Jurnal Manajemen Bisnis dan Keuangan e-ISSN: 2716-3695 p-ISSN: 2775-1465 Vol. No. Oktober 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 51805/jmbk. Pengaruh Faktor Sosial dan Ekonomi terhadap Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Salza Nabila Sari1 . alzanabilasari@gmail. Asriany2 . sriany@umpalopo. Riyanti3 . iyanti@umpalopo. 1,2,3Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Palopo. Kota Palopo. Sulawesi Selatan. Indonesia 91922 *Penulis Korespondensi Artikel Masuk: 19 Mei 2025 Artikel Diterima: 28 Agustus 2025 Abstract This study aims to examine the influence of social and economic factors on studentsAo financial literacy. The research employed a quantitative approach using a survey The sample consisted of 80 students from the Faculty of Economics and Business at Universitas Muhammadiyah Palopo, class of 2022, selected through a simple random sampling technique. Data were collected via an online questionnaire that had been tested for validity and reliability, and then analyzed using multiple linear regression. The findings reveal that studentsAo financial literacy is significantly influenced by both social and economic factors, whether tested individually . or jointly . The combined contribution of these two factors to the variation in financial literacy levels was recorded at 48,6%. Based on these results, it is recommended that educational institutions enhance studentsAo social and economic capacities by providing financial training programs, facilitating access to economic information, and fostering a supportive social environment to promote improved financial literacy. Keywords: social factors. economic factors. financial literacy JEL Classification: D14. G53. I22 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial dan ekonomi terhadap literasi keuangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri atas 80 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo angkatan 2022 yang dipilih menggunakan teknik simple random Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan mahasiswa dipengaruhi secara signifikan oleh faktor sosial dan faktor ekonomi, baik A 2025. This work is licensed under a CC BY 4. 0 license Sari et al. ketika diuji secara parsial maupun simultan. Kontribusi gabungan kedua faktor tersebut terhadap variasi tingkat literasi keuangan mahasiswa mencapai 48,6%. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan agar lembaga pendidikan meningkatkan aspek sosial dan ekonomi mahasiswa melalui penyelenggaraan pelatihan keuangan, penyediaan akses terhadap informasi ekonomi, serta pengembangan lingkungan sosial yang kondusif untuk mendorong peningkatan literasi keuangan. Kata Kunci: faktor sosial. faktor ekonomi. literasi keuangan Klasifikasi JEL: D14. G53. I22 JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. PENDAHULUAN Pesatnya perkembangan era digital menghadapkan generasi muda pada produk keuangan yang semakin kompleks, sehingga tingkat literasi keuangan mereka diuji secara langsung. Untuk dapat menavigasi tantangan finansial modern seperti layanan paylater, individu memerlukan literasi keuangan yang memadai. Keterampilan esensial ini dapat didefinisikan sebagai kompetensi seseorang dalam mengelola keuangan secara efektif, yang meliputi aspek perencanaan, manajemen, hingga pengambilan keputusan yang cermat (Harto et al. , 2. Konsisten dengan pandangan lain, literasi keuangan bersama dengan efikasi diri finansial merupakan faktor penentu dalam upaya mengurangi kecenderungan perilaku kredit yang berisiko pada generasi muda (Fitriani, 2. Dengan demikian, kemampuan untuk mengelola keuangan secara lebih bijak dan bertanggung jawab dapat tercapai apabila seseorang dibekali dengan pemahaman literasi keuangan yang baik. Bagi mahasiswa, literasi keuangan penting sebagai bekal transisi menuju kemandirian finansial, mencakup pengelolaan uang saku, penggunaan alat pembayaran digital, dan perilaku konsumsi yang bertanggung jawab. Literasi keuangan merupakan kesanggupan mengambil keputusan finansial yang tepat berdasarkan pemahaman informasi ekonomi (Nurisman et al. , 2. Literasi keuangan juga membantu dalam membuat keputusan bijak dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi (Riyanti et al. , 2. , serta menjadi pengetahuan untuk mengelola keuangan secara tepat (Asriany et al. , 2. Kemampuan ini juga mencakup manajemen finansial yang berlandaskan prinsip dasar sebagai keterampilan hidup esensial (Goso, 2. Lebih lanjut, literasi keuangan merupakan kemampuan yang krusial bagi mahasiswa dan dapat ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan, serta dukungan institusi pendidikan dan lembaga keuangan (OECD, 2. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat literasi mahasiswa adalah faktor sosial. Faktor sosial mencakup nilai, norma, dan tradisi pembentuk struktur masyarakat (Basmar et al. , 2. , sedangkan sistem sosial budaya meliputi tata nilai, aturan sosial, dan perilaku manusia untuk mencapai tujuan hidup (Hisyam, 2. Dalam literasi keuangan mahasiswa, lingkungan sosial berperan dalam membentuk perilaku keuangan (Kahfi & Risman, 2. Interaksi sosial menjadi sumber informasi dan pembelajaran keuangan yang memengaruhi cara individu merencanakan, menggunakan, dan mengelola uang (Posi et al. , 2. , sementara lingkungan keluarga dan lingkaran pertemanan turut membentuk kebiasaan finansial mahasiswa, baik secara langsung maupun tidak langsung (Sari & Sari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial berpengaruh terhadap tingkat literasi keuangan mahasiswa. Variabel seperti sikap keuangan dan pengaruh lingkaran pertemanan berdampak tidak langsung pada perilaku keuangan dengan literasi keuangan sebagai mediator (Ramadhan et al. , 2. Konteks keluarga turut membentuk perilaku keuangan anak (Sianipar et al. , 2. sementara interaksi dengan teman sebaya terbukti mendorong peningkatan literasi keuangan mahasiswa (Rachmawati & Nuryana, 2. Namun, beberapa temuan berbeda menunjukkan bahwa pendidikan finansial keluarga tidak berpengaruh JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. pada perilaku keuangan mahasiswa (Dyansyah & Pandin, 2. Selain itu, lingkungan sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi (Maysah et al. , 2. Perbedaan hasil ini menunjukkan adanya celah penelitian yang perlu dikaji dengan mempertimbangkan konteks sosial dan karakteristik mahasiswa. Selain faktor sosial, faktor ekonomi juga memainkan peran penting dalam membentuk tingkat literasi keuangan mahasiswa. Faktor ekonomi mencakup variabel yang memengaruhi keputusan dan perilaku ekonomi seseorang sebagai konsumen maupun produsen (Agustina, 2. Mahasiswa dengan kapabilitas finansial memadai dan akses terhadap teknologi keuangan umumnya memiliki literasi keuangan digital yang lebih baik (Koto & Zahara, 2. Pendapatan memengaruhi kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan, merencanakan, dan mengelola keuangan. mahasiswa dengan pendapatan tinggi lebih fleksibel secara finansial, sedangkan yang berpendapatan terbatas harus bijak memprioritaskan kebutuhan agar pengeluaran tetap terkendali (Afasya & Ardila. Kondisi ekonomi keluarga juga menentukan akses terhadap pendidikan keuangan sejak dini dan membentuk sikap keuangan mahasiswa (Arwani, 2. , dengan mahasiswa dari keluarga berpendapatan tinggi cenderung memiliki literatur dan pengalaman finansial yang lebih luas. Dengan demikian, pendapatan orang tua menjadi indikator signifikan dalam membentuk perilaku keuangan mahasiswa (SaAodiyah & Trihastuti, 2. Akan tetapi, temuan di atas tidak sepenuhnya selaras dengan beberapa penelitian lain. Penelitian Isnaini . mengungkap bahwa status sosial-ekonomi keluarga hanya berdampak positif namun tidak signifikan terhadap cara mahasiswa mengelola keuangan. Bahkan, riset oleh Dewi & Dharmayasa . menyimpulkan tidak adanya pengaruh yang berarti dari variabel tersebut. Selain itu, tingkat penghasilan orang tua ditemukan tidak menjadi penentu yang signifikan dalam perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa (Ramadani et al. Perbedaan ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan temuan yang membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut. Penelitian ini difokuskan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo angkatan 2022. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mencetak lulusan dalam bidang ekonomi, mahasiswa di fakultas ini semestinya memiliki pemahaman dan kemampuan yang lebih baik dalam pengelolaan keuangan. Namun, observasi pendahuluan yang didukung wawancara dengan sejumlah mahasiswa mengindikasikan adanya tantangan umum yang mereka hadapi. Banyak di antara mereka mengaku kesulitan dalam menyusun rencana keuangan, mengendalikan pengeluaran bulanan, dan belum membiasakan diri untuk menabung maupun berinvestasi secara rutin. Fenomena ini menjadi paradoks tersendiri, mengingat mereka menempuh pendidikan di bidang ekonomi dan bisnis, namun belum sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip keuangan pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan ini menunjukkan adanya potensi kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan praktik literasi keuangan di kalangan mahasiswa. JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. Hal ini terjadi karena mahasiswa umumnya hanya menguasai teori keuangan secara akademis tanpa dibarengi keterampilan praktis dalam mengelola keuangan Selain itu, kurikulum perguruan tinggi lebih menekankan aspek makro dan korporat dari ilmu ekonomi, seperti analisis pasar, kebijakan fiskal, atau manajemen keuangan perusahaan dibandingkan aspek mikro seperti literasi keuangan pribadi. Ditambah lagi, tekanan sosial, gaya hidup konsumtif, dan keterbatasan pendapatan membuat mahasiswa lebih fokus pada kebutuhan jangka pendek dan kurang menyadari pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Sebagai upaya untuk mengatasi kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan praktik literasi keuangan di kalangan mahasiswa, diperlukan pendekatan edukatif yang menyeluruh dan kontekstual. Peningkatan literasi keuangan tidak hanya bergantung pada penyampaian materi, tetapi juga pada strategi implementasi yang mempertimbangkan budaya, perilaku, serta dinamika sosial-ekonomi mahasiswa (Harto et al. , 2. Hal tersebut menekankan pentingnya integrasi antara pengetahuan keuangan dan pembentukan sikap serta perilaku keuangan yang bijak melalui pendekatan yang sesuai dengan konteks kehidupan mahasiswa. Oleh karena itu, peningkatan kapabilitas mahasiswa dalam melakukan manajemen finansial yang efektif sangat bergantung pada penyusunan program literasi keuangan yang kontekstual dan sejalan dengan realitas sosial serta ekonomi Dengan demikian, menjadi penting untuk menganalisis sejauh mana tingkat literasi keuangan mahasiswa turut dibentuk oleh faktor-faktor sosial dan ekonomi melalui penelitian ini, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo angkatan 2022. Dengan memahami hubungan antara kedua faktor tersebut dan kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan, kontribusi yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai landasan untuk merumuskan strategi edukasi finansial yang tidak hanya lebih efektif tetapi juga relevan dengan kebutuhan mereka. Temuan penelitian ini juga berguna sebagai bahan evaluasi kurikulum bagi lembaga pendidikan, khususnya dalam penerapan praktis literasi keuangan untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Berdasarkan asumsi bahwa tingkat literasi keuangan mahasiswa dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi, penelitian ini menyajikan kerangka konseptual sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Konseptual JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. Gambar 1 tersebut menunjukkan model konseptual penelitian yang menggambarkan hubungan antara variabel independen, variabel mediasi, dan variabel dependen. Dalam model ini, variabel Psychological Contract. Job Stress, dan Workload berperan sebagai variabel independen yang masing-masing diasumsikan memiliki pengaruh terhadap variabel mediasi Organizational Support. Selanjutnya. Organizational Support memediasi hubungan antara ketiga variabel independen tersebut dengan variabel dependen Turnover Intention. Dengan demikian, model ini menekankan bahwa dukungan organisasi berfungsi sebagai mekanisme penting yang dapat memperkuat atau melemahkan pengaruh faktor psikologis dan beban kerja terhadap niat karyawan untuk keluar dari organisasi. Hipotesis HCA. HCC, dan HCE dalam model tersebut menggambarkan jalur hubungan yang diuji secara empiris untuk membuktikan adanya pengaruh langsung maupun tidak langsung antar variabel. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa angkatan 2022 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo yang berjumlah 395 Pemilihan angkatan ini sebagai populasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka berada pada fase perkembangan yang aktif dalam membentuk kebiasaan keuangan serta mulai terpapar materi perkuliahan terkait ekonomi dan keuangan, sehingga relevan untuk mengukur pengaruh faktor sosial dan ekonomi terhadap literasi keuangan. Selain itu, ketersediaan data dan aksesibilitas responden dari angkatan ini relatif lebih mudah dijangkau oleh peneliti. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin, sehingga diperoleh 80 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring untuk mengukur faktor sosial, faktor ekonomi, dan tingkat literasi keuangan mahasiswa. Instrumen pengukuran menggunakan skala Likert empat poin, yaitu: Tidak Pernah . Jarang . Sering . , dan Selalu . , serta telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Analisis data dilakukan dengan metode regresi linear berganda yang dilengkapi dengan uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi untuk mengetahui sejauh mana pengaruh faktor sosial dan ekonomi terhadap tingkat literasi keuangan Meskipun penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo, hasil yang diperoleh tetap memiliki relevansi yang lebih luas karena isu literasi keuangan bersifat universal dan tidak terbatas pada satu institusi pendidikan tinggi. JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh dari kuesioner, dilakukan uji validitas. Proses ini melibatkan perbandingan antara nilai r-hitung dengan rtabel, di mana sebuah item dinyatakan valid apabila nilai r-hitungnya melampaui r-tabel . -hitung > r-tabe. pada tingkat signifikansi 5% . Variabel Faktor Sosial (X. Faktor Ekonomi (X. Tingkat Literasi Keuangan (Y) Tabel 1. Uji Validitas r-hitung Item X1. 0,655 X1. 0,705 X1. 0,662 X1. 0,702 X2. 0,604 X2. 0,758 X2. 0,704 X2. 0,448 0,782 0,766 0,640 0,538 0,668 0,566 r-tabel 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Catatan: data primer diolah. Hasil uji validitas pada taabel 1 di atas menunjukkan bahwa semua butir pernyataan untuk setiap variabel penelitian dinyatakan valid. Kesimpulan ini diambil karena nilai r-hitung untuk setiap item lebih besar dari nilai r-tabel . , yang mengindikasikan bahwa kuesioner ini layak digunakan sebagai instrumen Uji Reliabilitas Uji reliabilitas bertujuan untuk mengukur tingkat keandalan atau konsistensi kuesioner yang digunakan untuk data variabel penelitian. Dalam penelitian ini, kuesioner dianggap reliabel apabila nilai Cronbach's Alpha yang diperoleh lebih besar dari 0,60. Tabel 2. Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha Variabel Faktor Sosial (X. 0,611 Faktor Ekonomi (X. 0,665 Tingkat Literasi Keuangan (Y) 0,742 Catatan: data primer diolah. Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Hasil uji reliabilitas pada tabel 2 di atas mengonfirmasi bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini bersifat reliabel. Kesimpulan ini didasarkan pada temuan bahwa nilai Cronbach's Alpha untuk setiap variabel, yaitu faktor sosial. JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. faktor ekonomi, dan tingkat literasi keuangan, semuanya melampaui ambang batas 0,60. Uji Regresi Linear Berganda Fungsi dari analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran pengaruh dari sejumlah variabel bebas . terhadap satu variabel terikat . Model (Constan. Faktor Sosial Faktor Ekonomi Tabel 3. Uji Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Std. Error 0,121 1,924 0,357 0,161 0,213 1,029 0,176 0,562 Sig. 0,063 2,224 5,860 0,950 0,029 0,001 Mengacu pada hasil uji regresi pada tabel 3 di atas, model persamaan yang terbentuk adalah sebagai berikut: ycU = 0,121 0,357ycU1 1,029ycU2 yce . Berdasarkan persamaan regresi ini, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa nilai konstanta yang diperoleh sebesar 0,121, menunjukkan bahwa jika seluruh variabel bebas, yaitu faktor sosial dan ekonomi, berada dalam kondisi tetap atau tidak mengalami perubahan, maka tingkat literasi keuangan mahasiswa sebesar 0,121. Koefisien regresi untuk variabel faktor sosial (XCA) adalah 0,357, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan faktor sosial sebesar 1% akan diikuti dengan peningkatan tingkat literasi keuangan mahasiswa sebesar 0,357. Koefisien regresi untuk variabel faktor ekonomi (XCC) sebesar 1,029 menunjukkan bahwa peningkatan faktor ekonomi sebesar 1% dapat mendorong peningkatan tingkat literasi keuangan mahasiswa sebesar 1,029. Uji-t (Parsia. Uji-t digunakan untuk mengevaluasi apakah masing-masing variabel independen memiliki pengaruh secara parsial terhadap variabel dependen. Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan nilai signifikansi: hipotesis alternatif (H. diterima apabila nilai sig. kurang dari 0,05 atau jika nilai t-hitung melebihi t-tabel. Sebaliknya. Ha ditolak apabila nilai sig. melebihi 0,05 atau jika thitung lebih kecil dari t-tabel. Mengacu pada tabel 3 mengenai hasil uji regresi linear berganda, diperoleh temuan sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis, variabel faktor sosial (XCA) memiliki nilai t-hitung sebesar 2,224 yang lebih besar dibandingkan t-tabel sebesar 1,991, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,029 yang berada di bawah ambang batas 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa secara parsial, faktor sosial berpengaruh signifikan terhadap tingkat literasi keuangan pada mahasiswa (Y). JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. Pada variabel faktor ekonomi (XCC), diperoleh t-hitung sebesar 5,860 yang melebihi nilai t-tabel sebesar 1,991, dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang berada di bawah tingkat signifikansi 0,05. Ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat literasi keuangan mahasiswa (Y). Uji-F (Simulta. Uji-F digunakan untuk mengukur sejauh mana seluruh variabel independen secara bersama-sama memengaruhi variabel dependen. Perhitungan nilai F-tabel dilakukan dengan rumus F-tabel, yaitu ycu Oe yco Oe 1, atau 80 Oe 2 Oe 1 = 77, di mana k adalah jumlah variabel independen. Berdasarkan perhitungan tersebut, nilai F-tabel yang diperoleh adalah sebesar 3,11. Model Regression Residual Total Sum of Squares 589,865 623,023 1212,887 Tabel 4. Uji-F Mean Square 294,932 8,091 36,451 Sig. Hasil uji-F secara simultan yang tercantum dalam tabel 4 di atas menunjukkan bahwa nilai F-hitung sebesar 36,451 lebih tinggi dibandingkan dengan nilai F-tabel sebesar 3,11, serta memiliki tingkat signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini menandakan bahwa secara simultan, faktor sosial (X. dan faktor ekonomi (X. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat literasi keuangan mahasiswa (Y). Uji Koefisien Determinasi (R. Untuk mengetahui seberapa besar proporsi variasi yang terjadi pada variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen, digunakanlah nilai koefisien determinasi (RA). 0,697 Tabel 5. Uji Koefisien Determinasi (R. R-Squared Adjusted R-Squared Std. Error of the Estimate 0,486 0,473 2,84450 Tabel 5 di atas menunjukkan hasil uji koefisien determinasi. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R-squared sebesar 0,486. Artinya, sebesar 48,6% variasi dalam tingkat literasi keuangan mahasiswa dapat dijelaskan oleh gabungan variabel faktor sosial (X. dan faktor ekonomi (X. dalam model regresi ini. Sementara itu, sisanya, yaitu 51,4% kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Faktor Sosial terhadap Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa faktor sosial (XCA) memiliki pengaruh signifikan terhadap literasi keuangan mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 2,224 yang melampaui t-tabel sebesar 1,991 pada JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. tingkat signifikansi 0,029 . ebih kecil dari 0,. Koefisien regresi positif sebesar 0,357 menandakan bahwa peningkatan pada faktor sosial akan diikuti dengan peningkatan tingkat literasi keuangan. Dengan demikian, hipotesis pertama (HCA) yang menyatakan adanya pengaruh signifikan dari faktor sosial dapat diterima. Temuan ini mendukung hasil riset sebelumnya, seperti yang dikemukakan oleh Sianipar et al. mengenai peran lingkungan keluarga dalam membentuk perilaku keuangan. Lebih lanjut, temuan ini juga konsisten dengan kesimpulan Rachmawati & Nuryana . yang menyatakan bahwa interaksi sosial dengan rekan sebaya berkontribusi pada peningkatan pemahaman finansial mahasiswa. Meskipun demikian, terdapat pula penelitian dengan hasil yang berbeda, di mana ditemukan bahwa pendidikan keuangan keluarga tidak selalu memberikan pengaruh berarti terhadap perilaku finansial di kalangan mahasiswa (Dyansyah & Pandin, 2. Sementara itu, penelitian lain menyoroti bahwa lingkungan sosial tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan investasi yang diambil oleh individu (Maysah et al. , 2. Perbedaan temuan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh faktor sosial terhadap literasi keuangan bersifat kontekstual dan dapat dipengaruhi oleh faktor Namun demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa dalam konteks mahasiswa yang menjadi responden, dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya secara nyata berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan keuangan mereka. Artinya, semakin baik lingkungan sosial yang terbentuk di sekitar mahasiswa, maka semakin tinggi pula kemungkinan mereka memiliki literasi keuangan yang memadai. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan sosial dalam strategi peningkatan literasi keuangan di kalangan Pembahasan Pengaruh Faktor Ekonomi terhadap Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Analisis data untuk variabel faktor ekonomi (XCC) menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dan positif terhadap tingkat literasi keuangan Hal ini dibuktikan melalui hasil uji-t, di mana nilai t-hitung sebesar 5,860 lebih besar daripada t-tabel sebesar 1,991, dengan tingkat signifikansi 0,001, yang jauh di bawah ambang batas 0,05. Koefisien regresi sebesar 1,029 mengindikasikan bahwa setiap kenaikan 1% pada faktor ekonomi akan meningkatkan literasi keuangan sebesar 1,029. Dengan demikian, hipotesis kedua (HCC) yang menyatakan adanya pengaruh signifikan dari faktor ekonomi dapat Sejalan dengan penelitian lain, studi ini menemukan bahwa pendapatan orang tua secara nyata memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa. Pengaruh tersebut disalurkan melalui beberapa cara, seperti mendukung akses terhadap informasi, mencukupi kebutuhan pendidikan, dan membentuk kebiasaan finansial sejak dini (SaAodiyah & Trihastuti, 2. Meski demikian, beberapa penelitian lain menyajikan hasil yang berbeda dengan menunjukkan bahwa pengaruh ekonomi keluarga terhadap perilaku keuangan mahasiswa cenderung lemah atau tidak signifikan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan karakteristik responden, budaya. JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. dan pola pengasuhan dalam edukasi keuangan (Dewi & Dharmayasa, 2023. Isnaini. Ramadani et al. , 2. Walaupun terdapat berbagai pandangan dalam literatur, penelitian ini mengonfirmasi bahwa faktor ekonomi adalah salah satu penentu krusial dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa. Kondisi finansial keluarga tidak hanya memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mempelajari, mengakses, dan mempraktikkan prinsip-prinsip keuangan secara lebih efektif. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan perlu mempertimbangkan aspek ekonomi sebagai fondasi dalam membangun perilaku keuangan yang sehat di kalangan mahasiswa. Pembahasan Pengaruh Faktor Sosial dan Faktor Ekonomi terhadap Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Pengujian hipotesis ketiga (H. menunjukkan bahwa faktor sosial (XCA) dan faktor ekonomi (XCC) secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap literasi keuangan mahasiswa (Y). Temuan ini didukung oleh hasil uji statistik yang menunjukkan signifikansi model secara keseluruhan. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi memperlihatkan bahwa kedua variabel independen tersebut secara simultan mampu menjelaskan sebagian besar variasi dalam tingkat literasi keuangan mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Dengan demikian, hipotesis ketiga (H. , yang menyatakan bahwa faktor sosial dan faktor ekonomi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan mahasiswa, dapat diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa pendapatan orang tua berdampak signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa (SaAodiyah & Trihastuti, 2. Penelitian lain juga menemukan bahwa pendidikan orang tua dan jumlah uang saku berkontribusi positif secara signifikan terhadap kemampuan literasi keuangan, yang menjadi bukti bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman serta kebiasaan finansial generasi muda (Ramadhan et al. , 2. Namun, temuan lain memberikan sudut pandang berbeda, yaitu status sosial ekonomi orang tua tidak selalu menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa (Dewi & Dharmayasa, 2023. Isnaini, 2. Perbedaan hasil ini mengindikasikan bahwa pengaruh faktor sosial dan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan atau latar belakang pendidikan, tetapi juga oleh bagaimana nilai, pola asuh, dan akses informasi finansial diterapkan dalam lingkungan mahasiswa. Oleh karena itu, untuk meningkatkan literasi keuangan secara menyeluruh, diperlukan kolaborasi antara dukungan ekonomi dan pembentukan lingkungan sosial yang mendorong keterbukaan, edukasi, serta pembiasaan dalam pengelolaan keuangan sejak dini. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor sosial dan faktor ekonomi terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat literasi JMBK. Vol. No. Oktober 2025 Sari et al. keuangan mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Faktor sosial berperan penting dalam membentuk pemahaman mahasiswa tentang pengelolaan keuangan, sedangkan faktor ekonomi memberikan pengaruh yang lebih kuat dalam meningkatkan kemampuan literasi keuangan. Secara bersama-sama, kedua faktor tersebut menyumbang sebesar 48,6% terhadap variasi tingkat literasi keuangan mahasiswa, sedangkan sisanya sebesar 51,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam studi ini, seperti aspek psikologis . isalnya efikasi diri finansial, sikap terhadap uang, dan stres keuanga. serta faktor pendidikan . eperti pengalaman belajar dan keterlibatan dalam kegiatan kewirausahaa. Oleh karena itu, disarankan agar institusi pendidikan memperkuat aspek sosial dan ekonomi mahasiswa, misalnya melalui program pelatihan keuangan, peningkatan akses terhadap informasi ekonomi, serta pembinaan lingkungan sosial yang mendukung kesadaran finansial guna mendorong terciptanya generasi muda yang cakap secara finansial. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi atau moderasi, seperti efikasi diri finansial atau sikap keuangan, untuk memperjelas dan memperkuat pemahaman tentang hubungan yang ditemukan dalam studi ini. DAFTAR PUSTAKA