrated health information system is being planned to improve health governance. However, at the Cirendeu Medika Tangerang Clinic, there has not been maximum improvement in this matter, one example is medication recording which is still done manually so it takes a long time and is prone to errors. In supporting this digital transformation, the Cirendeu Medika Tangerang Clinic has begun implementing digitalization in carrying out its business processes. Recording of drug supplies, receipt of drugs, and dispensing of drugs will be done by accessing the website so that it can be well documented. Arrangements for these needs can be carried out if they are included in good planning. This planning can be accommodated through the preparation of a planned, integrated Information Systems Project, so that it can produce output that is efficient and on target. Keywords: Digital Transformation. Governance. Information System Project PENDAHULUAN Kementerian Kesehatan mengembangkan platform Satu Sehat dengan tujuan terwujudnya transformasi digital di bidang kesehatan. Berdasarkan tujuan tersebut, fokus untuk melakukan perubahan utamanya dalam hal digitalisasi kesehatan mulai gencar dilaksanakan. Dalam hal memperkuat upaya tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 21 Tahun 2020 telah mensyaratkan adanya upaya perubahan tata kelola pembangunan kesehatan yang meliputi integrasi sistem informasi, penelitian, dan pengembangan Kesehatan (Kementerian Kesehatan RI, 2. Mewujudkan transformasi digital penuh dengan tantangan, baik dari sisi sebaran fasilitas kesehatan yang belum menggunakan perkembangan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan hal lainnya yang masih menjadi kendala sendiri. Banyak sekali fasilitas kesehatan yang dalam proses menjalankan bisnis nya menggunakan kertas sehingga sulit untuk terintegrasi secara digital. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka keinginan dari masing-masing fasilitas kesehatan untuk dapat memiliki sistem informasi yang terdigitalisasi makin menguat. Diperlukan suatu sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengatur dan mengolah data-data sehingga dapat mempercepat proses dan meminimalisir kesalahan. Selain hal tersebut, penggunaan sistem informasi ini pun dibuat untuk mendukung kinerja pegawai. Uraian penjelasan dan penyelesaian terhadap permasalahan tersebut tertuang dalam Proyek Sistem Informasi Pengolahan Persediaan Data Obat Di Klinik Cirendeu Medika Tangerang. http://ejournal. id/ejurnal/index. php/jtk This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI. Volume 10. No. Juli 2024 P-ISSN 2442-2436. E-ISSN: 2550-0120 METODE PENELITIAN Proses-proses yang terdapat pada manajemen proyek terdiri atas inisiasi proyek . nitiating proces. , perencanaan proyek . lanning proces. , pelaksanaan proyek . xecuting proces. , pemantauan dan pengontrolan proyek . ontrolling proces. , penutupan proyek . losing proces. (Aziz et al. , 2. Rincian penjelasan dari masing-masing tahapan adalah sebagai Proses Inisiasi Pada tahap ini dilakukan pertemuan awal dengan user untuk mendapatkan informasi proses bisnis yang berjalan di Klinik. Setelah terlaksananya pertemuan awal maka dibuatlah piagam proyek dan penyampaian piagam proyek tersebut ke user untuk menyepakati kebutuhan dan batasan yang akan dikerjakan selama proyek berlangsung. Hal ini untuk memastikan bahwa inisiasi yang diambil dapat memulai melakukan jenis proyek yang tepat dan untuk alasan yang tepat (Santoso, 2. Proses Perencanaan Pada tahap ini memuat informasi dari detail proyek yang akan dibangun utamanya dalam hal 9 AuKnowledge AreaAy (Santosa, 2. Perencanaan yang baik mengenai kegiatan-kegiatan proyek merupakan hal yang sangat penting, dimana hal ini berdampak pada hasil, serta waktu dan biaya yang digunakan dalam proyek (Aulia & Aspiranti, 2. Proses Pelaksanaan Pada tahap ini akan memuat informasi penjelasan terhadap proses yang dilaksanakan dalam hal pembangunan sistem informasi dimulai dari desain sistem sesuai dengan perencanaan yang telah Proses Pengendalian Pada tahapan ini kadang tim proyek perlu mengambil tindakan korektif untuk mencocokkan kemajuan pelaksanaan proyek dengan rencana yang telah disusun (Utama, 2. Tahap ini digunakan untuk melihat output pekerjaan dan kesesuaiannya dengan output yang diharapkan. Menggunakan metode pengujian black box. Proses Penutupan Tahap ini memuat informasi mengenai akhir dari rangkaian proyek berupa pemberian sistem informasi kepada user dan panduan pengguna. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Inisiasi Pada tahap ini setelah dilakukan pertemuan awal dengan user maka dibuatlah suatu piagam proyek yang dapat dijadikan sebagai dokumen kesepakatan proyek (Firmansyah, 2. dan pembuatan Statement of Work (SOW) yang memuat informasi terkait batasan dan asumsi yang akan dijadikan acuan pada pembangunan proyek. Piagam Proyek Proses pembuatan piagam proyek dengan merumuskan tujuan, metode dan pendekatan yang digunakan, dan key performance indicator. Uraian terhadap piagam proyek yang telah dibuat yaitu: Tujuan Tujuan proyek ini adalah membuat aplikasi berbasis website. Tujuan lainnya adalah untuk meminimalisir kesalahan pengolahan data oleh pegawai dan dapat mengurangi waktu pekerjaan sehingga pekerjaan dapat lebih cepat dan efisien . Metoden dan Pendekatan . Melakukan pertemuan dan diskusi secara langsung dengan user. Mendefinisikan masalah bersama tim . Melakukan analisis terhadap masalah bersama tim proyek. Melakukan riset studi pustaka untuk mempelajari kebutuhan terhadap analisis . Mengembangkan pendekatan iteratif dan mengumpulkan umpan balik dari user. Key Performance Indicator . Persediaan data obat yang mampu secara realtime membaharui datanya. Meminimalisir mempercepat proses penginputan data . Tersedianya laporan dari pengolahan persediaan data obat secara realtime. Meningkatnya tingkat kepuasan pemilik . terhadap kinerja dari pegawai terhadap percepatan dalam proses pengolahan persediaan data obat. Sistem informasi yang dibangun mudah digunakan dan mampu berintegrasi dengan aplikasi lainnya. Statement of Work . Scope of Work Pembangunan proyek difokuskan pada pengolahan persediaan data obat yang berjalan di Klinik Cirendeu Medika Tangerang. Pembangunan proyek meliputi desain sistem, koding, dan database, hingga terselesaikannya panduan penggunaan. Proyek sistem informasi ini dapat membantu proses penyimpanan data obat dan percepatan pengolahan data obat sehingga proses kerja pun dapat berjalan efisien dan tidak mengalami kesalahan. Location of Work Dilaksanakan di Klinik Cirendeu Medika. Jalan Ir H Juanda No 21 Rempoa Ciputat Timur. Rempoa. Ciputat Timur. RW. Rempoa. Kec. Ciputat Timur. Kota Tangerang Selatan. Banten 15412. Period of Performance Dalam proyek sistem informasi ini, pengerjaan proyek dilaksanakan A 10 jam/minggu selama 3 . Deliverable Schedule Tim dan user telah mendapatkan kesepakatan Proyek Sistem Informasi Pengolahan Persediaan Data Obat di Klinik Cirendeu Medika Tangerang Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI. Volume 10. No. Juli 2024 P-ISSN 2442-2436. E-ISSN: 2550-0120 dalam hal pengiriman keluaran. Rincian tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Rincian Pengiriman Hasil kepada User Nama Dokumen Proposal Laporan pekerjaan Laporan akhir Sistem Informasi Pengolahan Data Obat dan User Guide Format Dokumen Deadline Hardcopy dan Softcopy dan Softcopy dan Softcopy dan Bulan pertama Bulan kedua Akhir proyek Akhir proyek Sumber: hasil analisa, 2023 . Applicable Standards . Studi Kelayakan. Desain fungsi. Pemrograman. Pengujian. Pelatihan. Acceptance Criteria Proyek sistem informasi dinyatakan dapat diterima apabila telah sesuai dengan ruang lingkup, tujuan, dan requirement lainnya. Spetial Request Dalam proyek ini dibutuhkan persyaratan khusus untuk tim proyek yang akan memiliki peran seperti pada Tabel 2. Proses Perencanaan Pada tahap ini memuat informasi dari detail proyek yang akan dibangun utamanya dalam hal 9 AuKnowledge AreaAy (Firmansyah, 2. Ruang Lingkup Software Metodologi pengembangan yang digunakan dalam proyek ini adalah Agile Software Development dengan pendekatan Extreme Programming (XP) (Mark C. Layton et al. , 2. Metode ini memiliki kelebihan dapat membangun sistem informasi dengan waktu cepat, dapat diulang di setiap bagian yang berbeda berdasarkan urgensi tujuan pembuatan sistem (Ahmad et al. , n. XP adalah salah satu metode tangkas yang paling banyak digunakan dan menjadi pendekatan yang sangat terkenal (Aziz et , 2. Waktu Pengerjaan Proyek Proyek dikerjakan dengan menggunakan strategi penjadwalan Reverse Scheduling yaitu dengan menentukan deadline proyek terlebih dahulu. Penjadwalan digambarkan dalam format Gantt Chart dan Work Breakdown Structure (WBS). Gantt Chart adalah diagram yang terdiri dari batang atau bar yang menggambarkan saat dimulai dan selesai suatu aktivitas sebagai dasar perencaan kegiatan yang akan dilakukan pengerjaan proyek (Rani, 2. Tabel 2 Peran dan Tanggung Jawab Tim Proyek Peran Project Manager System Analyst Programmer Tanggung Jawab Merencanakan dan mengelola jalannya Mengidentifikasi dan mengelola risiko Memastikan proyek selesai sesuai dengan anggaran dan jadwal Berkomunikasi dengan tim dan pemangku kepentingan untuk memastikan pemahaman yang jelas tentang tujuan proyek Menganalisis dan merancang sistem Menentukan kebutuhan sistem dan merinci spesifikasi teknis Berkomunikasi dengan pengguna dan pengembang untuk memastikan pemahaman yang jelas tentang persyaratan sistem Menerjemahkan spesifikasi desain menjadi kode komputer Menguji dan memperbaiki bug dalam perangkat lunak Berkolaborasi dengan anggota tim pengembangan untuk mengembangkan solusi perangkat lunak Menjaga dan meningkatkan kode Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 1 Gantt Chart Pekerjaan Rencana Anggaran Biaya Rencana anggaran biaya dibuat menggunakan metode monte carlo dengan rincian yang dapat dilihat pada Tabel 3. Simulasi yang dilakukan dalam penelitian ini didasarkan pada distribusi probabilitas yang terkait dengan factor pendukung proyek (Dini et al. , 2. Sumber: hasil analisa, 2023 Normah. Siti Nurajizah. Rizqitha Maula. Divika N. Alifia R Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI. Volume 10. No. Juli 2024 P-ISSN 2442-2436. E-ISSN: 2550-0120 Tabel 3 Rencana Anggaran Biaya Proyek Dalam Rupiah Item WBS Manajemen Proyek Ketua Proyek Anggota Tim Perangkat Keras Server Perangkat Lunak Perangkat Pengembang an perangkat Pengujian . % dari total biaya keras dan Pelatihan Biaya Biaya Anggota tim Cadangan . % dari Perkiraan total biaya #unit/hr cost/ unit/ Sub total Wbs lv 1 total % of 46,8% 3,1% 10,7% Tabel 4 Perencanaan Komunikasi Penyampaian komunikasi kepada user begitu penting agar semua requirement yang disepakati dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang 1,1% Nama Dokumen Proposal Laporan Laporan User Guide 21,8% Jumlah Dokumen Deadline Bulan Bulan Akhir Akhir Sumber: hasil analisa, 2023 16,5% Pengadaan Pengadaan ini digunakan untuk memfasilitasi pekerjaan yang dilakukan dan mempermudah proses kerja yang berjalan. Tabel 5 Perencanaan Pengadaan Nama Barang Sumber: hasil analisa, 2023 Format Dokumen Hardcopy Softcopy Softcopy Softcopy Manajemen Kualitas Pengolahan manajemen kualitas dibuat untuk setiap WBS yang telah diidentifikasi dengan pembagian sesuai dengan tahapan penelitian. Work Breakdown Structure (WBS) adalah susunan pekerjaan yang lengkap selama (Amrulloh, 2. Biasanya saat proses menilai kualitas pada proyek, disiapkan lembar isian untuk mencatat dan menilai kualitas pada saat dilakukan tinjuan kualitas (Pengantar Konsep Manajemen Proyek Untuk Teknik, 2. Manajemen Sumber Daya (Resourc. Sumber daya yang dibutuhkan dalam suatu proyek selain sumber daya manusia, proyek juga membutuhkan sumber daya non manusia yang memiliki pengaruh penting dalam keberhasilan proyek, contohnya adalah sumberdaya material, seperti peralatan konstruksi dan lain sebagainnya (Rani, 2. Manajemen Risiko Analisis risiko yang berhasil dipetakan diambil sesuai Analisis Berbasis Risiko (Pengantar Konsep Manajemen Proyek Untuk Teknik, 2. dengan ISO 31000. Pembagiannya meliputi Identifikasi Risiko. Analisis dan Evaluasi Risiko. Perancangan dan Implementasi Pengendalian Risiko. Monitoring Review. Dokumentasi (Suyarti et al. , 2. Manajemen Perencanaan Komunikasi Komputer Jumlah Baran 1 unit Motherboard LCD Memori Hard Disk Printer Mouse dan Keyboard 1 unit Kebutuhan Minimum prosesor intel core i5 Support core i5 Minimum LCD berukuran 14Ay Minimum memori 4GB Minimum 500GB Dapat mengeluarkan hasil kertas dengan cetakan berwarna 1 unit Sumber: hasil analisa, 2023 Pelaksanaan Proyek Desain Sistem Pada tahap terdapat pembuatan rancangan desain Unified Modeling Language (UML). UML yaitu bahasa visual berbentuk diagram untuk memodelkan dan menggambarkan komunikasi sebuah sistem yang akan dibangun (Ahmad et al. , n. UML yang dibuat meliputi pembuatan Use Case dan Activity Diagram, dan pembuatan rancangan desain database dengan pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD), serta pembuatan rancangan desain user interface. Use Case Dalam sistem yang akan dibuat terdapat dua pengguna yang akan saling berinteraksi dalam lingkungan sistem yaitu admin dan pemilik klinik. Kedua pengguna tersebut memiliki karakteristik interaksi dengan sistem dengan hak akses yang berbeda yang akan menjadi dasar pembuatan use case yang dapat dilihat pada Gambar 2 dan Proyek Sistem Informasi Pengolahan Persediaan Data Obat di Klinik Cirendeu Medika Tangerang Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI. Volume 10. No. Juli 2024 P-ISSN 2442-2436. E-ISSN: 2550-0120 Gambar 3. Activity Diagram Logout dapat dilihat pada Gambar 5 dimulai ketika pengguna berada pada sistem. Sistem akan menampilkan notifikasi sistem logout yang di konfirmasi pengguna untuk keluar dari sistem yang sedang berjalan. Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 5 Activity Diagram Logout Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 2 Use Case Admin Sistem Informasi Persediaan Data Obat . Activity Diagram mengelola data pengguna Menu ini dapat dilihat pada Gambar 6 dan berfungsi untuk menyediakan fungsi untuk menambah data pengguna baru, mengubah data pengguna yang telah ada seperti mengubah username atau password, dan menghapus data pengguna. Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 3 Use Case Pemilik Klinik Sistem Informasi Pengolahan Data Obat Activity Diagram . Activity Diagram Login Activity Diagram Login dimulai ketika user memasukkan username dan password pada halaman login yang tersedia. Activity ini dapat dilihat pada Gambar 4 Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 6 Activity Diagram Mengelola Data Pengguna . Activity Diagram Supplier Tersedia dua level hak akses hak akses yang diberikan adalah hanya untuk melihat data supplier dan cetak laporan data supplier. Jika pengguna masuk sebagai admin, maka pengguna dapat mengelola data supplier seperti menambah, mengubah, menghapus, dan mencetak laporan data supplier. Gambar dari activity ini dapat dilihat pada Gambar 7. Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 4 Activity Diagram Login . Activity Diagram Logout Normah. Siti Nurajizah. Rizqitha Maula. Divika N. Alifia R Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI. Volume 10. No. Juli 2024 P-ISSN 2442-2436. E-ISSN: 2550-0120 Tersedia dua level hak akses di dalam pengguna, saat pengguna masuk sebagai pemilik klinik maka hak akses yang diberikan adalah hanya untuk melihat data pengeluaran obat dan cetak laporan data pengeluaran Jika pengguna masuk sebagai admin, maka pengguna dapat melakukan fungsi tambah, ubah, hapus data pengeluaran obat, dan melihat data serta mencetak laporan dan dapat dilihat pada Gambar 11. Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 7 Activity Diagram Supplier Activity Diagram Mengelola Penerimaan Obat Tersedia dua level hak yang diberikan adalah hanya untuk melihat data penerimaan obat dan cetak laporan data penerimaan obat. Activity diagram ini dapat dilihat pada Gambar 8. Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 11 Activity Diagram Mengelola Pengeluaran Obat Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 8 Activity Diagram Mengelola Penerimaan Obat . Activity Diagram Detail Keluar Obat Tersedia dua level hak akses di dalam pengguna, saat pengguna masuk sebagai pemilik klinik maka hak akses yang diberikan adalah hanya untuk melihat data detail keluar obat. Jika pengguna masuk sebagai admin, maka pengguna dapat melakukan fungsi tambah, ubah, hapus dan melihat data detail keluar obat serta mencetak detail keluar terhadap pengeluaran obat dan dapat dilihat pada Gambar 12. Activity Diagram Mengelola Detail Terima Tersedia dua level hak akses di dalam pengguna. Jika pengguna masuk sebagai admin, maka pengguna dapat melakukan fungsi tambah, ubah, hapus dan melihat data detail terima obat serta mencetak detail terima terhadap penerimaan obat dan dapat dilihat pada Gambar 10. Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 12 Activity Diagram Detail Keluar Obat Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 10 Activity Diagram Mengelola Detail Terima . Activity Diagram Pengeluaran Obat . Activity Diagram Persediaan Obat Tersedia dua level hak akses di dalam pengguna, pengguna masuk sebagai admin, maka pengguna dapat mengelola pengolahan data persediaan obat seperti menambah data persediaan obat, mengubah data persediaan obat yang ada, menghapus data persediaan obat dan mencetak laporan data persediaan obat. Proyek Sistem Informasi Pengolahan Persediaan Data Obat di Klinik Cirendeu Medika Tangerang Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI. Volume 10. No. Juli 2024 P-ISSN 2442-2436. E-ISSN: 2550-0120 Tabel 6. Antarmuka Sistem Nama Tampilan Tampilan Form Login Keterangan Tampilan Menu Data Pengguna Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 13 Activity Diagram Persediaan Obat . Entity Relationship Diagram (ERD) Entity Relationship Diagram (ERD) sistem informasi pengolahan persediaan data obat adalah diagram yang digunakan untuk merancang basis data dalam membangun sistem informasi dan dipergunakan untuk memperlihatkan hubungan atau relasi antar entitas atau objek yang terlihat beserta atributnya. Berikut Gambar ERD yang telah dirancang. Tampilan Menu Supplier Tampilan Menu Data Supplier Tampilan Menu Persediaan Data Obat Tampilan Menu Penerimaan Obat Tampilan Menu Pengeluaran Obat Sumber: hasil analisa, 2023 Gambar 14 ERD Sistem Informasi Pengelolaan Data Obat . Antarmuka Sistem Antarmuka pengguna web dirancang dengan fokus pada tampilan dashboard yang informatif dan mudah Antarmuka sistem yang telah berhasil dibuat dapat dilihat pada Tabel 6. Tampilan Menu Laporan Pengendalian Proyek Menggunakan metode pengujian black box dan untuk rincian pekerjaannya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Normah. Siti Nurajizah. Rizqitha Maula. Divika N. Alifia R Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI. Volume 10. No. Juli 2024 P-ISSN 2442-2436. E-ISSN: 2550-0120 Tabel 7. Pengendalian Proyek Fungsi yang diuji Login Menu Pengguna Menu Supplier Menu Persediaan Obat Menu Penerimaan Obat Menu Detail Terima Menu Pengeluaran Obat Menu Detail Pengeluaran Hasil Pengujian Sumber: hasil analisa Penutupan Proyek Tahap ini memuat informasi mengenai akhir dari rangkaian proyek dimana sistem informasi yang dibuat telah berhasil diinstalasi dan siap digunakan. Tabel 8. Penutupan Proyek Uraian Apakah semua penyelesaian proyek telah dipenuhi? Apakah setiap kegiatan dengan risiko atau isu proyek ada yang masih belum Apakah semua hasil kerja proyek dan dokumentasi kepada user telah Apakah telah n penutupan proyek kepada user? Apakah hasil kerja memenuhi kriteria yang didefinisikan dalam rencana Apakah hasil kerja diselesaikan di dalam jadwal yang ditetapkan dalam rencana proyek Keterangan Semua kriteria pada sistem dengan piagam proyek yang disepakati dengan user Setiap identifikasi risiko yang dijelaskan pada sub bab manajemen risiko sudah diberikan solusi nya kepada user dan user menerima setiap solusi tersebut. Semua hasil kerja proyek pekerjaan telah disampaikan kepada user sesuai dengan yang disepakati bersama. Penutupan proyek telah disampaikan kepada user dan user menerima hasil kerja serta sistem informasi siap digunakan. Hasil user telah diterima dan telah sesuai dengan kriteria yang Hasil kerja diselesaikan dengan tepat waktu sesuai kesepakatan yang tertuang pada piagam proyek Sumber: hasil analisa KESIMPULAN Secara keseluruhan maka pembuatan proyek sistem informasi pengolahan persediaan data obat dapat digunakan untuk perbaikan manajemen tata Kelola utamanya mengurangi kesalahan dalam proses pencatatan serta mempermudah dalam hal pemantauan data persediaan yang berlangsung di Klinik Cirendeu Medika. Sistem informasi yang dibuat pun praktis karena memanfaatkan aplikasi web browser dan tidak memberatkan pihak apotek dalam hal pengadaan perangkat keras. Sistem informasi ini pun memiliki spesifikasi perangkat lunak yang gratis sehingga dapat mempermudah Klinik Cirendeu Medika untuk REFERENSI