TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 Penggunaan Gadget Dengan Perilaku Prakonsepsi Pada Wanita Usia Subur Umi Faridah1*. Noor Hidayah2. Irman Ahmad Wibowo3. Chori Elsera4 1,2,3Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Kudus 4Fakultas Kesehatan dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Klaten Email: umifaridah@umkudus. id1*, noorhidayah@umkudus. Abstract Preconception health care is care that refers to biomedical, behavioral, and social preventive interventions that can increase the chances of having a healthy baby. Preconception has an important role in preventing short-term and long-term adverse health impacts for women and their offspring. Reproductive health outcomes will be achieved by focusing on and improving preconception health. it also has the potential to reduce cases of women and babies dying, and many more suffering long-term disabilities, caused by pregnancy and childbirth. Therefore, preconception care is important or necessary to further reduce maternal, newborn, and child mortality. Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are the main indicators of the level of public health. The time approach for collecting data for this research uses survey research with a cross-sectional approach design. There is a relationship between the use of gadgets and preconception behavior at MTs NU Nurul Huda Kudus. The OR value obtained = 6. 167 and the P value was 0. Keyword: Women of childbearing age. Pre-Conception. Gadget Abstrak Perawatan kesehatan prakonsepsi merupakan perawatan yang mengacu pada intervensi biomedis, perilaku, dan preventif sosial yang dapat meningkatkan kemungkinan memiliki bayi yang sehat. Prakonsepsi memiliki peran penting dalam mencegah dampak buruk kesehatan jangka pendek dan jangka panjang bagi perempuan dan keturunan mereka. Outcome kesehatan reproduksi akan diperoleh dengan memfokuskan dan meningkatkan kesehatan prakonsepsi. hal ini juga berpotensi mengurangi kasus wanita dan bayi yang meninggal, dan lebih banyak lagi yang menderita kecacatan jangka panjang, yang disebabkan oleh kehamilan dan persalinan. Oleh karena itu, perawatan prakonsepsi penting atau diperlukan untuk lebih mengurangi kematian ibu, bayi baru lahir, dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama derajat kesehatan masyarakat. Pendekatan waktu pengumpulan data penelitian ini menggunakan penelitian survei dengan rancangan pendekatan cross sectional. Terdapat hubungan antara penggunaan gadget terhadap perilaku prakonsepsi di MTs NU Nurul Huda Kudus dengan didapatkan nilai OR = 6,167 dan P value sebesar 0,05. Kata kunci: Wanita usia subur. Pra Kosepsi. Gadget Pendahuluan Perawatan kesehatan prakonsepsi merupakan perawatan yang mengacu pada intervensi biomedis, perilaku, dan preventif sosial yang dapat meningkatkan kemungkinan memiliki bayi yang sehat. Prakonsepsi memiliki peran penting dalam mencegah dampak buruk kesehatan jangka pendek dan jangka panjang bagi perempuan dan keturunan mereka. Outcome kesehatan reproduksi akan diperoleh dengan memfokuskan dan meningkatkan kesehatan prakonsepsi. Hal ini juga berpotensi mengurangi kasus wanita dan bayi yang meninggal, dan lebih banyak lagi yang menderita kecacatan jangka panjang, yang disebabkan oleh kehamilan dan persalinan. Oleh karena itu, perawatan prakonsepsi penting atau diperlukan untuk lebih mengurangi kematian ibu, bayi baru lahir, dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama derajat kesehatan masyarakat . Angka Kematian Ibu (AKI) adalah indikator untukmenilai keberhasilan program kesehatan ibu dengan melihat rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas di setiap 000 kelahiran hidup. Sedangkan indikator kematian bayi disebut Angka Kematian Bayi (AKB) 000 KelahiranHidup (KH). Data statistik Indonesia menunjukkan pada tahun 2022 angka kematianbayi pada 207 per 100. 000 kematian hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) saat ini masih jauh dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDG. yakni 70 per 100. 000 kelahiran hidup pada tahun 2030 . Angka Kematian Ibu di Jawa Tengah 98,6 per 100. 000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi 7,79 per 1000 kelahiran hidup, jumlah ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) di Jawa Tengah TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 823 ibu hamil . ,91%). Jumlah angka kematian ibu (AKI) dikudus sendiri tercatat sebanyak 10 kasus. Pada bulan Januari hingga pertengahan Agustus 2022 sudah ada 68 kasus kematian ibu dan bayi. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) dilaporkan ada sebanyak 58 . Upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam menurunkan AKI merupakan bagian dari upaya kesehatan berkelanjutan atau continuum of care mulai dari hulu sampai ke hilir yaitu sejak preconception care, antenatal care, postnatal care. (Depkes RI, 2. Program ini dilaksanakan oleh semua negara di dunia. Utamanya negara berpenghasilan rendah dan menengah yang biasa disebut Low and Middle Income Country (LMIC. salahsatunya Indonesia. Preconception care memiliki potensi untuk memberikan dampak positif 208 juta kehamilan di seluruh dunia setiap tahun . Preconception care berguna untuk mengidentifikasi hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan, kebiasaan gaya hidup, atau masalah sosial yang kurang baik yang mungkin mempengaruhi kehamilan . Hasil penelitian . menunjukkan bahwa calon pengantin perempuan cenderung hanya mengakses layanan imunisasi TT saat hendak menikah karena tuntutan syarat menikah salah satunya adalah kartu imunisasi TT. Rendahnya kesadaran calon pengantin perempuan mengenai pentingnya skrining prakonsepsi menyebabkan rendahnya partisipasi calon pengantin pria dalam pelaksanaan skrining prakonsepsi. Calon pengantin yang memiliki pengetahuan mengenai skrining prakonsepsi akan melakukan skrining prakonsepsi bersama pasangannya, selain itu pendidikan dari calon pengantin berpengaruh pula terhadap partisipasi calon pengantin pria dalam mengakses layanan skrining prakonsepsi . Skrining prakonsepsi merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebelum hamil. Tetapi masyarakat belum memandang skrining pra konsepsi sebagai hal yang penting sehingga angka keikutsertaan masyarakat dalam skrining prakonsepsi masih sedikit. Calon pengantin perempuan cenderung hanya mengakses layanan imunisasi TT saat hendak menikah karena tuntutan syarat menikah salah satunya adalah kartu imunisasi TT. Rendahnya kesadaran calon pengantin perempuan mengenai pentingnya skrining prakonsepsi menyebabkan rendahnya partisipasi calon pengantin pria dalam pelaksanaan skrining prakonsepsi. Calon pengantin yang memiliki pengetahuan mengenai skrining prakonsepsi akan melakukan skrining prakonsepsi bersama pasangannya, selain itu pendidikan dari calon pengantin berpengaruh pula terhadap partisipasi calon pengantin pria dalam mengakses layanan skrining prakonsepsi . Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh . di dapatkan hasil WUS yang mendapatkan edukasi Video Sejam Kusuka memiliki tingkat pengetahuan dan sikap kesehatan prakonsepsi lebih baik dibandingkan WUS yang mendapatkan edukasi debgan metode ceramah . <0,. didukung dengan oleh penelitian yang dilakukan oleh . didapatkan hasil perbedaan peningkatan pengetahuan antara kedua kelompok dengan p-value = 0. 00, terdapat perbedaan peningkatan sikap antara kedua kelompok dengan p-value = 0. 00, terdapat perbedaan peningkatan prilaku antara kedua kelompok dengan p-value = 0. Kemudian didukung oleh hasil penelitian oleh . dengan hasil nilai pengetahuan tertinggi terdapat pada bidang faktor risiko kesehatan reproduksi, dan terendah pada bidang promosi kesehatan. Persentase rata-rata keseluruhan adalah 57,39. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Dalam penelitian ini, peneliti akan mencari informasi adakah hubungan penggunaan gadget dengan prilaku prakonsepsi pada wanita usia subur. populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu. Wanita usia subur yang berada di Mts Nu Nurul Huda Kudus adalah sebanyak 350 responden pada tahun ajaran 2023. Masing-masing terdiri dari beberapa kelas diantaranya, 18 siswa 7D, 33 siswa 7E, 32 siswa 7F, 33 siswa 7H, 18 siswa 7J, 33 siswa 8D, 34 siswa 8E, 32 siswa 8F, 22 siswa 8H, 17 siswa 9D, 33 siswa 9E, 30 siswa 9F,15 siswa Data tersebut didapatkan pada bulan Desember 2023. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 56,82 yang kemudian dibulatkan menjadi 57 responden. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah chi- square dengan TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 menggunakan program SPSS. Uji chi square ini digunakan untuk mengetahui adanya hubungan antara gadget dengan perilaku perawatan prakonsepsi. Hasil dan Pembahasan Hasil Analisis Univariat Penggunaan Gadget Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan gadget sering yaitu sebanyak 43 responden . ,4%). No. Tabel 1. Distribusi Penggunaan Gadget Penggunaan Gadget Frekuensi Sering Jarang Total Presentase (%) 75,4% 24,6% Perilaku Prakonsepsi. Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berperilaku baik yaitu sebanyak 44 responden . ,2%). No. Tabel 2. Distribusi Perilaku Prakonsepsi Perilaku Frekuensi Baik Kurang baik Total Presentase (%) 77,2% 22,8% Hasil Analisis Bivariat Analisis bivariat dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan gadget dengan perilaku prakonsepsi di MTs NU Nurul Huda Kaliwungu Kudus. Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa dari 57 responden dengan penggunaan gadget yang perilaku prakonsepsi baik sebanyak 37 responden . %), sedangkan penggunaan gadget baik dengan perilaku prakonsepsi kurang sebanyak 6 responden . %). Kemudian responden dengan penggunaan gadget sering yang perilaku prakonsepsi baik sebanyak 7 responden . %), sedangkan penggunaan gadget jarang dengan perilaku prakonsepsi kurang sebanyak 7 responden . %). Tabel 2. Hubungan Penggunaan Gadget dengan Perilaku Prakonsepsi Perilaku Prakonsepsi Penggunaan Baik Kurang Total Gadget Value Sering 0,05 Jarang Total 77,2% 22,8% Hasil analisis statistik uji Chi Square diperoleh OR = 6. 167, p value = 0. 05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara penggunaan gadget dengan perilaku prakonsepsi pada wanita usia subur MTs NU Nurul Huda Kudus. Pembahasan Penggunaan Gadget. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden yang menggunakan gadget sering yaitu sebanyak 43 responden . ,4%), jarang menggunakan gadget yaitu sebanyak 14 responden . ,6%). Pengaruh teknologi menjadikan orang-orang begitu bergantung akan kehadirannya, terlebih setelah kemunculan internet dimana orang-orang dengan mudah memperoleh beragam Informasi-informasi dapat diakses dengan menggunakan fasilitas elektronik gadget. Kemudahan yang ditawarkan oleh gadget dengan segala aplikasi unggulan misalnya media sosial TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 yang mampu memangkas jarak dan menyebarkan informasi sehingga menjadikan gadget sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktifitas kehidupan sehari-hari . Faktor yang mempengaruhi penggunaan gadget pada wanita usia subur diantaranya faktor internal yang menggambarkan karakteristik individu, faktor eksternal yang disebabkan dari luar diri individu, faktor Sosial yang disebabkan karna kecanduan menggunakan smartphone sebagai sarana berinteraksi. Faktor Lingkungan yang menjadi banyak orang menggunakan gadget. Selain itu sekarang hampir setiap kegiatan menuntut seseorang untuk menggunakan gadget . Mayoritas responden menggunakan gadget lebih sering yaitu sebanyak 43 responden . ,4%) yang artinya bahwa remaja hampir menggunakan seluruh isi atau konten yang terdapat didalam gadget untuk memperoleh informasi mengenai perawatan prakonsepsi wanita usia subur yang belum banyak diketahui oleh remaja diusia 14-16 tahun, maka dari itu penggunaan gadget berperan penting dalam hal ini. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Kurnia . menyatakan bahwa penggunaan gadget tinggi dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya ketertarikan remaja dalam mencoba hal baru yang didukung oleh fitur canggih dari gadget dan situs-situs yang menawarkan tampilan yang menarik bagi remaja yang membuatnya seakan kecanduan. Perilaku Prakonsepsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang berperilaku baik yaitu sebanyak 44 responden . ,2%), sedangkan yang berperilaku kurang baik sebanyak 13 responden . ,8%). Preconception care merupakan pemberian intervensi kesehatan berupa biomedis, perilaku dan sosial kepada wanita dan pasangan sebelum menikah yang bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan mereka dan mengurangi perilaku dan faktor individu dan lingkungan yang dapat intervensi obstetrik. Hal tersebut berkontribusi dalam peningkatan angka kematian ibu dan anak. Oleh karena itu perlu intervensi prakonsepsi dimulai pada masa remaja dan berlanjut sepanjang usia reproduksi perempuan . Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian Isti Hartini . bahwa pengetahuan tentang prakonsepsi dan prilaku pemanfaatan konseling prakonsepsi dipengaruhi oleh status Perilaku persiapan kehamilan sehat pada wanita usia subur dapat dipengaruhi oleh adanya pemahaman terhadap suatu informasi yang kemudian akan berpengaruh terhadap perilakunya, semakin sering mendapat informasi seseorang akan semakin memahami manfaat informasi tersebut. Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Perilaku Prakonsepsi. Untuk dapat menciptakan kesehatan prakonsepsi dapat dilakukan melalui skrining prakonsepsi. Skrining prakonsepsi sangat berguna dan memiliki efek positif terhadap kesehatan ibu dan anak. Penerapan kegiatan promotif, intervensi kesehatan preventif dan kuratif sangat efektif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak sehingga membawa manfaat kesehatan untuk remaja, baik perempuan dan laki-laki selama masa reproduksinya baik sehat secara fisik, psikologis dan sosial, terlepas dari rencana mereka untuk menjadi orang tua. Skrining prakonsepsi merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebelum hamil. Tetapi masyarakat belum memandang skrining pra konsepsi sebagai hal yang penting sehingga angka keikutsertaan masyarakat dalam skrining prakonsepsi masih sedikit . Wanita yang memperoleh pengetahuan yang lebih baik sebelum kehamilan akan lebih banyak mengubah perilaku mereka untuk mengurangi hasil kehamilan yang merugikan. Menurut peneliti bahwa perilaku persiapan kehamilan sehat pada wanita usia subur dapat dipengaruhi oleh adanya pemahaman terhadap suatu informasi yang kemudian akan berpengaruh terhadap perilakunya, semakin sering mendapat informasi seseorang akan semakin memahami manfaat informasi tersebut. Informasi yang disajikan lebih menarik dan lebih interaktif akan lebih menarik minat belajar dan minat baca seseorang. Elektronik modul prakonsepsi disajikan dengan gambar, warna dan video yang lebih menarik untuk dibaca berulang- ulang . Media video mampu meninggalkan retensi ingatan lebih banyak karena memberikan pengalaman belajar lebih banyak dengan melibatkan indra penglihatan dan pendengaran secara bersamaan dibandingkan metode/media belajar yang hanya memberikan pengalaman belajar melalui indra penglihatan atau pendengaran saja. Hal ini sehubungan dengan hasil penelitian dari TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. Juli 2024. Hal. P-ISSN 2089-1. E-ISSN 2685-1660 dalam penelitian sebelumnya menyatakan Pengaruh video sejam kusuka terhadap pengetahuan dan sikap dihitung dari besarnya Ratio Risk (IK 95%). Dengan hasil yang menunjukkan WUS yang mendapatkan edukasi Video Sejam Kusuka memiliki tingkat pengetahuan dan sikap kesehatan prakonsepsi lebih baik dibandingkan WUS yang mendapatkan edukasi dengan metode ceramah . <0,. Masalah yang ditemukan pada saat penelitian, penggunaan gadget baik dengan perilaku prakonsepsi kurang sebanyak 6 responden . %), sedangkan penggunaan gadget yang perilaku prakonsepsi baik sebanyak 37 responden . %). Kemudian responden dengan penggunaan gadget sering yang perilaku prakonsepsi baik sebanyak 7 responden . %), sedangkan penggunaan gadget jarang dengan perilaku prakonsepsi kurang sebanyak 7 responden . %). Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti Maka dapat diambil kesimpulan antara lain: Penggunaan Gadget di MTs NU Nurul Huda Kudus sering menggunakan gadget. Perilaku prakonsepsi di MTs NU Nurul Huda Kudus berperilaku baik. Terdapat hubungan antara penggunaan gadget terhadap perilaku prakonsepsi di MTs NU Nurul Huda Kudus. Daftar Pustaka