Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Strategi Guru Dalam Pengelolaan Pembelajaran Ipas Kelas IV pada Kurikulum Merdeka Suci Nur Hayati 1. Suyitno2. Desy Anindya3 FKIP Universitass Islam Balitar. Indonesia Email: hayatisuci872@gmail. com 1, drsuyitno03@gmail. com 2, desyanindia18@gmail. Abstrak Kurikulum merdeka yang diterapkan di Indonesia pada tahun 2022 memberikan perubahan yang disignifikan dalam proses pembelajaran, terutama di tingkat sekolah dasar. SDN 1 Tanjungsari menjadi salah satu sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka dalam proses Melalui kurikulum merdeka, guru secara fleksibel dapat memilih, merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang didasarkan pada kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini berfokus pada strategi pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru kelas IV pada mata pelajaran IPAS di SDN 1 Tanjungsari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikassi implementasi strategi guru dalam pengelolaan pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai fokus tersebut. Adapun pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan pembelajaran yang diterapkan meliputi penggunaan strategi pembelajaran kontekstual dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan berdiferensiasi yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses Faktor pendukung yang terdapat pada penelitian ini meliputi penggunaan kurikulum yang fleksibel dan adaptif, modul ajar yang terstruktur dan sistematis, pelaksanaan asesmen diagnostik, serta kolaborasi dan pengembangan profesional guru. Sedangkan faktor penghambat pada penelitian ini meliputi keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek, keberagaman tingkat kemampuan siswa, dan kondisi lingkungan sekolah. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran. Pengelolaan Pembelajaran. Kurikulum Merdeka. IPAS PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran strategi dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, sedangkan kurikulum menjadi instrumen utama dalam mewujudkan tujuan pendidikan Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan Dalam perkembangannya, kurikulum di Indonesia terus mengalami transformasi, salah satunya adalah penerapan Kurikulum Merdeka yang mulai dilaksanakan secara bertahap pada tahun ajaran 2022/2023. Kurikulum Merdeka hadir sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi peserta didik. Menurut Mulyasa . Kurikulum Merdeka juga memberikan keleluasaan kepada guru dalam merancang dan mengelola pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta mendorong pembelajaran berbasis proyek dan diferensiasi. Dengan demikian, peran guru dalam menyusun strategi pengelolaan pembelajaran menjadi sangat penting untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran yang holistik dan bermakna. Strategi Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 pembelajaran tidak hanya mencangkup metode dan teknik, melainkan juga perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan belajar (Suprihatiningrum, 2. Pengelolaan pembelajaran yang baik mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif dan memberdayakan potensis siswa secara optimal (Erwiansyah, 2. Terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang mengintegrasikan aspek keilmuan dan sosial, guru dituntut untuk mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata agar mudah dipahami oleh siswa pada tahapan operasional konkret (Suhelayanti dkk, 2. Salah satu sekolah dasar yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka adalah SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar. Berdasarkan observasi awal, sekolah ini memiliki sumber daya pendidik yang memadai, termasuk guru penggerak, serta sarana pembelajaran yang Namun demikian, implementasi strategi pembelajaran dalam konteks kurikulum baru ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, keberagaman kemampuan siswa, dan adaptasi guru terhadpa pendekatan pembelajaran baru. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini difokuskan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam pengelolaan pembelajaran IPAS kelas IV pada Kurikulum Merdeka, dengan tujuan mengidentifikasi bentuk implementasi strategi yang digunakan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam prosesnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dan praktif dalam pengembangan pengelolaan pembelajaran di era Kurikulum Merdeka. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengekesplorasi secara mendalam untuk menggali secara mendalam fenomena strategi guru dalam pengelolaan pembelajaran IPAS kelas IV pada Kurikulum Merdeka. Fokus utama penelitian diarahkan pada praktik nyata guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran di lingkungan sekolah. Subjek penelitian ini adalah guru kelas IV SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar yang secara aktif terlibat dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode wawancara secara mendalam, metode observasi langsung di kelas, dan metode dokumentasi terhadap perangkat ajar seperti modul ajar, rubrik penilaian, dan catatan hasil asesmen. Instrumen yang digunakan mencangkup panduan wawancara dan lembar observasi yang disusun berdasarkan indikator strategi pembelajaran menurut teori Suprihatiningrum . dan prinsip-prinsip dalam Kurikulum Merdeka. Pada pengecekan keabsahan data, peneliti melakukan teknik triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Temuan data yang diperoleh tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan model analisi dari Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahuap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai pengelolaan guru dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif dan kontekstual dalam menghadapi perubahan kurikulum di tingkat sekolah dasar. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pengelolaan pembelajaran IPAS kelas IV pada Kurikulum Merdeka di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar mencangkup tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar berdasarkan capaian pembelajaran dan mempertimbangkan kebutuhan belajar siswa, sebagaimana tercantum dalam Profil Pelajar Pancasila. Guru menggunakan modul ajar yang terstruktur dengan mengintegrasikan tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, media, serta asesmen yang sesuai. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Suprihatiningrum . bahwa strategi pembelajaran terdiri atas komponen tujuan, materi, kegiatan, media, manajemen kelas, dan penilaian. Dalam implementasinya, guru mengadaptasi modul sesuai konteks sekolah dan karakteristik siswa. Misalnya, pada materi AuEnergi dalam kehidupan sehari-hariAy, guru menyusun kegiatan pembelajaran berbasis proyek sederhana seperti membuat percobaan tentang sumber energi yang ada di lingkungan sekitar. Pada aspek pelaksanaan pembelajaran di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar, terutama pada kelas IV, guru menerapkan pendekatan kontekstual dan pembelajaran berbasis proyek. Guru mengaitkan materi pelajaran dengan lingkungan nyata siswa, mendorong siswa untuk bekerja dalam kelompok kecil, berdiskusi, dan menyampaikan hasil pemikirannya melalui presentasi di di depan kelas. Kegiatan tersebut ditunjukkan pada Gambar 1 berikut : Gambar 1. Siswa membentuk kelompok diskusi Strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru kelas IV, tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga menumbuhkan keterampilan sosial dan Pada Gambar 4. 1, menunjukkan bahwa siswa aktif berdiskusi dan menyusun laporan hasil pengamatan kelompok yang kemudian di presentasikan pada Gambar 2 dengan perwakilan kelompok menjelaskan di depan kelas. Hal ini didukung dengan pendapat dari Sanjaya . dalam Wahyudin . yang menyatakan bahwa pembelajaran kontekstual mendorong siswa untuk mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata mereka, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Gambar 2. Siswa mempresentasikan hasil diskusi Selain itu, pada pelaksanaan pembelajaran IPAS di kelas IV, guru juga menerapkan pendekatan diferensiasi, di mana siswa dengan kemampuan berbeda diberi tugas dan pendekatan belajar yang disesuaikan. Hal ini sesuai dengan pendapat Mulyasa . yang menyebutkan bahwa pendekatan diferensiasi sangat penting dalam Kurikulum Merdeka di mana memberikan ruang bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik individu peserta didik. Pada evaluasi pembelajaran, guru menggunakan berbagai bentuk asesmen seperti asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Asesmen diagnostik dilakukan di awal untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa. Asesmen formatif digunakan untuk memantau perkembangan selama proses pembelajaran yang dapat berupa pemberian LKPD (Lembar Kerja Peserta Didi. yang dikerjakan secara individu yang ditunjukkan oleh Gambar 4. serta asesmen sumatif yang dilakukan di akhir semester untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Gambar 3. Siswa mengerjakan LKPD secara individu Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Penilaian pembelajaran dilakukan tidka hanya berbasis tes tertulis, tetapi juga observasi, hasil kerja proyek, dan refleksi ssiwa. Proses evaluasi tersebut sesuai dengan prinsip penilaian yang menyeluruh dan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 66 Tahun 2013 dan ditegaskan oleh Hairun . bahwa penilaian harus mencerminkan proses dan hasil belajar secara menyeluruh dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Faktor-faktor pendukung keberhasilan strategi pembelajaran ini diantaranya adalah ketersediaan modul ajar yang sistematis, fleksibililtas kurikulum yang memungkinkan penyesuaian dari guru, pelatihan guru melalui Program Guru Penggerak, dan dukungan kepala sekolah serta sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Guru juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitasnya dalam mengelola kelas serta didukung oleh semangat kolaborasi antarguru. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan waktu untuk melaksanakan pembelajaran berbasis proyek, keberagaman kemampuan belajar siswa yang sangat mencolok, dan keterbatasan fasilitas teknologi yang terkadang menjadi hambatan dalam pembelajaran berbasis digital. Pengelolaan pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merancang strategi yang adaptif, kolaboratif, dan kontekstual. Hal ini memperkuat pendapat dari Mulyasa . bahwa implementasi Kurikulum Merdeka harus menekankan pada kebebasan profesional guru, pembelajarna yang berorientasi pada penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh. Dengan demikian, strategi guru dalam pengelolaan pembelajaran yang tepat akan menghasilkan proses belajar yang aktif, bermakna dan sesuai dengan kebutuhan zaman. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam pengelolaan pembelajaran IPAS kelas IV pada Kurikulum Merdeka di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar meliputi perencanaan dengan modul ajar yang terstruktur, pelaksanaan pembelajarna kontestual berbasis proyek dan diferensiasi, serta evaluasi pembelajaran melalui asesmen diagnostif, formatif, dan sumatif. Keberhasilan strategi pengelolaan pembelajaran didukung oleh adanya fleksibilitas kurikulum, pelatihan guru, dan dukungan sekolah. Sementara itu, hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan strategi pengelolaan pembelajaran meliputi keterbatasan waktu, keberagaman kemampuan siswa, dan sarana terbatas sehingga menjadi sebuah tantangan. Adapun pengelolaan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual menjadi kunci untuk dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka. DAFTAR PUSTAKA