TINDAK TUTUR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG PADA NASKAH DRAMA AuBAYANG (KAN)Ay KARYA ISKANDAR MUDA (DIRECT AND INDIRECT SPEECH ACTS IN THE DRAMA SCRIPT AuBAYANG (KAN)Ay BY ISKANDAR MUDA) 1Khofif Almaqqi*, 2Yusra D, 3Rahmawati Corresponding Author: * Khofifalmaqqi01@gmail. 1,2,3 Universitas Jambi. Jambi. Indonesia Article history Received 18 August 2024 Revised 27 September 2024 Accepted 28 October 2024 Abstract This study aims to find and describe the forms of speech acts in the play "Bayang (Ka. The research method used in this research is qualitative research and theoretically this research uses a pragmatic approach, while methodologically the research approach is descriptive. The data collection technique used was reading and writing with data sourced from the drama script "Bayang (Ka. " in the form of the dialogues of the characters. This study uses the theory put forward by Searle. While the results of research referring to this theory obtained descriptions of speech act forms such as declarative, expressive, and representative speech acts and no directive and commissive speech acts were found from the play "Bayang (Ka. Keywords: Illocutionary, locutionary, drama script, speech act Abstrak Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menjelaskan bentuk- bentuk tindak tutur yang ada pada naskah drama AuBayang (Ka. Ay. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan secara teoris penelitian ini memakai pendekatan pragmatik, sedangkan secara metodologis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Untuk teknik yang digunakan dalam melakukan pengumpulan data adalah Teknik baca dan catat dengan data yang bersumber dari naskah drama AuBayang (Ka. Ay karya Iskandar Muda berupa dialog para tokoh. Dalam melakukan penelitian, peneliti memakai teori pengelompokan tindak tutur yang dikemukakan oleh Searle. Sementara hasil penelitian yang merujuk pada teori tersebut didapat pendeskripsian bentuk-bentuk tindak tutur seperti tindak tutur deklaratif, ekspresif, dan representatif dan tidak ditemukan bentukbentuk tindak tutur direktif, dan komisif dari teks naskah drama AuBayang (Ka. Ay. Kata Kunci: Ilokusi, lokusi, naskah drama, tindak tutur https://online-journal. id/jla/index JLA Vol. No. November 2024, p. PENDAHULUAN Sebagai makhluk sosial yang tidak mungkin terlepas dari proses komunikasi tentu kita akan selalu dihadapkan dengan proses tindak tutur lisan maupun tertulis. Untuk mencapai tujuan dari tindak tutur, seseorang perlu melakukan analisis makna dari tuturan mitra tutur. Hal ini sangat diperlukan agar proses tuturan tersebut mencapai pemahaman yang sama. Tindak tutur meliputi tindak tutur langsung dan tidak langsung. Tindak tutur langsung memiliki makna yang mudah dimengerti oleh lawan tutur, sedangkan tindak tutur tidak langsung memiliki makna yang perlu pemahaman lebih mendalam untuk mengerti apa makna dari tuturan mitra tutur (Dwijayanti, 2021. Situmorang, 2022. Yunita, 2. Tindak tutur langsung merupakan model penyampaian makna secara langsung yang maksud dan tujuan tuturanya dapat dimengerti dengan mudah oleh lawan tutur. Sejalan dengan pendapat (Prasetyo, 2. mengatakan, tindak tutur langsung merupakan bentuk penyampaian secara gamblang dan makna dari tuturan (Astika, 2021. Ramadhanti, 2020. Mailawati, 2. dapat diterima langsung oleh lawan tutur karena kalimat yang digunakan merupakan bentuk tuturan dengan makna yang lugas. Sementara tindak tutur tidak langsung merupakan suatu model penyampaian makna yang hanya dapat dipahami apabila lawan tutur memiliki pemahaman yang sama dengan penutur. Pemahaman tersebut dapat diperoleh lawan tutur apabila lawan tutur mampu memperhatikan dengan baik suatu tuturan. Sebagaimana pendapat dari (Prasetyo, 2. mengatakan, tindak tutur tidak langsung merupakan tindak tutur dengan maksud yang bisa dipahami apabila lawan tuturnya menyimak tuturan dan konteks situasi. Tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung tidak terlepas dari lokusi dan Tindak tutur lokusi adalah tindak tutur yang mempunyai makan yang mudah Sejalan oleh pendapat (Prasetyo, 2. yang mengatakan bahwa tindak tutur lokusi ialah tindak tutur yang menanyakan sesuatu dalam arti AuberkataAy atau tindak tutur yang berbentuk kalimat bermakna yang dapat dipahami. Misalnya, dalam naskah drama AuBayang (Ka. Ay. Nina berkata kepada Mama AuOh begitu, bayangan selalu memegang tangan ibunya, kanAy. Tindak tutur langsung adalah tuturan yang sesuai dengan modus kalimatnya. Sedangkan tindak tutur tidak langsung adalah tuturan yang berbeda dengan modus kalimatnya, maka maksud dari tindak tutur tidak langsung dapat beragam dan tergantung pada konteksnya (Nurifa, 2. Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur yang memiliki fungsi untuk mengucapkan atau memberikan suatu informasi. Selain itu, tindak tutur ini juga dapat digunakan untuk melaksanakan sesuatu. (Kentary et al. , n. ) mengatakan bahwa tindak tutur ilokusi adalah bentuk tuturan untuk menyatakakn sesuatu yang kemudian diikuti oleh tindakan. Tindak tutur lokusi ialah suatu tindak tutur yang sifatnya menyampaikan dan informatif tanpa adanya efek yang akan timbul pada mitra tutur. Selain menyampaikan sesuatu tindak tutur lokusi juga dapat bersifat pertanyaan ataupun perintah. Tindak tutur ilokusi sebagai tindak tutur yang bertujuan untuk memberikan efek kepada mitra tutur, tuturan dalam tindak tutur dapat berupa informasi, perintah, meminta maaf dan lain sebagainya (Dwijayanti, 2021. Puspitasari, 2020. Saifudin, 2. Tindak tutur ilokusi merupakan bagian central dalamtindak tutur. Sedangkan tindak tutur perlokusi ialah sebagai tindak tutur yang bersifat persuasif dengan harapan mitra tutur mendengarkan atau melakukan sesuatu sesuai keinginan penutur. Amini et al. mengatakan bahwa seharusnya dalam sebuah percakapan penutur harus memiliki tujuan untuk lawan tuturnya melalui ujaranya. Menurutnya dalam mencapai tujuan tersebut, penutur dapat melakukan berbagai cara dalam melakukan ujaran yaitu dengan cara yang langsung maupun tidak langsung. Sebagai peristiwa komunikasi tindak tutur memiliki fungsi, mengandung maksud serta memiliki tujuan yang bisa memberikan pengaruh kepada mitra tutur. Berdasarkan fungsinya. Searle mengklasifikasikan tindak tutur kedalam lima jenis, yaitu tindak . , . tindak direktif . , . tindak komisif . , . tindak ekspresif . , . tindak deklarasi . (Mirawati, n. JLA Vol. No. November 2024, p. Tindak tutur tidak hanya ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Namun tindak tutur juga dapat ditemukan dalam karya sastra, naskah drama merupakan salah satu bentuk tindak langsung tertulis yang dapat dipentaskan di panggung yang di lakoni beberapa aktor. Menurut Syukron dkk . drama adalah suatu karya sastra yang memiliki tujuan untuk memberikan gambaran dengan model penyampaian berupa pertikaian melalui gerak dan dialog yang dipentaskan. (Mikaresti & Dewi, 2. berpendapat bahwa drama sebagai sebuah karya sastra merupakan objek yang terikat oleh perancang, keaslian, dan penonon. Sedangkan menurut Anwar . teks naskah drama adalah teks cerita yang berupa perbuatan yang belum dipentaskan. Karlina . mengatakan bahwa naskah drama ialah unsur yang sangat penting sehingga sangat diperlukan pada setiap pementasan drama. Naskah drama merupakan bentuk dari penyampaian yang dituangkan pada tulisan yang tersusun sesuai alur cerita yang akan diperankan oleh aktor. Amaniah . mengatakan bahwa naskah drama adalah sebuah karangan dialog yang dibentuk oleh kalimat langsung yang akan diucapkan oleh antar pemain dalam pementasan drama. Naskah drama adalah sebuah bentuk tulisan yang berisi dialog, arahan, dan keterangan panggung yang dirancang untuk dipentaskan di atas panggung teater (Lubis, 2020. Purwanto, 2023. Muhammad, 2. Naskah ini menggambarkan alur cerita melalui percakapan antar tokoh, konflik, serta perkembangan karakter, dan biasanya dilengkapi dengan petunjuk teknis seperti gerakan, ekspresi, dan latar suasana. Dalam naskah drama, kekuatan cerita terletak pada dialog yang mampu menghidupkan emosi dan pesan moral kepada penonton. Selain itu, struktur naskah drama umumnya terdiri atas babak dan adegan, yang memudahkan pengaturan ritme pementasan dan perkembangan cerita secara bertahap (Pardosi, 2. Dalam penelitian ini menggunakan naskah drama AuBayang (Ka. Ay karya Iskandar Muda karena dalam naskah drama tersebut banyak ditemukan tindak tutur lokusi dan ilokusi langsung dan tidak langsung baik itu yang terdapat dalam narasi maupun pada dialog antar tokoh yang berperan dalam naskah drama tersebut, serta agar pembaca naskah drama AuBayang (Ka. Ay dapat dengan mudah mengetahui makna tindak tutur lokusi dan ilokusi langsung dan tidak langsung dalam naskah drama tersebut. Selain itu, naskah drama AuBayang (Ka. Ay juga termasuk dalam naskah drama pendek sehingga memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data penelitian Tujuan diadakanya penelitian ini adalah untuk menjelaskan jenis-jenis tindak tutur yang ada pada naskah drama AuBayang (Ka. Ay karya Iakandar Muda. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan teori Searle . eech,1. yang mengkelompokan jenis tindak tutur kedalam lima jenis berdasarkan fungsinya yaitu direktif, komisif, ekspresif, representatif, dan deklaratif. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian ini guna pembaca dapat mengerti tindak tutur lokusi langsung dan tidak langsung apa saja yang terkandung pada naskah drama AuBayang (Ka. Ay. METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan secara teoritis penelitian ini memakai pendekatan pragmatik, sementara secara metodologis pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Data penelitian bersumber pada naskah drama AuBayang (Ka. Ay karya Iskandar Muda yang dimuat dalam buku antalogi naskah teater AuBayang (Ka. Ay yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2022. Data yang diambil berbentuk dialog antar tokoh. Pengumpulan datanya, penelitian ini dilakukan dengan mengunakan teknik baca catat yang kemudian dianalisis dan diklasfikasikan dalam pengelompokan tindak tutur lokusi langsung dan tidak langsung. JLA Vol. No. November 2024, p. HASIL DAN PEMBAHASAN Ditemukan tindak tutur lokusi dan ilokusi langsung dan tidak langsung baik itu yang terdapat dalam narasi maupun pada dialog antar tokoh yang berperan dalam naskah drama Tabel 1. Tindak Tutur Lokusi dan Ilokusi Langsung dan Tidak Langsung Jenis Tindak tutur langsung Temuan C Mamma! Aku kehilangan Iya, bayangan selalu bersama Tindak Tutur Tidak Langsung Tabel 2. Jenis dan Temuan Tindak Tutur Langsung dan Tak Langsung meliputi Tuturan Deklarasi. Ekspresif. Direktif. Representatif, dan Komisif dalam Naskah Drama AuBayang (Ka. Ay Jenis Temuan Tindak Tutur Langsung Deklaratif Langsung Tidak apa-apa jika kamu tidak sama dengan warna Tindak Tutur Langsung Ekpresif Langsung Yeay, bayangan kembali! Yeay, kita selalu bersama! Selalu. Tindak Tutur Langsung Direktif Langsung Tindak Tutur Langsung Representatif Langsung C Nina, bayangan juga punya Ibu. Seperti Nina dan Mamma. Deskripsi Tindak Tutur Lokusi dan Ilokusi Dalam Naskah Drama AuBayang (Ka. Ay Karya Iskandar Muda Tindak Tutur Lokusi Langsung dan Tidak Langsung Tindak tutur lokusi merupakan suatu tindak tuturan yang bertujuan untuk menyampaikan sesuatu dalam arti AuberkataAy atau AuberujarAy berupa kalimat- kalimat yang dapat dipahami dengan mudah oleh lawan tutur. Tindak Tutur Langsung Tindak tutur langsung merupakan suatu penyampaian sacara jelas. Maka dari itu maknanya tidak sulit untuk dipahami oleh lawan tutur. Dalam penyampaianya tindak tutur langsung memakai ujaran yang memiliki makna yang lugas atau maksud dan tujuannya disampaikan secara jelas. Adapun ciri- ciri dari tindak tutur langsung yaitu mengandung verba performatif. (LENI, 2. mengatakan bahwa tindak tutur langsung adalah tindak tutur yang selaras dengan modus kalimatnya, misal kalimat berita untuk memberikan informasi atau berita, kalimat perintah untuk mengajak, memohon ataupun menyuruh dan kalimat tanya untuk menanyakan sesuatu berupa informasi. Nina: Mamma! Aku kehilangan teman! Data tersebut merupakan salah satu tindak tutur langsung karena pada tuturan Nina AuMamma! Aku kehilangan teman! Itu hanya sekedar memberikan JLA Vol. No. November 2024, p. informasi kepada Mamma sebagai mitra tuturnya. Informasi yang diberikan berupa penyampaian bahwa Nina kehilangan teman. Mamma: Iya, bayangan selalu bersama kita! Sama halnya dengan data pertama, data berikut juga merupakan tindak tutur Informasi yang terdapat dalam tuturan ini berupa penyampaian Mamma kepada Nina bahwa bayangan tidak pernah pergi dari diri kita, bayangan akan tetap bersama kita dimanapun berada. Tindak Tutur Tidak Langsung Tindak tutur tidak langsung makna dapat diperoleh apabila penutur dan mitra tutur mendapatkan pemahaman yang sama (Damayanti, 2022. Anggraini. Puspitasari, 2. Dalam kata lain tindak tutur tidak langsung memerlukan kesepakatan bersama terhadap konteks tuturan. Ciri-ciri tindak tutur tidak langsung meliputi, pertama maknanya tidak dapat dilihat jika hanya melihat tuturan tetapi juga harus melihat konteks dari tuturan itu sendiri, kedua makna tuturan tidak selalu tertuju pada makna sebenarnya, bisa saja berbanding terbalik dari makna sebenarnya (Ismiyatin, 2022. Mufazah, 2. Jadi, tindak tutur langsung dikatakan tindak tutur lokusi dan tindak tutur tidak langsung dikatakan sebagai tindak tutur ilokusi. Tindak Tutur Ilokusi Langsung dan Tidak Langsung Tindak tutur ilokusi umumnya ditandai dengan kalimat performatif yang eksplisit. Umumnya bersamaan dengan pemberian izin, berterimakasih, memerintah, memberikan penawaran, dan menjanjikan. Deskripsi Tindak Tutur Langsung dan Tak Langsung meliputi Tuturan Deklarasi. Ekspresif. Direktif. Representatif, dan Komisif dalam Naskah Drama AuBayang (Ka. Ay Tindak Tutur Langsung Deklarasi. Ekspresif. Representatif, dan Komisif dalam Naskah Drama AuBayang (Ka. Ay Bentuk Tindak Tutur Langsung Deklaratif Kalimat deklaratif dalam bahasa Indonesia mengandung maksud memberikan sesuatu kepada si mitra tutur. Searle mengelompokan perwujudan deklaratif menjadi lima yaitu memutuskan, membatalkan, melarang, mengizinkan, dan memberikan maaf. Jenis tindak tutur ini biasanya digunakan oleh penutur untuk menciptakan hal baru. Dapat dikatakan bahwa tindak tutur ini dapat memberikan dampak terhadap mitra tuturnya. Dampaknya beragam, misalnya dari tidak bersalah menjadi bersalah dalam bentuk memvonis. Sedangkan dalam naskah drama AuBayang (Ka. Ay juga ditemukan data yang berbentuk tindak tutur langsung Nina: AuTidak apa-apa jika kamu tidak sama dengan warna bajukuAy Sesuai dengan pengelompokan tindak tutur langsung deklaratif, pada data tersebut terlihat bahwa Nina memberikan izin yang ditandai dengan kalimat Autidak apa-apaAy. Dan kalimat itu juga diakhiri dengan tanda titik sebagai ciri- ciri tindak tutur deklaratif. JLA Vol. No. November 2024, p. Bentuk Tindak Tutur Langsung Ekpresif Tindak tutur ekspresif dengan berbagai macam bentuk dan fungsinya selain terjadi dalam kehidupan sehari-hari juga terdapat dalam teks. Tindak tutur ekspresif adalah ungkapan perasaan atau kondisi emosional dan bersifat Ekspresif adalah tindak tutur yang berfungsi untuk mengungkapkan atau mengutarakan sikap psikologis penutur terhadap keadaan yang tersirat dalam Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang digunakan oleh penutur dalam menyampaikan sesuatu kepada mitra tutur. (Trias Kurniawan, n. mengatakan tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang dilakukan dengan tujuan supaya tuturanya dapat diartikan sebagai evaluasi mengenai hal-hal yang disebutkan dalam tuturan tersebut. Misalnya memuji, memberikan ucapan terimakasih, mengkritik, dan menyelak. Adapun ciri-cirinya yaitu memberikan pernyataan kegembiraan, kesulitan, kesukaan, kebencian, kesenangan, ataupun Data yang ditemukan oleh peneliti dalam naskah drama AuBayang (Ka. Ay. Nina: AuYeay, bayangan kembali! Selalu . Yeay, kita selalu bersama! Dalam kutipan naskah drama tersebut mengandung pernyataan kegembiraan yang diperlihatkan oleh Nina. Hal tersebut ditandai dengan kata AuYeayAo yang dikatakan oleh Nina sebagai bentuk kegembiraan sekaligus kesenangan. Bentuk Tindak Tutur Langsung Direktif Tindak tutur direktif tidak hanya pengekspresian penutur terhadap tindakan yang dilakukan oleh mitra tutur, tetapi merupakan pengekspresian maksud penutur yang berupa keinginan atau harapan, sehingga tuturan atau sikap yang telah diekspresikan dijadikan sebagai alasan untuk bertindak oleh mitra tutur. Tindak tutur sebagai wujud peristiwa komunikasi bukanlah peristiwa yang terjadi dengan sendirinya, melainkan mempunyai fungsi, mengandung maksud dan tujuan tertentu serta dapat menimbulkan pengaruh pada mitratutur. Dalam perkembangannya. Searle mengembangkan teori tindak tuturnya terpusat pada ilokusi. Tindak tutur direktif dikelompokan menjadi tindak tutur direktif memohon yang memiliki fungsi untuk meminta, mengundang, mengajak, mendoa, dan Tindak tutur direktif bertanya yang memiliki fungsi untuk memberikan pertanyaan dan mengintrogasi. Tindak tutur direktif merekomendasikan yang memiliki fungsi menganjurkan dan memohon atau meminta. Tindak tutur direktif larangan memiliki fungsi yang bertujuan untuk meberikan batasan. Tindak tutur direktif mengizinkan memiliki fungsi untuk memberikan persetujuan, memperbolehkan, memberikan kuasa, menyetujui, menganugerahi, membiarkan, mengizinkan, melepaskan, mempersilahkan, dan memaafkan. Tindak tutur direktif menasehati memiliki fungsi untuk memberikan nasihat, memperingati, mengusulkan, dan mendorong. (Arifiany et al. , 2. menyebutkan bahwa tindak tutur direktif adalah tuturan yang memiliki tujuan agar lawan tutur melakukan Dari pendapat tersebut tidak ditemukan data berupa tindak tutur direktif dalam naskah drama AuBayang (Ka. Ay. Bentuk Tindak Tutur Langsung Representatif Tindak tutur representatif adalah bentuk tindak tutur mengenai kebenaran yang disampaikan oleh penuturnya. Tindak tutur ini dapat terjadi apabila penutur meyakini tuturanya sebagai sebuah fakta, penegasan, kesimpulan dan Data yang ditemukan dalam naskah drama AuBayang (Ka. Ay JLA Vol. No. November 2024, p. Mamma: AuNina, bayangan juga punya Ibu. Seperti Nina dan Mamma. Ibunya bayangan bernama cahaya. Cahaya banyak sekali jenisnya, matahari, bulan, lampu, lampu senter dan banyak lagi. Sama seperti nama buah, jenisnya banyak kan? Duku. Rambutan. Jeruk. Apel, apa lagi ya?Ay Nina: AuTapi, aku tidak mencari buah. Aku mencari bayangan. Mamma. Ay Data tersebut merupakan tindak tutur representatif. Dalam tuturan Mamma. Mamma menyebutkan fakta sebagai bentuk pendeskripsian yang digunakan untuk memberikan penegasan terhadap Nina bahwa bayangan akan terlihat apabila Ibu dari bayangan itu ada. Ibu bayangan bernama Cahaya dan cahaya banyak sekali Bentuk Tindak Tutur Langsung Komisif Tindak tutur komisif merupakan tindak tutur yang menuntut penuturnya untuk menepati tuturanya pada masa yang akan datang. Ciri-ciri dari tindak tutur ini yaitu kalimatnya berupa: janji, ancaman, penolakkan, dan ikrar. Sedangkan dalam naskah drama AuBayang (Ka. Ay tidak ditemukan data yang menunjukan bentuk tindak tutur langsung komisif. Tindak Tutur Tidak Langsung Deklarasi. Ekspresif Representatif, dan Komisif dalam Naskah Drama AuBayang (Ka. Ay Nina: AuTapi, aku nggak mencari buah. Aku mencari bayangan. Mamma. Mamma: Au(Sambil tersenyum rian. Oh ya. Mamma ada ide, kita mencari bayangan dengan ibunya cahayaAy. Data tersebut dapat diklasifikasikan dalam bentuk kalimat tindak tutur deklarasi yang penyampaiannya secara tidak langsung. Hal tersebut dapat dilihat dari tuturan AuMamma ada ideAy. Dalam kalimat tersebut tuturan deklarasinya yaitu tokoh Mamma yang memberikan keputusan untuk mencari bayangan menggunakan Ibunya yaitu Dalam kutipan tersebut tokoh Mamma juga mempengaruhi tokoh Nina yang merasa sedih karena ditinggalkan oleh bayangan menjadi gembira karena tokoh Mamma akan mencarikan bayangan untuknya SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis di atas ditemukan beberapa tindak tutur langsung dan tidak langsung di dalam naskah drama Bayang. Baik tindak tutur lokusi atau pun ilokusi. Hal ini membuktikan bahwa dalam tiap tuturan baik lisan maupun tertulis memiliki makna tersendiri sesuai dengan konteks tuturannya. Dalam penelitian ini ditemukan bentuk tindak tutur deklaratif, ekspresif, dan representative. Sementara bentuk tindak tutur direktif dan komisif tidak ditemukan di dalam naskah drama Bayang (Ka. DAFTAR PUSTAKA