ISSN (Prin. : 1411 Oe 8890. ISSN (Onlin. : 2541 Oe 4518 http://journal. id/index. php/emitor EMITOR: Jurnal Teknik Elektro Alat Uji MCB 1 Fasa Instalasi Milik Pelanggan (IML) Sutedjo. Karunia Vio Nita Rusyatul UmmahO . Moch. Machmud Rifadil. Luki Septya Mahendra Jurusan Teknik Elektro Industri/Departemen Teknik Elektro Oe Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Surabaya. Indonesia O kvionita10@gmail. AbstractOe MCB (Miniature Circuit Breake. is part of an electrical installation that functions as a safety in electrical installations in the event of an overload or short circuit current. To avoid MCB malfunction, it is necessary to check the MCB first before it is installed on the customer, in addition to avoiding the theft of electrical energy by irresponsible customers. This MCB test equipment uses an AC dimmer as a test current regulator and as a load, namely a halogen lamp and a singlephase induction motor. The MCB will be tested with a test current in accordance with SPLN 108:1993. From this MCB test, the results of the test time with the SPLN will be compared, so that the MCB is in good condition or not. The results of the MCB test will be displayed on the LCD to be used as Minutes in accordance with company regulations. overcome these problems, a compact and easy-to-use MCB test tool is made so that it is expected to make it easier to test the feasibility of 1 Phase MCB. The test results of this MCB test equipment are able to produce a test current of 1. 05In. 2In. 5In. 4In. and 6In according to SPLN 108:1993. This test equipment is also able to test MCB 2A type CL according to its condition and the results obtained are 2 brands of MCB in good condition and 1 brand of MCB in bad condition according to SPLN 108:1993. AbstrakOe MCB (Miniature Circuit Breake. adalah bagian instalasi listrik yang berfungsi sebagai pengaman dalam instalasi listrik apabila terjadi beban berlebih atau arus hubung singkat. Untuk menghindari kegagalan fungsi MCB diperlukan pengecekan MCB terlebih dahulu sebelum dipasang pada pelanggan, selain itu juga untuk menghindari pencurian energi listrik oleh pelanggan yang tidak bertanggung jawab. Alat uji MCB ini menggunakan dimmer AC sebagai pengatur arus uji dan sebagai bebannya yaitu lampu halogen dan motor induksi 1 fasa. MCB akan diuji dengan arus uji sesuai dengan SPLN 108:1993. Dari pengujian MCB ini akan dibandingkan hasil waktu uji dengan SPLN, sehingga didapatkan MCB dalam kondisi baik atau tidak. Hasil pengujian MCB akan ditampilkan pada LCD untuk dijadikan sebagai Berita Acara sesuai dengan ketentuan perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibuatlah alat uji MCB yang ringkas dan mudah digunakan sehingga diharapkan dapat mempermudah dalam menguji kelayakan MCB 1 Phase. Hasil pengujian alat uji MCB ini mampu menghasilkan arus uji 1,05In. 1,2In. 1,5In. 4In. dan 6In sesuai dengan SPLN 108:1993. Alat uji ini juga mampu menguji MCB 2A tipe CL sesuai dengan kondisinya dan didapatkan hasil 2 merk MCB dalam keadaan baik dan 1 merk MCB dalam keadaan buruk sesuai dengan SPLN 108:1993. Kata KunciOe MCB. pencurian listrik. pengujian MCB. SPLN 108:1993. 1 Fase P ENDAHULUAN NERGI listrik dapat dikatakan sebagai salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan manusia, pada masa sekarang hampir semua rumah tangga, industri dan bisnis menggunakan energi listrik. Kehidupan masyarakat yang terus berkembang membuat kebutuhan juga semakin beragam salah satunya kebutuhan akan energi listrik . Dalam memenuhi kebutuhan energi listrik tersebut tak jarang masyarakat menggunakan cara-cara yang menyimpang seperti pencurian listrik. Naskah diterima 28 Juli 2022, diterima setelah revisi 11 Agustus 2022, terbit online 2 September 2022. Emitor merupakan jurnal Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta yang terakreditasi Sinta 4 dengan alamat Gedung H Lantai 2 UMS. Jalan Ahmad Yani Tromol Pos 1 Surakarta Indonesia 57165. Hal ini terjadi akibat alasan ekonomi maupun kurangnya kesadaran moral dan hukum. Pencurian energi listrik ini menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi PLN, untuk menekan jumlah kerugian akibat pencurian energi listrik ini PLN melakukan berbagai upaya salah satunya pemeriksaan di lapangan oleh petugas P2TL pada pelanggan yang terindikasi ada ketidaknormalan pada pemakaian tenaga listrik. P2TL atau Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri atas perencanaan, pemeriksaan, tindakan, dan penyelesaian yang dilakukan oleh PLN terhadap instalasi . Ae. Pelaksanaan P2TL oleh setiap Unit PLN yang dilakukan secara rutin yang berfungsi dalam menertibkan penyaluran. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bahaya yang di- Emitor: Vol. 22 No. 02 September 2022 timbulkan listrik bagi masyarakat, meningkatkan mutu pelayanan serta menekan angka pencurian listrik. Beberapa pencurian listrik yang sering terjadi yaitu mengubah wiring kWh meter agar pengukuran meter berjalan melambat, mengganti MCB melebihi batas daya kontrak, mengubah komponen dalam MCB agar memiliki kapasitas yang lebih besar dari yang tertera, dan lain-lain. Pencurian-pencurian tersebut tidak bisa dicek secara visual saja namun perlu pengecekan lebih lanjut pada bagian dalam APP. Alat Pengukur dan Pembatas (APP) terdiri dari kWh meter dan MCB (Miniature Circuit Breake. kWh meter berfungsi sebagai pencatat besar energi yang terpakai dan MCB berfungsi sebagai pengaman sekaligus pembatas daya pada pelanggan . Ae. Batas MCB yang biasa digunakan pada instalasi rumah, yaitu 2A, 4A, 6A, dan 10A. MCB ini bekerja dengan mendeteksi arus yang melewatinya, sehingga apabila arus yang melewati MCB melebihi arus nominal yang tertera maka MCB akan trip. Oleh karena itu MCB yang dipasang oleh PLN disesuaikan dengan kapasitas daya dari permintaan pelanggan. Sebelum dipasang pada IML pelanggan. MCB harus dikalibrasi terlebih dahulu untuk mengetahui bahwa MCB sudah bekerja sesuai dengan standar PLN. Jika MCB tidak berfungsi dengan benar maka hasil pengukuran dan pembatasan arus tidak sesuai dengan daya kontrak. Hal tersebut dapat mengakibatkan kerugian pada PLN dan juga tidak dapat mengamankan arus berlebih pada pelanggan yang bisa menyebabkan kebakaran . Berdasarkan permasalahan di atas maka pada proyek akhir ini penulis membuat alat uji MCB 1 Phase yang dapat digunakan dengan mudah dan praktis. Alat ini akan menguji kesesuaian MCB yang ada pada pelanggan. MCB akan dialiri arus yang sesuai dengan standar pengujian MCB sesuai SPLN 108:1993. Hasil pengujian akan berupa waktu lama MCB trip yang kemudian ditampilan pada LCD sebagai bukti pengujian. II. M ETODE P ENELITIAN Dalam pengerjaan proyek akhir ini diperlukan suatu metode agar mendapatkan hasil yang maksimal. Metodologi proyek akhir ini secara keseluruhan dapat ditunjukkan pada gambar diagram alir . Sistem yang akan dibuat pada penelitian ini bertujuan untuk menguji keadaan MCB 1 fasa yang terpasang pada pelanggan PLN apakah masih sesuai dengan standar atau sudah mengalami perubahan kemampuan trip sehingga terdapat pelanggaran . Ae. Pengujian MCB pelanggan dilakukan tanpa membongkar Alat pengukur Gambar 1: Diagram alir metode penelitian dan Pembatas (APP). MCB yang akan diuji yaitu MCB tipe CL dengan kapasitas 2A. Kemudian MCB akan diuji dengan variasi uji 1,05 In. 1,2 In. 1,5 In. 4 In. 6 In sesuai dengan ketentuan SPLN 108:1993. Pada blok diagram sistem yang ditunjukkan oleh Gambar 2 dapat diketahui bahwa alat mendapat sumber dari jala-jala PLN 220V di sisi pelanggan. Kemudian dimmer akan memotong gelombang AC sinusoidal dari PLN yang menyebabkan daya menjadi lebih kecil . Pemotongan gelombang AC sinusoidal ini akan diatur oleh mikrokontroler sehingga dapat menghasilkan arus uji yang diinginkan. Sebelum melakukan pengujian, terlebih dahulu memilih variasi uji MCB yang akan Kemudian menekan tombol AuSTARTAy untuk memulai pengujian. Pada saat tombol AuSTARTAy ditekan relay akan berubah dari keadaan open menjadi Kemudian sensor tegangan akan membaca besar tegangan dari Alat Pengukur dan Pembatas, sementara sensor arus akan membaca besar arus keluaran dari Saat pengujian mikrokontroler akan menghitung lama waktu hingga MCB mencapai trip . Kemudian hasil pengujian yang berupa tegangan, arus, lama waktu MCB trip, dan tanggal pengujian akan ditampilkan pada LCD untuk dijadikan bukti pengujian. doi: 10. 23917/emitor. Tabel 1: Hasil Pengujian MCB Schneider 1 Gambar 2: Blok diagram sistem i. H ASIL P ENELITIAN DAN D ISKUSI Pengujian Sensor Tegangan Pada Pengujian Sensor tegangan ini tidak langsung membaca nilai RMS tetapi akan membaca nilai ADC. Oleh karena itu diperlukan kalibrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan angka perbandingan yang berfungsi menyamakan nilai tegangan RMS dan nilai ADC pada sensor tegangan dengan IC AMC1100. Pengujian sensor tegangan ini dilakukan dua kali, pengujian pertama untuk mengetahui nilai ADC dengan referensi nilai tegangan pada AVO Meter. Setelah itu, dibuat grafik ADC untuk mendapatkan rumus persamaan garis. Dari grafik kalibrasi sensor tegangan didapatkan persamaan y = 0, 3115xAe12, 836 . Pada program Arus (A) 01:03:03:248 00:13:42:127 00:01:27:218 00:00:01:195 00:00:00:156 Status Kondisi Tidak Trip Trip Trip Trip Trip Baik Baik Baik Baik Baik nantinya nilai y akan menjadi nilai variabel tegangan dalam volt dan nilai x adalah variabel pembacaan ADC pada mikrokontroller . Persamaan tersebut nantinya akan di masukkan ke program mikrokontroller sebagai kalibrasi agar tegangan input yang disensing nilainya adalah sama dari pembacaan alat ukur dengan pembacaan pada LCD. Untuk lebih jelasnya, pengujian sensor tegangan dapat ditunjukkan pada Gambar 3. Pengujian Sensor Arus Pada penelitian ini sensor arus yang digunakan adalah ACS712 20A, dimana untuk pengujian sensor arus ini tidak bisa langsung membaca nilai RMS tetapi akan membaca nilai ADC. Oleh karena itu diperlukan kalibrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan angka perbandingan yang berfungsi menyamakan nilai arus RMS dan nilai ADC pada sensor arus ACS712 . Pada pengujian sensor arus ini dilakukan dua kali, pengujian pertama untuk mengetahui nilai ADC dengan referensi nilai arus pada Ammeter. Setelah itu, dibuat grafik ADC untuk mendapatkan rumus persamaan garis. Dari grafik kalibrasi sensor arus didapatkan persamaan y = 0, 0195xAe0, 0442 . Pada program nantinya nilai y akan menjadi nilai variabel arus dalam volt dan nilai x adalah variabel pembacaan ADC pada mikrokontroller. Persamaan tersebut nantinya akan di masukkan ke program mikrokontroller sebagai kalibrasi agar arus yang disensing nilainya adalah sama dari pembacaan alat ukur dengan pembacaan pada LCD. Untuk lebih jelasnya, pengujian sensor arus dapat ditunjukkan pada Gambar 4. Gambar 3: Pengujian Sensor Tegangan Waktu Pengujian Dimmer AC Pada pengujian dimmer AC dilakukan untuk mengetahui tegangan keluaran dari dimmer AC. Pada rangkaian dimmer AC ini menggunakan rangkaian Zero Crossing Detector yang berfungsi untuk mendeteksi perpotongan gelombang sinus pada tegangan AC, sehingga dapat memberikan sinyal acuan yang digunakan sebagai External Interrupt pada mikrokontroler. Selanjutnya mikrokontroler akan membangkitkan sinyal PWM un- Emitor: Vol. 22 No. 02 September 2022 Tabel 3: Hasil Pengujian MCB ABB 1 Arus (A) Waktu 01:04:31:213 00:12:45:217 00:01:35:148 00:00:00:255 00:00:00:168 Status Kondisi Tidak Trip Trip Trip Trip Trip Baik Baik Baik Baik Baik Gambar 4: Pengujian Sensor Arus Gambar 6: Kurva Arus Waktu MCB Schneider Gambar 5: Hasil Gelombang PWM Dimmer AC tuk memicu gate TRIAC. Pada Gambar 5 merupakan bentuk gelombang PWM yang dihasilkan oleh dimmer AC apabila duty cycle disetting 30%. Perubahan duty cycle inilah yang akan mengubah tegangan keluaran dari dimmer AC. Pengujian MCB Untuk pengambilan data pada penelitian ini menggunakan MCB tipe CL dengan tiga merk yang berbeda, yaitu Schneider. Multi, dan ABB. Masing-masing merk Tabel 2: Hasil Pengujian MCB Schneider 2 Arus (A) Waktu 01:12:21:195 00:14:14:137 00:01:01:317 00:00:00:987 00:00:00:123 Status Kondisi Tidak Trip Trip Trip Trip Trip Baik Baik Baik Baik Baik MCB ini akan dilakukan pengujian sebanyak dua kali yang kemudian diambil kesimpulan dari keadaan MCB yang telah diuji. Untuk penamaan MCB digunakan sebutan MCB Schneider 1. MCB Schneider 2, dan seterusnya. Dari hasil uji pada MCB dengan merk Schneider 1 dan Schneider 2, dapat dilihat pada lima kondisi MCB dalam keadaan BAIK. Saat MCB diberikan arus 1,05 In. MCB tidak trip dengan waktu lebih dari 1 jam yang berarti hasilnya adalah BAIK. Pada saat MCB diberikan arus uji 1,2 In. 1,5 In. 4 In. dan 6 In. MCB mengalami Pada keterangan SPLN 108:1993, pada kondisi arus uji 1,05 In MCB tidak akan mengalami trip dalam waktu lebih dari atau sama dengan 1 jam, sedangkan untuk arus uji 1,2 In. 1,5 In. dan 4 In MCB harus trip sesuai dengan waktu yang tertera. Sehingga dari lima kondisi diperoleh hasil pengujian MCB merk Schneider adalah BAIK karena memenuhi SPLN 108:1993. Untuk kurva arus waktu MCB merk Schneider dapat dilihat pada Gambar 6. Pengambilan data selanjutnya adalah untuk MCB dengan merk ABB. Dari hasil uji pada MCB dengan merk ABB 1 dan ABB 2, dapat dilihat pada lima kondisi MCB dalam keadaan BAIK. Saat MCB diberikan arus 1,05 In. MCB tidak mengalami trip dengan waktu lebih dari 1 jam yang berarti hasilnya adalah BAIK. Dan saat MCB diberikan arus uji 1,2 In. 1,5 In. 4 In. dan 6 In. MCB mengalami trip. Pada keterangan SPLN 108:1993, pa- doi: 10. 23917/emitor. Tabel 4: Hasil Pengujian MCB ABB 2 Arus (A) Waktu 01:06:22:197 00:15:19:168 00:01:51:101 00:00:01:132 00:00:00:186 Tabel 6: Hasil Pengujian MCB Multi 2 Status Kondisi Arus (A) Tidak Trip Trip Trip Trip Trip Baik Baik Baik Baik Baik Waktu Status Kondisi 02:09:13:342 01:00:51:765 00:05:56:201 00:00:07:709 00:00:01:154 Tidak Trip Tidak Trip Tidak Trip Tidak Trip Tidak Trip Baik Buruk Buruk Buruk Buruk trip dalam waktu lebih dari atau sama dengan 1 jam, sedangkan untuk arus uji 1,2 In. 1,5 In. 4 In dan 6 In MCB harus trip sesuai dengan waktu yang tertera. Sehingga dari satu kondisi yang BAIK dan empat kondisi BURUK diperoleh hasil pengujian MCB merk Multi adalah BURUK karena tidak memenuhi SPLN 108:1993. Untuk kurva arus waktu MCB merk Multi dapat dilihat pada Gambar 8. Setelah didapatkan hasil pengujian dari ketiga Tabel 7: Perbandingan Waktu Trip MCB Gambar 7: Kurva Arus Waktu MCB ABB da kondisi arus uji 1,05 In MCB tidak akan mengalami trip dalam waktu lebih dari atau sama dengan 1 jam, sedangkan untuk arus uji 1,2 In. 1,5 In. 4 In. In MCB harus trip sesuai dengan waktu yang tertera. Sehingga dari lima kondisi MCB yang diperoleh hasil pengujian MCB merk ABB adalah BAIK karena memenuhi SPLN 108:1993. Untuk kurva arus waktu MCB merk ABB dapat dilihat pada Gambar 7. Pengambilan data selanjutnya adalah untuk MCB dengan merk Multi. Dari hasil uji pada MCB dengan merk Multi 1 dan Multi 2, dapat dilihat pada satu kondisi MCB dalam keadaan BAIK. Saat MCB diberikan arus 1,05 In. MCB tidak mengalami trip dengan waktu lebih dari 1 jam yang berarti hasilnya adalah BAIK. Namun pada saat MCB diberikan arus uji 1,2 In. 1,5 In. 4 In. dan 6 In. MCB tidak mengalami trip yang berarti hasilnya adalah BURUK. Pada keterangan SPLN 108:1993, pada kondisi arus uji 1,05 In MCB tidak akan mengalami Tabel 5: Hasil Pengujian MCB Multi 1 Arus (A) Waktu Status Kondisi 01:53:28:216 01:13:35:596 00:08:05:34 00:00:05:348 00:00:01:143 Tidak Trip Tidak Trip Tidak Trip Tidak Trip Tidak Trip Baik Buruk Buruk Buruk Buruk Merk MCB Schneider 1 Schneider 2 ABB 1 ABB 2 Multi 1 Multi 2 Schneider 1 Schneider 2 ABB 1 ABB 2 Multi 1 Multi 2 Schneider 1 Schneider 2 ABB 1 ABB 2 Multi 1 Multi 2 Schneider 1 Schneider 2 ABB 1 ABB 2 Multi 1 Multi 2 Schneider 1 Schneider 2 ABB 1 ABB 2 Multi 1 Multi 2 Arus Uji (A) Waktu Trip 01:03:03:248 01:12:21:195 01:04:31:213 01:06:22:197 01:53:28:216 02:09:13:342 00:13:42:127 00:14:14:137 00:12:45:217 00:15:19:168 01:13:35:596 01:00:51:765 00:01:27:218 00:01:01:317 00:01:35:148 00:01:51:101 00:08:05:34 00:05:56:201 00:00:01:195 00:00:00:987 00:00:00:255 00:00:01:132 00:00:05:348 00:00:07:709 00:00:00:156 00:00:00:123 00:00:00:168 00:00:00:186 00:00:01:143 00:00:01:154 Emitor: Vol. 22 No. 02 September 2022 r. rayon semarang selatan,Ay Gema Teknologi, vol. 18, no. Agustina dan A. Amalia. AuPenurunan susut non teknis pada jaringan distribusi menggunakan sistem automatic meter reading di pt. ,Ay Jurnal Teknologi Elektro, vol. 1, p. 142273, 2017. KIRANA. AuPenekanan susut daya non-teknis dengan meminimalisir ketidaknormalan akibat hilangnya arus fasa rst menggunakan automatic meter reading pada pelanggan bandarjaya meterpoint,Ay Ph. Universitas Gadjah Mada, 2021. Gambar 8: Kurva Arus Waktu MCB Multi merk MCB yang diuji, maka dapat dibandingkan waktu trip MCB tersebut pada Tabel 7 sebagai berikut. IV. K ESIMPULAN IV. KESIMPULAN Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa seluruh alat dapat bekerja dengan baik. Dimmer AC telah bekerja dengan baik dan dapat digunakan untuk mensetting arus pengujian MCB yang sesuai. Alat uji MCB ini dapat digunakan untuk mengetahui kualitas MCB tipe CL berdasarkan sifat thermal tripping dan magnetic tripping sesuai dengan SPLN108:1993. Dari 3 MCB tipe CL dengan merk yang berbeda didapatkan hasil pengujian, yaitu MCB dengan merk Multi menunjukkan hasil BURUK sedangkan MCB dengan merk Schneider dan ABB menunjukkan hasil BAIK. Hasil BAIK/BURUK didapatkan dari perbandingan hasil uji MCB dengan tabel karakteristik arus waktu MCB pada SPLN 108:1993, yaitu saat pengujian 1,2 In MCB trip antara 10 menit hingga 59 menit, dan semakin besar arus yang diberikan waktu trip MCB semakin cepat. DAFTAR P USTAKA Fahmi dan J. Hutagalung. AuAutomatic locker key with barcode based microcontroller atmega 8535,Ay in Journal of Physics: Conference Series, vol. 930, no. IOP Publishing, 2017, p. NOVIAN. AuRancang bangun miniatur sistem hibrid traffic light menggunakan solar cell dengan backup daya pln dan baterai berbasis mikrokontroler atmega8535,Ay Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik Elektro, vol. 1, no. Auliq dan K. Prasojo. AuPerancangan sistem monitoring power bts . ase transceiver statio. menggunakan sms gateway berbasis mikrokontroler atmega 8535,Ay PROSIDING SENSEI 2017, vol. 1, no. 1, 2017. Widodo dan A. Dewi. AuSistem informasi alat kendali suhu miniatur ruangan berbasis mikrokontroler atmega 8535,Ay JOINTECS (Journal of Information Technology and Computer Scienc. , vol. 5, no. 2, pp. 113Ae120, 2020. Helda. Pahiyanti, dan A. Hutadjulu. AuAnalisa penurunan susut energi di pt. ulp sukabumi kota,Ay Ph. INSTITUT TEKNOLOGI PLN, 2020. Pahiyanti. AuPenurunan susut jaringan dengan penertiban pemakaian tenaga listrik,Ay SUTET, vol. 9, no. 1, pp. 36Ae45, . Tanjung. Zain, dan H. Susanto. AuAnalisa penurunan susut non teknis dengan amr pln . tudi kasus pt. tjokro bersaudara bontang kalti. ,Ay J. Sinergi Jur. Tek. Mesin, vol. 1, p. 1, 2019. Susanto. Jumnahdi, dan W. Sunanda. AuMenekan susut energi melalui analisis kewajaran konsumsi energi listrik pelanggan pada pln up3 bangka,Ay in PROCEEDINGS OF NATIONAL COLLOQUIUM RESEARCH AND COMMUNITY SERVICE, vol. 3, 2019, pp. 84Ae87. Agustina dan A. Amalia. AuPenurunan susut non teknis pada jaringan distribusi menggunakan sistem automatic meter reading di pt. ,Ay Jurnal Teknik Mesin (JTM), 5, no. 4, p. 164, 2016. Filipova-Petrakieva dan Y. Shopov. AuThe AoartificialAo short circuit in the input of the electrical devices realizing overcur- . Arieyansyah dan R. Mukhaiyar. AuPenekanan susut nonrents protection,Ay in 2020 12th Electrical Engineering Faculty teknis dengan cara optimalisasi pelaksanaan p2tl di pt-plnConference (BulEF). Ie, 2020, pp. 1Ae5. -ulp-indarung,Ay Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, vol. 3, no. 4, pp. Arieyansyah dan R. Mukhaiyar. AuPenekanan susut non74Ae84, teknis dengan cara optimalisasi pelaksanaan p2tl di pt-pln. -ulp-indarung,Ay Ranah Research: Journal of Mul- . Sani dan E. Jannah. AuPurwarupa pengendali kecepattidisciplinary Research and Development, vol. 3, no. 4, pp. an motor induksi 1 fasa via android,Ay Jurnal Integrasi, vol. 74Ae84, 2021. 2, pp. 88Ae91, 2020. Putri dan A. Subari. AuOptimasi pelaksanaan penertib- . Juhana. AuAnalisa pengaruh beban linier dan beban non an pemakaian tenaga listrik . sebagai upaya peningkatan linier terhadap fungsi kerja miniature circuit breaker,Ay EPIC saving kwh dan penekanan susut non teknis di pt. erse(Journal of Electrical Power. Instrumentation and Contro. , 1, no. 1, pp. 16Ae26, 2018. doi: 10. 23917/emitor. Kurniawan. AuPerancangan alat monitoring arus pada circuit (Journal of Electrical Power. Instrumentation and Contro. , breaker dengan menggunakan sensor acs712 dan tampilan 1, no. 1, pp. 16Ae26, 2018. lcd,Ay Informatika, vol. 10, no. 1, pp. 12Ae17, 2018. Adi. Hariyati, dan R. Diantari. AuRancang ba- . Li. Luan. Wang. Song, dan Z. Shi. AuDesign of ngun sistem monitoring titik gangguan pada instsalasi listrik remote monitoring system based on stm32f407 microcondengan implementasi iot,Ay Ph. IT PLN, 2020. troller,Ay in 2019 Ie International Conference on Power, . Juhana. AuAnalisa pengaruh beban linier dan beban non Intelligent Computing and Systems (ICPICS). Ie, 2019, linier terhadap fungsi kerja miniature circuit breaker,Ay EPIC 304Ae307.