Jurnal CyberTech Vol. No. September 201x, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Pada Tanaman Mangga (Mangifera Indica L) Menggunakan Metode Certainty Factor(CF) Romaitona Hasibuan *. Hendra Jaya I**. Widiarti Rista Maya II** * Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi Teknik Komputer. STMIK Triguna Dharma *** Program Studi Teknik Komputer. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Received Jun 12th, 201x Revised Aug 20th, 201x Accepted Aug 26th, 201x Keyword: Sistem Pakar Metode Certainty Factor Penyakit Tanaman Mangga ABSTRACT Dalam membudidayakan tanaman mangga tidak terlepas dari serangan penyakit. Serangan penyakit pada tanaman mangga menyebabkan kegagalan produksi buah mangga dan menurunnya hasil pertanian, sehingga menjadi masalah yang rumit bagi petani. Minimnya pengetahuan mengenai penyakit membuat petani sering salah dalam mendiagnosa, sehingga penyakit semakin menyebar akibat pengendalian yang tidak cepat dilakukan. Untuk menangani masalah diatas, maka dibutuhkan sebuah sistem pakar yang dapat membantu para petani dalam mendiagnosa penyakit pada tanaman mangga dari gejala yang dialami serta menentukan saran pengendalian yang tepat untuk penyakit tersebut. Sistem pakar merupakan sistem informasi berbasis komputer,dalam pembuatan aplikasi sistem pakar ini menggunakan metode Certainty Factor, dimana metode Certainty Factor ini digunakan untuk menyatakan tingkat keyakinan dalam sebuah kejadian berdasarkan bukti atau penilaian pakar. Hasil yang didapatkan dalam aplikasi berbasis dekstop yang menggunakan metode Certainty Factor yaitu menampilkan presentasi berupa nilai untuk mengasumsikan derajat keyakinan serta solusi yang tepat untuk menangani penyakit tanaman mangga dengan menampilkan dalam bentuk laporan dengan cepat dan efisien. Kata kunci:Sistem Pakar,Certainty Factor,Penyakit Tanaman Mangga Copyright A 2019 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: *First Author Nama : Romaitona Hasibuan Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: romaitonahsb@gmail. Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang semakin maju memudahkan dan membantu manusia dalam berbagai salah satunya bidang pertanian. pertanian di Indonesia sangatlah luas, hampir di seluruh wilayah di Indonesia memiliki tanah yang subur dan curah hujan yang cukup sepanjang tahun. Berbagai jenis tanaman di tanam dengan baik oleh para petani, salah satunya adalah tanaman mangga. Mangga (Mangiferae indic. adalah tanaman yang berasal dari india, hingga tersebar sampai ke Indonesia. Mangga memiliki cita rasanya yang manis dan ketebalan buah, mangga juga mudah ditanam dan mudah untuk di budidayakan. Sistem pakar . xpert syste. merupakan sistem yang berusaha untuk mengadopsi kemampuan atau pengetahuan manusia ke dalam komputer, agar komputer dapat bekerja dalam menyelesaikan suatu masalah seperti layaknya seorang pakar atau sesorang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu, yaitu pakar yang mempunyai knowledge atau kemampuan khusus yang tidak diketahui dan dimiliki oleh orang lain. Certainty Faktor merupakan metode untuk membuktikan ketidakpastian pemikiran seorang pakar, dimana untuk mengakomodasikan hal tersebut seseorang biasanya menggunakan Certainty Faktor untuk menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi. Berdasarkan latar belakang diatas maka diangkatlah judul penelitian Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Pada Tanaman Mangga (Mangifera Indica L) Menggunakan Metode Certainty Factor(CF). KAJIAN PUSTAKA 1 Tanaman Mangga Mangga merupakan tanaman buah tahunan . arennial plant. berupa pohon berbatang keras yang tergolong kedalam famili Anarcadiaceae. Mangga diperkirakan berasal dari negara India. Tanaman ini kemudian menyebar kewilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kata mangga sendiri berasal dari bahasa Tamil, yaitu mangas atau mankay. Dalam botani, mangga disebut Mangifera indica L. yang berarti tanaman mangga berasal dari IndiaAy. 2 Sistem Pakar Sistem pakar merupakan aplikasi kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI) yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Salah satu masalah dalam sistem pakar adalah dalam bidang pertanian, di antaranya untuk mendiagnosa penyakit pada tanaman manggaAy. 3 Certainty Factor Menurut Sutojo AuMetode Certainty Factor adalah faktor ketidakpastian, metode ini digunakan menyatakan ketidakpastian dalam sebuah hipotesis atau fakta yang berdasarkan penilaian pakar dan kejadian Metode ini digaunakan untuk mengambil keputusan dalam menghadapi ketidak-pastian sebuah kenyataanAy. rumusan dasar certainty factor sebagai berikut: CF [H,E] = MB [H,E] Ae MD [H,E] Keterangan: CF(Rul. = faktor kepastian MB(H. E) = measure of belief . kuran kepercayaa. terhadap hipotesis H, jika diberikan evidence E . ntara 0 dan . menunjukkan kepercayaan mutlak. MD(H. = measure of disbelief . kuran ketidakpercayaa. terhadap hipotesis H, jika diberikan evidence E . ntara 0 dan . P(H) : Probabilitas kebenaran hipotesis H P(H|E) : Probabilitas bahwa H benar karena fakta E AuCertainty Factor untuk kaidah dengan kesimpulan yang serupa . imilarly concluded rule. Cf combine CF[H,E]1,2 = CF[H,E]1 CF[H,E]2 * . -CF[H,E]. Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Cf combine CF[H,E]old,3 = CF[H,E]old CF[H,E] 3 * . -CF[H,E] ol. Ay . 4 UML (Unifiled Modeling Languag. Menurut Haviluddin AuUnified Modelling Language adalah sebuah bahasa yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem. Unified Modelling Language merupakan alat untuk perancangan sistem pada objek. 5 Aplikasi Pengembangan Sistem Dalam mengembangkan sistem pakar yang menggunakan aplikasi /software. Diantaranya adalah Microsoft Visual Basic 2008. Microsoft Access 2010 dan Crystal Report. METODE PENELITIAN 1 Metode Penelitian Penelitian adalah upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan upaya untuk mendapatkan temuan-temuan baru. Di dalam metode penelitian ini terdapat beberapa langkah yaitu. data collecting . engumpulan dat. , dan . study literatur . ajian pustak. Data Collecting (Teknik Pengumpulan Dat. metode pengumpulan data untuk sistem pakar ini meliputi : Observasi Observasi dilakukan dengan kunjungan dan pengamatan langsung pada Lahan praktek tanaman mangga di Dinas Tanaman Holtikultura Upt. Benih Induk Hortikultura Gedung Johor. Wawancara Pada tahap wawancara ini dilakukan dengan konsultasi dan tanya jawab dengan ibu Ir. Nuriman Tambunan, pada Upt. Benih Induk Hortikultura Gedung Johor dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian yaitu penyakit,gejala, dan nilai bobot pada tanaman mangga serta solusi bagaimana cara pengendaliannya. Tabel 3. 1 Data Penyakit dan Gejala Nama Penyakit Terdapat bercak pada daun tidak teratur Pusat bercak saling pecah menyebabkan bercak berlubang. Daun yang sakit mengering dan gugur Serangan pada tangkai daun dapat menyebabkan daun layu dan rontok Pada batang muda terdapat bercak-bercak berwarna kelabu yang bisa berkembang dan mengelilingi batang yang dapat menyebabkan matinya yang terserang G06 Pada bagian bunga terjadi bintik-bintik kecil berwarna hitam terutama pada keadaan cuaca lembab, dan dapat menyebabkan rontoknya Sebagian atau seluruh kuncup bunga G07 Pada buah-buah yang matang terlihat gejala khas yaitu bercakbercak hitam pada bagian kulit, yang sedikit demi sedikit melekuk dan bersatu, daging buah membusuk Pada batang atau cabang, mengeluarkan blendok, kulit berwarna gelap, kemudian mengering dan agak mengendap dan selanjutnya pecah dan mengelupas sebagai kepingan Bagian yang sakit menjadi luka yang terbuka. Cabang yang terserang berat bisa mati Kode Gejala G01 G02 G03 G04 G05 Antraknosa G08 Penyakit kulit G09 G010 Gejala Penyakit Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 G011 Jamur upas G02 G03 Patogen . ini dapat menyebabkan matinya ujung tanaman . pada ranting tanaman, juga dapat menyebabkan busuk lunak pada buah Pusat bercak saling pecah menyebabkan bercak berlubang. Daun yang sakit mengering dan gugur G010 Cabang yang terserang berat bisa mati G012 G01 Terbentuknya miseluim mengkilat seperti rumah laba-laba dan berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu pada cabang/batang Daun-daun yang terdapat pada ujung batang menjadi layu dan Terdapat bercak pada daun tidak teratur G014 Bercak biasanya dibatasi oleh tepi berwarna gelap G015 Bercak-bercak dapat bersatu membentuk bercak yang lebih besar yang dapat mencapai beberapa cm Pada bercak tua pada bagian yang berwarna kelabu, terdapat titik hitam yang terdiri dari tubuh buah, sering kali bagian ini pecah dan menimbulkan lubang Terdapat bercak pada daun tidak teratur G019 Gejala berupa bercak daun dengan bentuk tidak teratur, berwarna kelabu keputihputihan dan panjangnya beberapa Bercak yang berwarna kelabu terdapat titik-titik hitam yang terdiri atas tubuh buah Patogen . umumnya menyerang daun tua G020 Permukaan daun berbintil-bintil menyerupai bisul G021 Daun mengering dan berubah warna G013 Bercak daun hitam stigmina G016 G01 G017 Bercak Daun Kelabu Bisul daun E-ISSN : 2675-9802 G018 Tabel 3. 2 Data Penyakit dan Solusi No. Nama penyakit Antraknosa Penyakit kulit Jamur upas Bercak daun hitam Bercak daun kelabu Bisul Daun Solusi Memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang, membersihkan dan memusnahkan daun-daun kering, buah yang gugur disekitar tanaman. Pada saat tampak gejala awal dilakukan penyemprotan fungisida Delsene MX -200,Derosal 500 EC atau Alto 100 SL Ranting atau cabang yang terserang dipotong dan dibakar,batang yang terserang dikupas kulit luarnya sampai batas jaringan kayu, kemudian diolesi dengan fungisida Benlate seminggu sekali. Apabila gejala awal muncul pada saat buah masih muda, disemprotkan dengan fungisida Kocide 10 hari sebanyak 3 kali. Memotong bagian yang sakit, lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan kedalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur Pemangkasan daun, cabang,ranting, menyemprotkan fungisida bubur bordeaux atau sulfat tembaga. Apabila lebih dari 25% permukaan daun tertutupi bercak, dapat digunakan fungisida yang berbahan aktif mankozeb atau klorotolanil. Penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord. Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu. Membakar daun yang terserang. Menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong. Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Study of Literature (Studi Kepustakaa. Studi literatur yang digunakan yakni: buku panduan skripsi, jurnal terkait dengan penelitian yang Gambar 3. 1 Kerangka pelaksanaan penelitian 2 Model Pengembangan Sistem Metode perancangan dan pembangunan sistem menggunakan software development life cycle dengan mengadopsi model waterfall. 3 Algoritma Sistem Algoritma sistem merupakan sebuah tahapan yang dilakukan sebelum melakukan proses diagnosa terhadap penyakit tanaman mangga. Berikut ini gambar flowchart dari metode certainty factor. Menentukan inisialisasi data penyakit,gejala,dan bobot Input Data data gejala Menentukan rule/basis pengetahuan pada tanaman mangga Hitung Dengan Metode Certainty Factor Hasil Flowchart Sistem Gambar 3. 3 Flowchart Metode Certainty Factor Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Dalam pengujian analisa yang dilakukan, seorang petani berkonsultasi mengenai penyakit pada tanaman mangga, dari gejala yang di berikan seorang petani terhadap tanaman mangganya mengalami beberapa gejala sebagai berikut : Tabel 3. 4 Studi Kasus Kode Gejala G01 G07 G03 Gejala Penyakit Terdapat bercak pada daun tidak teratur Pada buah-buah yang matang terlihat gejala khas yaitu bercak-bercak hitam pada bagian kulit, yang sedikit demi sedikit melekuk dan bersatu, daging buah membusuk Daun yang sakit mengering dan gugur G08 G09 Pada batang atau cabang, mengeluarkan mengendap dan selanjutnya pecah dan mengelupas sebagai kepingan Bagian yang sakit menjadi luka yang terbuka. G10 Cabang yang terserang berat bisa mati CF User Keterangan Yakin Cukup yakin Sedikit yakin Cukup yakin Sedikit yakin Yakin Berikut adalah penyelesaian manual dengan menggunakan metode certainty factor untuk menemukan solusi pada studi kasus diatas. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan nilai CF dari tiaptiap gejala berdasarkan pernyataan yang telah diajukan. Penyakit Antraknosa G01 = Terdapat bercak pada daun tidak teratur CF(H,E) = MB(H,E) Ae MD(H,E) = 0. 7 Ae 0. 2 = 0. 5 (CF. Cfuser = CF1 * Cfuser = 0. 5 * 0. 8 = 0. G07 = Pada buah-buah yang matang terlihat gejala khas yaitu bercakbercak hitam pada bagian kulit, yang sedikit demi sedikit daging buah membusuk CF(H,E) = MB(H,E) Ae MD(H,E) = 0. 8 Ae 0. 2 = 0. 6 (CF. Cfuser = CF2 * Cfuser = 0. 6 * 0. 6 = 0. Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx melekuk dan bersatu. Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 G03 = Daun yang sakit mengering dan gugur CF(H,E) = MB(H,E) Ae MD(H,E) A = 0. 4 Ae 0. 2 = 0. 2 (CF. Cfuser = CF3 * Cfuser = 0. 2 * 0. 4 = 0. Penyakit kulit botryodiplodia G08 = Pada batang atau cabang, mengeluarkan blendok, kulit berwarna gelap, kemudian mengering dan agak mengendap dan selanjutnya pecah dan mengelupas sebagai kepingan. CF(H,E) = MB(H,E) Ae MD(H,E) = 0. 6 Ae 0. 2 = 0. 4 (CF. Cfuser = CF4 * Cfuser = 0. 4 * 0. 6 = 0. G09 = Bagian yang sakit menjadi luka yang terbuka. CF(H,E) = MB(H,E) Ae MD(H,E) = 0. 4 Ae 0. 3 = 0. 1 (CF. Cfuser = CF5 * Cfuser = 0. 1 * 0. 4 = 0. G10 = Cabang yang terserang berat bisa mati CF(H,E) = MB(H,E) Ae MD(H,E) = 0. 3 Ae 0. 2 = 0. 1 (CF. Cfuser = CF6 * Cfuser = 0. 1 * 0. 8 = 0. Penyakit Jamur upas G03 = Daun yang sakit mengering dan gugur CF(H,E) = MB(H,E) Ae MD(H,E) = 0. 4 Ae 0. 2 = 0. 2 (CF. Cfuser = CF7 * Cfuser = 0. 2 * 0. 4 = 0. G10 = Cabang yang terserang berat bisa mati CF(H,E) = MB(H,E) Ae MD(H,E) = 0. 3 Ae 0. 2 = 0. 1 (CF. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A Cfuser P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 = CF8 * Cfuser = 0. 1 * 0. 8 = 0. Langkah terakhir adalah mengkombinasikan nilai certanty factor untuk mengetahui tingkat kepastian dalam proses diagnosa gejala penyakit tanaman mangga . angifera indica. Penyakit Antraknosa CFcombine1 = Cfold1 CFold2 . Ae CFold. = 0. Ae 0. = 0. CFcombine2 = Cfcombine1 CFold3 . Ae CFcombine. = 0. - 0. = 0. Penyakit kulit botryodiplodia CFcombine1 = Cfold1 CFold2 . Ae CFold. = 0. Ae 0. = 0. CFcombine2 = Cfcombine1 CFold3 . Ae CFcombine. = 0. - 0. = 0. Penyakit Jamur upas CFcombine1 = Cfold1 CFold2 . Ae CFold. = 0. Ae 0. = 0. 153 ( 15%) Maka dari perhitungan dapat disimpulkan nilai CF untuk jenis pengidentasian penyakit dari nilai CF terbesar adalah pada penyakit Antraknosa = 0. 646 atau dengan tingkat kepastian 64 % yaitu artinya adalah tanaman mangga tersebut mengalami penyakit Antraknosa. pengendalian yang harus dilakukan adalah memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang, membersihkan dan memusnahkan daun-daun kering, buah yang gugur disekitar tanaman. Pada saat tampak gejala awal dilakukan penyemprotan fungisida Delsene MX -200,Derosal 500 EC atau Alto 100 SL. Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 PEMODELAN DAN PERANCANGAN SISTEM 1 Pemodelan Sistem Pemodelan sistem merupakan proses menggambarkan konsep dalam pengembangan sistem informasi. Dalam pemodelan sistem menggunakan UML (Unified Modeling Languag. , yang memiliki keuntungan yang menghasilkan representasi untuk memperjelas informasi mengenai use case diagram, activity diagram, dan class diagram yang terjadi pada algoritma certainty foctor. 1 Skenario Sistem dan Use Case Diagram Gambar 4. 1 use case diagram 2 Activity Diagram Gambar 4. 2 Activity Diagram 3 Class Diagram Gambar 4. 3 Class Diagram Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 10 A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI 1 Pengujian Dalam pengujian dan implementasi program pada sistem pakar dengan menggunakan metode Certainty Factor membutuhkan dua buah perangkat yaitu perangkat lunak ( software ) dan perangkat keras ( hardware ). 2 Implementasi Implementasi adalah langkah yang digunakan untuk mengoperasikan sistem yang akan dibangun. Dalam bab ini akan menampilkan bagaiman menjalan sistem yang telah dibangun. 1 Tampilan Form Login 2 Tampilan Halaman Menu Utama Gambar 5. 1 Tampilan Form login 3 Tampilan Data Penyakit Gambar 5. 3 Tampilan Form data penyakit Gambar Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx Gambar 5. 2 Menu Utama 4 Tampilan Data Gejala 4 Tampilan Form data gejala Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 5 Tampilan Menu Rule Aturan Gambar 5. 5 Tampilan Form rule aturan 7 Tampilan Menu Konsultasi Gambar 5. 7 Tampilan Form Konsultasi 6 Tampilan Data Petani 6 Tampilan Form data petani 8 Tampilan Form Hasil Laporan Gambar 5. 8 Tampilan Form Hasil Laporan Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 12 A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Kesimpulan Dan Saran 1 Kesimpulan Setelah dilakukan pengujian dan implementasi program yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan akhir dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: Implementasi sistem pakar dengan metode Certainty Factor (CF) memudahkan proses dalam mendiagnosa penyakit yang terjadi pada tanaman mangga serta solusi apa yang tepat untuk menangani penyakit tersebut. Nilai dari hasil perhitungan metode Certainty Factor (CF) merupakan nilai yang menunjukkan tingkat keyakinan seseorang terhadap penyakit yang ditanyakan dari gejala yang dialami tanaman mangga. Berdasarkan hasil penelitian, dalam merancang sebuah sistem yang akan dibangun, diperlukan terlebih dahulu analisa masalah kebutuhan yang kemudian dilakukan pemodelan penyelesaiannya. 2 Saran Dalam sebuah penelitian membutuhkan saran yang dapat membantu penelitian menjadi lebih baik, berikut ini adalah saran dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: Sebaiknya aplikasi ini tidak di khususkan pada tanaman mangga saja. Karena petani di Indonesia bukan hanya petani mangga. Ada baiknya aplikasi sistem pakar ini dibuat online, agar semua masyarakat dapat menggunakannya. UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga dapat menyelesaikan jurnal ilmiah ini. Pada kesempatan ini diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua Orang Tua tercinta yang selama ini memberikan doAoa dan dorongan baik secara moril maupun materi sehingga dapat terselesaikan pendidikan dari tingkat dasar sampai bangku perkuliahan dan terselesaikannya jurnal ini. Dengan segala kerendahan hati, diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Hendra Jaya. Kom. Kom. , selaku Dosen Pembimbing I, kepada Ibu Widiarti Rista Maya. ST. Kom. , selaku Dosen Pembimbing II dan tidak lupa kepada teman-teman seperjuangan saya. REFERENSI