FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 80 Ae 86. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian HUBUNGAN HARDINESS DENGAN COPING STRATEGIES PADA SISWA SMAN 8 PEKANBARU DALAM MENGHADAPI UJIAN TULIS BERBASIS KOMPUTER The Relationship between Hardiness and Coping Strategies on SMAN 8 Pekanbaru Students in Facing Computer-Based Writing Examination Puti Bidara Suri1. Yulistini2. Nila Anggreiny3. Nelia Afriyeni4. Weno Pratama5 , . , . , . Program Studi Psikologi. Universitas Andalas . Program Studi Pendidikan Kedikteran. Universitas Andalas Diterima 11 Juli 2023 / Disetujui 20 November 2023 ABSTRACT High school students who want to enter universities can take the national selection based on test using the computer-based writing examination. When preparing for the test, students will be faced with various situations that can cause stress so it is necessary to do coping strategies. One of the personality characteristic that can influence the choice of coping strategies is hardiness. This study aims to examine the correlation between hardiness and coping strategies on SMAN 8 Pekanbaru students in facing university entrance exam with computer-based writing examination. The research method used in this study is a quantitative method in the form of correlation using Spearman Rank analysis techniques. The participants of this research were 220 students of SMAN 8 Pekanbaru who took the computer-based writing examination to enter university. The sample was obtained by proportionate stratified random sampling technique. The instrument used to collect data was the adaptation of the Brief COPE which measures three types of coping: problem-focused coping, emotional-focused coping, dysfunctional coping, and the Dispositional Resilience Scale: A Short Hardiness Scale (DRS-. The results of this study indicate that there is a significant positive correlation between hardiness and problem-focused coping . = < . r = . and emotional-focused coping . = <. r = . and a significant negative correlation between hardiness and dysfunctional coping . = <. r = -. on SMAN 8 Pekanbaru students in facing university entrance exam with computer-based writing Keywords: Hardiness, coping strategies, university entrance ABSTRAK Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi negeri dapat mengikuti Seleksi Nasional berdasarkan Tes (SNBT) dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dalam menghadapi ujian tersebut, siswa akan dihadapkan oleh berbagai hal yang dapat memicu stres, sehingga perlu dilakukannya coping strategies. Salah satu karakteristik kepribadian yang dapat berperan penting dalam mempengaruhi pemilihan coping strategies adalah hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara hardiness dengan coping strategies pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian tulis berbasis komputer. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan desain korelasional dengan teknik analisis Spearman Rank. Responden dalam penelitian ini berjumlah 220 orang siswa SMAN 8 Pekanbaru yang mengikuti UTBK, sampel didapatkan dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakuan dengan adaptasi alat ukur Brief COPE yang mengukur tiga jenis coping, yaitu problem-focused coping, emotional-focused coping, dan dysfunctional coping, serta alat ukur Dispositional Resilience Scale: A Short Hardiness Measure (DRS-. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan problem-focused coping . = <. r = . dan emotional-focused coping . = <. serta hubungan negatif yang signifikan antara hardiness dengan dysfunctional coping . =<. r =-. pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Kata Kunci: : Hardiness, coping strategies, ujian masuk perguruan tinggi FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 80 Ae 86. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian PENDAHULUAN Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang telah menyelesaikan pendidikannya dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Salah satu jalur bagi siswa untuk dapat memasuki perguruan tinggi negeri adalah melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) (Kemendikbudristek, 2. Seleksi SNBT merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi berdasarkan hasil ujian tulis dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Pada SNBT, peserta yang dapat dikatakan lulus pada seleksi ini jika nilai yang diperoleh memenuhi passing grade yang ditentukan oleh pihak universitas (Suwena. Pada jalur SNBT jumlah peserta yang diterima tidak banyak, sehingga persaingan antar seluruh peserta sangat ketat. Setiap tahunnya. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyediakan kuota daya tampung minimal 40% pada jalur SNBT dari alokasi PTN yang ada di seluruh Indonesia (Abidin & Mukminina, 2. Daya tampung yang minim menjadikan persentase peserta yang gagal pada jalur seleksi ini cukup tinggi. Data LTMPT menunjukkan terdapat 76,17% peserta yang gagal seleksi ini pada tahun 2020, sebanyak 76,22% pada tahun 2021, dan 75,93% di tahun 2022. Tingginya persentase tidak lolos dapat dirasakan sebagai stresor bagi siswa karena banyaknya siswa lain yang mengikuti jalur ini (Barseli dkk. , 2. Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) terstandarisasi . tandardized tes. yang digunakan untuk keputusan dengan risiko tinggi . igh-stake. , yakni seleksi masuk perguruan tinggi (Nisrokha, 2. Jika ujian dengan keputusan tinggi digunakan sebagai dasar kelulusan, maka dapat memicu perkembangan stres bagi siswa yang menjalaninya (Tagher & Robinson, 2. Stres pada tes terstandarisasi dapat mempengaruhi bagaimana tubuh seseorang merespon penyebab stres, yang pada akhirnya mempengaruhi performa dan kinerja siswa saat mengerjakan tes (Heissel dkk. , 2. Remaja, khususnya siswa sekolah menengah atas, memiliki tugas yang cukup berat karena mereka menghadapi serangkaian tugas dan tuntutan yang dibebankan kepada mereka baik dari sekolah, keluarga, ataupun lingkungan sosialnya (Papalia dkk. , 2. Ketidaksiapan siswa dalam menanggung beban atas tuntutan akademik dan mengikuti serangkaian jadwal yang panjang dan padat menyebabkan kejenuhan dan stres pada siswa (Nurmaliyah, 2. Stres yang berlebihan jika tidak diatasi pada tahap tertentu dapat menimbulkan berbagai masalah pada individu (Mahfar dkk. , 2. Kondisi stres terkadang dapat berdampak negatif bagi siswa seperti merusak suasana hati, gangguan kesehatan, hingga penurunan kinerja (Devi, 2. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa kelas 12 SMAN 8 Pekanbaru pada studi awal yang telah dilakukan peneliti yang menemukan bahwa dalam mempersiapkan diri untuk UTBK siswa cenderung merasa stres akibat perasaan takut seperti takut menemukan soal yang sulit, takut tidak dapat menjawab soal sehingga mendapatkan nilai yang rendah dan sulit untuk mendapatkan perguruan tinggi. Kondisi stres yang dialami siswa dapat mengganggu performa dalam mengikuti Dampak negatif dari stres dapat dihindari individu dengan melakukan coping strategies (FaAoizah & Cahyanti, 2. Coping perilaku yang diarahkan secara sadar oleh individu untuk menghilangkan gejala dari stres (Nanavaty. Verma, & Patki, 2. Terdapat beberapa jenis dari coping strategies, yakni problem-focused coping, emotional-focused coping, dan dysfunctional coping (Carver, 1. Problem-focused coping merupakan strategi yang dilakukan *Korespondensi Penulis: E-mail : putibidara@gmail. FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 80 Ae 86. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian individu untuk mengatur atau mengubah masalah yang menyebabkan stres, sedangkan emotional-focused coping dilakukan individu untuk mengatur respon emosional individu terhadap masalah, dan dysfunctional coping adalah strategi yang berfokus pada situasi stres seperti mengalihkan diri dengan kegiatan lain hingga berhenti berusaha dalam menghadapi stresor. Pemilihan dari jenis coping strategies yang akan digunakan individu dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti tipe masalah yang dihadapi, jenis kelamin, maupun kepribadian (Carver dkk. , 1. Salah satu karakteristik kepribadian yang dapat berperan penting dalam mempengaruhi pemilihan jenis coping strategies adalah hardiness (Yuliandiny, 2. Hardiness merupakan karakteristik kepribadian yang membentuk ketahanan pada individu terhadap kegagalan atau kesulitan dalam kehidupan sehari-hari (Kobasa, 1. Individu dengan karakteristik umum. komitmen, situasi dimana individu bersedia untuk berkomitmen atau terlibat dalam kegiatan atau tugas tertentu, . kontrol, keinginan individu untuk memiliki kendali atas peristiwa-peristiwa penting, dan . tantangan, sejauh mana seseorang menganggap situasi stres sebagai tantangan untuk belajar daripada sebuah ancaman (Kobasa, 1. Kepribadian hardiness membantu siswa agar mampu menghadapi situasi yang memicu stres seperti menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Abdollahi . yang menyatakan bahwa siswa dengan tingkat hardiness yang tinggi lebih mungkin untuk berkomitmen pada sekolah dan kegiatan pendidikan, bereaksi positif terhadap tantangan akademik, efektif dalam menyesuakan emosi mereka sendiri dalam menggunakan strategi koping adaptif untuk menghadapi kegagalan akademik. Maka dari itu, siswa dengan kepribadian hardiness cenderung untuk menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah. Hubungan antara hardiness dengan coping strategies dapat dilihat dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dolgova . pada remaja yang menemukan bahwa hardiness memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap problem-focused Selanjutnya penelitian oleh Hasanah . pada remaja yang berhadapan dengan hukum menemukan korelasi positif antara hardiness dan emotional-focused Sedangkan Thomassen dkk. menemukan bahwa hardiness memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan dysfunctional coping. Beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hardiness dengan coping strategies. Berdasarkan diketahui bahwa dalam menghadapi ujian masuk perguruan tinggi terdapat banyak kondisi yang akan menimbulkan tekanan dan stres bagi siswa, dimana kondisi tersebut dapat menghambat performa siswa dalam menghadapi tes yang sebenarnya. Selain itu, ditemukan juga pada siswa SMAN 8 Pekanbaru yang merasa takut untuk menghadapi UTBK sehingga timbul rasa tertekan dan stres. Maka dari pemaparan fenomena di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara hardiness dengan coping strategies pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). METODE PENELITIAN Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional. Hal ini disesuaikan dengan tujuan penelitian untuk melihat hubungan hardiness terhadap coping strategies siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 12 SMAN 8 Pekanbaru, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 12 SMAN 8 Pekanbaru yang FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 80 Ae 86. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN mengikuti UTBK. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 220 partisipan yang ditetapkan Slovin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Mayoritas partisipan dari penelitian ini adalah perempuan . %). Penelitian ini menggunakan dua skala yang telah diadaptasi sesuai dengan konteks Skala untuuk mengukur coping strategies adalah Brief COPE. Skala ini diadaptasi dari Carver . yang mencakup 14 dimensi yakni active coping, instrumental support, planning, acceptance, emotional support, humor, positive reframing, religion, behavioral disengagement, denial, selfdistraction, self-blaming, substance use, dan Skala ini terdiri dari 28 item pernyataan dengan empat alternatif rentang jawaban yakni Aubelum pernahAy. AukadangkadangAy. AuseringAy, dan Ausangat seringAy. Skala ini memiliki koefisien reliabilitas pada 828 - . Skala untuk mengukur hardiness adalah Dispositional Resilience Scale: A Short hardiness Measure (DRS-. Skala ini diadaptasi dari Bartone . yang mencakup tiga dimensi yakni control, commitment, dan challenge. Skala ini terdiri dari 15 item pernyataan dengan empat alternatif jawaban yakni AusetujuAy. Aukurang setujuAy, dan Autidak setujuAy. Skala ini memiliki koefisien reliabilitas sebesar . Data pada penelitian ini diolah secara Peneliti melakukan uji reliabilitas pada alat ukur dengan teknik alpha cronbach, validitas dilakukan dengan expert judgement, dan uji daya beda item dilakukan dengan melihat koefisien korelasi item total. Peneliti juga melakukan analisis statistik deskriptif pada kedua variabel yang Untuk melihat hubungan variabel X dengan variabel Y, peneliti melakukan uji korelasi Spearman Rank. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan hardiness dengan coping strategies pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Hasil uji normalitas penelitian ini Uji Normalitas Variabel Hardiness Coping Strategies Jenis Problem-Focused Coping Emotional-Focused Coping Dysfunctional Coping Sig. Berdasarkan tabel di atas, dapat terlihat bahwa hardiness, problem-focused coping, emotional-focused coping, dan dysfunctional coping memiliki nilai signifikansi < . Dengan demikian, variabel hardiness dan coping strategies . roblem-focused coping, emotional-focused coping, dan dysfunctiona. pada penelitian ini tidak terdistribusi secara Hasil Uji Korelasi Spearman Rank Variabel Hardiness Hardiness Hardiness Problem-Focused Coping Emotional-Focused Coping Dysfucntional Coping Sig. Korelasi . Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi hubungan antara variabel hardiness dengan coping strategies . roblem-focused coping, emotional-focused coping, dysfunctional copin. lebih kecil dari 05 . < . Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hardiness dengan problem-focused coping, emotional-focused coping, dan dysfunctional coping pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian tulis berbasis komputer. Selain itu, nilai koefisien korelasi . pada hardiness dan problem problem-focused coping adalah sebesar . 280, sedangkan pada variabel hardiness dan emotional-focused coping sebesar . Maka semakin meningkat hardiness semakin meningkat pula FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 80 Ae 86. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian kecenderungan penggunaan problem-focused coping dan emotional-focused coping pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian tulis berbasis komputer. Pada variabel hardiness dan dysfunctional coping, nilai koefisien korelasinya adalah sebesar -. Maka semakin meningkat hardiness semakin dysfunctional coping pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian tulis berbasis komputer. Berdasarkan deskriptif yang telah dilakukan, dari 220 orang siswa kelas 12 SMAN 8 Pekanbaru yang mengikuti ujian tulis berbasis komputer, terdapat 80 orang siswa . %) yang menggunakan dysfunctional coping, 74 orang siswa . %) menggunakan emotional-focused coping, dan 66 orang siswa . %) problem-focused Selain itu terdapat 120 orang siswa . %) yang memiliki tingkat hardiness rendah sedangkan sisanya sebanyak 100 orang siswa . %) memiliki tingkat hardiness yang Dari analisis statistik yang telah dilakukan, didapatkan bahwa ketiga hipotesis alternatif (H. penelitian ini diterima. Sehingga berdasarkan hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan problem-focused coping, emotionalfocused coping, dan hubungan negatif yang signifikan dysfunctional coping pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi ujian tulis berbasis komputer. Sehingga semakin meningkat hardiness semakin meningkat pula kecenderungan penggunaan problem-focused coping dan emotional-focused coping pada siswa dan semakin meningkat hardiness semakin rendah kecenderungan penggunaan dysfunctional coping pada siswa SMAN 8 Pekanbaru dalam menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dolgova dkk. pada remaja yang menemukan bahwa bahwa hardiness memiliki korelasi positif yang signifikan dengan problem-focused coping. Penelitian tersebut menyimpulkan tingkat hardiness yang tinggi pada remaja remaja untuk bertanggung jawab pada suatu masalah, pengendalian diri, serta upaya untuk menangani masalah yang dihadapi. Individu dengan hardiness yang tinggi cenderung untuk menggunakan strategi coping yang adaptif seperti persiapan, perencanaan, dan strategi positif lainnya. Penelitian oleh Hasanah . pada remaja yang berhadapan dengan hukum (ABH) menemukan bahwa hardiness memiliki korelasi positif yang signifikan dengan emotional-focused coping, hal berarti bahwa tingkat hardiness yang tinggi memungkinkan remaja untuk dapat mengatur emosinya saat berhadapan pada situasi yang memicu stres. Hal tersebut selaras dengan hasil dari penelitian ini, dimana hardiness pada siswa SMAN 8 Pekanbaru berkorelasi secara positif dengan emotional-focused Artinya, semakin tinggi hardiness maka semakin tinggi pula kecenderungan siswa untuk menggunakan emotional-focused coping saat menghadapi UTBK. Dysfunctional coping dilakukan oleh individu untuk melepaskan dirinya dari kondisi yang memicu stres, seperti menghindar atau mengalihkan diri ke Pada dysfunctional coping ditemukan memiliki korelasi yang negatif dengan hardiness. Artinya, tingkat hardiness yang tinggi dapat menurunkan kecenderungan siswa untuk menggunakan dysfunctional coping saat menghadapi UTBK. Penemuan ini sejalan dengan penelitian oleh Thomassen dkk. yang menyatakan bahwa hardiness berkorelasi secara negatif dengan coping yang berfokus pada penghindaran dan melarikan diri dari peristiwa penyebab stres. Dysfunctional coping berorientasi pada penghindaran, dimana individu lebih cenderung untuk mengabaikan keberadaan atau pengaruh dari situasi stres. Jenis coping strategy ini termasuk kepada strategi yang maladaptif saat dilakukan secara terusmenerus karena dapat berpengaruh buruk pada kesehatan mental individu (Carver, 1. seperti meningkatkan stres, kecemasan. FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 80 Ae 86. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian dan perilaku yang merusak dari waktu ke Coping yang maladaptif dapat digantikan dengan coping yang adaptif seperti problem-focused coping dan emotionalfocused coping. Individu yang menggunakan dysfunctional coping dapat diberi dorongan agar terlibat pada coping dengan orientasi yang lebih adaptif (Wadsworth, 2. Hardiness dianggap sebagai salah satu sumber adaptasi kepribadian bagi remaja pada berbagai situasi yang memicu stres serta bertanggung jawab atas kesehatan mental dan kesejahteraan remaja (Mishina, 2. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 120 orang siswa dengan tingkat hardiness yang rendah, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 100 orang memiliki tingkat hardiness yang tinggi. Kobasa hardiness pada individu dapat terbentuk melalui pengalaman hidup yang diperoleh ketika muda, individu dapat memperoleh pengetahuan intelektual serta sosial dari pengalaman tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa untuk meningkatkan hardiness, penting bagi remaja untuk memperbanyak pengalaman baik dari segi pengetahuan maupun sosial. menghadapi ujian tulis berbasis komputer (UTBK). DAFTAR PUSTAKA