J T S 2021 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 PEMBERDAYAAN KARUNIA MOTIVASI BERDASARKAN ROMA 12:1-8 DALAM PELAYANAN JEMAAT Fanny. Rudyanto Chandra. Gregorius Suwito Mahasiswa Prodi S1 Teologi STT Kristus Alfa Omega: fannysyefany@gmail. Dosen STT Kristus Alfa Omega rudyyantochs@yahoo. dcscreative@yahoo. Abstract The gifts of the Spirit are a special ability bestowed by God and channeled by the Holy Spirit to believers for Christian devotion. The gifts of the Holy Spirit are not rewards, but gifts of voluntary work done by the Holy Spirit as equipment for service both internally and externally gifts of the Spirit are given according to the Holy Spirit's sovereign will. According to his will and his sovereignty for believers to build up the body of Christ, one with another. After the researchers conducted research in the field, the results obtained stated that the level of empowerment of the gift of motivation based on Romans 12:1-8 in the ministry of the congregation at GBT Rambakulu is based on the calculation of the sample obtained a value of 90,01% Keywords: Empowerment. Gift of motivation, based on Romans 12:1-8. Church ministry PENDAHULUAN Salah satu faktor kunci keberhasilan sebuah pelayanan adalah ketika seorang pelayan Tuhan melakukannya dengan anugerah Tuhan, yaitu dimana pelayan Tuhan menerima Roh Kudus terlebih 1 Berdasarkan pernyataan tersebut menerima Roh kudus dalam kehidupan menjadi langkah Ketika seseorang menerima Roh Kudus maka karunia-karunia Roh Kudus akan menyertai setiap pelayanan yang dilakukan. Oleh karena itu penting bagi para pelayan Tuhan untuk menerima dan melibatkan Roh Kudus dalam melayani. Karunia motivasi adalah karya Roh Kudus yang melengkapi seseorang dengan kecakapan Allah bukan kecakapan yang diberikan oleh dunia ini. 2 Kemampuan yang dimiliki oleh manusia sangat terbatas untuk melakukan pekerjaan Tuhan, tanpa kemampuan dari Tuhan. Zubaedi mengatakan bahwa pemberdayaan adalah upaya untuk membangun kemampuan masyarakat, dengan mendorong, memotivasi, membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki dan berupaya untuk mengembangkan potensi itu menjadi tindakan nyata. 3 Disambung oleh Ginandjar Kartasasmitha yang mengatakan bahwa pemberdayaan adalah suatu upaya untuk membangun daya itu, dengan cara mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya. 4 Dari pernyataan di atas tentang pengertian pemberdayaan. Hong Eun Pa. Panduan Praktis Pelayanan (Yogyakarta: ANDI, 2. , 4. Alex E. Ness. The Holy Spirit: Volume Two (Kanada: Christian Center Pub, 1. , 255. Zubaedi. Wacana Pembangun Alternatif: Ragam Prespektif Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Jakarta: Ar Ruzz Media, 2. , 42. Ginandjar Kartasasmitha. Pembangunan Untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan Dan Pemerataan (Jakarta: PT. Pustaka, 1.