Volume 1 Issue 1 . Pages 34-43 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah PENGARUH PENDIDIKAN NONFORMAL TERHADAP PEMAHAMAN AGAMA PADA JAMAAH PENGAJIAN AHAD PAGI MASYARAKAT MADANI DI KABUPATEN BOJONEGORO Taryono Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro tariyono81@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan menggali apa yang mendasari Bagaimana Pengaruh Pendidikan nonformal terhadap pemahaman agama pada jamaah pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy di Kabupaten Bojonegoro, pendekatan yang digunakan kuantitatif, sejauhmana pemahaman jamaah dapat terlibat dan memahami agama Islam. Permasalahan tersebut perlu dikaji karena penulis menyadari bahwa kondisi masyarakat menjadi baik apabila semua pihak memiiliki kepedulian terhadap lingkungan masyarakat dimana pendidikan merupakan sebuah kebutuhan, agama juga kunci manusia untuk hidup berdampingan di lingkungan masyarakatnya tersebut Secara teoritis yaitu menelaah beberapa sumber literatur, sedangkan secara empiris mengadakan penelitian lapangan, dengan menggunakan metode : observasi, interfiew, dokumentasi, dan quesioner. Hasil dari penelitian ini ditemukan, pada taraf signifikansi 5 % pada N = 60 menunjukkan angka 0,254, sedangkan nilai rxy yang diperoleh adalah : 0,421 Dengan demikian rxy yang diperoleh lebih besar dari harga AurAy dalam Tabel Taraf Signifikan 5%. Sedangkan pada taraf signifikan 1% pada N = 60 menunjukkan angka: 0,330, sedangkan nilai rxy yang diperoleh adalah 0,421. Maka rxy yang diperoleh lebih besar dari harga AurAy dalam tabel taraf signifikan 1%. Kata Kunci: Pengaruh. Pendidikan Nonformal. Pemahaman. Bermasyarakat Abstract This study aims to explore what underlies the influence of non-formal education on religious understanding in congregational Sunday morning recitation "Civil Society" in Bojonegoro Regency, the approach used is quantitative, to what extent congregational understanding can be involved and understand Islam. This problem needs to be studied because the author realizes that the condition of society will be good if all parties have concern for the community environment where education is a necessity, religion is also the key for humans to live side by side in the environment in which the community is located. Therefore the authors take the path of theoretical and empirical. Theoretically, namely examining several sources of literature, while empirically conducting field research, using the methods: observation, interview, documentation, and The results of this study found that at a significance level of 5% at N = 60 it showed a number of 0. 254, while the rxy value obtained was: 0. 421 Thus the rxy obtained was greater than the value "r" in the 5% Significance Level Table. Whereas at a significant level of 1% at N = 60 it shows the number: 0. 330, while the rxy value obtained is 0. Then the rxy obtained is greater than the price "r" in the 1% significance level table. Keywords: Influence. Non-formal Education. Understanding. Community Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 34 Pengaruh Pendidikan Nonformal Terhadap Pemahaman Agama Pada Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani Di Kabupaten Bojonegoro PENDAHULUAN Bangsa Indonesia akhir-akhir ini hidup di alam yang disesaki oleh perasaan bencimembenci dan perasaan dendam yang berkepanjangan antar suku, ras, dan agama mencapai titik yang paling panas sepanjang sejarah republik ini, misalnya di Jakarta dan kota-kota lain juga turut tercemari dengan tingkat yang berbeda. Jakarta sebagai Ibu Kota rupa-rupanya menjadikan contoh induk semua permasalahan ini. Pembunuhan, tindakan kekerasan, narkoba, miras, dan tawuran antar pelajar dan antar kampung dengan alasan yang tidak jelas marak Peristiwa ini bukan hanya fenomena kota besar seperti Jakarta, tetapi sudah merambah ke kampung-kampung daerah lain, sepeti Kendal. Batang. Boyolali, dan beberapa daerah lain. Bahkan sudah cukup lama kita disuguhi peristiwa tawuran antar pelajar di Jakarta. Kenyataan yang menyedihkan itu dapat dianalisis dari pelbagai aspek dan disiplin. psikologis, sosiologis, politik, ekonomi, dan lain-lain. Tidak kalah penting adalah analisis dari aspek pendidikan. Agama sebagai sumber moral dan pedoman untuk bertindakpun kini tidak luput dari Lihatlah para pemeluk agama satu sama lain saling berperang dan membunuh, sambil sama-sama mengatasnamakan Tuhan. Persoalan demi persoalan bertumpuk-tumpuk dan nyaris tak pernah ada peneyelesaian, rakyat berharap kepada pemerintah untuk segera membawa mereka keluar dari krisis. Sayang sekali para pemimpin Islam sekarang telah membelakangi tazkiyah yang akibatnya mereka tidak mampu memberi arti kepada orang-orang Islam untuk tidak mengatakan pada seluruh umat manusia. Dan dunia Islam dewasa ini menunjukkan pemandangan kerusakan besar-besaran pada nilai-nilai Islam, di mana kekuatan sekularisme baru meraja lela di masyarakat Islam laksana burung- burung pemakan bangkai. Kejadian kejadian tersebut sungguh sangat disayangkan, agungnya akhlak dan tingginya kedudukan dalam agama ini, masih dipandang sebelah mata oleh mayoritas manusia. Mayoritas orang tua menganggap remeh masalah akhlak anak- anaknya, mereka acuh tak acuh. Pada kelompok remaja tertentu bukan hebat jika tidak ikut terlibat pesta miras dengan istilah AuNgedringAy ini. AuDengan segala makanan dan minuman yang dianggapnya mencerminkan trend modern dengan rupa dan jenisnya yang serba kini, dijadikan simbul kemapanan seseorang dalam menjalani hidup ini, yaitu terlibat dengan gaya makan dan minumannyaAy. Memperhatikan kasus-kasus di atas, masih berfungsikah pendidikan agama bagi masyarakat khususnya di era sekarang ini? Pendidikan agama sebagai sub sistem pendidikan nasional mempunyai arti penting dalam upaya pembinaan mental bangsa sebagai manifestasi pembangunan manusia seutuhnya. Sebagai sarana agar peningkatan pembinaan mental agama yang ditujukan kearah pembentukan pribadi muslim yang berakhlakul karimah dan taat melaksanakan ajaran Islam, maka aktifitas-aktifitas keagamaan sangat dirasakan penting adanya, terutama menyiapkan genarasi muda . dalam mengisi kegiatan hidupnya seharihari. AuKegiatan keagamaan merupakan sarana yang strategis bagi proses terjadinya transformasi nilai budaya pada suatu komunitas sosialAy. Pendidikan tanpa membatasi jenisnya baik pendidikan formal, nonformal, maupun informal mempunyai peran yang sangat strategi dalam pembangunan suatu bangsa. Bagian kajian diberbagai negara menunjukkan kuatnya hubungan antara pendidikan dengan tingkat . Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 Pengaruh Pendidikan Nonformal Terhadap Pemahaman Agama Pada Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani Di Kabupaten Bojonegoro perkembangan bangsa-bangsa tersebut yang ditunjukkan oleh berbagai indikator ekonomi, sosial, dan budaya. Pendidikan yang mampu memfasilitasi perubahan adalah pendidikan yang merata, bermutu, dan relevan dengan ketentuan masyarakat. Menyadari peran pendidikan tersebut, pemerintah Indonesia senantiasa menempatkan sektor pendidikan, khususnya pendidikan dasar,sebagai perioritas dalam pembangunan Nasional. Bahkan dalam krisis ekonomi sekalipun, pendidikan tetap mendapatkan perhatian meskipun fokusnya dibatasi pada upaya penanggulangan dampak krisis ekonomi terhadap pendidikan. Pengaruh pendidikan dapat dirasakan secara langsung bagi perkembangan serta kehidupan masyarakat, kehidupan kelompok dan kehidupan setiap individu. Jika di bidangbidang lain seperti ekonomi, pertanian, dan perindustrian berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan, maka pendidikan berurusan langsung dengan pembentukan manusia modern yang berkarakter. Pendidikan dalam berbagai bentuknya mampu menentukan model manusia yang akan Pendidikan memberikan konstribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan konstribusi serta sarana dalam membangun watak bangsa. Masyarakat yang cerdas dan memberikan nuansa kehidupan suatu bangsa yang cerdas pula dan secara progresif akan membentuk kemandirian dan Pada masa dahulu, waktu manusia masih hidup dalam kelompok- kelompok masyarakat kecil dan sederhana, pendidikan untuk kehidupan dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah, segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya, diperoleh remaja dari orang-orang di lingkungan tanpa pendidikan formal di sekolah. Untuk mewujudkan masyarakat yang madani dalam negara kesatuan Republik Indonesia yang lebih demokrasi, transparan dan menjujung tinggi hak asasi manusia hanya dapat dilakukan melalui pendidikan. Hanya melalui pendidikan yang benar bangsa ini dapat membebaskan diri dari krisis multidemensi yang berkepanjanagan. Pendidikan yang berkwalitas juga dapat membebaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan dan keterpurukan Natsir dalam pidatonya pada rapat persatuan Islam pada tanggal 17 Juni 1934 yang berjudul AuIdeologi Pendidikan IslamAy mengatakan AuMaju atau mundurnya suatu kaum tergantung sebagian besar pada pelajaran dan pendidikan yang berlaku dalam kalangan merekaAy. Dengan demikian pendidikan terutama pendidikan agama dalam berbagai bentuknya perlu ditingkatkan baik kualitas maupun frekwensi penyelenggaraannya, sasarannya bukan saja untuk kalangan anak-anak muda tetapi bagi kalangan dewasa. Di sinilah letak pentingnya kegiatan keagamaan sebagai penunjang keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama untuk semua kalangan. Kegiatan ini sebagai upaya dalam membantu pemerintah atas ketidakmampuannya menjangkau pendidikan keagamaan secara totalitas, sehingga gerakan masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan keagamaan telah dijamin keberadaannya sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pada bab VI pasal 26 ayat . sebagai berikut. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 36 Pengaruh Pendidikan Nonformal Terhadap Pemahaman Agama Pada Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani Di Kabupaten Bojonegoro pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang . Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Indikasi keberhasilan kegiatan agama . ini adalah warga masyarakat yang memiliki pribadi yang santun dan ramah. Suka memaafkan orang lain jika berbuat salah atau menyakiti hatinya. Mampu mengendalikan diri dan tidak cenderung menampakkan emosi yang berlebihan baik kepada teman maupun lawan. Dan lebih penting lagi tidak balas dendam meskipun ia dapat melakukannya, ia mampu berjuang untuk menahan hawa nafsu yang dipandang buruk dan tidak membawa manfaat apa bila perbuatan itu dilakukan, serta diperhitungkan manfaat untung ruginya. Berdasarkan pertimbangan dan wawsan sebagaimana terurai di atas, penulis ingin membuktikan kebenaran dan keberhasilan kegiatan pengajian ahad pagi bagi jamaah Masjid At-Taqwa di kota Bojonegoro dengan mengambil judul AuPengaruh Pendidikan nonformal terhadap pemahaman agama pada jamaah pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy di Kabupaten Bojonegoro tahun 2017Ay. METODOLOGI Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian adalah model penelitian kuantitatif yang mewujudkan gejala-gejala hasil pengamatan yang diukur dalam bentuk angka, kemudian diolah dengan menggunakan analisis statistik. Secara spesifik penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Tujuan dari peneltian eksperimen adalah untuk mengetahui pengaruh atau hubungan sebab-akibat . ause and effect relationshi. yaitu AuPendidikan nonformal sebagai variabel bebasAy dan AuPemahaman agama sebagai variabel terikatAy. Dua variabel tersebut perlu diungkap secara keseluruhan sehingga hasil penelitian valid dan reliabel dengan cara membandingkan hasil kelompok eksperimen. Sugiono mengungkapkan pendapatnya. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dengan kontrol yang ketat. Untuk mendapatkan pengertian tentang populasi penulis merujuk kepada dua pendapat, antara lain : menurut Arikunta : 2007 : . AuPopulasi adalah semua individu untuk siapa-siapa kenyataan itu diperoleh dari sample itu digeneralisasikanAy. Sependapat dengan pernyataan di atas, populasi . adalah keseluruhan obyek atau item yang dibatasi oleh kriteria tertentu. Contoh : AuKeseluruhan orang yang berumur 10 tahun ke atas, semua orang yang bekerja sebagai pemulung, semua pedagang kaki lima, dan sebagainyaAy. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 Pengaruh Pendidikan Nonformal Terhadap Pemahaman Agama Pada Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani Di Kabupaten Bojonegoro Populasi dalam penelitian ini adalah semua anggota jamaah pengajian Ahad Pagi AuMasyarakat MadaniAy Masjid At Taqwa Bojonegoro yang selalu datang pada setiap pengajian ahad pagi. Dimana jamaahnya sangat hiterogen, lintas usia, tingkat pendidikan, dan tingkat Mereka yang hadir . erdasarkan daftar hadi. rata-rata setiap hari Ahad mencapai 750 Dalam penelitian ini, pengumpulan data kualititatif dilakukan dalam waktu kurang lebih 3 bulan . ei-jul. Sampel adalah Ausebagian atau yang menjadi wakil populasi yang akan ditelitiAy. 12 Berdasarkan jumlah populasi tersebut di atas dengan jumlah 750 orang, maka dalam penelitian ini penulis mengelompokkan jamaah yang hanya mengenyam pendidikan nonformal saja. Berdasarkan daftar hadir didapatkan bahwa mereka yang hanya mengenyam pendidikan nonformal 200 orang. Dari jumlah populasi tersebut penulis mengambil 30 % dari jumlah populasi yang ada, sehingga sampel yang diperoleh adalah 60 orang sebagai sampel Adapun yang menjadi landasan dalam pengambilan sampel tersebut adalah sebagaimana pendapat Suharsimi Arikunta yaitu. Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitian adalah penelitian populasi, selanjutnya jika subyeknya lebih dari 100 dapat diambil antara 10-20 % atau 20-25 % atau lebih. Teknik sampling, mengingat jumlah populasi yang cukup besar dan tidak mungkin peneliti dapat meneliti secara keseluruhan, hal ini mengingat waktu dan tenaga yang tersedia cukup terbatas, maka dalam menentukan sampel penelitian ini penulis menggunakan tekhnik AuRandom SamplingAy. Penelitian ini adalah penelitian dengan menganalisa data yang berbentuk angka-angka, baik dari hasil pengukuran maupun pengubahan dari data kwalitatif. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data tentang Pengaruh Pendidikan nonformal terhadap pemahaman agama pada jamaah pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy di Kabupaten Bojonegoro dengan rumus korelasi AuProduct MomentAy HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam laporan hasil penelitian ini akan penulis paparkan tiga hal penting, antara lain. sejarah berdiri dan perkembangan pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy di Kabupaten Bojonegoro, data tentang pendidikan agama Nonformal jamaah pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy, dan data tentang pemahaman agama jamaah pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy. Berdasar hasil observasi pada obyek penelitian yaitu pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy masjid At Taqwa Bojonegoro dapat penulis sajikan tingkat pendidikan nonformal para Sebagaimana diketahui bahwa awal dilaksanakan pengajian ini hanya diikuti beberapa orang, kini terus berkembang dan meningkat hingga mencapai lebih kurang 1500 jamaah, dan kondisi jamaah yang stabil rata-800 orang, sedangkan khusus pada bulan -1200 orang. Dari jumlah tersebut tingkat pendidikannya sangat hiterogin, ada yang tidak pernah sekolah sama sekali, ada yang lulusan sekolah rakyat (SR), ada yang hanya tamat SD/MI, tingkat SMP/MTs (SLTP), ada yang tamat SLTA, dan sebagian Sarjana (S. Namun mareka yang hanya tamat SR. SD/MI, dan SLTP jumlahnya minoritas ( 200 oran. , dan mereka rata-rata menempuh pendidikan luar sekolah . , misalnya mengikuti sekolah kejar paket A, paket B, dan paket C. Ini ditempuh Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 36 Pengaruh Pendidikan Nonformal Terhadap Pemahaman Agama Pada Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani Di Kabupaten Bojonegoro karena mereka mendapat ajuran bahkan tekanan dari Pemerintah Desa setempat. Sekolah paket ini ternyata direspon oleh mereka karena gratis . anpa dipungut biaya sepersen pu. Selain itu banyak diantara mereka yang tidak lulus sekolah mengikuti beberapa kursus, baik itu melalui jalur pribadi . iaya sendir. maupun program dari pemerintah melalui Dinas Sosial namun jenis kursusnya terbatas dan tidak sesuai dengan bakat atau kebutuhan peluang kerja yang ada di wilayah mereka. Atau mereka tetap ikut karena memanfaatkan peluang gratis bahkan karena dorongan dari teman atau tetangganya dari pada nganggur di rumah. Selain kegiatan kursus keterampilan mereka juga sering mengikuti kegiatan keagamaan baik yang diselenggarakan oleh desa setempat maupun di luar desa. Kegiatan keagamaan yang sering diikuti antara lain . ngaji kitab setiap Jumat pagi, pengajian malem jumatan, pengajian Padang Bulanan . etiap tanggal . Ada juga mereka yang hanya lulus sekolah dasar tetapi mondok bertahun- tahun di Pondok Pesantren, pondok kilat . husus bulan Ramadha. , dan ada sebagian aktivis jamaAoah tahlil, jamaAoah Yasinan. Manakiban, dan Istighotsah. Dan bagi kalangan ibu-ibu ada juga yang aktivis DibaAoan . amaah dibaiya. Data dokumentasi berupa jadwal pengajian, daftar hadir jamaah, foto-foto jamaah, dan beberapa kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy masjid At Taqwa Bojonegoro. Berikut ini beberapa kegiatan sosial yang dilaksanakan secara sepontan yang dilaksanakan setelah pengajian, sebagaimana tabel berikut. Selanjutnya berdasarkan dokumen yang ada berupa daftar hadir jamaah pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy masjid At Taqwa Bojonegoro dapat penulis sajikan tingkat pendidikan nonformal para jamaah bagi mereka yang terpilih sebagai sampel, dapat penulis sajikan sebagaimana tabel berikut. Data quesioner . diperoleh dari hasil angket yang telah disebarkan kepada 60 responden mengenai tingkat pendidikan nonformal yang pernah ditempuh . oleh anggota jamaah pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy masjid At Taqwa Bojonegoro. Penulis menyajikan soal sebanyak 15 item pertanyaan dengan tiga alternatif jawaban, yakni jawaban a, jawaban b dan jawaban c, yang berbentuk pernyataan Karena data ini hasilnya akan dianalisa dengan teknik analisa statistik, maka data tersebut akan disajikan dalam bentuk kuantitatif, dengan ketentuan : Alternatif jawaban a, diberi nilai 3 dengan kategori . Alternatif jawaban b, diberi nilai 2 dengan kategori . Alternatif jawaban c, diberi nilai 1 dengan kategori . Berdasarkan hasil nilai angket di atas, selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel dengan hasil berikut. Data tentang pemahaman agama jamaah pengajian. Berdasarkan hasil interview kepada anggota jamaah pengajian ahad pagi AuMasyarakat MadaniAy Masjid At Taqwa Bojonegoro, dapat diperoleh indikator pemahaman agama bagi para jamaah dengan cara menginventarisir perlakuan . erbuatan ap. yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari baik amaliah secara pribadi, dalam membina keluarga . umah tangg. , maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat dan bernegara. Indikasi tersebut antara lain : Melakukan badah mahdloh. Melakukan shalat. Sholat adalah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadah, dalam bentuk beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam serta menurut syaratsyarat yang telah ditentukan oleh syariat. Perbuatan shalat ini telah tertanam dalam hati dan jiwa para jamaah, sehingga kewajiban shalat itu tidak hanya sebatas ritual rutinan semata melainkan sebagai mediator untuk mendekatkan diri kepada Allah. Menjalankan puasa. Para jamaah berpuasa dan selalu menghindari diri dari perbuatan yang dapat membatalkan puasa serta melatih diri agar dapat merasakan penderitaan orang yang tidak mampu dan merasakan nikmatnya ketika berbuka puasa. Menurutnya pada hakekatnya puasa tidak hanya sebatas ritual saja, melainkan banyak sekali hikmah yand bisa diambil dari ibadah puasa tersebut. Aalasan mereka adalah : . pembersih jiwa, . bahwa puasa selain . Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 Pengaruh Pendidikan Nonformal Terhadap Pemahaman Agama Pada Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani Di Kabupaten Bojonegoro menyehatkan badan juga dapat mengangkat aspek kejiwaan manusia, . puasa telah terbukti sebagai jihad bagi jiwa dan pembiasaan kesabaran, . dengan puasa dapat mematahkan gelora syahwat, dan . dengan puasa dapat menajamkan perasaan terhadap kemanusiaan. Membayar zakat. Para jamaah selalu membayar zakat, alasannya zakat banyak banyak sekali manfaat yang bisa diambil. Katanya zakat itu tidak hanya bagi yang menerima zakat akan tetapi juga bermanfaat bagi yang mengeluarkan zakat. Adapun manfaat bagi muzzaki yaitu : membersihkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil, . menanamkan perasaan cinta kasih terhadap golongan yang lemah, . mengembangkan rasa kesetiakawanan serta kepedulian sosial, dan . membersihkan harta dari hak-hak orang yang berhak menerima zakat. Sedangkan mamfaat yang dapat dirasakan gagi penerima zakat menurutnya untuk : . menghilangkan perasaan sakit hati, iri dan dengki, . menimbulkan dan menambah rasa syukur serta simpatik terhadap golomgam kaya, dan . menjadi modal kerja untuk berusaha mandiri dan berupaya mengangkat hidup. Ibadah ghairu mahdloh : Mengikuti pengajian Para jamaah pengajian ahad pagi suka menghadiri pengajian, alasannya dengan mendatangi pengajian sebagian dari bentuk perilaku keagamaan, dengan mendengarkan pengajian maka hati seseorang akan mudah terbuka untuk melakukan perbuatan yang baik. Orang yang mengikuuti dan mendengarkan pengajian dengan hikmat serta mengharap ridlo dari Allah, maka akan mendapat pahala, selain itu juga akan menambah ilmu pengetahuan tentang nilainilai ajaran agama Islam yang disampaikan oleh penceramahnya. Membaca Al QurAoan. Alasan mereka gemar membaca Al-QurAoan sederhana sekali, yaitu Al-QurAoan itu kitab suci umat Islam yang diwahyukan oleh Allah S. T kepada Nabi Muhammad S. W sebagai prtunjuk bagi umatnya di dunia dan di akhirat kelak. Allah telah menjamin siapa yang membaca Al-QurAoan maka hatinya akan menjadi tenang dan tentram, karena orang yang selalu membaca Al-QurAoan oleh Allah akan selalu dilindungi dari hal-hal yang buruk dan Allah juga akan memberikan petunjuk bagi orang-orang yang mau membaca Al-QurAoan. Muamalah. Dalam hidup bermasyarakat, manusia selalu berhubungan satu sama lain. Pergaulan hidup tempat setiap orang melakukan perbuatan dalam hubunganya dengan orangorang lain disebut muamalah. Adapun macam- macam bentuk muamalah yang penulis cantumkan adalah sebagai berikut : Tolong menolong Menolong adalah memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan bantuan,tolongmenolong dalam kebaikan dianjurkan oleh Allah sebab sebagai sesama manusia akan saling Dalam ajaran agama Islam tolong menolong sangat dianjurkan dan menolong itu menjadi wajib ketika dalam kebaikan. Menanam sifat sabar Yaitu kerelaan menerima kehendak Allah yang awalnya terasa tidak nyaman seperti sakit, kurang harta, ketakutan kelaparan, bencana alam dan sebagainya. Sabar yaitu kerelaan melakukan kehendak Allah yang terwujud dalam perintah-perintahNya. Bahwa kerelaan diri menerima ujian melakukan hal-hal yang menjadi larangannya . Membiasakan berperilaku jujur Yang dimaksud dengan jujur dalah menyatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan. Jujur merupakan yang mulia, dalam ajaran agma Islam dinyatakan juga bahwa jujur merupakan tindakan yang dapat meninggalkan kemaksiatan. Selanjutnya data-data tentang indikator pemahaman agama dibuktikan melalui hasil angket, yang disebarkan kepada 60 responden, angket yang disebarkan tersebut terdiri dari 15 item pertanyaan dengan tiga alternatif jawaban, yakni : jawaban a, b, dan c, yang kesemuanya itu merupakan pernyataan kualitatif. Adapun dari 15 item tersebut terbagi atas : Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 36 Pengaruh Pendidikan Nonformal Terhadap Pemahaman Agama Pada Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani Di Kabupaten Bojonegoro . 5 item pertanyaan tentang ibadah mahdloh . 5 item pertanyaan tentang ghoirumahdloh . 5 item pertanyaan tentang muamalah Karena data ini akan dianalisa dengan teknik analisa statistik, maka data tersebut akan disajikan dalam bentuk kuantitatif, dengan ketentuan : Alternatif jawaban a diberi nilai 3 dengan kategori . Alternatif jawaban b diberi nilai 2 dengan kategori . Alternatif jawaban c diberi nilai 1 dengan kategori . Selanjutnya dari ketentuan nilai/ score tersebut dikalikan dengan hasil jawaban yang diperoleh dari 15 item pertanyaan menurut kriteria jawaban a, jawaban b, dan jawaban c, kemudian diambil nilai rata-ratanya. Untuk lebih jelasnya dari hasil angket yang disebarkan kepada 60 responden, dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Dengan demikian maka data jumlah score dari kedua variabel dapat diketahui yaitu : Variabel bebas jumlahnya score = 2. Variabel terikat jumlahnya score = 2. 064 = 0,421 Analisa akhir Membandingkan rxy dari hasil yang diperoleh dengan rxy dalam Tabel. Dalam taraf signifikan 5 % pada N = 60 menunjukkan angka 0,254, sedangkan nilai rxy yang diperoleh adalah : 0,421 Dengan demikian rxy yang diperoleh lebih besar dari harga AurAy dalam Tabel Taraf Signifikan 5%. Sedangkan pada taraf signifikan 1% pada N = 60 menunjukkan angka : 0,330, sedangkan nilai rxy yang diperoleh adalah 0,421. Dengan demikian rxy yang diperoleh lebih besar dari harga AurAy dalam tabel taraf signifikan 1%. Menarik kesimpulan, berdasarkan perhitungan tersebut di atas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dari keseluruhan analisa menunjukkan ada pengaruh yang signifikan. Dengan demikian maka semakin banyak/ sering mengikuti pendidikan nonformal . erutama nonformal agam. maka semakin baik pula pemahaman agamanya. Dalam tinjauan faham keagamaan, jamaah yang berasal dari kelompok modernis dan tradisional jumlahnya berimbang. Sedang dari segi kewilayahan. PAP ini di samping dihadiri oleh jamaah dari kota Bojonegoro, juga dihadiri oleh para aktivis Muhammadiyah dari Kecamatan di Wilayah Bojonegoro. Bahkan ada sebagian jamaah yang berasal dari daerah Tuban, ini karena perbatasan antara Tuban dengan Bojonegoro hanya dibatasi Bengawan Solo dengan sarana jembatan Kali Ketek. Berdasarkan pengamatan, dari segi pemberdayaan keilmuan dan kesadaran keberagamaan juga patut disyukuri. Jamaah dari kalangan modernis semakin mantap dalam mengamalkan ajaran agamanya yang bebas dari takhayul, bidAoah dan khurofat (TBC), sedang dari kelompok tradisional semakin banyak yang menyadari bahwa amalannya selama ini masih bercampur dengan TBC lambat laun mereka telah meninggalkan praktek TBC tersebut. Banyak juga jamaah yang semula beragama hanya secara keturunan, kini mendapatkan pencerahan, sehingga aktivitas/amalan kesehariannya baik dalam hal ubudiyah, muamalah maupun cara bekerja dan berpakaian dimotivasi oleh kesadaran beriman dan bertaqwa. Sebagai contoh, banyak para jamaah perempuan yang semula tidak berjilbab, kini berjilbab. Berdasarkan pengamatan, keberadaan Pengajian Ahad Pagi (PAP) juga bisa mendukung kententraman rumah tangga. Ini bisa dilihat dengan banyaknya jamaah yang datang berboncengan suami isteri, bahkan sebagian jamaah membawa mobil dengan mengajak anakanaknya dan para tetangganya. Sebelum adanya PAP para aktivis Islam, terutama dari kalangan Muhammadiyah jarang sekali bertemu, baru sejak adanya PAP mereka sering bertemu dan tukar informasi, bahkan peertemuan PCM dan PRM se Kabupaten bojonegoro seringkali dilaksanakan pada hari Ahad, 00 WIB . etelah PAP selesa. , sehingga keberadaan PAP benar-benar sangat . Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 Pengaruh Pendidikan Nonformal Terhadap Pemahaman Agama Pada Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani Di Kabupaten Bojonegoro berpengaruh terhadap mantapnya konsolidasi aktivis, jamaah, dan organisasi. Sebelum berdirinya PAP jumlah Ranting Muhammadiyah di cabang kota Bojonegoro hanya 5 Ranting. Setelah PAP berlangsung 1 tahun, banyak jamaah yang bersimpati kepada Muhammadiyah. Sehingga pada tahun 2000 berdirilah beberapa Ranting Muhammadiyah di Cabang Kota Bojonegoro, dan kini jumlahnya ada 14 Ranting Muhammadiyah di Cabang kota Bojonegoro. PAP ini bersifat umum dan pencerahan agama, untuk takhasusnya diadakan secara tersendiri dengan jamaah yang khusus pula, misalnya di masjid At-Taqwa . usat PAP) diadakan pula kajian tafsir Al-Maraghi. Kitab Hadist Riyadhus Sholihin, dan Bulughul Maram. Perkembangan yang menggembirakan dan pengaruh positif PAP tersebut semata-mata karena pertolongan Allah SWT, dan ikhtiar semua pihak, terutama para pengurus. TaAomir Masjid ATTaqwa, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro. Di jaman modern ini jangan sampai ada warga negara indonesia yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali, jika tidak mampu melanjutkan sekolah sebagaimana tuntutan pemerintah wajib belajar 9 tahun dapat menempuh melalui program kejar paket. Misalnya paket A, paket B, maupun paket C sehingga semua melek huruf dan melek angka. Untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama, maka kegiatan keagamaan perlu ditingkatkan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang bernafaskan agama. Anak-anak yang tidak memiliki kesempatan mengikuti pendidikan formal sepatutnya sebanyak mungkin dijangkau melalui pendidikan nonformal indonesia (PNFI) agar mereka mendapat pembekalan yang memadai untuk kehidupannya. PNFI harus dapat menjawab kebutuhan pendidikan yang disesuaikan dengan konteks lokal masyarakat setempat yang tidak dapat dijawab oleh pendidikan formal terutama pendidikan yang mengarah pada kecakapan/ keterampilan hidup agar mereka memiliki lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan sangat penting agar dapat mengurangi angka pengangguran dan angka kejahatan. Di tengah permasalahan yang ada, optimalisasi PNFI sepatutnya dilakukan dengan mengikutsertakan berbagai potensi yang ada dalam masyarakat, baik sebagai tutor, penyedia sarana, dan sebagainya. SIMPULAN Setelah diadakan pembahasan secara keseluruhan baik secara teoritis maupun empiris, selanjutnya penulis memberikan beberapa kesimpulan serta saran-saran sebagai berikut. Pendidikan nonformal . aik umum maupun agam. melayani keperluan berbagai golongan masyarakat. Melalui pendidikan nonformal kebutuhan masyarakat akan bekal pengetahuan agama, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, atau untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dapat tercapai. Sehingga kebutuhan manusia untuk terus belajar di sepanjang kehidupannya, sekaligus haknya sebagai warga negara, dapat terpenuhi. Pemahaman agama merupakan wujud keberhasilan bagi seseorang yang mempelajari agama melalui berbagai kegiatan, seperti pengajian, madrasah diniyah, pondok pesantren, dan berbagai jenis kegiatan agama lainnya yang dapat membentuk seseorang untuk melaksanakan berbagai berbagai macam ibadah baik mahdloh maupun ghoiru mahdloh. Dalam taraf signifikansi 5 % pada N = 60 menunjukkan angka 0,254, sedangkan nilai rxy yang diperoleh adalah : 0,421 Dengan demikian rxy yang diperoleh lebih besar dari harga AurAy dalam Tabel Taraf Signifikan 5%. Sedangkan pada taraf signifikan 1% pada N = 60 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 36 Pengaruh Pendidikan Nonformal Terhadap Pemahaman Agama Pada Jamaah Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani Di Kabupaten Bojonegoro menunjukkan angka : 0,330, sedangkan nilai rxy yang diperoleh adalah 0,421. Dengan demikian rxy yang diperoleh lebih besar dari harga AurAy dalam tabel taraf signifikan 1%. Berdasarkan perhitungan tersebut di atas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dari keseluruhan analisa menunjukkan ada pengaruh yang signifikan. Dengan demikian maka semakin banyak/ sering mengikuti pendidikan nonformal . erutama nonformal agam. maka semakin baik pula pemahaman agamanya. DAFTAR PUSTAKA