Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pengembangan Strategi Pembelajaran Menggunakan Metode Audio-Lingual untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Memahami Kosa Kata Bahasa Indonesia Nur Indah Maulida1. Mashlihatul Umami2 Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia Email: indahmaulidan99@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas peningkatan kemampuan siswa dalam memahami kosa kata bahasa indonesia melalui metode audio-lingual pada siswa kelas 1 di SD Islam Istiqomah Ungaran. Metode audio-lingual metode yang didasari pada pendekatan struktural dalam pembelajaran bahasa. Kemampuan menyusun teks secara lisan dapat diukur dengan keterampilan dalam mengungkapkan maksud, gagasan, dan pemikirannya dalam bahasa arab secara sederhana maupun sitematis. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu RnD (Research and Developmen. melalui pendekatan dengan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation and. Evaluatio. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (Field Stud. Peneliti menggunakan sampel berjumlah 35 siswa dari kelas 1 C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 10 pertanyaan yang ditujukan pada lembar kuisioner kepuasan siswa, diperoleh hasil yang sangat baik dengan rata-rata 4,8 dan dapat diartikan siswa sangat puas terhadap pengembangan metode pembelajaran menggunakan audio-lingual. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya peningkatan dalam memahami bahasa arab menggunakan metode audiolingual pada siswa/siswi kelas 1 SD Islam Istiqomah Ungaran. Kata Kunci: metode audio-lingual, kemampuan bahasa indonesia PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa Indonesia menghadapi berbagai masalah di berbagai tingkat pendidikan, termasuk kekurangan dalam penggunaan indra pendengaran, seperti yang ditemukan dalam beberapa sekolah (Abidin & Yunus, 2. Selain itu, terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran menghambat penyampaian informasi yang efektif oleh pengajar, terutama dalam pembelajaran yang mengembangkan keterampilan pendengaran (Mahmudah, 2. Terdapat dua pendekatan teori pengajaran bahasa yang utama, yaitu tata bahasa tradisional dan struktural, yang memiliki pandangan berbeda tentang tata bahasa (Sardiyanah, 2. Pentingnya pemilihan metode yang tepat dalam pengembangan strategi pembelajaran sangat mempengaruhi kesiapan siswa dalam memahami materi, khususnya di tingkat Sekolah Dasar (Humaidah, 2. Metode pembelajaran yang digunakan oleh pendidik harus sesuai dengan prinsip, aturan, dan prosedur yang mendukung terciptanya proses belajar yang efektif sesuai dengan kondisi bahasa dan masyarakat (Diah Rahmawati AsAoari, 2. Metode audio-lingual, yang berlandaskan pada pendekatan struktural, sangat penting dalam pembelajaran bahasa. Keberhasilan metode ini bergantung pada cara pengajar memanfaatkannya agar mudah diterima siswa (Ummah, 1. Tujuan utama Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 penggunaan metode ini adalah mengembangkan kompetensi komunikasi siswa melalui konsep dialog dan latihan, yang terbukti efektif karena memungkinkan respon cepat dan akurat dalam bahasa lisan (Mart, 2. Salah satu keterampilan penting dalam berbahasa adalah maharah kalam . , yang mencakup kemampuan menyusun kalimat secara lisan dan mengungkapkan gagasan dalam bahasa Arab, baik sederhana maupun sistematis (Maspalah, 2. Untuk mencapai tujuan ini, keterampilan komunikatif sangat dibutuhkan sebagai dasar pembelajaran bahasa. Namun, penerapannya pada siswa seringkali terhambat oleh kurangnya latihan intensif. Banyak siswa kesulitan dalam mengungkapkan pemikirannya secara lisan, terutama dalam menerapkan tata bahasa yang tepat dan menghafal kosakata serta ungkapan bahasa Arab. Hal ini disebabkan oleh kurangnya latihan berbicara, yang membuat siswa enggan meningkatkan kemampuan mereka karena belum memahami kaidah pelafalan yang benar dalam bahasa Indonesia (Ummah, 1. Kreativitas, inovasi, dan dedikasi yang tinggi dalam pengembangan strategi pembelajaran dengan metode yang tepat sangat penting untuk menarik perhatian siswa dan memudahkan pemahaman mereka. Metode audio-lingual, yang sering digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, fokus pada keterampilan mendengarkan dan berbicara sebelum membaca dan menulis. Metode ini dapat disampaikan melalui suara guru atau media seperti kaset, video, dan film (Ummah, 1. Penggunaan metode audio-lingual terbukti efektif untuk menarik perhatian siswa, melatih fokus, serta meningkatkan keterampilan berbicara dan mendengarkan, khususnya dalam Kosa Kata bahasa Indonesia, sehingga mendukung pembelajaran yang lebih efektif di tingkat SD Islam Istiqomah. Ungaran. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang terdiri atas lima tahapan utama: Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Pendekatan ini dipilih karena mampu menghasilkan produk pembelajaran yang teruji secara empiris dan dapat diimplementasikan secara luas (Sugiyono, 2. Penelitian dilakukan di SD Islam Istiqomah Ungaran dengan subjek siswa kelas I-C yang berjumlah 35 peserta didik. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Creswell & Creswell, 2. Tahap pertama, analisis kebutuhan dilakukan melalui observasi kelas dan wawancara dengan guru untuk mengidentifikasi masalah pembelajaran kosa kata bahasa Indonesia. Tahap desain meliputi penyusunan rencana pembelajaran, perumusan indikator keberhasilan, serta pemilihan media pembelajaran berbasis audio-lingual yang menekankan latihan mendengarkan dan menirukan pola kalimat. Selanjutnya pada tahap pengembangan, rancangan pembelajaran dikembangkan menjadi produk awal berupa perangkat ajar (RPP, video, dan lembar evaluas. Validasi dilakukan oleh dua ahli, yaitu ahli materi dan ahli pembelajaran, untuk menilai kesesuaian isi, bahasa, dan efektivitas media (Gall et al. , 2. Tahap implementasi dilakukan dengan uji coba terbatas di kelas I-C SD Islam Istiqomah. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Proses implementasi menekankan aktivitas drill berbasis audio, pengulangan dialog sederhana, serta latihan menirukan struktur kalimat yang benar. Tahap terakhir yaitu evaluasi dilakukan untuk menilai keefektifan strategi melalui angket kepuasan siswa, observasi keterlibatan belajar, dan tes hasil belajar kosa kata. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai peningkatan kemampuan siswa serta respon terhadap strategi pembelajaran audio-lingual. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar perbaikan strategi agar lebih kontekstual dan menarik bagi siswa sekolah dasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami kosa kata bahasa Indonesia dari strategi pebelajaran yang dikembangkan menggunakan metode audiolingual melalui model ADDIE. Analysis (Analisi. Tahap analisis dilakukan melalui observasi langsung di SD Islam Istiqomah Ungaran untuk mengidentifikasi kesenjangan antara pembelajaran Kosa Kata bahasa Indonesia dan pemahaman siswa. Hasil observasi menunjukkan kurangnya praktek muhadasah, terbatasnya waktu pembelajaran, dan penggunaan media yang kurang menarik bagi siswa. Berdasarkan temuan ini, peneliti mengembangkan strategi pembelajaran menggunakan metode audio-lingual yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Analisis kebutuhan juga mengungkapkan minimnya latihan percakapan dalam buku teks, padahal tujuan pembelajaran Kosa Kata bahasa Indonesia adalah agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat mengucapkan kosa kata dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. Design (Perancanga. Setelah mengidentifikasi masalah dan mengumpulkan informasi terkait pembelajaran, langkah selanjutnya adalah mendesain strategi pembelajaran. Ini melibatkan penetapan tema, pengembangan materi, penyusunan evaluasi, dan instrumen untuk ahli materi serta ahli strategi pembelajaran. Pada tahap ini, peneliti merancang strategi pembelajaran dengan metode audio-lingual, menggunakan media video pembelajaran yang disesuaikan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan buku teks. Konsep pengembangan strategi pembelajaran ini dikemas dalam video pembelajaran, dengan fokus pada empat aspek utama dalam pembelajaran. Development (Pengembanga. Setelah konsep strategi pembelajaran disusun, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan referensi yang sesuai untuk mengembangkan strategi tersebut. Berdasarkan referensi yang diperoleh, peneliti menyusun materi untuk menghasilkan strategi pembelajaran dengan metode audio-lingual untuk siswa SD Islam Istiqomah. Tahap ini melibatkan validasi oleh ahli materi dan ahli strategi pembelajaran untuk menilai efektivitas dan efisiensi strategi yang telah dibuat. Saran dari para ahli digunakan untuk memperbaiki strategi hingga siap diterapkan. Hasil validasi kemudian dianalisis dan direvisi sesuai masukan ahli, dengan fokus pada penggunaan metode audio-lingual dan media video Pengulangan intensif dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan kelancaran siswa dalam menguasai bahasa Indonesia. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kosa kata bahasa Indonesia melalui pengembangan strategi pembelajaran berbasis metode audio-lingual dengan model ADDIE. Penerapan strategi ini dilaksanakan secara sistematis pada tiga tahapan utama, yaitu Analysis. Design, dan Development. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi awal pembelajaran kosa kata di SD Islam Istiqomah Ungaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami arti dan pelafalan kosa kata karena minimnya latihan berbicara dan mendengarkan. Proses pembelajaran masih berpusat pada guru dan kurang melibatkan media interaktif. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas, diketahui bahwa siswa lebih tertarik pada kegiatan belajar yang melibatkan unsur suara dan pengulangan. Oleh karena itu, strategi pembelajaran dengan metode audio-lingual dipandang relevan karena mengutamakan stimulus berupa bunyi dan respons melalui latihan berulang (Brown, 2. Analisis kebutuhan juga menunjukkan pentingnya media pembelajaran yang mendukung kemampuan mendengar dan berbicara. Penggunaan rekaman suara guru, lagu anak, dan video sederhana dinilai efektif dalam menarik perhatian siswa serta memperkuat daya ingat terhadap kosa kata baru (Setiawan & Pratiwi, 2. Dari hasil observasi, ditemukan bahwa rata-rata kemampuan awal siswa dalam mengenali kosa kata hanya mencapai 56%, dengan tingkat partisipasi rendah selama pembelajaran. Temuan ini menjadi dasar penting untuk merancang strategi yang lebih komunikatif dan menarik. Pada tahap desain, peneliti menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan prinsip metode audio-lingual. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun dengan fokus pada kegiatan mendengar dan menirukan dialog sederhana, seperti salam, perkenalan, dan percakapan sehari-hari. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa video pembelajaran berisi suara narasi dan visualisasi gerak mulut untuk membantu siswa meniru pelafalan dengan benar. Evaluasi disusun dalam bentuk tes kosa kata lisan dan tulisan, serta angket kepuasan belajar siswa. Desain kegiatan juga memperhatikan prinsip repetition . dan reinforcement . , di mana guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelafalan siswa. Aktivitas belajar dilengkapi dengan latihan kelompok kecil agar siswa terbiasa berbicara secara natural. Tahapan desain ini penting untuk memastikan kesesuaian strategi dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang lebih mudah belajar melalui praktik langsung dan permainan bahasa (Arsyad, 2. Tahap pengembangan dimulai dengan pembuatan media audio-lingual berupa rekaman percakapan, lagu kosa kata, dan video interaktif. Media tersebut diuji coba secara terbatas dan divalidasi oleh ahli materi serta ahli pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk pembelajaran memperoleh skor rata-rata 4,7 . ategori sangat bai. , terutama pada aspek kelayakan isi dan kejelasan audio. Saran dari ahli digunakan untuk memperbaiki intonasi suara dan memperjelas instruksi kegiatan. Setelah revisi, produk akhir diuji coba di kelas I-C selama empat kali pertemuan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Hasil uji coba menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa memahami kosa kata bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil tes formatif, rata-rata nilai siswa meningkat dari 56% menjadi 88% setelah penerapan strategi audio-lingual. Selain itu, hasil angket kepuasan belajar menunjukkan skor rata-rata 4,8 dari 5, yang mengindikasikan bahwa siswa merasa senang, mudah memahami materi, dan termotivasi untuk aktif Pengamatan guru juga memperlihatkan peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan mendengarkan dan menirukan kalimat. Temuan ini selaras dengan penelitian Mahmudah . dan Mart . yang menegaskan bahwa metode audio-lingual efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara melalui pengulangan dan penguatan positif. Hasil ini juga diperkuat oleh studi terbaru oleh Widodo dan Sari . , yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis audio-visual mampu meningkatkan fokus dan retensi memori siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, penerapan strategi audio-lingual dengan dukungan media digital terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang lebih komunikatif dan menyenangkan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan strategi pembelajaran berbasis audio-lingual memberikan dampak positif terhadap pemahaman kosa kata siswa. Pendekatan ini relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa di tingkat sekolah dasar karena menekankan keterampilan mendengar dan berbicara sebagai dasar penguasaan bahasa. Selain itu, penggunaan media yang menarik dan interaktif meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam proses belajar. KESIMPULAN Penerapan metode audio-lingual efektif karena dapat meningkatkan semangat dan ketertarikan siswa dalam mempelajari kosa kata bahasa Indonesia. Pengembangan strategi pembelajaran dengan metode audio-lingual membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah, berkat dukungan media yang sesuai dan pengulangan contoh dari guru yang memberikan stimulus untuk menguasai percakapan. Pengembangan strategi pembelajaran dengan metode audio-lingual pada pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SD terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa. Metode ini tidak hanya memudahkan siswa dalam memahami materi, tetapi juga meningkatkan minat belajar mereka untuk mempelajari kosa kata bahasa Indonesia dengan lancar melalui pengulangan. DAFTAR PUSTAKA