P-ISSN: 2723-8202 E-ISSN: 2503-1171 Volume 9. No 1. April 2024. Page: 44-52 PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN CUTI KARYAWAN BERBASIS WEB PADA PT SARANA KREASINDO TEKNOLOGI Restu Fauzi Lesmana. Lita Lestari Utami. Manajemen Informatika. Politeknik LP3I Teknik Informatika. Universitas MaAosoem Bandung e-mail: restufauzilesmana9@gmail. *, litalestariu@gmail. Abstract [Development of Web Based Employee Leave Management Information System at PT Sarana Kreasindo Teknolog. An employee is someone who works or has worker status in an organization, company or government This individual has the responsibility to carry out the duties and obligations that have been determined by the rules and policies that apply in the workplace. Meanwhile, leave is a period of time where an employee is given permission not to come to work for a certain period of time. Providing leave is a privilege given to employees as part of company policy or applicable employment regulations. The research method used to create a web-based leave application system with research method that can be used is the system development method. This method involves steps such as requirements analysis, system design, implementation, testing, and With research inti the development of a web based leave management recorded in a systematic and perfectly monitored manner in a database. Keywords: Information System. Employee Leave. Web Based. Abstrak Karyawan merupakan seseorang yang bekerja atau memiliki status pekerja dalam suatu organisasi, perusahaan, atau instansi pemerintah. Individu tersebut memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang telah ditetapkan oleh aturan dan kebijakan yang berlaku di tempat kerja. Sedangkan cuti merupakan periode waktu dimana seorang karyawan diberikan izin untuk tidak masuk kerja dalam jangka waktu tertentu. Pemberian cuti merupakan hak istimewa yang diberikan kepada karyawan sebagai bagian dari kebijakan perusahaan atau peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Metode penelitian yang dilakukan untuk membuat sistem pengajuan cuti berbasis web dengan metode penelitian yang dapat digunakan adalah metode pengembangan sistem. Metode ini melibatkan langkah-langkah seperti analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Dengan adanya penelitian pembangunan sistem informasi manajemen cuti berbasis web ini, maka risiko kesalahan data pengajuan cuti karyawan akan berkurang karena telah dicatat secara tersistem dan terawasi dengan sempurna dalam sebuah basis data. Kata Kunci: Sistem Informasi. Cuti Karyawan. Berbasis Web. Pendahuluan Karyawan merupakan seseorang yang bekerja atau memiliki status pekerja dalam suatu organisasi, perusahaan, atau instansi pemerintah. Individu tersebut memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang telah ditetapkan oleh aturan dan kebijakan yang berlaku di tempat kerja (Ubaidillah, 2. Biasanya dipekerjakan dalam berbagai bidang dan tingkatan, seperti administrasi, keuangan, pemasaran, produksi, atau layanan publik. Karyawan berperan dalam menjalankan operasional sehari-hari, berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi, dan berinteraksi dengan rekan kerja, atasan, dan pihak terkait lainnya. Karyawan diharapkan untuk mematuhi peraturan perusahaan, menjaga etika kerja, serta menerapkan standar profesionalisme dalam menjalankan tugas. Karyawan dapat memiliki berbagai peran dan tanggung jawab, tergantung pada posisi dan fungsi mereka di dalam organisasi. Karyawan juga dapat mengikuti kebijakan dan Jurnal TIKA Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim. Vol. No. Restu Fauzi Lesmana Ae Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Cuti Karyawan Berbasis Web Pada Pt Sarana Kreasindo Teknologi prosedur yang telah ditetapkan, serta mengikuti program pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam menjalankan pekerjaan. Cuti adalah periode waktu dimana seorang karyawan diberikan izin untuk tidak masuk kerja dalam jangka waktu tertentu. Pemberian cuti merupakan hak istimewa yang diberikan kepada karyawan sebagai bagian dari kebijakan perusahaan atau peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Tujuan dari cuti adalah memberikan kesempatan bagi karyawan untuk beristirahat, mengatur keperluan pribadi, atau menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian khusus di luar lingkungan kerja (Handayani, 2. Cuti dapat memiliki berbagai jenis, seperti cuti tahunan, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti alasan penting, dan cuti di luar tanggungan negara. Cuti tahunan biasanya diberikan kepada karyawan setiap tahun sebagai hak istimewa untuk beristirahat dan mengambil waktu liburan. Sedangkan cuti sakit diberikan ketika karyawan mengalami sakit atau kondisi medis yang membutuhkan istirahat dan pemulihan. Pengajuan cuti tradisional menghadapi beberapa permasalahan yang dapat menghambat efisiensi dan kemudahan dalam proses tersebut. Pertama, penggunaan formulir fisik dalam pengajuan cuti dapat menjadi kendala karena membutuhkan waktu dan tenaga untuk mengisi formulir secara manual (Rozikin, 2. Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam pengajuan cuti dan meningkatkan risiko kesalahan dalam pengisian Kedua, proses manual dalam pengajuan cuti tradisional memerlukan banyak langkah, seperti mengajukan permohonan secara langsung kepada atasan, menunggu persetujuan, dan mengurus administrasi terkait. Proses ini dapat memakan waktu dan menghambat produktivitas karyawan serta memperlambat respons terhadap permohonan cuti. Selain itu, aksesibilitas informasi terkait cuti juga menjadi permasalahan dalam pengajuan cuti Karyawan sering kali kesulitan dalam mengakses informasi mengenai sisa cuti yang mereka miliki, jadwal cuti rekan kerja, atau kebijakan cuti yang berlaku di perusahaan. Hal ini dapat menyebabkan tidak jelasan dan kesulitan dalam merencanakan cuti dengan baik. Terakhir, pengolahan data cuti secara manual meningkatkan risiko kesalahan dan kehilangan data. Dalam pengajuan cuti tradisional, data cuti sering kali disimpan dalam bentuk fisik, seperti berkas atau lembaran kertas. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mencari dan memperbarui data cuti, serta meningkatkan risiko kehilangan atau kerusakan data. Cuti tradisional memiliki banyak kekurangan, maka dari itu dirancang pengajuan cuti secara web. Sistem manajemen cuti berbasis web memiliki beberapa keunggulan yang dapat meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam pengajuan cuti (Hamzah, 2. Implementasi sistem manajemen cuti berbasis web memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi perusahaan dan karyawan. Pertama, sistem ini meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan cuti. Proses pengajuan cuti secara online mempercepat alur kerja dan mengurangi keterlambatan dalam pengajuan serta persetujuan cuti. Karyawan dapat mengajukan cuti dengan mudah dan cepat, sedangkan atasan dapat menyetujui atau menolak permohonan cuti dengan lebih efisien (Yusmanisari, 2. Hal ini membantu mengoptimalkan penggunaan waktu dan sumber daya perusahaan. Kedua, sistem manajemen cuti berbasis web meningkatkan akurasi dan keandalan dalam pengolahan data cuti. Data cuti karyawan disimpan secara elektronik dalam sistem, mengurangi risiko kesalahan manusiawi yang terjadi dalam pengolahan data secara manual. Informasi cuti yang tercatat dalam sistem juga dapat diakses dengan mudah dan cepat, sehingga meminimalkan risiko kehilangan atau kebingungan dalam mengelola jadwal cuti. Proses pengajuan cuti menggunakan formulir fisik dan persetujuan manual dari atasan, yang memakan waktu dan menghambat efisiensi. Selain itu, sulitnya mengakses informasi terkait jadwal cuti rekan kerja dan kesulitan dalam melacak penggunaan cuti juga menjadi masalah di PT Sarana Kreasindo Teknologi. Untuk mengatasi permasalahan ini. PT Sarana Kreasindo Teknologi memutuskan untuk mengimplementasikan sistem manajemen cuti berbasis web. Setelah implementasi, sebuah studi dilakukan untuk mengevaluasi dampak dari penggunaan sistem ini. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan sistem manajemen cuti berbasis web secara signifikan meningkatkan efisiensi dalam pengajuan dan persetujuan cuti di PT Sarana Kreasindo Teknologi. Karyawan dapat mengajukan cuti secara online melalui sistem, yang mempercepat proses pengajuan dan mengurangi keterlambatan dalam persetujuan cuti oleh atasan. Dalam studi ini, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pengajuan dan persetujuan cuti berkurang sebesar 50% (Jauhari, 2. Selain itu, penggunaan sistem ini juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan cuti di PT Sarana Kreasindo Teknologi. Karyawan dapat dengan mudah mengakses informasi terkait jadwal cuti rekan kerja melalui sistem, sehingga memudahkan dalam merencanakan cuti dan menghindari tumpang tindih jadwal. Data cuti yang tercatat dalam sistem memberikan kejelasan dan bukti yang kuat terkait penggunaan cuti, sehingga meminimalkan risiko kesalahan dan meningkatkan akurasi dalam pengelolaan cuti. Informasi cuti yang tercatat dalam sistem manajemen cuti secara otomatis terintegrasi dengan sistem lain, mengurangi beban administrasi dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan cuti. Berdasarkan studi ini. PT Sarana Kreasindo Teknologi berhasil meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan cuti dengan mengimplementasikan sistem manajemen cuti berbasis web. Hasil studi ini menjadi bukti bahwa penggunaan sistem ini memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan pengelolaan cuti secara efektif dan efisien di PT Sarana Kreasindo Teknologi. Sesuai dengan paparan yang ada dalam latar belakang masalah di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan kajian penelitian dengan judul AuPembangunan Sistem Informasi Manajemen Cuti Karyawan Berbasis Web Pada PT Sarana Kreasindo TeknologiAy. Jurnal TIKA Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim. Vol. 9 No. Restu Fauzi Lesmana Ae Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Cuti Karyawan Berbasis Web Pada Pt Sarana Kreasindo Teknologi METODE Teknik Pengumpulan Data Observasi Pengumpulan data menggunakan pengamatan langsung ke lokasi penelitian. PT Sarana Kreasindo Teknologi, untuk mendapatkan informasi. Wawancara Wawancara langsung dengan pemilik untuk mendapatkan informasi tentang penggajian di PT Sarana Kreasindo Teknologi. Studi Pustaka Ini dilakukan dengan membaca, mengutip, dan menulis tentang bahan pustaka yang mendukung dan relevan dengan penggajian. Selain itu, dengan mempelajari dan memahami struktur yang relevan dengan masalah yang akan dibahas dalam pembuatan jurnal ini. Hal ini dilakukan agar penulis dapat sampai pada kesimpulan dengan dasar teori yang solid. Metode Pengembangan Sistem Metode waterfall adalah metodologi pengembangan perangkat lunak yang menawarkan pendekatan sistematik dan sekuensial untuk perangkat lunak, mulai dari analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan sistem secara keseluruhan. Analisa Kebutuhan Aplikasi Pada tahap ini, penulis melakukan analisis dengan melakukan observasi. Dari hasil observasi, penulis menemukan kebutuhan penelitian ini. Data yang dibutuhkan termasuk data absensi karyawan, penghitungan gaji, laporan keuangan penggajian untuk dilaporkan kepada pemilik, dan slip gaji untuk dibagikan kepada karyawan. Namun, penulis menggunakan sublime untuk pengembangan perangkat lunak dengan sistem basis data MySQL. Desain Aplikasi Proses ini berpusat pada desain sistem informasi penggajian karyawan yang akan digunakan. Proses desain dimulai dengan tahap Unified Modeling Language (UML). Sequence Diagram. Case Diagram, dan Activity Diagram adalah diagram yang digunakan. Dilanjutkan dengan merancang basis data dengan ERD, spesifikasi file, dan UI. Pembuatan Aplikasi Desain harus disesuaikan dengan program perangkat lunak. Pada tahap ini, penerjemah data atau pemecah masalah yang sudah dirancang harus diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman. Pengujian Aplikasi Pengujian berkonsentrasi pada perangkat lunak secara lojik dan fungsional dan memastikan bahwa setiap komponen telah diuji. Ini dilakukan untuk mengurangi kesalahan dan memastikan output yang diinginkan. Maintenance Aplikasi harus diinstal setelah dibuat. Selain itu. Anda harus melakukan perawatan komputer, seperti menginstal anti virus, menghapus dokumen yang tidak dibutuhkan dari recycle bin, menghapus program yang tidak dibutuhkan, dan mengurangi jumlah program yang berjalan saat menjalankan aplikasi penggajian. Hasil dan Pembahasan Hasil dari penelitian diuraikan dalam bentuk analisa kebutuhan sistem informasi, rancangan sistem, implentasi sistem, pengujian dan maintenance. Perancangan Sistem Use Case Diagram Pada use case diagram di bawah ini, dapat dilihat bahwa Sistem Informasi Manajemen Cuti memiliki dua pengguna, yaitu karyawan dan admin. Rancangan sistem menggunakan usecase diagram yang dapat dilihat pada gambar berikut. Jurnal TIKA Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim. Vol. 9 No. Restu Fauzi Lesmana Ae Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Cuti Karyawan Berbasis Web Pada Pt Sarana Kreasindo Teknologi Gambar 1. Use Case Diagram Sistem Pengajuan Cuti Pada aktifitas ini SDM terlebih dahulu wajib melakukan login dengan menginputkan user dan password, setelah berhasil login kemudian user dapat melakukan aktifitas melihat dashboard, laporan cuti dan logout, jika SDM ingin menyetujui pengajuan cuti maka SDM memilih menu Approval cut. Activity Diagram Activity Diagram memberikan gambaran bagaimana sistem informasi berinteraksi dengan user atau dengan sistem lain. Activity diagram memberikan gambaran bagaimana sistem informasi berinteraksi dengan user atau dengan sistem lain. Berikut merupakan activity diagram dari pengajuan cuti karyawan PT. Sarana Kreasindo Teknologi. Activity Diagram Pengajuan Cuti Karyawan Menggambarkan proses pemodelan sistem untuk membantu memahami keseluruhan proses cuti karyawan dari activity diagram. Gambar 2. Activity Diagram Pengajuan Cuti Karyawan Activity Diagram Pengelolaan Karyawan Menggambarkan proses pemodelan sistem untuk membantu memahami keseluruhan proses pengelolaan karyawan dari activity diagram. Jurnal TIKA Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim. Vol. 9 No. Restu Fauzi Lesmana Ae Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Cuti Karyawan Berbasis Web Pada Pt Sarana Kreasindo Teknologi Gambar 3. Activity Diagram Pengelolaan Karyawan Class Diagram Tabel-tabel basis data dapat dijabarkan dengan class diagram, karena tabel memiliki atribut yang menjelaskan keadaan dari suatu sistem. Struktur class diagram bisa dilihat pada gambar berikut. Gambar 4. Class Diagram Pembangunan Aplikasi Hasil Implementasi Antarmuka Dari hasil penelitian dan rancangan yang telah dilakukan oleh penulis, maka penulis membuat Sistem Informasi Pengajuan Cuti yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mempermudah dalam memproses pengajuan cuti karyawan. Sistem ini dibuat oleh penulis menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman dan basis data menggunakan MySql. Berikut merupakan pembahasan dari tampilan Sistem Informasi Pengajuan Cuti yang sudah dibuat : Jurnal TIKA Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim. Vol. 9 No. Restu Fauzi Lesmana Ae Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Cuti Karyawan Berbasis Web Pada Pt Sarana Kreasindo Teknologi Gambar 5. Tampilan Halaman Login Adapun tampilan dari halaman dashboard sebagai interface untuk masuk ke dalam sistem dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 6. Tampilan Halaman Dashboard Adapun tampilan dari halaman admin sebagai interface untuk masuk ke dalam sistem dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 7. Tampilan Halaman Admin Adapun tampilan dari halaman cuti sebagai interface untuk masuk ke dalam sistem dapat dilihat pada gambar Jurnal TIKA Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim. Vol. 9 No. Restu Fauzi Lesmana Ae Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Cuti Karyawan Berbasis Web Pada Pt Sarana Kreasindo Teknologi Gambar 8. Tampilan Halaman Cuti Adapun tampilan dari halaman setting sebagai interface untuk masuk ke dalam sistem dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 9. Tampilan Halaman Setting Adapun tampilan dari halaman pengajuan cuti untuk karyawan sebagai interface untuk masuk ke dalam sistem dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 10. Tampilan Pengajuan Cuti Untuk Karyawan Adapun tampilan dari halaman cuti karyawan sebagai interface untuk masuk ke dalam sistem dapat dilihat pada gambar berikut: Jurnal TIKA Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim. Vol. 9 No. Restu Fauzi Lesmana Ae Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Cuti Karyawan Berbasis Web Pada Pt Sarana Kreasindo Teknologi Gambar 11. Tampilan Halaman Cuti Karyawan Adapun tampilan dari halaman informasi data akun karyawan sebagai interface untuk masuk ke dalam sistem dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 12. Tampilan Informasi Data Akun Karyawan KESIMPULAN Sesuai dengan paparan yang dibahas dalam kajian penelitian ini, maka bisa dilakukan penarikan bahwa sistem informasi manajemen cuti berbasis web memiliki banyak keunggulan dalam hal efisiensi dan kemudahan pengajuan cuti. Dengan adanya sistem informasi manajemen cuti diharapkan dapat meminimal penumpukan arsip karena sudah terkelola dengan baik dan tersimpan dalam basis data perusahaan. Namun, keberhasilan penggunaan sistem ini tergantung pada ketersediaan akses internet yang baik, kemampuan teknis karyawan, dan keamanan data yang memadai. Dengan memperhatikan kekurangan yang ada, perusahaan dapat memastikan bahwa implementasi sistem ini memberikan manfaat yang maksimal bagi karyawan dan perusahaan. DAFTAR PUSTAKA