e-ISSN: 2721-6632 p-ISSN: 2721-6624 Vol 5. No 1. April 2024 . http://sttmwc. id/e-journal/index. php/haggadah Makna Frasa Berdoa Tanpa Jemu-jemu Berdasarkan Eksegese Lukas 18:1-14 Budiono Simbolon STT Misi William Carey Medan budionosimbolon@gmail. Abstract: This research was conducted to determine the meaning of the phrase Pray Without Tire Based on the Exegesis of Luke 18:1-14. A phrase often variously understood by interpreters, this results in confusion for the Christian community. The Gospel of Luke is accepted as Luke's writing, believed to have been written between 60-63 C. , with the intention that readers (Gentile. understand everything Jesus did and taught, up to the day He was raptured. This research was carried out with a qualitative method of exegetical interpretation approach, verse by verse. The author finds the meaning of the phrase Praying Without Tire shows that: Jesus' followers should have come to pray by coercing or disturbing God so that He would grant His followers' requests?, certainly not. God does want His followers to pray / ask Him, but not by the art of forcing God but to do God's will in the lives of His followers. Keywords: Pray. Wear. Luke 18 Abstraksi: Penelitian ini dikerjakan untuk mengetahui makna frasa Berdoa Tanpa Jemujemu Berdasarkan Eksegese Lukas 18:1-14. Frasa yang sering dipahami secara beragam oleh para penafsir, hal ini mengakibatkan kebingungan bagi jemaat Kristen. Injil Lukas diterima sebagai tulisan Lukas, diyakini ditulis antara tahun 60-63 M, dengan tujuan agar para pembaca . rang-orang bukan Yahud. mengerti tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Penelitian ini dikerjakan dengan metode kualitatif pendekatan penafsiran eksegetis, ayat demi ayat. Penulis menemukan makna frasa Berdoa Tanpa Jemu-jemu menunjukkan bahwa: Para pengikut Yesus seharusnya datang berdoa/meminta dengan cara memaksa atau mengganggu Tuhan sehingga Ia mengabulkan permohonan pengikut-Nya?. Tentulah tidak. Allah memang menginginkan pengikut-Nya untuk berdoa/ meminta kepada-Nya, tetapi tidak dengan seni memaksa Tuhan melainkan untuk melakukan kehendak Tuhan dalam hidup pengikut-Nya. Kata Kunci: Berdoa. Jemu-jemu. Lukas 18 PENDAHULUAN Doa mengacu kepada komunikasi beraneka segi diantara orang percaya dengan Tuhan. Di samping kata AudoaAy dan AuberdoaAy, kegiatan ini diuraikan sebagai berseru kepada Allah (Maz. 1 Berdoa secara umum bisa kita artikan dengan tindakan atau sebagai sarana manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan berdoa, kita dapat meminta sesuatu hal yang menjadi keinginan kita kepada Tuhan. Apabila kita menggali makna kata doa dalam bahasa Yunani. Doa memiliki tiga bagian yakni bagaimana kita hanya datang bersyukur, meminta sesuai kehendak Tuhan dan dan bagaimana doa itu diartikan sebagai permintaan dalam kesetaraan. Pemahaman yang kurang akan defenisi doa akan menjadi penyebab utama yang mengakibatkan kita mengalami kesalahpahaman tentang frasa berdoa tanpa jemu-jemu. Berdoa tanpa jemu-jemu sering disalah artikan dengan tindakan kita untuk berdoa dengan cara memaksa atau mengganggu Tuhan dengan permintaan kita dan jangan mau Div. Donald C. Stamps. ALkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan. Bahasa Ind. (Malang: Gandum Mas dan Lembaga Alkitab Indonesia, 2. , 542. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 1 berhenti sebelum permintaan mu dikabulkan oleh Tuhan. Hal ini seolah-olah menjadi tujuan pemaksaan, berdoa sampai terjadi dengan dalil itulah yang Tuhan mau karena Tuhan ingin melihat kesungguhan hati mu. Berdoa juga tidak dilakukan apabila seseorang memiliki kebutuhan yang penting atau mendesak, untuk disampaikan kepada Tuhan, tetapi kemudian orang tersebut tidak pernah melakukannya kembali. 2 Berdoa hendaklah tidak dilakukan hanya dengan karena adanaya kebutuhan yang mendesak dari si pendoa. Tindakan yang dilakukan hanya karena sedang terdesak saja, sehingga doa dipahami sebagai pilihan terakhir dalam hidup. Apabila kita memperhatikan konteks dan pembagian perikop dalam injil Lukas 18, kita akan memahami bagaimana orang percaya berdoa/ meminta kepada Tuhan. Benarkah Tuhan sedang mengajar para pengikut-Nya untuk berdoa dengan cara memaksa atau mengganggu ketenganan Tuhannya sehingga Ia harus menjawab doa pengikut-Nya? Atau. Apakah benar cara Tuhan menjawab doa bisa kita samakan dengan seorang Auhakim lalimAy yang sangat jelas Yesus sebutkan bahda dia adalah hakim yang tidak takut kepada Allah?. Dua hal ini harusnya membuat kita berpikir ulang untuk memahami bagaimana sebenarnya Tuhan menginginkan kita menghadap kepada-Nya. Yesus tidak sedang mengajarkan mereka bagaimana untuk meminta dengan cara memaksa melainkan Yesus sedang menghajar mereka . etiap orang-orang yang hadir waktu it. tentang doa yang salah. METODE PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan makna frasa Berdoa Tanpa Jemu-jemu Berdasarkan Eksegese Lukas 18:1-14. Pendekatan penelitian yang dipakai adalah kualitatif eksegesis, untuk menyajikan suatu interpretasi kritis yang dapat dipertanggungjawabkan atas teks tertentu. 3 Metode pengumpulan data yang dipakai oleh penulis adalah penelitian literatur yaitu menganalisa teks Alkitab bahasa Yunani. Hengki Wijaya dalam buku Strategi Menulis Jurnal Teologi mengutip pendapat Borg dan Gall D . bahwa metode penelitian kualitatif adalah metode artistik karena proses penelitian bersifat interprestasi terhadap data yang ditemukan dilapangan, bersifat studi literatur sebagai objek yang dikaji. 4 Yang menjadi objek penelitian adalah teks Lukas 18:1-14 berbahasa Indonesia dan Yunani oleh Aland. Kurt. Black. Matthew. Martini. Carloi M. Metzger. Bruce M, dan Wikgren. Allen. The Greek New Testament (Deutsche Bibelgesellschaft Stuttgar. 1983, yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia tahun 2010. Setelah memeriksa kritik teks, latar belakang dan konteks nas, penulis mengerjakan tafsiran ayat demi ayat. Mengingat adanya gap bahasa dan budaya dalam tugas menafsir, maka untuk mendapatkan hasil tafsiran yang dapat dipertanggungjawabkan penulis menggunakan alatalat bantu untuk menafsir, seperti lexicon, interlinear, buku-buku teologi, buku-buku tafsir dan artikel dalam jurnal teraktual. Penerapan ilmu tafsir . sangat berguna untuk mengerti pesan dari tiap ayat. PEMBAHASAN Teks Yunani Lukas 8:1-14 Kai. evge,neto evn tw/| kaqexh/j( kai. j diw,deuen kata. po,lin kai. kw,mhn( khru,sswn kai. euvaggelizo,menoj th. n basilei,an tou/ qeou/ \ kai. oi` dw,deka n auvtw/|( 2 kai. gunai/ke,j tinej a. h=san teqerapeume,nai avpo. pneuma,twn ponhrw/n avsqeneiw/n( Mari,a h` kaloume,nh Magdalhnh,( avfV h-j daimo,nia e`pta. evxelhlu,qei( VIwa,nna gunh. Couza/ evpitro,pou Hrw,. ou( kai. Sousa,nna( kai. erai pollai,( ai. inej dihko,noun auvtoi/j avpo. tw/n u`parco,ntwn auvtai/jyI 4Sunio,ntoj de. pollou/( kai. tw/n kata. po,lin evpiporeuome,nwn pro. j auvto,n( ei=pen dia. parabolh/j( 5 VExh/lqen o` spei,rwn tou/ spei/rai to. n spo,ron auvtou/\ kai. evn tw/| spei,rein auvto,n( . BYZ Luke 8:1 Au70 @ Jurnal. I3batu. Ac. Id,Ay n. , 97Ae111, https://jurnal. id/me/article/view/70. Sonny Eli Zaluchu et al. Strategi Menulis Jurnal (Semarang: Golden Gate Publishing Semarang, 2. Zaluchu et al. Strategi Menulis Jurnal. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 2 me. n e. pesen para. n o`do,n( kai. katepath,qh( kai. tou/ ouvranou/ kate,fagen auvto,yI 6Kai. eron e. pesen evpi. n pe,tran( kai. n evxhra,nqh( dia. cein ivkma,dayI 7Kai. eron e. pesen evn me,s. tw/n avkanqw/n( kai. sumfuei/sai ai` kanqai avpe,pnixan auvto,yI 8Kai. eron e. pesen eivj th. n gh/n th. n avgaqh,n( kai. evpoi,hsen karpo. n e`katontaplasi,onayI Tau/ta le,gwn evfw,nei( O e. cwn w=ta avkou,ein avkoue,twyI 9VEphrw,twn de. n oi` maqhtai. auvtou/( le,gontej( Ti,j ei. h h` parabolh. hyO 10 O de. ei=pen( Umi/n de,dotai gnw/nai ta. musth,ria th/j basilei,aj tou/ qeou/ \ toi/j de. loipoi/j evn parabolai/j( i. a ble,pontej mh. ble,pwsin( kai. avkou,ontej mh. suniw/sinyI 11:Estin de. h h` parabolh,\ O spo,roj evsti. n o` lo,goj tou/ qeou/yI 12Oi` n o`do,n eivsin oi` avkou,ontej( ei=ta e. rcetai o` dia,boloj kai. rei to. lo,gon avpo. th/j kardi,aj auvtw/n( i. a mh. pisteu,santej swqw/sinyI 13Oi` de. pe,traj oi[( o. an avkou,swsin( meta. cara/j de,contai to. n lo,gon( kai. ou-toi r`i,zan ouvk cousin( o. j kairo. n pisteu,ousin( kai. evn kairw/| peirasmou/ avfi,stantaiyI 14To. eivj ta. j avka,nqaj peso,n( ou-toi, eivsin oi` avkou,santej( kai. u`po. merimnw/n kai. plou,tou kai. h`donw/n tou/ bi,ou poreuo,menoi sumpni,gontai( kai. ouv telesforou/sinyI Latar Belakang dan Konteks Ayat Latar belakang Lukas 18:1-14 adalah perumpamaan yang Yesus berikan tentang konsep doa dunia pagan. Yesus menggambarkan dengan seorang janda yang ngotot dan hakim yang tidak takut akan Allah. Dalam perumpamaan ini kita dapat melihat bagaimana konsep doa pagan yang menjadi seni berdoa AumemaksaAy dewa dengan sikap janda yang ngotot memaksa raja untuk membela perkaranya dan kemudian ia memenangkan Yesus menginginkan para pengikut-Nya akan berdoa terus-menerus supaya dapat melakukan kehendak Allah bagi kehidupan mereka. 5 Tuhan menginginkan pengikutk-Nya untuk meminta/ berdoa, namun benarkah yang Ia inginkan itu sama dengan konsep pagan yang berdoa dengan cara memaksa sampai Tuhan merasa terganggu sehingga Ia terpaksa mengabulkan permintaan pengikut-Nya itu?. Kritik Teks Kritik teks dari Lukas 18:1-14 terdapat di ayat 11 Au11Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini. Ay Teks pro. j e`auto. n tau/ta, . ros eavton taut. masuk dalam kategori C . anitia penyunting mengalami kesulitan dalam menentukan varian mana yang harus ditempatkan di dalam tek. Berikut varian yang diterima sebagai naskah asli yang diringkaskan dalam tabel disertai dukungan naskah-naskah tertua. Manuskrip P75 . EA Isi Tempat Cologny London: Sinaiticus Citta del Vaticano: Vaticanus Paris London: Alexandrius Washington. Oxford Dresden Athos. Kiev. Moskow. Paris. St. Petersburg. Torino Wolfenbuttel Tahun/Abad Awal i Vi IV/V Donald C. Stamps. ALkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, 1671. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Perjanjian Baru Indonesia-Yunani, 3rd ed. (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 3 ita Versi Latin lama . Huruf-huruf superscript menandakan masingmasing manuskrip (Abad IV) Sinaitic (Lewis. The Old Syriac Gospel. Paris Ae Abad V/VI Dukungan tertua dan terkuat untuk varian ini adalah dari Papirus kode 75 yang berisi Injil . , disimpan di Cologny. London. Papirus ini berasal dari awal Abad i. Dukungan lain berasal dari Kodeks Sinaiticus . odeks tertu. dan Vaticanus . odeks tertu. , versi Latin Abad V dan Koptik Abad i. Yang paling muda adalah dukungan dari manuskrip G dari Dresden Abad IX. Berdoa Tanpa Jemu-jemu Perumpamaan tentang janda yang ngotot dan hakim yang tidak takut akan Tuhan merupakan gambaran dari kebiasaan berdoa orang-orang pagan. Paganism is commonly used to refer to various religions that existed during Antiquity and the Middle Ages, such as the Greco-Roman religions of the Roman Empire, including the Roman imperial cult, the various mystery religions, religions such as Neoplatonism and Gnosticism, and more localized ethnic religions practiced both inside and outside the empire. During the Middle Ages, the term was also adapted to refer to religions practiced outside the former Roman Empire, such as Germanic paganism. Egyptian paganism and Baltic paganism. Perumpamaan yang ada di Lukas 18:1-8 dengan perumpamaan Lukas 18:10-14 merupakan dua perumpamaan yang tidak bisa dipisahkan untuk kita bisa memahaminya dengan benar. Apabila dua perumpamaan ini dipisahkan maka akan menimbukan pemahaman yang kurang tepat tentang bagaimana seorang percaya seharusnya berdoa, apakah benar pengikut-Nya bisa memaksa atau menggangu Tuhannya. Pembagian perikop seharusnya dapat dibagi dimulai dengan pembukaan . perumpamaan janda yang ngotot dan hakim yang tidak takut Tuhan . Yesus membandingkan tindakan hakim yang tidak takut dengan Tuhan dengan apa yang dilakukan Allah . , perumpamaan Parisi dan Pemungut cukai . dan kemudian ditutup dengan Yesus mengungkap kebenaran dalam berdoa . Yesus mengangkat perumpaan ini tentulah tidak dengan alasan yang kuat. Lalu mengapa Yesus mengangkat perumpamaan ini? Lalu bagaimana hubungan dengan ajaran untuk berdoa. Dalam Bahasa Yunani Koine Alkitab Perjanjian Baru, kata kerja proseu,comai . memiliki pengertian sembahyang . erdoa tanpa ada permintaa. namun dalam Bahasa Indonesia hanya diterjemahkan dengan doa. Lukas 18:1 tidaklah menjadi suatu aturan/ cara untuk berdoa. Karena bagaimana cara berdoa. Yesus terangkan dalam Mat. 6:9-13. Yesus tidak sedang fokus tentang caranya melainkan hajaran kepada mereka yang berdoa dengan cara memaksa Tuhan. Lukas memulai tulisannya dengan kata Elegen (Elege. yang berarti suatu tindakan yang sudah terjadi dan dilakukan secara berulang-ulang/ terus-menerus oleh Tuhan Yesus. Kemudian diikuti kata pro. j to. ros t. yang berarti untuk tujuan atau untuk melakukan Kata proseu,cesqai . yang berarti tindakan untuk selalu berdoa tanpa dorongan ketidakberdayaan. Maksud perumpamaan Yesus tentu memiliki makna tersendiri bagi pendengarnya waktu itu, karena pada masa itu banyak orang yang terpengaruh dengan kebiasaan pagan dan menganggap doa hanyalah sebuah seni berkomunikasi yang dapat memaksa Tuhan. Bagi orang pagan, sangatlah penting untuk menarik perhatian Dewanya untuk mendapatkan keinginan mereka. Hal ini bisa mereka lakukan dengan cara mengganggu ketenangan dewanya. AuChristianity and Paganism,Ay Wikipedia, last modified 2024, accessed April 24, 2024, https://en. org/wiki/Christianity_and_paganism. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 4 Ayat 4-5. Lukas mencoba memberikan gambaran tentang Hakim yang sama sekali tidak takut kepada Tuhan. Namun karena ia merasa diganggu secara terus menerus, maka ia memutuskan untuk membela perkara janda itu. Permulaan doa ialah hubungan yang benar dengan Allah. Tanpa itu kita hanya menghamburkan kata-kata yang kita namakan doa. 8 Doa pada dasarnya adalah komunikasi dengan Tuhan. Bagaimana kita berbicara tapi tidak dengan kata-kata yang berlebihan atau motivasi yang salah supaya semua keinginan kita dipenuhi Tuhan. Hakim yang tidak takut dengan Tuhan menyerah dengan janda lalu mengabulkan permohonannya bukanlah karena alasan kebenaran atau kebijaksanaan dari hakim itu melainkan karena kepentingan pribadinya yang tidak mau diganggu secara terus menerus. Hal ini tentu tidaklah sama dengan Allah yang adalah kebenaran dan jauh lebih tahu apa yang kita butuhkan/ harapkan (Mat. Sikap doa yang memaksa tidaklah menjadi suatu cara berdoa yang efektif sehingga Allah akan segera menjawabnya karena Ia terganggu dengan sikap kita yang datang seperti janda itu. Berdoa manusia butuhkan karena memang itu perintah dari Tuhan namun selain itu, kita berdoa juga karena hal itu menjadi suatu saran akita mengalami berkat dan kuasa dari Tuhan. Tindakan Allah yang sangat kontras dijelaskan di ayat 7. Yesus sedang menegaskan bagaimana Allah akan bertindak ketika umatnya datang berteriak siang dan malam akan segera dijawab tanpa menunda-nunda namun bukan karena Dia menyerah dengan doa umat-Nya melainkan karena kehendak dan kebenaran-Nya. Yesus sangatlah tegas dengan umat-Nya. Ia akan segera menjawab, namun Yesus menekankan akan kedatang-Nya apakah Ia akan menemukan iman di bumi pada saat kedatangan-Nya Klausa kedatangan Yesus di ayat 8, akan dijawab dengan perumpamaan yang ada di ayat 9-14. Dengan di awal saya katakana bahwa perumpamaan tentang Hakim yang tidak adil tidak bisa dipisahkan dengan perumpamaan doa seorang Farisi dan pemungut Perumpamaan Farisi dengan pemungut cukai ditujukan kepada orang-orang percaya tertentu, yakni mereka yang merasa dirinya paling benar. Kedua perumpamaan dalam Lukas 18:1-14 merupakan 2 hal yang harus dipahami secara bersamaan karena penggunaan kata pepoiqo,taj . di ayat 9 yang akar katanya berasal dari kata pi,stin . di ayat yang ke-8. Perumpamaan yang Yesus berikan digambarkan dengan seorang farisi yang datang ke bait suci dan naik untuk memberikan persembahannya. Dalam perumpamaan ini kata doa yang dipakai adalah proseu,xasqai . iddle deponent infinitiv. , artinya tindakan si farisi bukanlah karena sikap hatinya yang ingin bersyukur melainkan hanya karena kepentingan pribadinya. Hal ini terbukti di ayat 10 bagaimana doanya yang ternyata adalah doa yang dilakukan secara berulang-ulang dan bertele-tele. Dia hanya berdoa dengan memuji-muji diri sendiri, menjelekkan keberadaan si pemungut cukai. Tidak sedikit pun dalam doanya yang benar-benar dilakukan dengan ucapan syukur kepada Tuhan seperti pengertian kata roseu,xasqai . yang di ayat 10. Tindakan si pemungut cukai sangatlah berbanding terbalik dengan orang Farisi yang merasa dirinya sudah benar. Pemungut cukai benar-benar merasa tidak layak menghadap Tuhan, ia menjauh atau menjaga jarak/menjauh makro,qen . dari tempat orang Farisi itu berdoa. Dalam perenungan akan dosanya tak sekalipun ia berani mengangkat mukanya ke hadapan Tuhan. Ia berbeda dengan si farisi yang dantang dan selalu memuji dirinya sebagai orang yang tidak pemeras, tidak benar, pejinah dan mencela pemungut cukai. Pemungut cukai memukul atau sampai melukai dirinya berulang-ulang denga maksud memohon belas kashi/pengampunan dari Tuhan atas segala kejahatannya. Ia menangis memohon belas kasihan dari Tuhan. Lalu Yesus menutup perumpamaan Charles L Allen. Segala Sesuatu Mungkin Melalui Doa Jilid 1 (Yogyakarta: Yayasan Gloria Yogyakarta, 1. , 7. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 5 kedua dengan suatu pernyataan yang sangat tegas bahwa setiap orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan, tetapi orang yang merendahkan dirinya akan ditinggikan. Hal ini dibuktikan dengan sikap si pemungut cukai yang datang tanpa meminta atau memaksa Tuhan, tetapi ia datang dengan segala penyesalannya dan mengucap syukur atas belas kasih Tuhan dalam hidupnya. Sikap Doa yang Memaksa Semua doa bertolak dari kenyataan bahwa Allah jauh lebih bersedia mendengar dari pada kita bersedia berkata-kata kepada-Nya, dan jauh lebih bersedia memberi daripada kita bersedia meminta. 9 Perumpamaan tentang janda yang dibela perkaranya tentulah sangat tidak bisa disamakan dengan cara bagaimana Allah mendengar dan menjawab doa pengikut-Nya yang datang berseru kepada-Nya. Apabila dengan datang tidak jemu-jemu berdoa kepada Tuhan membuat doa/ permohonan kita akan segera dijawab Tuhan, mungkin tidak ada lagi orang yang jauh atau kecewa kepada Tuhan. Hal menjawab doa janda yang sepertinya menjadi prioritas karena perintah Tuhan kepada pemimpin-pemimpin bangsa Israel untuk selalu membela hak-hak anak yatim dan memperjuangkan perkara janda-janda (Yes. 1:17. Ul. 10:18. Yes. 10:2. Yer. 22:3. Mal. Doa permohonan/permintaan digambarkan seperti anak di dunia ini yang meminta sesuatu kepada ayahnya, dan juga seperti seorang ayah yang mendengar, memperhatikan dan memenuhi permohonan anaknya. 10 Berdoa dan jawaban doa bukan seberapa kuat kita mendesak Tuhan namun seberapa kita memahami kehendak Tuhan pada saat kita berdoa. Doa syafaat diperlukan dalam memenuhi kehendak Allah. Ini tidak berarti bahwa Tuhan tidak mampu untuk menggenapi apa yang dikehendaki-Nya untuk berlaku menjadi kenyataan, melainkan Ia telah memilih orang-orang, termasuk juga diri kita sendiri, untuk mewujudkan kehendak Allah menjadi kenyataan. 11 Namun sering sekali kita salah dalam memahami makna doa syafaat. Kita berpikir dengan datang berdoa secara berulang-ulang membuat Tuhan akan segera menjawab segala keinginan kita. Hal ini apabila kita contohkan dengan seorang anak remaja yang datang berdoa meminta mobil mewah kepada Tuhan. Dia datang berdoa berulang-ulang, sungguhsungguh, bahkan menangis merengek-renget saat berdoa meminta kepada Tuhan. Menjadi pertanyaan serius adalah apakah dengan caranya itu Tuhan akan segera menjawab doanya dan memberikan mobil mewah yang dimintanya? Sementara ia masih remaja dan tidak bisa menyetir mobil dengan baik. Demikian halnya dengan si janda yang punya perkara itu, apakah ia harus segera dibebaskan dengan sikapnya yang mengganggu hakim yang lalim itu? tentulah tidak. Sesering apapun kita berdoa kalau doa kita bukanlah doa yang sesuai dengan Tuhan maksud Tuhan, maka doa kita tidak akan pernah mendapat jawaban yang sesuai dari Tuhan. Berdoa Yang Benar Meminta sesuatu kepada Tuhan merupakan dasar dari pemanjatan doa! Tuhan adalah Bapa kita. 12 Artinya datang meminta kepada Tuhan adalah baik dan itu menjadi salah satu bukti kedekatan kita dengan Tuhan yang adalah Bapa kita dan kita sebagai anak yang dikasihi-Nya. Meminta yang dengan cara mendesak tidaklah membuat Tuhan berubah pikiran lalu menjawab doa kita. Namun sama halnya dengan apa yang Yakobus katakana bahwa doa hanya akan dijawab apabila permintaan kita sesuai dengan kebutuhan kita dan juga sesuai dengan kehendak Allah. Meminta kepada Tuhan tidak selalu dengan sikap yang William Barclay. The Plain ManAos Book of Prayers, ed. Asima. Abdhi K Samuel. Rika Uli Simaringkar Siregar (Jakarta: Gunung Mulia, 2. , 5Ae6. H Gondowijoyo. Sekolah Doa (Yogyakarta: Yayasan ANDI, 2. , 144. Paul Yonggi Cho. Doa: Kunci Ke Arah Kebangunan Rohani, ke-3. (Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil AuImmanuel,Ay 1. , 104. Cho. Doa: Kunci Ke Arah Kebangunan Rohani, 84. CopyrightA2024. HAGGADAH (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. | 6 ngotot atau doa yang bertele-tele. Yesus juga melarang untuk berdoa bertele-tele karena Ia Tuhan yang Maha Tahu. Tuhan sebenarnya tahu bahkan sebelum kita memintanya. Berdoa yang benar hanya akan kita lakukan apabila kita mengerti dan memahami defenisi dari doa itu sendiri. Seperti yang penulis sebutkan bahwa kata doa dalam bahasa Yunani dibagi menjadi 3 . bagian yakni: Pproseukhomai yang memiliki pengertian sembahyang . erdoa tanpa ada permintaa. , deomai yang berarti meminta kepada yang diatas . ang lebih tingg. dan erotaw yang berarti berdoa dalam kesetaraan (Yoh. Pentinglah bagi pengikut-Nya untuk meminta, namun tidak kalah penting bagi pengikutNya untuk memeriksa sikap dan motivasinya ketika datang beribadah kepada Tuhan. PENUTUP Makna frasa Berdoa Tanpa Jemu-jemu Berdasarkan Eksegese Lukas 18:1-14 adalah sebagai berikut: kata berdoa yang berasal dari proseu,comai . memiliki pengertian sembahyang . erdoa tanpa ada permintaa. Yesus sedang menekankan bagaimana kita datang kepadanya hanya untuk mengucap syukur kepada Tuhan bukan untuk datang seolah-olah untuk memaksa dan mengganggu Tuhan supaya doa/ pemintaan kita dikabulkan. Karena Tuhan bukanlah Tuhan yang bisa dipaksa dengan cara ngotot melainkan Tuhan yang jauh lebih tahu permohonan kita apabila doa/permohonan yang kita panjatkan sesuai dengan kebutuhan kita dan tidak bertentangan dengan kehendak Bapa di Sorga. REFERENSI