CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. DESEMBER PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI PUSKEMAS BAHAGIA TAHUN 2021 Sulthoh Mabsuthoh1. Hajar Nur Fathur Rohmah2 Program Studi S1 Kebidanan. Universitas Medika Suherman. Indonesia email: sulthohmabsuthoh@gmail. Received: 25-10-2022. Revised: 13-12-2022. Accepted: 15-12-2022 Abstract Breast milk is a source of nutrition for newborns. Breast milk given to infants aged 0 months to 6 months is called exclusive breastfeeding. Based on Government Regulation Number 33 of 2012 concerning Exclusive Breastfeeding, breast milk is given to babies from birth for six months, without giving and replacing them with other food or drinks . xcept drugs, vitamins, and mineral. The purpose of this study was to determine the effect of Moringa leaf extract on breast milk production in breastfeeding mothers at the Bahagia Health Center in December 2021 - January The design of this research is experimental using a pre-experimental design . re-experimental design. , namely one group pretest posttest design. This research was conducted at the Bahagia Health Center in December 2021 Ae January 2022. The population in this study were breastfeeding mothers who had babies aged 0-12 months who were at the Bahagia Health Center. The data collection technique used pretest and posttest questionnaires, the analysis used was univariate and bivariate analysis with paired t-Test. The results of the bivariate analysis showed that there was an effect between Moringa leaf extract and breast milk production with P value = 0. 000 P< 0. 05 and COR 0. The conclusion in this study is that there is an effect between Moringa leaf extract and breast milk production. Suggestions from the research are expected to be able to utilize Moringa leaves as a source of breast milk enhancing ingredients because they are cheap, easy to obtain, and easy to grow but have many benefits. Keywords: Moringa, milk production, breastfeeding mothers Abstrak ASI merupakan sumber asupan nutrisi bagi bayi baru lahir. ASI yang diberikan pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan disebut ASI eksklusif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif berarti memberikan ASI kepada bayi selama enam bulan setelah lahir, tidak memberikannya dan menggantinya dengan makanan atau minuman lain . ecuali obat, vitamin, dan minera. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh antara ekstrak daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Bahagia pada bulan Desember 2021 Ae Januari 2022. Desain penelitian ini ekperimental dengan menggunakan metode pra- eksperimen . re experimental design. yaitu one group pretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bahagia pada bulan Desember 2021 Ae Januari 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 Ae 12 bulan yang berada di Puskesmas Bahagia. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 11 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. DESEMBER pretest dan posttest, analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat dengan uji paired t-Test. Hasil analisis bivariat terdapat pengaruh antara ekstrak daun kelor dengan produksi ASI dengan P value = 0,000 P< 0,05 dan COR 0,996. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh antara ekstrak daun kelor dengan produksi ASI. Saran dari penelitian diharapkan dapat memanfaatkan daun kelor sebagai sumber bahan peningkat ASI karena murah, mudah didapat, dan mudah ditanam tetapi memiliki manfaat yang sangat banyak. Kata kunci : kelor, produksi ASI, ibu menyusui. PENDAHULUAN ASI merupakan sumber asupan nutrisi bagi bayi baru lahir. ASI yang diberikan pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan disebut ASI Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif berarti memberikan ASI kepada bayi selama enam bulan setelah lahir, tidak memberikannya dan menggantinya dengan makanan atau minuman lain . ecuali obat, vitamin, dan mineral (Kemenkes, 2. United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) menyarankan sebaiknya bayi hanya diberikan ASI selama paling sedikit 6 bulan. Hal ini dilakukan guna menurunkan angka kesakitan dan kematian anak. Makanan padat seharusnya diberikan setelah anak berumur 6 bulan, dan pemberian ASI dilanjutkan sampai anak berumur 2 tahun. Pada tahun 2003, pemerintah Indonesia mengubah rekomendasi lamanya pemberian ASI Eksklusif dari 4 bulan menjadi 6 bulan (Kemenkes RI, 2. Pemerintah memberikan pembinaan dan dorongan kepada para ibu agar berhasil dalam Inisiasi Menyusu Dini (IMD), memberikan ASI eksklusif dan melanjutkan dengan memberikan ASI sampai umur 2 tahun atau lebih dengan didampingi makanan pendamping ASI yang tepat. Selain itu. Kemenkes juga mengemukakan agar anak selalu mendapat pola pengajaran yang tepat untuk tumbuh kembang yang optimal Bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI Esklusif juga merupakan parameter yang terdapat pada Renstra Kementerian Kesehatan periode 2020-2024, bahkan pada Renstra periode sebelumnya . parameter ini sudah menjadi parameter kinerja kegiatan (IKK) Direktorat Gizi Masyarakat, karena sangat terkait dengan program prioritas pemerintah, yaitu percepatan penurunan Menurut kemenkes RI 2021, pada tahun 2020 dari jumlah bayi dengan usia kurang dari 6 bulan yang di callback, dari 303 sasaran bayi kurang dari 6 bulan 564 bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif atau sekitar 66,1%. Capaian indikator persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif sudah mencakupi target Renstra tahun 2020, yaitu sebesar 40%. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menurut (Kemenkes RI, berdasarkan laporan SDKI tahun 2012 perolehan ASI eklusif adalah 42%. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 menunjukkan bahwa persentase ASI eksklusif untuk anak berumur di bawah 6 bulan meningkat dalam 5 tahun terakhir sebesar 11% yaitu dari 42% pada tahun 2012 E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 12 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. DESEMBER menjadi 52% pada tahun 2017 (Putri & Naim, konsentrasi 40% juga menunjukkan efek yang Berdasarkan badan pusat statistik 2021 data presentase pemberian ASI eklusif pada kabupaten Bekasi tahun 2019 sebanyak 56,95% (Dinas Kesehatan. Keberhasilan pencapaian yang tertera memang sudah melampaui target Renstra, tetapi capaian tersebut masih jauh dari target nasional pemberian ASI Eklusif sebesar 80% (Mahadewi & Heryana, 2. Hal ini menunjukan masih banyaknya kekurangan dalam mencapai target nasional tahun 2020 dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayi Penelitian (Zakaria et al. , 2. menunjukan bahwa terdapat dampak ekstrak daun kelor dan tepung daun kelor terhadap produksi ASI. Selisih perbedaan peningkatan volume ASI kelompok ekstrak daun kelor lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok tepung daun kelor. Pada penelitian (Dahliana & Maisura, 2. daun kelor efektif dalam menaikan produksi ASI pada ibu menyusui di pusksmas Simpang Mamplam Bireuen. Penelitian yang dilakukan (Kurniasih, 2. juga menunjukan bahwa ibu menyusui yang mengkonsumsi teh daun kelor mengalami peningkatan produksi ASI secara signifikan setelah intervensi dengan p-value sebesar 0,002 dan nilai korelasi sebesar 0,93. Tentunya ketidakberhasilan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu tingkat pengetahuan ibu hamil dan bu nifas, perawatan payudara, faktor-faktor yang berhubungan dengan perawatan payudara, pijat laktasi dan faktor lainnya termasuk tidak terpenuhinya gizi ibu menyusui (Fithri, 2022. Rohmah. Wardani, 2021. Widaningsih, 2. Salah satu cara memenuhi asupan gizi agar produksi ASI meningkat adalah dengan mengonsumsi daun kelor. Tanaman Kelor (Moringa Oleifer. yakni bahan makanan lokal yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dalam kuliner ibu menyusui, karena memuat 3 senyawa fitosterol yang berfungsi menaikan dan menderaskan produksi ASI (Djajanti, 2. Penelitian (Johan et al. , 2. Daun kelor memiliki efek potensial untuk menaikan produksi ASI pada ibu postpartum, hal ini terbukti dari peningkatan berat badan bayi, peningkatan frekuensi BAK Bayi, peningkatan frekuensi BAB bayi, dan frekuensi menyusui. Penelitian (Djajanti, 2. Air Rebusan Daun Kelor dalam konsentrasi 10%, 20 % dan 40% dapat menaikan produksi ASI pada Induk Air Rebusan daun kelor dengan Studi dari The Global Breastfeeding Collective, pada 2017 menyatakan bahwa suatu negara akan menghadapi kerugian ekonomi kurang lebih $300 milyar pertahun yang diebabkan rendahnya capaian ASI Eksklusif yang brpengaruh dalam peningkatan risiko kematian ibu dan balita serta pembiayaan kesehatan yang merupakan dampak dari tingginya kejadian diare dan infeksi lainnya. Pemerintah terus berkomitmen memberikan pembinaan serta dorongan kepada para ibu agar berhasil dalam inisiasi menyusu dini (IMD), memberikan ASI eksklusif dan meneruskan menyusui sampai berumur 2 tahun atau lebih diiringi makanan pendamping yang tepat (Kementerian Kesehatan, 2. Upaya pemerintah dalam mendukung gerakan ibu untuk memberikan ASI kepada bayi, yaitu dengan menetapkan beberapa Peraturan pemerintah terkait dengan pemberian ASI yaitu terdapat pada UU Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan yang disebutkan dalam E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 13 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj pasal 128 ayat 2 dan 3 yaitu, bahwa selama ibu menyusui, anggota keluarga, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar juga harus memberikan dukungan secara penuh dengan menyediakan waktu dan fasilitas khusus. Selanjutnya. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif pada pasal 6 berbunyi, setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya (Peraturan Pemerintah (PP). Saat dilakukan studi pendahuluan ternyata di wilayah kerja Puskesmas Bahagia masih terdapat sekitar 60% ibu menyusui tidak melakukan ASI Eklusif. Menurut banyak penelitian juga terdapat pengaruh pada daun kelor dalam meningkatkan produksi ASI. Berdasarkan kajian diatas peneliti terdorong untuk dapat melakukan penelitian di wilayah kerja Puskesmas Bahagia. Kerangka konsep berdasarkan landasan teori yang telah diuraikan pada tinjauan Pustaka yaitu untuk mengetahui Aupengaruh konsumsi ekstrak daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Bahagia tahun 2021Ay Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor dengan produksi ASI pada ibu menyusui di puskesmas Bahagia. METODE Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental yang merupakan penelitian dengan adanya perlakukan atau intervensi yang bertujuan untuk mengetahu akibat yang ditimbulkan setelah dilakukan intervensi pada satu kelompok atau lebih kelompok (Surahman, 2. (Masturoh & T. VOL. 01 NO. DESEMBER Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimen . re experimental design. yaitu one group pretest posttest design dimana desain ini dari awal sudah dilakukan observasi melalui pretest terlebih dulu, kemudian dilakukan intervensi dan selanjutnya akan dilakukan posttest untuk mengetahui apakah ada perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Namun desain ini tidak terdapat kelompok kontrol sebagai pembanding antarkelompok (Surahman, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui di Puskesmas Bahagia yang berjumlah 228 orang Tekhnik pengambilan sample yang digunakan yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana . imple random sampling. Menurut Roscoe dalam Sugiyono . memberi saran-saran tentang ukuran sampel untuk penelitian yaitu minimal 30 responden. Maka peneliti mengambil sampel sebanyak 30 orang ibu Alat ukur variable atau instrument untuk data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah seluruh data yang bersumber dari hasil jawaban kuisioner yang diisi oleh masing- masing responden yang berupa data Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yatu hanya dilakukan uji Pengumpulan data dilakukan pada bulan desember 2021- Januari 2022 di Puskesmas Bahagia. Data yang telah terkkumpul akan dioleh dengan tahapan sebgai berikut (Surahman, 2. : editing yaitu untuk memeriksa kelengkapan data yang telah didapat dari hasil kuisioner, coding yaitu Hasil kuisioner yang diperoleh diklasifikasikan menurut jenisnya kedalam bentuk yang lebih ringkas setelah diberi skor atau pemberian kode-kode tertentu, entry yaitu Proses E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 14 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj memasukan data-data yang telah mengalami proses editing dan coding menggunakan komputer, cleaning yaitu membersihkan atau diklasifikasikan untuk memastikan bahwa data tersebut sudah baik dan benar serta siap untuk dilakukan Analisa data. Analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa Analisa univariat dilakukan untuk variable-variabel diteliti sehingga data yang dikumpulkan menjadi informasi yang berguna. Data univariat dalam penelitian ini adalah menggambarkan jumlah produksi ASI. Analisa bivariat dilakukan untuk melihat VOL. 01 NO. DESEMBER pengaruh antara dua varible yaitu variable independen dan variabel dependen. Analisis bivariat pada penelitian ini yaitu melihat adanya pengaruh produksi asi sebelum dan sesudah diberikan ekstrak daun kelor dengan dilakukan perbandingan setelah uji normalitas dengan menggunakan kolmogorov smirnov. Analisa univariat yang dilakukan dengan menggunakan Analisa distribusi frekuensi antara variable independen yaitu ekstrak daun Variable dependen yaitu produksi ASI pada ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 Ae 6 bulan di Puskesmas Bahagia Tahun 2021. Setelah data terkumpul kemudian data diolah secara komputerisasi. Tabel 4. 1 Hasil Analisis Univariat Berat Badan Sebelum dan Sesudah Intervensi Umur Bayi Valid Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 7 - 12 Total Berdasarkan Tabel 4. 1 menunjukan bahwa seluruh berat badan bayi mengalami Bayi dengan usia 0-4 bulan dengan total 13 orang, usia 5-6 bulan dngan total 4 orang dan usia 7-12 bulan dengan total 13 orang mengalami peningkatan sesuai dengan acuan kurva peningkatan berat badan bayi sesuai usia perminggu. Analisis bivariat pada pnelitian ini yaitu melihat adanya pengaruh produksi asi sebelum dan sesudah diberikan ekstrak daun kelor dengan produksi ASI pada ibu menyusui yang memiliki bayi 0-12 bulan. Analisa bivariat pada penelitian ini menggunakan uji non parametrik dengan analisis paired t-Test. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 15 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. DESEMBER Table 4. 2 Hasil Analisa Paired t-Test Variable Mean Pre Test (Sebelum Intervens. 6,5360 Post Test (Setelah Intervens. 6,7933 Bedasarkan table di atas dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang tinggi pada berat badan sebelum dan setelah dilakukan PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ASI pada tahap post-test memiliki nilai rerata lebih besar dari pada pre-test yaitu selisih 0,2573. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi daun kelor terbukti mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu Meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Peningkatan populasi ini juga didukung dengan nilai p-value sebesar 0,000 dengan tingkat keeratan signifikansi sebesar 0,996 yang berarti memiliki pengaruh yang Artinya konsumsi rutin daun kelor selama 1 minggu . esuai intervens. terbukti dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu Secara tori, daun kelor juga mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, karbohidrat, glikosida, serta gula. Kelor juga mengandung fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan melancarkan produksi ASI . fek laktogogu. Secara teori senyawa-senyawa yang mempunyai efek laktogogum di antaranya adalah fitosterol . yang termasuk dalam golongan steroid (Septadina et al. , 2. Ekstrak daun kelor mengandung Fe 5,49mg/100 g, sitosterol 1,15 0 /0/100 g dan stigmasetol 1,52 0 /0/100 g (Kristina & Siti. Jadi dengan mengkonsumsi teh daun kelor secara rutin setiap hari berarti secara tidak langsung pada ibu menyusui memiliki Cor Sig. ,21228 ,996 -6,640 ,000 intervensi dengan p-value sebesar 0,000 dengan nilai korelasi sebesar 0,996. senyawa fitosterol yang cukup sehingga berdampak pada peningkatan dan kelancaran ASI selama menyusui (Luthfiyah, 2. Produksi ASI yang meningkat akan mempengaruhi keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada bayi. Menurut penelitian, anak yang tidak mendapatkan ASI mempunyai IQ lebih rendah 7-8 poin dibandingkan anak yang mendapatkan ASI eksklusif (Wardani, 2. Namun tidak banyak ibu yang bersedia memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan seperti yang disarankan WHO. Sikap dan pengetahuan juga akan berpengaruh pada pada pemeberian ASI eksklusif, sama halnya dengan sikap dan pengetahuan akan berpengaruh terhadap terjadinya bendungan ASI pada ibu menyusui (Widaningsih, 2. Dalam kehidupan seharihari sikap sangat dibutuhkan dimana mempengaruhi wawasan dan pengetahuan Seseorang yang dengan sikap dan pola piker yang maju akan terus mencari tahu untuk menambah pengetahuannya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh ekstrak daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Bahagia tahun 2021 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Produksi ASI saat pre-test sebesar 6,5360 Produksi ASI saat post-test sebesar 6,7933 E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 16 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Terdapat kenaikan rata-rata produksi ASI antara pre-test dan post dengan selisih sebesar 0,2573 Terdapat pengaruh yang signifikan pada produksi ASI setelah intervensi dengan pvalue sebesar 0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,996 Ekstrak daun kelor memiliki efek potensial untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui, hal ini dari hasil penelitian yang menunjukan bahwa mengkonsumsi ekstrak daun kelor mampu meningkatkan produksi ASI. SARAN