Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 11. November 2025 ISSN: 27342488 PEMAHAMAN TEKNIK DASAR MEMAINKAN PIANIKA PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 KOTA KUPANG Fridolina Rinberthi Bere Mau1. Yohanis Devriezen Amasanan2 Email: berthibere04@gmail. com1, opatdave@gmail. Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VII SMPN 1 Kota Kupang terhadap teknik dasar memainkan pianika melalui penerapan pembelajaran berbasis praktik langsung. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus. Subjek 32 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes praktik, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan napas, penjarian, pembacaan notasi sederhana, dan kepercayaan Pembelajaran praktik langsung, demonstrasi bertahap, dan tutor sebaya efektif menciptakan pembelajaran aktif. Kata Kunci: Pianika. Teknik Dasar. Pembelajaran Musik. Tindakan Kelas. Pemahaman Siswa. ABSTRACT This study aims to improve seventh-grade studentsAo understanding of basic pianica playing techniques at SMPN 1 Kota Kupang through direct practice-based learning. This Classroom Action Research (CAR) was conducted in two cycles. Participants were 32 students. Data were gathered through observation, interviews, performance tests, and documentation. Results indicate significant improvement in breathing control, fingering, notation reading, and confidence. Practice-based learning, gradual demonstration, and peer tutoring effectively enhanced students' musical skills. Keywords: Pianica. Basic Technique. Music Learning. Classroom Action Research. Student Understanding. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan pilar fundamental dalam membentuk karakter dan potensi manusia untuk beradaptasi dengan perubahan global. Menurut Ningsih . , pendidikan adalah proses sadar dan terencana untuk mengembangkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh melalui pembelajaran yang bermakna dan berkesinambungan. Pendidikan berfungsi tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan nilainilai kemanusiaan. Pendidikan modern harus berorientasi pada pembentukan pribadi yang utuh, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Proses pendidikan diharapkan mampu melahirkan individu yang berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kemampuan sosial yang baik. Hal ini relevan dalam konteks pembelajaran seni, khususnya musik, yang menggabungkan ketiga aspek tersebut secara harmonis. Musik berperan penting dalam menumbuhkan kepekaan estetika, keterampilan motorik, serta kemampuan berinteraksi sosial siswa. Hallam dan Creech . menjelaskan bahwa pembelajaran musik meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, disiplin diri, serta rasa percaya diri peserta didik. Melalui kegiatan musik, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga menginternalisasi nilai kerja sama dan ekspresi diri. Dalam konteks pendidikan musik di sekolah menengah, pianika merupakan salah satu alat musik yang efektif digunakan untuk mengenalkan konsep melodi dan harmoni. Fauziah . mendefinisikan pianika sebagai alat musik tiup berkeyboard yang menghasilkan nada melalui tekanan udara dan interaksi jari pada tuts, sehingga membantu siswa memahami hubungan antara nada, ritme, dan koordinasi Menurut Setiawan . , pianika tidak hanya berfungsi sebagai media praktik musik, tetapi juga sebagai sarana untuk melatih koordinasi motorik halus dan kemampuan membaca Kelebihan pianika terletak pada kesederhanaannya, portabilitas, dan kemampuannya dalam mengintegrasikan teori musik ke dalam praktik langsung di kelas. Namun, hasil observasi menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memainkan pianika, terutama pada aspek pengaturan napas dan penjarian. Rahmawati . menemukan bahwa pembelajaran musik di sekolah cenderung teoretis dan kurang memberikan ruang praktik intensif. Keterbatasan waktu pembelajaran juga menjadi faktor yang menghambat penguasaan keterampilan dasar bermain alat musik tiup seperti pianika. Di SMPN 1 Kota Kupang, pembelajaran seni musik dilaksanakan sekali dalam seminggu dengan fokus pada pengenalan alat musik melodis dan vokal. Berdasarkan hasil pengamatan awal, sebagian siswa belum mampu memainkan lagu sederhana dengan benar karena kurang memahami teknik dasar seperti pengaturan napas dan pembacaan notasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pendekatan pembelajaran yang berbasis praktik langsung perlu diterapkan. Penelitian tindakan kelas (PTK) menjadi strategi yang sesuai karena memungkinkan guru melakukan refleksi berkelanjutan terhadap praktik pembelajaran dan melakukan perbaikan secara sistematis (Creswell & Poth, 2. Pendekatan praktik langsung memberi ruang bagi siswa untuk berpartisipasi aktif, bereksperimen, dan mengembangkan keterampilan melalui pengalaman belajar nyata. Putri . menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik kelompok mampu meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa dalam bermain musik. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman siswa kelas VII SMPN 1 Kota Kupang terhadap teknik dasar memainkan pianika melalui penerapan pembelajaran berbasis praktik langsung. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran musik di sekolah menengah serta menjadi acuan bagi guru seni budaya dalam menerapkan metode pengajaran yang kontekstual dan interaktif. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian terdiri atas dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus dirancang untuk memperbaiki proses pembelajaran berdasarkan hasil observasi sebelumnya (Kemmis & McTaggart, 2. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VII SMPN 1 Kota Kupang tahun ajaran 2025Ae2026. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan belajar, wawancara dengan siswa dan guru, tes praktik, serta dokumentasi foto dan catatan lapangan. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas siswa, pedoman wawancara, tes praktik pianika, dan rubrik penilaian teknik dasar bermain pianika. Aspek yang dinilai mencakup pengaturan napas, penjarian, pembacaan notasi, ekspresi, dan dinamika. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles et al. , 2. Validitas data dijaga dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan Proses refleksi dilakukan bersama guru seni musik untuk menentukan langkah perbaikan pada siklus berikutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Kota Kupang kelas VII, dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap teknik dasar memainkan pianika melalui pembelajaran praktik langsung. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, tes praktik, dan dokumentasi selama dua siklus pembelajaran. Aktivitas Siswa dalam Proses Pembelajaran Pada tahap awal kegiatan belajar, guru memberikan penjelasan dan demonstrasi mengenai teknik dasar memainkan pianika, meliputi pengaturan napas, posisi jari, dan pembacaan not sederhana. Siswa memperhatikan demonstrasi tersebut dan kemudian mencoba mempraktikkannya secara langsung. Gambar 1. Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan teknik penjarian pada pianika. Pada tahap ini beberapa siswa masih terlihat kaku dalam mengatur posisi jari dan kurang stabil dalam pernapasan. Namun, aktivitas kelas mulai lebih hidup saat siswa diarahkan untuk berlatih dalam kelompok kecil. Interaksi dalam kelompok membuat siswa yang masih kesulitan lebih berani bertanya dan mencoba. Gambar 2. Siswa berlatih memainkan pianika secara mandiri sebelum masuk latihan kelompok. Setelah itu, proses pembelajaran dilanjutkan dengan latihan dalam kelompok yang memungkinkan siswa saling membantu. Siswa yang telah menguasai materi bertidak sebagai tutor sebaya dan membantu teman yang masih kesulitan. Gambar 3. Siswa berlatih memainkan pianika dalam kelompok menggunakan metode tutor sebaya. Aktivitas ini menjadikan siswa lebih aktif berdiskusi, memberikan umpan balik, serta memperbaiki kesalahan Teknik satu sama lain. Peningkatan Kemampuan Teknik Dasar Bermain Pianika Pada siklus I, dari 32 siswa hanya 17 yang memahami teknik dasar dengan baik, sedangkan 15 siswa masih mengalami kesulitan dalam pengaturan napas, koordinasi jari, dan pembacaan not sederhana. Gambar 4. Dokumentasi pelaksanaan tes praktik pada siklus I Hasil refleksi menunjukkan bahwa focus pembelajaran perlu diarahkan pada demonstrasi ulang. Latihan yang lebih bertahap, serta pendampingan lebih intens. Pada siklus II, guru memberikan contoh permainan lagu sederhana, memperjelas Teknik penjarian serta memberikan Latihan bertahap untuk meningkatkan control napas. Pada siklus II seluruh siswa telah menunjukkan peningkatan signifikan. Mereka A Mengatur napas dengan baik A Menggunakan Teknik penjarian yang benar A Membaca dan memainkan notasi sederhana dengan lancer A Menampilkan permainan pianika dengan percaya diri. Gambar 5. Siswa memainkan lagu sederhana secara berkelompok pada siklus II Perubahan Sikap dan Kepercayaan Diri Siswa Siswa menunjukkan peningkatan keberanian, antusiasme, dan kemauan untuk Gambar 6. Wawancara siswa mengenai pengalaman selama pembelajaran Pada gambar diatas. Salah satu siswa menyampaikan bahwa ia lebih termotivasi ketika latihan dilakukan bersama-sama, karena teman sekelompok memberi semangat dan membantu ketika ia salah memainkan nada. Hal ini menunjukkan bahwa suasana belajar menjadi lebih komunikatif dan mendukung perkembangan sikap sosial. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam memainkan pianika. Latihan bertahap dan demonstrasi jelas meningkatkan kemampuan koordinasi jari dan kontrol napas Pembelajaran kelompok juga meningkatkan motivasi dan percaya diri Peningkatan kemampuan siswa dalam bermain pianika menunjukkan efektivitas penerapan pembelajaran berbasis praktik langsung. Hasil ini sejalan dengan teori belajar pengalaman Kolb . yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam proses Siswa belajar tidak hanya melalui mendengarkan instruksi, tetapi juga melalui tindakan dan refleksi terhadap hasil praktiknya. Temuan ini konsisten dengan penelitian Rahmawati . dan (Kurniawan & Lestari, 2. yang menyatakan bahwa latihan terstruktur dan demonstrasi langsung mampu meningkatkan keterampilan motorik serta pemahaman musik. Selain itu, pembelajaran praktik membantu menumbuhkan disiplin dan kerja sama antar siswa. Dalam konteks PTK, refleksi berkelanjutan menjadi kunci untuk mengidentifikasi kendala dan memperbaiki strategi pembelajaran. Hal ini terbukti meningkatkan efektivitas proses belajar di kelas dan menjadikan siswa lebih aktif dalam mengevaluasi kinerjanya sendir (Putri, 2. Secara keseluruhan, pendekatan praktik langsung, latihan terarah, dan kerja kelompok efektif meningkatkan teknik dasar memainkan pianika bagi siswa kelas VII SMPN 1 Kota Kupang. KESIMPULAN Penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman teknik dasar bermain pianika. Siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengaturan napas, penjarian, pembacaan notasi, serta kepercayaan diri. Metode demonstrasi, latihan bertahap, dan tutor sebaya menjadikan pembelajaran lebih aktif dan menyenangkan. Model ini dapat dijadikan strategi pembelajaran musik yang aplikatif bagi guru seni budaya di sekolah menengah Saran Guru disarankan terus menggunakan pembelajaran praktik langsung. Demonstrasi dan latihan bertahap perlu dipertahankan. Metode tutor sebaya dapat diterapkan secara berkelanjutan. Penelitian berikutnya dapat menggunakan media digital interaktif. Intensitas latihan mandiri dapat diteliti lebih lanjut. Penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap teknik dasar bermain pianika. Siswa mengalami peningkatan signifikan dalam aspek pengaturan napas, koordinasi jari, pembacaan notasi, dan ekspresi musikal. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam belajar musik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru seni budaya dalam mengembangkan strategi pembelajaran musik yang aplikatif dan menyenangkan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi penggunaan media digital interaktif dalam mendukung latihan alat musik melodis di sekolah. DAFTAR PUSTAKA