PENELITIAN ASLI PENGARUH PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMA KARTIKA I-2 MEDAN Khaulah Aisyah Putri Siswanto1. Jihan Diafatma1. Sinarsi Meliala1. Erika Girsang1 Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 2025. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Latar belakang: Pendidikan merupakan proses yang berfungsi Tanggal Dikirim: 11 Februari 2026 untuk membentuk kemampuan individu dalam menyesuaikan Tanggal Diterima: 13 Februari 2026 diri dengan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidupnya. Tanggal Dipublish: 14 Februari 2026 Sebagai lembaga pendidikan resmi, sekolah sangat penting untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan karakter kepada para siswa. Dalam situasi ini, motivasi siswa memiliki dampak besar pada prestasi belajar. Kata Kunci: Guru Bimbingan Baik faktor internal maupun lingkungan yang memotivasi Dan Konseling. Motivasi siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan Belajar. Pendidikan. Siswa mencapai hasil terbaik disebut sebagai motivasi belajar. SMA Tujuan: Untuk mengetahui apakah fungsi guru bimbingan dan konseling memengaruhi motivasi belajar siswa di SMA Kartika I-2 Medan. Penulis Korespondensi: Khaulah Aisyah Putri Siswanto Metode: Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif. Email:khaulahaisyah15@gmail. dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI, dengan sampel sebanyak 61 siswa sebagai. Prosedur pengambilan sampel dalam penelitian ini mengguanakan nonprobability sampling. Kuesioner skala Likert digunakan sebagai instrumen penelitian, dan uji regresi linier sederhana digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara peran guru bimbingan konseling terhadap motivasi belajar siswa. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000 (<0,. , yang berarti hipotesis diterima. Koefisien determinasi (RA) senilai 0,299 yang menunjukkan bahwa variabel peran guru bimbingan konseling memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, semakin baik peran guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa di SMA Kartika I-2 Medan. Kesimpulan: bahwa sekolah harus terus mempromosikan penggunaan peran guru bimbingan dan konseling sebaik mungkin melalui dukungan fasilitas, pengembangan kompetensi, dan pelatihan. Guru bimbingan dan konseling juga didorong untuk menemukan cara-cara yang lebih inovatif dalam memberikan bimbingan, misalnya melalui konseling berbasis teknologi, pendekatan kolaboratif dengan orang tua, dan integrasi kegiatan motivasional dalam proses pembelajaran Jurnal Psychomutiara e-ISSN: 2615-5281 Vol. 8 No. 2 Desember, 2025 (Hal 174-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/Psikologi DOI: https://doi. org/10. 51544/psikologi. How To Cite: Siswanto. Khaulah Aisyah Putri. Jihan Diafatma. Sinarsi Meliala, and Erika Girsang. AuPengaruh Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa SMA Kartika I-2 Medan. Ay Jurnal Psychomutiara 8 . : 174Ae181. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/psikologi. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Psikologi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Kemampuan siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan berkontribusi pada masyarakat dengan cara terbaik sangat dipengaruhi oleh pendidikan mereka. Sebagai lembaga pendidikan resmi, sekolah berfungsi sebagai saluran utama untuk menyampaikan pengetahuan, kemampuan, dan kualitas moral. Motivasi, yang bertindak sebagai kekuatan pendorong baik di dalam maupun di luar siswa, merupakan komponen penting dari proses pembelajaran. Namun kenyataannya, banyak anak terus memiliki keinginan yang rendah untuk belajar karena berbagai faktor internal dan Guru yang memberikan bimbingan dan konseling sangat penting dalam membantu siswa menemukan jati diri mereka, menyadari potensi mereka, dan mengatasi hambatan akademis, sosial, dan pribadi yang dapat mengganggu kemampuan mereka untuk belajar. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh positif layanan dan bimbingan konseling terhadap motivasi belajar. Berdasarkan hal ini, penelitian dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut pengaruh peran guru bimbingan konseling terhadap motivasi belajar siswa SMA Kartika I-2 Medan. Metode 1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Disebut kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis data menggunakan statistik (Sugiyono, 2. Sebagaimana tujuan dari penelitian ini untuk menguji teori yang telah terbukti. 2 Pengaturan dan Sampel Penelitian ini dimulai pada bulan Februari 2025 dan berlangsung selama enam Lokasi penelitian berada pada lingkungan pendidikan menengah atas yang memiliki layanan. Bimbingan dan Konseling aktif, tanpa menyebutkan nama sekolah secara spesifik demi menjaga etika. Populasi penelitian terdiri dari 403 siswa SMA Kartika 1-2 Medan. Dikarenakan ukuran populasinya yang besar, peneliti menggunakan pengambilan sampel bertujuan . urposive samplin. , yaitu metode pengambilan sampel non-probabilitas yang memilih sampel berdasarkan standar tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Siswa laki-laki dan perempuan kelas sebelas yang sebelumnya pernah mengikuti layanan bimbingan dan konseling di sekolah termasuk dalam kriteria tersebut. Berdasarkan rumus dikemukakan oleh Arikunto . ,jumlah sampel ditetapkan sebesar 15% dari total populasi, yaitu sebanyak 61 orang siswa, dan jumlah tersebut dianggap cukup representatif untuk penelitian korelasional. 3 Intervensi Penelitian ini tidak bersifat eksperimental sehingga tidak melibatkan intervensi atau perlakuan tertentu terhadap partisipan. Peneliti hanya melakukan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada responden tanpa memberikan manipulasi atau perlakuan khusus terhadap mereka. 4 Pengukuran dan pengumpulan data Kuesioner tipe Likert dengan dua skala-skala motivasi belajar siswa dan skala peran instruktur bimbingan dan konselingAidigunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini. Gagasan tersebut menjadi dasar pembuatan skala peran guru Bimbingan dan Konseling pada Albert Bandura . alam Lesilolo & Herlyp, 2. yang mencakup lima aspek, yaitu Kesadaran sosial, efikasi diri, pemodelan perilaku, evaluasi dan intervensi, serta menciptakan suasana yang mendukung. Sedangkan skala motivasi belajar disusun berdasarkan teori B. Enam komponen Uno . adalah sebagai berikut: dorongan untuk sukses, kebutuhan dan insentif untuk belajar, aspirasi dan tujuan, apresiasi terhadap pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang menarik, dan lingkungan pembelajaran yang mendukung. Terdapat empat pilihan jawaban untuk setiap pertanyaan dalam survei: Sangat Setuju (S). Setuju (S). Tidak Setuju (DS), dan Sangat Tidak Setuju (DS). Korelasi Momen Produk Pearson digunakan untuk menguji validitas, sedangkan Alpha Cronbach digunakan untuk mengevaluasi reliabilitas menggunakan SPSS versi 25. Menurut hasil pengujian, terdapat 29 item valid pada Skala Peran Guru Bimbingan dan Konseling dengan nilai reliabilitas = 0,892, dan 34 item valid pada Skala Motivasi Belajar dengan nilai reliabilitas = 0,895. Temuan ini mendukung validitas dan reliabilitas yang tinggi dari kedua instrumen tersebut, sehingga memenuhi syarat untuk digunakan dalam penelitian ini. Setelah menerima persetujuan resmi dari sekolah, peneliti mendistribusikan kuesioner kepada siswa untuk mengumpulkan data secara langsung. 5 Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana, yang bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel Analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 25. Y = a bX adalah persamaan umum regresi sederhana yang digunakan, di mana a adalah konstanta, b adalah koefisien regresi. X adalah peran guru bimbingan dan konseling, dan Y mewakili motivasi belajar. Uji normalitas dilakukan sebelum analisis regresi dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk memastikan data terdistribusi normal dan uji linearitas untuk melihat apakah kedua variabel memiliki hubungan linier. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, data dianggap normal. jika nilai signifikansi penyimpangan dari linearitas lebih besar dari 0,05, data dianggap linier. 6 Dapat Dipercaya/Ketelitian Karena penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, maka komponen kepercayaan atau ketelitian data kualitatif seperti kredibilitas,transferabilitas, ketergantungan, dan konfirmabilitas tidak diterapkan. Keandalan penelitian dijaga melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen serta prosedur pengumpulan data yang sistematis dan konsisten. 7 Pertimbangan Etika Pedoman penelitian etis diikuti saat melakukan studi ini. Sebelum mengisi kuesioner, setiap peserta menerima formulir persetujuan yang menguraikan tujuan studi, kerahasiaan data, dan kebebasan mereka untuk menolak atau menarik diri kapan saja tanpa menghadapi konsekuensi apa pun. Identitas responden dirahasiakan, dan informasi yang dikumpulkan hanya digunakan untuk penelitian Penelitian juga telah memperoleh izin etik dari lembaga pendidikan terkait, sebagaimana tercantum dalam Lampiran Kode Etik Penelitian. Hasil Bagian ini merangkum kesimpulan utama penelitian, yang diperoleh dari analisis data menggunakan SPSS versi 25 dan regresi linier sederhana. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peran guru bimbingan konseling memengaruhi motivasi belajar siswa. Sebanyak 61 siswa yang telah mengikuti layanan bimbingan dan konseling menjadi responden penelitian ini. 1 Hasil Uji Asumsi Klasik Untuk memastikan data memenuhi persyaratan analisis statistik parametrik, uji asumsi tradisional yang mencakup uji normalitas dan linearitas dilakukan sebelum analisis regresi. Berdasarkan hasil uji normalitas, data terdistribusi secara normal karena nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov adalah 0,200 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat distribusi data yang sesuai dan representatif untuk semua skor yang berkaitan dengan faktor motivasi belajar siswa dan peran guru bimbingan konseling. Selain itu, hubungan linier antara kedua variabel ditunjukkan oleh temuan uji linearitas, yang menunjukkan divergensi substansial dari nilai linearitas 0,438 > 0,05. Akibatnya, data tersebut cocok untuk analisis regresi linier langsung. Temuan uji asumsi linearitas ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini, yang menunjukkan hubungan linier antara variabel X . ungsi guru bimbingan konselin. dan Y . otivasi belaja. Tabel 1. Temuan dari Uji Linearitas antara Motivasi Belajar dan Fungsi Guru Bimbingan dan Konseling Variabel Sig. Keterangan Peran Guru Bimbingan Konseling. Ie 438 Linear AoMotivasi Belajar 2 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Analisis regresi linier langsung dilakukan untuk menyelidiki dampak peran guru bimbingan dan konseling (X) terhadap motivasi belajar siswa (Y) setelah uji asumsi terpenuhi. Temuan analisis regresi mengungkapkan hubungan yang substansial antara motivasi belajar siswa dan peran guru bimbingan dan konseling, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan koefisien determinasi (R. sebesar 0,299, fungsi guru bimbingan dan konseling menyumbang 29,9% dari variasi motivasi belajar siswa, dengan faktor-faktor di luar cakupan penelitian ini memengaruhi 70,1% sisanya. Tabel 2 . Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Model R R Square Adjusted R Sig. Square Persamaan tersebut diperoleh dari temuan regresi: ycU = 54. 524ycU Artinya, setiap peningkatan 1 satuan pada variabel peran guru . akan meningkatkan motivasi belajar (Y) sebesar 0. 524 satuan, dengan asumsi variabel lain konstan. 3 Hasil Kategorisasi Variabel Berdasarkan hasil perhitungan skor, diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi tinggi terhadap peran guru Bimbingan dan Konseling serta motivasi belajar yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa merasa keberadaan guru bimbingan dan konseling sangat membantu mereka dalam meningkatkan semangat dan tanggung jawab belajar. Tabel 3. Distribusi Kategorisasi Variabel Penelitian Variabel Kategori Frekuensi Presentase Peran Guru Tinggi 68,9% Bimbingan Konseling Sedang 26,2% Rendah 4,9% Motivasi Belajar Tinggi 72,1% Sedang 23,0% Rendah 4,9% Berdasarkan tabel, sebagian besar siswa . ,1%) memiliki tingkat motivasi belajar yang tinggi, yang berhubungan positif dengan opini tinggi mereka . ,9%) terhadap fungsi guru pembimbing dan penasihat. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin aktif dan efektif peran guru bimbingan dan konsling dalam memberikan layanan, semakin besar pula dorongan siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. 4 Interpretasi Hasil Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa peran guru bimbingan dan konseling memiliki dampak yang menguntungkan dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Guru yang memberikan bimbingan dan konseling sangat penting dalam meningkatkan harga diri siswa, memberikan dukungan emosional, dan membantu mereka dalam menciptakan tujuan belajar yang masuk akal. Telah dibuktikan bahwa peran guru bimbingan dan konseling sebagai konselor, motivator, dan fasilitator meningkatkan antusiasme siswa untuk belajar, terutama ketika mereka terlibat dalam kegiatan konseling individu dan kelompok yang membantu siswa menyadari potensi mereka dan mengatasi tantangan belajar. Hasil ini menguatkan hasil penelitian sebelumnya oleh Siregar . , yang menemukan bahwa di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa, layanan bimbingan dan konseling memiliki pengaruh sebesar 25% terhadap antusiasme belajar siswa. Selain itu. Marisa dkk. menemukan bahwa 86% motivasi belajar siswa meningkat melalui sesi konseling individual. Hasil yang berulang ini mendukung data empiris yang menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling memiliki dampak positif yang besar terhadap antusiasme belajar siswa SMA. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa motivasi siswa untuk belajar meningkat seiring dengan peran yang dimainkan oleh guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan nasihat yang instruktif, empatik, dan bermanfaat. Pembahasan Dengan nilai signifikansi 0,000 . < 0,. dan koefisien determinasi (R. sebesar 0,299, temuan penelitian menunjukkan hubungan positif dan substansial antara peran guru bimbingan dan konseling dengan antusiasme belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling menyumbang 29,9% dari variasi motivasi belajar siswa, dengan faktor-faktor lain di luar cakupan penelitian ini memengaruhi 70,1% sisanya. Keterkaitan hasil dengan tujuan penelitian Hasil ini menjawab tujuan penelitian yang dinyatakan, yaitu untuk memastikan seberapa besar peran guru bimbingan konseling memengaruhi motivasi belajar siswa. Temuan menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat seiring dengan tingkat aktivitas dan efektivitas guru bimbingan konseling dalam menjalankan peran mereka. Guru bimbingan konseling yang memenuhi syarat untuk menawarkan layanan konseling profesional dapat membantu siswa mengatasi hambatan psikologis dalam belajar, mengembangkan kecintaan terhadap belajar, dan menjadi lebih bertanggung jawab atas prestasi akademik mereka. Interpretasi ilmiah dari hasil penelitian Secara ilmiah, hasil ini dapat dijelaskan melalui teori Albert Bandura . alam Lesilolo & Herlyp, 2. yang menekankan pentingnya pemodelan perilaku dan self- efficacy dalam pembentukan perilaku individu. Guru bimbingan dan konseling berperan sebagai model positif bagi siswa. Ketika guru menunjukkan empati, kedisiplinan, dan dukungan emosional, siswa menirunya dan menginternalisasi perilaku tersebut sebagai motivasi belajar. Guru yang memberikan bantuan dan konseling juga membantu siswa menjadi lebih percaya diri, atau yakin akan kemampuan mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dorongan bawaan siswa untuk sukses meningkat seiring dengan tingkat kepercayaan diri mereka. Dari sudut pandang teori motivasi, temuan ini konsisten dengan pernyataan B. Uno . bahwa kebutuhan dan dorongan untuk sukses, aspirasi untuk masa depan, dan penghargaan atas pembelajaran semuanya berdampak pada motivasi belajar. Menurut penelitian ini, guru yang memberikan bimbingan dan konseling berperan sebagai fasilitator, membantu siswa dalam menemukan motivasi dan makna pembelajaran yang berasal dari dalam diri mereka. Dengan memberikan penghargaan, dukungan emosional, dan bimbingan individual, guru bimbingan dan konseling mampu mengaktifkan faktor-faktor internal yang mendorong siswa untuk terus belajar dan . Perbandingan dengan penelitian sebelumnya Kesimpulan penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya. Di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa, penelitian oleh Siregar . mengungkapkan bahwa layanan konseling dan bimbingan memiliki pengaruh 25% terhadap motivasi belajar siswa. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di SMKN 22 Jakarta oleh Marisa dkk. , sesi konseling individual meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 86%. Hasil yang sebanding ini menunjukkan betapa pentingnya peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di berbagai lingkungan Namun, nilai pengaruh (R2 = 0,. yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa aspek tambahan juga harus diperhitungkan, seperti dukungan keluarga, gaya mengajar guru mata pelajaran, serta lingkungan sosial siswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas variabel untuk memahami faktorfaktor lain yang memengaruhi motivasi belajar secara lebih komprehensif. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa guru Bimbingan dan Konseling tidak hanya berperan dalam menangani masalah siswa, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam membentuk semangat dan orientasi belajar siswa secara positif. Kesimpulan Temuan penelitian "Pengaruh Peran Guru Bimbingan dan Konseling terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA Kartika I-2 Medan pada Tahun 2025" menunjukkan bahwa peran guru bimbingan dan konseling memiliki dampak besar terhadap motivasi belajar siswa. Hipotesis alternatif (HC. diterima sedangkan hipotesis nol (HCA) ditolak, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 . < 0,. Hal ini menyiratkan bahwa siswa lebih termotivasi untuk belajar ketika guru bimbingan dan konseling memainkan peran yang lebih baik. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,299 menjelaskan bahwa peran guru bimbingan konseling berkontribusi sebesar 29,9% terhadap variasi motivasi belajar siswa, sedangkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,547 menunjukkan hubungan positif dengan kategori yang cukup kuat antara kedua variabel tersebut. Namun, sisanya sebesar 70,1% dipengaruhi oleh elemen tambahan seperti kesehatan psikologis siswa, lingkungan belajar, dan dukungan keluarga. Selain itu, hasil analisis perbandingan ratarata menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dan peran guru bimbingan dan konseling sama-sama berada di kelompok teratas. Sebagian besar siswa . ,4%) sangat termotivasi untuk belajar, dan sebagian besar responden . ,6%) mengatakan bahwa guru bimbingan dan konseling memainkan peran penting dalam masyarakat. Hasil ini menunjukkan bahwa peran guru bimbingan dan konseling di SMA Kartika I-2 Medan telah dilaksanakan secara efektif dan berdampak positif terhadap motivasi belajar Ucapan Terimakasih Untuk dukungan akademis dan fasilitas selama proses penelitian, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada Universitas Sari Mutiara Indonesia, khususnya Program Studi Psikologi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Selain itu, beliau mengucapkan terima kasih kepada pembimbingnya. Ibu Sinarsi Meliala. Psi. Psi. , psikolog, dan kepala program studi psikologi. Ibu Inggrit Puspita Sari. Psi. Psi. atas saran dan masukan yang sangat berharga. Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru bimbingan dan konseling SMA Kartika I-2 Medan, serta seluruh siswa yang dengan antusias berpartisipasi dalam penelitian ini. Keberhasilan penyelesaian penelitian ini tidak akan mungkin terwujud tanpa bantuan dan kerja sama dari semua pihak terkait. Referensi