3177 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 11 April 2026 STRATEGI DIGITAL MARKETING PADA PPDB SEKOLAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEN KREATOR Oleh Siti MartiAoah1. Berta Dian Theodora2 1,2Universitas Indraprasta PGRI Email : 1sitimartiah1@gmail. com, 2berta. dtos@gmail. Article History: Received: 01-02-2026 Revised: 21-02-2026 Accepted: 02-03-2026 Keywords: Digital Marketing. PPDB. Konten Kreator Abstract: Lembaga pendidikan memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki kekhususan visi dan misi, budaya berinteraksi serta kultur sekolah yang diunggulkan, hal ini menjadi sumber informasi untuk dapat dipublikasikan kepada masyarakat luas, agar kebutuhan masyarakat akan informasi tersebut dapat terpenuhi. Strategi pemasaran pendidikan menjadi langkah penting dalam menghadapi ketatnya persaingan untuk memperoleh pelanggan . eserta didik bar. Dalam bidang pendidikan promosi dimaksudkan untuk menarik minat calon siswa/siswi baru, sehingga untuk menarik minat siswa/siswi baru diperlukan promosi yang efektif, mengikuti perkembangan teknologi dan cara masyarakat mencari informasi mengenai sekolah yang dilakukan melalui media sosial, melakukan pemasaran digital . igital marketin. dianggap sebagai cara promosi yang menjangkau lebih banyak pelanggan, lebih hemat biaya dan terukur dengan memanfaatkan berbagai platform digital PENDAHULUAN Persaingan pada dunia pendidikan dalam penerimaan peserta didik sangatlah tidak terelakaan, hal ini menuntut pengelola lembaga pendidikan untuk menyingsingkan lengan baju dan menggunakan semua sumber daya dalam kapasitas yang lebih intens dalam mempromosikan lembaga pendidikannya. Kegiatan promosi lembaga pendidikan menuntut keaktifan dan peran serta seluruh elemen yang ada di sekolah maupun secara luas meliputi peran masyarakat sebagai konsumen pendidikan. Lembaga pendidikan akan berjalan sepihak dan sangat sulit untuk berkembang jika tanpa adanya peran serta dari masyarakat selaku konsumen. Lembaga pendidikan memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki kekhususan visi dan misi, budaya berinteraksi serta kultur sekolah yang diunggulkan, hal ini menjadi sumber informasi untuk dapat dipublikasikan kepada masyarakat luas, agar kebutuhan masyarakat akan informasi tersebut dapat terpenuhi. Kegiatan publikasi lembaga/sekolah oleh bidang hubungan masyarakat yang memiliki kepentingan untuk memperkenalkan sekolah kepada masyarakat . terlebih dahulu harus mengenal pasar yang akan dijadikan target agar promosi menjadi tepat Dalam melakukan kegiatan promosi, lembaga pendidikan tentu menyusun sebuah strategi yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan melakukan evaluasi dari tujuan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. April 2026 promosi lembaga pendidikan tersebut. Strategi pemasaran pendidikan menjadi langkah penting dalam menghadapi ketatnya persaingan untuk memperoleh pelanggan . eserta didik bar. Ketika lembaga pendidikan telah memiliki image yang baik di masyarakat, implementasi pemasaran hanya rencana penyempurnaan keberadaan sekolah tersebut, namun bagi lembaga pendidikan lainnya perlu menjadi perhatian serius dan jangka panjang ketika mempersiapkan promosi dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Bar. Dalam bidang pendidikan promosi dimaksudkan untuk menarik minat calon siswa/siswi baru, sehingga untuk menarik minat siswa/siswi baru diperlukan promosi yang efektif, salah satu jenis promosi yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah dengan cara menyebar pamflet, brosur dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media promosi yang memberikan kontribusi dalam perkembangan perekonomian Mengikuti perkembangan Teknologi, cara masyarakat mencari informasi berubah dari pencarian langsung . atang ke sekola. menjadi pencarian digital, para orang tua mencari informasi mengenai sekolah melalui internet bahkan melalui media sosial yang juga dapat memberikan berbagai macam informasi. Media sosial telah menjadi sarana untuk mempromosikan produk atau jasa, serta sarana edukasi, menurut Philip 3178enyus dan kevin keller media sosial adalah sarana bagi konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, video, dan audio dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya. Saat ini, konsep pemasaran digital . igital marketin. dianggap penting untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, lebih hemat biaya dan terukur dengan memanfaatkan berbagai platform digital terutama media sosial. METODE Metode pelaksanaan berupa pemberian edukasi dan pendampingan tentang: Pengetahuan dan pemahaman tentang marketing mix menggunakan Media Sosial Strategi memahami karakter pasar guna merumuskan pemasaran dengan efektif. Menentukan Points of Difference (POD) pendekatan Konten Kreator HASIL Kotler . menjelaskan marketing mix adalah alat pemasaran 4P (Product. Price. Place. Promotio. yang digunakan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan pemasaran sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dan media sosial adalah sebuah media online yang sangat berperan dalam penyebaran informasi dan sebagai wadah bagi para penggunanya agar dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan bertukar informasi. Dikutip dari laporan Auwe are socialAy, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 167 juta orang pada Januari 2023. Jumlah tersebut setara dengan 60,4% dari populasi di dalam negeri. Sekitar 98,3% pengguna internet di Indonesia menggunakan telepon genggam. Selain itu, rata-rata orang Indonesia menggunakan internet selama 7 jam 42 menit setiap harinya. Media sosial memiliki jenis yang bermacam-macam. Beberapa kategori media sosial yang digunakan yaitu : . Sosial Networking yang merupakan sarana bagi pengguna media sosial dalam membangun interaksi di dunia digital. Jaringan pertemanan baru yang terbentuk biasanya berdasarkan kesamaan hobi atau ketertarikan hal yang sama, contoh dari sosial networking adalah Facebook. Whatsapp dan Instagram. Blog merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya mengunggah aktivitas sehari-hari, saling ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 11 April 2026 memberikan komentar, dan berbagi informasi. Microblogging merupakan kategori media sosial yang memfasilitasi pengguna untuk menulis dan mempublikasikan pendapatnya, contoh media sosial ini merujuk pada munculnya twitter/AuXAy yang hanya menyediakan ruang menulis maksimal 140 karakter. Media Sharing . itus berbagi medi. merupakan kategori media sosial yang memfasilitasi pengguna untuk berbagi media, mulai dari dokumen . ile, video, audio, gambar, dan sebagainy. , contohnya adalah youtube, tiktok, snapfish dan lain sebagainya. Media sosial memiliki ciri khas penyebaran informasi, promosi, pendapat/pandangan pengguna menjadi sesuatu yang tranding topic . su terhanga. atau viral dengan adanya penggunaan pagar . Agar menjadi isu terhangat atau viral ketika melakukan promosi, kekuatannya terletak pada kata-kata marketing yang persuasive. Strategi promo akan berdampak jika sesuai dengan kostumer segmen usaha, berikut anatomi tampilan promosi yang menjual: Judul promosi yang menarik dan jelas . Info produk atau paket layanan yang informatif . Info kelebihan produk . Prestasi atau review pelanggan sebelumnya . Kontak info dengan Call to Action . Elemen warna dan desain menarik . Penawaran yang menarik . Pemberian voucher atau cashback Pada umumnya ketertarikan konsumen yaitu orang tua dan masyarakat atau pemangku kepentingan lain dinyatakan dalam bentuk ekspresi yang diungkapkan, oleh karena itu keberhasilan sekolah dalam mempromosikan produk sekolah secara langsung sangatlah penting, contoh dari tampilan promosi tersebut dalam rangka PPDB sebagai Judul promosi : PPDB Sekolah x Tahun Ajaran 2026/2027 . Info produk : PPDB dilaksanakan mulai tanggal A. sampai dengan AA . Info kelebihan produk : Penjelasan kegiatan ekstrakulikular . Prestasi atau review : Informasi kegiatan lomba yang diikuti siswa dan alumni. Call to Action : Hubungi Nomor WA . atau DM di @IG_Sekolah . Elemen warna : Tampilan fasilitas sekolah yang mendukung kegiatan pendidikan . Penawaran menarik : Kegiatan kunjungan terbuka sekolah memperkenalkan fasilitas . Pemberian voucher : Pemberian potongan harga bagi orangtua yang mendaftar lebih Strategi didefinisikan sebagai penentuan kerangka kerja dari aktivitas lembaga pendidikan dan memberi pedoman untuk mengkoordinasikan aktivitas, sehingga seluruh elemen pada lembaga pendidikan dapat menyesuaikan dan mempengaruhi lingkungan yang selalu berubah. Strategi promosi merupakan rencana untuk penggunaan yang optimal dari suatu elemen-elemen promosi seperti sarana dan prasana, sumber daya manusia, lingkungan fisik sampai dengan pencapaian yang telah dimiliki. Strategi promosi bertujuan dalam peningkatan penerimaan peserta didik, konten promosi yang sesuai dapat menarik minat orangtua untuk mendaftarkan anak mereka bersekolah dilembaga Pengelola sekolah perlu 3179enyusun strategi untuk pengembangannya agar mampu terus bertahan dan berkembang di masa yang akan datang, dengan adanya http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. April 2026 strategi pengelola akan berfikir bagaimana nanti bukan nanti bagaimana, dan apa-apa yang harus dilakukan oleh sekolah dalam jangka panjang. Strategi adalah sebagai pemikiran secara konseptual, realistis dan komprehensip tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Ada enam fungsi strategi yang harus dilakukan yaitu : . Berkomunikasi dengan baik agar visi yang ingin dicapai dipahami oleh orang tua . Saling menyambung antara keunggulan atau kekuatan lembaga pendidikan dengan peluang dari lingkungan yang terkait. Mengeksploitasi atau mengumumkan keberhasilan dan kesuksesan lembaga pendidikan yang sudah dimiliki, serta informasi kegiatan internal yang . Memperkenalkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang digunakan saat ini. Mengkoordinasikan kegiatan atau aktivitas lembaga pendidikan kedepan guna untuk pencapaian tujuan yang diinginkan (Visi Lembaga Pendidika. Menanggapi serta bereaksi atas keingintahuan serta perubahan minat siswa dan orang tua yang dihadapi sepanjang waktu. Konsep pemasaran bersandar pada kebutuhan . , keinginan . , permintaan . , produk . arang, jasa dan gagasa. , nilai, biaya, kepuasan, pertukaran, dan transaksi, hubungan, dan jaringan, pasar, serta pemasar dan prospek. Lembaga pendidikan dapat melaksanakan pemasaran dengan berhasil hendaknya mengetahui AuPoints of Difference (DOP)Ay terlebih dahulu. Sekolah dapat mengembangkan pendidikannya melalui kurikulum yang dihasilkan yang berorientasi pada keinginan dan kebutuhan Aupelanggan/siswaAy dan promosi yang paling menjamin adalah word of mouth (WOM) baik dari orang tua siswa atau siswa secara langsung selaku pengguna jasa layanan Pemasaran dengan menampilkan testimoni dan cerita sukses dari siswa dan orangtua siswa yang sedang menggunakan jasa lembaga pendidikan, akan secara signifikan memengaruhi sikap . dan niat perilaku . ehavioral intentio. calon orang tua dalam memilih sekolah. Informasi ini menggeser paradigma dari sekolah sebagai penyedia layanan satu arah menjadi ekosistem kolaboratif dan melalui program unik dan prestasi non-akademik berfungsi membentuk point-of-difference dalam Sekolah melalui konten yang dibuat secara khusus yang menampilkan siswa dan aktivitas keseharian disekolah akan memberikan ciri khas yang ditonjolkan dalam setiap unggahan baik feed, instastory maupun reels menggunakan seragam sekolah dengan menunjukkan logo yang terpasang di baju. Hal ini kemudian akan memudahkan bagi seseorang di media sosial untuk mengenali bahwa terdapat identitas yang terlihat . ogo Sekola. Selain itu penunjukan logo ini akan memberikan kesan pembeda dengan sekolah yang lainnya sehingga mudah bagi orang lain untuk mengenalinya ketika melihat lewat beranda media KESIMPULAN Media sosial telah menjadi sarana untuk mempromosikan produk atau jasa, serta sarana edukasi bagi konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, video, dan audio dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya. Konsep pemasaran digital . igital marketin. dianggap penting untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, lebih hemat biaya dan terukur dengan memanfaatkan berbagai platform digital terutama media sosial. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 11 April 2026 Agar menjadi isu terhangat atau viral ketika melakukan promosi, kekuatannya terletak pada kata-kata marketing yang persuasive. Strategi promo akan berdampak jika sesuai dengan kostumer segmen sekolah. Pengelola sekolah perlu menyusun strategi untuk pengembangannya agar mampu terus bertahan dan berkembang di masa yang akan datang, dengan adanya strategi pengelola akan berfikir bagaimana nanti bukan nanti bagaimana, dan apa-apa yang harus dilakukan oleh sekolah dalam jangka panjang. Pemasaran dengan menampilkan testimoni dan cerita sukses dari siswa dan orangtua siswa yang sedang menggunakan jasa lembaga pendidikan, akan secara signifikan memengaruhi sikap . dan niat perilaku . ehavioral intentio. calon orang tua dalam memilih sekolah. SARAN