Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 PERAN KOMUNIKASI ANTARA KARYAWAN DENGAN CUSTOMER DALAM MENCIPTAKAN CUSTOMER LOYALTY TITIK DUA KOPI KEDUNGMUNDU Naufal Eksan Pratama Universitas Dian Nuswantoro Semarang 115201901407@mhs. Nadia Itona Siregar Universitas Dian Nuswantoro Semarang itonasiregar@dsn. ABSTRACT The purpose of this research is to describe how interpersonal communication between employees and customers can create customer loyalty at Point Two of Kedungmundu Coffee Semarang. This study uses a qualitative research method with a constructivism paradigm with a case study approach. The data collection technique was through interviews with 37 informants, namely the Operational Manager of Kedungmundu Coffee Point Two. Kedungmundu Coffee Point Two Employees and customers. Qualitative data analysis techniques using Nvivo 12 pro The results of the study show that there are seven characteristics of interpersonal communication that can create customer loyalty, namely support, openness, equality, curiosity, empathy, caring, positive attitude. Keywords: Customer Loyalty. Interpersonal Communication. Titik Dua Kopi Kedungmundu. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana komunikasi interpersonal antara karyawan dengan pelanggan dapat menciptakan loyalitas konsumen pada Titik Dua Kopi Kedungmundu Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada beberapa informan sebanyak 37, yaitu Manajer Operasional Titik Dua Kopi Kedungmundu. Karyawan Titik Dua Kopi Kedungmundu dan konsumen. Teknik analisis data kualitatif menggunakan software Nvivo 12 pro. Hasil penelitian menunjukan terdapat tujuh karakteristik komunikasi interpersonal yang dapat terciptanya loyalitas konsumen yakni dukungan, keterbukaan, kesetaraan, penasaran, empati, kepedulian, sikap positif. Kata Kunci: Loyalitas Konsumen. Komunikasi Interpersonal. Titik Dua Kopi Kedungmundu. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 PENDAHULUAN Loyalitas pada dasarnya diartikan sebagai kesetiaan, dimana seseorang menetapkan sikap setia terhadap suatu objek tertentu. Griffin . dalam Zaistira . menyatakan bahwa saat seorang customer menunujukan perilaku membeli produk secara teratur atau membeli produk dalam selang waktu yang rutin dilakukan, hal tersebut sudah menimbulkan sikap customer loyalty. Lebih lanjut, jika customer sudah menetapkan suatu produk melekat pada dirinya dan sudah terjalin hubungan emosional disitulah loyalitas terbentuk antara orang dan produk (Dharmmesta, 1999 dikutip oleh Mardalis, 2. Pernyataan diatas menjelaskan bahwa loyalitas selalu berhubungan dengan customer dan produk. Customer menginginkan pelayanan yang memuasan sehingga akan tercipta sebuah loyalitas. Pelayanan merupakan setiap kegiatan yang dirancang untuk memberikan kepuasan kepada Melalui pelayanan, keinginan dan kebutuhan customer dapat terpenuhi (Ishak dan Waworuntu, 2. Maka dari itu kualitas pelayanan yang baik sangat dibutuhkan dalam memenuhi hal yang diinginkan customer, karena secara langsung berkaitan dengan customer loyalty. Kualitas pelayanan menjadi salah satu hal penting dalam kepuasan konsumen, dapat dilihat dari penelitian Kotler dan Keller . dikutip oleh Rofiah dan Wahyuni . menyatakan bahwa tingkat kepuasan pada konsumen dapat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang baik, konsumen yang puas akan memberikan sikap positif kepada merek. Selaras dengan hal tersebut Pangihutan et al. mengemukakan bahwa komunikasi interpersonal dan kualitas pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan. Salah satu coffee shop yang membutuhkan kualitas pelayanan baik adalah Titik Dua Kopi Kedungmundu. Berdasarkan Dinas Komunikasi dan Informatika . jumlah cafy di Kota Semarang mengalami peningkatan setiap Pada tahun 2017 cafy sebanyak 91 tempat, update terbaru jumlah cafy di tahun 2021 sebanyak 169 cafy. Namun sejak berdiri pada tahun 2019. Titik Dua Kopi Kedungmundu tetap mempertahankan posisi menjadi coffee shop, dengan penghasilan terbaik dari coffee shop lain dibawah naungan Kayo Group. Hal ini membuat coffee shop Titik Dua Kopi Kedungmundu lebih meningkatkan kualitas pelayanan di outlet mereka sehingga customer puas dan menjadi customer tetap di coffee shop Titik Dua kopi Kedungmundu. Berdasarkan hasil observasi karyawan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 sudah berusaha maksimal dalam segala aspek pelayanan, pada kenyataanya ditemukan beberapa hal terkait keluhan yang datang dari customer, baik dari google review maupun Manajer Operasional, beberapa keluhan tersebut seperti tingkat keramahan yang kurang, tingkat konsistensi pelayanan yang berubah, serta terdapat kendala komunikasi antara karyawan dengan customer. Hal tersebut dapat menghalangi terciptanya customer loyalty dan mempengaruhi tingkat penurunan kualitas pelayanan. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah memberikan pelayanan secara langsung melalui terciptanya komunikasi interpersonal yang baik antara customer dan karyawan. Komunikasi interpersonal didasari pada sebuah proses dimana bertemunya transaksi dan interaksi, kondisi tersebut menjadi suatu hal yang penting untuk membangun hubungan yang baik dengan customer, dalam konteks ini adalah karyawan dengan Hubungan komunikasi interpersonal dengan terciptanya customer loyalty yakni bagaimana komunikasi interpersonal yang digunakan karyawan. Konsep loyalitas sangat kuat kaitannya dengan komunikasi interpersonal, selaras dengan penelitian Terpuji . menyatakan bahwa komunikasi interpersonal karyawan dapat mempengaruhi customer loyalty. Komunikasi interpersonal diharap menjadi Ada banyak cara untuk mengetahui apa yang sebaiknya digunakan, seperti menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal, pola atau bentuk komunikasi Ragam menciptakan komunikasi interpersonal yang baik, tentunya melalui proses yang cukup lama agar pelayanan diterima dengan baik oleh customer. Lebih lanjut proses komunikasi dapat digunakan dalam meredamkan permasalahan yang ada pada suatu keadaan, juga mengatasi hambatan yang terjadi dalam kondisi tertentu. Jadi ketika karyawan melakukan pelayanan yang kurang baik kepada customer, sikap komunikasi interpersonal yang baik, akan berdampak baik pula pada customer loyalty. Setelah menguraikan data dan permasalahan diatas, customer loyalty senantiasa terbentuk dengan adanya proses komunikasi yang baik antara karyawan dengan customer. Maka dari itu peneliti tertarik ingin mendeskripsikan bagaimana komunikasi interpersonal antara karyawan dengan customer dalam menciptakan customer loyalty di Titik Dua Kopi Kedungmundu. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 TELAAH LITERATUR Komunikasi Interpersonal Pangkapi . mengatakan bahwa komunikasi interpersonal merupakan kesepakatan komunikasi antara dua orang atau lebih secara tatap muka untuk mencapai suatu tujuan. Komunikasi interpersonal sering disebut sebagai komunikasi langsung antara dua orang dengan berhadapan langsung secara lisan dan gerakan tubuh, dengan terjadinya hal tersebut memungkinkan pihak yang terlibat menangkap respon yang berbalaskan (Herawati, 2. Menurut Martin . dalam Oktafianti . kemampuan komunikasi interpersonal yang baik dan positif berdampak baik terhadap seseorang saat bekerja dalam sebuah kelompok dan dalam membuat keputusan yang lebih baik. Karakteristik Komunikasi Interpersonal DeVito . dalam Weningtyas . mengatakan bahwa komunikasi interpersonal dibagi menjadi lima karakteristik, diantaranya adalah, keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Pola Komunikasi Interpersonal Herawati . Pola komunikasi hampir sama dengan proses komunikasi, karena keduanya memilki serangkaian aktivitas menyampaikan informasi dari proses komunikasi, hal tersebut menyebabkan timbulnya, pola, model, bentuk dan juga bagian-bagian kecil yang berkaitkan erat dengan proses komunikasi. Komunikasi Verbal dan Non-Verbal Kurniati . Komunikasi verbal dan nonverbal merupakan sistem komunikasi yang digunakan dalam terjalinnya proses komunikasi langsung. Keduanya saling mendukung satu sama lain dan sulit untuk dipisahkan. Keduanya bekerja bersamaan untuk menciptakan suatu makna. Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan Menurut Rosmadi dan Romdonny . customer loyalty can be caused by several factors including good service quality, competitive prices, and satisfaction with Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 product quality. Berdasarkan definisi tersebut loyalitas selalu berkaitan dengan Mendukung penyataan tersebut penelitian Zikmund . dalam Asmi . mengatakan bahwa terdapat lima faktor yang dapat mempengaruhi loyalitas pada pelanggan antara lain kepuasan, pengalaman, ikatan emosional, kepercayaan dan kemudahan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma Menurut Creswell . dalam Fahreza dan Christin . Paradigma konstruktivisme adalah ketika seorang individu berusaha memahami situasi yang terjadi di lingkungan tempat dia tinggal dan bekerja. Peneliti menggunakan pendekatan studi kasus, seperti yang diungkapkan oleh Kusmarni . mengatakan suatu penelitian atau kasus yang terikat pada generasi ke generasi melalui pengumpulan data mendalam dengan melibatkan berbagai sumber yang kaya akan informasi. Lebih lanjut peneliti melakukan pengumpulan data dengan wawancara sebanyak 37 informan yang diantaranya 1 orang manajer operasional, 3 karyawan dan 33 customer. Lokasi penelitian dilakukan langsung di Titik Dua Kopi Kedungmundu yang beralamat di Ruko Perumahan Kampoeng Semawis. Jalan Semawis Raya. No. A-15. Kedungmundu. Semarang. Jawa Tengah. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Titik Dua Kopi Kedungmundu dan customer, dimana terdapat informasi mengenai topik pembahasan yang akan dibahas. Objek penelitian pada penelitian ini adalah komunikasi interpersonal antara karyawan dengan customer dalam menciptakan customer loyalty. Lanjut pada saat teknik analisis data, peneliti mempersiapkan transkip hasil wawancara ketujuh informan. Transkip dibaca secara keseluruhan dengan tidak meninggalkan bagian kecil dalam wawancara. Setelah mendapatkan gambaran data peneliti menjaring makna data dengan mengelompokan data sesuai Setelah itu data dihubungkan dengan konstruk teori. Penafsiran dari data dilakukan dengan menata ulang, memeriksa dan mendiskusikan data tekstual dengan menyampaikan pemahaman asli dari informan. Proses analisis data ini menggunakan software Nvivo 12 pro. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengambil data tujuh informan yang terlibat dalam penelitian ini, informan tersebut membantu peneliti mengetahui, mendeskripsikan dan menjelaskan tema permasalahan yang terjadi. Data hasil wawancara ditranskip lalu dilakukan pengelompokan makna berdasarkan tema yang ada pada temuan sebelumnya dan temuan baru. Makna dikelompokan menggunakan software Nvivo 12 pro, yaitu sebuah aplikasi yang membantu peneliti menganalisa hasil wawancara berdasarkan data yang dipilih berdasarkan maknanya. Nvivo 12 pro memilki fitur untuk menampilkan teks secara visual yaitu disebut Word Frequency Query. Fitur ini membantu peneliti menampilkan frekuensi kata-kata yang menarik dan Berdasarkan hasil pencarian dengan fitur tersebut, diperoleh kumpulan kata yang paling sering muncul dalam data. Kata AukomunikasiAy dengan presentasi 0,61% dari seluruh data, lalu diikuti oleh kata AumerekomendasikanAy. AukaryawannyaAy, dan AuberinteraksiAy. Ditampilkan pada gambar dibawah ini. Gambar 1 Kata Yang Paling Sering Muncul Dari Data. Setelah itu, fitur Text Search Query diaplikasikan untuk memahami makna katakata dalam word cloud diatas. Pada penelitian ini peneliti ingin memahami Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 penggunaan kata AukomunikasiAy sebagai salah satu kata paling sering muncul dan merupakan kata kunci pada penelitian ini. Hasil pencarian selanjutnya disajikan dalam bentuk word tree. Gambar 2 Word Tree Dari Penggunaan Kata AuKomunikasiAy Melalui ekspolorasi fitur word tree, diperoleh informasi bahwa komunikasi interpersonal bagi informan selalu berkaitan dalam proses, pola dan faktor penting terciptanya loyalitas pada customer Titik Dua Kopi Kedungmundu. Menurut mereka, customer loyalty yaitu seseorang yang dapat memenangkan hati konsumen dengan melakukan pelayanan yang diharapkan. Pelayanan yang diberlakukan karyawan saat berhadapan langsung dengan customer adalah cara berkomunikasi yang baik. Kontak komunikasi langsung yang terjadi di Titik Dua Kopi Kedungmundu adalah komunikasi yang terjadi antara karyawan dan customer saat memasuki outlet. Hal tersebut bisa dibilang kontak pertama karena pintu masuk outlet langsung berhadapan dengan kasir. Disitu peran karyawan menyapa customer dengan salam berdasarkan waktu yang sedang terjadi. Contohnya jika pagi hari selamat pagi, malam hari selamat malam dan seterusnya. Proses tersebut bisa menimbulkan kesan awal bagi customer, penggunaan kata-kata yang baik dalam komunikasi menentukan kondisi komunikasi berkelanjutan (Kurniati, 2. Karyawan juga melakukan salam saat customer pulang, hal ini terus karyawan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 lakukan karena hal tersebut merupakan SOP yang berlaku di Titik Dua Kopi Kedungmundu, bahwa karyawan harus menyapa customer masuk dan pulang dengan salam dan terimakasih. Komunikasi yang digunakan karyawan dilakukan secara verbal dan non-verbal, seperti karyawan melakukan percakapan di kasir dengan menanyakan apa yang ingin dipesan customer. Karyawan senantiasa menanyakan customer apa yang disuka dan memberikan rekomendasi pilihan menu terbaik di Titik Dua Kopi Kedungmundu. Kondisi tersebut dimanfaatkan karyawan untuk mengontrol keadaan dengan memanfaatkan lisan yang diucapkan berupa komunikasi verbal beserta non-lisan yaitu pengantar komunikasi untuk mendeskripsikan pesan secara emosional berupa mimik wajah, gerakan badan, dan bentuk non-verbal yang lebih mendetail lainnya. Pada pola komunikasi interpersonal, peneliti menemukan bahwa bentuk kegiatan komunikasi yang selalu terulang dan sama saja setiap waktunya adalah pada saat taking order, pada situasi tersebut karyawan berperan dalam menangani customer dengan senyum dan Customer banyak memakan waktu cukup lama dalam memesan menu, karyawan perlu sabar dalam menangani customer. Merekomendasikan menu yang best selling dan memperlihatkan meja dan kursi yang kosong. Disinilah peran karyawan saat berhadapan langsung dengan customer. Karyawan menjadi pusat pembahasan pengalaman customer saat berkunjung ke outlet. Mereka memegang peranan penting dalam suksesnya customer loyalty. Berdasarkan data yang diperoleh, mereka mampu melihat apa yang dibutuhkan oleh karyawan untuk menciptakan customer loyalty. Selanjutnya peneliti menyajikan karakteristik komunikasi interpersonal melalui mind map. Mind map dibuat berdasarkan tema dari hasil koding yang dapat digunakan dalam mengeksplorasi dan menyajikan hubungan data. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 Gambar 3 Mind Map Karakteristik Komunikasi Interpersonal. Berdasarkan mind map di atas, diperoleh tujuh karakteristik komunikasi interpersonal yaitu dukungan, keterbukaan, kesetaraan, penasaran, empati, kepedulian, sikap positif. Pada hasil tersebut ditemukan 2 karakteristik baru dalam komunikasi interpersonal yaitu penasaran dan kepedulian. Hal ini berbeda menurut DeVito . dalam Weningtyas . mengatakan bahwa karakteristik komunikasi interpersonal memiliki lima karakteristik. Karyawan memiliki karakteristik komunikasi interpersonal adalah mereka yang memiliki karakter dukungan, keterbukaan, kesetaraan, penasaran, empati, kepedulian, sikap positif. Karakteristik komunikasi interpersonal memang bukanlah syarat mutlak untuk berkomunikasi dengan customer, tetapi kriteria ini sangat penting, bahkan mungkin wajib dimiliki setiap karyawan. Melalui karakter keterbukaan karyawan dapat membuka percakapan dengan sudah memiliki sikap bersedia dan jujur. Hal ini dapat menarik customer dalam mengatakan hal yang dia suka dan tidak suka. Selain itu ada kepedulian dan penasaran, kedua hal tersebut memang berbeda satu sama Karakteristik kepedulian pada karyawan adalah mereka yang memperhatikan apa yang dibutuhkan customer dan melayani secara langsung. Namun jika penasaran adalah sikap yang dimiliki seorang karyawan dengan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi lalu tergerak memulai komunikasi atau melakukan sesuatu. Selain tujuh karakteristik komunikasi interpersonal hasil koding juga menghasilkan tema-tema hambatan komunikasi interpersonal. Selanjutnya dibawah ini akan menyajikan dalam project map yang mencakup permasalahan yang ada di Titik Dua Kopi Kedungmundu dan menjadi penghambat terciptnya customer loyalty. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 Gambar 4 Project Map Hambatan Komunikasi Berdasarkan gambar diatas, terdapat lima faktor yang dapat menghambat komunikasi dalam terciptanya customer loyalty. Diantaranya adalah komplain, efektifitas, bahasa, evaluasi, miskomunikasi. Pada kelima hambatan tersebut ditemukan bahwa komplain menjadi makna kata yang paling banyak dikatakan oleh informan dan hal ini sesuai dengan hasil observasi. Komplain menjadi banyak disebutkan dilapangan karena ditemukan bahwa karyawan Titik Dua Kopi Kedungmundu tidak seluruhnya melayani customer dengan baik. Ditemukan banyak aduan tentang karyawan tidak murah senyum, ada karyawan yang tidak memberitahu pesanan apa yang sedang diantar dan tidak ramah. Karyawan mengakui memang tidak setiap kali mereka menerapkan SOP dengan benar namun hal itu terjadi karena outlet sedang ramai dan karyawan melakukan tindakan yang dianggap terbaik yaitu memberikan makanan lebih cepat tanpa adanya sikap ramah pada customer. Hal ini dianggap customer tidak ramah dan mengadu kepada manajer operasional. Hal ini jelas ditindak lanjuti oleh manajer, manajer menerapkan re-training pada karyawan jika terjadi penurunan hospitality. Karena jika tidak ditindak lanjuti akan mengakibatkan penurunan tingkat kualitas pelayanan pada outlet dan mempengaruhi keputusan pembelian langsung, pernyataan tersebut sama menurut Suharto dan Suryoko . bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Kualitas pelayanan juga termasuk faktor penting dalam tolak ukur kepuasan customer sehingga terciptanya Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 Kepuasan pelanggan menjadi tema yang selalu berhubungan antara komunikasi interpersonal dan customer loyalty, tema tersebut bahkan sering dibahas oleh informan dengan pendapat bahwa customer yang puas dengan pelayanan pasti akan menentukan sikap terhadap merek. Selanjutnya data dipresentasikan dalam bentuk hierarchy chart. Gambar 5 Hierarchy Chart Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Berdasarkan data hasil pengelompokan makna kata diatas diketahui bahwa terdapat 15 faktor yang dapat mempengaruhi terciptanya loyalitas, diantaranya seperti pengalaman, kenyamanan, terjangkau, kepuasan, jarak, pembelian teratur, ikatan emosional, kebersihan, kepercayaan, durasi waktu, promo, rekomendasi, komunikasi, kemudahan, dan konsistensi. Dari bagan tersebut ditemukan bahwa informan menganggap pengalaman sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap terciptanya customer loyalty diikuiti oleh kenyamanan dan harga Persepsi ini sesuai dengan penelitian Messakh . bahwa customer loyalty merupakan bentuk dari pengalaman-pengalaman baik yang diterima terus menerus, dengan kata lain sebuah pengalaman membuat customer menjadi tertutup dengan merek lain. Bukan hanya itu faktor kenyamanan menjadi faktor kedua terbanyak setelah pengalaman. Pada penelitian Sanjaya . disebutkan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 mengenai kenyamanan yaitu semakin tinggi tingkat kenyamanan pelayanan maka semakin tinggi pula customer loyalty begitu pula sebaliknya. SIMPULAN Peran komunikasi interpersonal antara karyawan dengan customer di Titik Dua Kopi Kedungmundu adalah komunikasi yang profesional, yakni melakukan prosedur pelayanan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan seperti pemberian salam, menyapa kepada customer, dan membantu pelanggan seputar informasi yang Komunikasi interpersonal antara karyawan dengan customer juga selalu berkaitan dalam proses, pola dan faktor penting terciptanya customer loyalty di Titik Dua Kopi Kedungmundu. Peneliti juga menemukan pola komunikasi yang selalu dilakukan dan rutin terjadi yakni saat customer taking order. Karyawan dan customer melakukan komunikasi interpersonal seputar pesanan, hal ini dilakukan secara bergantian dan berbalaskan. Meskipun karyawan mengakui sudah melakukan pelayanan yang maksimal, tetap saja ditemukan hambatan komunikasi yang dialami baik karyawan dan customer, yakni komplain, efektifitas, bahasa, evaluasi, miskomunikasi. Terdapat tujuh karakteristik komunikasi interpersonal dalam terciptanya customer loyalty yakni dukungan, keterbukaan, kesetaraan, penasaran, empati, kepedulian, sikap positif. Hal ini harus diikuti dengan peningkatan terciptanya customer loyalty, perusahaan selalu berupaya dalam menciptakan customer loyalty. Diketahui terdapat faktor yang mempengaruhi customer loyalty diantaranya pengalaman, kenyamanan, terjangkau, kepuasan, jarak, pembelian teratur, ikatan emosional, kebersihan, kepercayaan, durasi waktu, promo, rekomendasi, komunikasi, kemudahan, dan konsistensi. Komunikasi interpersonal karyawan di Titik Dua Kopi Kedungmundu tergolong cukup baik namun ada beberapa hal yang disarankan oleh penulis kepada pihak perusahaan, yakni perusahaan perlu menjalin dan menjalankan suatu keterbukaan dalam komunikasi antara atasan dan bawahan dalam suatu organisasi kerja merupakan proses yang di bentuk untuk mewakili adanya hubungan elemen-elemen yang meliputi keberlangsungannya, agar bisa menyederhanakan suatu pemikiran yang logis dan sistematis. Keterbukaan komunikasi antara atasan dan bawahan dan sesama rekan kerja selalu memberikan asupan berupa semangat dan rasa kerjasama Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 137-150 pada setiap individu dan anggota organisasi. Atasan selalu memberikan semangat kerja yang baik kepercayaan dan reward kepada karyawannya dengan tujuan tidak lain untuk meningkatkan semangat kerjasama tim pada karyawan saat bekerja DAFTAR PUSTAKA