p-ISSN:2089-2551e-ISSN:2615-143X https://journal. Volume 15. Nomor 4. November 2025 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE K4 PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SUNGAI KELI Yulita1*. Siti Aisyah2. Reffi Dhamayanti2. Fika Minata Wathan2 Mahasiwa S1 Kebidanan. Universitas Kader Bangsa Palembang Dosen S1 Kebidanan. Universitas Kader Bangsa Palembang Alamat Korespondensi: yulitamartin29@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga sebelum mulainya proses persalinan yang diberikan kepada seluruh ibu hamil bertujuan untuk mendeteksi secara dini terjadinya resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan suami dan pendidikan dengan Kunjungan Antenatal Care K4 pada Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Keli Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan llir Tahun 2024. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 45 orang sampel sebanyak 45 dengan menggunakan metode total sampling. Hasil: analisis menunjukkan bahwa nilai pengetahuan p. value = 0,002, nilai dukungan suami p. 0,019, sedangkan nilai pendidikan p. value = 0,002 yang berarti terdapat hubungan pengetahuan, dukungan suami dan Pendidikan dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Sungai Keli Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ibu hamil agar teratur melakukan kunjungan antenatal care guna mengetahui keluhan dan juga perkembangan bayi selama masa kehamilannya. Kata Kunci: Pengetahuan. Dukungan Suami. Pendidikan. Antenatal Care. PENDAHULUAN Antenatal Care (ANC) merupakan kegiatan atau serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga sebelum mulainya proses persalinan yang diberikan kepada seluruh ibu hamil. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) antenatal care (ANC) bertujuan untuk mendeteksi secara dini terjadinya resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin (Musfufatun & Cempaka, 2. Berdasarkan data dari World Bank di ASEAN didapatkan data angka kematian ibu (AKI). Indonesia menempati urutan ke tiga dengan angka kematian ibu terbesar sedangkan pada urutan pertama Myanmar 250 per 100. kelahiran hidup, dan Laos per 100. 000 kelahiran hidup pada urutan kedua, dibawah Indonesia terdapat negara Kamboja 160 per 100. kelahiran hidup. Timor Leste 142 per 100. kelahiran hidup. Filipina 121. Vietnam. Thailand 37. Brunei Darussalam 31. Malaysia 29 Dan singapura 8. Angka kematian Ibu (AKI) Angka kematian bayi (AKB) melonjak dimana didapatkan Angka kematian ibu (AKI) meningkat sebanyak 300 kasus dari 2019 menjadi sekitar 4. 400 kematian pada 2020 sedangkan kematian bayi (AKB) pada 2019 000 kasus meningkat hampir 40 persen menjadi 44. 000 kasus pada 2020 (WHO. Cakupan antenatal care selama kehamilan terdiri atas K1. K1 ideal, dan K4. K1 adalah Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 pelayanan kesehatan yang diterima pada masa kehamilan anak terakhir oleh tenaga kesehatan, minimal 1 kali tanpa memperhitungkan periode waktu pemeriksaan. K1 ideal adalah pelayanan kesehatan yang diterima pada masa kehamilan anak terakhir oleh tenaga kesehatan, dan pemeriksaan kehamilan tersebut pertama kali dilakukan pada masa kehamilan trimester 1. adalah pelayanan pemeriksaan kesehatan kehamilan oleh tenaga kesehatan dengan frekuensi ANC selama masa kehamilan anak terakhir minimal 6 kali sesuai kriteria yaitu minima1 kali pada masa kehamilan trimester 1, 2 kali pada trimester 2 dan 3 kali pada trimester 3 (Kemenkes RI, 2. Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2018 226 kasus, kemudian pada tahun 2019 angka kematian ibu di Indonesia sebanyak 221 kasus. Pada tahun 2019 penyebab kematian ibu terbanyak adalah perdarahan 280 kasus . ,4%), hipertensi dalam 066 kasus . ,2%), infeksi 207 kasus . ,9 %), gangguan sistem peredaran darah 200 kasus . ,7%), gangguan metabolik 157 kasus . ,7%) dan lain Ae lain 1. ,1%) (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan hasil Riset Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan melalui data BPS tahun 2020 jumlah ibu hamil sebanyak 174. jiwa dan yang melakukan kunjungan ANC K4 252 jiwa, di tahun 20201 jumlah ibu hamil sebanyak 171. 905 jiwa dan yang melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 821 jiwa dan tahun 2022 jumlah ibu hamil sebanyak 174. 325 jiwa dan yang melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 003 jiwa (BPS SUMSEL, 2. Angka K4 di Sumsel pada tahun 2021 sebesar 92,2%, turun dibandingkan tahun 2020 yang cakupannya sebesar 94,2%. Cakupan K1 tahun 2021 mencapai 100% seperti Kabupaten Empat Lawang dan Kota Prabumulih. Cakupan K1 terendah terdapat di Kabupaten PALI . %). Kota Pagar Alam . ,2 dan Lubuk Linggau . ,1%), kunjungan ke-4 (K. adalah ibu hamil dengan 4 atau lebih kontak dengan tenaga medis resmi. Pelayanan terpadu dan menurut standar . -1-. , dibuat 4 kontak sebagai berikut minimal 1 kali pada trimester pertama . -12 mingg. , minimal 1 kali pada trimester kedua (>12-24 mingg. , dan minimal 2 kali pada trimester ketiga (>24 minggu hingga lahi. (Dinkes Sumsel, 2. Jumlah Ibu hamil di Kabupaten Ogan Ilir pada Tahun 2021 sebanyak 10. 573 orang yang melakukan kunjungan antenatal care K4 251 orang . ,94 %). Tahun 2022 995 orang yang melakukan kunjungan antenatal care K4 sebanyak 3. ,40 %), sedangkan Tahun 2023 209 orang yang melakukan kunjungan antenatal care K4 sebanyak 3. ,81 %) (Profil Dinkes Kab. Ogan Ilir. Tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia terkait dengan banyak faktor, diantaranya kualitas perilaku ibu hamil yang tidak memanfaatkan antenatal care pada pelayanan kesehatan kehamilan (Desiana. Target kunjungan Kunjungan ANC sebaiknya dilakukan minimal 8x selama kehamilan yaitu K1 sampai dengan K4. Menurut data Kemenkes RI Cakupan kunjungan ibu hamil K1 di Indonesia pada tahun 2020 adalah 94,61% dari target 95% dan kunjungan ibu hamil K4 sebanyak 85,06% dari target 90% (Kemenkes RI 2. K1 adalah kali pertama seorang ibu datang memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan, sedangkan K4 adalah kali ke-4 seorang ibu memeriksakan kehamilannya . kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester 2, dan 2 kali pada trimester . Kunjungan ANC ibu hamil dikatakan tepat jika memenuhi cakupan kunjungan K4 (Kemenkes RI, 2. Faktor-faktor Kunjungan Kehamilan antara lain: karakteristik Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 ibu . mur, paritas, pengetahuan, pendidikan dan pekerjaa. dan faktor pendukung . osial, ekonomi, dukungan suami, dukungan keluarga, ketersediaan waktu dan sarana kesehata. serta faktor pendorong . ikap petuga. Umur ibu dapat mempengaruhi kunjungan kehamilan, semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih dewasa dalam Sehingga umur yang cukup . idak terlalu tua dan tidak terlalu mud. akan membuat ibu berfikir dewasa tentang kebutuhan dirinya (Zaenab. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di puskesmas Sungai Keli pada tahun 2021 Jumlah ibu hamil sebanyak 150 orang dan yang melakukan kunjungan antenatal care K4 sebanyak 124 orang . ,67 %), tahun 2022 Jumlah ibu hamil mengalami penurunan sebanyak 106 orang dan yang melakukan kunjungan antenatal care K4 sebanyak 91 orang . ,85 %), sedangkan tahun 2023 Jumlah ibu hamil sebanyak 92 orang dan yang melakukan kunjungan antenatal care K4 sebanyak 80 orang . ,96 %) (Data Puskesmas Sungai Keli, 2. jadikan sampell. Julmlah penelitian ini adalah 45 orang. HASIL Kunjungan Antenatal Care K4 Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 45 responden. Ibu hamil yang teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 21 responden . ,7 %), lebih kecil dari ibu hamil yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 24 responden . ,3 %). Analisis Univariat Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa didapat dari 45 responden, ibu hamil yang pengetahuannya baik sebanyak 17 responden . ,8 %), lebih kecil dari pada ibu hamil yang pengetahuannya kurang baik sebanyak 28 responden . ,2 %). Pada tabel ini juga ditemukan dari 45 responden, ibu hamil yang mendapat dukungan dari suami sebanyak 26 responden . ,8%), lebih banyak dari pada ibu hamil yang kurang mendapat dukungan dari suami sebanyak 19 responden . ,2 %). Sedangkan dari 45 responden ibu hamil yang pendidikannya tinggi sebanyak 17 responden . ,8 %), lebih kecil dari pada ibu hamil yang METODE pendidikannya relndah sebanyak 28 responden Meltodel penelitian yang digulnakan pada . ,2 %). penelitian ini yaitul penelitian kulantitatif dengan melnggulnakan sulrveli analitik dengan 3. Analisis Bivariat pelndelkatan cross selctional. Berdasarkan Tabel 3 ditemukan bahwa Penelitian dilakukan di Puskesmas Sungai dari 17 responden ibu hamil yang Keli Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten pengetahuannya baik dan teratur melaksanakan Ogan Ilir Tahun 2024. Populasi dalam kunjungan ANC K4 sebanyak 13 responden penelitian ini adalah selmula semua ibu hamil . ,5 %), dan yang tidak patuh melaksanakan di kunjungan ANC k4 sebanyak 4 responden . ,5 Puskesmas Sungai Keli Kabupaten Ogan Ilir %). Sedangkan dari 28 responden ibu hamil pada Bulan Januari s/d Maret 2024 yang pengetahuannya kurang baik dan teratur diperkirakan berjumlah 45 orang. melaksanakan kunjungan ANC K4 sebanyak 8 Waktu penelitian ini dilaksanakan pada responden . ,6 %) dan yang tidak teratur bulan Mei 2024 s. d Juni 2024. Sampell diambil melaksanakan kunjungan ANC K4 sebanyak dalam penelitian ini melnggulnakan telkhnik 20 responden . ,4 %). Berdasarkan hasil uji total sampling. Dikarelnakan julmlah popullasi statistik chi-square, didapat p-value sebesar kulrang dari 100 maka sellulrulh popullasi di 0,005 (< = 0,. , artinyla ada hubungan yang Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 kunjungan antenatal care K4 di Puskesmas Sungai keli tahun 2024. Dan dari 26 responden ibu hamil yang mendapat dukungan suami dan teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 16 responden . ,5 %), dan yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 10 responden . ,5 %). Sedangkan dari 19 responden ibu hamil yang tidak mendapat dukungan suami dan teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 5 responden . ,3 %) dan yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 14 responden . ,7 %). Berdasarkan hasil uji chi-square, didapat p-value selbelsar 0,042 (< = 0,. , ada hubungan yang belrmakna antara dukungan suami dengan kunjungan antenatal care K4 di Puskesmas Sungai keli tahun 2024. Sedangkan dari 17 responden ibu hamil yang pendidikannya tinggi dan teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 13 responden . ,5 %) dan yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 4 responden . ,5 %). Sedangkan dari 28 responden ibu hamil yang pendidikannya rendah dan teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 8 responden . ,6 %) dan yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC 20 responden . ,4 %). Berdasarkan hasil uji chi-square, didapat pvalue selbelsar 0,005 (< = 0,. , ada hubungan yang belrmakna antara pelndidikan dengan kunjungan antenatal care K4 di Puskesmas Sungai keli tahun 2024. PEMBAHASAN Pengetahuan Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 17 responden ibu hamil yang pengetahuannya baik dan teratur melaksanakan kunjungan ANC K4 sebanyak 13 responden . ,5 %), dan yang tidak patuh melaksanakan kunjungan ANC k4 sebanyak 4 responden . ,5 %). Sedangkan dari 28 responden ibu hamil yang pengetahuannya kurang baik dan teratur melaksanakan kunjungan ANC K4 sebanyak 8 responden . ,6 %) dan yang tidak teratur melaksanakan kunjungan ANC K4 sebanyak 20 responden . ,4 %). Berdasarkan hasil uji statistik chisquare, didapat p-value selbelsar 0,005 (< = 0,. , artinyla ada hubungan yang belrmakna antenatal care K4 di Puskelsmas Sungai kelli Sejalan dengan hasil penelitian Muaylah . , dapat dilihat bahwa dari 33 responden yang berpengetahuan kurang baik74 mayoritas tidak teratur melakukan kunjungan ANC sebanyak 26 orang . 8%), sementara dari 22 responden yang berpengetahuan baik mayoritas teratur melakukan kunjungan ANC sebanyak 13 orang . 1%). Hasil analisis bivariat dengan menggunakan chi square didapatkan nilai p=0. <0. berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kunjungan ANC. Sejalan dengan hasil penelitian Nely Mariyam . , didapatkan bahwa proporsi responden yang mempunyai pengetahuan baik dalam melakukan pemeriksaan kehamilan yang patuh sebanyak 41 responden . ,8%) dari 52 Sedangkan responden yang melakukan pemeriksaan kehamilan yang patuh sebanyak 3 responden . ,3%) dari 9 Dari hasil uji Chi-square didapatkan A vale = 0,016 lebih kecil dari = 0,05 artinyla ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan ANC Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan bermakna antara pendidikan dengan kepatuhan kunjungan ANC dalam pemeriksaan kehamilan terima secara uji Penulis berasumsi bahwa pengetahuan mempelngaruhi perilaku kunjungan ANC. Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 makin tinggi pengetahuan, ibu hamil dan suami akan besar kepatuhan melakukan kunjungan ANC dan ibu yang pengetahuan rendah lebih besar tidak melakukan kunjungan ANC. Dukungan Suami Berdasarkan hasil penelitian ini dari 26 responden ibu hamil yang mendapat dukungan suami dan teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 16 responden . ,5 %), dan yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 10 responden . ,5 %). Sedangkan dari 19 responden ibu hamil yang tidak mendapat dukungan suami dan teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 5 responden . ,3 %) dan yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 14 responden . ,7 %). Berdasarkan hasil uji chisquare, didapat p-value selbelsar 0,042 (< = 0,. , ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan kunjungan antenatal care K4 di Puskesmas Sungai keli tahun 2024. Sejalan dengan hasil penelitian Vitri Diylah H. , mengelnai hubungan antara dukungan suami dengan kepatuhan melakukan kunjungan Antenatal Care diperoleh bahwa dari 11 responden yang mendapat dukungan suami telrdapat 9 responden yang melakukan kunjungan Antenatal Care dengan baik dan 2 responden yang tidak melakukan kunjungan Antenatal Care dengan baik. Sedangkan dari 19 responden yang tidak mendapat dukungan suami telrdapat 3 responden yang melakukan kunjungan Antenatal Care dengan baik dan 16 responden yang tidak melakukan kunjungan Antenatal Care. Hasil uji statistik diperoleh nilai P= 0,001 (P-value O 0. , maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kunjungan Antenatal Care. Sejalan dengan hasil penelitian Elka Fauzia Laila . melnunjukkan bahwa sebagian besar responden ibu hamil di kelurahan selabatu wilaylah kerja puskesmas selabatu kota sukabumi yaitu mendapat dukungan suami sebanyak 25 responden . %) dan sebagian kecil tidak mendapat dukungan suami sebanyak 5 responden . %). menyatakan hasil analisis koefisien regrelsi sederhana pada tabel tersebut terdapat pengaruh yang signifikan dukungan suami terhadap kepatuhan dalam pemeriksaan ANC (Antenatal Car. Hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value . ) pada uji koefisien regresi bernilai 0,000 nilai ini kurang 0. 05 yang berarti H0 ditolak dalam arti lain terdapat pengaruh dukungan suami (X. terhadap kepatuhan dalam pemeriksaan ANC (YL). Peneliti berasumsi bahwa dukungan suami dengan kepatuhan perilaku kunjungan ANC saling berhubungan. Karena dukungan suami sangat berperan penting terhadap kunjungan ANC, untuk mengoptimalisasikan kesehatan mental dan kesehatan ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan memberikan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar. Pendidikan Berdasarkan hasil penelitian dari 17 responden ibu hamil yang pendidikannya tinggi dan teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 13 responden . ,5 %) dan yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 4 responden . ,5 %). Sedangkan dari 28 responden ibu hamil yang pendidikannya relndah dan teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 8 responden . ,6 %) dan yang tidak teratur melakukan kunjungan ANC K4 sebanyak 20 responden . ,4 %). Berdasarkan hasil uji chi-square, didapat p-value sebesar 0,005 (< = 0,. , ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kunjungan Antenatal Care K4 di Puskesmas Sungai kelli Sejalan dengan hasil penelitian Muaylah . , dapat dilihat bahwa dari 36 responden yang berpendidikan rendah mayoritas tidak Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 4. November 2025 teratur melakukan kunjungan ANC sebanyak 31 orang . 1%), sementara dari 19 responden yang berpendidikan tinggi mayoritas teratur melakukan kunjungan ANC sebanyak 4 orang . ,1%). Hasil analisis bivariat dengan menggunakan chi square didapatkan nilai p= 01 . <0. berarti hubungan antara ANC menunjukkan bahwa ibu yang berpendidikan rendah lebih berpeluang 86,1% tidak teratur melakukan kunjungan ANC dibandingkan ibu yang berpendidikan tinggi. Sejalan dengan hasil penelitian Murylati . , hasil analisis univariat diketahui bahwa dari 43 responden yang pendidikan rendah terdapat 27 responden . 8%) yang tidak ANC Sedangkan dari 30 responden yang pendidikan tinggi terdapat 10 . 3%) yang ketidakpatuhan kunjungan ANC yang tidak lengkap. Hasil uji chi square diperoleh p value = 0,025 . <0,. yang melnunjukkan terdapat hubungan yang ketidakpatuhan kunjungan ANC secara statistik. Nilai odds ratio (OR) adalah 3. 375 artinya mempunyai peluang 3. 375 kali ketidakpatuhan kunjungan ANC yang tidak lengkap daripada yang pendidikan tinggi. Peneliti berasumsi bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin mudah seseorang menerima hal yang baru dan akan mudah menyesuaikan diri, dan semakin mudah menerima informasi mengenai pentingnya melaksanakan kunjungan Antenatal Care selama masa kehamilan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kunjungan Antenatal Care K4 pada Ibu hamil Di Puskelsmas Sungai Kelli Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024 dengan nilai p-value = 0,005. Ada hubungan yang bermakna antara Dukungan Suami dengan kunjungan Antenatal Care K4 pada Ibu hamil Di Puskesmas Sungai Kelli Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupateln Ogan Ilir Tahun 2024 dengan nilai p-value = 0,042. Serta ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kunjungan Antenatal Care K4 pada Ibu hamil Di Puskesmas Sungai Kelli Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024 dengan nilai p-value = 0,005. DAFTAR PUSTAKA