Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 ANALISIS BUKU SISWA BAHASA INDONESIA KELAS 4 AuLIHAT SEKITARAy BERDASARKAN BUKU BSNP Marcelia Fransiska1. Panca Dewi Purwati2. Ailsa Azalia Cahyaningtyas3 . Nabila Putri Anisa4. Nesa Rossy Pratiwi5 . Dwi Ridhowati6 123456PGSD. FIPP. Universitas Negeri Semarang marceliafransiska29@students. pancadewi@mail. ailsaazalia046@students. putrunabila345@students. pratiwinesa16@students. dwiridhowati04@students. ABSTRAK: Masalah utama dalam penelitian ini adalah masih ditemukannya kekeliruan pada aspek isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan dalam buku ajar yang digunakan di sekolah dasar, yang dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran dan pencapaian kompetensi peserta Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bagian dan instrumen pembelajaran pada buku ajar Bahasa Indonesia kelas IV SD Bab 3 AuLihat SekitarAy ditinjau dari aspek isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis isi terhadap buku ajar Bahasa Indonesia edisi revisi tahun 2023 yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah Bab 3 AuLihat SekitarAy, dengan fokus pada isi materi, struktur penyajian, bentuk latihan, dan instrumen evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum buku ajar telah memenuhi indikator kelayakan berdasarkan Kurikulum Merdeka, mencakup kegiatan menyimak, membaca, menulis, dan berdiskusi yang kontekstual. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kekurangan seperti kesalahan ejaan, ketidaksesuaian tanda baca, struktur paragraf yang kurang konsisten, ilustrasi kurang informatif, serta petunjuk dan soal evaluasi yang perlu disempurnakan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar buku ajar dievaluasi kembali terutama pada aspek kebahasaan dan teknis instrumen pembelajaran. Rekomendasi juga ditujukan bagi mahasiswa PGSD, guru, dan pengembang kurikulum agar lebih kritis dalam menyeleksi dan mengembangkan buku ajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. KATA KUNCI: Bahasa Indonesia. Buku Siswa. Lihat Sekitar ABSTRACT: The main problem in this study is that there are still errors in the content, language, presentation, and graphics aspects in textbooks used in elementary schools, which can affect the effectiveness of learning and the achievement of student competencies. This study aims to analyze the feasibility of the sections and learning instruments in the Indonesian language textbook for grade IV elementary school Chapter 3 "Look Around" in terms of content, language, presentation, and graphics. The study used a qualitative descriptive method with documentation and content analysis techniques for the revised edition of the Indonesian language textbook in 2023 published by the Ministry of Education. Culture. Research, and Technology. The main data source in this study is Chapter 3 "Look Around", focusing on the content of the material, presentation structure, form of exercises, and evaluation instruments. The results of the study indicate that in general the textbook has met the feasibility indicators based on the Merdeka Curriculum, including contextual listening, reading, writing, and discussion activities. However, several shortcomings were still found such as spelling errors, inconsistencies in punctuation, inconsistent paragraph structures, less informative illustrations, and instructions and evaluation questions that need to be improved. Based on these findings, it is recommended that textbooks be re-evaluated, especially in terms of language and technical aspects of learning instruments. Recommendations are also aimed at PGSD students, teachers, and curriculum developers to be Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 more critical in selecting and developing textbooks that are in accordance with the characteristics of elementary school students. KEYWORDS: Indonesian. Student Book. Look Around Diterima: Direvisi: Disetujui: Dipublikasi: 28-03-2025 31-Mei-2025 27-07-2025 01-08-2025 Pustaka : Kutipan menggunakan APA : Baker. Judul Artikel. frasa : Jurnal bahasa, sastra dan pengajarannya 16. , 1-10. igunakan untuk memudahkan penulis lain mengutip artikel in. DOI : 10. 36232/frasaunimuda. PENDAHULUAN Pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam pengembangan kemampuan literasi peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (Cynthia & Sihotang, 2. Buku ajar sebagai salah satu sumber utama pembelajaran harus memenuhi kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikan agar mampu mencapai tujuan pembelajaran secara efektif (Warman, 2. Dalam hal ini, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon pendidik perlu memiliki kemampuan analisis terhadap kelayakan buku ajar yang akan digunakan di sekolah Kemampuan tersebut bukan hanya mendukung penguasaan materi, melainkan juga mendorong pemilihan media dan instrumen pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik (Magdalena et al. , 2. Buku ajar merupakan sarana penting dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah dasar (Handayani. Nazaruddin, & Latip, 2. Buku siswa tidak hanya menyajikan materi mata pelajaran tetapi juga membentuk cara berpikir, menulis, dan berbahasa peserta didik (Rosnaningsih & Puspita, 2. Oleh karena itu, penting untuk menelaah kualitas kebahasaan dalam buku ajar secara cermat, khususnya pada level sekolah dasar di mana anak sedang dalam tahap pembentukan literasi dasar. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV memuat beragam aktivitas membaca, menulis, berdiskusi, serta refleksi yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dalam konteks kehidupan sehari-hari baik dari segi struktur kalimat, penulisan ejaan, maupun pemahaman isi. Bab 3 Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV memuat berbagai kegiatan yang dirancang untuk membangun pemahaman peserta didik terhadap teks narasi, prosedur, penggunaan unsur kebahasaan seperti kalimat perintah, kata hubung, dan konjungsi. Berbagai kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada literasi kontekstual (Muzdalifah & Damayanti, 2. Oleh karena itu, analisis terhadap kelayakan konten dan instrumen evaluasi buku ajar harus dilakukan menggunakan pendekatan sistematis berdasarkan indikator yang telah ditetapkan, seperti kesesuaian isi dengan capaian pembelajaran, kebermaknaan materi, keakuratan data, serta keterpaduan instrumen evaluasi dengan tujuan pembelajaran untuk memastikan ketercapaian kompetensi yang ditargetkan (Mulyasari. Irvan, & Doly, 2. Pada proses pembelajaran di PGSD, analisis buku ajar tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi akademik, tetapi juga merupakan bekal penting dalam praktik pendidikan (Magdalena et , 2. Mahasiswa PGSD harus mampu mengkaji kesesuaian bagian buku ajar dengan karakteristik peserta didik Sekolah Dasar, serta menilai instrumen pembelajaran yang digunakan apakah sudah membentuk kompetensi berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif (Nurhayati & . Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Langlang Handayani, 2. Penelitian terhadap kelayakan Bab 3 AuLihat SekitarAy menjadi langkah strategis untuk mengaitkan teori pengembangan bahan ajar dengan praktik lapangan dalam pendidikan dasar. Hal itu didukung dari penelitian yang dilakukan oleh (Isk, 2. dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa skor isi kelayakan buku siswa tema pertama dan kedua masing-masing sebesar 76,20% dan 78,50%. skor keidealan materi berdasarkan respons peserta didik pada tema pertama dan kedua buku sebesar 100% termasuk dalam kategori baik. Skor aspek kelayakan penyajian tema 1 dan 2 masing-masing sebesar 76,20% dan 78,50. skor keidealan materi berdasarkan respons peserta didik buku 1 dan 2 sebesar 100% termasuk dalam kategori sangat baik. Skor kelayakan kebahasaan tema 1 dan 2 sebesar 87,50 persen. skor keidealan materi berdasarkan respons peserta didik buku 1 dan 2 sebesar 100% termasuk dalam kategori sangat Skor kelayakan kegrafikan buku peserta didik tema 1 sebesar 90,85% dan tema 2 sebesar 83,53%. Skor keidealan materi berdasarkan respon peserta didik buku 1 dan 2 terutama pada kategori cukup baik. Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan komponen penting dari kurikulum yang harus dipersiapkan untuk memastikan bahwa kegiatan pembelajaran sesuai dan sejalan dengan tujuan pembelajaran. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Hanifah. Amany. Dyaahulhaq, & Hanifah, 2. menunjukan bahwa secara umum buku teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk kelas IV sudah baik dan dapat digunakan untuk anak usia kelas IV SD. Buku sudah sesuai dengan keterampilan dasar dan kemampuan mengajar yang terdapat dalam kurikulum Merdeka. Materi dalam buku sudah benar, hanya perlu dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan masing-masing peserta didik. Buku sudah menggunakan bahasa yang mudah dipahami peserta didik. Selain itu, buku yang dianalisis sudah menyediakan kolom jelajah kata yang dapat membantu peserta didik dalam memahami kata yang sulit dalam teks. Selain itu, buku sudah diilustrasikan dengan menarik sehingga dapat memotivasi peserta didik untuk belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bagian dan instrumen buku ajar Bahasa Indonesia Kelas IV SD Bab 3 AuLihat SekitarAy secara sistematis berdasarkan indikator isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikan. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan rekomendasi kepada mahasiswa PGSD UNNES dalam menilai dan memilih bahan ajar yang sesuai untuk menunjang proses pembelajaran yang efektif, bermakna, dan kontekstual (Asmayanti. Cahyani, & Idris, 2. Dengan demikian, hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar (Setiawan & Martin, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis kelayakan bagian dan instrumen pembelajaran pada Bab 3 AuLihat SekitarAy buku Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Roosinda, 2. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan secara mendalam karakteristik isi materi dan instrumen evaluasi dalam buku ajar yang dijadikan objek kajian (Adiwijaya, 2. Penelitian deskriptif kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggali makna dan relevansi isi buku ajar secara kontekstual, sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi pembelajar sekolah dasar (RifaAoi, 2. Subjek dalam penelitian ini adalah buku Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas IV edisi revisi tahun 2023 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Fokus kajian ditujukan secara spesifik pada Bab 3 AuLihat SekitarAy yang memuat berbagai aktivitas pembelajaran seperti kegiatan menyimak, membaca, berdiskusi, menulis, dan merefleksi. Pemilihan bab ini didasarkan atas pentingnya integrasi nilai kesehatan dan kemampuan literasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (Teknologi et al. , 2. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan analisis isi terhadap materi dan instrumen yang terdapat dalam bab yang dikaji. Studi dokumentasi bertujuan untuk mengidentifikasi struktur penyajian materi, tujuan pembelajaran, aktivitas belajar peserta didik, dan jenis penilaian yang disediakan dalam buku ajar (Suryani. Muspawi, & Aprillitzavivayarti. Selain itu, teknik analisis isi digunakan untuk menelaah aspek kelayakan apakah buku tersebut sudah memenuhi kaidah kebahasaan yang benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) (Cahyana & Kosasih, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Buku di awali dengan gambar ilustrasi jalanan yang cukup ramai dengan berbagai elemen, terdapat 2 anak yang menjadi fokus utama dalam ilustrasi tersebut, seorang anak lakilaki yang bersepeda serta 2 lainnya berdiri di trotoar, terdapat mobil berwarna merah yang terlihat di jalanan, serta dilengkapi dengan rambu lalu lintas dengan kondisi warna merah Selain bagian sampul bagian lain yang dianalisis adalah tujuan, kata kunci, jelajah kata, siap-siap belajar, menyimak, membaca, bahas bahasa, mengamati, berdiskusi, jurnal membaca, kreativitas dan refleksi. Berikut tabel hasil analisisnya: Tabel 1 Tujuan. Kata Kunci. Jelajah Kata. Siap-siap Belajar Tujuan (Halaman . Penulisan sudah menggunakan EYD dengan benar, awal kalimat menggunakan huruf kapital dan disertai titik di akhir kalimat Tujuan pembelajaran seharusnya disusun menggunakan numbering agar memudahkan peserta didik untuk mentransfer ke kognisinya bahwa ada 6 tujuan yang akan Kata Kunci (Halaman . Kata kunci sudah benar dengan menggunakan morfologi dan tidak ditulis dengan huruf Jelajah Kata (Halaman . Jelajah kata sudah menggunakan EYD dengan benar sesuai dengan kaidah PUEBI. Siap-Siap Belajar (Halaman 48, . Bagian siap-siap belajar sudah menggunakan EYD dengan benar sesuai dengan kaidah PUEBI. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran telah memuat 6 indikator namun disarankan untuk menggunakan format penomoran agar lebih mudah dipahami siswa secara kognitif. Hal ini diperkuat oleh penelitian (Istiqomah, 2. yang menyatakan bahwa struktur informasi yang sistematis meningkatkan pemahaman siswa SD secara signifikan. Kemudian, terkait penulisan kata kunci telah sesuai dengan kaidah morfologi dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kegiatan Jelajah Kata pun mampu memperkaya kosakata siswa. Sebagaimana dijelaskan oleh (Dini, 2. bahwa eksplorasi kosakata kontekstual meningkatkan pemahaman semantik siswa secara holistik. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 Tabel 2 Menyimak. Membaca Menyimak (Halaman 54, 55 56, 60,. Pada paragraf pertama halaman 54 terdapat kesalahan. Seharusnya kalimat pertama ditulis menjorok ke dalam agar terbentuk menjadi paragraf seperti paragraf Kemudian untuk EYD sudah sesuai dengan kaidah PUEBI Membaca (Halaman 50, . Terdapat kesalahan dalam penulisan pada kalimat Ah, aman. Yang seharusnya ditulis menggunakan tanda petik agar terlihat seperti kalimat percakapan. Kemudian terdapat kesalahan dalam penulisanpada kalimat AuKalian tidak pakai helm, itu juga berbahaya!Ay. Yang seharusnya ditulis pada paragraf lain dibawahnya karena merupakan kalimat berbeda yang harusnya dipisah dan diberi titik pada akhir kalimat Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa beberapa kesalahan teknis ditemukan, seperti kalimat dialog tidak diberi tanda kutip dan paragraf yang tidak diberi Ini menunjukkan pentingnya penyesuaian teks dengan norma sintaksis dan wacana untuk usia pembaca SD, sebagaimana disampaikan oleh (Rohmawati & Wahyono, 2. bahwa kesalahan tipografi berdampak pada hambatan pemrosesan informasi. Tabel 3 Bahas Bahasa. Mengamati Bahas Bahasa (Halaman 53, 57,. Bahas bahasa yang terdapat pada halaman 53 sudah menggunakan EYD dengan benar sesuai dengan kaidah PUEBI. Bahas bahasa pada halaman 57 terdapat kesalahan. Seharusnya kalimat pertama ditulis menjorok ke dalam agar terbentuk menjadi paragraf seperti paragraf kedua. Penulisan Pengecualian khusus didalam tabel terdapat kesalahan penulisan EYD. Seharusnya diberi tanda titik di akhir kalimat. Mengamati (Halaman . Bagian mengamati sudah menggunakan EYD dengan benar sesuai dengan kaidah PUEBI. Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa bagian bahas bahasa dan mengamati sudah menggunakan EYD yang sesuai dengan kaidah PUEBI. Namun perlu sedikit perbaikan pada bagian bahas bahasa halaman 57, kalimat pertama harusnya ditulis menjorok ke dalam agar terbentuk paragraph seperti paragraf kedua. Tabel 4 Berdiskusi Berdiskusi (Halaman 56, . Bagian berdiskusi sudah Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 menggunakan EYD dengan benar sesuai dengan kaidah PUEBI Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa, bagian berdiskusi telah sesuai dan mendukung pembentukan keterampilan berpikir kritis dan reflektif pada siswa. Hal ini senada dengan temuan (Firmansyah & Ayun, 2. bahwa integrasi refleksi dan kreativitas dalam buku ajar mendukung capaian Profil Pelajar Pancasila Tabel 5 Jurnal Membaca Jurnal Membaca (Halaman 64, . Terdapat menggunakan bullet, tapi menggunakan sub bab atau numbering Tabel 6 Kreativitas. Refleksi Kreativitas (Halaman . Kreativitas sudah menggunakan EYD dengan benar sesuai dengan kaidah PUEBI Refleksi (Halaman . Refleksi sudah menggunakan EYD dengan benar sesuai dengan kaidah PUEBI Berdasarkan tabel 5 dan tabel 6, dapat disimpulkan bahwa bagian ini telah sesuai dan mendukung pembentukan keterampilan berpikir kritis dan reflektif pada siswa. Meskipun terdapat kesalahan yang seharusnya setelah titik dua tidak menggunakan bullet tapi menggunakan subbab atau Hal ini senada dengan temuan (Firmansyah & Ayun, 2. bahwa integrasi refleksi dan kreativitas dalam buku ajar mendukung capaian Profil Pelajar Pancasila Analisis Instrumen Kelayakan Buku Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV Bab 3 AuLihat SekitarAy Kelayakan Isi Aspek kelayakan isi terdiri dari dua aspek. Pertama aspek ksesuaian isi dengan elemen dan capaian pembelajaran. Kedua aspek keaktulan atau kemutakhiran materi. Hasil analisis aspek kesesuaian isi dengan elemen dan capaian pmbelajaran sudah AusesuaiAy karena dalam buku sudah di sertakan elemen dan capaian pembelajaran yang terdapat dalam buku yaitu menyimak, membaca, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis. Elemen dan capaian pembelajaran menyimak tercantum pada halaman 54 yang menjelaskan peserta didik untuk menyimak dengan seksama teksAo Jauh dan DekatAy. Elemen dan capaian pembelajaran membaca tercantum pada Peserta didik di minta untuk membaca cerita AuAwasAy dan melengkapi kalimat. Elemen dan capaian pembelajaran berbicara dan mempresentasikan tercantum pada halaman 56 bgian berdiskusi dimana peserta didik berdiskusi dan beragumentasi untuk menyampikan pendapat, yang mana melatih keterampilan untuk berbicara dan mempresentasikan . Elemen dan capaian pembelajaran Menulis Tercantum pada halaman 53-54 peserta didik diminta untuk menulis teks argumentasi. Hasil analisis aspek keaktualan atau kemutakhiran materi dikategorikan AuaktualAy karena di dalam buku kelas IV bab i Lihat Sekitar sudah memenuhi keaktualan dibuktikan denga isi buku pada halaman 49 materi pengenalan warna dan bentuk rambu-rambu Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 lalu lintas yang relevan dengan konteks kehidupan peserta didik. Relevansi ini dinilai penting dalam mendukung literasi fungsional peserta didik sekolah dasar Kualitas Bahasa Aspek kualitas bahasa terdiri dari dua aspek. Aspek pertama yaitu ketepatan penggunaan ejaan. Aspek kedua kelugasan bahasa. Hasil analisis aspek ketepatan penggunaan ejaan sudah mendapatkan kualifikasi AutepatAy karena dalam bab i buku penggunaan ejaan seperti penggunaan huruf besar, huruf miring, dan tanda baca hampir secara keseluruhan sudah benar, seperti penggunaan huruf kapital di setiap kalimat pertama . ontoh halaman 48 pada kalimat AuDi jalan raya. Gambar-gambar. Bacalah. Perhatikan. judul dan subjudul pada setiap halaman . ontoh halaman 48 AuTujuan Pembelajaran. Kata Kunci. Siap-Siap BelajarA. , judul cerita pun sudah tertulis dengan tepat . ontoh halaman 49 AuMembacaAy, halaman 54 AuJauh dan Deka. Sebagian besar ejaan sudah sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Namun ada beberapa bagian yang masih perlu diperbaiki seperti katakata pada halaman 54 yaitu kata "Unta" yang tidak sesuai dengan gambar yang ada, dalam gambar berikut tertera AuOntaAy, sehingga harus di sesuaikan antara gambar dengan penulisan serta mempertimbangkan penulisan yang tepat. Hasil analisis aspek kelugasan dapat dikegorikan AulugasAy, sesuai karakteristik anak usia sekolah Kalimat tidak berbelit-belit, namun terdapat kekeliruan seperti pada bagian sintaksis pada kalimat AuSudah, sabar. Yang penting tidak ada yang terluka,Ay kata ibu itu menengahi. Kata AumenengahiAy kurang tepat konteksnya, semestinya diganti AumenenangkanAy. Kemudian bagian sematik pada kalimat "Kamu tidak apa-apa?" seorang ibu bertanya kepada Rudi. Makna kalimat ini seolah-olah Rudi yang mengalami kecelakaan, padahal yang jatuh adalah pengendara motor. Seharusnya bisa diperbaiki menjadi AuApakah pengendara motor itu baik-baik saja?Ay seorang ibu bertanya bertanya kepada Rudi. Hal ini menunjukkan perlunya sedikit revisi pada struktur kelugasan bahasa. Kualitas Penyajian Aspek kualitas penyajian terdiri dari dua aspek. Pertama aspek pembangkit motivasi belajar peserta didik. Kedua aspek ada tidaknya soal latihan pada setiap akhir bab. Hasil analisis aspek pembangkit motivasi belajar peserta didik dapat dikategorikan AumenarikAy. Karena pada bab i buku terdapat bagian refleksi yang mampu mengajak peserta didik untuk mengungkapkan pengalaman serta capaian belajar mereka sendiri, hal tersebut mampu membangkitkan motivasi dan semangat belajar peserta didik. Hasil analisis aspek ada tidaknya soal latihan pada setiap akhir bab dikategorikan AulugasAy. Ini dibuktikan dalam bab i buku Bahasa Indonesia terdapat soal latihan di akhir bab, yang sudah dilengkapi dengan refleksi, pengamatan, mengasah kreativitas, serta latihan membaca dan Latihan semacam ini penting untuk mendorong penerapan HOTS (Higher Order Thinking Skill. peserta didik. Kualitas Kegrafikan Aspek kualitas kegrafikan terdiri dari dua aspek. Aspek yang pertama yaitu ukuran buku, ukuran, jenis, dan format huruf. Aspek yang kedua yaitu aspek penggunaan ilustrasi. Hasil analisis aspek ukuran buku, ukuran, jenis, dan format huruf dikategorikan AutepatAy. Hal ini dibuktikan dengan ukuran buku yang digunakan sudah sesuai dengan yang di tetapkan oleh BSNP untuk buku kelas IV. Yaitu ukuran Kuarto . x 29,7 c. atau B5 . ,6 x 25 c. Kemudian ukuran huruf terutama dalam bab i menggunakan ukuran 12/16 pt yang telah sesuai untuk buku Selanjutnya format huruf dalam buku Bahasa Indonesia-Lihat Sekitar telah menggunakan penggunaan huruf tebal . yang digunakan untuk menyoroti kata-kata kunci, sehingga peserta didik dapat dengan cepat menemukan informasi penting. Selain itu, huruf miring . yang Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Juli 2025 ISSN: 2721-1533 memungkinkan digunakan untuk istilah khusus atau penekanan pada teks tertentu agar peserta didik lebih mudah membedakan teks utama. Hasil analisis aspek penggunaan ilustrasi sudah AusesuaiAy karena, ilustrasi yang ada pada buku sudah relevan dengan materi, sehingga dapat membantu dalam memperjelas konsep- konsep yang kepada peserta didik. Kualitas gambar yang digunakan dalam bab i juga sudah mendukung tidak ada gambar buram yang dapat mengganggu pemahaman peserta didik. Gambar-gambar yang tersedia pun tidak bertentangan dengan nilai- nilai etika dan moral untuk peserta didik. Namun, perlu revisi minor seperti kesalahan penulisan kata AuontaAy pada halaman 54 yang seharusnya ditulis AuuntaAy. KESIMPULAN Buku teks Bahasa Indonesia kelas IV Bab i dengan judul AuLihat SekitarAy dinilai layak digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar dengan beberapa catatan perbaikan minor. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari aspek kelayakan isi, materi yang disajikan telah sesuai dengan elemen dan capaian pembelajaran yang mencakup keterampilan menyimak, membaca, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis. Materi juga dinilai aktual karena menyajikan konten yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, seperti pengenalan warna dan bentuk ramburambu lalu lintas, sehingga mendukung pengembangan literasi fungsional. Aspek kualitas bahasa, penggunaan ejaan telah sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), meskipun terdapat beberapa kesalahan minor yang perlu direvisi, seperti ketidaksesuaian antara teks dan gambar, serta penggunaan kata yang kurang tepat secara semantik dan sintaksis. Kalimat dalam buku umumnya lugas dan sesuai dengan karakteristik kognitif peserta didik sekolah dasar, namun terdapat beberapa kalimat yang perlu disempurnakan agar tidak menimbulkan makna yang ambigu. Aspek kualitas penyajian buku dinilai menarik karena menyertakan komponen refleksi yang dapat memotivasi peserta didik dalam pembelajaran. Selain itu, kehadiran soal-soal latihan di akhir bab yang dikembangkan dengan pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) menunjukkan bahwa buku ini tidak hanya menekankan aspek kognitif rendah, tetapi juga mendorong pengembangan berpikir kritis peserta didik. Aspek kualitas kegrafikan buku telah memenuhi standar yang ditetapkan BSNP terkait ukuran, jenis, dan format huruf. Penggunaan ilustrasi pun telah sesuai, mendukung pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan, serta bebas dari konten yang tidak sesuai dengan nilainilai moral dan etika. Meski demikian, terdapat kekeliruan minor seperti penulisan kata AuontaAy yang seharusnya AuuntaAy, yang perlu diperbaiki untuk menjaga konsistensi dan ketepatan informasi visual dan verbal. Dengan demikian, buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar utama di kelas IV SD, dengan catatan perlunya revisi minor pada beberapa bagian untuk meningkatkan kualitas secara keseluruhan. DAFTAR PUSTAKA