Jayapangus Press Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin Volume 3 Nomor 4 . ISSN : 2798-7329 (Media Onlin. Sradha dan Bhakti Dalam Mencegah Penyalahgunaan Media Sosial Ida Ayu Nyoman Widiastuti1. Ni Made Raimahayanti2 Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Indonesia SD Negeri 1 Berembeng. Bali. Indonesia dayuwidia32@gmail. Abstract The development of technology and information is also felt with the existence of smartphones which can make it easier to disseminate information. With just one hand, you can now get information quickly, regardless of distance and time. Social media has actually been around for a long time, but now it has become more advanced and there are many social media options that can be chosen and accessed. However, social media also has a negative impact due to misuse of social media. We can suppress the negative influence of social media abuse by upholding our belief in God Almighty. To prevent the negative influence of social media abuse among society, it is necessary to strengthen and increase Sradha and Bhakti so that they are in accordance with the teachings of Hinduism. This research uses descriptive qualitative research. This social media can be used as a means of modern communication technology. Sradha and Bhakti in Hindu religious teachings can also be applied in preventing misuse of social media and can also be applied in the modern era like today. One religious teaching that can be used to prevent misuse of social media is by applying the teachings of Catur Marga Yoga, which is the path to God. One of the teachings of Bhakti Marga is the path to God with our devotion to Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Apart from that, it can also be applied by applying the teachings of Nawa Widha Bhakti or nine ways to show devotion to Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Thus, through the application of Sradha and Bhakti it can be used as a way to prevent misuse of social media. Keywords: Sradha. Bhakti. Social Media Abstrak Perkembangan teknologi dan informasi dirasakan juga dengan adanya smartphone yang dapat mempermudah dalam penyebaran informasi. Melalui satu genggaman saja kini dapat memperoleh informasi secara cepat, tanpa memandang jarak dan waktu. Media sosial sesungguhnya dari dahulu sudah ada, namun kini sudah semakin maju dan banyak pilihin media sosial yang dapat dipilih serta diakses. Namun media sosial ini juga memberikan dampak negatif akibat penyalahgunaan media sosial. Pengaruh negatif dari penyalahgunaan media sosial dapat kita tekan dengan menjunjung tinggi keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mencegah pengaruh negatif penyalahgunaan media sosial, dikalangan masyarakat, dibutuhkan suatu penguatan dan peningkatan Sradha dan Bhakti agar sesuai dengan ajaran agama Hindu. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Media sosial ini dapat digunakan sebagai sarana teknologi komunikasi modern. Sradha dan Bhakti dalam ajaran agama Hindu dapat diterapkan pula dalam mencegah penyalahgunaan media sosial serta dapat pula diterapkan di era modern seperti sekarang ini. Salah satu ajaran agama yang dapat digunakan untuk mencegah penyalahgunaan media sosial yakni dengan menerapkan ajaran Catur Marga Yoga yang merupakan jalan untuk menuju Tuhan. Salah satunya ajaran Bhakti Marga jalan menuju Tuhan dengan Bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu juga dapat diterapkan dengan menerapkan ajaran Nawa Widha Bhakti atau sembilan cara untuk menunjukan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian melalui https://jayapanguspress. org/index. php/metta penerapan Sradha dan Bhakti dapat digunakan sebagai cara untuk mencegah penyalahgunaan media sosial. Kata Kunci: Sradha. Bhakti. Media Sosial Pendahuluan Dewasa ini seluruh kebutuhan dan kehidupan masyarakat telah terimbas gempuran modernisasi. Secara perlahan masyarakat telah meninggalkan sistem tradisional dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pembaharuan ini dapat dirasakan dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, bahkan agama. Hal ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang pesat. Sehingga dapat mempermudah manusia dalam memenuhi serta menjalankan aktivitasnya. Misalnya saja dalam perkembangan teknologi yang biasa kita gunakan salah satunya televisi, yang semakin tahun mengalami pembaharuan dalam setelannya. Tidak hanya digunakan dalam menonton siaran televisi saja akan tetapi sudah terdapat fitur-fitur hiburan lainnya. Perkembangan teknologi dan informasi dirasakan juga dengan adanya smartphone yang dapat mempermudah dalam penyebaran informasi. Melalui satu genggaman saja kini dapat memperoleh informasi secara cepat, tanpa memandang jarak dan waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Widiasih . , menyatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan terdapat 240 juta perangkat di Indonesia, melebihi jumlah penduduk negara yang berjumlah sekitar 230 juta jiwa. Berdasarkan data tersebut, jumlah ponsel pintar atau gadget lebih banyak dibandingkan jumlah penggunanya, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki banyak ponsel atau gadget. Ponsel pintar berfungsi sebagai teknologi yang meningkatkan transparansi dalam tindakan manusia dan memfasilitasi hubungan yang lebih cepat dan lebih dekat antar individu di lokasi berbeda. Seiring berjalannya waktu, teknologi komunikasi kontemporer terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan menggunakan smartphone atau gadget. Anda bisa melakukan banyak aktivitas, termasuk memanfaatkan aplikasi jejaring sosial. Media sosial telah ada sejak lama, namun belakangan ini mengalami kemajuan yang signifikan, sehingga menghasilkan beragam kemungkinan yang dapat dipilih dan diakses oleh pengguna. Masyarakat dapat memanfaatkan platform media sosial untuk terlibat dalam interaksi dan komunikasi di dunia maya. Selain itu, juga dapat berfungsi sebagai platform interaksi jual beli online yang nyaman dan fleksibel. Ini memiliki banyak keuntungan. Namun kemajuan teknologi dan informasi mempunyai dampak yang menguntungkan dan merugikan. Kemajuan ini menumbuhkan rasa ketergantungan di antara individu, yang mengarah pada persepsi kelambanan dan rasa berhak karena semua kebutuhan mereka dapat dengan mudah dipenuhi melalui inovasi teknologi ini. Selain itu, dampak buruk yang ditimbulkan adalah mendorong oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan tindakan kriminal, seperti penipuan, penyebaran informasi palsu . , atau yang biasa disebut dengan cybercrime sehingga memakan banyak korban. Oleh karena itu, ketergantungan ini akan menimbulkan konsekuensi merugikan yang signifikan dan harus dihindari atau Untuk mengurangi dampak buruk penyalahgunaan media sosial, kita dapat menjunjung tinggi keyakinan kita yang teguh pada kuasa ilahi Tuhan. Dalam skenario ini, agama berfungsi sebagai pedoman moral bagi individu, memungkinkan mereka untuk secara konsisten membuat pilihan etis. Selain itu, manusia dapat memanfaatkan kemajuan teknis dan penyebaran pengetahuan untuk kepentingan mereka. Ilmu pengetahuan ajaran agama Hindu diturunkan langsung dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan selanjutnya diteruskan kepada maharsi melalui wahyu ilahi, hingga akhirnya sampai ke seluruh umat https://jayapanguspress. org/index. php/metta manusia. Untuk memitigasi dampak buruk penyalahgunaan media sosial terhadap masyarakat, sangat penting untuk membina dan meningkatkan Sradha dan Bhakti yang selaras dengan prinsip-prinsip agama Hindu. Dalam esai ini, kami bertujuan untuk mengeksplorasi metode untuk meningkatkan makna Sradha dan Bhakti sebagai sarana untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, kami akan membahas batasan penggunaan media sosial dan menghindari keterlibatan dalam aktivitas yang provokatif. yang dapat mengganggu proses kognitif individu. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Penelitian kualitatif melibatkan penggunaan bahasa dan analisis untuk menarik kesimpulan deskriptif dan memahami jawaban Menurut Danim . menyatakan bahwa sebuah penelitian yang dilakukan telah mengidentifikasi kategori-kategori tertentu yang dapat digunakan untuk memilih dan mengatur data. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan ajaran Sradha dan Bhakti sebagai sarana untuk mencegah penyalahgunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder sebagai sumber data primernya. Sumber data sekunder merujuk pada buku, majalah, jurnal terakreditasi, tulisan internet, dan hasil penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Sumber-sumber tersebut harus memenuhi persyaratan penulis dan relevan dengan penelitian yang dilakukan. Dalam hal ini penulis terutama menggunakan buku-buku yang membahas tentang penerapan ajaran Sradha dan Bhakti dalam mencegah penyalahgunaan media sosial. Metodologi pengumpulan data merupakan suatu metode untuk memperoleh informasi dan digunakan untuk tujuan melakukan penelitian (Satori dan Komariah, 2. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kepustakaan untuk perolehan data. Setelah data diperoleh dan disusun menjadi naskah ilmiah, penulis akan melanjutkan dengan analisis data. Menurut Moelong . mendefinisikan teknik analisis data sebagai proses sistematis dalam mengklasifikasikan rangkaian data, menyusunnya melalui interpretasi untuk memperoleh wawasan yang bermakna, menjelaskan pola dalam deskripsi, dan mengidentifikasi hubungan antar dimensi data yang berbeda. Berdasarkan penelitian penulis, mereka ingin mengumpulkan informasi yang luas dengan memberikan penjelasan yang komprehensif tentang bagaimana Sradha dan Bhakti dapat dimanfaatkan untuk menghindari penyalahgunaan media sosial. Hal ini selanjutnya akan diberikan sebagai puncak analisis data, yang menandai tahap akhir dari upaya penelitian ini. Analisis dalam penelitian ini disajikan secara komprehensif, memberikan kumpulan materi yang ringkas dan mudah dipahami. Hasil dan Pembahasan Media Sosial Sarana Teknologi Komunikasi Modern Aspek terpenting dalam kehidupan manusia adalah komunikasi, karena mampu memfasilitasi interaksi antar individu. Komunikasi memfasilitasi ekspresi pandangan dan isu, memungkinkan pembentukan kehidupan sosial. Komunikasi memfasilitasi ekspresi identitas seseorang untuk menjalin hubungan sosial dan berpotensi membentuk pikiran dan tindakan orang lain sesuai keinginannya. Ada beberapa arti komunikasi, khususnya: Menurut Holland. Janis dan Kelley komunikasi adalah sebuah proses dalam seseorang menyampaikan pesan atau syarat . alam bentuk kata-kat. dengan tujuan mengubah dan membentuk perilaku orang lain. Pendapat yang sama diperoleh dari Webster New Collogiate Dictionary menjelaskan bahwa komunikasi merupakan suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui lambang- lambang, tanda-tanda atau tingkah laku (Fajar, 2. https://jayapanguspress. org/index. php/metta b. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dan dapat dilihat dari segi transmisi komunikasi dimana informasi tersebut dapat diterima oleh pendengarnya, namun selain itu komunikasi juga dapat berupa proses penyampaian gagasan dari satu orang ke orang lain pendapat yang ada. Komunikator berperan dalam menentukan keberhasilan komunikasi, dan komunikator atau penerima pesan berperan sebagai objek pasif (Lanani, 2. Pengertian di atas menyatakan bahwa komunikasi adalah tindakan atau tingkah laku seseorang yang menggunakan simbol dan tindakan untuk menyampaikan suatu informasi atau pesan, dan keberhasilan penyampaian suatu informasi tergantung pada komunikator atau orang yang menyampaikan pesan tersebut. Seiring berjalannya waktu, bidang komunikasi telah mengalami banyak transformasi. Komunikasi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Revolusi komunikasi global telah berdampak besar pada seluruh aspek kehidupan manusia, seiring dengan terus bermunculannya kemajuan teknologi komunikasi. Berbagai revolusi telah terjadi, namun yang paling menonjol adalah kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informasi. Pemanfaatan satelit dan komputer telah membawa kemajuan teknologi komunikasi, memungkinkan komunikasi instan dan efisien melintasi batasan geografis dan waktu. Menurut Ploman Nasution, . mengidentifikasi tiga elemen kunci yang menentukan kemajuan teknologi Fleksibel dan memungkinkan orang untuk memilih dari berbagai metode dan alat untuk memenuhi kebutuhan komunikasi manusia, memungkinkan orang untuk memutuskan sendiri jenis teknologi komunikasi apa yang mereka butuhkan. Adanya kombinasi teknologi dengan berbagai macam metode dan sistem yang berbeda selama ini, dalam artian bahwa berbagai bentuk jenis transfer komunikasi dan informasi dilakukan pengkombinasian atau penggabungan kedua teknologi tersebut. Kecenderungan ke arah desentralisasi dimana terjadi peristiwa individualisme dalam konsep dan pola pemakaian teknologi komunikasi. Adanya ciri-ciri kemajuan teknologi komunikasi telah mempengaruhi kehidupan masyarakat di beberapa bidang penerapannya yaitu: Bidang Pendidikan Pemerintah kini memprioritaskan sektor pendidikan karena signifikansinya sebagai tolok ukur kemajuan suatu negara dan perannya dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia. Indonesia memerlukan inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan dan meningkatkan taraf pendidikan, khususnya dengan diterapkannya sistem kurikulum pembelajaran otonom oleh pemerintah. Sistem ini memanfaatkan berbagai aplikasi untuk memudahkan pelaksanaan sistem pembelajaran. Dalam penerapan kurikulum merdeka menitik fokuskan kepada siswa yang memiliki peranan yang lebih besar atau biasa disebut dengan student center. Adanya teknologi komunikasi modern memiliki andil yang begitu besar dalam penerapan kurikulum merdeka ini selain memiliki manfaat bagi siswa dalam mengembangkan potensinya. Aspek penting dalam penerapan kurikulum belajar mandiri adalah memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menyediakan sumber belajar mengajar bagi siswa dan guru (Manfredo, 2. Inilah yang disebut dengan platform pengajaran mandiri (PMM). Teknologi komunikasi mencakup berbagai alat dan platform seperti media internet, media sosial, email, website, blog. Google Classroom. Edmodo, kuis, dan bentuk media telekomunikasi lainnya. Dalam kutipannya. Husain . mengemukakan bahwa internet dapat berfungsi sebagai media pengajaran dengan ciri khasnya. Pertama, berfungsi sebagai media interpersonal, memfasilitasi komunikasi antar individu. Kedua, bersifat interaktif, memungkinkan keterlibatan dan partisipasi aktif. Terakhir, memungkinkan komunikasi langsung, memungkinkan siswa untuk terhubung dengan https://jayapanguspress. org/index. php/metta beragam sumber pengetahuan (Jaslene, 2. Yang penting, interaksi ini dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Sekolah dan universitas sudah banyak memanfaatkan teknologi komunikasi yaitu e-learning. E-learning, yang juga dikenal dengan pembelajaran online, memanfaatkan berbagai bentuk media seperti audio, video, dan telekonferensi. Kwartolo . , menyatakan e-learning atau pembelajaran online adalah sistem pendidikan digital yang memungkinkan siswa mengakses materi dan juga memfasilitasi proses pembelajaran dengan memantau dan mengevaluasi kemajuannya. Proses pembelajaran elearning memiliki berbagai keunggulan, antara lain: . akses terhadap pengetahuan . komunikasi interaktif antara guru dan siswa. kemampuan berinteraksi dari lokasi mana pun dan kapan pun. Sebuah inovasi diperkenalkan di bidang pendidikan (Irwandani & Juariah, 2. dimana media sosial Instagram dimanfaatkan untuk pembelajaran fisika. Fisika, sebagai mata pelajaran yang menantang bagi siswa, telah dibuat lebih mudah diakses melalui pembuatan meme komik fisika. Pendekatan inovatif ini memanfaatkan media sosial Instagram untuk meningkatkan pengalaman belajar dan menjadikannya lebih menyenangkan. Berdasarkan kajian-kajian di atas, terlihat bahwa teknologi komunikasi berperan penting dalam memperlancar proses pembelajaran, khususnya dalam penerapan kurikulum pembelajaran otonom. Bidang Ekonomi Kemajuan teknologi komunikasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap sektor perekonomian, yang sangat erat kaitannya dengan aktivitas komersial dan keuangan. Perusahaan swasta, selain sektor pemerintah, secara konsisten terlibat dalam penemuanpenemuan baru, menggunakan teknologi komunikasi untuk memajukan operasi perusahaan mereka. Layanan transportasi Gojek. Grab, dan Maxi memanfaatkan kemajuan teknologi dan peningkatan informasi. Aplikasi ini tidak hanya dimanfaatkan dalam bidang transportasi saja, namun juga untuk pemesanan makanan, layanan pengantaran barang, dan berbagai keperluan lainnya. Menurut Septanto . , berbagai pemangku kepentingan mendapatkan manfaat dari pemanfaatan layanan ojek online. perusahaan ini, para pengusaha ojek online hanya menerima sebagian kecil dari pendapatan yang dihasilkan dari mengoperasikan ojeknya. Kehadiran usaha ojek online membawa manfaat yang signifikan baik bagi konsumen maupun pengemudi ojek yang mencari peluang keuntungan finansial. sebuah bisnis memfasilitasi opsi pemesanan yang nyaman dan fleksibel, tersedia di lokasi dan waktu mana pun. Bidang Agama Meluasnya penggunaan komunikasi sangat mempengaruhi keinginan individu untuk mempelajari ajaran agama. Saat ini, penyebaran doktrin agama juga dapat difasilitasi melalui pemanfaatan media sosial, televisi, radio, dan teknologi komunikasi Rajab . mengemukakan bahwa media teknologi komunikasi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan ajaran agama melalui ceramah, sehingga memungkinkan individu mengakses bimbingan agama di mana saja dan kapan saja, sehingga meningkatkan keimanan mereka kepada Tuhan. Menurut Halim dan Rahim . , ada beberapa halaman web yang berfungsi sebagai platform untuk berbagi kegiatan dan informasi keagamaan. Pengguna internet dapat dengan mudah mengakses situs web ini untuk menemukan konten yang mereka butuhkan. Berkat menjamurnya aplikasi yang beragam, penyebaran ajaran agama menjadi lebih mudah. Platform seperti TikTok. YouTube. Instagram, dan lainnya menawarkan konten menarik yang memfasilitasi pemahaman konsep agama yang lebih baik, sehingga memfasilitasi penyebaran agama. Selain itu, internet memfasilitasi perolehan pengetahuan, keyakinan, keprihatinan hidup, dan cita-cita keagamaan melalui forum keagamaan. Hal ini menunjukkan peran penting teknologi komunikasi kontemporer dalam memfasilitasi akses terhadap pengetahuan agama. https://jayapanguspress. org/index. php/metta d. Bidang Sosial & Budaya Teknologi komunikasi telah memberikan dampak signifikan terhadap interaksi manusia dan budaya, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensinya. Hal ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya, kemajuan teknologi komunikasi telah memperkenalkan nuansa dan nilai-nilai budaya yang berdampak pada preferensi dan cara hidup individu. Menurut Ngafifi . , semakin banyak individu yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk interaksi sosial. Hal ini mencakup aktivitas seperti membuat situs web, blog, dan grup Facebook dalam komunitas tertentu untuk membina persahabatan dengan sesama warga. Selain itu, orang-orang menggunakan platform media sosial seperti Facebook untuk mengatur dan menghadiri acara nonton Selain itu, teknologi internet digunakan untuk mempromosikan dan memasarkan budaya dan produk suatu daerah tertentu, dengan tujuan untuk mendapatkan pengakuan di tingkat lokal dan internasional. Hal ini pada gilirannya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap status ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian Kurniasih . Ron Jones mengidentifikasi empat kategori media sosial yang berbeda: berita sosial, berbagi sosial, jejaring sosial, dan bookmark Media sosial memungkinkan konversi pengalaman kehidupan nyata menjadi interaksi virtual, memungkinkan individu untuk secara bebas bertukar informasi dan berinteraksi dengan orang lain tanpa dibatasi oleh biaya, jarak, atau waktu. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah dan kapan saja dan di mana saja. Media sosial banyak digunakan untuk tujuan mempromosikan pendidikan, pariwisata, menyebarkan informasi ekonomi, sosial, budaya, dan memberikan informasi yang berkaitan dengan undangundang pemerintah. Penggunaan media sosial mempunyai banyak dampak bagi penggunanya, bisa positif atau merugikan. Potensi pengaruh media sosial, baik positif maupun negatif, bergantung pada pemanfaatannya. Media sosial sangat marak di kalangan remaja, khususnya pelajar, dan juga merupakan aktivitas yang menimbulkan kecanduan pada penggunanya. Terkadang, individu menjadi tidak sadar akan berlalunya waktu ketika terlibat dalam aktivitas media sosial. Ngafifi dalam penelitian Sulidar . mengemukakan bahwa kemajuan teknologi akan berdampak buruk pada unsur sosial Terjadi menurunnya moral dikalangan masyarakat, utamanya dalam kalangan remaja dan pelajar. Semakin meningkatnya penyimpangan di kalangan remaja sehingga semakin melemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di kalangan masyarakat. bentukbentuk penyimpangan yang terjadi seperti halnya: perkelahian, bullying, pelanggaran lalu lintas, kenakalan remaja, dan masih banyak lainnya. Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer maupun telepon genggam pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Dampak yang disebutkan di atas lazim terjadi di kalangan pelajar. Tidak hanya pada kalangan pelajar saja, bahkan kini balitapun sudah mahir menggunakan ponsel dan berinteraksi dengan media sosial. Saat ini, sejumlah siswa menghadapi tantangan dalam melepaskan diri dari telepon karena ketergantungan mereka pada telepon. Memang benar, ada banyak orang yang, saat berkumpul bersama keluarga, tidak terlibat dalam percakapan atau komunikasi satu sama lain. Mereka sibuk berinteraksi dengan perangkat seluler masing-masing. Memang, sangat penting bagi sebuah keluarga untuk terlibat dalam percakapan, tawa, dan bercanda. Selain dampak buruknya, ada juga dampak Sebagaimana dikemukakan Khairunnisa . dalam sebuah publikasi pendidikan, dampak manfaatnya adalah: https://jayapanguspress. org/index. php/metta a. Anak-anak mampu belajar cara beradaptasi. Anak-anak mampu belajar bersosialisasi dengan publik. Dapat mengelola jaringan pertemanan . emperbanyak teman atau bertemu kembali dengan teman lam. Memudahkan anak dalam kegiatan belajar kapanpun dan dimanapun. Dapat menjadi sarana berdiskusi dengan teman mengenai tugas tugas sekolah dengan tidak memandang jarak dan waktu. Memanfaatkan media sosial secara bijaksana dan efektif dapat memberikan hasil yang baik. Namun, ada sebagian orang yang tidak mampu menyadari dampak baik media sosial dan malah hanya merasakan dampak negatifnya. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kearifan atau kegagalan dalam menerapkan kebijaksanaan dalam penggunaan media sosial. Akibat ketidakpatuhan terhadap norma-norma yang ditetapkan oleh banyak pengguna dan pengguna video share, terdapat kecenderungan penghancuran diri karena mereka mengkonsumsi konten yang mengedepankan hal-hal positif dibandingkan hal-hal Untuk mencegah penyalahgunaan tersebut, maka perlu mengkaji secara menyeluruh norma dan ajaran agama. Sradha dan Bhakti dalam Ajaran Agama Hindu Pendidikan agama Hindu memainkan peran penting dalam mendorong perkembangan kognitif individu, khususnya di kalangan anak kecil. Kemajuan kognitif ini berkaitan dengan pembentukan karakter yang berkembang sepenuhnya dengan keyakinan yang teguh dan fisik yang tangguh. Kegagalan dalam mengatasi keadaan kognitif ini akan mengakibatkan dampak buruk pada ranah psikologis. Kerentanan ketahanan mental seseorang dapat diatasi melalui proses peningkatan pertumbuhan keagamaan dan spiritual. Pendidikan agama Hindu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan pola pikir keagamaan dan spiritual, serta meningkatkan pemahaman terhadap prinsip dan ajaran agama. Pendidikan agama mencakup lebih dari sekedar menanamkan pengetahuan agama dan mengembangkan kemahiran dalam berdoa. Meskipun demikian, tujuan utama pendidikan agama jauh lebih luas, khususnya berpusat pada pembentukan kepribadian anak-anak dan pembinaan karakteristik kognitif dan perilaku mereka. Penanaman pertumbuhan kognitif ini sangat penting bagi siswa untuk membentuk, menopang, dan meningkatkan keadaan spiritualnya guna menumbuhkan Sradha Bhakti terhadap Hyang Widhi/Tuhan (Perbowosari, 1. Pendidikan agama Hindu adalah suatu pendekatan pendidikan yang berpusat pada prinsip dan ajaran agama Hindu. Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan pertumbuhan dan perkembangan mental dengan meningkatkan Sradha . dan pengabdian kepada dewa Hyang Widhi. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan karakter, membentengi kepribadian, menumbuhkan rasa nasionalisme yang kuat, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Pentingnya membekali siswa sejak dini agar tidak menyimpang dari jalan yang Pembinaan adalah proses pendidikan yang disengaja dan sistematis, mencakup metode formal dan non-formal, yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan karakter yang utuh dan meningkatkan keterampilan seseorang, berfungsi sebagai sarana untuk perbaikan diri dan pengembangan diri. Perkembangan peserta didik mencakup seluruh proses dan kegiatan yang terlibat dalam perencanaan, pengembangan, pengarahan, pemanfaatan, dan pengendalian berbagai aspek secara efisien dan efektif untuk mencapai kesejahteraan jasmani dan kepuasan rohani sesuai dengan keyakinan agama. Pendidikan agama Hindu sangat penting untuk pertumbuhan kognitif siswa Hindu. Pendidikan agama Hindu berfungsi sebagai sarana untuk mengatur dan mencegah perilaku siswa yang tidak https://jayapanguspress. org/index. php/metta diinginkan, dan dapat dilakukan di berbagai lingkungan, termasuk di sekolah. Prinsip dasar ajaran pendidikan agama Hindu bersumber dari struktur dasar agama Hindu itu sendiri, yang meliputi Tattwa/filsafat, etika/moral, dan ritual/upacara (Perbowosari. Ketiga unsur ini membentuk suatu rangkaian yang saling berhubungan, mirip dengan struktur telur. Dalam analogi ini, tattwa atau filsafat melambangkan kuning telur, etika/moral melambangkan putih telur, dan upacara ritual melambangkan kulit telur. Jika ada sebagian telur yang hilang atau rusak, maka kondisi telur tidak akan maksimal. Ajaran agama yang tidak mengandung filsafat atau tattwa menghambat pengkajian hakikat agama yang sebenarnya. Sebab, tattwa atau filsafat agama mendalami pemeriksaan hakikat Tuhan dan kebenaran agama itu sendiri melalui penalaran logis dan kontemplasi. Demikian pula, agama yang tidak memiliki etika atau moral menyiratkan bahwa agama tersebut tidak akan mengedepankan perdamaian, karena ajaran etika memerintahkan penganutnya untuk selalu berperilaku jujur, sehingga membina hubungan yang harmonis antar individu. Ritual dan ritual mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia. Dalam agama Hindu, upacara yang disebut yadnya dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan membalas kemurahan hati Hyang Widhi atau yang dikenal sebagai Tuhan. Upacara yang disebut yadnya merupakan suatu pengorbanan khidmat yang dilakukan manusia dengan penuh keikhlasan, sebagai persembahan kepada Hyang Widhi, wujud Tuhan yang telah menganugerahkan segala sesuatu kepada kita. Agama tidak akan sempurna tanpa adanya upacara atau yadnya, yaitu pengorbanan ikhlas yang dilakukan manusia untuk menghormati dan mempersembahkan persembahan kepada Hyang Widhi. Yang Maha Pemberi Segalanya. Agama tidak sempurna jika tidak ada ritus atau yadnya. Ketiga kerangka dasar ajaran agama Hindu tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sangat penting untuk memasukkan hal ini ke dalam kurikulum sekolah sebagai sarana untuk meningkatkan pendidikan agama, sebuah tugas yang menjadi tanggung jawab para pendidik Hindu. Guru agama Hindu memainkan peran penting dalam menanamkan tiga kerangka dasar ini kepada siswa, yang menjadi landasan penting untuk menjalani kehidupan bermasyarakat di masa depan. Pembinaan adalah proses pendidikan yang disengaja dan terorganisir, mencakup metode formal dan informal, yang bertujuan untuk mengidentifikasi, membina, membimbing, dan meningkatkan individu yang utuh dengan perpaduan yang harmonis antara bakat, kecenderungan, aspirasi, dan Untuk memajukan dan memajukan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, dengan tujuan mencapai harkat dan martabat kemanusiaan yang setinggitingginya, keunggulannya, dan kemandiriannya. Inisiatif ini ditujukan kepada pelajar, khususnya generasi muda, termasuk pelajar Hindu yang dianggap sebagai penerus masa depan bangsa. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan dalam diri mereka rasa sraddha . dan ketaqwaan, serta mendorong mereka untuk memasukkan ajaran agama ke dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Tujuannya adalah untuk mengembangkan karakter mereka dan menanamkan dalam diri mereka nilai-nilai moral Pancasila. Peran guru agama sebagai pembimbing siswa meliputi pelaksanaan secara efisien dan efektif seluruh tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan perencanaan, pengembangan, pengarahan, pemanfaatan, dan pengawasan guna mencapai kesejahteraan jasmani dan kepuasan rohani sesuai dengan prinsip agama Hindu. Agama Hindu membekali umatnya dengan prinsip-prinsip untuk mengarungi kehidupan di dunia sekaligus menumbuhkan rasa percaya dan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Agama Hindu mencakup lima keyakinan inti, yang biasa disebut dengan Panca Sradha. (Mudana & Dwaja, 2. Panca Sradha menjadi landasan untuk mencapai tujuan akhir hidup melalui penerapan lima inti https://jayapanguspress. org/index. php/metta keyakinan Hindu: Brahman. Atman. Karma Phala. Punarbawa, dan Moksa. Menurut Sudarsana & Arwani . , salah satu cara untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah melalui praktik lantunan dharmagita oleh remaja Hindu. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun juga menumbuhkan internalisasi nilai-nilai karakter seperti toleransi, religiusitas, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan pengendalian Agama didasarkan pada lima keyakinan penting yang harus dijunjung tinggi. Pertama, keyakinan akan keberadaan Tuhan. Kedua, keyakinan akan adanya Atman. Ketiga, keyakinan akan adanya karmaphala. Keempat, kepercayaan akan adanya kelahiran kembali. Terakhir, keyakinan akan kebebasan dunia. Dalam teks yang diberikan. Dewi . menegaskan bahwa Bhisma Parwa menjadi landasan praktik penerapan Panca Sradha dalam agama Hindu. Kisah ini termasuk contoh pertama Panca Sradha yang menyangkut kepercayaan akan keberadaan Brahma, sebagaimana disebutkan dalam kutipan berikut: Sri Krisna yang melihat keragu- raguan. Arjuna dalam pertempuran menunjukan dirinya di depan Arjuna sebagai wujud kedewataan. Arjuna terheran-heran, merinding dan kemudian menyembah. Memuji Sri Krsna yang sungguh luar biasa. Semua dewata ada pada setiap bagian-bagian tubuh Sri Krisna (Bhisma Parwa, 2. Bhagawan Bhisma menasehati Duryodhana yang telah menyinggung perasaannya. Mengatakan bahwa Duryodhana tidak akan mendapatkan kemenangan Sebab Pandawa telah dijaga oleh Sri Krsna yang merupakan perwujudan manusia Dewa Wisnu (Bhisma Parwa, 2. Meningkatkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam agama Hindu dapat dilakukan dengan mengikuti penjelasan di atas, yaitu penguatan Sradha sebagai aspek fundamental agama Hindu untuk mengatur kecenderungan batin dan menumbuhkan semangat toleransi terhadap orang lain. Sedangkan Bhakti Yoga adalah metode menyatunya Atman dengan Brahman melalui pengabdian mendalam kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Istilah "Bhakti" mencakup konsep penghormatan, kepatuhan, penyerahan diri, pemujaan, pengabdian, dan kasih sayang. Seorang Bhakta, yang mengikuti Bhakti Marga, menunjukkan pengabdian dan rasa hormat dengan bersujud dan mengungkapkan cinta. Mereka beribadah dan berdoa dengan penuh penyerahan diri, mempersembahkan jasmani dan rohani sebagai kurban suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kasih sayang yang mendalam disebut dengan maitri (Mudana & Dwaja, 2. Bhakti Yoga dikenal juga dengan nama Bhakti marga adalah ajaran agama Hindu yang merupakan bagian dari Catur Marga. Catur Marga merupakan kerangka konseptual yang mencakup empat jalan untuk berhubungan dengan Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Was. Keempat jalur tersebut adalah: . Bhakti Marga, yang berfokus pada pengabdian dan pemujaan, . Karma Marga, yang menekankan tindakan tanpa pamrih, . Jnana Marga, yang berpusat pada pengetahuan dan kebijaksanaan, dan . Raja Marga, yang melibatkan praktik. dan pengendalian pikiran. Keempat jalur tersebut mewakili tingkat pendekatan diri yang berbeda dalam hubungan manusia dengan Tuhan, atau proses mencapai kesatuan antara Atman dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ranying Hatalla Langit. Tuhan Yang Maha Esa (Jayendra, 2. Sesuai ajaran agama Hindu, salah satu cara untuk meningkatkan diri dan menjalin hubungan dengan Tuhan adalah melalui Bhakti Marga yang merupakan bagian dari tahapan Catur Marga. Dengan mengarahkan kemampuan mentalnya dan berserah diri pada keperkasaan Tuhan, umat manusia dapat mencapai jalan menuju kebenaran hakiki, sebagaimana disebutkan dalam Bab XII. 2 Bhagavad Gita. https://jayapanguspress. org/index. php/metta ur-bhagavAn uvAca mayy Aveuya mano ye mA nitya-yuktA upAsate uraddhayA parayopetAs te me yuktatamA matAu Terjemahannya: Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Orang yang memusatkan pikirannya pada bentuk pribadiKu dan selalu tekun menyembah-Ku dengan keyakinan besar yang rohani dan melampaui hal-hal duniawi Aku anggap paling Terjemahannya menyatakan bahwa Tuhan Yang Maha Esa. Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ranying Hatalla Langit, menjelaskan kepada Arjuna bahwa barangsiapa yang berserah diri kepada-Nya melalui amalan Bhakti, yang meliputi konsentrasi mental terfokus dan pengabdian yang penuh pengabdian, akan memperoleh kesempurnaan tertinggi dalam pelaksanaannya. dari Yoga. Bhakti dapat dipraktikkan dengan memuji nama Tuhan, serta dengan mendengarkan dan membaca literatur yang berkaitan dengan tindakan dan ajaran Tuhan. Oleh karena itu, tidak dapat disangkal bahwa pengertian Bhakti Yoga menunjukkan banyak keterkaitan yang erat dengan konsep filsafat dalam upaya mencapai keterhubungan dengan Tuhan menurut ajaran agama Hindu. Dalam kajiannya. Hartanto dan Nurhayati . menggambarkan berbagai bentuk Bhakti, khususnya Bhava Bhakti. Salah satu bentuknya adalah Santabhava, yang melibatkan ekspresi pengabdian terhadap orang tua. Sakhyabhava adalah jenis Bhakti yang melibatkan pengembangan hubungan dengan Tuhan sebagai sahabat yang dapat memberikan wawasan dan bantuan. Contohnya adalah ikatan antara Arjuna dan Sri Krishna. Dasyabhava mengacu pada ekspresi Bhakti yang mirip dengan ekspresi bawahan kepada atasan, seperti yang dicontohkan oleh pengabdian Hanuman kepada Sri Rama. Vatsalyabhava melibatkan Bhakti yang diekspresikan sebagai seorang penyembah yang menganggap Tuhan sebagai anak mereka sendiri, seperti yang terlihat dalam hubungan Yasoda dengan Sri Krishna. Kantabhava mengacu pada pengabdian seorang penyembah kepada Tuhannya, serupa dengan cinta dan pengabdian seorang wanita terhadap suaminya. Madhuryabhava adalah salah satu bentuk Bhakti dimana seorang penyembah mengungkapkan cinta dan ketulusannya kepada Tuhannya. Di antara berbagai bentuk Bhakti yang dipraktikkan oleh para penyembah, terdapat banyak taktik yang digunakan untuk menunjukkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan sebagai ekspresi cinta dan pengabdian. Hal ini berfungsi sebagai sarana untuk membimbing individu agar selalu melakukan perbuatan baik, atau dharma, sepanjang hidup mereka. Rasakan rutinitas sehari-hari. Implementasi Sradha dan Bhakti di Era Modernisasi Munculnya masa kontemporer telah menyebabkan individu-individu dalam masyarakat meninggalkan identitasnya, khususnya identitas keagamaannya, dalam berbagai kegiatan upacara keagamaan. Akibatnya, kekuatan keimanan, khususnya di kalangan umat Hindu, semakin dibayangi oleh gaya hidup modern yang mengglobal. Kebudayaan dunia hasil modernisasi ilmu pengetahuan dan teknologi erat kaitannya dengan kemajuan sosial peradaban masa kini. Menurut Wardhana & Fadhilah . menegaskan bahwa pendidikan agama Hindu berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan Sradha . kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini diwujudkan melalui pembekalan ajaran agama yang mampu menghayati dan mengamalkan agamanya, sehingga mampu menjadi umat Hindu yang aktif, taat, dan berjuang menuju cita-cita Terlebih lagi, generasi milenial semakin cenderung memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat untuk bertahan hidup dan selalu mengikuti perkembangan terkini. https://jayapanguspress. org/index. php/metta Menurut tugas akhir Saiful . , sekolah pasraman berfungsi sebagai lembaga pendidikan informal yang bertujuan untuk memperkuat cita-cita keagamaan. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan ketaqwaan dan penghormatan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menyebabkan semakin merosotnya etika dan moral di kalangan generasi muda, khususnya di kalangan umat Hindu. Oleh karena itu, kehadiran Pasraman dapat memperkuat keimanan dan keyakinan (Sradh. melalui pendidikan berorientasi Hindu sehingga mengurangi dampak negatif transformasi tersebut. Di zaman yang serba modern dan progresif ini, individu mungkin dengan mudah kehilangan identitasnya sebagai makhluk ilahi, karena sebagian besar orang sibuk dengan hal-hal duniawi. Fenomena ini berkontribusi pada kemerosotan masyarakat secara bertahap seiring berjalannya waktu. Ajaran Hindu menawarkan kepada para pengikutnya jalan dan bimbingan yang jelas untuk secara konsisten terlibat dalam kegiatan lurus, yang dikenal sebagai dharma. Dalam ajaran agama Hindu terdapat empat jalan yang disebut dengan Catur Marga yang dapat ditempuh untuk menerapkan ajaran agama Hindu dalam kehidupan seseorang. Jalan-jalan ini selaras dengan prinsip-prinsip dharma sebagai Karma Marga Yoga yaitu jalan yang dipergunakan untuk melakukan perbuatan baik/subha karma baik itu dalam hal menolong orang yang kesusahan, mendirikan tempat ibadah tanpa pamrih atau melakukannya dengan ikhlas dan rasa tanggung Bhakti Marga merupakan jalan yang dipergunakan untuk mengamalkan agama dengan melaksanakan pendekatan melalui cinta Bhakti kepada Tuhan misalnya dengan melakukan persembahyangan, melantunkan doa-doa pujian kepada Tuhan dan membersihkan tempat suci dengan rendah hati. Jnana Marga merupakan pengamalan agama dengan mempelajari dan mengajarkan beberapa perilaku yang berhubungan dengan kebaikan bisa dalam bentuk ceramah Raja Marga yaitu jalan yang dilakukan dengan cara melakukan samadi, tapa brata atau pengendalian diri dan pengendalian panca indria untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa Penerapan salah satu Catur Marga adalah teknik yang digunakan dalam doktrin agama Hindu untuk membimbing individu menuju tindakan yang benar. Pendekatan yang umum digunakan oleh umat Hindu adalah Bhakti Marga. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa Bhakti menyebut penyerahan diri sebagai cara untuk selalu mengingat kehadiran Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Bhagavad Gita. Sri Krishna menjelaskan kepada Arjuna bahwa satu-satunya cara untuk mencapai-Nya adalah dengan berserah diri melalui Bhakti, sebagaimana disebutkan dalam sloka-sloka Bhagavad Gita BG. XII 6-7 ye tu sarvANi karmaNi mayi sannyasya mat-parAu ananyenaiva yogena mA dhyAyanta upAsate teAm aha samuddhartA mutyu-sasAra-sAgarAt bhavAmi na cirAt pArtha mayy Aveuita-cetasAm Terjemahannya: Tetapi orang yang menyembah-Ku, menyerahkan segala kegiatan kepada- Ku, setia kepada-Ku tanpa menyimpang, tekun dalam pengabdian suci Bhakti, selalu bersemadi kepada- Ku dan sudah memusatkan pikirannya kepada-Ku-cepat Kuselamatkan dari lautan kelahiran dan kematian, wahai putera Partha. Menurut terjemahan Bhagavadgita dikatakan bahwa Bhakti adalah satu-satunya cara yang dengannya seseorang dapat mendekati Tuhan dan membimbing individu menuju jalan kebenaran . Oleh karena itu. Bhakti tidak dapat dipisahkan dari perbuatan bajik . dan kebijaksanaan . yang bersifat positif. Dalam https://jayapanguspress. org/index. php/metta Bhagavata Purana. Dewi . mengidentifikasi berbagai bentuk Bhakti yang dikenal dengan Nawa Widha Bhakti, yang dikategorikan berdasarkan pelaksanaannya sebagai Sravanam yaitu memuja dengan cara mendengarkan mantra-mantra suci dan cerita Kirtanam, yaitu memuja kepada Tuhan dengan bernyanyi dan melantunkan doa memuji keagungan Tuhan. Smaranam, yaitu memuja dengan cara mengingat nama, keberadaan dan kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa Esa. Arcanam, jalan Bhakti yang digunakan untuk memuja Tuhan dalam bentuk media patung atau pratima. Vandanam. Bhakti kepada Tuhan dengan menceritakan kisah-kisah dan mantra-mantra suci dengan Bhakti yang utuh. Dasyam. Bhakti dengan Tuhan dengan menyatukan pikiran, perkataan dan perbuatan diarahkan hanya kepada Tuhan. Padasevanam, jalan Bhakti digunakan untuk menuju Tuhan Yang Maha Esa melalui penjelmaan padma-Nya . aki ketuhanan Tuha. Sakyanam, wujud Bhakti dengan Tuhan sebagai hubungan dengan sahabat karib . isalnya antara Sri Krishna dan Sudam. Atmanivedanam, pemujaan dilakukan dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Berbagai bentuk Bhakti yang dilakukan umat Hindu untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dapat menjadi landasan yang kokoh untuk konsisten mengikuti jalan Bhakti adalah sebagai bentuk sarana yang umat pergunakan untuk menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar selalu mengingat-Nya dalam pikiran mereka. Peningkatan Sradha dan Bhakti dalam Mencegah Penyalahgunaan Media Sosial Penerapan Bhakti dalam kehidupan sehari-hari menjadi landasan untuk memahami dan melawan dampak buruk, khususnya yang timbul dari kemajuan teknologi yang sedang berlangsung. Era modernisasi erat kaitannya dengan dampak media teknologi yang kini tersebar luas di semua kelompok umur, baik muda maupun tua. Pertumbuhan yang terjadi saat ini memainkan peran penting dalam kemajuan suatu bangsa dan pemerintahannya. Oleh karena itu, pemanfaatan platform media ini oleh masyarakat merupakan suatu bentuk kemajuan bagi suatu negara. Banyak negara saat ini sedang mengalami proses modernisasi dan kemajuan teknologi. Namun, penting untuk dicatat bahwa perkembangan ini dapat dieksploitasi oleh pihak-pihak tertentu untuk mendorong agenda buruk yang berpotensi merugikan banyak orang di berbagai bidang, termasuk bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan moral. Media sosial sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana mengakses informasi dalam jumlah besar. Namun penggunaannya yang meluas juga menarik beberapa oknum yang menyalahgunakan platform ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Candraningrum. Widayatmoko, & Utami . , data Kementerian Komunikasi dan Informatika pada bulan Desember 2016 mengungkapkan bahwa terdapat kurang lebih 800 ribu website di Indonesia yang teridentifikasi sebagai platform penyebaran hoax atau berita bodong dan ujaran kebencian. Selain itu, para pelaku berita palsu diketahui menghasilkan keuntungan tahunan berkisar antara 600 sampai 700 juta rupiah. Menurut Rahayu . , mayoritas individu yang menjadi korban cyberbullying, salah satu bentuk kejahatan cyber, adalah remaja. Cyberbullying mengacu pada tindakan yang menargetkan dan merugikan seseorang secara langsung dengan menggunakan teknologi komunikasi, https://jayapanguspress. org/index. php/metta seperti media sosial atau pesan teks, untuk menghina dan mencemarkan nama baik korban dengan mengungkapkan identitasnya. Sebagaimana dikemukakan oleh N. Willard, cyberbullying dapat mengakibatkan menurunnya kepercayaan diri, kesedihan, kemarahan, rendahnya prestasi akademis, dan tragisnya bahkan dapat menyebabkan tindakan merugikan diri sendiri bahkan kematian (Rahayu, 2. Kejadian-kejadian ini hendaknya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima dan memanfaatkan media sosial. Ajaran agama Hindu menawarkan cara untuk memitigasi dampak buruk penggunaan media sosial. Salah satu pendekatan yang perlu dipertimbangkan adalah meningkatkan praktik Sradha dan Bhakti Yoga. Menurut Saiful . , sekolah pasraman berperan penting dalam memperkuat keimanan dan keyakinan generasi muda Hindu. Lembaga pendidikan informal ini memberikan pengajaran agama yang membantu membentuk karakter mereka dan mendorong perkembangan moral, karena agama pada dasarnya mendorong perilaku berbudi luhur. Selain itu, pendidikan agama yang diberikan di pasraman juga berfungsi sebagai pencegah dampak buruk yang mungkin timbul akibat pengaruh kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, dan informasi, sehingga dapat melindungi generasi muda. Dalam karyanya. Siti . membuat sumber pembelajaran media video Bhagavad Gita dengan tujuan untuk menyampaikan pendidikan agama Hindu. Menurut Siti, pendidikan agama Hindu mencakup berbagai tujuan, seperti: Dapat mengembangkan dan memantapkan Sradha siswa agar dapat memahami dan menghayati secara mendalam ajaran agama Hindu Dapat membentuk tingkah laku siswa sehingga tercipta kesejahteraan jasmani dan Melatih siswa mempunyai Sradha . man dan keyakina. yang berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari dengan menjalin keselarasan dan keseimbangan antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi, manusia dengan manusia dan manusia dengan manusia serta lingkungan dalam pelaksanaan Yajna Serta dapat melatih peserta didik yang berakhlak mulia, memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama, mempunyai berwawasan luas, kreatif, inovatif, dinamis dan berkemampuan tinggi. Implementasi pendidikan agama Hindu yang efektif dapat dicapai melalui upaya kolektif masyarakat dan generasi muda, menumbuhkan rasa Sradha . man dan keyakina. yang lebih kuat kepada Tuhan. Sradha dapat dicapai dengan mengamalkan Dharmagita, yaitu melantunkan lagu-lagu suci keagamaan dalam agama Hindu. Persembahannya berupa himne yang dipersembahkan kepada Tuhan (Hyang Widh. , memuji beberapa prabhawa-Nya yang dipuja oleh umat Hindu. Bhakti Yoga adalah disiplin spiritual yang bertujuan untuk melawan dampak negatif dari kemajuan teknologi terhadap perkembangan masyarakat, dilatarbelakangi oleh cinta dan pengabdian yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan dan menjaga hubungan kasih sayang memberikan kekuatan kohesif yang memungkinkan kesadaran dan evaluasi efektif terhadap informasi faktual dan palsu di media sosial. Amalan Bhakti Yoga dititikberatkan pada umat Hindu, menghimbau agar selalu memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan ketaqwaan yang tulus dan menunjukkan kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup. Dengan mengamalkan Bhakti yoga terhadap Tuhan. Bhakti benar-benar mampu melahirkan dan membentuk masyarakat yang bertakwa, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis dan kondusif. Umat Hindu memupuk kesadaran tersebut melalui Bhakti sejati, yang menekankan gagasan saling menghormati, menghormati, dan saling mendukung tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun. Bhakti Yoga merupakan cara memperdalam silaturahmi dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan berbagai wujudnya. https://jayapanguspress. org/index. php/metta Itu merupakan ungkapan rasa syukur manusia kepada Sang Pencipta. Penerapan metode self-directed untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan sangat penting karena dapat menjadi pedoman yang berharga bagi umat Hindu khususnya dalam kehidupan di era modernisasi saat ini. Penerapan metode self-directed untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan sangatlah besar karena dapat menjadi kompas berharga bagi umat Hindu, khususnya dalam menjalani kehidupan di era modernisasi saat ini. Kesimpulan Kondisi sifat dan sikap manusia pada jaman sekarang secara signifikan depengaruhi dan dibentuk oleh kemajuan sejarah termasuk kemajuan teknologi informasi yang semakin merajalela khususnya dalam pengunaan media sosial. Sebagian besar orang mungkin ada yang menyalahgunakan media sosial sebagai sarana dalam penyebaran informasi palsu yang sifatnya kriminalitas serta dapat merugikan orang banyak. Sehingga sebagai umat Hindu hal seperti ini harus dapat dicegah serta mampu menyadarinya bahwa perbuatan seperti itu sangatlah berdampak buruk. Hal yang dapat dilakukan tentu saja dengan menghubungkan diri kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Tuhan Yang Maha Esa dengan cara memupuk pengabdian yang mendalam (Sradh. dan latihan spiritual (Bhakt. Hal seperti ini nantinya dapat menimbulkan rasa ketaqwaan yang tulus ikhlas, menumbuhkan keselarasan dan keseimbangan dalam kehidupan masyrakat. Sehingga kedepannya dapat terhindah dari pengaruh negatif media sosial. Daftar Pustaka