Ekono Insentif | ISSN . : 1907-0640 | ISSN . : 2654-7163 DOI: https://doi. org/10. 36787/jei. | Vol. 16 | No. 2 | Halaman 63-81 Oktober 2022 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Dwinta Mulyanti1 Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Ai Nurhayati2 Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Abstrak Perkembangan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) saat ini tidak dipungkiri semakin pesat. Dan dalam perkembangan tersebut tentunya para pelau UMKM dihadapkan dengan berbagai kendala diantaranya adalah tidak memisahkan uang usaha dari kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kemajuan teknologi menuntut pelaku UMKM untuk beradaptasi agar selalu megikuti perkembangan, salah satunya adalah dengan pemanfaatan fintech. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memastikan bagaimana literasi keuangan dan penggunaan fintech mempengaruhi kinerja keuangan UMKM yang beroperasi dibidang makan dan minuman yang berada diwilayah Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang didistribusikan kepada 320 responden yang merupakan pelaku usaha dibidang makanan dan minuman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan fintech baik secara parsial maupun simultan memiliki dampak positif dan signicfikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Kata Kunci: UMKM. Literasi Keuangan. Financial Technologi. Kinerja Keuangan Abstract The development of micro, small and medium enterprises (MSME. is currently growing rapidly. And in this development, of course. SMEs are faced with various obstacles, including not separating business money from daily needs. In addition, technological advances require MSME actors to adapt to always follow developments, one of which is the use of fintech. The purpose of this study is to determine how financial literacy and the use of fintech affect the financial performance of MSMEs operating in the food and beverage sector in the West Java region. This study uses a research instrument in the form of a questionnaire distributed to 320 respondents who are business actors in the food and beverage sector. The research method used is descriptive verification method. The results show that financial literacy and fintech, either partially or simultaneously, have a positive and significant impact on the financial performance of MSMEs. Kata Kunci: MSMEs. Financial Literacy. Financial Technology. Financial Performance Ekono Insentif - 63 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT PENDAHULUAN Pada masa ekonomi global yang terjadi saat ini di masyarakat harus dapat melakukan suatu pengelolaan keuangan dengan baik dan juga tepat, karena pengelolaan keuangan adalah proses yang harus di lakukan khusunya bagi para pelaku usaha (UMKM) (Pusporini, 2. Menurut Badan Pusat Statistik triwulan 1 2021 pulau Jawa masih nasional. Jawa Barat menyumbang 13,50% dari PDB tertinggi ketiga setelah DKI Jakarta 18,07% dan Jawa Timur sebesar 14,80%, oleh karena itu pemerintah daerah juga berperan aktif UMKM Berdasarkan data dari Lembaga Koperasi Usaha Kecil di Provinsi Jawa Barat, dalam perkembangan UMKM pada peningkatan dari berbagai indikator yang UMKM semakin baik di setiap tahunnya. Pada penelitian ini skala UMKM yang digunakan yaitu usaha kecil pada bidang F&B atau kuliner. F&B merupakan salah satu usaha yang merambah pada penjualan dan pembuatan makanan dan mempunyai suatu potensi yang besar agar meningkatkan kesejahteraan guna mengurangi tingkat kemiskinan daerah dan mencapai pertumbuhan ekonomi daerah ( Saerang. Regina 2. Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil dan Menengah: AuUsaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki,dikusai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha besarAy. Penyerapan tenaga kerja yang signifikan dan tingginya jumlah UMKM di Jawa Barat produktivitas atau kinerja UMKM. Kinerja UMKM adalah cerminan keberhasilan berupa keuntungan yang dicapai dari aktivitas yang telah Sehingga untuk mengukur kinerja UMKM pada penelitian ini akan digunakan kinerja keuangan bersama penjualan, pertumbuhan modal dan peningkatan laba (Alamsyah, 2020. Selain itu UMKM seringkali mengalami keterlambatan perkembangan karena terbatasnya pembiayaan, pengelolaan usaha, sumber daya manusia dan pemasaran (Mulyanti et al. , 2. Sehingga fintech hadir untuk menjadi suatu alternatif yang bisa membantu UMKM dalam pelayanan pada finansial yang mencakupi, karena fintech dapat usaha seperti payment gateway atau pembayaran online yang bisa menarik lanyanan yang ditawarkan misalnya cashback, diskon atau promo lainnya. selain itu UMKM juga dapat mendapatkan akses produk dan berbagai layanan keuangan dimanapun dengan mudah (Hijir, 2. Ada beberapa jenis fintech diantaranya: . P2P Lending serta crowdfunding . Manajemen risiko dan Ekono Insentif - 64 Dwinta Mulyanti. Ai Nurhayati investasi . Market Aggregator dan . Pembayaran, penyelesaian dan kliring. Payment Gateway yang memiliki tingkat penggunaan 42,22% merupakan produk fintech terpopuler menurut Otoritas Jasa Keuangan . Jika dibandingkan dengan P2P sebesar 17,78%. Aggregator sebesar 12,59%, dan Manajemen Risiko dan Investasi sebesar 28%. OVO. GoPay, dan Shopepay adalah tiga payment gateway Indonesia yang berkembang Payment Gateway paling banyak diminati Karena Payment Geteway memiliki kaitan erat dengan kinerja keuangan (Lestari et al. , 2. Dibalik kemudahan pada fintech terdapat beberapa risiko bagi pengguna fintech (Suyanto, 2. Seperti: perlindungan data pengguna, penggunaan fintech rawan terhadap . erangan hacker, malware, dl. , penyalahgunaan untuk tujuan pendanaan terorisme, pencucian uang, dan menjaga stabilitas system keuangan (Sumarna et , 2. Maka dari itu untuk menghindari risiko pada fintech, literasi keuangan sangat di butuhkan. Literasi pemahaman dasar tentang suatu keuangan serta keterampilan untuk menerapkan informasi untuk membuat keputusan yang benar, baik bagi individu atau pelaku usaha (Hijir, 2. Dilapangan masih banyak ditemukan permasalahan literasi keuangan. Provinsi Jawa Barat memiliki skor literasi keuangan sebesar 37,43% menurut temuan Survei Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Nasional (SNLIK) 2019 yang dilakukan oleh OJK. Angka tersebut masih menunjukan literasi keuangan pada masyarakat di Jawa Barat masih belum dipahami dengan baik. Maka dari itu literasi keuangan harus terus ditingkatkan karena dengan tingkat literasi keuangan yang baik seseorang akan mudah untuk menggegas penilaian tentang informasi, sedangkan tingkat literasi keuangan yang buruk seseorang dimanfaatkan ketika bertransaksi dan akan berdampak terhadap kehidupan sehari-hari (Rosliyati & Iskandar, 2. Selain pendapatan rendah, praktik pengelolaan uang yang buruk termasuk penggunaan kartu kredit yang berlebihan dan pengabaian perencanaan keuangan dapat menyebabkan masalah keuangan (Utomo & Kaujan, 2. Dari penelitian ini penggambungan dua variabel yang merupakan pemahaman keuangan serta fintech pada kinerja keuangan usaha kecil yang dimana peneliti terdahulu meneliti literasi keuangan dan fintech berfokus terhadap variabel bebas lain. Selain itu objek yang saya teliti berbeda dengan objek yang sudah ada dan teori dari persepsi yang berbeda. Literasi peranan yang sangat penting dimana keuangan maka akan meningkatkan hasil keuangan yang akan dicapai oleh pengusaha karna keberhasilan suatu usaha terkait kemampuan pelaku usaha pada suatu keterampilan (Rosliyati & Iskandar, 2. , sehingga para pelaku pengetahuan keuangan mereka dalam Hal ini sesuai dengan penelitian (Rumini & Martadiani, 2. yang menegaskan bahwa kinerja keuangan UMKM Disisi lain (Pusporini, 2. Ekono Insentif - 65 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT mengemukakan bahwa literasi keuangan berkaitan erat terhadap pengelolaan keuangan dan menurut (Nurhidayati & Anwar, 2. yang mengklaim bahwa pengalaman kerja berdampak terhadap literasi keuangan sedangkan tingkat pendidikan dan pendapatan tidak mempunyai dampak pada literasi Sedangkan Fintech merupakan hasil gabungan dari jasa dan technology yang memilki banyak manfaat dan bisa menjadi solusi bagi pelaku usaha UMKM seperti yang di paparkan (Lestari et al. yang menegaskan gateway yang merupakan indikator dari fintech berkaitan erat terhadap kinerja keuangan hal ini searah dengan (Marisa, (Retno Rahadjeng et al. , 2. dan (Lestari et al. yang mengemukakan bahwa fintech memiliki kaitan erat dan signifikan pada kinerja keuangan. Sehingga kajian ini memiliki tujuan untuk mengkaji berapa besar dampak literasi keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM dan mengkaji seberapa besar dampak fintech terhadap kinerja keuangan UMKM. KAJIAN LITERATUR Literasi Keuangan Komponen pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan adalah literasi keuangan, menurut Kerangka Penilaian Literasi Keuangan (OECD INFE, 2. Hal ini sejalan dengan Pusporini . yang literasi keuangan untuk meraih kehidupan yang sejahtera dan berkualitas. Hijir . menyatakan bahwa kemampuan untuk mengelola keuangan sendiri untuk memajukan dan menjalani kehidupan yang lebih kaya di masa depan dikenal sebagai literasi keuangan. Menurut (Nurhidayati & Anwar, 2. Literasi Keuangan komponen,yaitu: Pengetahuan Keuangan, penilaian ini, indikator pengetahuan hutang,tabungan, asurani serta dasardasar keuangan lainnya. Perilaku Keuangan, indikator perilaku keuangan ini meliputi: perencanaan pengendalian uang, investasi dan pembayaran utang tepat waktu. Sikap Keuangan, indikator sikap keuangan meliputi: pola pikir terhadap keuangan dan rencana masa depan. Financial Technology Retno Rahadjeng et al. , . Financial technology/FinTech ialah hasil dari kombinasi layanan keuangan dan transformative dari jenis usaha tradisional membentuk model bisnis moderat, yang sebelumnya pembayaran mesti langsung dan menyediakan uang tunai, tetapi sekarang dapat melakukan transaksi jarak jauh dimanapun dengan hitungan Sedangkan menurut Rizal et al. Fintech menyuplai layanan keuangan dan Sumarna et al. , . Fintech adalah kombinasi dari jasa keuangan dan teknologi yang pada akhirnya mengganti model usaha dari konvensional menjadi Oleh karena itu, fintech adalah Ekono Insentif - 66 Dwinta Mulyanti. Ai Nurhayati teknologi berbasis digital pada sektor keuangan yang memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kemampuan namun disisi lain fintech punya resiko tersendiri. Menurut Marisa, . indikator penggunaan fintech yaitu: Persepsi Kemudahan Persepsi kemudahan yaitu keyakinan untuk memanfaatan suatu teknologi penggunanya, bukan sebaliknya. Efektivitas Efektivitas penggunaan teknologi yang sesuai dengan tujuan pengguna. Dengan efektivitas penggunaan fintech dapat menyelesaikan pekerjaan mereka. Risiko Risiko merupakan ekspetasi kerugiaan kemurgiannya akan akan semakin besar risiko yang di anggap ada. Menurut Lestari et al. , . terdapat berbagai jenis fintech antara lain: Peer to peer Lending (P2P) Menurut OJK . Peer to peer Lending yaitu suatu layanan peminjaman berbasis mendapatkan layanan keuangan yang menghadapkan orang yang memberi meminjam dalam rangka mengadakan kontrak/perjanjian. Sistem peminjamannya langsung melalui elektronik dan menggunakan jaringan Contohnya: Kredivo. UangTeman. Koinworks, dll. Risk and Investment Management (Manajemen risiko dan Investas. Manajemen resiko dan investasi adalah fintech yang menawarkan pelayanan dari perencanaan dan konseling keuangan di sektor platform, perdangangan online dan asuransi. Fungsinya keuangan untuk lebih mudah dan praktis serta dapat diperiksa kapanpun dan dari lokasi manapun (Retno Rahadjeng et al. , 2. Contohnya: Bareksa. Finansialku. TanamDuit. Cekpremi dan Rajapremi. Market Aggreggator Market Agregator adalah fintech yang mengumpulkan beragam informasi pasar yang dapat dimanfaatkan pelanggan berdasrkan kebutuhan Bentuk membandingkan produk berdasarkan harga, fitur, dan keunggulan (Retno Rahadjeng et al. , 2. Contohnya: Cekaja. Cermati. KreditGogo, dan Pembayaran, penyelesaian dan kliring (Payments,Clearing and Settlement ). Payment gateway adalah suatu alat pembayaran online yang menjelaskan dan memvalidasi informasi untuk menjalani transaksi yang telah disetujui Contohnya: Doku,Sakuku BCA. T-cash. Dana. GoPay dan Ovo. Kinerja Keuangan Menurut (Lestari et al. , 2. Kinerja keuangan menggambarkan keberhasilan suatu perusahaan dilihat dari hasil yang diperoleh dari berbagai aktivitas yang Pernyataan ini searah dengan yang dipaparkan oleh Mukarromah et al. yang mengemukakan bahwa Ekono Insentif - 67 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT kinerja keuangan merupakan istilah yang digunakan untuk sebagian atau seluruh kegiatan entitas selama periode waktu Kinerja ialah cerminan dari suatu kemampuan atau kekuatan perusahaan Menurut Alamsyah, . kinerja keuangan UMKM memiliki tiga indikator. Peningkatan Penjualan Peningkatan Modal Peningkatan Profit/Keuntungan Dampak Literasi Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Literasi keuangan penting dan akan berdampak pada kinerja keuangan yang mana jika kemampuan tentang pengelolaan keuangan baik maka kinerja keuangan seperti pencapaian penjualan dan pencapaian laba/profil akan baik. Tanpa adanya pemahaman literasi keuangan yang benar UMKM tersebut tidak bisa menciptakan suatu keputusan penanganan yang baik dan sesuai dengan kondisi keuangannya (Rosliyati & Iskandar, 2. Pengambilan keputusan yang dilakukan pelaku usaha sangat penting untuk kinerja UMKM dan Berdasarkan pernyataan ini, maka dapat dirumuskan sebagai berikut : H1 : Literasi keuangan berdampak pada Kinerja keuangan UMKM. Dampak Financial Technology Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Fintech adalah suatu layanan tekonologi baru seperti mobile dan media pembayaran berbasis mobile untuk pengiriman uang, pembayaran dan investasi (Rizal et al. , 2. Dengan adanya teknologi ini, usaha kecil dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan transaksi, kemudahan pembayaran, kemudahan menjalin hubungan dengan konsumen dan kemudahan pengawasan keuangan dan barang (Suyanto & Kurniawan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dirumuskan: H2 : Financial Technology berdampak pada kinerja keuangan UMKM. Dampak Literasi Keuangan dan Financial Technology Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Literasi merupakan pemahaman tentang dasar keuangan dan fintech adalah layanan keuangan dengan berbasis teknologi. Penggunaan fintech berbasis payment gateway diyakini akan membantu pelaku perusahaan UMKM sehingga pendapatannya akan terus tumbuh dan berkembang. Selain itu literasi keuangan juga dapat membantu . ayment gateway. dan meningkatkan kinerja keuangan ke arah yang lebih baik keberhasilan usaha (Lestari et al. , 2. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat dirumuskan: H3 : Literasi keuangan dan Fintech berpengaruh pada Kinerja keuangan UMKM Ekono Insentif - 68 Dwinta Mulyanti. Ai Nurhayati Literasi Keuangan Indikator: Pemahaman Sikap terhadap Perilaku keuangan Sumber: Nurhidayati dan Anwar . Kinerja Keuangan Indikator: Modal Profit/Keuntungan Sumber: Alamsyah Financial Technology Indikator: Persepsi kemudahan Efektivitas Risiko Sumber : Marisa Metode Penelitian Kajian ini menerapkan metodologi kuantitatif, dengan objek pada kajian ini yaitu literasi keuangan, fintech dan kinerja keuangan pada UMKM yang sudah tercatat pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat. Teknik dalam pengambilan data nya yaitu kuesioner melalui skala Likert dan studi pustaka. Metode sampling yang akan digunakan adalah Non Probability Sampling dengan jenis pengambilan sampel yang dilakukan ialah sampling purposive. Menurut (Sugiyono, 2. Sampling purposive yaitu suatu teknik untuk mengetahui penetapan sampel dengan cara mempertimbangan ketentuan yang diambil. Misalnya penelitian yang akan mengkaji tentang kualitas makanan, maka sampel sumber data yang diambilnya yakni orang yang juru makan, atau pengkajian tentang politik di suatu daerah, maka sampel yang digunakan untuk sumber data nya adalah orang yang ahli politik. Penelitan ini rumus Solvin sebagai berikut: n = 1 yce 2 Catatan : n = Total sampel N = Total populasi e = batas kesalahan yang Dari rumus tersebut maka dapat di peroleh jumlah sampelnya adalah Ekono Insentif - 69 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Rancangan analisis data dan hipotesis menggunakan metode deskriptif suatu keterkaitan yang signifikan antara variabel yang diteliti untuk menarik kesimpulan yang membuat dan akan memperjelas gambaran keseluruhan objek yang diteliti. Analisis verifikatif dalam analisis ini menentukan model struktural dengan metode partial least path modeling (PLSPM). Diantaranya: Uji validitas, uji reliabilitas, r-square, f square, path coefficient, goodness of fit dan uji hipotesis dengan boostraping (Juliandi. Operasional variabel dalam penelitian yang dilakukan yaitu literasi keuangan dan fintech sebagai variabel bebas atau variabel eksogen dan kinerja Variabel Literasi Keuangan (X. Dimensi keuangan UMKM sebagai variabel terikat atau endogen. Alat analisis dalam kajian ini meggunakan software SmartPLS versi Adapun instrument dalam analisis ini adalah sebagai berikut: Indikator Skala Pengukuran Pemahaman a. Pengelolaan keuangan Perencanaan No Soal Perilaku Kegiatan menabung dan investasi Evaluasi pengelolaan Sikap terhadap uang Sikap Ordinal 10 Ae 12 Ekono Insentif - 70 Dwinta Mulyanti. Ai Nurhayati 13 Ae 15 Fintech (X. 16 Ae 18 Persepsi Mudah dalam Kemudahan penggunaan dan Efektivitas Efektifitas penggunaan Resiko Fintech Ordinal 19 Ae 21 Resiko 22 Ae 24 Kinerja Keuangan UMKM (Y) 25 Ae 27 Peningkatan Penjualan Peningkatan Modal Peningkatan Keuntungan 28 Ae 30 Ordinal Hasil dan Pembahasan Berikut adalah rangkuman responden berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil survei. Dalam kajian ini, karakteristik responden atau informan dideskripsikan untuk menjelaskan latar belakang responden. Ekono Insentif - 71 31 - 33 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Tabel 2. Karakteristik Responden atau Informan Keterangan Jumlah Presentase Berdasarkan Jenis Kelamin Wanita Laki-laki Jumlah Berdasarkan Pendidikan Terakhir Sekolah Dasar Sekolah Menengah Pertama SMA/SMK Jumlah Berdasarkan Umur Responden 20 Ae 25 Tahun 26 Ae 35 Tahun 36 Ae 45 Tahun 46 Ae 55 Tahun > 55 Tahun Jumlah Lama Usaha Responden Kurang dari 5 Tahun 5 Ae 10 Tahun 10 -15 Tahun Lebih dari 15 Tahun Jumlah Mayoritas UMKM di Jawa Barat yang menjadi responden atau infroman dalam penelitian ini adalah perempuan yakni 65,9 persen atau 210 orang dari total 320 pelaku usaha UMKM yang dijadikan sampel dalam analisis ini. Mengenai terakhir di tingkat SMK/SMA yaitu sebesar 78,4 persen atau 250 orang dari keselurahan responden 320. Pelaku UMKM di Jawa Barat didominasi oleh responden yang berumur 36 Ae 45 sebesar 41,5 persen dan usia 26 Ae 35 sebesar 23,9 persen. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas pelaku UMKM tersebut berada pada usia produktif. Dan Berdasarkan dari lama usahanya mayoritas responden dengan lama usaha sekitar 5 Ae 10 Tahun sebesar 36,4% atau 115 usaha. 65,9% 34,1% 1,6% 11,9% 78,4% 8,1% 18,4% 23,9% 41,5% 14,1% 2,1% 22,4% 36,4% 30,7% 10,5% Untuk menentukan validitas suatu indikator dilakukan uji validitasnya menggunakan pendekatan loading factor dengan batas nilai setidaknya 0,70. Korelasi antara nilai indikator dengan nilai konstruk dikenal dengan istilah loading factor (Juliandi, 2. Dalam pengujian validitas konvergen, nilai AVE minimal 0,70 cukup akurat menggambarkan sejauh mana validitas konvergen. Dengan kata lain, variabel laten mampu untuk menguraikan rata-rata lebih dari setengah varians dalam indikator. Nilai ini sudah valid karena skor masing-masing variabel pada tabel 2 skor AVE > 0,70. Ekono Insentif - 72 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Tabel 2. Validitas Diskriminasi Konstruk AVE Akar AVE Literasi 0,758 0,876 Keuangan Fintech 0,740 0,860 Kinerja Keuangan 0,819 0,903 UMKM Sumber: SmartPLS 3, 2022 . iolah oleh penuli. Tabel 3. Alpha Cronbach CronbachAos Keterangan Alpha Literasi Reliabel Reliabel Reliabel Keuangan Financial Technology Kinerja Keuangan UMKM Sumber: SmartPLS 3, 2022 . iolah oleh Uji reliabilitas mengevaluasi signifikansi CronbachAos Alpha. Suatu instrument Batas Nilai AVE Keterangan 0,50 Valid 0,50 Valid 0,50 Valid dianggap andal jika secara konsisten menghasilkan hasil yang sama ketika digunakan untuk mengukur item yang sama sepanjang waktu. Meskipun instrument yang valid seringkali dapat diandalkan, namun harus diuji karena syarat untuk menentukan validitas (Sugiyono 2. Pada tabel 3 dapat disimpulkan uji reliabilitas sudah terpenuhi dan dapat diterangkan reliabel karna semua nilai variabel lebih dari 0,7. Nilai tersebut sudah melewati batas minimal AVE Tanggapan responden Variabel Skor Aktual Skor Ideal Presentase Skor Aktual Keterangan Literasi Keuangan 73,9% Baik 74,1% Fintech Kinerja Keuangan UMKM Ekono Insentif - 73 Baik Baik PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Tanggapan mengenai variabel literasi keuangan secara keseluruhan dengan total responden 320 menghasilkan jawaban yang memilih sangat tidak setuju sebanyak 248, tidak setuju sebanyak 781, kurang setuju sebanyak 412, setuju sebanyak 2. 102 dan sangat setuju sebanyak 1. skor actual keseluruhan variabel literasi keuangan adalah sebesar 73,9% sehingga termasuk pada kategori baik. Variabel literasi keuangan memiliki 3 dimensi dan 5 indikator diantaranya : Pengelolaan Keuangan, berdasarkan hasil jawaban responden indikator ini paling besar pada pernyataan Ausaya memiliki manajemen hutangAy sebesar 78% yang artinya para pelaku UMKM memiliki manajemen hutang yang baik dan memiliki . Perencanaan Keuangan, berdasarkan hasil jawaban responden dalam indikator ini paling besar pada pernyataan Ausaya memiliki langkah-langkah untuk persiapan jika berada dalam masalah keuanganAy sebesar 76% yang artinya para pelaku UMKM dapat memikirkan situasi yang mengantisipasi masalah keuangannya. Kegiatan Menabung dan Investasi, berdasarkan hasil dari jawaban responden dalam indikator ini paling Ausaya menggunakan bank untuk menyimpan tabunganAy sebesar 75% yang artinya para pelaku UMKM menggunakan lembaga keuangan untuk menyimpan uang mereka hal ini termasuk kedalam . Evaluasi Pengelolaan Keuangan, berdasarkan hasil dari jawaban responden dalam indikator ini paling besar pada pernyataan Auusaha saya menggunakan sebenarkan saat mengajukan kreditAy sebesar 76% yang artinya para pelaku UMKM memiliki tujuan yang stabil sehingga saat pengajuan kredit benarbenar dipake untuk pengembangan . Sikap Terhadap Uang, berdasarkan hasil dari responden dalam indikator ini paling besar terdapat pada pernyataan Ausebelum membeli sesuatu saya membandingkan harga terlebih dahuluAy sebesar 82% yang artinya para pelaku UMKM bisa mengontrol dan selalu memprioritaskan usaha mereka dari pada keinginan mereka pribadi. Tanggapan responden secara keseluruhan pada variabel financial technology dengan total responden 320 sangat tidak setuju 142, tidak setuju 465, kurang setuju 252, setuju 256, dan sangat seetuju 765. Presentase skor actual keseluruhan variabel fintech adalah sebesar 74,1% sehingga termasuk pada kategori baik. Variabel financial technology memiliki 3 dimensi dan 3 indikator, indikator itu . Kemudahan Penggunaan Pengoperasiannya, berdasarkan hasil dari responden dalam indikator ini paling banyak pada pernyataan Ausaya dapat menggunakan aplikasi fintech darimanapunAy sebesar 77% artinya para pelaku UMKM tidak kesulitan dalam menggunakan fintech karna fintech merupakan layanan keuangan untuk memberi kemudahan dalam . Efektifitas Penggunaan Fintech, berdasarkan hasil jawaban Ekono Insentif - 74 Dwinta Mulyanti. Ai Nurhayati dari responden pada indikator ini paling besar terdapat pada pernyataan Ausaya beranggapan aplikasi fintech sangat bermanfaat bagi sayaAy sebesar 77% yang artinya para pelaku UMKM memiliki keyakinan bahwa adanya . Risiko Penggunaan Fintech, jawaban responden pada indikator ini paling besar terdapat pada pernyataan Ausaya rasa penggunaan fintech sangat berisikoAy sebesar 77% yang artinya para pelaku UMKM selain dapat merasakan manfaat fintech tetapi mereka memiliki rasa kecemasan terhadap risiko yang ditimbulkan oleh Tanggapan responden secara keseluruhan untuk variabel kinerja UMKM responden tidak setuju sebanyak 100, tidak setuju 353, kurang setuju 237, 307, dan sangat setuju 848. Presentase skor actual keseluruhan variabel kinerja keuangan adalah sebesar 77% sehingga masuk kedalam kategori baik. Variabel memiliki 3 indikator diantaranya: . Pertumbuhan Penjualan, berdasarkan hasil dari jawaban responden pada indikator ini paling besar terdapat pada pernyataan AuPenjualan saya lebih baik dibanding penjual pesaingAy sebesar 80% yang artinya penjualan para pelaku UMKM memiliki kualitas yang . Pertumbuhan Modal, berdasarkan hasil jawaban responden pada indikator ini paling banyak terdapat pada pernyataan Ausaya meminjam modal untuk usaha sayaAy sebesar 78% yang artinya para pelaku UMKM keuangan dengan pengajuan kredit untuk mengembangkan usahanya. Pertumbuhan Profit/Laba, berdasarkan hasil dari jawaban responden pada indikator ini paling banyak pada pernyataan Aupenjualan saya setiap tahun selalu meningkatAy sebesar 77% penjualan UMKM baik. Tabel 4. R-Square R Square R-Square dalam kajian ini menunjukan sebesar 0,918 yang memiliki arti kekuatan variabel literasi keuangan dan fintech dalam memaparkan variabel endogen yaitu kinerja keuangan adalah sebesar 91,8% dengan demikian model tergolong tinggi . Kinerja Keuangan UMKM Square Adjusted Sumber: SmartPLS 3, 2022 . iolah oleh Tabel 5. F-Square R-Square mengukur besarnya variasi nilai endogen . ariabel terpengaru. yang bisa dipertanggungjawabkan oleh pemberi pengaruh ( eksoge. Hal ini berguna untuk menentukan seberapa akurat model tersebut ( Juliandi 2. Kinerja Keuangan Financial Technology 0,247 Literasi Keuangan 0,350 Ekono Insentif - 75 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT Sumber: SmartPLS 3, 2022 . iolah oleh F-Square merupakan metrik yang dipakai untuk mengevaluasi pengaruh terukur variabel yang mempengaruhi . Pengukuran pada f . -squar. dapat disebut juga efek transformasi. Artinya, perubahan dari nilai R2 pada saat saat variabel eksogen tertentu dihilangkan dari model, maka dapat apakah variabel yang dihilangkan terhadap konstruk endogen (Juliandi. Berdasarkan tabel 5 output FSquare literasi keuangan 0,350 dan fintech sebesar 0,247 yang dapat disimpulkan bahwa efek yang sedang atau moderat dari variabel eksogen pada variabel endogen. Path Coefficient adalah suatu menunjukan arah hubungan variabel. Path coefficient memiliki rentang nilai antara -1 sampai dengan 1. Dan untuk menentukan persamaan jalur dari model yang diujikan. Dari tabel 6 dapat dijelaskan bahwa nilai path coefficient pada literasi keuangan original sampel sebesar 0,307637 atau nilai tstatistiknya 4,664 > 1,96 yang memilki arti berpengaruh dengan nilai signifikan yang dapat dilihat dari p-values 0,000 < 0,05 yang artinya signifikan dan pada fintech nilai original sampel 0,3667 nilai positif dan nilai t-statistik 0,093 > 1,96 yang memilki arti berpengaruh dan nilai signifikan atau p-values 0,000 yang berarti signifikan. Tabel 6. Path Coefficient Financial Technology -> Kinerja Keuangan UMKM Literasi Keuangan -> Kinerja Keuangan UMKM Original Sample (O) Sample Mean (M) 0,307639 0,311806 0. 0,366667 0,363194 0. Sumber: SmartPLS 3, 2022 . iolah oleh Goodnes of Fit (GoF) model ini digunakan untuk menvalidasi model keseluruhan antara model pengkuran Untuk memperoleh nilai GoF dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai Standard Deviation T Statistics (STDEV) (|O/STDEV|) P Values yaycuya = OoyaycOya ycuOoycI 2 Nilai GoF (Goodness of Fi. dalam penelitian ini menunjukan 0,935 yang dapat disimpulkan bahwa nilai GoF masuk kedalam kategori tinggi karena Dan dinyatakan hasil observasi yang telah dilakukan sudah sesuai model yang digunakan atau good fit. Ekono Insentif - 76 Dwinta Mulyanti. Ai Nurhayati PEMBAHASAN Dampak Literasi Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Berdasarkan hasil dari analisis dan pengujian hipotesis secara parsial yang telah dilakukan sebelumnya, variabel literasi keuangan menunjukan bahwa literasi keuangan masuk kedalam kategori baik. Dan memiliki pengaruh secara signifikan. Hal ini karenakan oleh meningkatnya pemahaman para pelaku UMKM terhadap literasi keuangan disebabkan oleh adanya covid-19 yang mengakibatkan ketidakpastian ekonomi maka dari itu pelaku UMKM merasa literasi keuangan merupakan hal yang sangat penting seperti perencanaan pengelolaan keuangan dan sikap terhadap uang. Hal ini dapat dilihat juga dari hasil jawaban kuesioner yang diisi oleh responden atau informan pelaku UMKM yang menyatakan setuju dan sangat setuju pada setiap pernyataan. Hasil kajian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rumini & Martadiani, 2. dan (Alamsyah, 2020. yang mengemukakan bahwa literasi keuangan berpengaruh pada kinerja keuangan UMKM. Artinya dapat disimpulkan jika literasi keuangan meningkat maka kinerja keuangan juga meningkat. Sehingga penelitian sebelumnya. Dampak Pengunanaan Financial Technology Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Berdasarkan hasil pengujian dan analisis hipotesis secara parsial yang dilakukan sebelumnya, variabel financial Menunjukan bahwa kinerja keuangan UMKM sangat dipengaruhi oleh Financial Technology. Hal ini dikarenakan oleh adanya perkembangan teknologi yang semakin maju termasuk dalam keuangan yang dapat digunakan oleh siapapun dan kapanpun yang memiliki banyak fitur untuk digunakan UMKM meningkatkan kinerja keuangan UMKM juga literasi keuangan. Maka dari itu pelaku usaha (UMKM) harus bisa mampu mendorong untuk bertambahnya keuntungan usaha khusunya dari hasil peningkatan penjualan dan modal serta untuk menarik konsumen melalui dari berbagai promo yang ditawarkan. Hal ini dapat dilihat juga dari jawaban angket yang diisi oleh responden pelaku UMKM yang menerangkan setuju Artinya dapat disimpulkan jika financial technology meningkat maka kinerja keuangan juga meningkat. Hasil kajian ini sejalan dengan analisis yang dilaksanakan oleh (Suharti & Ardiansyah. Retno Rahadjeng et al. , 2021. Rizal et al. , 2. ) yang mengemukakan financial technology mempunyai kaitan erat dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Sehingga penelitian ini Dampak Literasi Keuangan dan Pengunaan Fintech Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Berdasarkan analisis yang dilaksanakan sebelumnya Ekono Insentif - 77 PENERAPAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN UMKM DI JAWA BARAT hasil uji simultan yang dapat dilihat dari nilai R-Square, variabel literasi keuangan dan fintech berdampak secara signifikan UMKM. Disebabkan literasi keuangan ialah suatu sikap terhadap keuangan, pengetahuan keuangan dan perilaku keuangan yang mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan, baik individu ataupun para pelaku usaha. Selain technology menggambungkan layanan keuangan dan teknologi yang memiliki manfaat juga risiko. Tahapan yang diperlukan untuk penerapan literasi keuangan dan penggunaan fintech pada UMKM akan berjalan baik jika pemilik mengetahui penerapan pengelolaan keuangan dan mengetahui teori bisnis digital seperti memiliki perencanaan dan dapat menganalisis kebutuhan konsumen saat ini. Kinerja keuangan dalam penelitian ini dikatakan baik karena para pelaku usaha bisa memanfaatkan peminjaman mengembangkan usahannya dan sudah mulai menggunakan serta memahami fintech terutama jenis payment gateway. Hal ini terlihat juga pada tanggapan responden berdasarkan kuesioner yang telah dibagikan secara keseluruhan, tanggapan responden terhadap variabel kinerja keuangan menghasilkan skor actual sebesar 77%. Maka dari itu dapat diartikan jika literasi keuangan dan penggunaan fintech nya baik atau meningkat maka kinerja keuangan nya pun semakin baik atau meningkat. Hasil kajian ini sesuai dengan analisis yang telah dilaksanakan oleh (Sumarna et al. yang menegaskan bahwa literasi keuangan dan financial technology berdampak signifikan pada kinerja Sehingga penelitian ini dapat Penutup Berdasarkan hasil kajian dan ditarik kesimpulan diantaranya Terdapat dampak yang signifikan antaran literasi keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya pemahaman para pelaku UMKM terhadap literasi keuangan. Hasil lain adanya dampak yang signifikan pada variabel financial technology terhadap kinerja keuangan UMKM. Hal tersebut dikarenakan adanya perkembangan teknologi dan para pelaku usaha harus menyesuaikannya sehingga usahanya bisa mengikuti perkembangan teknologi Dan Literasi keuangan dan financial technology mempunyai dampak UMKM, keuangan akan meningkat apabila dalam literasi keuangan dan financial technology nya baik. Dari beberapa hal tersebut Literasi keuangan pada UMKM bidang F&B atau kuliner sudah bagus, akan tetatpi pihak UMKM harus konsisten mempertahankan dan memperkuat literasi keuangan yang lebih baik untuk meningkatkan kinerja keuangan UMKM. Hal tersebut dilakukan pengetahuan tentang literasi seperti mengikuti pelatihan atau workshop yang diselengarakan oleh pemerintah maupun dari berbagai media lainnya dan memanfaatkan lembaga keuangan. Ekono Insentif - 78 Dwinta Mulyanti. Ai Nurhayati Penggunaan financial technology pada UMKM sudah baik oleh karena itu UMKM pemanfaatkan dan risiko penggunaan financial technology agar terhindar dari resiko yang tidak diharapkan seperti data/privasi kehilangan dana akibat penipuan. Sehingga salah satu cara untuk menjauhinya dapat dilakukan dengan cara menggunakan aplikasi fintech yang sudah berizin dari OJK dan dapat Kinerja keuangan pada UMKM sudah baik. Sehingga pihak UMKM harus mempertahankan dan meningkatkan Dari hasil kajian yang telah dilakukan peniliti menunjukan hasil yang sama dengan peneliti terdahulu yang Diharapkan untuk peneliti selanjutnya untuk menggunakan skala usaha yang berbeda dan memperluas penelitian tambahan untuk meningkatkan dan memperbaiki temuan penelitian ini. Daftar Pustaka